UNTUK MU HYUNG (1 shoot)

30 Agu

Cast : Taemin (tokoh utama), Onew, Minho, Key, Jonghyun

Genre : friendship

Pertandingan basket sudah semakin dekat, taemin, onew, key dan jjong sedang berlatih bersama dilapangan sekolah. Mereka terlihat sangat bersemangat, peluh membasahi badan mereka, pertanda sudah cukup lama mereka bermain hari ini.

Pelatih memanggil mereka dan menyodorkan sekardus air mineral dipinggir lapangan. Taemin duluan berlari mengambil sebotol air mineral dan langsung menghabiskannya. Dia mengambil sebuah botol lagi dan menyerahkannya kepada key yang ada dibelakangnya. Jjong pun sudah membasahi badannya yang kegerahan dengan air itu. sedangkan onew masih berjalan mendekati. Taemin yang melihatnya, segera mengambil sebotol air lagi dan menyodorkannya kepada onew sambil tersenyum, “nih hyung” katanya riang.

Onew menoleh sebentar padanya, mengambil air itu dan duduk disebelah pelatih. Senyum taemin menjadi hambar. Ah tapi sudah lah, onew hyung kan memang cuek. pikirnya.

Taemin pun kembali serius mendengarkan pelatih mereka bicara, memberikan penilaian dan saran. Dan kemudian mereka pulang bersama, naik mobil key.

Sudah cukup lama mereka bersahabat. Terutama key jjong dan onew, karena mereka berada di satu klub olah raga yang sama. Kemudian taemin si anak baru (ya, dia baru kelas 1). Entah kenapa sejak kedatangannya di klub itu, key langsung akrab padanya. Onew dan jjong, sebagai yang paling tua, saat ini duduk di kelas 3, juga ikutan akrab dengan taemin. tidak seperti jjong yang sangat ramah, onew memang terkenal cuek dan itu membuat taemin sedikit segan pada hyungnya yang satu itu.

“wah hyung, sebentar lagi kita tanding nih. Aku ga sabar deh, sudah lama aku menantikan moment itu” seperti biasa, taemin yang childish terlihat riang bersemangat.

“ne, kita benar2 harus berlatih keras” lanjut key sambil menyetir. taemin yang duduk disebelahnya mengangguk pasti.

“ya ya… tapi karena latihan ini pacar2 ku pada ribut nih. Dibilang nya aku ga punya waktu lagi lah, hmm… habis aku dicerewetin mereka. kesana diceramahin, kesini diocehin, kesitu diomelin. Agh, kepala ku jadi pusing” jjong mengeluh. Onew yang duduk disampingnya langsung menimpali.

“siapa suruh punya cewek banyak!? Satu saja susah mengaturnya. ckck”

“yeee… siapa suruh suka sama aku. Kan aku ga tega nolak. kasihan sih” jjong ngeles.

“alah, itu mah alasan mu aja hyung. kau kan emang doyan ngoleksi wanita” timpal key menyindir.

“hyung kan bangga tuh kalau dikejar2 cewek. Berasa tenar gitu kan!?” lanjut taemin menggoda jjong, sambil tertawa.

“mmm… ga gitu juga sih, heee” jjong ketawa lebar penuh makna.

Ya, itulah jjong. Orangnya lucu, ramah, ganteng dan keren, memang terkesan playboy sih. Saat ini saja pacarnya 3, satu disekolah, satu di dekat rumah, satu teman sd nya dulu. Dia bangga sekali menyandang status itu, kadang dia merasa beberapa teman pria disekitarnya iri dengannya.

Sedangkan key, dia seperti ibu diantara mereka. dia ganteng dan stylis, bersifat sangat perhatian dan penyayang. Dia selalu siap berepot-repot ria mengurus segalannya yang dibutuhkan sahabatnya. Ya wajar saja, diantara mereka key lah yang paling tajir. Apalagi pada taemin, dia sangat memperhatikan taemin. selain karena hanya taemin dongsaengnya, taemin juga tinggal sendirian, tanpa ayah ibu dan kakak, mambuat key ingin selalu melindunginya.

Taemin magnae mereka, anaknya selalu tersenyum riang. Badannya memang sedikit kecil dibandingkan yang lain. Tapi dia sangat lincah dalam bermain basket. sebenarnya belum lama dia menekuni bidang ini, tapi sejak kematian kakaknya minho,

Dia pun termotivasi untuk bermain basket.

Sejak berumur 13tahun, taemin dan minho hanya hidup ber2 di apartemen sederhana peninggalan orang tua mereka. orang tuanya meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Sejak itu hanya minho yang menjaganya, memasak untuknya, mengurus segala keperluannya, sehabisnya uang peninggalan ayahnya, minho pun menyempatkan bekerja di salah satu restorant sepulang sekolah. Minho adalah sosok kakak yang sangat ideal dimata taemin. tidak heran dia begitu terpuruk dengan kematian hyungnya.

Namun sejak dia bersahabat dengan key jjong dan onew, taemin kembali bangkit dan bersemangat. Merekalah kini sosok pengganti hyungnya. Key hyung, jjong hyung dan onew hyung.

Onew memang sebaya dengan jjong, tapi tetap saja onew lebih tua beberapa bulan darinya. Sebagai yang paling tua dia bersifat melindungi sahabat2nya. meski sifatnya terkadang cuek dan lebih pendiam. Key dan jjong yang sudah terbiasa tidak begitu memperdulikan sifatnya. Tapi taemin, sebagai dongsaeng yang paling kecil begitu penasaran dengan hyungnya ini. Entah kenapa, meski sifat onew cuek, dia tau kalau onew memiliki hati yang lembut. Lagi pula dibeberapa waktu, onew hyung terlihat ceria dan bersemangat menggoda key dan jjong.

Kadang onew meninggalkan handuk dan minuman ringan saat taemin memutuskan untuk meneruskan latihan sendiri. Taemin memang banyak menaruh harapan untuk pertandingan ini. Tidak heran dia meluangkan waktu lebih banyak untuk berlatih sendiri.

***

Sore itu sepulang sekolah mereka kembali berlatih basket. tiba2 pacar jjong (yang 1 sekolah) datang kesana dan memanggilnya.

“oppa!! Pulaaang..” rengek nya dari pinggir lapangan.

Awalnya jjong tidak perduli, sampai kemudian pacarnya berteriak, “OPPA!! DENGAR TIDAK, AKU MAU PULANG!! BERHENTILAH BERMAIN”

Mereka langsung menoleh pada cewek itu. jjong melengos dan berpamitan ke pinggir lapangan. Yang lain geleng-geleng dan meneruskan latihannya.

“ya! kau tidak lihat aku sedang latihan??”

“ahh… oppa, kau tidak kasihan pada ku. supir ku kan cuti seminggu. Aku ingin pulang denganmu” dengan manja dia merengek.

“bagaimana kata teman2 ku nanti hyo-ah? Kami akan melakukan pertandingan besar loh!”

“mwo!? Kau lebih peduli pertandingan itu dari pada aku oppa??”

“ya ga gitu juga sih.. ya sudah, aku pamit dulu” dengan malas jjong berlari ketengah lapangan menghampiri sahabat2nya.

“eh, aku duluan iah. Hyo sudah merengek padaku, gerah aku melihatnya bila tidak menuruti keinginannya”

“tapi hyung, kita kan baru latihan sebentar!” taemin protes.

“taem-ah, aku tidak bisa menolak permintaan hyo”

“ya sudah pergilah. Besok kita bisa latihan lagi” onew bersuara bijak.

“oke hyung! makasih ya.. daaa” jjong segera berlari menghampiri pacarnya dan berlalu pergi.

“hyung, pertandingan sebentar lagi, aku merasa kita belum bermain baik. Aissshh” keluh taemin.

“tenanglah taeminie… besok jjong pasti ikut latihan lagi. kau tidak usah khawatir” key menjelaskan.

“ne hyung. aku terlalu berlebihan ya? ayo kita latihan lagi”

Onew mengangguk dan melempar bola ke taemin. dan mereka berlatih lagi hingga tanpa terasa hari sudah gelap.

***

“hyung, apa permainan kita sudah cukup bagus untuk menghadapi pertandingan nanti?” tanya taemin . mereka kini sedang dalam perjalanan pulang.

“kurasa kita mampu taem. Kenapa kelihatannya kau khawatir sekali” jawab key.

“ne hyung. aku benar2 ingin menang” jelas taemin.

“tenang magnae, kita pasti menang!” tegas onew kemudian. Taemin langsung menoleh pada onew yang duduk dibelakang dan tersenyum. Onew membalas senyumnya dan kembali menatap kaca, memandang jalan.

Meski singkat dan tegas, jawaban onew hyung membuatnya cukup tenang saat ini. Kata2nya memberikan harapan yang cukup besar untuk taemin.

***

Hari pertandingan semakin dekat, setiap latihan jjong selalu diganggu oleh pacarnya (yang satu sekolah itu) hyo. Kalau hyo tidak ada, jjong sibuk BBM-an sama pacarnya yang lain. Entah kenapa tiba2 jjong sulit diajak latihan. Ada saja yang mengganggunya. Ternyata semakin mendekati hari-H, semakin berat cobaan kami.

Konsentrasi jjong mulai terganggu. Bukannya dia senang dengan gangguan pacar2nya itu, tapi dia tidak pernah bisa menolak bila pacarnya mulai merengek.

Taemin terlihat mulai kesal. Key yang menyadarinya segera mendekati jjong disela-sela latihan.

“hyung, pertandingan sudah didepan mata. Kenapa kau malah tidak bisa berkonsentrasi dengan latihan ini?” tanya key pelan.

“mianhe. Aku sendiri bingung, akhir2 ini pacar2 ku semakin bertingkah. Dikit2 marah, dikit2 datang menganggu. Aku jadi tidak bisa fokus” jjong memegangi kepalanya berpikir.

“ne, aku mengerti hyung. cobalah memberikan pengertian kepada mereka. ini bukan pertandingan kacil. Bila kita memenangkannya, kita akan maju ke tingkat nasional” key mencoba pengertian.

Jjong mengangguk. Mereka kembali latihan. Lumayan. Latihan kali ini berjalan cukup lancar sampai kemudian hyo (pacar jjong) muncul dan kembali berteriak memanggilnya.

“oppa!! Kau sudah cukup lama berlatih, ayo pulang!” teriaknya memerintah.

Jjong mencoba cuek. Tapi konsentrasinya tiba2 buyar, dan dia mulai bermain buruk. Pertama dia terjatuh, ke-2 bola yang dilemparkan taemin tidak ditangkapnya (sepertinya pikirannya tidak disini lagi), sampai tiba2 dia duduk kelelahan dan berkata “AHH AKU CAPEK!”

Mendengarnya taemin langsung melempar bola basket kearah jjong, untung saja jjong sempat mengelak. Dia berdiri dan marah, “HEI TAEM APA2AN KAU!??”

Key merasakan aura panas diantara mereka, dia segera mendekati taem yang sudah terlanjur marah. Sebenarnya sudah lama dia menahan marahnya terhadap jjong karena tidak bisa berkonsentrasi dengan latihan.

“APA KATA MU?? CAPEK!? KAU PIKIR ONEW HYUNG TIDAK? KEY HYUNG TIDAK? AKU TIDAK??” bentak taemin. key semakin erat memegangnya.

“taeminie, sudahlah..” namun, sia-sia. Taemin sudah terlalu marah dan mengabaikan perkataan hyungnya.

“LOH KENAPA KAU MARAH2! APA HAK MU MEMBENTAK KU!”

“BERHENTILAH BERMAIN2! PERTANDINGAN SUDAH DEKAT! AKU KESAL MELIHAT MU. BAGAIMANA KITA BISA MENANG!! HENTIKAN MENGURUSI CEWEK2 MU ITU” hyo yang merasa namanya di sebut2 segera ketengah lapangan. Namun onew yang melihatnya, menahannya dan menyuruhnya kepinggir.

“BUKAN MAU KU BODOH! AKU JUGA MAU MENANG! KAU TIDAK PERLU MEMBENTAK KU! KAU MASIH KECIL, TAU APA KAU!”

“YANG AKU TAU PERMAINANMU BURUK! AKU MEMANG MASIH KECIL, TAPI AKU BISA BERTANGGUNG JAWAB DENGAN PERMAINAN KU!” mendengar bentakan taemin. jjong mendekat, dia mendorong taemin dengan kedua tangannya. Membuat taemin limbung. Key pun ikut terdorong kebelakang.

“JADI KAU MAU APA SEKARANG HA? TIDAK SUKA?? MAU RIBUT DENGAN KU!?”

“JONG! BERHENTI BICARA!” tiba2 onew hyung berteriak lantang.

“APA KAU!? KAU JUGA MAU MEMBELANYA? DIA YANG MEMBENTAK KU DULUAN” kembali mendekati taemin, mengepalkan kedua tangannya, nyaris meninjunya.

“APA HYUNG!? KAU MAU MEMUKUL KU? PUKUL LAH! AKU TIDAK SEGAN MELADENIMU!” taemin malah balik menantang.

Jjong pun mencoba melayangkan sebuah pukulan. Namun key mendorong taemin keras sehingga taemin terjatuh. Pukulan itu malah mengenai bahu key.

Onew langsung menangkap tangan jjong dan menghempaskannya. Onew marah.

“HENTIKAN JONG!!” tapi jjong sudah terlalu kesal. Dia pun kembali berdiri dan mendekati taemin.

Onew mendorong taemin menjauh dan mendekati jjong.

“JANGAN PUKUL DIA! HADAPI AKU BILA ITU MAU MU!” bentaknya tegas.

Jjong menatap onew kaget. belum pernah onew terlihat semarah itu selama mereka mengenalnya.

Dia pun beralih menatap taemin sinis, dan pergi dengan kemarahannya.

Onew langsung mendekati key dan taemin. dia melihat bahu key.

“key, bahu mu biru”

Key menggeleng, “aku tidak apa2 hyung..” mereka melirik jjong yang menarik kasar tangan hyo keluar.

“taemin, kau tidak apa2?” onew bertanya cemas. Taemin menggeleng pelan menatap hyungnya. Dia merasa bersalah. Lalu dia langsung berlari keluar meninggalkan key dan onew tanpa berkata apa-pun.

“TAEMINIE!??” key berteriak memanggilnya dan ingin menyusulnya. Namun onew mencegahnya.

***

Seperti biasa malam itu key mengantar sahabatnya pulang. Namun kali ini hanya onew. Jjong marah. Taemin pun pergi begitu saja.

“hyung, apa taemin tidak apa2? Aku mencemaskannya”

Onew yang sedari tadi diam sibuk dengan pikirannya menoleh dan menjawab “tenang key, dia pasti tidak apa2”

“taemin terlihat sangat marah hyung. aku sendiri kaget”

“ne. aku juga. Ku harap dia tidak apa2, kita doakan saja key-ah”

“ne hyung” key mengangguk. Meski pikirannya masih dipenuhi oleh kekhawatirannya kepada taemin.

Tak lama kemudian mereka tiba didepan rumah onew. Onew pun berpamitan turun, “segeralah pulang kerumah. Aku akan melepon mu 5 menit dari sekarang. Dengar!?”

“ne hyung…” key menjawab. Meski dia tidak mengerti mengapa onew begitu. Onew takut key tidak segera pulang ke rumah. Dia ingin dongsaengnya segera beristirahat. Pasti lelah setelah tadi kami bertengkar hebat, pikirnya.

Key telah berlalu, onew menatap rumahnya. Sebelum dia melangkah pergi.

***

“ahjussi, apa taemin sudah pulang?” onew bertanya kepada penjaga kunci di apartemen taemin.

Ya, onew mengkhawatirkan adiknya. Jadi dia langsung berjalan ke apartemen taemin yang tidak begitu jauh dari rumahnya (sebenarnya kalau jalan kaki ya jauh juga), ia ingin memastikan bahwa adiknya baik-baik saja.

“dari tadi dia belum pulang. Kuncinya masih ku simpan di rak” onew kaget mendengarnya. Pantas lah sejak di mobil tadi perasaannya tidak tenang. Tapi dia berusaha menutupinya agar tidak membuat key semakin cemas.

Onew berpamitan dan pergi. Dia juga meninggalkan nomor hp-nya, meminta ahjussi menghubunginya bila taemin sudah pulang ke apartemen.

Kini onew kembali menelusuri jalan yang sepi itu. dia melirik jam ditanganya, pukul 10:40pm. Aishh.. taeminie, dimana kau? Ini sudah larut malam. Onew benar-benar cemas kini.

Dia berpikir, dimana kira-kira dia bisa menemukan taemin. dia terus berpikir dan ingat kejadian beberapa minggu yang lalu.

(flashback)

Selesai latihan taemin terlihat murung memandangi sepatunya. Aku memperhatikannya. Kenapa taemin? ada apa dengan sepatunya?

Key dan jjong kebetulan tidak memperhatikan taemin. taemin pun langsung memasukkan sepatunya kedalam loker dengan lemas.

“taemin? kau tidak apa2? Lemas sekali?” jjong bertanya saat melihat taemin yang lemas.

“ga apa-apa hyung. jangan khawatir” taemin mencoba tersenyum.

Dari sini aku kembali memandangi taemin dan lokernya secara bergantian. Diotak ku terus muncul pertanyaan. Ada apa dengan sepatu taemin? kenapa dia sedih sekali memandangi sepatunya?

“hyung, ayo pulang!” key memanggilku.

“oh, ne! duluan lah, aku membereskan barangku dulu” aku menyuruh mereka pergi.

“ne hyung, kami tunggu di mobil ya. jangan lama loh!” jjong pun ikut menyahut. Aku mengangguk mantap. Kulihat taemin masih menunduk sedih. Mereka pun berlalu.

Aku segera mendekati loker taemin. kebetulan aku hapal bahwa taemin selalu menyimpan kunci lokernya di atas loker nomor 6 (sudut atas). Jadi ku ambil kunci itu dan ku buka lokernya. Aku mengambil sepatu taemin, kupandangi ternyata sepatu olah raga taemin robek cukup parah.

“robek? Inikan sepatu olahraga taemin satu-satunya?” pikirku.

Akupun memperhatikan sepatu itu dengan seksama. Sepatu ini memang sudah tidak layak dipakai. Pasti taemin tidak nyaman lagi memakainya. Bagaimana ia bisa bermain dengan bagus, padahal dia berlatih dengan semangat.

Aku pun mengembalikan sepatu itu ditempatnya, mengunci loker itu dan segera menyusul teman2 ku dimobil.

***

Esoknya taemin masih terlihat tidak bersemangat. Sepertinya dia begitu sedih memikirkan sepatu olah raganya. Aku memutuskan untuk menemuinya sebelum latihan nanti.

Namun ternyata taemin tidak datang ke lapangan saat itu. aku pun berpamitan mencarinya.

Ternyata dia tidak ada disekolah, aku meminjam mobil key dan berjalan keluar. Tidak jauh dari sekolah ada sebuah taman yang cukup besar. Kulihat taemin duduk murung disana. Jadi kuputuskan untuk berhenti dan turun mendekatinya.

Dia masih menunduk sampai aku duduk disampingnya. Dia mengangkat kepalanya dan melihat ku kaget.

“hyung??”

Aku tersenyum.

“kenapa tidak latihan?” tanya ku singkat.

Dia kembali menunduk dan berkata, “aku lagi tidak bersemangat hyung”

“tidak biasanya seperti itu. kau kan yang paling bersemangat latihan. Ada apa?”

“eh.. tidak ada. Aku hanya malas” taemin terus berbohong.

Onew pun meraih tasnya, dan membukanya. Dia mengambil sebuah kotak dan menyerahkan kepada taemin.

“ambil lah, ku harap itu muat dengan mu” taemin mengambil kotak itu dan membukanya.

Dia kaget melihat sepasang sepatu olah raga NIKE berwarna putih yang sangat bagus didalamnya.

“hyung? ini?” taemin bertanya ragu dan kaget.

“itu milik mu”

“ahh.. hyung? dari mana kau..”

“aku tau semuanya tanpa kau sadari” onew memotong perkataan taemin.

“tapi hyung, ini kan mah…”

“shutt… pakailah itu, biar kita bisa latihan” lagi-lagi onew memotong ucapan taemin.

Taemin kembali melihat sepatu itu dan mencobanya. Muat (tentu saja muat, onew sudah menghapal ukuran sepatu taemin), sangat lembut, ringan dan nyaman.

Taemin tersenyum dan memeluk hyungnya.

“hyung, terima kasih” onew gugup, dia salah tingkah, namun dia mencoba membalas pelukan taemin. dia senag bisa membahagiakan dongsaengnya itu. meski uang tabungannya terkuras habis. Dia ikhlas. Dia senang melihat keceriaan kembali diwajah taemin.

“ayo hyung, kita latihan!” taemin mulai tertawa riang.

(end flashback)

Ah.. ya, taman dekat sekolah! Mudah2n dia ada disana.

Onew segera berlari menuju sekolah, ada jalan pintas menuju kesekolah, tidak sejauh bila dia melewati jalan raya seperti biasanya saat diantar key.

Onew terus berlari.

Dan benar, dari kejauhan dia melihat sosok taemin. duduk menunduk seperti dulu. Saat dia akan memberikan sepatu olah raga.

“taeminie??.. hu huuh” onew memanggilnya, sambil mencoba mengatur napasnya yang ngos-ngosan.

Taemin menoleh padanya.

“hyung? bagaimana kau tau aku disini?”

“aku kan pernah bilang, aku tau semuanya meski kau tidak menyadarinya”

Taemin menoleh kebelakang ku dan kembali berkata, “kau sendiri hyung?”

Onew duduk disebelahnya, “ne. aku sendiri”

“kau berlari hyung? dari mana?” taemin melihat sekujur badan onew dibasahi oleh keringat.

“hee.. aku dari apartemen mu!” onew menjawab cengengesan. Malam ini sifat cuek onew hilang tiba-tiba. Membuat taemin takjub.

“ya Tuhan, kau berlari sejauh itu hyung?” taemin membelalakan mata tidak percaya.

Onew menatapnya dan mengangguk. Mata taemin terlihat merah, sepertinya dia habis menangis.

“kau tidak apa-apa magnae?” tanya onew pelan. Tiba-tiba raut wajah taemin berubah menjadi sangat sendu. Dia kembali menunduk.

“karena masalah tadi?” lagi-lagi onew bertanya pelan.

“aku merasa bersalah pada kalian hyung… pada jjong hyung, pada key hyung yang ikut terpukul, pada mu hyung yang jadi sangat marah. Aku mengacaukan segalanya. Seharusnya aku bisa mengendalikan emosi ku” pelan-pelan taemin berusaha menjelaskan.

Onew memandangi taemin, mendengarkan penjelasannya dengan seksama.

“kau tau hyung, aku benar2 marah pada jjong hyung. pertandingan tinggal 3 hari lagi. tapi jjong hyung tidak pernah berlatih dengan serius. Aku takut kita kalah hyung” air mata taemin mulai mengalir (lagi).

“kau tau hyung, aku tidak punya siapa-siapa lagi. umma dan appa meninggal saat kami masih kecil, aku hanya berdua dengan minho hyung. dia sangat perhatian padaku. Aku sangat menyayanginya. Dia berbuat banyak untuk ku, dia bekerja sepulang sekolah. Malamnya dia latihan basket. kau tau hyung? dia sangat mencintai basket. terakhir yang ku tahu, minho hyung sibuk berlatih untuk pertandingan seperti ini juga. Dia sangat berambisi, dia ingin menang dan masuk kepertandingan nasional agar bisa bergabung di klub basket nasional. Saat dia pulang latihan, sebuah mobil menabraknya…” taemin sesegukan menangis. Onew mengelus punggungnya. Berusaha menenangkan.

“aku masuk ke SMA ini, karena SMA ini terkenal dengan klub basketnya yang hebat. Aku ingin meneruskan cita-citanya hyung. itulah mengapa aku takut kalah. Sudah lama aku menunggu pertandingan ini hyung… jadi aku marah sekali saat jjong hyung menyepelekannya hyung… aku sedih sekali. Padahal aku menaruh banyak harapan disini”

“aku tidak menyangka ini malah terjadi, kini aku merasa sangat bersalah. Sebenarnya aku tidak ingin marah. Aku begitu menyayangi kalian. Bagi ku, hanya kalian yang aku miliki. Kalian hyung ku. tapi kenapa hyung ku malah mengecewakanku…”

Onew memeluk taemin. sebenarnya dia juga ingin menangis. Tapi ditahannya. Dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan magnaenya itu.

“aku mengerti.. aku mengerti… sekarang menangislah dulu. Lepaskan semuanya biar kau lega magnae-ah.. tananglah, aku JANJI padamu, KITA PASTI MENANG! AKU JANJI!!” taemin mengangguk pelan masih menangis.

“taeminie… maaf bila aku bersikap cuek padamu. ku rasa aku tidak bisa mengungkapkan apa yang aku rasakan dengan baik padamu. tapi percayalah, aku selalu memperhatikan mu. Aku selalu menganggap mu dongsaeng ku, aku menyayangi mu. Jadi jangan bilang kau tidak punya siapa-siapa. Kau punya aku, dan yang lainnya. Kau benar, kami hyung mu. Kau dongsaeng kami. Kita akan terus bersama ya!?”

Taemin menatap onew lembut. Memandang matanya dalam. Yang ditemukannya adalah kejujuran dan ketulusan hyungnya. Baru kali ini dia melihat onew selembut ini. Taemin pun kembali memeluknya.

“besok aku akan bicara pada jjong, kau tidak usah khawatir lagi. kita akan latihan dengan baik 2 hari kedepan” taemin mengangguk lagi.

Tangisnya mulai berhenti.

“hyung… makasih ya. kini aku lega”

“ya, seharusnya kau tidak menyimpan ini sendiri, kau bisa bercerita apa saja padaku”

“jinja hyung!?”

“ne, mulai sekarang aku akan berusaha lebih membuka diriku. Hayo mana senyum mu?”

“oh hyunggg.. aku sayang sekali padamu”

“ya ya.. aku tau. Sudah, kita pulang. Ini sudah malam” onew segera berdiri. Taemin mengikutinya dari belakang. Onew menoleh.

“hayo sini, jangan berjalan dibelakang ku. berjalan lah disamping ku dongsaeng-ah” taemin tersenyum manis dan segera berjalan disisi hyungnya.

***

Esok harinya jjong meminta maaf pada taemin. dia menjelaskan semuanya dan berjanji akan mulai serius berlatih. Onew sudah menjelaskan semua permasalahan padanya semalam.

Semua tertawa senang dan mulai bersemangat untuk latihan. Mereka berjanji akan memberikan kemenangan ini pada taemin.

Saat latihan taemin selalu mendekati onew, onew pun mulai meladeni celotehnya dengan riang. Membuat key dan jjong aneh.

“key, tumben banget hyung seperti itu. biasanya dia cuek cuek bergembira… ckck” jjong berbisik pada key.

“ya, aku juga menyadarinya. Mungkin kepalanya abis terbentur keras, jadi dia sadar deh. Hehe” jawab key ngasal.

“tapi ga apa-apa deh, onew hyung begini malah lebih baik..”

Mereka pun tersenyum sepakat.

***

(HARI-H, pertandingan)

Euphoria distadion itu sangat meriah, diiring lagu 5566 *zen yang (ost.mvp lover) mereka bermain dengan sangat baik. Mereka sangat kompak dan berhasil memasukkan bola dengan mulus. Poin mereka sedikit lebih tinggi dibandingkan lawan. Membuat mereka semakin bersemangat.

Sebentar lagi waktu habis. Pihak lawan mulai bermain dengan arogan. Membuat taemin yang berbadan kecil terjatuh. Key dan jjong kompak menahan lawan, jjong melempar bola pada onew dan didetik terakhir itu onew berhasil mencetak angka.

MEREKA MENANG!!

Taemin berlari menuju onew dan memeluknya erat.

“aghh..hyung!!!” teriaknya riang tidak percaya.

Mereka melompat-lompat dengan riang, merayakan kemenangan mereka. key dan jjong ikut bergabung dan berpelukkan erat.

Taemin senaaaang sekali.

Saat itu nama mereka dipanggil untuk naik kepodium. Mereka pun naik kesana, tamu kehormatan memberikan piala kepada onew. Onew pun langsung menarik taemin untuk maju dan menyerahkan piala padanya.

“ini milik mu” bisiknya ditelinga temin. Taemin terharu mendengarnya. Mereka tersenyum tulus padanya.

Taemin mengucapkan ucapan terima kasih dan rasa syukurnya mewakili teamnya. Dan diakhir kalimat dia berkata, “MINHO HYUNG… INI KEMENANGAN UNTUK MU! INI UNTUK MU!” tegasnya, namun air mata bahagianya kembali membasahi pipinya.

Semua bersorak dan bertepuk tangan. Key langsung menyambut taemin dan memeluknya. Jjong dan onew ikut mendekat. Dan taemin kembali berkata dengan penuh perasaan,

“terima kasih hyung… hari ini aku bahagia sekali. Aku berhasil mewujudkan impian minho hyung, dan akupun mendapati hyung seperti kalian. Ini hadiah yang luar biasa, terima kasih”

*** taemin pov ***

Memang hidupku sulit. Sejak kecil aku ditinggalkan umma dan appa. Aku hidup penuh kesederhanaan dengan minho hyung. dia benar-benar telah berjuang dengan keras menghidupi ku. sampai akhirnya hyung pergi selama-lamanya.

Sebagai adik, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuknya. Aku hanya bisa meratapi kepergiannya. Namun suatu hari aku menemukan buku harian minho hyung, dihalaman terakhir tertulis,

Hari ini aku pulang malam lagi, saat pulang ku lihat taminie sudah tidur dengan lelap.

Aku tidak tega membangunkannya, padahal aku ingin bercerita tentang kemajuan permainan ku.

Aku sangat tidak sabar menghadapi pertandingan itu. aku ingin sekali memenangkannya agar aku bisa main ditingkat nasional. Kalau bisa aku ingin bergabung di klub basket nasional. Ku rasa aku bisa menghasilkan banyak uang untuk menyekolahkan taeminie hingga perguruan tinggi.

Umma, appa… aku berjanji akan terus menjaga taeminie, bagaimanapun dialah satu-satunya yang kumiliki. Aku sangat menyayanginya. Aku ingin memberikan yang terbaik yang bisa ku lakukan untuknya…

Rasanya aku harus cepat tidur, besok aku harus bangun pagi, menyiapkan sarapan untuk taemin dan sekolah, besok aku juga harus latihan dan bekerja direstoran. Umma, doakan aku dari sana ya, semoga aku bisa menggapai impian ku menjadi pemain basket nasional suatu saat nanti. ^^

Sejak itu aku menjadi termotivasi meneruskan perjuangannya. Dengan sisa tabungan minho hyung aku masuk ke sekolah yang terkenal dengan klub basketnya yang bagus. Aku harus bisa menggapai sedikit saja dari impian minho hyung, supaya dia senang disana.

Beruntungnya aku bertemu dengan team yang menganggapku sebagai adik kandung. Mereka baik sekali pada ku, hanya onew hyung yang kadang bersifat cuek. Sepertinya sifatnya memang begitu. Tapi entah kenapa aku justru penasaran dengannya, aku merasa onew hyung itu baik. Buktinya dia sering kali menyiapkan minuman dan handuk untuk ku. bahkan dia memberikan ku sepasang sepatu olah raga yang mahal.

Dia diam, tapi dia perhatian. Aku tau, dia juga menyayangiku sama seperti key hyung dan jjong hyung. dan itu terbukti saat aku bermasalah dengan jjong hyung. onew hyunglah yang jauh-jauh berlari mencari ku.

Padahal hari sudah larut, padahal cuaca diluar sangat dingin. Tapi dia tetap mengkhawatirkan ku.

Sejak itu, kami semakin dekat. Lebih tepatnya kami ber-4.

Hyung, sepeninggalan mu aku merasa tidak memiliki siapapun. Tapi sepeninggalan mu, Tuhan memberikan ku 3 orang hyung terbaik didunia.

Aku sangat menyayangi mereka hyung, mereka menjaga ku dengan baik. Key hyung sering membantu ku, terutama keuangan ku (meski aku menolaknya, dia malah marah dan berkata “TAK USAH RAGU, AKU KAN HYUNG MU JUGA. KECUALI KALAU KAU TIDAK MENGANGGAPKU HYUNG MU”) jjong hyung yang riang, dia seringkali membuat ku tertawa dengan candanya. Aku menyesal dulu sempat ribut dengannya. Itu semua hanya salah paham. Kini kami semakin dekat hyung.

Dan satu lagi onew hyung. dia hyung tertua ku. dia bersifat perhatian dan melindungi. Dia lebih bersifat seperti appa bagiku.

Hyung, aku sudah menggapai impian mu. Kami berjanji akan berusaha lagi untuk pertandingan nasional. Kemenangan ini untukmu hyung…

Hyung, apa kau disana merindukan ku? aku harap kau tidak perlu mengkhawatirkan ku lagi. karena aku akan selalu baik-baik saja bersama mereka.

Aku merindukan mu hyung… kirimkan salam dan doaku buat umma dan appa ^^

*** THE END ***

Author : chana2min

“maaf iah, kalau ceritanya gaje gini… haha, susah ternyata bikin FF yang seserius ini. Tapi kuharap kalian semua menyukainya. Maaf kalau terdapat banyak kesalahan/kekurangan, author juga manusia, hehe, mohon komentarnya iah chingu… dan kalau mau dipublish dit4 lain atau terinspirasi tolong dibikin creditnya” ^^

11 Tanggapan to “UNTUK MU HYUNG (1 shoot)”

  1. Dhekyu 30 Agustus 2010 pada 2:03 PM #

    Annyeonghaseyo,,^^
    Akk new reader dsni,, lam knal,,^^
    Mw komen blh kan?
    FfY bgus bget,,
    Ska ma ff yg temaY brothership kyk gnie,,^^

    • superjrshinee 1 September 2010 pada 3:25 AM #

      Annyeonghaseyo dhekyu ^^

      boleh sonk komen.. ga dipungut bayaran koq, hihii

      btw makasih iah.. mudah2n nantinya bisa bikin cerita yg lebih bagus lagi.
      kalo suka friendship sering2 baca blog ini aja, kita emang lebih doyan friendship koq :))

      friendship SUPER SHINee kan emang TOP BGT, hehe

  2. cagalli14 30 Agustus 2010 pada 3:33 PM #

    ayuuuuk tanggung jawab bikin aku nangis mlm2 T.T !!
    Kenapa affairku kau bunuh?! (pasti supir babo yg merenggut nyawa minyo itu kamu! *nuduh author*) (author : “ya eyalah org gue yg buat ni ep ep,suka2 gue dong”)
    #goodjob!

  3. leena 30 Agustus 2010 pada 3:57 PM #

    Huweee…. T.T
    saia nangis nih.. *serius*
    uda taemin kasian banget, minho mati…
    Mengharukaaan…

    Sukaa banget ffnya..
    Suka castnya (onew)
    suka ceritanya
    suka kata2nya yg mengharu biru (?)
    suka authornya (??)
    pokoknya suka deh.. #lebe

    o iya, salam kenal ya author🙂

  4. chana2min 31 Agustus 2010 pada 6:00 AM #

    @ chagali “huaaa….kabuurrr (maaf buu,yang nulis juga ikut terharuuu,hikzzz).klw masalah minyo,itu mah derita dia,siapa suruh (realnya) maniac olah raga. Jadi cuma dia yang PANTAS MATI (ngek!bakal digebukin sekampung nih)

  5. chana2min 31 Agustus 2010 pada 6:03 AM #

    @ lenna “hi lenaaa… salam kenal juga ^^…
    makasih udh like FF nya, aku juga ga nyangka, aku bikin karakternya manis2 banget,awalnya sempat bingung siapa yang hrs pmbngkangnya,tp setelah direnungin ky nya emg muka jjong cocok. Onew jg cocok bsifat spti itu. Dia slalu diam tapi melindungi (di HIBB).. Klw suka FF friendship,setia aja di blog ini..hehee (promosi”

  6. wida 5 Januari 2011 pada 4:52 AM #

    ff shinee berhasil membuat ku menangis. T__T

    • cha_sungmin 4 Februari 2011 pada 8:46 AM #

      woohh.. author ga tanggung jawab loh..hehee

  7. Nisa 7 Januari 2011 pada 8:49 AM #

    Sumpah ff.a keren….
    Ngebuat aku nangis berliter-liter… ^^

    • cha_sungmin 4 Februari 2011 pada 8:49 AM #

      wahh.. gomawo chinguuuuu~….

      sering2 baca iah hehee

  8. mimi 20 Februari 2011 pada 2:40 PM #

    Annyeonghaseyo..
    baru gabung nih
    ceritanya bagus, serius, sampe mau nangis diakhir cerita.
    hehe
    gomawo..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: