Dan Hujan pun Berhenti… (part.1)

15 Jan

Cr : novel berjudul sama, karya Farida Susanti

Editor/rewriter : Cha_sungmin

Cast : Super Junior : cho kyuhyun, donghae, siwon, kibum, sungmin, eunhyuk, kangin, heechul, eteuk

F(x) : victoria and sulli

Wonder Girls : hyelim (maknae)

SNSD : yoona

Rating : PG-15

ATTENTION!! SILENT READER PLEASE CLOSE THIS PAGE QUICKLY!!!


#1 Dalam Hujan Sore Itu…

Namanya Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Matanya kosong, kering, tapi sangat kuat. Wajahnya tenang. Bibirnya tampak terluka, pertanda dia adalah orang yang sering berkelahi. Auranya benar2 campur aduk ya, membuat semua orang lama mengamatinya, berusaha ingin mengerti, namun tidak akan pernah bisa mengerti.

Kyuhyun memegang segelas air sambil tersenyum, ia ingat bahwa baru saja dia dikeroyok oleh Eunhyuk dan genk-nya –musuh bebuyutannya-. Diingat-ingatnya lagi sensasi yang ia rasakan saat dia ditendang, dipukuli, dan dibanting2, seakan dia plastic kresek. Sakit!?? Tidak, dia tidak merasakan apa2 lagi, ini sudah biasa terjadi padanya.

Tapi bukan itu yang membuatnya tertawa, sebuah ingatan sangat lekat dimemorinya.

Jadi tepat ketika kyu meringis terkapar berlepotan darah dimulut dan hidungnya, saat Eunhyuk dan teman2nya sudah pergi meninggalkannya, matanya yang saat itu sudah remang-remang menangkap sesuatu pandangan yang cukup ANEH untuk terjadi di Seoul, tepatnya dipohon disamping tubuhnya.

Kyuhyun mengerenyit, mencoba menganalisis penglihatannya, bahkan sesekali mengerjap2kan matanya, rasa sakit dibadannya hilang begitu saja, digantikan oleh rasa penasaran yang menggelitik akalnya.

BAYANGKAN,

Seorang gadis kurus, tirus, berambut panjang menjuntai, dengan kulit kuning sekusam pasir pantai, sedang berdiri dibawah pohon –didepan sekolahnya-, mati2an menggantungkan boneka2an dari kain putih di dahan pohon itu. Kyuhyun yang sempat tinggal di Jepang selama 5 tahun tau jelas apa itu, benda itu bernama TERU-TERU BOZU –tradisi penangkal hujan khas Jepang-

Tapi agak tidak wajar orang Korea ikut2an menggantungkan hal2 seperti itu dipohon sekolahnya =WAHUTRI Senior High School, SMA Kyuhyun- ? Bukankah orang Korea suka hujan?

Mmmm, tapi Kyuhyun juga pengecualian. Kyuhyun tidak suka hujan. Tapi, menyadari ternyata ada orang yang seperti itu juga, kyu lumayan kaget. Awalnya dia berusaha tidak perduli akan tingkah laku si kurus itu, tapi ternyata rasa penasarannya lebih besar dari ketidak peduliannya. Dalam keadaan terkapar tidak bisa bergerak, kyuhyun memberanikan diri bertanya pada gadis itu.

“Hei! Kenapa menggantungkan itu?”

Gadis itu menoleh sejenak, kemudian kembali dengan kegiatannya –tanpa memperdulikan pria yang terkapar dan berdarah tidak jauh darinya-

“Biar hujan g turun”

“Loh, emang kenapa kalo turun?”

“Aku keburu mati sebelum aku bunuh diri” (???)

Kyuhyun tercengang bingung, “Kamu… kamu mau bunuh diri?”

“Ya, asal g hujan”

“……”

Kyuhyun menggeleng2kan kepalanya seraya meneguk kembali air digelasnya.

Mmm, sepertinya gadis tadi memang mau bunuh diri hari ini. kalau begitu berarti sekarang dia udah mati donk? Bunuh diri dimana ya? Seperti apa matinya?

Baru sesaat kyu berpikir, kemudian dia langsung tercekat, tepat disaat dia siap membuka engsel pintu, suara hujan tiba2 bernyanyi lembut menyambutnya.

Hujan. Berarti gadis itu tidak jadi bunuh diri.

Tiba2 sebuah memori membelesak, kenangannya mengenai hujan. HUJAN YANG SANGAT DIBENCINYA.

Hyelim, bisik otaknya lirih. Hari ini Hyelim genap 1 tahun ya?

Dia menghempaskan badannya disofa, pandangannya menerawan keseluruh sudut ruangan. SEPI…

Semua terasa kosong, dan kyuhyun merasa sangat sendirian.

“OPPA! BUKA OPPA! TOLONG YOONA!!!”

“GUE BENCI KALIAN! GUE BENCI HIDUP GUE! TINGGALIN GUE SENDIRI!!”

JEBRAK!

“Dasar kamu brengsek, Nami!!! PECUN!”

©©©

“Besok kita ngobrol lagi ya?” dia tertawa polos.

“HEH-“

“Ahhh iya! Nama saya Hyelim”

“DASAR CEWEK SI-“

“Nama kamu?”

©©©

“PERGI OPPA! PERGI!! JANGAN PEGANG AKU! AKU G MAU LAGI KETEMU KAMU! AKU-“

“TERSERAH! GUE G PEDULI!!! EMANG DASAR PENGKHIANAT LO!”

“PENGKHIANAT?”

“IYA APA LAGI? LO ITU, PENGKHIANAT! NGOMONG AJA TERUS TANPA ALASAN! BULLSHIT SEMUA!”

©©©

Kyuhyun limbung… kemudian tersungkur jatuh. Mulutnya berteriak2 tanpa suara. Matanya menyipit menahan nyeri. Ia menghantam2kan kepalanya kedinding. Tawa lirihnya meledak, riuh tak terkendali.

SIAL!! SIAAAAALLL!!! GUE MASIH BISA SEDIH DAN PUSING KONYOL KAYAK GINI…. SIAAALL!! HAHAAAHA!

“Aaarkkh…” suara kyuhyun tiba2 tercekat. Napasnya tersengal. Tiba2 dia tau, dia tidak sendiri. Dua tangan tiba2 merangkul lehernya dan sebuah tubuh mungil memeluk punggungnya. Napas kyu semakin terengah. Ketakutan. Kebencian. Kerinduan. Jadi satu!

“Hyelim…” bisik kyu, terjatuh.

Pingsan.

#2 Teriknya Balas Dendam…

“Gue bunuh mereka!”

Seorang laki2 berpotongan atletis, dengan garis wajah tegas, dengan mata tajam menyudut, siang itu menatap keluar dari jendela mobil X-Trail sambil menghantamkan kepalan tangannya ke dashboard. Kyu yang sedang menyopir, menoleh enggan.

“lo tonjok dashboard gue sekali lagi, elo yang bakal gue bunuh, lee sungmin” kata kyu sambil tertawa.

“Heh, udah dipukulin gitu masih belagu lo. Sini, gue aja yang hantem mereka satu2! Rata semualah gue gamparin!” kilah sungmin.

Sontak 3 orang lain yang berada di jok belakang Siwon, Kibum dan Donghae, langsung maju menoyor kepala sungmin.

“Alaah, banyak gaya lo! Ngehe! Gaya sejuta, paling 2 menit tepar!”

“Iya, heh!”

“Heh lo tiga! Banci Wahutri sih diem aja lo!”

“Jeh, nyolot!? Nyolot?”

Hari ini, hari ke2 setahun kematian hyelim. Mobil gue jalan di depan WAHUTRI –WanHundredTri- Senior High School, sekolah gue. Siang ini, gue sama empat-shit, gue g tahan nyebut ‘temen’- gue, berencana ngedatengin markas rombongan Eunhyuk yang ngeroyok gue ampe ringsek kemaren. Padahal gue mah persetanlah, orang2 ngehe kayak gitu Cuma buang2 hidup. Tapi, geng gue g terima. Kita berencana bakal balas lebih kenceng ke muka mereka. Kita bakal mukulin mereka lebih ringsek lagi.

“Jaga mulut lo heh, min! kalau lo koma, kita juga yang nyeret lo ke ICU heh!” ejek kibum. Sungmin balas menoyor kepalanya diikuti celaan kyu.

“Deuhh, orang kampong ngomong ICU. Hebat, pantesan lo lulus TK, bum. Ckckck…” timpal kyu geleng2. Kini ketiga orang dibelakang gentian menoyor kepala kyu.

“Cerewet lo!”’

“eh si Eunhyuk kira2 udah ditempat tongkrongannya belum?” Tanya Siwon, matanya menatap lekat kyu, mencari tau jawaban pertanyaannya barusan.

Kyu menggeleng. “Tenang aja, kita masih punya waktu buat ngancurin tempat tongkrongan mereka” jawabnya santai. “terlalu ‘langsung ada’ juga g seru tau. Serangan g keduga biasanya lebih perih dari pada langsung nyosor-tabrak!”

“Ah…” donghae tersenyum paham, “kayak serangan amerika ke jepang waktu PD 2 ya? Hiroshima sama Nagasaki kan ketilep abis tuh”

“Apa lo bilang? Amerika nyerang Kawasaki? Apa maksudnya tuh, hae? Jadi mereka nyerang motor? Pake apa?” siwon malah OON, ga nyambung. Bikin temen2 nya GUBRAK!

“Ne. Itu sejenis banget won sama serangan Belanda ke Sunda Kelapa. Coba, waktu itu kita ngelawan pake apa? Otopet, kan?” timpal kyu tersenyum sinis. “Nah, sekarang kita juga bakal nyerang Eunhyuk sama bulu2nya pake becak koq. Jenius kan?”

“Ah…?” Siwon terang2an menganggap serius perkataan kyu itu, menunjuk kan air muka tertarik.

“Men, sekarang lo jujur deh ama gue. Lo lulus SD-nya nyogok berapa sih?” kyu melirik siwon kesel.

“Eh, g kok-“

“Keberatan! Pernyataan terlalu menyudutkan saksi!” potong donghae sok dipengadilan. Siwon mengerucutkan mulut cemberut. Seisi mobil langsung tertawa.

Hahahaa… beginilah hidup gue.

Padahal udah setahun 2 hari Hyelim pergi, dan kerjaan gue masih ginian. Ketawa2 g jelas, ngumpul sama orang2 munafik g jelas, ngadepin hidup yang g jelas…

Bener2 g ada gunanya gue hidup.

Teriakin ke semua orang, yang namanya CHO KYUHYUN tuh Cuma kotoran!

“Jadi gimana nih rencananya?” kibum mencondongkan kepala kedepan.

“ntarlah lihat situasi,” jawab sungmin. “tapi yang pasti alat udah lengkap. Gue udah bawa beberapa pilox, tongkat baseball, sama telor busuk barusan dari rumah. Tinggal… eh-, lo won, mirasnya lo bawa kan?” ia balik bertanya kepada siwon.

“Oh ini?” siwon menyodorkan botol hijau dari jok paling belakang. Sungmin mengambilnya dan meneliti isinya. Hitam. Kyu ikut melirik. Seketika cowok itu mengerenyit asing.

”Apa tuh?” Tanya kyu bingung. “miras yang ada di rumah ortu gue juga g ada yg kayak begini. Kentel…” gumamnya menerawang, mengingingat Miras. Vodka. Gin. Bloody-Mary. Gimana gue ga inget benda2 yang menghantam kepala gue tiap hari? Desahnya. Tertawa pahit.

“Jangan2…” donghae berbisik mistis.

“KECAP!” jawab siwon mantap.

GUBRAKKK!!

“BEGO! Masa kecap!? Lo TK-nya nyogok juga ya?” sungmin melotot.

“Tapi kan-“ siwon berusaha membela diri.

“Kecap ya won? Eksotis donk”

“WOY! Nyampe nih! Kyu mengerem mendadak membuat seisi mobil nyaris terjungkal ke belakang.

Tempat nongkrong Eunhyuk and the genk masih kosong melompong. Sepertinya mereka memang belum keluar dari sekolah. Namun kyu malah senang sekali dengan fakta itu, berarti dia bisa merusak tempat ini terlebih dahulu sebelum bertarung nanti.

Gue bahkan udah nyisihin bensin terakhir gue buat semua ini, batinnya bergairah.

Diambilnya pilox dari tangan sungmin, lalu dengan langkah ringan dihampirinya dinding belakang tempat nongkrong geng itu. Sambil tersenyum menatap dinding itu, kyu menerawang memikirkan kata2 pertamanya, kyu berbisik, “Oke… pesta dimulai ayam2 ku…”

Teman2nya mengagguk. Membawa pilox masing2 mereka berdiri berdampingan dengan kyu, menatap dinding yang sebentar lagi akan penuh celaan/ejekan bagi genk pengeroyok kyu kemaren.

Kyu tersenyum sambil mengerlingkan mata melihat teman2 disampingnya.

Ahhh, alangkah banyak yang gue benci di dunia ini. yang gue bisa Cuma duduk di samping orang2, nusukin mereka pake pisau gue, lalu menggerak2an mereka pakai pisau itu.

Sssht… kyu mengocok piloxnya dan menyemprotkan kata2 pertama.

GEMBEL PENGECUT!!

“hahaa… ini kata2 pembuka gue” ujar kyu senang. “selebihnya lo pikirin aja apa bacotan yang bisa bikin mereka terkencing2”

Teman2nya ikut tertawa. Dengan tidak kalah bergairahnya, mereka mulai menyemprotkan kata2 didinding itu.

WILAYAH INI BUKAN MILIK EUNHYUK MONYET LAGI! KINI MILIK BUNCH OF BASTARDS! –nama genk kami-

Tulis donghae, disusul siwon,

BUANGLAH SAMPAH SEMBARANGAN!

Kibum menulis, YANG DUDUK DIDEPAN DINDING INI BISULAN!

Dan terakhir sungmin menulis : NENEK LO PEREK! CUCUNYA TUKANG NGEROYOKIN ORANG!

Menatapi genk nya yang sedang menulis, kyu memilih diam bersandar di pintu mobilnya.

Eunhyuk, dia dan genk nya memang musuh mereka sejak dulu. Alasannya simple : Donghae dulu genk nya eunhyuk. Tapi kemudian entah ada angin apa, donghae mendadak mulai main bareng kyu dan kawan2, dan bisa dikatakan membelot dari genk Eunhyuk. Sejak itulah Eunhyuk dan mereka tidak pernah akur.

Memang banyak yang memandang aneh mengapa donghae membelot dari Eunhyuk. Dia dan teman2nya adalah salah satu cermin remaja necis popular yang kebanyakan duit. Jaketnya Guess, parfumnya Hugo Boss, dan tongkrongan malam minggu nya di salah satu Klub Malam High Class di Seoul. Jadi tingkah donghae untuk bergabung dengan genk Kyu menjadi absurd sekali, mengingat di Bunch of Bastard saat ini tidak satu pun anggota yang dompetnya berisi Mastercard Golden.

Kyu menyilangkan tangannya didada mengingat sosok Eunhyuk. Kemarahan nya karena dikeroyok kemaren masih mengendap tebal. Dimatanya, Eunhyuk sama sekali tidak ada lebih2nya. Dia Cuma cowok sampah tukang koar2 betapa perfectnya dia, pintar, kaya, dermawan dan PENTING. Padahal kyu yakin seyakin-yakinnya, nilai bagus eunhyuk dan prestasi nya itu adalah hasil sogokan semata. Tukang tebar pesona. Tipe yang paling semangat kyu ludahi.

Apalagi ditambah masalah kemarin dan perkataan Eunhyuk, “Heh, kyu, gue tau siapa umma lo. Gue tau siapa appa lo. Hahaha, katanya germo semua ya? Umma lo banyak cowoknya, appa lo banyak ceweknya. Hahaha, pantes aja anak nya jadi bajingan kayak gini! Hahaha…”

Hati kyu seketika berdenyut pedih. Orang tua. Orang tua. Orang tua. Arggh, SIALAN! Batinnya. Betapa ia membenci kata –orang tua- itu. Namun wajah kyu tidak menunjuk kan raut kesal didepan teman2nya. Yang muncul diwajahnya malah senyum bandel yang ceria.

Pura-pura. Pura-pura. Pura-pura. Ketawa-ketawa-ketawa. Ia selalu mengingatkan pada dirinya sendiri. GUE ANAK BAHAGIA SEKARANG! GUE ANAK YANG HIDUP NORMAL! Kyu langsung melebarkan senyumnya. Menekankan kalimat tersebut didalam hati.

“Dia –Eunhyuk- bloon nyari masalah ma gue, Hyelim” bisik kyu sambil menoleh pada perempuan yang –kini- menyandarkan kepalanya dibahu kyu. Perempuan berbaju terusan putih dengan renda yang manis. Berambut panjang ikal dan memiliki wajah yang manis dan teduh sedang tersenyum padanya sambil mengangguk anggun. Membius kyu kedalam mata beningnya. Kyu merasa tenang.

Hyelim, kalau lo masih ada, gue ga perlu ngelakuin semua ini, bisik hatinya hampa. Kalau aja lo masih ada…

“Wah wah siape tuh hae? Lo ngegambar siapa sih?” siwon memandang graffiti buatan donghae.

Donghae nyengir, “Victoria, tau g? anak 2-2. Anaknya seksi abis! Gue udah ngincer tu orang sejak 3 bulan yang lalu… tapi, gue g berani ngajak dia kenalan sob”

“Gue tau” timpal sungmin tanpa mendongak, sibuk mencoret dinding dengan piloxnya, “siapa sih yang g gue kenal di Wahutri?”

“Whoa! Lo kenal min? kenalin ke gue donk min! gue mau! Mau!’

“eh nyantei nyong! Nafsu amat lo jadi cowok, maen hajar aja… Hahaha…”

Mereka berlima tertawa terbahak2, mengejek donghae. Sampai…

“YA! NGAPAIN LOE SEMUA?! BRENGSEK!’

Sebuah suara yang jelas2 berasal dari Eunhyuk dan teman2nya yang baru datang, segera menghentikan kegiatan dan tawa mereka. Mereka ber5 menoleh penuh semangat. Sandaran dibahu kyu pun menghilang.

Ini dia,yang ditunggu akhirnya datang!

“Cuh, lo tajir tapi etika lo bolong. Nyapa dulu napa?” kyu menghampiri eunhyuk sambil tertawa kecil. Eunhyuk terlihat MURKA. Dan itu membuat kyu tertawa makin keras.

“kita kesini udah nanda tangan buku tamu, lagi. Tuh, didinding sebelah situ-“ kyu menunjuk dinding yang penuh coretan pilox mereka, “lihat kan? Kami orang2 yang sopan”

“Keparat lo CHO KYUHYUN!” umpat eunhyuk terengah-engah. Wajahnya memerah. “beraninya dari belakang lo. Pengecut!”

“SIAPA YANG PENGECUT? ELO YANG PENGECUT, SIALAN! BERANINYA NGEROYOK ORANG!” bentak sungmin tiba2, sambil membanting pilox ditangannya.

“Mundur lo, sungmin!” kata kangin, teman eunhyuk. Marah. “bodyguard diem dibelakang”

“Siapa yang bodyguard? Ngomong sekali lagi, siapa yang bodyguard huh?” tantang sungmin pada kangin, namun kangin malah diam meski terlihat dia mencoba untuk bersuara, namun tidak satu kata pun keluar dari mulutnya. Melihat itu eunhyuk mendecak dan mengambil alih.

“Lo nanya siap bodyguard di sini min?” Tanyanya menyeringai. “Hahaha… dengan bangga gue menyebutkan : elo, SIWON, DONGHAE DAN KIBUM… adalah KACUNG dari si pengecut ini –kyuhyun- si perusak mobil orang!”

“Lo-“ sungmin melotot. Namun kyu menahan tubuhnya.

‘Apa?!” Eunhyuk nyengir nyolot.

“Heh SAPI, denger! Gue g ngerusak mobil lo, g ngehancurin kaca lo, dan jelas2 yang salah tuh mata lo” desis kyu. Bayangan kaca pecah disekitar mobil cowok itu 3 hari yang lalu, bergelimang didepan matanya. Kyu tersenyum. “udah jelas? You f**ked yourself, you know?”

BUG! Sebuah tinju mampir dipipi kyu dan membuatnya terjengkang kebelakang. GONG PERANG PUN BERBUNYI. Seketika nafsu masing2 genk memanas. Sungmin membalas pukulan itu ke pipi eunhyuk dengan keras, kemudian menghajarnya sampai berguling2 ditanah. Siwon memukul kepala kangin dengan kecap –maksiat- nya. Kibum berlari menerjang eteuk. Donghae dengan heechul, dan terakhir kyu yang setelah mendapat pukulan dadakan mengeluarkan darah yang cukup banyak dari mulutnya, buru2 bangkit dan memisahkan diri dari area perkelahian.

Disekanya darah kental dimulutnya. Matanya berkilat penuh dendam. Ada yang harus dibayar untuk menyebut orang tua gue didepan gue, eunhyuk. Kyu membuka pintu mobilnya dan mengeluarkan sebuah jerigen. Diayun2kannya jerigen itu sementara tubuhnya berjalan tenang melewati teman2nya yang sedang berkelahi, lurus menuju mobil eunhyuk.

Silahkan aja bunuh semua temen2 gue, silahkan… gue ga peduli.

Gue emang membenci dunia. Membenci pertemanan. Membenci keributan. Membenci semuanya.

Gue lebih buruk dari mereka. Muka gue lebih banyak dari mereka. Gue badut yang terus2an pake topeng. Muka gue selalu gue selimuti bedak putih yang tebal, ada garis merah disamping bibir gue, dihidung gue ada buletan  merah kayak cherry. Dan… gue menari…. Menari didunia gue yang bulshitt!

Kyu mengambil sebuah batu dan melemparkannya ke kaca jendela mobil yang baru direparasi itu. PRANG! Eunhyuk dan semuanya yang sedang sibuk saling hantam menoleh kaget. Melihat apa yang ada ditangan kyu, eunhyuk nyaris berlutut dan menangis ditanah. Wajahnya pucat seketika. Hanya 1 kata yang sanggup ia lontarkan sebelum kyu membuka tutup jerigen dan mengguyur interior dalam mobilnya, “JANGAAAANNN….”

“KYU!” sungmin berteriak, ikut2an panik.

Tapi ternyata bukan itu –membakar mobil eunhyuk- yang kyu lakukan. Dengan tenang sambil terus tersenyum ia mengguyurkan sisa bensin dijerigen ke kaca depan mobil eunhyuk dan melemparnya dengan sebuah korek api menyala. Api melahap kacanya, namun tidak merusaknya sama sekali. Api itu seperti mengambang diudara. Seperti dendam kyu pada eunhyuk saat ini. Mengambang.

“eunhyuk! Denger gue! Sekali lagi lo sebut ortu gue, gue bakar mobil lo!” sambil berkata kyu berjalan kearah eunhyuk sambil tersenyum. Tersenyum puas sekali. Senyum yang paling menakutkan yang pernah eunhyuk lihat dalam hidupnya. Teman2 kyu ternga2. Tidak percaya kyu bisa melakukan sampai sejauh itu.

“Makan tu mobil…” kata kyu tenang sambil melangkah pergi.

Orang2 disekitar tempat itu berkerumun menutupi api dengan kain yang basah. Berteriak2 mencari bantuan agar api tidak menjalar kesisi lain mobil –hingga bisa menyebabkan ledakan-

Dan ketika eunhyuk berlutut lemas, campur aduk antara takut, marah dan sedih. Siwon, donghae, kibum dan sungmin mencari sosok kyu disekitar mereka.

Namun ternyata kyuhyun telah pergi.

#3 Ternyata Dia Ingin Mati di Sana…

“Hhh… hhh…” kyuhyun terengah2 masuk ke dalam kamar mandi sekolahnya. Ditutupnya pintu masuk keras2, lalu dengan tangan gemetar marah, “Fiuhh…” ia menghela napas lega, kemudian menenangkan diri sejenak dengan membasuh wajahnya di wastafel. Dingin… nyaman… kyu selalu berfikir air adalah sarana penenang termanjur didunia, dan memang itulah yang ia butuhkan saat ini. kalau dipikir2 kayak hujan… kyu memejamkan ke2 matanya. tapi, kalau satu itu gue ga suka.

Come again to my place Hyelim… come when my life is this empty and this boring… batinnya.

Kyu tertawa rendah, menyadari betapa banyak waktunya untuk mengingat cewek itu dalam sehari. Cewek yang sudah tidak ada dan tidak bisa terjamah. Cewek yang namanyapun mungkin sudah banyak yang lupa. Wajar, sudah setahun 3 hari berlalu sejak ia pergi, dan siapa peduli?

Kyu tertunduk didepan wastafel menatapi dirinya sendiri dalam sisa2 air yang menggenang. Gue bahagia. Gue g boleh nyerah. Gue… g boleh kalah… tangan kyu bergerak menggapai kaca didepannya. Sial…

Genangan air itu memantulkan wajah koreanya. Kyu terkesima. Mengapa ada darah orang2 yang tidak diharapkan itu diwajahnya? Ia mulai gemetar melihat bayangannya sendiri. Jijik, barangkali. Menatapi sosok penuh kebohongan seperti ini. ia tidak tega. Tidak mau mengenali dirinya sendiri.

Annyeong…

Gue selalu senang bisa sendiri seperti sekarang, gue menikmatinya. Gue g suka dikeramaian. Gue g pengen dimengerti. Cukup didengarkan aja.

Ngomong2, gue sama ke 4 orang itu kerjaannya emang begitu dari dulu. Kadang bolos, kabur, ngerjain guru. Gue Cuma ngelampiasin napsu2 tersembunyi gue dan untungnya mereka b4 bisa mengikuti. Gue, sungmin, siwon, donghae, kibum. Blacklist guru2. Murid2 lain sampe sok segan. Hehehe… lucu. Dan kami menamakan genk kami ini Bunch Of Bastard, kumpulan orang2 brengsek kan!? Hahaa… pas banget.

PRESSH…

Kyu terhenyak. Tiba2 air membanjir dari sebuah kamar mandi yang tertutup. Sepatu kyu mulai basah. Kyupun tersadar dari lamunannya.

Air? ada yang lupa nutup keran? AH?

Kyu makin terkaget2 karena air tersebut tidak bening. Ada cairan berwarna merah disana. Mulanya hanya berbentuk pendaran, sedikit2, tapi lama kelamaan cairan tersebut semakin banyak. Kyu bergidik.

Awalnya kyu mengira ini adalah bentuk ‘gangguan’ horror, tapi ketika mendapati benda selanjutnya, ia tersadar, ini tidak sesimpel pemikirannya.

SAVE THIS BLOOD.

LET THIS BE YOUR FORGIVENESS.

SL

Mata kyu membelalak melihat kertas kecil berwarna putih terbercak darah mengapung diatas air, yang berisikan pesan kematian.

Ada yang bunuh diri? Seketika adrenalinnya naik. Kyu berjalan pelan dengan sepatu converse hitamnya yang berkecipak sepanjang jalan. Bibirnya tidak henti mengucapkan doa. Ia hampiri pintu tempat air dan darah itu berasal. Jantungnya berdegup kencang.

BRUK. Ia buka pintu kamar mandi aneh ini. Tidak terkunci.

Umur gue berapa sih? Kenapa gue selalu ngeliat darah? Ngeliat kematian? Ngebiarin mulut gue keluar merah2 seperti ini sejak kecil? Mengap2 kehilangan? Kenapa?

Pikiran itu langsung membelesak dikepala kyu ketika ia masuk dan melihat isi kamar mandi. Tidak, darah itu bukan darah jadi2an. Seorang gadis tergeletak disana. Standarlah, urat tangannya terpotong. Ia bersandar sambil duduk disebelah bak mandi yang kerannya terus mengucur.

Eh, gadis yang gue temui tempo hari ya? Jadi sekarang dia benar2 berenang diatas darahnya sendiri?

Kyu bingung harus berbuat apa. Ia terpaku, gelisah, bingung. Namun tetap kelihatan tenang.

“Lo… jadi bunuh diri ya?”

Pertanyaan konyol yang langsung kyu sesali. NGGAK, BARU TESTING DOANK KOK! Ya jelaslah! Segala komponen bunuh diri udah lengkap disini. Darah, pesan kematian, luka, air… tapi diam2 kyu juga ingin tau jawaban pertanyaan simple tapi besar tersebut.

What the difference between life and death? Do you know that?

Gadis itu bergerak perlahan tanpa suara. Masih hidup!

Dan sepertinya masih bisa kyu ajak bicara. Lumayanlah interview sebelum ajal. Hahahaa… kyu menahan diri untuk menyelamatkan gadis itu. Dia ingin bicara dulu dengannya. Ya, tentang banyak hal. Termasuk tentang, apakah dia mengizinkan kyu untuk menyelamatkannya atau tidak???

“Ya” jawab gadis itu lemah, “lo megang kertas gue?”

Kyu tersenyum cepat, puas cewek itu masih bisa diajak bicara. Bersamaan dengan itu dia juga mulai meneliti struktur wajah dan postur tubuh gadis yang bunuh diri ini. Ahh, benar yang kemarin ternyata.

“Ya, gue udah baca” kyu membuka kertas yang tadi sempat ia remas dan menunjuk kan nya kea rah gadis itu, “Forgiveness? Apa elo bikin salah?” tanyanya tetap dengan nada tenang, tanpa takut, bingung dan panik lagi.

“Ya, kesalahan kecil…” jawabnya, makin lirih tersendat. Mulai menangis.

“Kenapa lo ga takut mati?” kyu berjongkok, menatap gadis didepannya lebih intens. “Kenapa kesalahan remeh seperti itu bikin lo mati?”

PYAR!

Gadis itu mencipratkan air merah kearah kyu, murka. “ini bukan main2…” gadis itu kembali sesegukan. Air semakin tinggi. Kyu bertaruh dalam hati, duluan mana. Gadis ini mati, atau banjir merembes keluar?

“Kalo gitu kesalahan fatal?”

“…..”

“Oke oke… jadi lo mau mati gini aja atau gue selametin?” Tanya kyu cepat2, ketika melihat kondisi gadis itu semakin lemah. Namun mendengar pertanyaan kyu, gadis itu langsung mengangkat wajah dengan kaget, tidak menyangka kyu orang yang –setidaknormal- itu.

“Sebaiknya elo pergi” bisiknya sambil memandang tangannya. “Sebentar lagi mungkin gue mati. Apa lo g apa2? Pergi aja…”

Kyu dan gadis itu bertatapan saling meyakinkan.

“Aaahhh….” Gadis itu melenguh keras, mulai kesakitan” Aaahh…”

Kyu bergeming.

Do you know? Or is it just a mistery that we never know until our last breathe? Or is it just like this, feeling empty, guilty, and livin’ with the oh-hell people like this? Like those persons around me?

“AAAHH….”

Is it just like this? Hyelim?

“eh, tar dulu… lo punya saudara? Pacar? Teman?” mendadak suara kyu meninggi. Kenangan tentang Hyelim membangunkannya kembali. Kehilangan. Apa pernah cewek didepannya ini memikirkan orang2 yang dia tinggalin? Apa pernah mikirin bahwa orang yang ia tinggalin itu bakal menggapai2 ilusinya sendiri? –seperti dia-

Gadis yang sedang meregang nyawa tersebut mendongak sekuat tenaga. Air wajahnya berubah damai, mengejutkan kyu.

“Elo… g bakal mikirin… hal kayak gitu…. Pas lo… mau… mati nanti… Elo… pada akhirnya… Cuma bakal sendiri… g butuh siapa2 lagi…” senyum mengembang getir dibibirnya.

“Oh ya?”

“tapi…” gadis itu melanjutkan perkataannya, “gue punya kakak…”

“……”

“orangnya ba….ik…. sekali” napas gadis itu tersengal. Hampir habis. “dia… orang yang gue sayang dan sayang gue…. Dan, dia pasti g akan ninggalin gue…”

“kyu, orang yang kita sayang… orang yang sayang sama kita… ada dimana2…”

“Tapi…”

“dan mereka g akan ninggalin kita!”

“Guelah yang bakal… ninggalin…. Dia…..” gadis itu tersenyum dan menutup matanya perlahan. Mungkin nyawanya tinggal beberapa puluh detik lagi, dan dia tampak siap. “Sampaikan…. Surat…. Itu…. Ke… dia…… ya…….”

Kyu melotot. Ini Hyelim-nya? Mengapa mereka mengatakan hal yang begitu sama? Dan….

Wajahnya barusan, saat bicara itu, mirip banget sama Hyelim! Semuanya…

Hyelim gue? Hidup lagi…? Sial, sial, g mungkin! Eh- hari ini hari ke3 setahunan kematiannya kan? Tapi….

“Hyelim…” bisik kyu reflex. Otaknya lagi2 stuck –sakit sekali. Rasanya seperti mengingat suatu kenangan yang kepedihannya diluar nalar.

“Aaahhh…..”

BRANGGGG!!! PRAKKKK!

©©©

“Sulli ditemukan dikamar mandi, nyaris mati bunuh diri. Kamu habis datang dari luar, setelah kemarin membakar mobil Eunhyuk, begitu kyu?” konfirmasi Shindong ahjussi, guru BP Wahutri. Kyu mengangguk santai.

“jadi, saat itu kamu g tau kalau sulli sedang bunuh diri?”

“Oh tau donk”

Shindong ahjussi mengerenyit, “Maksudnya?”

“Hehehe… saya kan cenayang…” jawab kyuhyun nyengir lepas.

Sudah 1 jam sejak peristiwa pertemuannya dengan gadis yang bunuh diri itu, dan sekarang mereka berlima –termasuk donghae, sungmin, siwon, kibum- dengan sukarela bersedia dipanggil ke BP untuk menerima eksekusi masing2. Sebenarnya hanya kyu yang dipanggil, namun karena alasan kesetia-kawanan sungmin, siwon, kibum dan donghae juga ikut menyerahkan diri kekantor BP.

Huh, kesetiakawanan mereka bilang?? Kyu tertawa dalam hati. Buat apa sih susah2 memikirkan orang lain?

“Lalu, kamu koq tidak langsung menyelamatkan sulli?” tanya shindong ahjussi sambil membetulkan letak kacamatanya, “cuek saja begitu?”

“Ohh, jadi namanya sulli ya?” gumam kyu, “sulli apa?”

Dia… orang yang gue sayang dan sayang gue… dan dia pasti g akan ninggalin gue…

Kata2 gadis itu kembali bermain didalam pikiran kyu, melebur dadanya dengan kehangatan.

Anehnya ia mendadak teringat sosok sulli. Mengingat betapa ‘Hyelim-nya’ dia. Teringat betapa miripnya kata2 sulli dengan Hyelim dahulu. Fenomena yang aneh. Mungkinkah Hyelim-nya bereinkarnasi? Mungkinkah Hyelim memasuki jiwa cewek putus asa bernama sulli ini?

Semoga, itu benar. ARTINYA HYELIMNYA KEMBALI!!

*** TBC ***

About these ads

7 Tanggapan to “Dan Hujan pun Berhenti… (part.1)”

  1. choijinri 18 Januari 2011 at 6:37 PM #

    eeh sumpah brb dong lanjutin!!!

    • cha_sungmin 31 Mei 2011 at 7:46 AM #

      wahh serius ni lanjutannya belum di post lagi -___-” mian de lama

  2. Dee_Kyu_Latte 19 Januari 2011 at 1:42 PM #

    Saya bingung @,@
    *jarang baca novel, jd kurang ngerti*

    tp lucu pas nyoret2 tembok pake pilok,, siwon nya ya ampuuun.. Tuh polos apa oon?!!
    #plak *ditampar siwon*

  3. SuperELF13 25 Januari 2011 at 5:55 PM #

    Ngga nyangka bakal ada author yang bakal menggadaptasikan novel “Dan hujan pun berhenti…” dengan member Suju, terutama main castnya Kyuhyun! >.<

    Aku suka banget sama cerita novel aslinya, dan sama FF ini. Chingu, aku boleh posting FF ini di blog aku ngga? Credit dan nama authornya ngga akan berubah ko.

    • cha_sungmin 31 Mei 2011 at 7:47 AM #

      boleh koq ^^

      iya ceritanya keren banget yah.. makanya aku adaptasi pk karakter suju,jadi bagus juga,hihii

  4. falcondhehacker 3 Juli 2011 at 2:32 PM #

    suka…suka….
    hahaha…ga nyangka bakal diadapatsi ke member SUJU
    Bravo

  5. iklima bhakti 31 Maret 2012 at 9:54 AM #

    hahhahaaa..
    bagusss..bagusss… :D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 56 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: