The Name Of Love

21 Agu

*Ryeowook POV*

Sudah beberapa hari ini Ahn Min Young terlihat aneh. Dia seperti menghindar. Padahal sebentar lagi dia ulangtahun & aku sudah menyiapkan suprise buatnya. Tapi kalau dia memutuskan untuk memprioritaskan klub Biologinya aku tidak bisa menghalanginya,Biologi adalah hidupnya. Aku ini kekasih dia,aku tidak boleh menyuruhnya lebih memperhatikanku.

“Ada apa,Wook?”tanya Kyuhyun yang mengagetkanku.

”Tidak ada apa-apa,”jawab Wookie lemas.

“Kau tidak seperti biasanya,cerita saja,”kata Kyu yang sibuk menyeruput susu cokelatnya.

“Hmm…,”gumamku,Kyu sabar menunggu.

“Bagaimana kau dengan Rigi?”tanya Wookie.

”Baik,ada apa dengan Rigi?”tanya Kyu balik.

“Bukan…aku Cuma merasa akhir-akhir ini Min Young seperti sudah malas padaku,”jawab Wookie sedih.

“Ah! Itu dia yang mau kubicarakan!”Kyu berdiri dengan spontan. Wookie terperangah melihat Kyu.

”Aku merasa kalau Min Young akhir-akhir ini dekat sekali dengan anak kelas C,Lee Jinki,”lapor Kyu. Wookie melotot mendengarnya,”Onew?” kyu mengangguk.

”Onew kan ketua klub Biologi,wajar kali mereka akrab. Biologi itu adalah oksigen bagi Min Young,aku tidak bisa melarang dia mengikuti segala kegiatan. Tapi aku jarang ketemu & ngobrol sama dia. Apa yang harus kulakukan?”tanya Wookie sedih.

”Kau harus tegas,jangan begini terus! Kalau begini kau berarti digantung sama dia!”seru Kyuhyun.

”Kau kira aku jemuran pake digantung segala?!”

”Ne,kau jemuran…ayolah Wookie,aku kasihan liat kau begini terus. Kemarin ulang tahun Siwon kau datang sendirian sementara kami punya pasangan semua. Padahal kau itu tidak single!”ujar Kyu. Wookie hanya diam,tenggelam dalam pikirannya sendiri.

”Masih banyak yang suka & perhatian sama kamu. Jangan khwatir,”Kyu menepuk bahu sahabatnya itu. Wookie tetap membatin sendiri.

*Min Young POV*

”Oppa,”aku melihat fotoku berdua dengan Wookie oppa saat kami merayakan tahun baru bersama. Aku memutar ingatanku kembali,mencoba mengingat semua yang kulalui dengan Wookie oppa. Sejak setahun yang lalu kami jadian karena aku sangat menyukai sosoknya yang rendah hati & baik itu. Dia kakak kelas yang sangat perhatian pada adik kelasnya,kami bertemu saat aku tanpa sengaja melihatnya bermain piano di ballroom sekolah. Bagaikan miracle,Wookie oppa menerima isi hatiku. Aku bahagia selama ini dengannya.

Trrrtttt… (ponsel bergetar)

Siapa? Onew oppa?

From : Onew

Min Young,dokumen penelitianmu tertinggal di ruang klub. Kau perlu ini untuk besok kan?

Ahh iya dokumen itu! Kok bisa lupa sih?! Dasar babo,besok kan kelas Biologi pagi-pagi sekali & aku masih harus menyalinnya malam ini!

To : Onew

Oppa,aku akan ke sana tolong letakkan di meja saja. Kamsahamnida

Aku bergegas mengambil mantelku karena hari ini musim dingin.

”Umma,aku ke sekolah dulu,ada yang ketinggalan!”aku berlari ke luar rumah. Umma berteriak namun aku tidak menjawab karena aku sudah di luar. Untuk ke sekolahku,aku harus naik bus sekali ke sana. Ini sore,asyik,suasana bus pasti sepi,aku suka sekali!

Sesampainya di sekolah aku langsung ke ruang klub kami.

Brak! (ya ini pintu dibuka,bukan suara pohon jatuh *apasih author gaje hehe)

Degh!

”Onew oppa?”tanyaku kaget mendapati dia sedang berdiri menghadap jendela. Kok dia masih di sini? Ini kan sudah jam 5 sore.

”Ah,Min Young,”Onew mendekat & menyerahkan dokumenku.

”Ayo pulang,”dia menepuk pundakku & berjalan ke pintu keluar.

Maksudnya???

”Oppa!”aku memanggil Onew oppa. Dia berhenti,menoleh ke belakang,”Mwo?”tanyanya.

”Kau belum pulang Cuma untuk memberikan dokumen ini?!”tanyaku tak percaya. Dia Cuma tersenyum. Aigooo manisnya!

”Ne,ayo pulang,”dia lalu berjalan lagi. Aku mengikutinya dengan ragu. Apa ini benar? Dia Cuma menungguku? Apa aku berhak senang? Tapi atas dasar apa? Aku sudah mempunyai pacar,ini tidak benar!

Ya,aku selalu berdebar saat bersama juara umum sekolah kami ini. dia orang yang perhatian,lembut & pintar. Aku tidak seharusnya memperhatikan dia,tapi hatiku tergerak sendiri,apa aku mengkhianati Wookie oppa?! Babo! Tanpa ditanya pun aku sudah mengerti kan?! Itulah kenapa aku menjauhi Wookie oppa akhir-akhir ini. semua karena Lee Jinki!

”Oppa,”aku mengejarnya,berjalan di sampingnya. Onew oppa terlihat tampan,dia memakai mantel yang panjang berwarna hitam dengan bulu-bulu merah di ujung lengan & lehernya,kedua telapak tangannya dimasukkan ke dalam saku. Uap yang keluar dari nafasnya yang teratur itu bagaikan pemandangan indah di musim ini.

”Kau kedinginan?”tanya Onew menoleh ke arahku.

”Ah,tidak…aku kan pakai sarung tangan!”aku menunjukkan kedua tanganku yang diselimuti sarung tangan yang berwarna merah.

”Sepertinya hangat,kau mau menggenggam tanganku sepanjang jalan?”tanya Onew oppa. Gasp! Mwo?! Seriusan?! Oppa ga lagi ngigau di sore hari kan?!

”Eeeeh?”tanyaku kaget.

”Saku sebelah kiriku bolong,hehehe,”dia memperlihatkan saku yang bolong. -.- (oppa,dibeliin Leena ga sih? Tabok Leena udah buat mantan affairku menderita).

”Eeeeh…a…aku…,”aku gugup sekali bok! Onew oppa akhirnya membebaskan tangan kirinya yang tidak memakai sarung tangan (ya! Leena,udah saku mantel bolong sekarang kamu ga beliin dia sarung tangan?! Mau aku ambil lagi si Onew huh?! *ngancem).

Dengan ragu-ragu (ceritanya sok jual mahal,hahaha) aku akhirnya menggenggam tangannya. Dia tersenyum manis (omooo meleleh gue ngebayanginnya) & kami berjalan berdua ke halte bus. Di halte bus sebuah bus sudah menunggu,kami lalu naik & aku senang sekali. Bus itu sepi. Aku mengambil tempat favoritku,pojok belakang! Onew oppa duduk di sebelahku. Ini sungguh romantis,tapi apa aku melakukan kesalahan? Aku tau aku salah,tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku lagi. Sore ini terasa betul,hati ini telah terjatuh pada kelembutan Onew oppa. Sepanjang perjalanan kami tenggelam dalam pikiran masing-masing,namun tangan kananku,masih menggenggam tangan kirinya .

*Author POV*

Min Young benar-benar dilema akan hubungannya dengan Wookie. Akal sehatnya mengatakan dia harus terus bersikap seperti biasa di depan Wookie,namun hatinya sudah datar & menolak bibirnya untuk membalas ucapan cinta Wookie.

”Jagiya,lusa kau ulang tahun,aku ingin mengajakmu ke suatu tempat,kau mau kan?”tanya Wookie saat mereka bertemu di atap sekolah.

”Kemana?”tanya Min Young.

”Aku tunggu kau di Happy Land (pura-puranya nama taman ria yang bagus di Korea gitu) jam 3 sore besok,”jawab Wookie.

”Aku bukan anak kecil lagi saat ulangtahun dibawa ke taman ria,”kata Min Young.

”Tidak,itu Cuma tempat pertemuan kita saja,kejutannya saat jam 12 malam,”ujar Wookie.

”Hmmm,”

”Aku tunggu ditempat biasa kita ketemuan ya,”ujar Wookie semangat.

”Oke kalau begitu,”jawab Min Young. Wookie sangat senang mendengarnya,dia memeluk Min Young dengan semangat.

Esoknya…

”Min Young,mau kemana kau?”tanya umma Min Young saat melihat anaknya sudah cantik sekali.

”Pergi dengan Wookie,”jawab Min Young.

”Umma,aku pulang agak telat (sangat telat kalee) tidak apa kan?”tanya Min Young.

”Nanti umma telepon Wookie,”jawab ummanya. Umma Min Young memang sudah akrab & percaya dengan Wookie karena itu jika Min Young pergi sampai larut malam dengan Wookie,ummanya tidak khawatir.

Namun saat Min Young baru keluar dari pagar rumahnya,ponselnya berdering.

”Yoboseo?”tanya Min Young.

”Min Young-ah,ini aku,Onew,uhukk…kau bisa bantu aku? Hosh…,”suara Onew terdengar berat.

”Ada apa Oppa?”tanya Min Young cemas.

”Aku…aku pusing…sepertinya flu…di rumah tidak ada orang,tidak ada yang membeli obat…uhuk uhuk!”jawab Onew dengan susah payah. Min Young cemas sekali.

”Ne! Oppa tunggu saja!”Min Young lalu berlari ke swalayan dekat sana & mencari obat demam & flu. Mungkin Onew sakit karena mengantarnya tempo hari,Min Young merasa dia harus bertanggung jawab.

Tutt…tuttt…

Min Young berusaha menelpon Onew lagi.

”Yoboseo?”tanya Onew.

”Oppa,biasanya pakai apa?”tanya Min Young sembari memilih-milih obat di etalase.

”Aku ..,”

Tep! Tiba-tiba ponsel Min Young mati.

“Aish! Kenapa aku lupa mengecas hp?! Aish ya sudahlah aku pakai yang sering dibeli umma saja! Batin Min Young lalu mengambil obat di etalase itu.

Min Young buru-buru naik bus ke apartemen Onew. 20 menit kemudian dia sampai di Gwangjin.

”Oppa,tunggu!”Min Young sungguh cemas. Karena suara Onew tadi terdengar sangat berat & sengsara. Min Young lalu mengebel pintu apartemen Onew.

”Apa dia tertidur?”Min Young yang tidak dibukakan pintu mencoba membuka pintunya. Krek! Terbuka! Min Young lalu masuk ke dalam.

Sementara itu…

Ryeowook sudah menunggu di depan Happy Land selama 1 jam. Dia berkali-kali melihat jam tangannya,mencoba menelepon Min Young. Dia mencoba berpositif thinking bahwa Min Young terjebak macet.

Di dorm Onew.

“Oppa!”Min Young berlari masuk ke kamar Onew. Dia melihat Onew meringkuk di dalam selimutnya yang dia tutupi sampai ke atas kepala. Min Young membuka selimut Onew.

”Min Young…,”

”Oppa,aku ukur dulu suhunya,”Min Young mengelap keringat Onew & mengambil termometer & memasukkannya ke pinggir bibir Onew.

”Panas sekali,aku ambilkan minum dulu ya,”Min Young tak kalah berkeringatannya saking cemasnya. Tak lama kemudian Min Young sudah kembali ke kamar dengan membawa air putih.

”39,8˚!”seru Min Young kaget.

”Oppa,minum ini,”Min Young membantu Onew duduk,lalu membantunya minum obat.

”Oppa,bajumu basah sekali,aku ambilkan kaos baru ya,”Min Young berjalan ke arah lemari baju Onew & mengambil satu kaos yang kira-kira menyerap keringat.

”Oppa…,”Min young ragu saat dia sudah di depan Onew.

”Tidak apa-apa Min Young,aku pakai sendiri,”ujar Onew lemas. Min young mengangguk,dia lalu berbalik sementara Onew mengganti bajunya.

”Min Young…,”Onew lalu menjatuhkan tubuhnya lagi. Min Young menoleh,dia lalu mengelap keringat yang tersisa.

”Oppa,aku kompres ya,”kata Min Young. Onew tidak menjawab,nafasnya tersengal-sengal. Min Young ke dapur lagi & mengambil seember kecil air dingin & kain berwarna putih yang bersih,dia lalu kembali ke kamar Onew. Perlahan dia mengompres Onew & meletakkannya di dahi Onew. Onew sudah tertidur saat itu. Min Young memperhatikan wajah Onew,dia benar-benar lupa dengan janjinya dengan Wookie saat itu. Min Young berjalan menuju dapur,membuatkan bubur untuk Onew.

Sementara Wookie kedinginan menunggu Min Young di Happy Land. Saat itu sudah sepi karena Wookie sengaja menyewa tempat itu selama 6 jam dari jam 7 malam sampai jam 1 pagi.

“Ini sudah jam 7.13,aku harus tetap menunggu,”ucap Wookie lesu.

Kembali ke dorm Onew. Min Young tertidur di sisi tempat tidur Onew saat dia selesai membuat bubur & membersihkan aparemen Onew karena saat ini kedua orang tua Onew sedang bekerja di Busan. Onew terbangun,dia merasa sudah mendingan. Dilihatnya Min Young tertidur di dekatnya. Onew membelai rambut Min Young & tersenyum,”Gomawo,Min Young-ah,”bisiknya. Dia melihat jam,jam 11.30,tiba-tiba dia teringat bahwa jam 12 nanti Min Young ulang tahun. Onew beranjak dari tempat tidur,menyiapkan sesuatu.

Saat itu Wookie sudah menyerah menunggu Min Young. Dia berjalan lemas ke arah bianglala. Dia menatap bianglala itu dari bawah. Dia tidak ingin pulang,sayang juga sih taman yang sudah dia sewa sendiri ini. Wookie berjalan lesu ke arah salah satu kereta,perlahan kereta itu naik ke atas. Ini sudah jam 11.45,15 menit lagi harusnya dia di sini bersama Min Young menyanyikan cewek itu sebuah lagu indah sembari melihat suasana kota Seoul yang terbaik dilihat dari bianglala itu. Namun Wookie sendirian,dia bahkan sudah menyewa orang untuk menghidupkan kembang api di tempat lain yang dapat mereka lihat tepat jam 12 nanti. Namun Min Young,dia tidak datang sama sekali.

Pukul 11.58

Prang!

Min Young terbangun mendengar suara gelas yang pecah. Dia melihat ke depan,Onew sudah tidak ada lagi. Min Young berjalan ke luar,kali-kali saja Onew sudah bangun & sehat.

Apa ini? kok mati lampu?batin Min Young. Dia menghidupkan lampu dan…

”Saenggil chukkae hamnida!” Onew menyanyikan lagu ulang tahun untuk Min Young. Di depan Onew,sudah ada kue tart & lilinnya. Min Young sangat kaget,dia melihat ke jam dinding. Tepat jam 12!

”Gomawo Oppa,kok ada kuenya segala? Trus tadi kok ada suara gelas pecah?”tanya Min Young sembari mendekati meja kecil yang dipersiapkan Onew.

”haha! Aku sengaja,supaya kamu bangun…Aku tadinya mau berikan besok pagi di depan rumahmu,tapi kau ada di sini,gomawo Min Young-ah,aku senang,”jawab Onew.

”Yang senang itu aku Oppa,jeongmal gomawo,”ujar Min Young. Onew menatap Min Young,entah apa yang dipikirkannya saat itu,sebuah ciuman lembut mendarat dibibir Min Young. Min Young sangat terkejut,namun dia membiarkan Onew menciumnya,perlahan dia membalasnya.

…………………………………………………………

”Saenggil chukkae hamnida jagiya,”ucap Wookie lemah sembari melihat kembang api yang sudah dipasang oleh orang yang dia sewa. Suasana kota Seoul yang malam itu begitu indah,namun Wookie sendirian dia atas kereta bianglala & merasa begitu hampa. Dia melihat ke depannya,kursi yang seharusnya diduduki Min Young kosong,Wookie hanya tersenyum pahit.

……………………………………………………….

”Ahn Min Young mianhe,”Onew melepaskan ciumannya saat sadar bahwa yang dia cium ini sudah memiliki seorang kekasih. Min Young terkejut.

”Oppa…,”saat itu Min Young sadar apa yang dipikirkan Onew,detik itu juga dia baru teringat dengan seorang namja yang setia menunggunya,Kim Ryeowook. Min Young terduduk lemas,airmatanya terjatuh tiada henti. Dia sangat senang saat Onew menciumnya,dia senang saat ini berada bersama Onew,namun memikirkan tentang Ryeowook membuat hatinya sakit.

”Min Young,”Onew menunduk,mencoba menenangkan Min Young. Namun Min Young tetap menangis. Onew lalu memeluk Min Young,”Mianhe Min Young-ah,aku sudah kurang ajar,”Onew merasa bersalah.

”Aniya oppa…oppa tidak salah…ini salahku…,”isak Min Young.

”Ada apa sebenarnya?”tanya Onew.

”Oppa,kenapa kau menciumku?”tanya Min Young,Onew hanya menatap mata Min Young,tidak tahu harus berkata apa.

”Apa yang kita rasakan sama? Apa Oppa menciumku karena kau mencintaiku?”tanya Min Young. Mata Onew membulat mendengarnya,”Kau…,”.

”Kau mencintaiku?!”tanya Onew kaget. Min Young hanya menangis. Onew memeluk Min Young,mencoba menenangkannya.

”Ne,ne…saranghaeyo oppa! Ne,saranghae! Jeongmal saranghae!”tubi Min Young. Dia tidak mampu menahan tekanan ini. walau dia tau ini benar-benar menyakiti Wookie oppa,tapi dia kepalang menyakiti Wookie,haruskah dia mengakhirinya dengan Wookie?!

”Min Young-ah…mianhe…naddo saranghae,tapi jangan tinggalkan Wookie,”kata Onew bijak. Min Young menatap Onew tak percaya,dia tak bisa berkata apa-apa,airmatanya mengalir. ”Oppa,aku harus ke tempatnya!”Min Young melepaskan pelukan Onew & mengambil mantel,keluar & berlari ke Happy Land. Dia menaiki bus malam yang beroperasi sampai jam 1. min Young berharap saat dia datang,Wookie masih ada walau itu akan sangat menyakitkan,walau itu juga mustahil. Sepanjang jalan Min Young hanya bisa menangis,dia tidak menyesali ciuman itu,dia hanya takut melihat Wookie yang hancur karenanya.

”Oppa!”Min Young meneriakkan nama Wookie sembari mencari-cari Wookie dimana-mana di taman itu. Keringat mengucur dibadannya walau pun hari itu sangat dingin. Min Young berhenti di tengah-tengah taman & mengambil nafas. Wookie tidak ada dimana-mana!

“Ada apa Non?”tiba-tiba seorang petugas yang menjaga taman menghampiri Min Young.

“Apa ada orang yang tersisa disini?”tanya Min Young.

“Seorang pemuda?”

”Ne!”

”Tadi sih dia masih ada,setelah naik bianglala itu & melihat kembang api dari atas,dia pulang,”jawab petugas itu.

“Begitu ya…gomawo,”Min Young menatap bianglala yang ada dihadapannya. Petugas itu bilang ada kembang api. Apa Wookie sengaja menyiapkan ini semua untuknya? Min Young hanya bisa menangis.

*Min Young POV*

“Oppa,mianhe…jeongmal mianhe,”ucapku lemah dihadapannya. Pagi ini sekali aku ke rumah Wookie oppa. Dia tampak lesu & tidak tersenyum sama sekali. Dia pasti marah sekali.

“Hpku mati,temanku sempat menelepon bahwa dia sakit & tidak ada yang mengurusnya,aku benar-benar lupa,”terangku.

“Lupa karena terlalu mencemaskannya?”tanya Wookie dengan nada berat.

”Ne! Ah…”aku langsung menutup mulutku. Aku keceplosan! Seketika ekspresi wajah Wookie sangat berubah,dia terlihat begitu marah.

”Temanmu,siapa?”tanya Wookie.

”…,”

”Tidak usah dijawab,”ucap Wookie. Aku benar-benar tidak bisa menjelaskan apa-apa lagi. Aku tidak tahu harus berkata apa.

”Oppa,jeongmal mianhe,saranghaeyo!”ucapku lagi. Aku hampir menangis,namun tiba-tiba tanpa kuduga Wookie oppa mengangkat wajahku yang menunduk,menatapku,tatapannya lembut & sendu,hatiku terasa sakit.

”Apa kau Cuma mencintaiku saja?”tanya Wookie. Aku terdiam…

”Aku sudah menyadarinya Min Young-ah,”ucapnya lirih.

”Oppa!”

”Min Young-ah,aku beri waktu sedikit lagi. Pada siapa kau akan memilih,”ucap Wookie.

”Oppa…,”

”Ya,kau adalah wanita yang kusayangi,aku pun tidak bisa membencimu. Cukup kejadian semalam yang menyakiti hatiku. Min Young-ah,kalau kau tidak bisa menjaga hatiku lagi,tolong jangan sakiti aku lagi. Kau tinggalkan saja aku,”pinta Wookie. Aku sungguh bimbang! Aku tidak mau menyakitinya,tapi jika aku terus bersamanya aku akan terus menyakitinya karena aku sudah jatuh cinta dangen Onew oppa!

”Oppa…mianhe,”isakku. Wookie oppa hanya mengacak-acak rambutku,aku tahu dia hancur. Aku tahu,apa yang harus kulakukan?! Inilah batasku…

*Onew POV*

Masuk ke kehidupannya adalah kesalahanku. Namun takdir selalu berjalan pada jalan yang tidak kita kira. Bukan pilihanku untuk menyakiti hati seseorang,bukan pilihanku untuk walau hanya sekali aku membuat dia bersedih & bimbang. Cinta itu berjalan begitu saja. Bahkan saat aku melepaskan tubuhnya yang berlari mencari orang itu,hati ini terasa berat & ingin berteriak memintanya untuk tetap tinggal. Salahkah kehadiranku ini? itu semua bukan pilihan bagiku. Juga bagi dia kurasa…

”Appa,ini es krimnya!”teriak seorang balita berumur 2,5 tahun yang berlari ke arahku. Aku meraih es krim yang dia berikan untukku. Aku lalu menciumnya,”Gomawo Taeminnie,”

”Taemin,sudah umma bilang jangan berlari-lari,”seorang ibu muda yang masih terlihat seperti anak kuliahan berlari ke arah kami. Dia lalu membenarkan baju Taemin yang keluar dari celananya.

”Jagiya,kau sudah membelinya?”tanyaku.

”Ne,ini,benar kan?”dia menyerahkan sebuah amplop putih padaku.

”Sudah kuisi tadi,”ujarnya.

”Jinjja? Baguslah,eh…sudah kau tulis juga namanya?”tanyaku lagi melihat nama yang tertera di amplop putih itu.

”Ne,ayo kita berangkat. Ayo Taeminnie,kita pergi,”istriku menggendong Taemin kecil. Aku mengikuti dari belakang,kulihat lagi nama yang tertera di amplop itu.

From : Lee Jinki & Lee Min Young

Semoga berbahagia Wookie oppa ^^

-FIN-

AUTHOR : missGYU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: