IT’S U part 2. hangeng n yesung

23 Agu
  1. Hankyung

Aku meninggalkannya karena harus mengikuti training di Korea. Dia marah & memutuskanku,dia berpaling pada orang lain.

IT’S YOU,WILL YOU WAIT ME?

Melihat nasib percintaan member lainnya,aku tiba-tba teringat Xi Hwa. Bagaimana keadaannya dengan dokter muda itu? Apa dia baik-baik saja saat ini? Apakah benar dia sudah melupakanku?

“Ya,”Heechul menepuk pundak Hangeng yang sedang melamun di depan rak piring mereka.

”Waeyo Hangeng-ah?”tanya Heechul melihat Hangeng yang sedikit lesu.

”Gwenchana,aku Cuma sedikit teringat seserorang,”jawab Hangeng.

”Siapa hyung?!”tiba-tiba entah darimana dan sejak kapan,Kangin ikut nimbrung.

”Ohh si Xi Hwa?”tanya Heechul lagi. Hangeng tidak menjawab,Kangin duduk di meja makan mereka. Hangeng lalu duduk di sana.

Mungkin ini saatnya aku menceritakan tentang Xi Hwa pada Heechul? Kurasa tidak apa-apa saat ini. mumpung kami lagi mabuk karena cinta.

”Loh jadi kau mau nih nyeritain tentang Xi Hwa sekaran?”tanya Heechul ikutan duduk.

”Ne,”jawab Hangeng. Tiba-tiba Heechul menjitak kepala Hangeng,Hangeng meringis memegang kepalanya,”Wae Chullie-ah?”tanya Hangeng sembari meringis.

”Kau ini ya,dulu ga mau nyeritain Xi Hwa pas ada Kangin aja mau?”protes Heechul.

”Mumpung kita lagi kena masalah cinta nih,lagi musim-musimnya hyung,”bela Hangeng.

”Ah kau kira musim kawin?! Sialan,ya sudah ayo cerita. Siapa sih Xi Hwa sebenarnya?”tanya Heechul. Sementara Kangin yang sedang minum cola memperhatikan wajah Hangeng.

“Xi Hwa itu adik kelasku dari SMA. Kami sudah pacaran sejak aku kuliah semester 3 dan dia semester 1. dia ullzang di kampus kami,banyak yang mengincarnya. Namun hubungan kami baik-baik saja. Sampai saat aku lulus audisi…

*flashback*

“Oppa kau benar mau ke Korea?”tanya Xi Hwa rada ngambek saat Hangeng menjelaskan dia akan pergi selama 13 tahun (sesuai kontrak).

(nb : karena aku ga tau panggilan buat kakak dalam bahasa china apa,jadi ala korea aja ya,hehe)

“Iya,ini langkah awal bagiku untuk meraih mimpi Xi Hwa,aku tidak bisa melepasnya,”jawab Hangeng tertunduk.

“Kau mau meninggalkanku?! Meninggalkan ummamu?! Kau serius?!”tanya Xi Hwa tidak percaya. Hangeng hanya mengangguk.

”Oppa,kau yakin kita bisa terus bertahan?”tanya Xi Hwa takut. Hangeng menatap mata Xi Hwa,dia lalu memeluk cewek itu.

”Xi Hwa,maafkan aku. Walau aku di sana,sedikit pun aku tidak akan pernah melupakanmu. Wo ai ni Xi Hwa,”ucap Hangeng.

”Aku tidak yakin!”Xi Hwa yang emosi mendorong Hangeng & meninggalkannya sendirian.

Sejak hari itu Xi Hwa tidak pernah terlihat lagi oleh Hangeng di kampus. Dia ingin menemui Xi Hwa di rumahnya atau di tempat les baletnya,namun dia sendiri harus mengurus kepindahannya ke Korea. Sejujurnya tindakan Xi Hwa tempo hari sempat membuat Hangeng putus asa & berniat membatalkan kepergiannya,namun ummanya terus mendukung Hangeng meraih impiannya.

Suatu hari Hangeng yang selesai mengurus visa,berniat menjemput Xi Hwa di tempat latihan baletnya,namun betapa terkejutnya dia saat melihat Xi Hwa bersama cowok lain…

*end of flashback*

”Cowok itu adalah Wu Zhun,anak kedokteran. Dia sudah lama mengincar Xi Hwa. Aku dengar dari sahabat Xi Hwa,saat bertengkar denganku,Xi Hwa memberi kesempatan pada Wu Zhun. Di hari terakhir aku di China,Xi Hwa menemuiku. Dia memberikanku sebuah kalung,dia bilang sebaiknya kami berpisah. Karena dia tidak yakin bisa bertahan,walau begitu aku bisa merasakan bahwa Xi Hwa masih mencintaiku. Dia menahan airmatanya,dia tidak menangis di depanku walau kulihat dia menahan nada suaranya,belakangan aku tau dari sahabatnya,Xi Hwa harus melakukan itu untuk mendukungku meraih impianku,”cerita Hangeng. Heechul menepuk-nepuk punggung Hangeng.

“Hyung,kurasa Xi Hwa saat ini adalah fans setiamu. Tenanglah,jodoh tidak akan kemana. Jika Xi Hwa masih menyimpan perasaannya sampai sekarang,tidak ada yang perlu kau cemaskan,”ucap Kangin.

Ne Kanginnie,tapi kurasa Wu Zhun mampu mencuri hari Xi Hwa & menggantikan posisiku. Tidak apa…ini salahku…salahku yang meninggalkan Xi Hwa & tidak mampu membawanya ke masa depan.

  1. Yesung

Dia ini keras kepala sekali. Aku jadi muak,kami bertengkar & putus. Padahal aku masih sangat mencintainya.

It’s You,I Still Love You

Sepertinya penghuni dorm bawah sedang gila sama seperti Wookie yang sibuk setiap saat bertanya bagaimana rasanya jatuh cinta. Liat aku dong,aku dan Song Ah Moe akur-akur saja. Tidak banyak tingkah. Dia seumuran denganku,kami seiman,dia bisa bicara,dia juga orang biasa & mantanku tidak ada yang mengganggu hubungan kami.

“Hyuuuung!”tiba-tiba suara tenor Wookie terdengar memanggilku. Dia pasti baru pulang dari kampus & sasaran pertamanya setiap pertama kali tiba ke asrama pasti aku.

“Hyuuung! Shinsaemin tadi memanggilku ke ruangannya,lagi-lagi aku gugup. Waktu aku gugup,dia malah tersenyum manis sekali,aku tidak sanggup kuliah disana lagi,bisa-bisa aku pingsan di depannya!”curhat Wookie.

“Yaa,Wookie-ah,kau ini bisa lebih tenang tidak sih. Biasanya kau tenang,kenapa di depan cewek itu kau jadi heboh sih?”Tanyaku malas.

“Hyung,dia kan jatuh cinta,”sahut Eunhyuk.

”Yak kau diamlah,aku sudah tau,”sahutku.

”Eh,kau sudah hidup kembali Hyuk?”tanyaku lagi melihat Eunhyuk ikut menimpali tadi. Biasanya dia kayak monyet kurang gizi karena 2 hari yang lalu diputuskan oleh pacarnya yang tidak jelas identitasnya itu & dengan alasan yang tidak jelas pula.

”Hyung,aku ini tidak mati…huh,aku masih pusing memikirkan salahku,tapi yah sudahlah,aku capek,”jawabnya.

”Ya sudah,bagus kalau gitu…berkurang 1 orang stress di dorm ini,”ucapku. Aku menoleh pada dongsaengku yang biasanya paling kusukai ini. Ini dia orang stress satu lagi,dia jadi ribut sekali akhir-akhir ini,kadang malam-malam mengganggu aku teleponan dengan Moe saja demi bertanya,’hyung,aku jatuh cinta ya?’hhh…

”Kyuhyun,Sungmin & Shindong mana hyung?”Tanya Wookie.

“Kyuhyun dan Sungmin sepertinya sedang kencan. Shindong ada siaran,”jawabku ngasal. Padahal Kyuhyun belum pulang kuliah & Sungmin ada acara keluarga.

”Hah?! Sepertinya yang gila bertambah 2 yah diasrama kita,”gumam Wookie polos.

”Ya,kau sadar kau juga gila? Hahaha!”ejekku.

”Hyung,bukannya kau lebih aneh?”timpal Eunhyuk minta kulempar pake selop boneka beruang ini saja.

Trrrrttttt…

”Ah,Moe nelepon! Udah dulu ah,sana ganggu si monyet yang baru bangkit dari kubur itu!”aku ngacir ke kamar.

”Yoboseo Yesung-ah,lagi apa?”tanya Moe diseberang.

”Yoboseo jagi,aku dikamar,kami lagi beristirahat saja,kau dimana?”tanyaku.

”Ya! Kau ini babo atau benar-benar lupa sih?! Aku sekarang di taman,bukannya kita ada janji jam segini?!”tiba-tiba Moe marah-marah.

”Mwo?!”tanyaku kaget.

”Aku semalam sms kamu,kamu balas bisa ketemu ditempat biasa aku sudah menunggu 30 menit lebih nih!”amuknya. Argh! Pasti ulah si monyet sialan itu! Gara-gara semalam aku marah-marah karena dia menghabiskan chocopieku tanpa sengaja.

”Mianhe jagiya! Aku akan segera ke sana!”aku buru-buru mematikan telepon & mengambil jaket serta kunci mobilku. Ah sialan si Eunhyuk!

”Ya,kau,pulang nanti hati-hati saja ya!”aku menunjuk ke Eunhyuk saat melewati ruang tengah. Dia sedang asyik bercerita dengan Wookie.

”Ah,mianhe hyung! Aku lupa semalam melaporkan lagi!”teriaknya. Aku tidak peduli karena Moe sudah menunggu. Si cewek buntel itu kalau marah sungguh menyebalkan. Perjalanan ke taman 20 menit jika beruntung tidak macet. Dan ah! Aku terjebak macet karena ini jam pulang dari makan siang. Coba tadi pinjam motor Shindong saja,dia kan bawa mobil tadi pagi.

”Moe!”aku berlari ke arah seorang cewek yang termasuk tipe gemuk (tidak langsing memang) namun berkulit putih bersih & memiliki wajah yang sangat imut. Rambutnya dicepol 2 & dia memakai blazer warna pink dipadukan dengan legging hitam & rok sebatas paha dengan boots berwarna senada dengan warna blazernya. Dia imut,karena itu aku menyukainya. Setiap dia tertawa,wajahnya berseri-seri,matanya bersinar walau hampir merem semua,lesung pipinya begitu dalam & pipinya merah seperti tomat. Walau kami seumuran,tapi dia sangat childish & polos,walau begitu jika marah dia sungguh membuat pusing.

”Ya! Kenapa datang,harusnya tidak usah datang saja dari tadi,aku sudah mau pulang,”ujarnya,dia melangkah meninggalkanku.

”Hosh hosh! Moe,aku terjebak macet,mobilku saja aku parkir di pom bensin simpang sana,aku berlari ke sini supaya cepat sampai. Mianhe!”ucapku sambil ngos-ngosan.

”Aku menunggu selama 1 jam lebih! Sendirian & aku membencinya!”teriak Moe.

”Ya! Siapa juga yang senang menunggu sendirian?!”balasku.

”Nah itu kau tau!”bentaknya.

”Makanya,maafkan aku jagiya!”aku menarik tangannya. Dia lalu menoleh,matanya memerah. Ya,kalau dia marah pasti dia menangis. Aku tidak tahan,aku langsung memeluknya.

”Aku tidak akan mengulanginya lagi. Kalau kita janjian,kupastikan aku yang akan menunggumu,”ucapku sembari mendekapnya. Dia memukul-mukul dadaku.

”Awas kau buat aku kesal lagi!”ucapnya.

Awas ya Lee Hyuk Jae…aku hampir dicampakkan Moe karena kamu. Grrrrr!

***

”Yak! Hyukjae! Ada penjelasan?”tanyaku sesampainya di dorm. Semua orang tegang melihatku yang mendatangi Eunhyuk dengan wajah serius. Eunhyuk menunduk.

”Mianhe hyung,aku kesal semalam & membalas sms Moe,aku mau memberitahu,tapi aku ketiduran dan sudah lupa lagi mau memberitahu,mianhe hyung,”Eunhyuk memohon. Aku iba melihatnya,sebenarnya dia juga lagi ada masalah karena diputuskan pacarnya itu,tapi tadi nyaris aku bertengkar hebat dengan Moe.

”Makanya,lain kali kalian kalau mau balas dendam jangan pakai cara seperti ini lagi,”ucap Sungmin menenangkan.

”Baiklah Hyuk,kau dongsaengku,aku anggap itu Cuma kenakalan kecilmu saja,lain kali jangan diulangi,”kataku yang langsung meninggalkan tempat itu. Semuanya terdiam sepeninggalkanku.

”Aish! Aku tidak marah!”aku berlari lagi ke ruang tengah. Mereka yang diam karena aku marah melihatku dengan tampang bego.

”Hahahaha!”tiba-tiba,bungsu kami tertawa lepas.

”Hahahahahahaha! Hyung hyung!”si Sungmin juga ikut tertawa. Semua yang ada disana sekarang tertawa seperti orang gila.

Jangan tidur malam,Moe…

Aku mengetik sms buat Moe.

Jagiya,besok kalau bisa aku ingin bertemu lagi…aku masih kangen.

Balasnya.

Aku lalu membalas:

Oke,besok jam 8 sebelum aku latihan…

***

”Wookie,aku mau pergi dulu,”aku berpamitan pada Wookie yang sedang sibuk masak untuk yang lainnya.

”Kemana hyung? Nanti jangan lupa latihan,”tanya Wookie.

”Bertemu Moe,iya aku tau,bye,”aku lalu meninggalkan dorm & menyetir ke rumah Moe. Di rumahnya sedang tidak ada orang,jadi kami memutuskan untuk bertemu di rumahnya saja.

Ting tong! Aku memencet tombol rumah Moe.

”Masuk,”tak lama Moe membuka pintu,aku langsung mencium pipinya yang chubby itu.

”Yang lain kemana?”tanyaku.

”Ke rumah saudara,”jawab Moe. Kami lalu duduk di ruang tengah.

“Bagus sekali,kita bisa bebas,”ucapku tersenyum genit padanya.

“Apa sih,jangan harap yang macam-macam,”Moe menghalangi wajahku dengan majalah yang dia pegang.

“Haha! Moe yah…aku ini bukan pria murahan,”kataku.

“Yang ada juga aku bukan wanita murahan,”ujarnya. Kami lalu tertawa.

”Aku besok mau ke Busan dengan teman-temanku,”tiba-tiba dia memulai pembicaraan yang membuat suasana jadi tidak santai.

”Mwo? Kenapa baru bilang sekarang padaku?”tanyaku masih santai.

”Ya,temanku Shin berulangtahun,jadi kami berencana merayakannya di sana,”jawab Moe santai.

”Andwae! Tidak boleh,Cuma ulangtahun saja,”larangku.

”Mwo? Tidak boleh?”tanyanya.

”Ya,tidak usah ikut,awas kalau ikut,”jawabku.

”Yak! Siapa kau,suka-suka aku dong,masa jalan-jalan sama teman-temanku saja kau larang?!”Moe mulai sensi.

”Teman-temanmu banyak pria begitu,wajar dong aku larang! Lagian ultah Shin itu kan? Pria slengekan yang suka dekat-dekat kamu?! Awas kalau kau pergi!”seruku.

”Awas apa?!”tantang Moe.

”Kau! Aishh! Dengarkan saja kataku! Kalau tidak aku tidak akan mempedulikanmu lagi!”seruku.

”Yak Kim Jong Woon,kau tega sekali melarangku pergi dengan temanku! Sejak kapan kau jadi posesif begini?!”tanya Moe hampir menangis.

”Bagaimana tidak kularang? Aku ultah saat di kota sebelah saja kau tidak bisa datang,masa temanmu yang di Busan kau datangi?! Aishhh sudahlah terserah kamu,jika kamu masih pergi lebih baik kita putus saja!”kataku kesal.

”Mwo?! Kau egois! Besok juga kau full kan,pasti aku sendirian,kenapa tidak membiarkanku…,”

”Aish! Diam! Ya sudah terserah kamu!”aku lalu berdiri.

”Oke,jeongmall! Aish! Ya sudah terserah kamu Kim Jong Woon! Aku akan tetap pergi! Kau egois,kita putus juga aku tidak peduli!”Moe ikut berdiri. Aku cuek & tidak menjawabnya. Aku lalu berjalan cepat dengan kesal ke arah pintu.

”Oke,suka-suka kamu. Terimakasih atas selama ini,jaga dirimu saja baik-baik,”pesanku sebelum menutup pintu itu. Moe hanya bisa menatapku dengan wajah memerah karena marah. Dapat kulihat matanya mulai berkaca-kaca. Sebelum aku luluh karena airmatanya,aku langsung pergi dari tempat itu.

Ya! Aku akui aku memang cemburu. Bulan lalu saat aku ulang tahun dia tidak mengunjungiku yang 1 minggu berada di luar kota yang tidak lebih jauh dari Busan,tapi dia tidak datang. Sementara ke Busan saja dia mau bersama teman-temannya. Apa itu maksudnya?!

”Hyung,kenapa?”tanya Wookie saat aku masuk ke ruang latihan dengan wajah yang kusut karena kesal.

”Tidak…tidak ada apa-apa,”jawabku. Semuanya Cuma terdiam melihatku yang tidak bisa tersenyum sama sekali.

Aish! Lupakan Moe! Fokus pada latihan!

2 Tanggapan to “IT’S U part 2. hangeng n yesung”

  1. tusiyani 3 Desember 2011 pada 4:30 PM #

    cerita itu bener ga sich ??????
    jadi sedih…….
    T.T

    tolong jwb pertanyaanku…..

    • cagalli14 7 Desember 2011 pada 8:05 AM #

      ini cuma fiksi alias karangan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: