SAD STORY -After story-

11 Nov

Cast : lee sungming, lee heera, cho kyuhyun, kim kibum, n all member super junior

Genre : sad romance

Lee heera memegang perih dada nya yang sakit dan sesak. Didepan nya terdapat sebuah layar televise yang bergambar hitam pekam… dia baru saja memutar vcd yang berisikan pesan terakhir sungmin sebelum kejadian yang meregut nyawanya itu.

Heera hanya terduduk lemas tidak berdaya, tangisnya terus turun terisak, kaki nya seolah tidak bertenaga…

“chagiya~~~ I do chagiya~ tapi kenapa kau meninggalkan ku??” rintih heera terbata.

Air mata nya tidak pernah berhenti, dia benar2 menyesali semua kejadian itu.

“OPPA!!! OPPA!!! KENAPA KAU DATANG OPPA?? KENAPAAA??” pekik nya histeris menatap langit2 rumah itu? Berharap kekasihnya yang telah pergi mendengarkannya… Menjawabnya…

“oppa…… kenapa semua ini terjadi oppa?? Andai kamu ga datang, mungkin kita masih bisa bersama oppa… atau minimal, biarkan aku yang mati di tangan mereka….” Lirih heera meratap

*flashback*

“yoboseo??” sungmin mengangkat telpon itu tidak sabar. Berharap itu adalah heera, kekasihnya yang tiba2 menghilang.

“kau mencari wanita ini???” seringai seseorang diseberang sana.

“oppa… oppa… jangan dengarkan dia! Ahhh!” samar2 suara heera terdengar di telepon.

“nuguya??”

“kemarilah, kita harus membicarakan beberapa hal penting!! Atau…”

“neo..jeongmall… apa mau mu? Tanya sungmin dingin.

“atau wanita mu ini tidak akan pernah kembali kehadapan mu! S E L A M A N Y A !!” tegas si penelephon.

“OPPA!!!! Jangan dengar kan dia oppa, plizzz” teriak heera disana terdengar panic.

BRAK!!! “AWWW!!” heera berteriak, kemudian terdengar beberapa orang dibelakang si penelepon seolah membekap mulut heera.

Jantungku berdebar kencang dan panic.

“kau dengar!?? Kami tidak main main!”

“Arasseo.. jangan sentuh dia atau aku akan membunuhmu..” desis sungmin dan menutup telephon.

Jangan sentuh dia.. jangan sentuh dia… jangan sakiti dia…..

Jangan sakiti heera ku….!!

kalimat itu berulang kali menghantui pikiran sungmin. Dia marah, sangat marah panic dan takut. Tapi dia berusaha menutupi perasaannya dihadapan semua member suju dan yeoreum, namja-chingu donghae yang terakhir kali bersama heera.

***

Aku disekap disebuah ruangan seperti gudang yang gelap. Badan ku terikat kuat disebuah kursi kayu. Pria yang tadi menelepon oppa terlihat mondar-mandir memandangi ku. Mulut ku kini ditutup oleh lakban hitam. Aku mulai lemah kehilangan tenaga karena terus memberontak.

Saat tadi aku berteriak2, pria ini marah padaku dan menendang badan ku seolah aku ini binatang.

“KENAPA KAU BERTERIAK SEPERTI ITU BABO!??” bentaknya sambil menampar wajah ku keras hingga sudut bibir ku berdarah.

“KAU MAU APA DARI KAMI!??? JANGAN LIBAT KAN OPPA!! HADAPI SAJA AKU!!” teriak ku keras.

Dia tersenyum licik dan merenggut mulutku kuat, “SIAPA SIH KAU, BISA APA KAU WANITA LEMAH!! LAGI PULA INI TIDAK ADA URUSANNYA DENGAN MU, KAU CUMA PANCINGAN KAMI AGAR PRIA ITU DATANG KEMARI!!”

“apa mau mu padanya???” Tanya ku ketus.

“kau tau, perusahaan ayahnya telah membuat ku gulung tikar!! Aku tidak terima, ini pasti ada sesuatu, tidak seharusnya semudah itu dia menggelincirkan ku seperti ini! kalian tau rasanya kehilangan segalanya??? Akuuuu… akan m e m b a l a s d e n d a m… hahahahaaa” pria ini tiba2 tertawa syco!

“arrrrggghhhh!!!” hentak ku marah sambil menendangnya. Dia mundur dan terlihat marah, dia menyuruh anak buahnya menjatuhkan ku. 2 orang mendekatiku, sedangkan pria itu menyalakan sebatang rokok dan hanya melihat ku, seseorang menutup mulut ku dengan lakban. Dan seorang lagi menampar ku lagi dan memukul bahuku keras hingga aku dan kursi ku jatuh kesamping.

Badan ku terasa sangat sakit, terutama wajah ku yang berdarah dan bahuku. Aku pun meringkuk menangis… aku ketakutan.

‘oppa… jangan kesini, ku mohonn… ku mohonnn… meski aku takut…’ rintih ku dalam hati.

‘oppa… aku benar2 takut oppa…. Aku sangat takuuuut… hikzz…..”

BRAK!!! Tiba2 pintu gudang ini terbuka kuat, 2 orang pria berbaju hitam (sama seperti semua pria yang ada disekitar ku) memegangi kedua tangan sungmin.

“OPPA??”

“HEERA???” sungmin terlihat kaget dan panic melihat ku, dia ingin menghampiri ku namun ke2 pria itu menahannya.

“AHJUSSI HYUN JU! KAU APAKAN HEERA?? SUDAH KU KATAKAN JANGAN MENYENTUHNYA!???” bentak sungmin keras kearah pria yang ternyata bernama HYUN JU itu

“hahhahaaa… sudah ku tebak umpan ini akan berhasil. Kau benar2 datang menjemput kekasih mu itu ya??” pria itu melemparkan puntung rokok nya kearah ku.

“aghh…” aku menggeliat menjauh karena puntung rokok itu jatuh tepat 5cm didepan wajahku.

“KAUUUUUU!!!” geram, sungmin marah, dia memberontak dan memutar tangan ke2 pria yang memegangi tangannya sedari tadi. Kedua pria itu melompat dan terjatuh. Beberapa pria lagi mulai mendekatinya, namun dengan sigap sungmin oppa menangkis serangan mereka dengan ilmu bela dirinya.

Tidak mudah bagi sungmin oppa menjatuhkan mereka sekalipun dia berada disabuk senior. Dia sendiri, dan mereka ber 7 mengeroyoknya. Sungmin oppa mulai terlihat kewalahan.

Aku semakin ketakutan melihat oppa ku dipukul dan ditendang oleh mereka dan berusaha berteriak… “emmmm…emmmhhhh….!!”

Ahjussi itu melihat ku dan menyeringai, dengan kasar dia membuka lakban di mulutku.

“aww…!!” rintih ku menahan sakit dan mulai menggeliat pelan mendekati sungmin oppa yang masih berusaha melawan ke 7 pria itu.

“oppa!! Oppa!!! ANDWAEEE!! Hentikann!! Hikzz.. hikzz.z…. hentikan semua ini!! HENTIKANNNNNNN!!” tangis ku lepas. Sesegukan.

Aku masih menggeliat2 berusaha menyeret kursi kayu ini kearah sungmin oppa, dia terlihat mulai lemah dan kehabisan tenaga, ke 7 pria itu mulai mengeroyoknya

“oppaaaa!!” teriak ku… sungmin pun jatuh kelantai, tapi beberapa pria masih menendangnya.

“hentikan… ku mohon… hentikannnn…..” aku merengek tanpa memalingkan mataku dari sosok sungmin yang berantakan dan berdarah. Dia pun menatapku ketakutan.

Sosok sungmin oppa ku yang selalu kuat, selalu tenang, kini tidak bisa menutupi ketakutannya..

perihh… rasa nyeri ku melihatnya di keroyok lebih sakit dari pada sakit dan luka disekujur badanku.

“oppaaa” aku berusaha menggapainya… namun ahjussi itu menginjak kursiku, menahanku sehingga aku tidak bisa maju lagi…

“lepaskan oppa… ku mohonnnn” mohon ku pada ahjussi ini.

“oke oke… ku lepaskan kau, lagi pula kalian sudah sama2 lemah, bisa apa?? Lepaskan mereka!” perintah ahjussi kepada anak buahnya.

Mereka melepaskan kami, begitu juga ikatan ku dari kursi, dengan tertatih aku merangkak menuju sungmin oppa yang masih memangdangi ku namun tidak bergerak. Dia seperti bicara, namun tidak bersuara.

“oppa….oppaaaa” aku berusaha kuat untuk duduk dan memeluk nya. Ku rebahkan badannya di pelukan ku.

“oppaaaa… kumohon bertahanlah… kumohon oppa…” isak ku. Saking derasnya tangisku, air mata ku jatuh diwajahnya.

Oppa tersenyum lemah, “ani! Dengarkan aku… lari lah dari sini, selamatkan dirimu.tinggalkan aku yah”

“tidak oppa, aku tidak akan pernah melepaskan mu dari pelukan ku, kita harus keluar bersama, aku akan mengeluarkan mu dari sini… kau terluka parah oppaaa… hikzzz” isak ku, aku panic dan melihat sekeliling. Namun tangan sungmin oppa menyentuh pipi ku yang terluka.

“ini pasti sakit sekali iah?? Mianhee chagiya~ mianheee… karena aku kau begini, mianheee….” Aku menatapnya diam. Aku melihat air mata mulai jatuh dipipinya.

Seumur2 aku belum pernah melihat oppa ku menangis, tidak, mungkin tidak pernah didepan kami, tidak pernah menangis didepan siapapun. Dialah penenang di super junior, saat semua menangis, dia menenangkan dan tersenyum, berusaha menghibur mereka. Hanya dia.. tapi kini, aku melihat air mata jatuh dari sudut matanya, dan dia mulai terisak.

Perih didadaku terasa lagi. Aku tidak tahan dan memeluk nya erat, “oppaaaa…. Bertahan ku mohon”

“chagiya~ my princess, dengarkan aku…” ucapnya lembut.

“ani ani!! Ku mohon oppa… bertahan plizzz” aku menggeleng2, entah kenapa perasaan ku semakin tidak enak.

“shhhtt…shhhttt… dengarkan aku sayang,,,” ujarnya lembut, “maaf telah melibatkan mu, aku ingin kau baik2 saja, keluarlah dari sini dan hubungi hyung dari ponsel ku… mian chagiya~ mianhee… tapi aku mencintai mu, selalu mencintaimu…” ujarnya lemah.

“oppa??”

“saranghae-yo heera… gomawo… jangan lupakan aku, aku cinta ka..mu” sungmin menutup matanya pelan. Tangis ku terhenti, aku diam seribu bahasa menatapnya bingung. Aku menoleh kekanan dan kekiri, tidak ada siapapun lagi diruangan itu kecuali aku dan oppa.

“oppa??? Oppa??” panggil ku sambil menepuk pelan pipinya yang basah karena air mata.

“SIAPA PUN?? TOLONG AKU!! TOLONG!!” teriak ku berharap seseorang datang. Aku kembali memandang oppa, matanya tertutup sambil tersenyum. “oppa?? OPPA!!!??? TIDAK OPPA!! OPPA BANGUNNNNN!!!” aku terus menggoncang2 tubuhnya yang semakin lemas.

“oppa?? Oppa..aa??” lirih ku, aku pun memeluknya kuat dan menangis. “saranghaeyo oppa, saranghaeyooo… hikzz”

“HEERA!!??”

“HYUNG!!!??”

Kudengar beberapa orang datang dan memanggil kami, aku tau itu mereka… super junior oppa-deul… tapi aku tidak mengalihkan pandanganku sedikitpun dari wajah sungmin oppa yang ada dalam pelukan ku sambil menangis.

*end flashback*

Tau kah kau perih nya saat melihat kekasih yang sangat kau cintai dipukul tepat dihadapanmu…

Tau kah kau perihnya nya saat mendengar rintihan sakit dari bibir orang yang kau cintai….

Apakah kau tau rasa perihnya saat melihat orang yang kau cintai itu terkapar tidak berdaya dengan badan penuh luka….

Apakah kau mengerti perih takut dan sesaknya, saat kau menyadari dia akan pergi…

Pergi jauh dari mu dan itu karena dia ingin menyelamatkan mu… karena dia begitu mencintaimu sehingga tidak memperdulikan keselamatannya….

Apakah kau mengerti rasa sakit ku, saat dia berkata “aku sangat mencintai mu” sebelum dia menutup matanya untuk selama2nya…

Apakah kau mengerti rasanya??? Saat kau memanggil namanya, namun tidak akan ada lagi jawaban darinya…

Saat kau memeluk dan berusaha menyadarkan nya, dia tidak akan pernah kembali lagi… dan semua proses itu kau lihat dengan mata kepalamu sendiri…

Apakah kau mengerti perasaan ku???

Aku sakit, perih, takut dan hancur seketika!!!

Tidak pernah bisa ku terima, kekasih ku yang selama ini tersenyum untuk ku, selama ini selalu disisiku, menggoda ku dan membuat ku tertawa… kekasih ku yang selalu menyanyikan lagu2 indah dengan gitar kesayangannya pergi untuk selama2nya, dan itu untuk menyelamatkan ku…

“oppa, kenapa kau tega meninggalkan ku seperti ini??” isak ku. Aku memandangi ruangan ini, ruangan tv di dorm kami, yah, dorm yang dipersiapkan sungmin oppa untuk kami setelah menikah nanti. Ya dia sudah melamarku T.T

tiba2 saja aku teringat hari itu…

“would you marry me??” Tanya sungmin tiba2.

Aku yang sedang asik menekan tuts stick PS kyu kaget dan terdiam, aku langsung menoleh padanya, “mwo!? oppa?? Kau bilang apa??” Tanya ku penasaran. Apa mungkin aku salah dengar? Tidak mungkin dia melamar ku dalam keadaan seperti ini. kami sedang seru2nya adu moto GP loh (??)

dia melepaskan stick PS nya dan meraih ke-2 tangan ku, “lee heera… mau kah kau menikah dengan ku??”

“oppa?? Kau serius?” aku membelalak tidak percaya. Oppa, jangan bercanda dengan kalimat itu.. ga lucu >o<

“apa aku terlihat tidak serius chagiyaa?? Aku mencintai mu, aku tidak bisa tanpa mu lagi, mau kah kau menikah dengan ku?”

“ani!! Ahh.. maksudku.. babo kau!” dengan gugup aku menjitaknya dan tertawa kecil, “oppa, lamarlah aku dengan formal. Aku tidak mau begini, masa lagi asik main PS tiba2 kau melamarku, ga lucu, hehehe” sungmin cengo.

Yaelahhh ni cwe, gw da serius2 dia malah ketawa, ckck… (-___-“)

“haha… iya juga sih, abis gimana, hati ku bilang sekarang ya sekarang. Jadi bener nih aku boleh melamar mu dengan formal??” goda sungmin oppa padaku sambil menyenggol2 bahu ku dan mengambil stick PS nya lagi.

“ah.. ne.. aku tunggu hari itu oppa, tapiii…..”

“tapi??”

“tapiii…. Aku mau kau menyanyikan sebuah lagu untuk ku saat itu” aku kembali menatap tv sambil tersenyum manis, pipi ku merah merona karena menahan malu. >///<

“ahhh.. ne, aku akan melakukan yang kau mau.. ahh..chagiyaaa!! Sekarang aku harus menabung banyak sayang, aku ingin membeli kan mu sebuah dorm yang cantik untuk kita nanti, aku juga ingin menabung, aku ingin kau bahagia dari uang hasil keringat ku sendiri, bukan orang tua ku.. aigoo, aku tidak sabar!!” ucapnya bersemangat dengan ceria seperti anak kecil.

Aku pun tertawa senang melihatnya.

*end flashback*

Dan inilah dorm itu, dorm kami yang mulai kami isi furniture sedikit demi sedikit.

Di sini kami sering bermain game bersama, terkadang oppa-deul dari super junior berkujung dan ikut bermain bersama kami, disini juga aku lihat keakraban mereka,terutama kedekatan oppa dengan dongsaengnya kyuhyun…

Selama bersama mereka, tidak pernah sekalipun ku lihat mereka berkumpul tanpa senyum dan tawa. Tapi tidak disaat kepergian oppa. Semua menangis terisak, bahkan kyuhyun pun memeluk tanah basah dipemakaman oppa sambil menangis dan berkata,

“hyung, izinkan aku menangis hari ini… tapi setelah ini aku berjanji akan kuat untuk mu. Aku tau kau benci melihat orang2 yang kau cintai menangis kan? Bukan kah kau mencintai ku juga sebagai dongsaeng mu hyung?? Jadi izinkan hari ini aku menumpahkan kesedihan ku hyung, aku sungguh kehilangan mu… aku mencintai mu hyung”

Kulihat siwon oppa mendekati kyu dan memeluknya dari belakang, “kyu~”

Namun kyu oppa tidak menghiraukannya. Aku sendiri dipelukan kibum oppa masih menangis menatap makam kekasih ku.

“hyung~ kami akan menjaga heera, jangan mengkhawatirkannya… kau bisa tenang disana”

Mendengar kata2 kyu itu membuat tangis ku semakin deras. Kibum oppa pun memeluk ku semakin erat.

aku masih menatap ruangan ini tanpa beranjak, aku menatap 3 buah figura besar yang berjejer didinding dekat televisi.

Foto itu, saat dia tertawa, saat dia bernyanyi di sm town concert dan senyumnya yang manis itu. Senyum yang dulu selalu diberikannya dengan tulus.

Kini semua tidak ada… semua tidak akan pernah ada lagi!! T.T

“oppaaa~ aku merindukan mu, kembali lah plizz… aku belum sanggup”

***

Tanpa heera sadari seseorang terus memperhatikannya dengan wajah sendu, seseorang yang tidak bisa dilihat oleh heera, dia adalah

LEE SUNGMIN…

Dia datang dengan bayangan yang samar dengan raut wajah sedih dan cemas. Dia tau, seseorang masih membutuhkan nya disini, untuk itulah dia datang kembali tanpa heera sadari.

Sungmin mendekati heera yang sedang melihat rekamannya sebelum kejadian itu. Heera menangis terisak membuat sungmin sedih..

“chagiya~” panggilnya, meski ia tau heera tidak mendengarnya.

Dia mencoba menggapai heera, mengarahkan tangannya kearah pipi kekasihnya yang berlinangan air mata, namun dia tidak pernah bisa menyentuh heera. Wujudnya tidak nyata lagi… dan dia semakin merasa sedih menyadarinya.

“ku mohon jangan menangis lagi chagiyahhh~” bisiknya lirih ditelinga heera. Berharap meski tidak mendengarnya, heera bisa merasakan kehadirannya dan maksudnya.

Namun heera malah menatap nanar seluruh ruangan itu, dia tau, heera berusaha mengingat memory mereka bersama saat diruangan ini..

Sungmin tidak berhenti menatapnya, “ku mohon kuatlah heera, aku tidak bisa meninggalkanmu seperti ini” dia terus mencoba berkata. Namun heera tidak juga menyadari keberadaannya.

“ohh Tuhan, apa yang harus ku lakukan??” gerutu sungmin.

Dia pun melihat kearah televise yang masih menyala, dan dia pun menjentikan tangan kearah televisi itu, dan tv itu menyala kembali.

***

“heera~”

Heera kaget menyadari panggilan itu, dia kembali memperhatikan tv, ‘loh bukannya tadi udah habis?’ pikirnya heran.

“oppa~??” entah kenapa heera tergerak menjawab panggilan itu. Disana terlihat sungmin oppa, masih dengan baju seperti di video sebelumnya. Sungmin oppa terlihat tersenyum dan lebih damai.

“mianhe~ bukan maksudku, tapi aku tau kau kini menangisiku bukan?” senyumnya terlihat menjadi sendu.

“berjanjilah jangan pernah menangis, kau tau chagiyah?? Aku benci melihat air mata mu… aku tidak pernah ingin melihat kau sakit, susah, terluka dan bersedih seperti ini… aku tidak pernah tenang memikirkan mu…. Jadi berjanjilah padaku sayang, tidak ada air mata lagi…”

Zippppp…………………

Tv itu tiba2 mati, heera masih terdiam memandangi layar tv itu.

Oppa?? Ne.. benar, oppa pasti marah melihat ku seperti ini… aku tidak boleh membuatnya semakin sedih disana, aku tidak boleh menyusahkannya lagi… aku ingin dia tersenyum dari sana, bukan murung karena mengkhawatirkan ku…

Ne, aku tidak boleh seperti ini… aku menghapus air mata ku.

“ahhh… come on heera, kau bisa bangkit lagi..” aku mencoba membangkitkan semangat ku sendiri.

Aku berusaha berdiri dan tersenyum.. aku terdiam sesaat dan kembali memandang figura kekasih ku. Dan air mata ku mengalir kembali…

“oppa~ sulit oppa… tapi aku akan berusaha~ aku janji pada mu” janji ku pada foto itu. Aku masih menangis dan menutup muka ku dengan kedua tanganku. Mencoba menekan dan menahan sesak didadaku.

-ting tong.. ting tong-

Aku berusaha mengelap air mata ku, aku tau, mereka akan datang kemari mencari ku. Aku tidak ingin mereka melihat ku terus bersedih seperti ini, aku takut mereka mengkhawatirkan ku.

Aku pun berjalan kearah pintu dan membukannya..

“annyeong heeraaaaa~!!” tegur kyuhyun dan kibum oppa ceria.

Aku pun berusaha tersenyum, “annyeong oppa!! Ayo masuk, aku sedang berberes loh” aku berusaha mengatur suaraku sedemikian rupa agar mereka tidak tau aku baru saja habis menangis.

Ne, aku tidak akan menangis lagi oppa, aku janji padamu~ bisik ku dalam hati sambil melirik figura sungmin oppa sambil tersenyum.

***

Kami tau kau masih menangisi nya hingga hari ini heera~ah, meski kau berusaha menutupinya, kami masih bisa melihat setetes air mata disudut mata mu yang merah dan membengkak.

Tapi kami pura2 mengacuhkannya, kami sengaja tidak ingin membahasnya, kami ingin membuatmu kembali ceria seperti dulu, seperti saat sungmin hyung masih bersama kita dulu. X)

***

“wahhh… barang yang diruangan ini udah beres nih, yang lain mana oppa?” Tanya heera sambil mengangkuti beberapa kardus kecil kesudut ruangan.

“tau nih, tadi mereka bilang mau cari makan dulu dibawah” gerutu kyu sambil mengecek ponselnya, siapa tau ada sms dari hyung2nya.

“dibawah?? Ohh mungkin ke restorant shin men itu yah??” tebak heera.

“maybe yes. Kita susul aja yuk…” ajak kibum.

“hayuu… jangan2 mereka makan duluan nih” kyu tertawa pelan kea rah ku dan langsung beranjak kearah pintu. Heera mengangguk sambil tersenyum.

“yuk heera~” kibum oppa menyodorkan tangan kanannya padaku. Aku menyambutnya dan berjalan beriringan menyusul kyu keluar dorm.

~terus tersenyum chagiyah, banyak yang akan menjaga dan menyayangimu… saranghaeyo~

Lirih ku dengar suara berbisik… sontak aku menoleh kebelakang, yang terlihat hanya ruangan kosong tanpa siapapun.

“mwo-ya heera??” Tanya kibum heran.

“ah, ne… ayo kita susul kyu, oppa” kibum mengangguk dan melepaskan genggaman tangannya dari ku dan menutup pintu.

“hyung, heera… hayo cepet!!” panggil kyu. Kami pun berlari sambil tertawa menyusul kyu menuju lift di ujung sana.

‘aku tau oppa, aku tau itu kau… aku tau kau tidak pernah pergi dari sisi ku… terima kasih oppa, aku tidak akan mengecewakan mu lagi dengan tangisan ku’ ujar ku dalam hati sambil mengejar kyu dan kibum oppa yang mendahuluiku.

*** THE AND ***

6 Tanggapan to “SAD STORY -After story-”

  1. melialasmana 11 November 2010 pada 12:14 PM #

    Hiyaaaa~ jadi juga.. Kok sama Kibum? .____.
    Wakakakak~ xp

  2. song ji ri 2 Februari 2011 pada 5:43 AM #

    sebenarnya aku juga punya novel2 kaya gini… yang lagi proses judulnya LOVE OR KING…
    ini ga mempromosikan diri..
    tapi pemainnya juga member suju..
    kyuhyun(lee jun kyu)
    leeteuk(lee jun ki)
    siwon(lee jun won)
    choi min ho(lee jun ho)

    • cha_sungmin 4 Februari 2011 pada 8:45 AM #

      wahhh kayaknya bagus tuh chingu.. klw udah jadi minta link donk.. pengen baca.. hehee

    • miladiaELF clalu cyanxxx hae oppa and super junior... 30 Agustus 2011 pada 2:42 PM #

      aku pengen tau ceritanya kaya apa…

  3. miladiaELF clalu cyanxxx hae oppa and super junior... 30 Agustus 2011 pada 2:41 PM #

    aaaaaa…aku nangis…
    gak nyadar…aku udah ngabisin banyak stock tissue dirumahku gara2 cerita ni…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: