At Least I Still Have You

21 Agu

Airmataku terjatuh tanpa jeda. Dadaku sesak,kepalaku pusing,namun semuanya kusimpan,air mata itu kusimpan di balik kacamata hitam & seledang yang kulilitkan hingga menutupi hidungku. Kakiku lemas. Aku ingat sekali saat semalam Kyuhyun oppa meneleponku,mengabarkan kabar yang sangat menghancurkan hatiku di saat aku sedang candle light dinner dengan pacar buleku,Carter Jenkins. Bergegas aku kembali ke Seoul dari Los Angeles & bisa tepat datang ke tanah lapang berisikan batu nisan ini. Aku menyesal…penyesalan itu terasa ingin membunuhku,tapi ini adalah keputusanku,keputusan akan ketidakmampuanku menerimanya,ketidakmampuanku merawatnya,ketidakmampuan hatiku jika dia pergi seperti saat ini. Namun,Siwon oppa,kenapa aku masih hancur lebur walau aku bukan istrimu lagi saat ini?

Flash back 7 bulan yang lalu.

“Siwon oppa!”aku berteriak panic melihat dia tiba-tiba terjatuh ke lantai & memegangi kepalanya seakan merasakan sakit yang tak tertolerir lagi. Aku mendekatinya & memangkukan kepalanya ke pahaku. Wajahnya pucat pasi,dia meringis kesakitan sembari memegang kepalanya. Aku ingin menangis karena bingung & kaget,Siwon-ku yang biasanya cool & periang sekarang meringis kesakitan tiba-tiba.

”Han Ji-ah,”ringisnya.

”Ya,aku di sini,sebentar sayang,tunggu sebentar,”aku meraih handphone disakuku,menekan contact person Eeteuk oppa.

”O…oppa! tolong ke sini! Siwon oppa kesakitan! Tolong,”isakku.

”Mwo?! Iya aku akan segera ke sana,aku telepon ambulans dulu,”ucapnya di seberang. Untungnya asrama mereka dekat dengan apartemen tempat kami tinggal.

”Siwon oppa,sayangku,bertahanlah,”aku memeluknya. Siwon tetap meringis kesakitan.

Tak lama kemudian Eeteuk oppa sudah menerobos masuk ke apartemen kami dengan Yesung oppa,Kangin oppa,Eunhyuk oppa & Donghae oppa.

”Oppa!”aku berteriak melihat mereka.

”Siwonshhi,ada apa?”Eeeteuk oppa mendekati Siwon dengan panik. Siwon sepertinya tidak sadar karena kesakitan. Yesung oppa mendekati & mencoba memberi minum,Siwon meneguk minuman itu sedikit karena kesadarannya menurun.

”Siwon,kenapa kau begini?”tanya Donghae hampir menangis karena panik.

”Ah,itu ambulancenya datang!”Kangin berlari keluar.

Sekarang kami sudah berada di rumah sakit. Aku merasa sangat tidak tenang menunggu Siwon yang segera di bawa ke ICCU. Ada apa dengan Siwon-ku? Aku belum berani menelepon ibu mertuaku,aku takut akan hasil yang akan diumumkan oleh dokter.

”Siapa keluarga pasien?”tanya dokter saat keluar.

”Saya! Saya istrinya!”

”Kami! Kami kakak-kakaknya!”ucap Eeteuk oppa berbarengan denganku.

”Hmm…kau istrinya?”tanya dokter langsung menatapku. Aku mengangguk.

”Ikut aku,”ucapnya.

”Oppa,”aku melirik Eeteuk oppa panik. Dia hanya menepuk bahuku. Aku lalu mengikuti dokter itu. Perasaanku sungguh berkecamuk. Aku takut,kenapa sepertinya ini serius sekali?

”Maaf Nyonya,sebelumnya saya akan jelaskan apa yang terjadi pada Tn.Siwon,”ucap dokter itu,menghela nafas panjang.

”Pasien kesakitan karena sebuah protein menggumpal diotaknya. Protein ini tidak dapat luruh seharusnya sehingga mengakibatkan penggumpalan. Hal ini menekan syaraf yang ada di sana & menyebabkan rasa sakit yang amat sangat di kepalanya. Nyonya,mohon terima dengan sabar…Tn.Choi Siwon menderita tumor otak,”ucap dokter itu berat.

Bagaikan disambar petir,sekujur tubuhku bergidik hingga aku lemas,hatiku terasa berat,tangisku pecah begitu saja. Kenapa…kenapa Siwon-ku yang selama ini sehat-sehat saja mengalami hal seperti ini?! Kenapa?!

”Ini bohong!”teriakku.

”Maaf,Nyonya,sepertinya pasien sudah lama menahan rasa sakit itu,hingga…,”

”Hingga apa?!”tanyaku histeris.

”Hingga tumor itu semakin membesar & menjalar,dia tidak sanggup menahan sakitnya lagi,”jawab dokter itu.

Aku teringat beberapa minggu yang lalu,saat Siwon menciumiku,dia mendadak berhenti & memegang kepalanya. Aku bertanya dia kenapa,dia hanya mengaku sedikit pusing karena kelelahan setelah SS3 berakhir. Dan aku mencoba mengingat beberapa bulan yang lalu,Siwon pernah minta jemput aku di SME karena dia kecapean & tidak sanggup menyetir. Selama ini aku mengira itu hanya karena dia kelelahan,siapa sangka dia sudah menahan rasa sakit luar biasa dikepalanya sejak berbulan-bulan yang lalu?

Aku mendekati Siwon yang tertidur pulas. Hidungnya yang mancung,bibirnya yang seksi,matanya yang tertutup damai,namun semua terlihat begitu pucat & lelah. Keluarga Siwon sudah tahu semuanya,namun member Super Junior belum ada yang aku beri tahu. Ayah Siwon meminta operasi pengangkatan tumor segera dilaksanakan agar dia cepat sembuh. Namun aku tidak tahu,hasilnya bagaimana,tumor yang sudah hampir memasuki stadium akhir ini…

Aku rajin browsing tentang penyakit ini. Bulan ke-2 stadium 3,pasien akan merasakan sakit teramat sangat hingga membuatnya pingsan,lalu syaraf-syaraf yang ditekan akan memperlihatkan dampak mengerikan,pasien akan terlihat seperti orang struk & bahkan akan lumpuh. Siwon oppa…aku memeluk Siwon yang sedang tertidur. Jangan berikan penyakit ini padanya Tuhan,kenapa bukan aku saja? Siwon bukan hanya aku yang mencintainya,dia dicintai seluruh fansnya,seluruh ELF akan hancur jika melihat biasnya lumpuh,cukup aku! Kenapa bukan aku saja yang menderita? Aku hanya dicintai oleh 1 orang,tidak seperti dia yang dinanti jutaan orang!

”Han Ji-ah,”gumam Siwon,dia membuka matanya perlahan. Aku spontan mengangkat kepalaku & menatapnya.

”Sayang,”ucapku lembut,aku menghapus airmataku. Perlahan Siwon menyeka airmataku.

“Babo,kenapa menangis?”tanyanya lemah. Melihat dia seperti itu,aku tambah menangis. Dia lalu memelukku. Aku menangis dipelukannya.

“Aku hanya cemas,cepat sembuh,oppa,”isakku. Siwon mengelus-elus rambutku.

“Aku baik-baik saja,Cuma kecapean,”ucapnya.

“Ya,”ucapku lirih. Aku tidak sanggup jika dia tahu penyakit yang dideritanya.

“Hei,”panggilnya.

“Ya?”tanyaku.

“You haven’t give me morning kiss?”tanyanya. Aku tertawa geli disela tangisanku,perlahan aku mendekati wajahnya,kucium bibirnya yang pucat itu,kemudian kudekap dengan lembut.

“You’re a wonderfull wife,im so happy,”ucapnya. Aku tersenyum kecil,dalam hatiku,terasa sakit.

***

”Mwo?! Han Ji-shhi,kenapa kau tidak katakan sejak awal?!”tanya Eeteuk oppa hampir menangis. Aku menangis dihadapannya.

”Aku tidak sanggup,mian…aku sendiri tidak sanggup mengatakan hal ini,sungguh berat,aku stress!”jawabku. Eeteuk meninju dinding di dekatnya,dia menangis.

”Siwon …kenapa?”tanyanya lirih.

”Bagaimana aku harus memberitahu anggota yang lain?”tanyanya.

”Aku juga tidak tahu,sebaiknya mereka jangan tahu dulu,katakan saja Siwon mengalami operasi yang lain,”jawabku lemas.

***

”Han Ji-ah,katakan aku sakit apa!”bentak Siwon. Aku hanya menangis di sampingnya. Siwon mendadak melepaskan infus dilengannya. Darah mengucur dari lubang infus tersebut.

”Oppa!”aku menggenggam tangannya.

”Aku tidak peduli,aku mau pulang!”dia beranjak dari tempat tidur & berjalan ke pintu keluar. Aku mengejarnya,namun tiba-tiba dia terjatuh & memegangi kepalanya lagi.

”Argh!”teriaknya. Aku langsung memeluknya.

”Oppa,mianhe…mian…tolong jangan sakiti dirimu,”isakku.

”Han Ji,”lirihnya.

”Aku tidak sanggup…mian,jangan tanya padaku,”isakku. Siwon perlahan mendekapku. Darah yang mengalir di lengannya makin mengiris hatiku. Aku merasa sangat depresi.

***

”Han Ji-ah,”panggil Siwon saat aku baru masuk & langsung menata bunga mawar yang setiap hari aku bawa untuknya.

”Ya,Siwon oppa?”tanyaku. Aku mendekat. Siwon menatap ke arah jendela. Tatapnnya kosong,hatiku merasa miris melihatnya. Aku meraih tangannya.

”Tinggalkan aku,”ucapnya,dia menepis tanganku.

”Mwo?”tanyaku kaget.

”Tinggalkan aku…selamanya,”jawabnya dingin.

”Oppa?”tanyaku heran.

”Tinggalkan aku sebelum rahangku miring,bicaraku kacau & aku tak sanggup berjalan lagi,aku mohon,”Siwon akhirnya menatap ke mataku. Hatiku begitu sakit,pedih saat dia mengatakan hal itu.

”Andawe! Babo!”aku langsung berlari & memeluknya. Siwon hanya terdiam,kurasakan dadanya berdetak lebih cepat.

”Han Ji-ah…kau tidak cocok dengan orang yang cacat,aku mohon…daripada hatiku sakit,lebih sakit dari ini,”ucapnya lirih. Sepertinya Siwon telah mengetahui penyakitnya dari keluarganya perihal operasi yang akan dia jalankan.

”Jagiya,aku mohon…jangan katakan hal seperti ini lagi,”isakku. Siwon mengangkat kepalaku,dia memperhatikan wajahku.

”Bibirmu pucat?”tanyanya. Aku tidak bisa menyangkal,setiap malam aku mabuk karena frustasi,aku stress karena hal ini. Tapi aku tidak akan meninggalkan dia,karena aku tidak sanggup hidup tanpa orang ini.

”Aku tidak apa-apa,”jawabku.

”Oppa,kau harus percaya kau akan segera sembuh setelah operasi…,”lirihku. Dia lalu mendekapku,erat…

”Jika operasi ini gagal,tolong tinggalkan aku Han Ji…aku mohon,aku melakukan ini karena aku mencintaimu,sangat mencintaimu,”pintanya. Aku hanya bisa menahan airmata & rasa perih saat dia mengatakan hal itu.

Dia tetap bersikeras untuk kutinggalkan. Aku mengerti perasaannya,mungkin jika aku berada diposisinya,aku akan melakukan hal yang sama. Dalam hati ingin orang itu tetap bersama,namun tidak sanggup melihat derita orang itu saat bersama menanggung beban.

Aku pulang ke apartemen dengan langkah tak menentu,entah berapa botol kuhabiskan bir malam ini. Kyuhyun oppa menemukanku di pub & mengantarku pulang,sepanjang jalan dia marah-marah melihat tingkahku,namun dia lalu melembut karena tau aku begitu stress. Aku melepaskan high hellsku & menjatuhkan diriku di atas sofa dimana aku selalu bercengkrama dengan Siwon jika dia sedang berada di rumah. Siwon,aku kangen…

4 bulan sebelumnya…

Siwon sudah hampir pulih dari pasca operasinya. 2 bulan yang lalu dia menjalani operasi berkali-kali. Perih,sakit,miris yang kurasakan setiap kali kubayangkan jarum suntik berkali-kali ditusukkan ke tubuhnya,setiap kali kubayangkan kepala suamiku dibedah & dijahit… Siwon sekarang botak & bekas jahitan itu terlihat begitu jelas,setiap melihatnya aku selalu menahan rasa sakit,lalu aku bergegas keluar & menumpahkan airmataku.

Bukan hanya aku saja yang merasakan perih,keluarganya jelas merasa sedih,lalu member Super Junior yang lainnya yang hampir tiap mereka memiliki waktu luang menjenguk dongsaeng & hyungnya ini lalu yang lebih menderita…ELF & biasednya. Di homepage-ku,segala bentuk dukungan & curahan hati mereka terhadap Siwon membanjir. Selalu aku menangis setiap kali membacanya. Terkadang aku membalas semua mail mereka dengan menulis status di twitterku.

Mianhe semuanya,selama ini aku tidak peka…aku bukanlah istri yang baik. Mianhe,mengecewakan kepercayaan kalian padaku…

Saat aku membuat status itu,banyak balasan yang mendukung serta mencerca,Donghae oppa marah & langsung menghapus tweetku. Tak lama dari itu,aku menutup accountku.

Sementara keadaan Siwon oppa semakin melemah,kemampuan kesadarannya,daya tangkapnya,padahal dia orang yang cerdas…begitu menyakitkan melihat dia lebih suka bengong. Dan aku,aku istri yang begitu labil. Setelah 5 bulan tidak merasakan kebutuhanku sebagai seorang istri,aku malah memutuskan untuk berpisah. Ya,bukan karena itu saja alasannya,aku sudah terlalu hancur saat ini. Setiap kali dia kesakitan,setiap kali dia harus menjalani operasi,setiap kali dia harus dikemo,setiap kali aku menyadari,tidak akan ada harapan lagi walau dilakukan operasi berkali-kali.

2 bulan sebelumnya,aku menggugat cerai Siwon oppa. Banyak protes dari ELF & fansnya,walau begitu keluarga kami sepakat karena ibu Siwon telah melihat aku 2 kali pingsan karena kecapean & depresi. Aku terlalu lemah,aku bukanlah wanita yang kuat. Aku wanita egois yang meninggalkan cintaku disaat aku merasa lelah & lemah. Apakah cintaku tidak begitu besar & kuat padanya? Aku tidak tahu. Siwon pun tidak begitu keberatan saat aku meminta cerai.

”Mianhe oppa,”ucapku setelah mengatakan kemauanku. Siwon hanya diam seribu bahasa,aku sempat cemas,namun dia lalu memelukku & mengecup keningku.

”Kamsamnida sudah bertahan sejauh ini Han Ji-ah…kau istri yang baik,”ucapnya. Airmataku mengalir tiada henti. Bahkan di saat aku meninggalkannya,dia tersenyum manis,walau jauh di dalam matanya,kurasakan pedih seperti yang kurasa saat pengadilan memutuskan pernikahan yang telah kami jalani selama 1,5 tahun ini.

Usai menjalani perceraian,aku minum-minum & mabuk karena frustasi. Aku bimbang,apakah keputusan ini yang terbaik? Semua seakan mengutukku,para ELF membenciku,aku tidak berani menemui member Super Junior yang lain. Aku bahkan tidak berani menjenguk Siwon lagi. Hanya bermodalkan sepucuk surat,aku lalu pergi meninggalkan Korea…entah surat itu sampai ke tangannya atau tidak. Itulah isi hatiku yang terakhir untuknya. Aku pun pindah ke Los Angeles.

Kembali ke masa ini.

Di saat semua pelayat sudah meninggalkan tempat itu,aku mendekat ke rumah terakhir Siwon oppa di dunia ini. Aku mengais tanah itu dengan jariku.

”Siwon oppa…Siwon oppa,”isakku,aku lalu memeluk pusaranya. Tanpa terasa air hujan pun turun membasahi bumi. Membasahi makam yang baru saja dibuat ini. Aku memeluk nisan orang yang sangat kucintai ini. Kakiku lemas,hatiku sesak,aku menangis tersedu-sedu.

”Han Ji,”tiba-tiba seseorang memanggilku.

”Kyuhyun oppa?”aku mendongak. Kyuhyun membawa payung & melindungiku dari hujan. Wajahnya sendu,dialah yang memberitahuku di saat semua orang membenciku & seakan menjauhkan duniaku dengan dunia Siwon. Dia selalu menjadi matahari saat aku merasakan hujan. Masih terlihat airmata yang membasahi wajah tampannya,Kyuhyun lalu memelukku dari belakang,dia terisak.

”Kuatlah Han Ji,aku yakin kamu wanita yang kuat,itulah yang selalu hyung ceritakan padaku,”ucapnya.

”Andawe! Aku…aku…aku ingin berbicara dengannya sekali lagi,aku ingin mengatakan betapa aku mencintainya! Aku ingin mengatakan bahwa aku sangat merindukannya,”isakku. Kyuhyun hanya bisa memelukku untuk menenangkanku.

”Ini,”Kyuhyun lalu memberikanku sebuah amplop.

”Apa ini?”tanyaku. Kyuhyun tidak menjawab. Aku lalu membuka amplop itu,sebuah cincin terjatuh dari dalam amplop putih itu.

”Siwon oppa,”isakku,aku memeluk cincin berpermata merah itu,aku lalu mengeluarkan kalung & menggenggam cincin pernikahan kami yang selama ini aku kalungkan. Di dalam permata berwarna merah ini,darah kami lebur. Aku lalu membuka sebuah surat yang terselip di dalamnya.

Dear Siwon oppa…

Mianhe…

Satu-satunya yang perlu aku katakan padamu. Maafkan aku tidak bisa menjadi istri yang setia sampai akhir. Walau begitu,aku mohon oppa percaya,hati ini akan selalu setia pada oppa sampai akhir hidupku. Walau berat,sangat berat oppa…aku ingin sekali memelukmu,menciummu,hidup denganmu,namun semua ini seakan sudah ditakdirkan. Hatiku mengatakan aku harus berhenti,bukan berarti aku berhenti mencintaimu. Maaf oppa,seandainya aku bisa selalu berada disisimu. Aku akan selalu kuat,aku mendoakan kesembuhanmu,kebahagiaanmu. Semoga ada seorang gadis yang menantimu & akan mendampingimu lagi dengan setia. Izinkan aku mengucapkan kata terakhir yang tidak sanggup kukatakan langsung…

Saranghaeyo Siwon oppa…

Dia membaca surat yang kuberikan…Siwon oppa…

Aku lalu membuka surat berikutnya.

Yang sangat kucintai,Yeon Han Ji…

Aku telah percaya padamu sejak awal aku jatuh cinta padamu. Hingga akhirnya kau memutuskan untuk bercerai denganku,sampai akhir pun aku tetap percaya bahwa kau akan terus mencintaiku. Aku percaya padamu,karena itu kaulah istri yang sangat aku sayangi,yang sangat aku banggakan. Terimakasih atas waktu 1,5 tahun ini. Jika aku pulih kembali,aku akan mencarimu,aku akan mengejarmu lagi,memberikan cincin ini & memintamu untuk mendampingi hidupku lagi. Namun jika nafasku tak cukup sampai saat aku bertemu lagi denganmu,Han Ji-ah,satu hal yang harus kau ingat….bahwa aku begitu mencintaimu,maafkan aku tidak dapat membahagiakanmu. Sementara,kau telah membahagiakanku hingga saat terakhir… maafkan aku,aku masih menganggapku kekasihku,kau tetap istriku satu-satunya…maafkan aku lancang,tapi mungkin ini hadiah terakhir sebagai seorang suami & kekasih untukmu,tunggulah hari itu…

Maafkan aku jika kita tidak sempat bertemu lagi,semoga di dunia sana kita tetap berjodoh.

Saranghaeyo jagiya…saranghaeyo Han Ji-ah…

Airmata mengalir deras dari mataku. Kyuhyun hanya bisa memberikan dadanya untuk kusandari.

”Siwon oppa! Aku ingin bertemu!”teriakku.

”Han Ji,”Kyuhyun memelukku lebih erat.

”Siwon oppa…,”isakku.

***

Ting tong…ting tong!

Aku terbangun dari tidurku,suara bel begitu berisik. Dengan langkah gontai aku menuju ke pintu. Sekarang aku tinggal di apartemen tempat aku & Siwon pernah hidup bersama. Barang-barangnya masih tertata rapi pada tempatnya,foto Siwon terpajang dengan ukuran besar di ruang tamu & foto pernikahan kami masih pada tempatnya.

”Siapa?”tanyaku. Aku mengintip keluar. Aku melihat seorang bertopi dengan seragam.

”Ya?”aku membukakan pintu.

”Nyonya Yeon Han Ji?”tanyanya.

”Ya,”jawabku.

”Ini ada kiriman,”orang itu lalu memanggil seseorang,bukan…ada beberapa orang & orang-orang itu membawakan kue tart pernikahan yang besar,bebuket-buket bunga mawar,berkotak-kota kado & yang membuatku makin terkejut,keluarga Siwon & keluargaku datang…lalu member Super Junior!

”Happy anniversary,Han Ji,”teriak mereka lalu memelukku.

”Apa ini?”tanyaku kaget.

”Buka saja,”jawab Kyuhyun memberikan sebuah kotak padaku. Aku membukanya & di dalamnya ada sebuah gaun dengan warna khaki lengkap dengan high hellsnya & tak lupa kalung permata yang indah serta anting-antingnya.

”Ayo pake,”Myo Neul,istri Donghae oppa menarikku ke kamar. Han Yeon & Leona istri Leeteuk oppa & Heechul oppa juga mengikuti kami.

”Tadaaaa!”kata mereka setelah aku keluar & memakai pakaian itu dengan lengkap.

Tiba-tiba anggota Super Junior itu menyanyikan lagu Marry You. Dan bagian Siwon,dinyanyikan oleh Kyuhyun & Kangin oppa bergantian. Aku menangis terharu,ini lagu yang dinyanyikan Siwon saat dia melamarku.

”Kami sayang kamu,Han Ji-ah,”ibu Siwon memelukku. Aku menangis terisak. Aku bahagia masih memiliki keluarga sebesar ini,namun kebahagiaan itu menyisakan tempat yang kosong,itu adalah tempat Siwon. Aku merindukannya…

”Han Ji-ah,”tiba-tiba Kyuhyun memanggilku & dia berlutut dihadapanku,dia menengadahkan sebuah cincin.

”Would you marry me?”tanyanya.

Aku terkejut.

“Mwo?! Jangan bercanda Kyuhyun oppa,”ucapku. Kyuhyun tersenyum lalu seseorang memutar dvd. Wajah Siwon oppa terlihat di layar itu.

”Selamat hari ulangtahun pernikahan kita,Han Ji-ah…sarangahaeyo…maafkan aku tidak berada disisimu saat ini. Han Ji-ah,aku ingin kau bahagia. Dan aku ingin kau hidup bersama seorang pria yang menyayangimu…Han Ji-ah…Kyuhyun-sshi adalah pria yang tepat untuk mendampingi hidupmu,aku bahagia jika kau mau bersamanya…jangan ragu,dia pasti akan membahagiakanmu. Bukankah dia temanmu sejak kuliah? Rasa sayang kami sama,aku menyayangimu,dia juga,aku yakin jika dengan Kyuhyun kau tak apa…semoga kau bahagia,chagiya,”ucap Siwon di dalam tayangan itu.

”Siwon oppa,babo…,”ucapku menahan air mata.

Entah bagaimana setelah itu,yang jelas saat ini aku sudah berada di altar pernikahan bersama Kyuhyun oppa. Perlahan dia mengecup bibirku,kami pun resmi menjadi suami-istri. Saat aku berciuman dengan Kyuhyun di altar,sudut mataku menangkap bayangan Siwon oppa,dia seakan tersenyum bahagia,aku lalu tersenyum.

I still love you,Siwon oppa…selamanya…

At least I still have you,Kyuhyun oppa…kamsahamnida,sarangaheyo…

-THE END-

AUTHOR : missGYU

“Maaf kalo ffnya maksa (baca:egois) haha! Unnie aku yang pertama kali baca sih bilang gitu…ini terinspirasi oleh kasus Gugun Gondrong yang dicere bininya,ckck tapi terinspirasi sama P.S I Love You juga hehe…makasih udah mau publis buat admin & makasih udah mau baca”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: