MY KYU OPPA, NOT CHO KYUHYUN SUPER JUNIOR

21 Agu

cast : cho kyuhyun, choi siwon, lee sungmin n dll

Cinta itu tidak pernah hilang…

Dia selalu ada di mata, telinga, otak, langkah, dan hatimu

Tak pernah kemana…

__________ hanji pov ___________

Selasa, 20 juli 2010

Dakota diary ku!!! ^^

Hari ini siwon hyung datang keapartemen ku bersama temannya, tapi menurutku temannya itu aneh, tau kenapa aneh??

Masa saat berkenalan dia bilang “apa kamu kenal aku?” MWO???? Pertanyaan macam apa itu, ku jawab saja “tidak, kenapa? Pertanyaan mu aneh”, ku lihat mukanya aneh penuh selidik sedangkan siwon hyung hanya tertawa,

“kau yakin tidak mengenalku?”

“mana aku kenal, kan baru ketemu sekarang!” aneh, benar-benar aneh

“KAU TIDAK KENAL AKU!?” tekannya lagi

“TIDAK!! Emang kau siapa?” tanya ku kemudian, ku lihat dia tertawa renyah dan berkata,

“haa.. kau lucu juga, siapa namamu?” tanyanya sambil mengulurkan tangan, siwon tetap tertawa-tawa

“lucu? Kau pikir aku badut,haha.. aku shi hanji, kau?”

“panggil aku kyu, hanji. Senang berkenalan denganmu”

“ne, dan akupun senang melihat kalian berkenalan” siwon pun buka suara, ku lihat kyu meninju bahunya pelan,

“kyu, hanji adalah adik ku, jadi baik-baiklah padanya”

“ne hyung”

“terima kasih oppa” balas ku pada siwon, dan siwon mengucek rambutku sambil terus tersenyum.

“oke hanji, aku dan kyu ada keperluan, kapan-kapan aku akan menemuimu lagi dan mengajak mu keliling korea”

“janji oppa!?”

“ne! aku janji..”

“hanji, senang berkenalan denganmu, lain waktu kita bisa bertemu lagi” ujar kyu pada ku

Lalu mereka pergi

Hmmm… dokota, kyu aneh sekali bukan!? Tapi dia terlihat manis dan keren, sama seperti siwon oppa. Beruntung sekali siwon oppa, teman kecilku itu membawanya padaku.

Sudah lama aku meninggalkan korea, ternyata semua berubah, siwon oppa-pun tampak sangat berbeda kini. Yah tapi wajarlah dia berbeda, ku dengar dia kini seorang aktor dan salah satu anggota boyband terkenal. Yang sama hanyalah dia tetap baik padaku dan menganggapku seorang adik sama seperti dulu.

Dan pastinya dia berjanji akan segera mengajak ku berkeliling korea, sudah 6 tahun aku meninggalkannya dan tinggal di belanda bersama kedua orang tua ku. Sepertinya banyak sekali yang berubah.

Dakota, sudah malam. Aku tidur dulu yah, muahh

__________ kyuhyun pov __________

Hari ini siwon hyung mengajak ku bertemu dengan teman kecilnya,

“siapa dia hyung?” tanya ku

“dia adik ku, teman kecilku.. kau harus menemaniku kesana, aku ingin kau mengenalnya kyu, bagaimana?”

“ne hyung, aku akan menemanimu hari ini”

Siwon hyung tak banyak bercerita tentang adik yang akan ditemuinya itu. Apa dia sama seperti wanita2 yang lain, yang sering teriak-teriak atau baik berlebihan pada ku. Bukan sombong sih, tapi semua orang yang kutemui memang begitu pada kami, kami anggota SUPER JUNIOR, boyband besar keluaran SM, siapa sih tidak tau kami. Tapi aku kurang nyaman dengan semua wanita itu, tidak dia teman ku dulu, tidak dia fans semua bersikap begitu berlebihan, karna aku/kami adalah seorang super star.

Saat kami tiba diapartemennya, ku lihat seorang wanita berpenampilan casual tapi manis, kulihat dia tidak begitu spesial, lalu kutanya dia “apa kau mengenalku?”

Raut wajahnya langsung berubah aneh, siwon hyung hanya tersenyum melihatnya.

Tapi dia bilang tak mengenalku, aku melirik hyung dan dia tetap tertawa, apa aku dibodohi? Atau memang dia tidak mengenalku?

Tidak mungkin dia tidak mengenalku, semua orang mengenal ku dan kami, sehingga kami tidak memiliki privasi. Ternyata dia benar-benar tidak mengenalku. Saat pulang ku tanya pada siwon hyung.

“hyung, siapa wanita itu? Bagaimana bisa dia tidak mengenalku? Apa dia benar-benar tidak tau kita? Apa dia sekuper itu hyung” tanya ku penasaran. Siwon hyung, menepuk kepala ku sambil tertawa.

“dia tau kita koq, tapi hanya tau nama”

“mwo!? bagaimana mungkin? Apa dia tidak punya tv?”

“hahaaa, apa dia terlihat se-melarat itu!??” tanya Siwon, aku menggeleng polos, “kyu dongsaeng, hanji itu teman kecilku. Orang tua kami bersahabat. Sudah 6 tahun terakhir dia di belanda. Dan baru kembali kemarin ke korea dan akan menetap untuk memanagemen perusahaan keluarganya disini”

“belanda? Jadi itu sebabnya dia tidak tau kita?”

“bisa jadi. Dia tau koq kalau aku seorang aktor, aku pernah mengirimkan DVD film ku padanya, aku pun bercerita tentang super junior, tapi dia belum tau, siapa itu super junior, berapa anggotanya, dan apa saja lagunya. Yang dia tau cuma super junior sudah menjadi boyband yang besar dikorea” jelas siwon.

“oh begitu, pantas saja dia berbeda hyung. Cara dia memandangku sangat lain dengan wanita-wanita yang pernah kutemui sebelumnya. Dan itu membuat ku sedikit aneh. Tapi kini aku mengerti”

Kami pun terus jalan ketempat tujuan kami. Karna 11 member lain telah menunggu kami untuk syuting sebuah variety show.

Dan aku tetap masih ingat hanji, karna kesan yang berbeda itu sulit ku lupakan. Caranya memandangku beda. Dan aku penasaran padanya.

__________ kyuhyun, KBS __________

“hei bocah!! Dari mana saja? Lama sekali kau datang. Sudah sana ganti bajumu. Siwon, kau juga cepat ganti baju, kita akan segera mulai” ujar heechul hyung menyambut kami.

”sabar hyung… aku baru saja diajak siwon hyung menemui adiknya koq”

“mwo!? Adik ketemu gede??” kangin langsung nyeletuk. Kalau ngomongin cewek, instinknya memang peka sekali. Sepertinya hyung ku yang satu ini memiliki radar khusus untuk hal-hal yang seperti ini.

Siwon menggetok jidat kangin hyung, “asal ah! Adik ketemu kecil hyung”

“boo!!! Kau ini sopan sekali padaku? Inilah kalau kau terlalu sering bergaul dengan evil magnae, kau jadi ikutan sarap seperti dongsaeng yang lain” siwon hyung tertawa lepas melihat tingkah kangin hyung.

“ehh.. koq aku dibawa-bawa hyung??”

“yak! Kan kau evilnya”

“ah hyung!1 evil evil juga adik kesayanganmu, iya tidak??”

“hehh.. siapa yang mau mengakui bocah seperti ini adik! Sudah sana ganti baju,”

“masa hyung tidak……”

“CHO KYUHYUN GANTI BAJU!!!!!” belum selesai aku menyelesaikan kalimat ku, eteuk hyung sudah teriak sambil berkacak pinggang melihat ku.

Aku pun senyum-senyum dan langsung berlari mengambil baju ku.

“peace hyung”

__________ hanji pov __________

Sudah 3 hari berlalu sejak siwon oppa dan temannya datang. Hingga kini dia tidak mengabariku lagi, padahal dia berjanji akan mengajakku berkeliling.

Hmm, aku merasa bosan. 3 hari ini aku benar-benar lelah, banyak yang harus aku benahi diperusahaan ayah, bahkan untuk santai dan menonton tv saja aku tak sempat. Aku terlalu lelah.

Sepertinya sebelum makan malam ini aku bisa nonton sebentar. Aku merasa kuper disini. Aku tidak tau apa-apa. Makan dan pergi pun aku dilayani pegawai.

Ku hidupkan tv, ku cari acara yang bagus. Dan ternyata ada wawancara super junior di tv A.

“ini kan boyband oppa!” cetus ku antusias. Bukan aku lebay, tapi aku benar-benar belum pernah tau, apa itu super junior.

Ku lihat sesi wawancara itu berlangsung hanya 20 menit. Disana benar-benar ada siwon oppa. Dan beberapa member super junior lainnya, bergantian menjawab/menceritakan sesuatu sesuai dengan pertanyaan pembawa acara.

“oh ini ya.. boyband yang besar. Hmm, siwon oppa berbeda sekali di tv” gumam ku.

Wajar saja, biasanya ku lihat dia hanya memakai jeans, t-shirt, jaket/jas dan sepatu kets, tapi di tv kan dia didandani semi formal. Yang sama hanya tingkahnya yang sangat santun dan berbicara dengan gesture yang baik. Itu termasuk kelebihannya yang kusadari dari dulu..

Tiba-tiba hp ku berbunyi menandakan ada sms.

Hanji, maaf baru menghubungi mu, oppa benar-benar sibuk kemarin.

Sepertinya aku tidak bisa membawa mu berkeliling dalam waktu dekat. Bagaimana kalau kyu yang menemanimu? Aku janji dia akan menjaga mu adik

_siwon_

Kyu? Hah.. benar-benar saja, aku baru mengenalnya, bagaimana aku bisa mempercayainya. Tapi aku yakin oppa tidak akan dengan mudah mempercayakanku pada seseorang bila orang itu tidak ia percaya. Lagipula sepertinya kyu baik dan tentu saja kesannya ANEH. Lucu juga..

Haa.. tak apalah kyu oppa juga boleh. Mungkin siwon oppa benar-benar sibuk saat ini.

Oppa…

Kau benar-benar sibuk rupanya. Tak apa aku jalan dengan kyu oppa saja.

Tapi apa aku bisa mempercayai kyu oppa? Kalau begitu katakan padanya, luangkan waktu 1 hari bersama ku. Karna aku ingin mengunjungi banyak tempat disini.

Sebelumnya makasih oppa. Semangat iah!

_shi hanji_

Humm.. sepertinya aku harus mulai membuat perencanaan untuk kunjunganku nanti. Aku mau kemana ya??

Sms pun masuk lagi.

Hanji, kau adik ku, kyu pun magnae ku..

Kau bisa mempercayainya karna aku mempercayainya untuk menjaga mu.

Baik lah hanji, nanti ku suruh kyu mengabari mu. Terima kasih hanji.

Jaga dirimu baik-baik disini, kalau ada apa-apa kabari aku secepatnya.

Tidurlah, jangan terlalu malam. Selamat malam

_siwon_

__________ siwon pov __________

Aku benar-benar sedang sibuk kini, pemotretan lah, wawancara, variety show, menyanyi, padahal aku telah berjanji akan mengajak hanji keliling kota. Aku tau tidak banyak yang dia ingat disini, belum lagi begitu pesat perubahan yang terjadi selama 6 tahun terakhir. Tapi bagaimana bisa aku menepati janji ku dalam keadaan seperti ini.

“hyung..” panggil kyu sambil sibuk memainkan PSP nya.

Aku menoleh “ne kyu!? Ada apa?” dia melihat kepadaku,

“kau dipanggil eteuk hyung, katanya ada yang ingin dia bicarakan padamu”

“ne, aku akan kesana..” aku akan beranjak, dan “emm.. kyu, apa kau sibuk satu atau dua hari kedepan?”

“mm.. sepertinya tidak hyung. Dua hari ini aku longgar. Ada apa hyung?”

“ahh bagus. Nanti aku bicara padamu, oke. Sekarang aku harus menemui eteuk hyung”

“oke!!” jawabnya, dan kembali sibuk dengan PSP nya.

Dasar bocah games. Hmm.. tapi bagus lah. kalau begitu aku harus menghubungi hanji.

__________ kyuhyun pov __________

Siwon hyung meminta ku untuk menemani hanji berkeliling kota. Baiklah aku tidak masalah, lagi pula dalam dua hari kedepan aku punya banyak waktu luang. Aku bisa mengantarkan hanji kemanapun tanpa harus dikejar janji. Tapi aku seorang public figure, bagaimana bisa aku melenggok dengan santai bersama hanji tanpa diteriaki atau dikejar fans? Ugh, benci sekali memikirkannya.

Bukan aku sombong, tapi aku rindu sesekali berjalan dengan tenang. Melenggok dengan nyaman. Tanpa ada yang peduli.

“hyung, bagaimana bisa aku pergi dengan hanji?”

“loh kenapa kyu? Kau tidak mau atau tidak bisa?”

“bukan hyung, aku mau dan aku bisa. Tapi kau tau, keluar selangkah dari dorm, mobil atau gedung, kita sudah dikejar-kejar, diteriak-teriaki dengan histeris. Bagaimana aku bisa bersama hanji?”

“Babo kau!! seperti biasa saja, gunakan kacamata hitam mu yang besar. Dan jangan berpakaian berlebihan, agar semua orang tidak begitu memperhatikan mu”

“heee… iya ya. Haduh hyung… aku tidak berpikir sampai situ”

“ne, tidak akan kalau pikiranmu sudah kemana-mana” siwon hyung tertawa menyadari keidiotan ku. lalu ia berkata lagi dengan serius,

“kyu, aku percaya padamu. Perlakukan hanji dengan baik oke. Dia adik ku juga. oke” siwon menepuk bahu ku sambil tersenyum.

“Oke hyung, aku janji akan memperlakukan hanji dengan baik. Percayakan padaku.” Siwon hyung tersenyum puas.

__________ hanji pov __________

Hari ini kyu janji akan menjemputku. aku sudah siap sekarang. Dan beberapa menit kemudian, kyu pun sudah datang, dan kami pergi menuju mobilnya.

“apa kau punya rencana buat hari ini?” tanya nya saat baru menjalankan mobil.

“yah, sebelumnya aku ingin ke pusat perbelanjaan. Aku bosan dirumah, setidaknya bila aku tau, aku bisa pergi sendiri dilain hari. Sekalian aku akan membeli beberapa persediaan makanan instant untuk dirumah.”

“mm..baiklah, kita kepusat perbelanjaan sekarang.” Ujarnya lagi.

Selama perjalanan kyu menceritakan tentang kota ini dan perkembangannya. Dia lumayan asik diajak ngobrol. Dia juga baik. Kami langsung nyambung saja seolah sudah kenal lama.

“eh kyu oppa, semalam aku melihat super junior di tv. Aku sekarang tau super junior. Tarnyata mereka cukup populer ya”

“mwo!? Mereka. Maksudmu??” tanya nya aneh.

“ne! siwon oppa dan member super junior itu loh maksudku. Cukup besar yah untuk sebuah boyband. Berapa ya?” aku berpikir “oh iya, 10 sampai 11 orang kalau tidak salah”

Kyupun tertawa.

“loh kenapa kau tertawa?tidak ada yang lucu oppa”

“ya ya maafkan aku, aku hanya lucu saja. Jadi kau benar-benar tidak tau super junior ya? Pantas saja” ujarnya lega.

“ha? Pantas apa? Kau ini aneh sekali, bahkan sejak pertama kita kenal, dimana sih siwon oppa menemukanmu? haha..” gurau ku.

“hyung memungutku dari jalanan, dan kini aku diperbudak olehnya untuk menjadi supirmu” gurau kyu masih tertawa.

“jadi kau tidak sungguh-sungguh berniat menemaniku oppa!?”

“yes you right! Untung sekali kau tidak ku turunkan dijalan ini!!”

“mwo!? Beraninya kau begitu padaku oppa? Ku adukan kau dengan siwon oppa, dia pasti akan membuang mu ke TPA”

“yak!! Tega sekali kau padaku hanji.. sudah-sudah kita damai saja,, hahaa”

“ya ya, ku terima damaimu, dari pada aku harus turun dijalan ini..hahaa, ku pikir kau hanya ANEH! ternyata kau bisa bergurau juga”

“heh! ANEH katamu??? Kau mau mulai lagi yak??”

“hahaa… ampun oppa. Aku hanya bergurau…” kamipun tertawa.

Kami pun tiba ditempat tujuan, kyu keluar dari mobil memakai kacamata hitam yang tebal dan besar dan sebuah topi, “Untuk apa kau memakai kaca mata hitam yang menutupi hampir separuh muka mu itu oppa?”

Ckckk.. dia benar-benar aneh.

“Biar kerenlah. Siapa tau ada gadis cantik nyangkut hari ini”

“Beh, kau ini!!” aku hanya geleng-geleng kepala melihatnya. Tapi ku akui dia malah semakin keren dengan kacamata itu. kami pun memasuki pusat perbelanjaan ini. Dia berjalan dengan cepat dan sesekali melihat sekeliling.

“ada yang kau cari oppa?” tanya ku.

“oh, tidak tidak. Mari kita jalan lagi”

Dia mengantarkan ku kebeberapa tempat, kami terus berbicara sambil bercanda. Siwon oppa benar, dia memperlakukanku dengan baik meskipun (lagi lagi) tetap aneh dimataku. Tingkahnya seperti orang yang jalan sembunyi-sembunyi. Kadang beberapa orang disekitar kami seperti memperhatikan nya, atau bahkan memperhatikan kami. Hm.. wajar saja, dia keren sekali. Dan akupun tidak begitu perduli.

Hari ini aku senang. Senang karena aku kini punya seorang  teman yang baik. Dan senang karena aku tau beberapa tempat baru dikota ini.

__________ kyuhyun pov __________

Aku masih saja tertawa-tawa ditempat tidur. Hari ini cukup menyenangkan bagi ku. sudah lama aku tidak jalan diluar dengan seorang wanita dengan enjoy seperti tadi.

“10 sampai 11 orang?” aku ingat dia bercerita tentang wawancara SUPER JUNIOR yang dilihatnya di tv A. dia benar-benar polos. Tidak seperti wanita lain. Ternyata dia masih tidak mengenaliku sebagai member SUPER JUNIOR, terang saja, aku tidak ada waktu itu, aku dan hankyung hyung ada pemotretan untuk sebuah majalah remaja.

Aku benar-benar merasa aneh. Bagaimana bisa seperti ini. Setelah sekian lama akhirnya ada juga seseorang yang mengenalku hanya sebagai seorang cho kyuhyun, oh tidak dia hanya tau kyu dan terus memanggilku kyu oppa.

Ah, biarlah terus seperti ini, aku sangat menikmatinya. Dia begitu manis, polos tapi pintar, bagaimana tidak pintar dia memanagemen sendiri perusahaan orang tuanya disini. Dia pun kuat, bila tidak kuat bagaimana bisa dia hidup sendirian dikota ini. Bagaimana berani. Apa dia tidak bosan? Aku saja berpisah sedikit dengan hyung-hyung ku yang sinting itu, aku bisa mati bosan.

Shi hanji. Aghh, kenapa aku jadi terus memikirkannya?

Yang pasti aku merasa sangat nyaman didepannya. Dan aku tak perlu jaim, karna aku kyu, bukan kyuhyun si member super junior yang terkenal. Ini rasa yang menyenangkan.

__________ hanji pov __________

24 agustus 2010

Dear dakota

Kyu baik sekali padaku, dia sering sms dan menemaniku bicara ditelpon walau hanya sebentar-sebentar. Sepertinya dia sibuk. Tapi aku tak tau dia sibuk apa.

Iya ya, aku ini aneh. Aku sendiri sampai kini belum tau nama panjang kyu oppa. Aku tak tau apa pekerjaannya, yang pernah dia ceritakan dia kuliah disalah satu universitas yang ku tau terkenal dikota ini. Sepertinya dia cukup pintar.

Kyu sudah beberapa kali datang membawa makanan titipan siwon oppa. Kadang kalau dia datang aku mempersilahkannya masuk, dan matanya langsung tertuju pada PS didekat tv. Dan dia bertanya.

“PS siapa ini?punya mu?”

“ya itu punya ku, kadang bila aku senggan, aku memainkannya”

“oiah? Kau suka main PS? Boleh aku lihat?” aku mengangguk dan kedapur mengambil dua buah minuman.

Ku lihat dia melihat beberapa kaset yang kupunya “kau punya starcraft?”

“ne oppa! aku cukup mahir memainkan starcraft”

“mwo? Aku tidak menyangka wanita sepertimu doyan games juga.hahaa” dia tertawa

“ya dari kecil aku suka main games, setelah aku sibuk bekerja saja, aku mulai jarang memainkannya”

“mau bermain dengan ku!?” tantangnya.

“oke siapa takut!”

Kami pun main games berdua, dakota.. seru sekali. Kami ribut dan saling mencemooh, mencoba saling mengalahkan. Kadang dia mengacak rambut ku. Hmm, seperti yang sering dilakukan siwon oppa.

Aku merasa…. Aku merasa nyaman dengan kyu oppa.

Sejak saat itu, bila dia mengantarkan makanan, kami selalu bermain PS bersama. Siwon oppa sedang syuting sebuah film. Dan dia hanya beberapa kali menelpon ku menanyakan kabar, dan hubunganku dengan kyu.

“apa kyu menjaga mu dengan baik?” tanyanya suatu hari ditelpon.

“ne oppa. Kyu oppa berlaku baik sekali padaku”

“aku senang mendengarnya. Jaga dirimu hanji. Atur waktumu dengan baik. Jangan sampai kau sakit” ujar siwon oppa padaku. Dia begitu perhatian seperti seorang kakak.

Aku beruntung punya siwon oppa dan kyu disini, dakota. Hanya mereka yang aku punya disini.

Kau harus tau, kyu membuat ku terus merindukannya. Sepi rasanya bila dia tidak datang mengantarkan makanan padaku. Walau cuma seminggu 3 kali dan tidak bisa selalu bermain PS saat itu.

Dakota, aku tidur dulu ya, sekarang hari sudah larut malam. Night dakota.

__________ kyuhyun pov __________

Lagi-lagi ku temukan keistimewaan hanji, dia suka main games, sama seperti ku. Saat kami bermain bersama rasanya senang sekali. Tak pernah sebelumnya aku merasakan hal seaneh itu. Berbeda rasanya saat aku bermain bersama hyung-hyung kesayanganku. Meski kami bisa gila-gilaan saat bermain. Tapi bermain bersama hanji membuat ku merasa sangat nyaman. Membuat ku selalu merindukannya.

Kadang aku ingat dia sendiri, dan aku tau dia mulai bosan makan-makanan instan atau makanan yang diantarkan pegawainya. Jadi aku berinisiatif membelikannya makanan bila aku sempat. Karna aku malu dan tidak punya alasan, ku bilang saja siwon hyung yang menyuruhku.

Dia sering membuatku rindu, aneh. Benar-benar aneh. Mana mungkin aku suka dengan wanita yang belum begitu aku kenal, bahkan dia tidak mengenalku. Bagaimana tidak, dia jarang sekali nonton tv.

Kerjanya hanya rumah dan perusahaan, hanya sesekali aku menemaninya ke pusat perbelanjaan. dia bisa mengatur pengeluarannya dengan baik. Dia terlihat begitu mandiri dan apa adanya.

__________ hanji pov __________

Aku merasa tidak enak badan. Tadi aku pingsan diperusahaan. Dan pegawai langsung mengantarkan ku kerumah sakit, tapi dijalan aku sadar dan minta pulang. Aku merasa lelah sekali hari ini.

Aku tidak ingin memberitahu siwon oppa dan kyu tentang keadaanku. Aku takut mengganggu mereka.

Mungkin aku hanya lelah. Lebih baik aku istirahat saja.

Kring kring. Hp ku berbunyi. Ternyata siwon oppa memanggilku.

“halo oppa”

“halo hanji, kau dimana?”

“aku diapartemen oppa, aku lelah.”

“kau tidak apa-apa? Aku mencemaskanmu.”

“ne, aku tidak apa-apa oppa. Aku hanya lelah dan mengantuk”

“aku senang mendengarnya hanji, entah kenapa hari ini aku ingin sekali menelponmu. Kyu tidak main kerumah?”

“sudah 4 hari dia tidak kerumah oppa. Kenapa? Apakah kau menitipkan makanan lagi?”

“makanan?”

“ne. makanan yang kau titipkan pada kyu oppa”

“oh ya ya… tidak. Aku belum menitipkan apa-apa. Sekarang kau istirahat adik ku. Jaga kesehatanmu”

“trimakasih oppa. Selamat malam”

“selamat malam”

Huhh… aku lelah. Aku ingin tidur sekarang. Kumatikan hp ku, aku sedang tidak ingin diganggu kini.

__________ kyuhyun pov __________

Beberapa hari ini aku sibuk sekali. Sepertinya nanti malam aku bisa mengantarkan hanji makanan lagi. dia pasti bosan dengan makanan yang itu-itu saja.

Ku telpon hanji, tidak aktif. Mungkin dia sedang rapat diperusahaannya.

-siwon hyung- memanggil

“halo hyung”

“kyu, kau sibuk?”

“hari ini agak santai hyung. Kau sibuk sekali sepertinya.”

“ne kyu, aku akan segera menyelesaikan syuting film ini dan kembali ikut di perfomance SUJU berikutnya. Aku rindu pada kegilaan kalian”

“hahaa, ne hyung, kami pun rindu padamu. Waktu latihan kemaren donghae hyung bertanya tentang kabarmu padaku”

“ne, aku sudah menelponnya semalam.. oh kyu, malam ini sepertinya kau akan kerumah hanji ya” goda siwon hyung.

“ahh, aku belum tau hyung. Apa kau ingin aku melihatnya?”

“ne!! dan jangan lupa bawakan dia makanan seperti biasa” godanya lagi.

“ahaaahaa… kau ini. Pasti hanji bertanya padamu” aku tertawa malu.

“hahaa, ya hanji bertanya padaku, dan kubilang ya. Aku yang menitipkan makanan padamu. lagipula bodoh sekali kau. Mau memberinya makanan saja harus pakai nama ku”

“aku malu hyung, nanti apa katanya, mengapa aku peduli padanya, padahal baru kenal”

“nah kenapa?”

“kenapa apa??”

“kenapa kau peduli padanya evil magnae ku!!?”

“oh..hmm… ah sudahlah hyung. Yang pasti dia tidak mengenalku sebagai kyuhyun member SUJU atau seorang super star” jawab ku malu.

“ne ne.. entah sampai kapan itu bertahan. Kalaupun dia tau kau seorang super star, aku yakin dia tetap seperti ini padamu. sama seperti dia padaku, meski dia tau aku seorang super star. dia memang tidak seperti wanita lain. Dia tidak bangga pada ku dengan berlebihan. Dia tetap menganggapku kakak seperti dulu. Justru aku yang bangga punya adik sepertinya. Ya kau bisa pikirkan mengapa… kau sudah cukup mengenalnya. Dia tidak menganggapmu berlebihan bukan”

“ya tidak hyung, tidak pernah seperti itu. Malah dia bilang SUJU memiliki 10-11 member. Dia melihat wawancara di tv A waktu itu, tentu saja tidak ada aku dan hangkyung disana.hahaa”

“hahaa.. ya ya. Sudah dulu dongsaeng, aku harus lanjut syuting.”

“ne hyung. HWAITING!”

Hmmm… siwon hyung benar. Hanji memang bisa dibanggakan. Ah, kenapa aku, koq ada yang aneh rasanya. Hah sudahlah, aku harus segera pulang. Agar aku bisa kerumah hanji nanti malam.

__________ kyuhyun, apartement hanji __________

Ting tong.. ting tong…

Dimana hanji? Mengapa pintunya tidak dibuka juga?

Ku hubungi nomor nya. Tidak aktif.

Entah kenapa aku gelisah. Jadi ku putuskan untuk meminjam kunci cadangan pada manajer apartement itu.

Aku masuk, kulihat dibawah pintu terselip sebuah amplop besar. Ku ambil dan ku letakkan disebuah meja didekat tv bersama makanan yang ku bawa. didalam terlihat sunyi.

“hanji.. hanji…” panggil ku

Aku melihat kebeberapa ruang, kosong. Aku melihat pintu kamarnya. Tertutup.

Aku mengetuk. Tok tok… sunyi.

Ku buka pintu itu dan ku lihat hanji tertidur disana.

Ku dekati tempat tidurnya. Mukanya terlihat aneh. Tidak hanji tidak tidur. Dia membuka matanya pelan dan terlihat begitu pucat dan lemah.

“hanji!? Hanji kau sakit? Kau tidak apa-apa?” panik ku. Ku sentuh keningnya. Tidak panas. Tapi dia keringat dingin.

Hanji menatapku “sakit…” ujarnya pelan sekali.

“hanji. Apa yang sakit? Kita kerumah sakit sekarang! Dimana bajumu?” aku melihat sebuah lemari dan membukanya. Kucari sarung tangan. Jaket. Kaos kaki dan sebuah topi rajut.

Kupakaikan padanya. Dan ku gendong dia menuju parkiran sambil sedikit berlari. Ku baringkan dia pelan-pelan dikursi belakang agar dia bisa tiduran. Dan kami segera menuju rumah sakit. Aku menelpon siwon hyung.

“hyung, hanji sakit. Aku sedang membawanya kerumah sakit. Kau harus menyusul kami secepatnya”

“mwo? Baik aku akan mengusahakannya segera”

Beberapa perawat kaget dengan kedatangan ku, sepertinya mereka mengenaliku, dan mereka langsung menyambut hanji dan meletakkannya di tempat tidur yang beroda. Kami segera jalan ke ruang UGD. Hanji tidak banyak meringis. Dia hanya diam dan menatapku lemah. Membuat ku bingung.

Aku duduk menunggu didepan pintu ruang UGD. Setelah 40 menit dokter keluar.

“dia bersama mu? Dimana keluarganya?”

“ne dia bersama ku dok. Kakaknya sedang dalam perjalanan. Hanji kenapa?”

“saat ini kami belum bisa memastikannya. Dia harus melewati beberapa test nantinya. Saat ini saya hanya bisa memberikan obat penahan rasa sakit agar dia tenang”

“test? memangnya hanji sakit apa sampai harus test dok”

“saya tidak bisa memastikannya sebelum semuanya jelas. Maaf. Saya permisi”

“aghh…” aku kesal. Sakit apa sih? Bikin cemas saja.

Saat itu hanji dibawa keruang VVIP. Aku menungguinya. Hanji masih tidur. Badannya masih dingin.

“hanji, kau sakit sejak kapan? Maaf seminggu ini aku tidak sempat menemuimu. Aku tidak tau kau sakit. Sepertinya tadi ada amplop dari perusahaan. Kenapa harus ditaruh dibawah pintu ya? Apa kau hari ini tidak keperusahaan hanji? Berarti dari kemaren kau menahan sakit? Kenapa kau tidak segera menghubungi ku? kenapa hp mu mati? Sakit apa hanji? Koq tidak panas, malah dingin? Kau bilang sakit. Sakit yang mana hanji? Aku bisa apa untukmu?…agh, padahal aku datang mengantarkan makan malammu. Aku tau, kau bosan. Apa kau dari kemaren belum makan hanji? Dimana ya makanan tadi. Sepertinya kutinggalkan dimeja bersama amplop yang ku temukan tadi. Hanji… tidurlah dulu, biar kau tidak merasa sakit. Aku akan menemanimu disini. Menunggumu hingga sembuh dan dapat tertawa lagi dengan ku seperti biasanya” uaku terus berbicara tanpa berhenti. Entah aku bermaksud bicara pada hanji yang tidur. Atau berbicara memang untuk diriku sendiri.

Ku pandangi matanya yang tertutup, kuusap rambutnya “cepat sembuh hanji. Aku khawatir padamu”

__________ hanji pov __________

Saat aku membuka mata, aku menemukan kyu tidur disamping ranjang ku. aku masih ingat, saat aku merasa sakit yang luar biasa dikepalaku, dia datang, sepertinya kyu oppa mengambilkanku jaket, dan menggendongku ke mobil. Membawa ku kerumah sakit. Sampai aku masuk kesebuah ruangan dan aku lupa.

Mungkin dia tertidur setelah menemaniku, dia menjaga ku. Kyu terima kasih. Tapi aku pasti merepotkannya. Sepertinya dia lelah. Apa dia sudah makan? Jam berapa ini? Sepertinya hari sudah pagi.

Dua orang perawat masuk, seorang meletakkan makanan diatas meja dan menawariku untuk segera sarapan, tapi aku menolaknya, aku ingin makan setelah kyu oppa bangun nanti. Seorang perawat lagi memeriksa ku sebentar dan berpamitan keluar. Aku meminta mereka untuk menyediakan 1 porsi makanan lagi untuk kyu.

Tak lama kemudian kyu bangun, aku tersenyum memperhatikannya.

“hanji, kau tidak apa-apa? Masih sakit?” tanyanya

“aku tak apa-apa. Tidak ada yang sakit lagi kyu oppa. Sekarang kita makan yuk. Oppa pasti belum makan karna menungguiku semalam.” Ujar ku sambil menunjuk meja, disana ada 2 nampan porsi makanan.

Kyu menoleh dan mengambil ke-2 nampan itu dan meletakkannya dia tempat tidur.

“kita makan bersama hanji. Atau ingin aku suapi?”

“tidak, aku tidak selemah itu hingga kau harus menyuapi ku. Aku hanya lelah kemarin oppa.”

“ne, aku tau. Dan ku ingin kau cepat sembuh. Mari hanji kita makan”

Kami makan bersama, tapi kyu kebanyakan memperhatikan ku dari pada makan.

“kyu oppa… makanlah punya mu. Jangan terus melihat ku”

“maaf hanji, aku hanya ingin memastikan kau terus baik-baik saja”

“ne aku tau, tapi kau juga makan yang banyak oppa. Aku saja makan lahap sekali. Aku tidak segan padamu, haha”

Kyu oppa baik sekali padaku. Aku senang sekali. Sebenarnya kepala ku masih sakit, tapi aku tidak ingin kyu oppa khawatir. Siwon oppa beberapa kali telah menelepon ku dari hp kyu oppa. Katanya dia sedang diperjalanan, setelah semalam menyelesaikan take terakhir film nya.

Hari ini aku menjalani beberapa test, aku bingung. Apa sih sakit ku. Mengapa banyak sekali test yang harus ku lakukan. Sedangkan aku harus tetap terlihat kuat didepan kyu oppa. Kyu oppa mengambil beberapa potong pakaian untuk ku disini, aku pun menyuruhnya membawa PS ku. Aku bosan bila hanya tidur dikamar. Aku terbiasa banyak beraktifitas. Kami pun bermain bersama.

Siwon oppa datang ketika kami sedang main PS dikamar.

“hanji!? Kau tidak apa-apa?” tanyanya cemas, dan mengusap rambutku pelan.

“oppa, aku tidak apa-apa, kau lihat apa aku terlihat sakit? Aku baik-baik saja. Aku bosan sekali disini. Kyu oppa pun tidak bisa selalu menemaniku. Jadi aku menyuruhnya membawakan PS ku”

“kau ini bandel sekali sih! Bukannya istirahat malah main games. Kyu, apa hanji sudah minum obatnya?” tanya siwon pada kyu.

“sudah hyung. Aku selalu memastikannya. tapi besok aku tidak bisa seharian menemanimu hanji. Aku ada keperluan. Tapi aku janji setelahnya aku segera menemanimu lagi”

“tak apa kyu oppa. Aku mengerti.”

“aku bisa menjaga mu besok hanji. Kau tenang saja. Kau tidak akan kesepian disini. Aku akan menghubungi perusahaanmu. Aku tidak ingin mereka mencari mu.”

“kau repot sekali oppa. Jangan memperlakukan ku seperti aku sakit”

“KAU MEMANG SAKIT!” balas kyu oppa dan siwon oppa berbarengan. Aku tertawa saja mendengarnya.

Mereka sungguh baik padaku.

__________ siwon pov __________

Aku kaget mendengar telpon kyuhyun magnae, aku bingung. Apakah aku harus segera izin? Sedangkan besok pagi take terakhirku. Tapi kyu bisa menjaganya dulu untukku. Sepertinya aku harus menyelesaikan take terakhirku dulu. Agar nanti aku bisa menjaga hanji tanpa dikejar-kejar janji.

Aku menelpon kyu lagi, mengabarinya bahwa besok aku harus menyelesaikan take terakhir agar aku bisa tenang menjaga hanji. Dia pun berkata padaku.

“entahlah hyung, aku bingung. Aku merasa hanji aneh. Saat aku temukan dia tidak tidur, juga tidak pingsan. Badan nya tidak panas, badannya malah dingin sekali. Dan dia bilang ‘sakit’ tapi aku tak tau apa yang sakit. Dokter bilang dia harus melewati beberapa test disini. Aku bingung, sakit apa dia hyung”

Terdengar sekali cemas disuaranya.

“semoga hanji tidak apa-apa dongsaeng, kau harus menjaganya sampai aku datang. Dia cuma memiliki kita disini. Orang tuanya di Belanda tidak mungkin bisa datang kesini begitu saja dan meninggalkan perusahaannya. Apalagi aku yakin dia akan bilang dia tidak apa-apa. Dia memang kuat”

Aku ingat dulu waktu kecil, hanji sakit. Dan dia malah terus ceria, berusaha agar orang-orang disekelilingnya tidak mengkhawatirkannya.

Sepertinya besok setelah menjenguknya, aku harus menghubungi perusahaannya. Aku yakin, hanji tidak memiliki banyak waktu untuk menghubungi perusahaan. Dia harus banyak istirahat.

__________ kyuhyun pov __________

Aku mengambil beberapa baju dirumah hanji. Aku membuang makanan yang semalam ku beli.dan mengambil amplop besar dari perusahaan. Pasti itu penting, pikirku. Saat dikamar aku melihat tempat tidur masih dalam kondisi berantakan. Ya siapa lagi yang akan membersihkan apartemennya kecuali dia sendiri, dia tidak memiliki pembantu. Bukan karena dia tidak mampu membayarnya. Tapi dia lebih suka mengurus rumahnya sendiri. Jadi ku bantu bereskan saja tempat tidurnya. Saat itu aku menemukan sebuah buku diary.

Aku ragu. Tapi akhirnya aku membukanya. Ada banyak catatan disana. Namun yang membuatku senang dibeberapa lembar terakhir dia bercerita tentang ku. Aku tersenyum menyadari kepolosannya, dia benar-benar tidak tau siapa aku ternyata. Bahkan berkali-kali dia bilang aku ANEH. hahaa….

Hm… hanji, aku akan selalu menjagamu. Aku janji.

Sekembalinya aku di rumah sakit dia sudah menjalani beberapa test, dan dia mengajak ku main PS yang ku bawakan dari apartemen. Dia tidak berubah, masih ceria seperti biasanya. Meski aku tau dia masih sakit, mungkin dia menahannya sendiri. Dia terlihat kuat. Dan aku kagum padanya. Dia wanita yang spesial.

Besok aku ada beberapa acara diluar, untungnya siwon hyung sudah datang dan bersedia bergantian menjaga hanji. Tapi mungkin setelah aku menyelesaikan janji ku. Aku akan datang lagi kerumah sakit. Khawatir sekali rasanya bila tidak melihatnya. Semoga dia tidak apa-apa. Semoga dia cepat sembuh.

__________ siwon pov __________

Hari ini kyuhyun sedikit sibuk. Hanji beberapa kali menanyakannya. Apa kyu kuliah? Pasti kyu sibuk sekali. Sepertinya dia terus memikirkan kyu, dan sepertinya dia menunggu kyu. Sampai suatu waktu dia bertanya padaku.

“oppa, kyu itu siapa? Aku tidak begitu tau, meski secara sifat aku mengenalnya dengan baik. Kau tidak pernah bercerita siapa dia. Dia pun tidak pernah bercerita banyak tentang kehidupannya padaku.”

Aku tersenyum, “kau ingin tau siapa dia?” hanji mengangguk pelan,

“baiklah… nama kyu itu cho kyuhyun, hanji. Dia kuliah seperti yang pernah ku bilang. Dan dia sahabat sekaligus adik ku.”

“dimana kau mengenalnya oppa?”

“dia member SUPER JUNIOR termuda. Dia memiliki suara emas dan dance yang cukup bagus.”

“O YAH?? Tapi diwawancara SUPER JUNIOR waktu itu…” jawabnya bingung.

“oh, iya pada saat wawancara di tv A. dia dan hankyung, salah satu teman ku juga sedang tidak bisa hadir. Karena ada pemotretan disebuah majalah. Kami ber-13 hanji. Dia magnae kami. Semua hyung menyayangi dan menjaganya. Dia pria yang pintar. IQ nya tinggi, dan jago matematika. Dia seorang super star yang tidak sombong. Tak pernah sombong. Hanya saja dia sedikit terganggu karena tidak memiliki privasi diluar.”

Ku lihat hanji tersenyum “oh pantas saja dia ANEH sekali, saat jalan bersama ku dia juga selalu memakai kacamata hitam yang besar dan memakai topi. Hahaa” dia pun tertawa, mungkin dia ingat sesuatu. Aku tersenyum melihatnya.

“tapi oppa, kenapa dia tidak pernah bilang padaku tentang itu. Padahal beberapa kali aku membicarakan SUPER JUNIOR yang beranggota 10-11 orang padanya, seperti yang kulihat diwawancara itu”

“itulah mengapa dia peduli padamu. dia bilang kau berbeda. Kau memandang dan memperlakukannya karna dia seorang kyu. Bukan cho kyuhyun seorang super star. Dia suka kau yang bersikap apa adanya padanya”

“oiah? Apa aku seperti itu oppa? Tersanjung sekali mendengarnya. Hahaa” hanji dan aku tertawa, “kau pun seorang super star oppa, tapi aku tidak pernah berlebihan padamu. karna siapapun kamu, kamu tetap kakak ku seperti dulu. Hanya saja kau kini tidak memiliki banyak waktu untuk ku”

“ya hanji, aku tau sekali kau seperti apa. hanya saja kyu tidak begitu mengenalmu, dia takut bila kau tau dia cho kyuhyun, kau akan berubah menjadi seperti orang lain disekitarnya. Yang selalu bertingkah berlebihan, teriak dan mengejarnya kemana saja. Mm… hanji, aku tidak pernah menitipkan makan malam pada kyu untukmu.”

“loh lalu? Makanan-makanan itu?” tanya hanji kaget.

“sepertinya itu kyu sendiri yang membawakan untukmu. Hanya saja dia tidak memiliki alasan mengapa dia melakukan itu. Dia hanya terus berpikir kau pasti bosan dengan makanan instan atau makanan yang diantarkan pegawaimu, jadi disaat dia punya waktu, dia pasti akan kerumahmu mengantarkan makanan dan menemanimu bermain PS seperti tadi. Dia memperhatikanmu dengan baik hanji. Dia pun cemas sekali saat menelpon ku waktu itu. Dia mengkhawatirkan keadaanmu.”

“ne oppa, dia memang sangat baik padaku. Dia selalu menemaniku. Sama seperti malam itu dia datang. Dia terlihat sangat cemas. Padahal siapa aku? Aku hanya menyusahkannya saja.”

“tidak, kau tidak menyusahkannya. Dia sendiri yang siap bersusah payah untukmu. Kau sepertinya berarti buatnya hanji, kau membuatnya merasa nyaman didekatmu.”

“oppa… dimana kyu? Apa malam ini dia akan datang?”

“aku tidak tau hanji, yang pasti dia akan datang setelah menyelesaikan pekerjaannya. Sekarang kau istirahat ya”

“ne oppa, aku akan istirahat. Tapi aku ingin melihat SUPER JUNIOR, aku ingin tau. Bisakah kau membelikanku beberapa kaset dan majalah?”

“ne hanji, setelah kau tidur aku akan membelikannya untukmu. Tidurlah sekarang”

Hanji… kau benar-benar spesial. Aku yakin, kini setelah kau tau siapa kyuhyun, kau pun tetap apa adanya seperti kau hanya mengenal seorang kyu.

__________ hanji pov __________

Aku bangun saat seorang perawat dan dokter memeriksaku. Kulihat siwon oppa dan kyu tidak ada disana. Dokter menjelaskan padaku tentang penyakitku.

…………………………………..

…………………………………..

Kanker otak…!!!

…………………………………..

Ya, aku difonis kanker otak, dan dokter menyatakan tidak bisa membantu banyak.

Aku terdiam. Ada gejolak aneh didadaku. Tapi aku cuma bisa diam. Haruskah aku menelpon orang tua ku diBelanda? Haruskah aku memberitahu kyu oppa dan siwon oppa. Aku bingung kini. Ternyata ini jawaban sakit dikepalaku. Memang sudah lama aku merasakannya. Tapi ku pikir tidak apa-apa, sampai akhirnya aku benar-benar jatuh sakit dan terbaring disini.

Aku tetap diam. Aku tidak tau harus bagaimana. Dokter mengajukan beberapa cara untuk membuat ku bertahan. Entah apa itu, aku tak mengerti. Yang pasti saat ini aku tidak ingin kyu dan siwon oppa tau. Aku cukup membuatnya cemas dengan seperti ini.

Saat itu aku menemukan beberapa kaset dan majalah yang membahas tentang SUPER JUNIOR. Sepertinya sebelum siwon oppa pergi, dia telah menyiapkan semuanya termasuk menyiapkan sebuah laptop. Aku mengambil majalah-majalah itu. ku baca satu persatu. Kulihat foto-foto dan poster mereka dengan seksama. Kemudia ku ambil laptop itu dan kuputar beberapa kaset, sepertinya kaset sebuah variety show, dan music video album mereka. Senang melihat performance mereka. Lagu-lagunya pun easy listening. Aku mengambil sebuah DVD dengan sampul bertuliskan K.R.Y. disana kyu oppa menyanyi dengan sangat indah.

Benar kata siwon oppa, suara kyu oppa bagus sekali,seperti golden voice. Nyaman sekali mendengarnya.

Aku melihat beberapa kaset variety show, terlihat jelas keakraban antara member SUPER JUNIOR. Kyu oppa sangat akrab dengan hyung-hyungnya.

Saat membuka laptop aku menemukan koneksi wirelless aktif dirumah sakit ini. Jadi aku search kyuhyun di google dan you tube. Aku melihat di youtube kyu oppa bernyanyi lagu ‘a whole new world’, lagu kesukaan ku. Dan entah kenapa itu membuat ku menangis.

Kepala ku terasa sakit kini, sakit sekali. Aku memegang kepalaku, dan saat melepaskannya, beberapa rambut rontok ditanganku. Aku masih terus menangis. Ku peluk sebuah guling, hingga aku tertidur lelah.

__________ kyuhyun pov __________

Setelah kami show, aku dan siwon hyung berpamitan langsung kerumah sakit menjenguk hanji. Sudah hampir 2 hari aku belum kerumah sakit. Hanji pasti sendiri sekarang.

Aku kaget saat melihat beberapa majalah, kaset dan laptop yang masih terbuka berserakan dimeja. Yang lebih mengejutkan ku, semua itu tentang SUPER JUNIOR. Aku menatap siwon hyung, “hyung?” tanya ku meminta penjelasan.

Kini pasti hanji tau siapa aku. Apakah dia akan berubah?

“percaya padaku, hanji berbeda.” Ujar siwon hyung sambil menepuk bahuku pelan.

Aku membereskan semuanya, merapikannya agar tidak terlihat berantakan. Saat akan menutup laptop, ternyata laptop itu masih hidup. Dan aku lihat page youtube yang menampilkan video star king ku bernyanyi ‘a whole new world’. Sepertinya dia baru saja membukanya, apa pendapatnya? Bagaimana dia kini memandangku?

Kulihat siwon oppa memperbaiki selimut hanji. Dia tidur menyamping sambil memeluk guling. Ku dekati dia, kulihat pipinya basah seperti habis menangis. Aku terkejut.

“hyung, hanji menangis!” panik ku.

“mwo?” siwon hyung mendekati hanji, dan mengusap bekas air matanya.

“apa yang terjadi ya hyung? Aku khawatir. Apa ini ada hubungannya dengan semua ini?” ujarku cemas, memperhatikan tumpukan majalah dan kaset yang tadi kurapikan dimeja.

“biarlah dia tau siapa kau dongsaeng, kau tidak bisa selamanya menyembunyikannya.”

Aku menunduk, mengusap rambut hanji. Kemudian mencium keningnya. Terasa dingin. Aku panik.

“hyung, badannya dingin sekali.”

Siwon memegang keningnya.

“ne. dia sangat dingin, sepertinya aku harus memanggil dokter. Kau tunggulah disini” siwon hyung segera keluar. Dan aku kembali menatap hanji.

Hanji cantik, mukanya putih bersih, rambutnya panjang, dan bergelombang. Dia masih cantik bahkan dalam keadaan tidur dan sakit seperti ini.

Tak lama kemudian, dokter datang dan memeriksanya. Dokter meninggalkan beberapa obat dan memanggil kami berdua. Dokter menjelaskan tentang penyakit hanji.

“TIDAK MUNGKIN DOK! BAGAIMANA BISA?” teriak ku kaget dan marah. Siwon hyung memegang ku.

“kami tidak bisa berbuat banyak. Maaf” aku terdiam, siwon hyung duduk menunduk. Dokter itu segera pergi meninggalkan kami.

Ya Tuhan bagaimana bisa hanji menderita penyakit ini? Dia terlihat kuat dan tidak pernah mengeluh. Ternyata dia menyimpan sendiri sakitnya.

Aku masuk meninggalkan siwon yang masih terdiam diluar. Aku mendekati hanji, duduk bersimpuh disamping ranjangnya. Dia terlihat tidur dengan nyenyak. Aku tidak ingin mengusiknya.

Aku menelpon sungmin hyung, “hyung, aku tidak bisa meninggalkan hanji lagi”

“kau kenapa dongsaeng? hanji?” aku sudah beberapa kali menceritakan tentang hanji kepada sungmin hyung. Kakak kesayanganku.

“hanji sakit hyung, kemungkinan sembuhnya kecil. Aku tidak ingin meninggalkannya sedetikpun. Bisa kau mengatur kembali izinku dibeberapa acara berikutnya? Kumohon” aku berkata terbata.

“baik dongsaeng ku, kau tenang saja, aku akan mencoba membicarakannya nanti. Kau jagalah hanji. Aku tau bagaimana perasaanmu. Nanti aku dan yang lain akan meluangkan waktu menjenguknya”

“trima kasih hyung… saranghae” ujarku menahan tangis.

Aku kembali memandang hanji.

__________ hanji pov __________

Saat aku bangun, kyu oppa tersenyum lembut padaku. Wajahnya terlihat sedikit murung.

“hanji, kau sudah bangun?”

“ne oppa. Sepertinya aku tidur cukup lama. Apa kau sudah lama menungguiku?”

Kyu tersenyum lagi, “sudahlah kau istirahat saja. Jangan banyak bergerak”

“ahh, kau mulai memperlakukanku seperti orang sakit oppa” ujarku manja.

“hahaa.. tidak, aku hanya mengkhawatirkan mu..” ujarnya cemas, “mm… hanji, kau sudah mengenalku?”

“ahh.. ne oppa, kenapa kau tidak pernah bercerita padaku. Pantas saja kau aneh. aku menyuruh siwon oppa membelikan semua itu untuk ku. Aku suka suaramu oppa. Aku suka saat kau menyanyikan lagu a whole new world, itu lagu kesukaan ku. Suatu saat kau harus menyanyikannya untuk ku. Janji?”

“ne, aku janji hanji. Tapi jangan memperlakukanku dengan berbeda ya, tetaplah seperti biasanya. Aku ingin kau tau aku apa adanya, bukan aku diluar sana”

“tidak oppa, aku tidak akan seperti itu. kau tetap kyu oppa yang selama ini ku kenal. Bagiku kau tetap kyu oppa yang aneh, yang keluar pake kacamata besar dan topi, dan itu membuat ku bertanya-tanya. Bagi ku kau tetap kyu oppa yang selalu mengantarkan ku makanan, tapi bilang bahwa itu adalah titipan siwon oppa. Bagi ku kau tetap kyu oppa yang selalu menantang ku main PS. Dan kyu oppa yang selalu bisa membuat ku tertawa. Itu yang aku kenal dari mu oppa.”

Ku lihat matanya berlinang, namun dia tersenyum, dia menggenggam tanganku dan berkata, “terima kasih hanji. Siwon hyung benar. Kau memang berbeda. Aku bahagia bisa mengenalmu. Aku sayang padamu hanji. Cepatlah sembuh, aku akan membawa mu kemana pun kau mau. Aku akan terus mengantarkan makanan kepadamu agar kau tidak bosan makan yang itu-itu saja. Aku akan terus menantangmu main games hanji. Aku suka kau yang apa adanya, terutama kau yang memperlakukanku apa adanya. Aku sebagai kyu oppa. Bukan aku seorang super star yang memiliki jadwal padat. Aku akan selalu meluangkan waktu untukmu hanji. Jadi cepatlah sembuh. Jangan sakit seperti ini. Aku tau miracle itu ada.” Air matanya menetes begitu saja, aku bingung. Tapi aku merasa senang. Dia ternyata menganggapku istimewa. Sama seperti ku yang menganggapnya penting.

“oppa…”

“hanji, dengarkan aku. Beberapa tahun yang lalu aku kecelakaan. Saat itu aku merasa ajal ku sudah dekat. Diantara sadar dan tidak ku, aku melihat kenangan dari masa kecilku hingga aku bergabung di SUPER JUNIOR seperti sebuah film dihadapanku. Tenggorokanku rusak karna rusuk ku patah. Saat itu semua seperti mati bagiku. Semua orangpun putus asa melihat kondisi ku. Tapi ternyata Tuhan masih memberiku kesempatan, melalui penyembuhan yang panjang. Aku bisa menyanyi lagi, hal yang sesungguhnya tidak mungkin lagi. Hyung-hyung ku sampai terharu saat pertama kali aku mencoba menyanyi lagi. Akupun bisa kembali bergabung dengan SUPER JUNIOR kembali. Mereka sangat baik padaku, mereka semua menjaga ku, memperhatikan ku hingga aku benar-benar normal. Dan bisa menggerakkan badanku lagi untuk menari bersama yang lain. Aku merasa itu tidak mungkin. Tapi itu nyata. Kini aku bisa hanji. Itu miracle dari Tuhan untukku.aku tau hanji, kau pasti bisa sembuh. Jangan tinggalkan aku. Kita bisa melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan sakitmu. Kau harus percaya itu hanji..”

“oppa!!? Kau tau sakitku?” aku sedikit bingung melihatnya begitu. Aku pun bertanya pelan. Dan ku lihat dia menundukkan kepalanya dan mengangguk pelan.

“oppa, aku pasti sembuh, jangan terlalu mengkhawatirkan aku. Kau tau aku wanita yang kuat. Ku mohon jangan menangis” aku menariknya dan memeluknya erat-erat. Tiba-tiba saja air mata ku mengalir.

Aku sepertinya tidak ingin melepaskan pelukan itu.

“aku mencintaimu hanji… saranghaeyo” Bisiknya perlahan ditelinga ku.

“aku pun mencintaimu oppa. Ku mohon jangan menangis”

Sesak rasanya dada ku. Kepala ku mulai sakit lagi. Tapi tidak lebih sakit dari pada hatiku. Bagaimana bisa aku membuat sedih orang yang ku cintai ini. Oh oppa, jangan menangis. Aku mohon. Aku benci melihatmu bersedih. Aku ingin melihat tawamu, keanehan mu, keceriaanmu seperti biasanya oppa.

Tak lama kemudian aku berkata, “kyu oppa, aku ingin sekali saja melihat konser super junior. Bisakah kau mengusahakannya untuk ku. Ku mohon”

“baik hanji, aku akan mengajak mu ke super show super junior nanti. Makanya cepatlah sembuh. Aku akan selalu menjagamu” aku mengangguk.

Terima kasih kyuhyun ku.. kyu oppa ku… bisikku dalam hati.

__________ super show super junior __________

Super show kali ini berbeda. Selain 13 SUJU tampil performance, henry dan zhoumi pun datang untuk performance SUJU M.

Aku membawa hanji keruangan tempat semua member SUPER JUNIOR bersiap-siap, dan mengenalkannya pada semua member SUJU. Semua senang menyambut hanji. Hanji terlihat senang dengan perlakuan baik dan kelucuan para member sebelum konser dimulai.

“hanji-ah, kau harus sering berkumpul bersama kami” ujar eteuk hyung padanya.

“ne hanji, eteuk hyung benar. Bila kau sering berkumpul bersama kami, kau pasti cepat sembuh. Kami akan selalu membuat mu tertawa, ya kau lihat lah hanji, kami ini bila berkumpul semua tempat seperti taman bermain saja rasanya, yang kecil ngerjain hyungnya, hyung pun balik ngerjain dongsaengnya.” Cerita donghae semangat.

“YAK! Dan kau salah satu bayi kami selain wookie. Pelopor PLAYGROUP kita!! Kau tidak sadar juga ya kalau kau itu sudah tua hyung!” Kibum menimpali. Dan terang saja donghae menjitak kepalanya gemas.

“kurang ajar kau!! Dongsaeng macam apa kau itu!!!”

Semua yang melihat tertawa, termasuk hanji. Mungkin hanya aku dan siwon hyung yang diam memandangnya. Tapi aku senang melihat tawanya.

Tuhan, biarkan tawa itu selalu hadir di hari-hari ku kelak… ku mohon

Aku meminta manajerku menemani hanji saat menonton kami nanti. Aku telah memberikan hanji tempat duduk yang paling nyaman dan paling strategis, agar dia dapat dengan jelas melihat performance kami nanti.

Hanji kini sudah semakin kurus, rambutnya pun semakin tipis, sehingga dia harus memakai topi rajut dikepalanya, sekaligus untuk menghangatkan tubuhnya. Dia masih bisa berjalan meski harus dibimbing. Dia selalu menolak untuk duduk dikursi roda,

“aku seperti orang cacat saja!!” katanya.

Saat itu hanji terlihat bersemangat melihat semua performance kami, sampai saat kyu dipanggung berdiri seorang diri dan berkata,

“aku akan menyanyikan lagu kesukaan seseorang yang sangat kucintai. Seseorang yang begitu spesial dihidupku. Seseorang yang sangat ingin ku jaga, kulihat senyum dan tawanya. Seseorang yang sangat ingin ku peluk setiap saat untuk membuatnya nyaman. Seseorang yang ingin ku gantikan perjuangannya. Seseorang yang berbeda… Shi Hanji, lagu ini kupersembahkan untukmu. Lagu ini untuk kita. Kau tidak seharusnya bangga memilikiku, Akulah yang bangga memilikimu. Saranghaeyo hanji-ah” riuh sorak sorai para E.L.F mendengarnya. Dan hanji, terdiam dan menangis terharu.

I can show you the world

Shining, shimmering, splendid

Tell me, princess, now when did

You last let your heart decide

I can open your eyes

Take you wonder by wonder

Over sideways and under

On a magic carpet ride

A whole new world

A new fantastic point of wiew

No one to tell us no

Or where to go

Or say we’re only dreaming

A whole new world

A dazzling place I never knew

But when I’m way up here

It’s crystal clear

That now I’m in a whole new world with you

Unbelievable sight

Indescribable feeling

Soaring, tumbling, freewheeling

Trough an endless diamond sky

A thrilling chase

A wondrous place

For you and me…

__________ Hanji pov __________

Kyuhyun menyanyikan lagu ‘A WHOLE NEW WORLD’ dengan sangat indah…

Aku bahagia sekali, rasanya terlalu senang sehingga dada ku sesak. Kepalaku sakit lagi.

Aku langsung memegang erat tangan manejer kyuhyun yang duduk disebelah ku. Dia kaget.

“bawa aku pulang, jangan bilang pada kyu. Ku mohon” kepalaku serasa mau pecah saat itu. Badanku langsung lemah.

__________ siwon pov __________

Senang sekali aku melihat kyu memperlakukan hanji. Semua hyung ku pun memperlakukannya dengan sangat baik. Hanji terlihat sangat senang. Meski dibalik kesenanganku masih tersimpan rasa sedih yang amat sangat, mengingat kondisi hanji saat ini.

Tapi aku kaget saat manajer kyu menelponku. Hanji sakit lagi dan minta diantar kerumah. Satu lagi pesannya aku tidak boleh memberi tahu kyuhyun.

Aku segera berpamitan, sungmin hyung bertanya padaku, aku menjelaskannya dan segera menyusul hanji kerumah.

Kulihat dia sudah dibaringkan ditempat tidur. Panik sekali aku melihatnya.

“hanji? Kau kenapa?” aku bersimpuh disisi tempat tidurnya dan menggenggam tangannya.

Hanji tersenyum, tulus den lemah…

“siwon oppa… aku tidak apa-apa. aku hanya lelah dan terlalu bahagia hingga aku merasa siap dipanggil kapanpun Dia menjemputku.”

“hanji jangan berkata seperti itu!!” bentak ku marah.

“maaf oppa… tapi terima kasih kau telah mengenalkanku pada kyu oppa. Aku bangga sekali padanya oppa. Aku sangat mencintainya. Aku tidak ingin melihatnya selalu bersedih dibelakangku ketika aku tidur. Aku tau oppa, aku menyadarinya. Aku selalu melihatnya berdoa dimalam hari sambil menangis. Aku merasa dia lebih sakit dari apa yang aku rasa. Dia sakit saat melihat ku menahan rasa sakitku. Aku sedih melihat air matanya oppa. Aku tidak ingin melihatnya menderita. Aku benci saat aku merasa aku tidak bisa membuatnya sedikit bahagia. Aku benci saat aku melihatnya bersedih untuk ku dan terus mengharapkan kesembuhanku padahal itu tidak mungkin.”

“hanji…”

“oppa, kyu selalu membuat ku bahagia, tapi kenapa aku tidak bisa membuatnya sedikit bahagia? dia memang selalu tersenyum dan tertawa untuk ku oppa, tapi aku tau dibalik itu dia selalu menangis. Selalu mengkhawatirkan ku. dan aku tidak suka dia seperti itu. aku rindu melihatnya tertawa lepas oppa, rindu melihat candanya. Aku mencintai kyu, baik itu kyu yang aku kenal. Atau kyuhyun yang semua orang kenal. Dia tetap kyu oppa ku. Aku tidak ingin berpisah dengannya atau meninggalkannya. Tapi aku merasa lebih baik dia tanpa aku oppa. Aku menyerah… aku tidak tahan lagi”

“ku mohon jangan berkata seperti itu hanji..!” aku dan hanji kaget, melihat kyu datang. Sepertinya dia mendengar semuanya. Matanya merah.

“aku marah padamu bila kau menyerah hanji. Aku justru lebih sakit bila kau tidak ada disisi ku. Kau hampir membunuh ku tadi. Kenapa kau tidak membiarkan manajer menghubungiku. Aku cemas sekali padamu.” kyuhyun menangis, aku meninggalkan kamar itu. ku biarkan mereka berdua bicara.

Dan air mata ku jatuh.

“hanji-ah adik ku…” lirih ku menunduk.

Sepasang tangan menyentuh bahuku.. aku membalik kan badan ku, “hyung..”

Sungmin hyung langsung memelukku.

__________ kyuhyun pov __________

Aku panik mengetahui hanji tidak disana. Aku menanyakannya kepada beberapa orang dan semua menggeleng. Aku sudah menendang sebuah kursi hingga patah sebelum sungmin hyung datang dan memberi tahu ku bahwa hanji dibawa pulang oleh manajer dan siwon hyung menyusulnya.

Aku dan sungmin hyung pun segera kerumah hanji.

Ku dengar dibalik pintu hanji berkata kepada siwon hyung… hati ku berdegup kencang. Sungmin hyung cuma memandangiku dari belakang tak berani menegurku. Sakit sekali hati ku mendengar pengakuan hanji.

Jadi selama ini dia tau setiap malam aku menangis dan berdoa untuk kesembuhannya? Jadi dia tau?

Aku membuka pintu… aku marah padanya.

“oppa…” lirihnya. Aku pun langsung memeluknya sangat erat tak ingin rasanya ku lepaskan.

“oppa saranghae oppa saranghaeyo…” lirihnya berulang kali

“aku juga mencintaimu hanji, sangat mencintaimu. Jadi kumohon tetaplah bertahan untuk ku. aku tak bisa kehilanganmu” Isak ku.

Kami terdiam, dia melepaskan pelukan ku dan memandang ku, tangannya memegang kedua pipi ku. Aku menunduk tak ingin dia melihat air mataku.

“oppa, terima kasih lagunya. Aku senang sekali oppa. Belum pernah aku sesenang ini. Beruntung sekali aku mengenal mu oppa.”

“tidak hanji, aku yang beruntung mengenalmu. Jangan pernah pergi hanji. Tetaplah bersama ku selamanya”

“aku tidak pernah pergi oppa, selama kau menjaganya, aku tetap ada disini, disisimu” ujar hanji sambil tangannya diletakkan kedadaku. Aku semakin menangis.

“kumohon berhentilah menangis oppa… aku ingin kau membawa ku ketaman malam ini”

“TIDAK! Tidak bisa.. diluar dingin hanji” protesku.

“ku mohon oppa”

Aku memandangnya. Lalu menganggukkan kepala.

“terima kasih oppa..”

__________ hanji pov __________

Aku merasa semua badan ku rapuh. Kini kami berdua duduk ditaman, aku menyender dibahunya dan memandang langit. Bintang bertaburan disana.

“indah sekali oppa” kataku

“ne hanji, bintang itu indah sekali. Kau tau hanji, aku percaya bintang itu menyimpan titipan doa dan harapan dari banyak orang”

“ne aku pun percaya itu..” kyu oppa memeluk ku.

“kau tau hanji, pertama aku bertemu denganmu, aku kaget kau tidak mengenalku. Sedang diluar semua orang mengenalku dan bersikap over terhadap ku. Saat itu siwon hyung belum menjelaskan apa-apa pada ku tentangmu. Jadi semalaman aku tertawa dan berfikir kau aneh”

“haha.. kau yang aneh oppa, datang-datang langsung bertanya apakah aku mengenalmu. Ya mana aku tau, babo kau! ahahaa” kyu oppa melihat ku tertawa pelan dan tersenyum.

“ne ne.. mungkin sedikit aneh bagimu, begitupun sebaliknya yang aku pikirkan saat itu. sejak itu aku nyaman bersama mu, karna kau memperlakukanku apa adanya dan itu membuat ku sangat nyaman. Aku akhirnya mengenalmu. Kau wanita yang kuat hanji, sangat kuat malah. Aku tau kau menyembunyikan rasa sakitmu dan tersenyum kepadaku. Kau disiplin. Kau bisa memanagemen perusahaanmu sendiri. Kau mandiri dan tidak tergantung pada siapapun. Kau merapikan rumahmu sendiri. Dan terus hidup sendiri tanpa siapapun. Kau tidak manja. Dan aku sungguh kaget mendapati PS dirumahmu. Ternyata kau sama seperti ku, suka main games. Aku senang sekali bila bertarung melawanmu. Meski kau kalah kau tidak pernah mau menyerah. Kita tertawa, bercerita apa saja dan bercanda. Aku mengantarkanmu makanan karna aku terus terpikir, makanan apa yang kau makan malam itu. meski aku sibuk, saat malam aku punya waktu aku akan tetap mampir mencari retoran dan mengantarkanmu makan malam. Tapi maaf aku tidak bisa selalu menemanimu. Kau tau waktu ku padat. Aku harus membagi waktu untuk kuliah dan super junior. Tapi kau tau hanji?… aku tak pernah berhenti memikirkanmu. Sampai akhirnya kau sakit. Sungguh aku marah dan tak percaya. Aku marah, kenapa harus kamu, kenapa bukan aku? Dan kenapa harus sakit itu?” kyu oppa menangis,

“aku sungguh tidak bisa kehilanganmu hanji, jangan pernah pergi dari ku”

Dia menatapku, aku mengelap air matanya yang tak berhenti itu.

“aku tidak akan pergi dari mu oppa..”

Kami terdiam sambil berpelukan… kyu oppa memeluk ku erat agar aku tidak kedinginan. Aku tau dibelakang sana siwon hyung dan sungmin hyung mengawasi kami.

__________ siwon pov __________

Tuhan, bila kau mencintainya. Akhiri penderitaannya… aku yakin itu yang terbaik untuknya. Karna kami mencintainya…

Doa ku dalam hati sambil menunduk menangis. Sungmin terus menemaniku dan berkata,

“kuatkan dirimu dongsaeng ku.. aku yakin Tuhan tau yang terbaik”

Aku semakin menangis.

“adik ku…” lirihku pelan

__________ kyuhyun pov __________

Kami masih terdiam sambil berpelukkan. Tapi badan hanji terasa semakin lemas. Aku menoleh padanya.

“hanji… kau tidak apa-apa?”

“oppa… aku tidak apa-apa. aku merasa lebih baik sekarang. Jangan menangis lagi ya. Berjanji lah padaku”

“ne aku janji hanji…” aku mengelus rambutnya pelan-pelan.

Ya Tuhan aku sayang sekali padamu…

“oppa… a..aku lelah, biarkan aku tidur dipelukanmu”

Entah kenapa hati ku teriris mendengarnya, tapi aku mengangguk, dan kupeluk hanji semakin erat.

Lama terdiam…

Ku usap terus rambutnya, berusaha membuatnya merasa nyaman dan hangat.

Aku kembali melihat ke atas, ku pandangi bintang-bintang itu.

Aku akan terus menyimpan harapan dibintang itu hanji… hitunglah bintang itu. sebanyak itu juga doa dan harapan ku padamu

Tangan hanji jatuh lemas.

……………………………………………………………………………………………….

Aku kaget dan langsung melihat wajahnya yang tidur dan tersenyum manis sekali.

Aku memanggilnya “hanji..hanji!? bangun hanji, kita pulang..”

Namun hanji-ah tetap diam, tak akan pernah bangun lagi untuk ku..

Air mata ku mengalir, “hanji-ah…” aku memeluknya erat, sangat erat

Hanji, selamat jalan…

“maaf hanji, aku tidak bisa menepati janji ku untuk tidak menangis didepan mu… Aku mencintaimu. Aku tau Tuhan lebih mencintaimu dan bisa menjaga mu lebih baik dari aku. Hanji… aku tidak akan pernah melupakanmu, karna kamu selalu ada di mata ku, di telingaku, dihati ku, diotak ku, disetiap jalanku kelak… Hanji aku tau kau mendengarkan ku hanji. Maafkan aku karena tidak bisa menjaga mu dengan baik. Karna aku tidak bisa selalu bersamamu.. tapi aku tau hanji, kau kini pergi dengan tenang. Kau pergi dengan senyum mu yang bahagia. Aku mencintaimu hanji, aku sungguh mencintaimu”

Ku cium kening nya, pipinya, dan bibirnya pelan. Sambil terus menangis. Hati ku sakit dan sesak sekali kini…

Siwon hyung dan sungmin hyung menghampiriku, melihat ku, mereka tau apa yang telah terjadi. siwon langsung mendekat dan menatap hanji, mencium keningnya.

“sekarang sakit mu berakhir adik ku… oppa menyayangimu. Selamat jalan hanji-ah…” bisiknya pada hanji, menahan isak tangisnya.

Sungmin memelukku dari samping dan memegang tangan hanji, “ini yang terbaik buat hanji” lirihnya.

Aku pun memandang langit lagi,

Hanji, aku telah menyimpan berjuta doa dan harapan untuk mu dibintang-bintang itu hanji… mereka dekat dengan mu kini, mereka akan menyampaikan semuanya padamu hanji…

Kemudian ku gendong hanji kemobil. Hanji terus kupeluk dengan erat.

__________ apartement hanji __________

Setelah mengurus pemakaman. Aku ke apartement hanji, aku bersiap membereskan barang-barang hanji bersama siwon hyung. Aku senang, semua member SUJU, dan orangtua hanji datang kepemakamannya. Aku berbisik waktu itu.

“hanji-ah.. banyak sekali orang yang menyayangimu…” ujarku dalam hati dan tersenyum. Aku berjanji aku tidak akan menangis lagi. Karna hanji tetap ada disisi ku.

Saat aku membereskan barang kutemukan dakota diary, kubuka dan kubaca, ternyata ada beberapa tulisan baru disana. Tentang perasaan cinta nya padaku. Tentang sakit yang dia derita dan harapan nya. Dan dihalaman terakhir tertulis sebuah surat untuk ku, kubaca tanggalnya, ternyata dia menulisnya sebelum konser super show.

Kyu oppa…

Aku merasa waktu ku akan tiba. Beberapa hari terakhir aku seperti didatangi oleh sesuatu yang tidak nyata, seolah akan mengajak ku pergi.

Oppa, aku sedih, aku sedih karena kau sedih melihat ku. Jangan pernah menangis untuk ku oppa, aku tidak kuat melihatnya. Maafkan aku oppa, karna aku dan Tuhan tidak bisa mengabulkan doa mu untuk kesembuhan ku.

Sebentar lagi aku akan melihat konser mu bersama SUPER JUNIOR yang awalnya kusangka beranggota 10-11 orang. Kini aku tau banyak tentang SUJU, SUJU M SUJU T dan SUJU K.R.Y oppa, aku bangga padamu, bangga bukan karena kau seorang super star. Tapi bangga karna kemampuanmu.

Oppa, sering aku mendengarkan mu menyanyikan lagu ‘a whole new world’ melalui ipod ku. aku banyak menyimpan lagu mu disana. Sebenarnya aku berharap kau menyanyikan lagu itu untuk ku di super show nanti. Tapi aku tidak berani memintanya. Mungkin bila itu benar-benar terjadi aku akan bahagia sekali oppa…

Oppa, aku menyayangimu, aku mencintaimu, aku nyaman bersama mu, dan kurasa kau pun merasakan hal yang sama. Terima kasih buat waktu yang indah bersama mu oppa. Aku sangat menikmatinya. Penutup yang indah untuk hidup ku.

Oppa, aku selalu ada disisi mu. Aku selalu bersama mu oppa. Bila kau merindukan ku dan membutuhkan ku, pejamkan matamu oppa, saat kau buka, kau akan melihatku untukmu.

Terima kasih atas segalanya oppa. Aku tak bisa membalas yang setimpal untuk mu.

Baik-baiklah dengan siwon oppa, aku senang melihat kalian dekat. Siwon oppa, kakak yang kusayangi, dan kyu oppa, pria yang selalu kucintai.

Mungkin saat kau membaca tulisan ku, aku sudah tidak disini. Jadi jangan sedih, teruslah menjadi kebanggaan ku oppa.

Saranghaeyo… HWAITING!!

-SHI HANJI-

Aku menutup buku itu. ku coba memejam kan mata, dan ku buka perlahan..

Ya hanji benar, dia selalu ada,

kini hanji dihadapanku, bersinar dan tersenyum, cantik sekali… meski semu.

“terima kasih hanji-ah… terima kasih atas segalanya” segalanya yang mungkin tidak akan tergantikan. Aku tersenyum. “aku akan menjadi kyuhyun yang kau banggakan”

Siwon oppa menghampiri ku. dan ini saatnya aku berkata,

“terima kasih hyung, karena kau membawaku ke apartement ini hari itu, bukan yang lain”

aku tersenyum lagi…

-THE AND-

author : onEfullmoon (twitter : chana2min)

10 Tanggapan to “MY KYU OPPA, NOT CHO KYUHYUN SUPER JUNIOR”

  1. Dee_Kyu_Latte 28 Agustus 2010 pada 7:57 AM #

    huaa.. Sedih bgt.
    Mpe nangis bacanya..
    Bagus banget..
    Tp aku isi sama Hanji.. Yg dicintai kyu.

    • superjrshinee 28 Agustus 2010 pada 11:49 AM #

      mhihi ..gomawo udah baca🙂
      ini yg buat @chana2min hayoloh tanggung jawab yg ngerasa buat :p

    • superjrshinee 30 Agustus 2010 pada 4:33 AM #

      chana2min : hahaaa… anggap aja kamu hanji nya chinguuu ^^

      kyu tulus banget iah, evilnya ilang..haha

  2. KyuKyung_Hyunrin 28 September 2010 pada 10:31 AM #

    sedih seru keren banget chingu ne ff . .
    sangat menyentuh T,T

    • superjrshinee 30 September 2010 pada 4:24 AM #

      huaaa.. makasihh saii… ^^ jangan nangis donk ahh.. klw hanji mati km bisa deketin kyu lagi..hehee

  3. Eunhyuk_Cha 2 Oktober 2010 pada 6:34 AM #

    Hua~
    sedih banget😦😦😦
    Kyu oppa~ aku bisa menggantikan hanji kok.. #plak

    aku bacanya sampe nyesek😦😦😦

    • superjrshinee 8 Oktober 2010 pada 5:53 AM #

      😥 sabarrr…. bagus donk hanji mati, kyu oppa bebas lagi.. hihiii

      • mimi 12 April 2011 pada 4:57 AM #

        setuju.. hehe
        mian yaa
        ceritnya dalem banget.. kyu oppa keren deh hehe
        gomawo onn udah bikin cerita bagus ^.^

      • cha_sungmin 31 Mei 2011 pada 7:31 AM #

        huaaa.. makasih da baca n komen sayang ^^

  4. Putri Fajar Chairani (@Rani0325) 30 Juni 2012 pada 9:17 PM #

    walaupun ceritanya sad ending, tapi bagus banget ceritanya…sampai nangis bacanya…Kyu oppa keren banget….mau dong di sayang sama kyu oppa :p
    gomawo…ceritanya bagus banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: