IT HAS TO BE YOU PART.1

30 Sep

Inspirasi : FILM Selamanya dan hari untuk amanda

“eitzz, jangan tertipu judul ya. ini bukan FF dengan credit lagu nya yesung/serial cinderela sister loh. Justru jalan cerita FF ini terinspirasi dari cerita film selamanya (dimas-julie) dan hari untuk amanda. Tapi mudah2an penggabungan 2 cerita itu bisa membuat konfliknya jadi lebih menarik #ihope.. ya udah deh, dibaca aja dulu ya #radamaksa. Hehee… oke selamat membaca reader. Mohon komentarnya iah. Plizz jangan nge-bash ^^, penulis dalam tahap belajar koq..hehe”

Cast :

LEE HYUNJI (25th): sejak saat itu aku hilang arah, tidak pernah sayang pada diriku sendiri. Huaa.. andai bisa memilih, aku lebih baik tidak usah hidup.. apalah artinya aku ini!??

LEE JINKI (onew) (25th) : aku sedang menyiapkan pernikahan ku dengan tunanganku. Ku harap dia yang terakhir. Tapi… aku merasa hati ku belum menerima keputusan ini sepenuhnya, ohh semoga keputusan ini benar. Tunjukkan jalannya Tuhan…

LEE YUNAH (23th) : akhir-akhir ini kami benar-benar sibuk menyiapkan pernikahan hingga aku merasa begitu lelah, huaaa!! Jangan sakit dulu yunah!! Go go hwaiting!

LEE TAEMIN (24th) : aku sungguh kaget mendengar berita ini… hati ku sesak, namun kemudian dia muncul mengembalikan kotak ku. aku memutuskan untuk tidak lemah didepannya. Keep smile taemin!! ^^

LEE DONGHAE (27th) : aku sayang sekali padamu, kenapa kau begini. Bagaimana aku menghentikanmu? Aisshh, aku benci sekali dengan lelaki itu… dia yang membuat mu begini!!

SUNNY (23th) : aku memberitahunya, ku tau dia akan kaget mendengar berita ini. Tapi ini harus, karena aku berharap dia melupakannya. Ku harap dia bisa menghentikan penantiannya. Aku tau benar apa yang terjadi pada mereka. tapi aku juga memiliki rasa yang sama sedari dulu.. mengertilah.

LEE SUNGMIN (25th) : tiba-tiba kamu menghubungiku menanyakan tentangnya. Aku memang masih sering berhubungan dengannya, aku bilang padamu… dia belum menikah koq!

** onew pov **

sorry sorry sorry~

“ya, hallo?” aku menjepit handphone itu dengan pundak dan pipiku. Sedang mata ku masih terus menatap kearah jalan.

“jagiya.. dimana? Kapan kita melihat-lihat gedung?” ujar suara diseberang sana lembut.

“oh gedung ya? tapi aku lagi menyetir yunahh.. nanti ku telpon ya?” aku terlihat repot dengan telpon ini, aku memang tidak terbiasa menyetir sambil mengangkat telpon. Konsentrasi ku pasti terpecah-belah.

“oh kau lagi dimobil??” tanyanya lagi.

“ne.. eh..” handphone itu nyaris jatuh dan aku terkejut. Secara spontan kaki ku menginjak rem dengan kuat.

BRAK!!

Aku kaget dan melihat kearah belakang.

“jagi, ku tutup dulu ya. nanti ku telpon!” kataku cepat sambil melepas seftbelt ku. ku tutup telpon dan membuka pintu mobil.

“ya! kenapa ngerem mendadak!?” seorang wanita muda terlihat marah padaku.

“oh mianhe.. maaf, aku sedang menelpon” aku melihat sebuah motor terbalik dengan pecahan kaca spionnya yang bertebaran dijalan. Ku lihat juga belakang mobil ku penyok.

“menelpon!?? Itulah kebiasaan, udah tau dilarang menelpon sambil nyetir, masih ngeyel! Aku tidak mau tau, kau tanggung jawab! Aku bisa dimarah umma bila tau motor ku rusak begini” wanita itu masih marah-marah padaku.

“ada apa noona?” seorang polisi menghampiri kami.

Aishhh, polisi?? Huhh.. kalau gini bakal panjang nih. Pikirku

Aku masih diam, sedangkan wanita itu menceritakan kejadiannya pada polisi itu. lalu polisi itu melihat motornya dan mobilku, mencatat platnya dan menghampiriku.

“tuan, bisa ikut aku kekantor polisi diujung sana?”

“ta..tapi. aku akan bertanggung jawab. Aku tidak akan lari, tidak perlu kekantor polisi” aku tergugup menjawab.

“oh mianhe tuan, tapi kami juga butuh beberapa keterangan. Mari noona, ikut saya. Nanti motor anda akan diurus teman saya” jelas polisi itu.

Akhirnya aku membawa mobilku mengiringi motor polisi yang sedang membonceng wanita muda pemilik motor itu.

Dikantor polisi, kami memutuskan untuk berdamai, aku akan bertanggung jawab terhadap kerusakan motor wanita itu. polisi mengambil beberapa keterangan dari kami. Saat itu kulihat 2 orang polisi memegang seorang wanita lewat disebelah ku, wanita itu berlari menghampiri seorang pria. Entah mengapa mata ku terus memperhatikan wanita itu.

Lee hyunji?? Benarkah dia?

“ah, maaf apa ini sudah selesai? Saya harus pergi” kata ku pada polisi didepan ku itu. dia mengangguk dan aku pun berpamitan pergi.

Aku segera berlari keluar mencari wanita dan pria tadi. Ku lihat mereka berjalan menuju kesebuah motor.

“LEE HYUNJI!??” teriak ku memanggil.

Wanita itu menoleh, ada kekagetan diraut wajahnya. Namun dia langsung membuang muka. Aku masih berusaha menyusulnya dan kemudian memegang tangannya.

“hyunji?? Ini kau??” pria disampingnya melepaskan tanganku dan menarik hyunji. Sebentar hyunji melihatku sinis. Ada kebencian dimatanya.

“heh! Sopan donk!” ujarnya sinis padaku.

“ehh maaf, hyunji…” hyunji langsung menarik pria itu dan naik kemotor. Pria itu menoleh padaku sinis. Dan hyunji tidak menoleh padaku lagi. namun aku segera berlari menuju mobilku dan mengikutinya diam-diam sampai kesebuah rumah kecil. Ku lihat dia masuk bersama pria itu.

“siapa dia? hyunji kan anak tunggal”

** hyunji pov **

Sesampainya di rumah aku segera masuk dan membanting pintu kamar ku. donghae mengejar ku,

“hyunji-ah.. kenapa?? Lelaki itu!??” donghae terlihat marah bertanya dengan nada tinggi.

“jangan ganggu aku oppa!!” teriak ku dari dalam.

Namun ternyata donghae membuka pintu dan menghampiri ku, “kau kenapa?” tanyanya dengan nada yang agak pelan.

“ne, aku tidak apa2” aku emnggeleng lemah sambil menunduk.

Donghae memeluk ku sama lembutnya dengan suaranya, “apa pun itu tenanglah, semua akan baik-baik saja, aku akan terus menjaga mu.. sekarang istirahatlah” donghae melepaskan pelukannya dan mengelus kepala ku sebelum pergi keluar kamar.

Aku hanya memandangi punggungnya, dan menunduk lagi. tiba-tiba tanpa ku sadari air mata jatuh di pipiku,

“arghhhh…” geram ku lirih tertahan.

“aku benci.. aku benci…. Aku benci…. Kenapa dia muncul!!? Aku benciii…” aku terus mengucapkannya berulang kali. Rasanya dada ku sesak… “arghh… benciiiii!!!!”

** onew, kamar **

Aku membuka semua laci dan lemari..

Aishh dimana ya??

Ku bongkar semua isi lemari ku.. namun yang ku cari tidak juga ku temukan.. kamar ku sudah berantakan, baju berhamburan dimana-mana. Aku terduduk lemas menyender dipintu lemari yang sudah ku tutup.

Dimana sih? Apa sudah ku buang ya..perasaan aku menyimpannya.. aku terus berpikir sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

Mataku menatap kearah tempat tidur. tiba-tiba aku teringat sesuatu. Dengan gesit aku menuju tempat tidur dan mengangkat kasurnya. Dan benar, disudut dipan ada sebuah kotak persegi panjang kecil berwarna putih susu.

“nah ini dia…!” aku mengambil kotak itu. merapikan kasur dan duduk diatasnya. Ku buka kotak itu.

Sebuah kalung emas putih dengan liontin berbentuk bintang ku pegang dan ku pandangi dalam. Kalung ini adalah hadiah yang ku persiapkan untuknya di ulang tahunnya yang ke-18, namun karena suatu hal, kalung ini tidak pernah sempat ku berikan pada nya, hyunji.

Tiba-tiba semuanya kembali berputar dikepalaku, seperti sebuah film…

_flashback, author pov_

Sepasang remaja dengan seragam putih abu-abu sedang bercanda dikantin sekolah, dihadapan mereka terdapat 2 mangkok ramen dan es jeruk yang masih penuh.

“oppa.. klw kamu gangguin aku terus kapan kita makannya!??” hyunji mengerucutkan mulutnya memandang ramen dan es jeruk didepan mereka, pura-pura cemberut.

“liat kamu doank aku da kenyang jagi..” goda onew sambil tertawa.

“halahh.. ga lucu! Gombal aghh kamu!” hyunji ikut tertawa sambil menggetok pelan jidat onew dengan sendok yang dia pegang.

“ya udah.. makan makan. Ramennya keburu dingin nih, hayo cepet abisin, tar lagi bel masuk loh” onew dan hyunji mulai menghabiskan ramennya.

**

“oppa!! Tungguu.. jalannya cepet banget sih, tau deh kakinya panjang, haha” hyunji berjalan lebih cepat menyusul onew. Onew menoleh kebelakang dan berkata “hayooo jagi mungil cepet ahh.. jalan donk jalan! Jangan ngesot..” lagi-lagi dia tertawa. Hyunji berlari dan menarik tasnya.

“aishh kurang ajar kamu ya… oppa usil!! Oppa bandel!! Mungil2 kamu suka kaaannn~??” godanya.

Onew tersenyum penuh melihat kelakuan hyunji yang menggemaskan, dia mencubit pipi kanan hyunji “iyaaaa~ aku suka banget!! Haha.. udah yuk, becanda mulu nih” dia langsung merangkul pundak hyunji dan berjalan bersama menuju mobil onew diparkiran sekolah.

Hyunji dan onew berpacaran sudah cukup lama. Mereka berkenalan di smp (kelas 8/2smp), saat itu sungminlah (teman sekelas hyunji yang juga 1 klub sepak bola dengan ku) yang menjadi perantaranya, dan hubungan itu terus berlanjut hingga kini (kelas 11/sma kelas 2. Hubungan mereka benar-benar membuat orang-orang yang melihatnya iri, mereka selalu tampak ceria, kompak dan bersemangat bila bersama. Bergurau, saling usil mengganggu atau menggoda menjadi makanan mereka sehari-hari. Itulah yang membuat hubungan mereka awet dan tidak membosankan.

Onew selalu memperhatikan hyunji dengan baik. selalu memberikan yang terbaik buatnya.. mereka memang terlihat serasi, onew yang keren dan tampan, hyunji yang cantik dan mungil dengan rambut panjang tebal bergelombangnya.

**

“annyeong oppa!! Kangenn..” hyunji sumringah menatap layar handphonenya.

Dilayar itu terlihat onew yang sedang tersenyum padanya, “huaa..sama jagi.. aku juga kangen, kamu sehat?”

“ne oppa, aku sehat2 saja. Oppa sendiri gimana, kapan pulang ke seoul??”

“aku juga baik2 aja, mm, aku disini masih seminggu lagi jagi..”

“mwo!?? Lama bangettt >< kan sudah 2 minggu, masa mau nambah 1 minggu lagi, ahh kamu tuh ga kangen aku ya?? jangan2 kamu da punya cew baru dithailand ya?” hyunji memasang tampang cemberut. Onew tertawa melihatnya.

“idihh ni anak apa-apaan sih! Ngarang deh.. aku kan cuma liburan sama teman2 kecil ku sayangg, kapan lagi. sudah lama kami tidak berkumpul, sekalinya reuni dan liburan bareng ya dipuas2in aja.. gpp ya, ayolah jangan ngambek, cepet tua loh!! Tu tuh ada keriput tuh dibawah mata” onew berusaha menggoda hyunji.

“ahh, boong ah! Aku cubit nih!”

“week, ga bisa. Kan kita via video call, kamu puasa cubit aku ya yankkk..hehe” hyunji malah tertawa mendengar gurauannya.

“ya udah, met liburan ya oppa, jangan lupa oleh2 untuk aku. I miss u oppa”

“I miss u hyunji-ah, saranghae” onew berkata dengan nada lembut.

“saranghaeyo lee jinki” ^^ telp, itu langsung ditutupnya.

**

“oppa, akhir2 ini sejak kepulanganmu dari thailand itu, aku diacuhkan” ujar hyunji suatu hari saat mereka duduk ditaman sekolah.

“mwo!? Kapan aku pernah mengacuhkan mu jagi?” onew malah heran dan bertanya balik.

“ya.. maksudnya kamu lebih sering berkumpul dengan teman2 mu itu dari pada aku, sungim aja bilang kamu mulai susah diajak latihan sepak bola.. benarkah??”

“ahh, aku latihan koq, tapi 2 pertemuan kemaren aku memang tidak ikut latihan sih. Hmm, eh jagi kapan2 kita kepantai lagi yuk..” onew berusaha mengalihkan pembicaraan.

“pantai!??” tiba-tiba hyunji terlihat bersemangat. Ya dia memang menyukai pantai. Dan kami sering kepantai itu sekedar duduk di dermaga, ngobrol dan bercanda sepuasnya.

“ne, sudah lama kita tidak kesana”

“mau oppa! Kapan!??” tiba2 hyunji memegang tangan onew dengan kedua tangannya dengan bersemangat. Onew tersenyum melihat tingkahnya yang terlihat seperti balita dapet ice cream.

“nanti sore mw?”

“mw mw!!” hyunji bersorak riang.

** hyunji pov **

Aku benar-benar tidak menyangka, semua akan jadi begini. Ini dimulai saat kami kepantai beberapa minggu yang lalu, onew mengajak ku mencoba memakai narkoba suntik, sungguh aku kaget, sebelumnya dia tidak pernah seperti ini, ternyata dia mendapatkannya di Thailand semasa liburan. Dia bilang ini tidak apa-apa dan akan menyenangkan. Entah kenapa aku menjadi bodoh saja dan mengikuti keinginannya. Saat itu benar-benar menyenangkan, aku merasa fly.. kami merebahkan diri didermaga, semua terasa ringan..

Onew kemudian terus mengajak ku, bahkan dia akhirnya mengenalkan ku pada teman2nya (yang menjerumuskannya saat liburan di Thailand), kami menjadi kacau dan semakin kacau. Sampai suatu kemaren ibunya tiba-tiba dating menemuiku dan memarahi ku, dia menuduhkan semua kepadaku, karena aku onew menjadi rusak, karena aku rusak, dan onew terjerumus, semua karena aku. Dan dia melarang ku untuk berhubungan lagi dengan putranya. Dan benar saja, sejak saat itu aku tidak tau onew dimana. Rumahnya dijual, sekolahnya dipindahkan (dan pihak sekolah tidak memberitahuku), onew tidak di seoul lagi, dimana dia? nomornya tidak pernah aktif lagi. padahal dia tidak berkata apa-apa padaku (kecuali kedatangan ibunya itu). padahal sebentar lagi ulang tahunku yang ke-18. Kenapa?? Kenapa dia hilang meninggal kan ku begitu saja? Tanpa kata apapun. KENAPA!?!?

Aku duduk memandang sebuah kalender, pada tanggal 14 terdapat tulisan “my birthday”. Ulang tahun ku?? ulang tahun pertama ku tanpanya sejak 5 tahun terakhir. Aku tidak bernapsu lagi!! sungguh aku tidak memiliki semangat hidup lagi.

_end flash back_

**keesokan harinya, onew pov **

apa yang dilakukan hyunji?? Kenapa dia bisa ada dikantor polisi?? Siapa pria itu? pacarnya kah? Suaminya kah??

Aku terus larut dalam pertanyaan2 itu.

Sorry sorry sorry nega~ (RT)

“annyeong yunah..”

“oppa.. hari ini kepercetakan ya, kita pilih undangan yang bagus” suara yunah yang lembut dan manja terdengar riang ditelinga ku. aku tersenyum sendiri.

“ne jagiya~ tunggulah, aku akan bersiap sekarang”

“oh, ne oppa. Jangan lama ya, aku tunggu”

“ne jagi, tutuplah telponnya sekarang”

“ne oppa, saranghae”

“saranghaeyo yunah~” yunah menutup telponnya.

Aku segera beranjak ke menuju lemari, mencari baju apa yang ingin ku pakai nanti.

** author pov **

Beberapa tahun yang lalu, orang tua onew memutuskan pindah kekota lain. Sekolah onew, rumah semua dipindahkan, tanpa meninggalkan jejak. Orang tua onew sangat marah menyadari kondisi onew yang sakau dikamar. Mereka berpikir semua itu karena pengaruh hyunji pacar nya onew. Pasti hyunji itu yang membuat onew begini. Selama ini mereka merasa telah mendidik onew dengan baik, mereka selalu memberikan yang terbaik, pendidikan yang baik, dan pergaulan yang baik.

Mereka pindah kesebuah kompleks perumahan. Masing-masing rumah saling berhadapan, ditengahnya ada sebuah lapangan basket dan tenis.

Sore itu, onew bermain basket ogah-ogahan, dia hanya bosan berkurung dirumah jadi memutuskan untuk bermain basket didepan rumahnya.

Onew bermain asal-asalan dan saat akan melempar bola, dia selip sehingga bola itu terlempar kearah jalan. Dan…

Mengenai tangan seorang cewek yang baru saja turun dari mobil sambil menelpon. HP yang dipegangnya jatuh. Dan dia membelalak kaget.

Onew pun terkejut dan segera menghampirinya. Lebiih terkejut lagi saat dia melihat sebuah HP jatuh bertebaran di aspal. Cewek itu menatapnya tajam.

“KAUUUU!!” geramnya menahan marah.

“maaf sungguh aku tidak sengaja” onew meminta maaf dengan nada datar.

“mwo!? Semudah itu?? kau sudah menyebabkan HP ku jatuh dan hancur!” cewek itu meninggikan suaranya yang halus.

Onew memperhatikan cewek itu, cewek ini cantik. Meski dia marah dia tetap terlihat manis. Tapi apa pedulinya! Pikirnya…

“so? Mw apa? ganti?” aku berkata masih sedater mungkin.

“MWO!?? Segitu santainya?? Tidak merasa bersalah ya? ya gantilah.. aku tidak mau tau”

“oke ku ganti. Katakan saja berapa”

Aishhh.. sombong sekali cowok ini… pikirnya geram.

“tidak ganti dengan HP yang sama seperti itu, bukan uang! Aku tidak butuh, aku juga punya! Arraso?”

“oh, gampang. Dimana rumah mu? Malam nanti HP itu sudah ada digenggaman mu lagi”

“itu rumah ku, kita sebelahan. aku tunggu! Dan jangan lari atau ku laporkan kau ke polisi, tetangga baru!” ketusnya sambil menunjuk kea rah rumah.

“oh,itu! baiklah. Siapa namamu? Tidak lucu aku datang mencari mu tapi berkata itu loh cewek yang HP nya ku jatuhkan dengan bola, haha” tiba-tiba onew tertawa.

Heh?? Apa ini lucu?? Kenapa tiba2 dia tertawa??

“TIDAK LUCU! Panggil aku YUNAH!!” yunah menegaskan, dan langsung meninggalkan onew menuju ke rumahnya.

**

Awal yang buruk memang, tapi siapa disangka, sejak itu yunah menaruh simpati pada onew yang akan masuk ke panti rehabilitasi narkoba. Sejak itu mereka berteman, onew juga mulai terbuka menerimanya sebagai teman, namun lama-lama kedekatan dan rasa simpati yunah, menimbulkan rasa yang berbeda. Begitu juga onew, perhatian yunah, mengisi kekosongannya sejak menghilang dari hyunji. Setelah menjalani rehab, mereka pun berpacaran.

Sifat yunah yang lembut sopan dan perhatian membuat orang tua onew menyukainya. Hubungan mereka terus terjalin, hingga ke perguruan tinggi, dan sekarang, mereka memutuskan bertunangan dan mulai mempersiapkan rencana pernikahan.

Mulai dari mencari gedung yang pas, memilih catering yang bagus, dekor, menjahit gaun dan jas, kepercetakan memesan undangan, dan lain sebagainya.

** percetakan **

“oppa, yang ini bagus loh” yunah menunjuk undangan berwarna merah dengan desaign minimalis anggun di album.

“ahh, jangan yang itu jagi.. yang lain saja lah” mereka masih membolak balik kan album itu, memilih undangan yang tepat.

“eh yang ini bagus oppa, warna birunya soft” yunah menunjuk sebuah undangan lagi.

“wah, nyonya pintar memilih ternyata, undangan yang itu memang bagus, banyak yang memesannya, kesannya mewah, cocok untuk resepsi yang megah seperti konsep resepsi yang barusan nyonya ceritakan” jelas pemuda didepan kami, dial ah yang nantinya akan menyiapkan undangan kami.

“ah, tapi aku tidak suka. Yang lain yunah, kan masih banyak” onew mengambil album itu dari tangan yunah dan mulai melihat2 contoh undangan lainnya.

“ini! Ya ini bagus” onew menunjukkan sebuah undangan framae berwarna putih minimalis dari bahan kertas daur ulang yang kokoh. Meski dari kertas daur ulang, undangan itu tetap terlihat indah, tidak murahan.

“wahh, selera tuan tinggi juga. Meski dari kertas daur ulang, undangan ini memang bagus, kokoh dan tebal. Selain itu, saat undangan didalamnya diambil, pemiliknya bisa menggantikannya dengan foto, undangan ini memang ramah lingkungan dan multifungsi tuan”

Yunah mengangguk saja, tidak dipungkiri pilihan tunangannya itu memang bagus.

“berapa harganya??” Tanya onew.

“cukup mahal memang, tapi saya beri anda diskon bila memesan banyak. anda butuh berapa tuan??”

Mereka terus berunding harga, sampai mencapai kata sepakat. Onew dan yunah membuat tulisan di sebuah kertas.

L©J

Lee Yunah & Lee Jinki Wedding Party

** TBC **

“nahh.. gimana? Udah kebayang jalan ceritanya?? Memang dipart. 1 ini belum terlihat konfliknya. Ini part. Pengenalan cerita. Jadi itu loh asal mula tokoh. Tapi beberapa tokoh memang belum keluar di part ini, seperti sunny dan taemin. nantilah ya, sabar aja.. hehe oiah, mohon komentarnya yah, yang udah baca gomawo~.. mian FF nya jelek” ^^

Author : chana2min

2 Tanggapan to “IT HAS TO BE YOU PART.1”

  1. melialasmana 2 Oktober 2010 pada 12:36 PM #

    uaaaaa lanjutkan lanjutkan!!
    apaan yah masalahnya?? kekekek~~

    • SooHee 9 Februari 2011 pada 3:54 PM #

      setuju sama melia…lanjutkan🙂 sudah tidak sabar ahhhhh hwaiting^^v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: