MY GAME

21 Agu

“Ayah,aku ingin dia,”kataku setelah melihat penampilan Super Junior di MV. Tadi pagi teman dekatku,Rie Na dan Bitna membawa laptop ke sekolah dan menunjukkan tentang Super Junior. Aku yang tadinya tidak tahu malah menjadi menyukai mereka semua terutama personil paling gentleman,Choi Siwon.

Karena ayahku pemilik kerajaan bisnis Golden Inc,maka mudah bagiku untuk meraih apa yang kuinginkan. Terutama mengundang Super Junior ke acara ulang tahunku.

11 Februari 2008.

“Selamat ulang tahun untuk putriku tersayang,”kata ayah di layar lebar yang terpampang di aula hotel tempat aku ulang tahun. Saat ini ayah sedang di Hawaii,dia hampir tidak pernah pulang sama sekali,sementara ibu,dia sudah meninggal 2 tahun yang lalu karena penyakit kanker. Sehari-hari bahkan di hari kelahiranku ini,aku hanya ditemani oleh manager Lee dan pembantu lainnya. Pembantu yang dimaksud adalah teman-temanku yang bertujuan ingin bisnis denganku dan keluargaku saat besar nanti,sungguh ironis. Karena itulah aku,Han Milki,memiliki banyak kebencian dan memandang rendah orang lain. Bukan benci,aku terbiasa hidup dengan angkuh dan mengenyampingkan perasaan pribadiku agar tidak sakit hati karena dimanfaatkan suatu hari.

Ayah,sesuai janjinya dia mengundang Super Junior. Teman-temanku di sekolah kemarin sangat antusias ingin menghadiri acara ini. Sementara aku,walau aku menyukai mereka,aku tetap duduk anggun di kursi kebesaranku memperhatikan mereka menyanyikan lagu Haengbok.

Choi Siwon…personil yang berbeda. Kharismanya kuat dan dia terlihat sangat dewasa. Aku akan menunggu mereka selesai menyanyi.

”Happy birthday to you,Nona,”ucap mereka bersamaan di hadapanku. Aku berdiri.

Mereka mendampingiku memotong kue.

”Kepada siapa kue pertama akan diberikan?”tanya Heechul sebagai MC acaraku.

”Aku ingin memberikan ini pada Choi Siwon,”jawabku datar. Semua terkejut dan menjadi heboh. Siwon terlihat kaget dan sedikit tersipu. Aku mendekatinya.

”Nona muda,tapi di sini ada Tuan Besar Yeong Woo,”kata manager Lee. Cuih! Kakek sombong itu,aku tidak sudi! Aku mengabaikan manager Lee,kakek menatapku tajam dari jauh. Aku lalu memberikan kue itu pada Siwon.

“Apa ini nggak apa-apa?”tanya Siwon ragu. Aku tersenyum manis.

“Yah,karena aku bebas menentukan kepada siapa kue ini kuberikan. Hal yang wajar kan kalau aku memberikan kue ini untuk orang yang membuatku berdebar-debar?”ujarku. Siwon menatapku ragu,namun dia menerima kue itu juga.

”Selamat ulang tahun,Nona,”Siwon berusaha bersikap genlte dan mencium pipiku.

”Kyaaaaa!”jerit teman-temanku.

”Ahh Siwon kau cepat juga bertindak,”goda Kangin yang iri mendekati Siwon.

”Haha! Aku hanya memperlakukan seorang lady sebagaimana harusnya,”tanggap Siwon.

Semua rusuh. Ya,lumayan menarik. Mereka menarik.

Sebelum selesai acara,aku membisikkan sesuatu pada manager Lee.

***

”Kau memang brengsek Han Milki!”umpat seseorang di luar saat aku sedang buang air kecil di toilet sekolah. Aku mendengar dengan sabar.

”Bisa-bisanya kau merebut hati Choi Siwon,”ucap cewek itu. Aku sudah menangkap suara siapa ini. Aku tersenyum. Dengan santai aku keluar.

”Wang Bitna,”aku keluar dan berdiri sembari tersenyum santai. Bitna terkejut mendengar suaraku dan tidak bisa menoleh. Dia melihatku dari kaca di depannya.

”Santai saja,aku akan membalas makianmu ini dengan adil,”ucapku lalu berjalan menuju pintu keluar toilet dengan anggunnya.

”Tentunya dengan caraku sendiri,”ucapku sembari tersenyum. Ya,Bitna,aku akan menyuruh manager Lee membatalkan kontrak filmmu.

”Milki,kau darimana? Lama sekali,”tanya Rin Na saat aku kembali ke ruang OSIS. Ya,aku juga ketua OSIS di SMA ini dan Rin Na adalah sekertarisku.

”Tidak ada,Cuma tadi ada sesuatu yang sangat menarik,”jawabku santai lalu duduk di mejaku.

”Hmm Milki,kau pasti merencanakan sesuatu,”tebak Rin Na. Bitna masuk berusaha santai,dia adalah bendahara OSIS.

”Ya,untuk seseorang yang bermuka dua dan mengkhianatiku dari belakang,”ucapku menyindir Bitna. Bitna tersentak. Dia terdiam. Namun Rin Na terlalu polos dan tidak menyadarinya.

Zrrrt zrrrttt…hpku berbunyi.

”Halo,”sapaku.

”Milki,kau ada waktu jam 2 ini? Aku sedang break latihan. Aku akan menjemputmu dan kita makan siang,”ujar suara di seberang,Choi Siwon. Aku tersenyum.

”Baiklah,aku tunggu,”ujarku.

Jam 2 tepat,Siwon datang dan kami pergi ke restoran terdekat. Dia mengendarai Mobil Audinya dan memakai topi dan kacamata hitam.

”Milki,mungkin selama seminggu ini kita tidak akan ketemu dan aku akan jarang meneleponmu,kau tidak apa-apa kan?”tanya Siwon saat kami sudah selesai makan dan akan pulang di parkiran.

”Ya,aku mengerti,”jawabku santai.

Eh?! Sial! Padahal aku yang egois ini mana mau diatur-atur!

”Eh!”aku mencoba meralat ucapanku.

”Milki,aku ingin menghabiskan banyak waktu denganmu,”Siwon menduluiku. Namun lagi-lagi aku tidak bisa protes.

”Ya,aku juga,”jawabku manis.

Sial! Kenapa aku bisa manis di depannya?! Aku tidak sadar setiap menimpali cowok ini!

”Bagaimana kalau kita ke suatu tempat setelah aku selesai tour?”tanyanya.

”Apa kau akan membawaku seharian?”tanyaku.

”Ya,aku ingin melihatmu lebih lama lagi. Ingin melihat ekspresimu selain ekspresi dingin dan anggun ini,Milki,”Siwon menutup wajahnya dengan telapak tangan kanannya yang besar itu dan menatap ke arah lain. Dia…tersipu??

”Lalu kenapa kau menyukaiku jika aku berekspresi dingin dan terlihat angkuh?”tanyaku.

”Angkuh? Aku tidak mengatakan kau angkuh,”ralatnya.

”Masa? Tidak ada orang yang tidak mengatakan aku ini wanita angkuh,”kataku.

”Hei,ada 2 hal yang harus kau ketahui Milki,”Siwon mendekat dan mengelus pipiku.

”Pertama,keangkuhanmu itu merupakan daya tarikmu sendiri. Bukan berarti angkuh itu jahat kan? Kedua,kau bukan wanita…,”

”MWO??”tanyaku kaget.

”Haha! Maksudku…kau ini anak gadis. Kau remaja,bukan wanita,kau anak kecil. Lebih muda 4 tahun dariku,”Siwon mengejekku.

”Aku bukan anak kecil!”kataku kesal.

”Haha! Apa salahnya menjadi anak kecil yang mampu membuatku jatuh hati?”tanya Siwon. Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Perlahan dia meraih bibirku dengan bibirnya. Aku terkejut,tanpa sadar aku mendorongnya.

”Milki?”tanya Siwon kaget. Aku masih berdebar-debar hebat. Orang ini berani merenggut bibirku dengan santainya seperti itu!

”Aku…belum pernah beciuman babo!”aku menepuk kepalanya. Siwon tertawa.

”Haha! Mau aku ajari?”tanya Siwon usil. Degh! Jantungku ingin meledak saja rasanya.

”Ogah! Sudah,jalankan saja mobilnya,nanti kamu telat latihan,”kataku.

”Haha! Oke oke,”Siwon lalu menjalankan mobil mengantarku ke rumah.

Di depan rumah,masih di dalam mobil.

“Milki?”tanya Siwon saat aku belum turun juga.

”Hmm..,”aku berpikir.

”Bagaimana kalau aku ingin diajari dulu?”tanyaku malu namun aku berusaha tetap tenang.

”Hmm…,”gumam Siwon. Dia mencondongkan badannya ke arahku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku yang membuatku sungguh ingin pingsan. Siwon menatap bibirku dan mendekat,namun saat aku sudah bersiap,dia belum juga meraih bibirku. Aku membuka mataku. Siwon melirik ke mataku.

”Kau siap?”tanyanya. Aku mengangguk. Perlahan Siwon merenggut bibirku. Rasanya lembut saat bibirnya menyentuh bibirku. Dia menciumku dengan lembut dan dangkal,tidak sepeti yang kulihat di film-film. Siwon melepaskan ciumannya. Dia menyender di jok mobinya dan mengusap rambutnya dari arah dahinya.

”Haaah,”seguhnya.

”Kenapa?”tanyaku heran. Siwon tidak menatapku,dia menatap ke arah luar sebentar.

”Aku takut,”katanya. Ekspresi coolnya entah hilang kemana.

”Takut?”tanyaku heran.

”Ya,harusnya aku tidak meladeni kamu dan managermu saat managermu memintaku menjadi pacarmu,”jawabnya,tetap menatap ke luar.

”Itu kan keputusanmu,”kataku.

”Kau pasti tau sendiri,kau akan mendapatkanku,”katanya.

”Yah,lalu kenapa kau tidak meneruskan meladeniku?”tanyaku.

”Aku ingin marah,Milki,”jawab Siwon dengan nada berat.

”Aku tahu kau hanya ingin hiburan dan memanfaatkanku. Salahku meladenimu. Aku kira aku juga akan main-main. Tapi kamu membuatku benar-benar terjatuh!”Siwon manatapku tajam. Aku kaget mendengar pengakuannya itu.

”Kalau memang main-main kenapa tanggung dan tidak menciumku?”tanyaku kesal.

”Kau tidak mengerti juga? Aku sanggup menciummu! Mau selama apa? Mau bagimana? Bahkan jika kau mau tidur denganku aku sanggup!”Siwon kembali mencondongkan badannya ke arahku dan memojokkanku.

Dheg!

”Tapi jika aku terluka setelah benar-benar terjatuh denganmu. Saat aku tahu ciuman-ciuman itu hanyalah permainan,aku akan merasa sakit hati,kau mengerti?!”tanya Siwon sembari menatapku lekat.

A…apa?! Jadi dia benar-benar terjatuh padaku?! Aku yang mengira dia hanya menuruti permintaan manager Lee ternyata mendapat debaran sekuat ini. Baru 1 minggu kami jadian dan dekat,namun dia telah membawaku ke dunianya. Dia menarikku dalam pesonanya.

”Aku tidak mengerti,maafkan aku,”aku lalu melepas seat beltku. Siwon kembali pada posisi semula. Dia menghela nafas panjang.

”Mianhe,Nona,”ucapnya.

”Selamat sore,”aku lalu meninggalkan mobilnya. Masuk ke rumah dan berlari menuju kamarku. Aku merebahkan diriku. Aku…tanpa sadar telah terjatuh ke dalam permainanku sendiri.

Sementara itu…

(Siwon)

Milki…aku salah memilih cewek sejahat kamu!

”Argh!”Siwon memukul stir mobilnya. Dia lalu melajukan mobil ke tempat latihan. Sesampai di sana mood Siwon benar-benar kacau.

”Hyung ada apa?”tanya Kibum sembari menawarkan air mineral saat mereka break latihan.

”Tidak apa-apa,maafkan aku,”jawabku. Kibum menatapku prihatin.

”Hyung,kamu bisa menghentikan semua ini. Kan kamu sudah memenuhi permintaan manager orang itu. Hakmu sekarang melepaskannya,”saran Kibum.

”Tidak semudah itu Kibum…ternyata,aku sendiri yang tidak ingin mengehentikannya,”

”Hyung…,”

”Aku salah …ini salahku sampai tanpa sadar aku sudah terjatuh dalam padanya,”lirih Siwon.

***

”Nona Muda,apa benar kontrak film Bitna dibatalkan?”tanya manager Lee.

”Ya,”jawabku santai sembari menonton film kesukaanku di ruang teater pribadiku.

”…,”manager Lee ingin mengubah keadaan Bitna,namun dia tahu tidak akan bisa menentang keinginan nonanya ini.

”Siwon…sudah seminggu lebih. Kamu pasti sudah di Seoul lagi kan? Aku…ingin bertemu,”lirihku dalam hati.

Semua kacau! Aku merindukanmu Siwon…mungkin kali ini aku memang serius!

(Siwon)

Apa sebaiknya aku menemuinya? Aku memang kesal dengannya,aku kacau karenanya,tapi aku ingin bertemu dengannya.

”Siwonnie,kau gelisah sekali,”tegur Donghae yang dari tadi sudah memperhatikanku.

”Hhhh,”aku hanya bisa mengeluh.

”Yak,ini pertama kalinya aku melihat kamu seperti ini,”ujar Donghae heran. Selama ini dia hanya melihat Siwon yang cool & selalu dewasa,namun dia menyaksikan sediri Siwon yang uring-uringan ini.

Ya! Ini pertama kalinya aku segelisah ini.

Tunggu! Apa lagi yang harus aku khawatirkan?! Aku gelisah saat ini,tidak dari seminggu yang lalu. Aku gelisah setiap malam karena memikirkan nona angkuh itu. Aku gelisah karena aku tidak bertemu dia. Lalu kenapa jika aku hanya dipermainkan? Aku lelaki,aku akan terus berusaha mendapatkan yang aku mau!

”Aku keluar sebentar,”aku lalu mengambil kunci mobil dan keluar.

(Milki)

Siwon,aku ingin bertemu…

”Milki,”

Tiba-tiba saat aku ingin keluar dari kamar teaterku,Siwon masuk dan segera memelukku.

”Siwon?!”

”Aku tidak peduli bagaimana hubungan ini sebenarnya. Yang jelas hatiku berkata,aku benar-benar ingin bersamamu bagaimana pun caranya,”ucap Siwon di telingaku saat dia memelukku.

”Siwon…,”aku memeluk Siwon. Siwon kaget melihat reaksiku,dia menatapku.

”Siwon,kali ini ajari aku cara berciuman…dan juga cara mencintaimu,”pintaku. Mata Siwon membulat tak percaya dengan apa yang dia dengar.

”Nona?”

”Saranghaeyo,oppa,”ucapku memberanikan diri. Siwon tersenyum,dia lalu merenggut bibirku dan menciumku. Rasanya lembut,hangat,basah dan berdebar.

”Kamsahamnida,Saranghaeyo Milki,”balasnya sembari menatapku hangat setelah kami berciuman.

Setelah itu kami benar-benar resmi jadian. Berbagai macam berita mengiringi hubungan baru ini. Ada yang bilang dan mempertanyakan kenapa Siwon memilih cewek angkuh semacamku. Ada yang bilang Siwon jadian denganku karena ingin memperkuat jaringan bisnis ayahnya. Ada yang bilang Siwon jadian dengan anak SMA yang lebih muda 4 tahun darinya karena ayahku yang memintanya. Ada yang mengomentari aku sebagai cewek cantik,anggun dan berkelas namun terkenal angkuh karena terbiasa hidup bagaikan seorang putri. Ada juga yang bilang seorang pangeran salah jatuh cinta dengan putri yang angkuh. Namun aku tidak peduli. Setahuku,sejak jadian dengan Siwon hidupku berubah. Aku yang selalu merasa kesepian dan tidak ada yang mencintaiku merasa bahwa arti hidupku begitu dalam untuk Siwon,aku menjadi lebih baik karenanya.

-THE END-

author : missGYU

4 Tanggapan to “MY GAME”

  1. Dee_Kyu_Latte 29 Agustus 2010 pada 9:40 PM #

    untung baca’a semalem.
    Kalo pas puasa bisa batal ini.
    Kreatip ^^b

    • cagalli14 16 September 2010 pada 7:58 AM #

      wah batal apaa?? wkwkwk

  2. superjrshinee 1 September 2010 pada 3:39 AM #

    batal napa nih?? batal marah, batal jeles, atauuu…??? hihiii ^^

  3. kyungie 8 Desember 2010 pada 6:40 PM #

    wa *_*
    so romantic ><
    nyasar and malah nemu cerita keren haha🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: