Dan Hujan pun Berhenti… (part.2)

15 Jan

Cr : novel berjudul sama, karya Farida Susanti

Cast : Super Junior : cho kyuhyun, donghae, siwon, kibum, sungmin, eunhyuk, kangin, heechul, eteuk

F(x) : victoria and sulli

Wonder Girls : hyelim (maknae)

SNSD : yoona

Editor/Rewriter : Cha_sungmin

Rating : PG-15

ATTENTION!!! SILENT READER PLEASE CLOSE THIS PAGE QUICKLY!!!


Dia… orang yang gue sayang dan sayang gue… dan dia pasti g akan ninggalin gue…

Kata2 gadis itu kembali bermain didalam pikiran kyu, melebur dadanya dengan kehangatan.

Anehnya ia mendadak teringat sosok sulli. Mengingat betapa ‘Hyelim-nya’ dia. Teringat betapa miripnya kata2 sulli dengan Hyelim dahulu. Fenomena yang aneh. Mungkinkah Hyelim-nya bereinkarnasi? Mungkinkah Hyelim memasuki jiwa cewek putus asa bernama sulli ini?

Semoga, itu benar. Artinya Hyelimnya kembali.

***

“gadis yang bunuh diri itu bernama Choi Jinri, atau biasa dipanggil sulli” kata Shindong seonsaengnim, “dia sekarang sudah diangkut ke rumah sakit diantar victoria, teman sekelasnya,”

Donghae yang mendengar nama yeoja tercantik se-wahutri itu disebut langsung menyikut Sungmin, mengingatkan minta kenalan. Sungmin berdecak lidah bergestur “iya deh iya!” walau raut nya tampak kurang rela cewek putih berambut bergelombang itu diserahkan pada Donghae.

“lagian…” Shindong seonsaengnim tiba2 tertawa janggal menatap kyuhyun, “ hahaa… memangnya orang seperti kamu perduli hal2 seperti itu Kyu?”

“Hah?” tanya Kyu kaget.

“kamu yang dengan pose tenangnya menghancurkan mobil orang seperti itu, mau perduli pada orang lain?? Hahaa”

Donghae, Sungmin, Kibum dan Siwon langsung melirik Kyuhyun dengan wajah pucat. Tapi Kyuhyun hanya tersenyum ringan menanggapi cemooh seonsaengnim nya, “hmm.. begitu ya,” gumamnya. Senyum evilnya menyeruak. Dan itu pertanda BAHAYA, sungmin lah yang pertama kali menyadarinya.

Bisa mati nih seonsaengnim, batinnya setengah panik.

“alahhhh… orang bukan kyu yang salah kok! Jangan maen tuduh gitu pak!” bela sungmin cepat, “kami yang menyuruh dia melakukan hal itu –menghancurkan mobil eunhyuk-!”

Kyuhyun tersenyum tenang melihat chingunya membela seperti itu, Huh dasar bego.

Dan keputusan Sungmin untuk membantah seperti itu tampaknya memang salah.

“DIAM KAMU SUNGMIN!!” bentak shindong seonsaengnim, “Bapak tau jelas kalian memang jagoan sekolah kalau masalah sok liar! APALAGI SI KYUHYUN! INI ANAK EMANG PALING BUSUK OTAKNYA!” tunjuknya kasar. “PALING KURANG AJAR! LIAR!!!” ia menggebrak meja.

Ruangan hening, hanya Kyuhyun yang masih tersenyum.

“Hahahaaaa…..” Kyuhyun terkekeh, “aduh liaaaarrr… liaarrrr. Kemana aja sih kamu liar?”

BUG!

“DASAR KURANG AJAR! PERNAH DIAJARI SOPAN SANTUN SAMA ORANG TUA MU TIDAK??” semprot seonsaengnim marah, berdiri dari kursinya. Melotot. Berkeringat. “Hhh… DASAR!”

Orang tua lagi, orang tua lagi….., Kyu mendecak. Kyu menggeleng-gelengkan kepalanya, mengontrol diri. Hatinya rasanya mendidih mendengar kata itu. Bisa2 dia benar2 ‘meliar’ kalau begini ceritanya!

“Tidak!” tanggap Kyu, masih dalam suara yang tenang.

“O~oh ya?” seonsaengnim meleleh melihat tanggapan simpelnya tersebut dan kembali keduduk dikursinya, “ada apa diantara kamu dengan orang tua kamu?”

Seluruh manusia diruangan itu menghela napas. Namun Kyuhyun hanya diam.

“Cho Kyuhyun?”

Kyu masih terdiam, tercenung. Matanya tiba2 kosong. Ia seperti terputus dari dunia sampai lupa menjawab pertanyaan seonsaengnim.

“CHO KYUHYUN! Saya skor kamu mau?? Cepat jawab!” ancam namja gemuk itu kehilangan kesabaran.

“YA!” Sindong kembali menggebrak meja.

Kyuhyun tersadar, “ng… nggak tau, sudah lama tidak bersama mereka, “ jawabnya akhirnya.

“Hah? Sudah lama tidak bersama mereka gimana?”

Kyuhyun langsung membuang muka mendengar pertanyaan itu.

“untuk apa seonsaengnim mengorek-ngorek kehidupan pribadi saya?” tanya Kyu.

“kalau saya menjawab jujur, apa bapak akan membatalkan hukuman saya?” tanya kyu balik.

“Tergantung apa alasan kamu menghancurkan mobil eunhyuk?” selidiknya.

“dia menuduh saya menghancurkan kaca mobilnya. Wajar saya balas dendam”

Shindong mengangguk-anggukan kepala mencoba memahami. “baiklah, saya terima alasan mu. Tapi, kamu harus ganti uang eunhyuk”

“uang dari mana?” potong Kyu, “kalau anda mau tau, saya kabur dari rumah. Saya rasa disitu anda dapat menebak bagaimana kondisi keuangan saya seonsaengnim?”

“ahh~ jadi benar, ternyata anda kabur. Sejak kapan kyuhyun?”

Kyuhyun membuang wajah kesal, “sejak… sejak hyelim mati, satu tahun yang lalu”

“hyelim? Siapa hyelim? Kenapa?”

BRAK!

Kyuhyun mengangkat alis memandangi seonsaengnim nya, “jangan tanya2 tentang hyelim pak, jangan pernah tanyakan dia…” tatapan mata kyuhyun. Focus. Sunyi. Sederhana, tapi bisa membuat shindong lumayan gemetaran. Tatapan kyuhyun tidak sesederhana itu.

Ahh.. dari mana dia mendapatkan mata seperti ini? Tanya shindong dalam hati.

“apa kyu? Mau pukul seonsaengnim??” gertak shindong tergagap.

Kyuhyun diam dan berjalan keluar ruangan, meninggalkan chingunya yang ternganga sempurna memandangi tingkahnya.

Kyuhyun berlalu… sambil tertawa……

#4 Blood. At Any Cost…

Night… from dusk ‘til down…

I reach my pillow and hide from the dark sky…

Selamat datang di bioskop gue!

Scene #1

Sebuah rumah tradisional yang besar berdiri kokoh, sayup-sayup dari rumah itu terdengar suara bentakan dan tangis. Sesekali terasa bau darah yang menyiprat.

“DARI MANA KAMU DAPAT SEMUA INI? SIAPA YANG NGAJARIN KAMU MINUM BEGINIAN!!?? SIAPA??”

PRANG!!

Seorang namja tinggi tegap, bermata sipit dengan rambut coklat keemasan dan kulit putih kekuningan, menghantam seorang remaja berusia 15th yang berdiri didepannya dengan sebotol minuman keras.remaja itu jatuh tersungkur. Dengan darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Tapi mata nya tidak menunjukkan ketakutan,malah diam2 bibirnya melengkungkan senyum.

“loh? Bukannya diajarin appa?” Tanyanya tenang.

Namja itu melotot. Meninju pipi anaknya itu sampai dia tersungkur untuk yang ke2 kalinya. Tapi, kali ini pintu yang terkunci disamping si anak digedor keras dari luar.

“appa! Appa!! Lepasin kyuhyun oppa, appa! Lepasin oppa! Yoona mohon!!” suara lirih bercampur tangis seorang anak perempuan mengiringi gedoran2 itu. Kyuhyun melirik kearah pintu, lemah. Tampak khawatir akan dongsaengnya itu.

Dibalik pintu itu, ada 2 orang lagi selain yoona. Yang satu seorang wanita dengan struktur wajah seperti boneka jepang, dan satu lagi namja berambut merah yang wajahnya mirip dengan cho kyuhyun. Dia bernama Kim Heechul. Yeoja paruh baya yang masih terlihat cantik itu meremas bahu heechul sambil menangis tanpa suara.

“DIAM! Lihat umma, pecun kamu! Nggak becus ngedidik anak! Jadi brengsek semua anak kamu! Nyontoh umma-nya yang jalang!” seru namja didalam.

“jaga mulut kamu!” maki yeoja itu diantara tangisannya, “jangan bicara seenak jidat mu! Kamu tidak tau apa2!”

Dan didalam ruangan kini terdengar lebih banyak lagi bentakan dan pukulan.

Scene #1 closing.

….. itulah keluarga gue yang bahagia, keluarga yang begitu rajin membuat gue sengsara. Hahaa… mari tertawa dan melihat studio 2!

Eh, sebentar… akhirnya seorang gadis berambut ikal. Tidak terlalu cantik namun manis, tapi gue seneng dia datang malam ini. Duduk disisi gue, ikut menonton film gue. Didunia ini, mungkin Cuma dia yang benar2 mengenal siapa gue. Kami berteman baik. Baik sekali, karena memang hanya dia teman gue…

Pacar?? Tidak… dia bukan pacar gue, gue ga kenal apa itu pacar, gue Cuma mengidentifikasikan ini sebagai teman terbaik, ya tempat gue pulang…

Kenalkan… namanya HYELIM J

Scene #2.

Jam 2 siang di sebuah tempat makan di pinggir jalanan kota seoul yang padat. Tempat makan yang sepi dan berada dipojokan. Mungkin kalau kalian datang kejalan ini dan tidak benar2 mencarinya diantara jajaran toko bunga ini, kalian tidak akan menemukannya.

BRAKKK!

“apa?? Jangan ganggu gue!! JANGAN SOK BAEK! GUE TAU SEMUA ORANG DISEKITAR GUE! Munafik semua! Jadi, jangan lo kira gue BEGO!”

BRAK!

Kyuhyun menghantam keras meja didepannya. Membuat gadis berwajah ceria yang sedang menyodorkan tangan kepadanya melonjak kebelakang. Kaget. Pucat. Sementara, kyuhyun masih terengah marah. Merasa terusik sambil mengepalkan tangannya.

“mianhee…” bisik gadis itu.

“DEKETIN LAGI, GUE TONJOK LO KAYAK GUE NONJOK TU MEJA!!” bentaknya.

Si gadis tertegun lama.

“be…besok… besok kita ngobrol lagi ya?”

“HEH (??)”

“ahhh~ iya! Hyelim imnida”

“DASAR CEWEK SI-“

“nama kamu?”

…….

Scene #3

Jam 2 siang. 2 orang yang sama. Tempat makan yang sama. Waktu yang sama tapi dihari yang berbeda.

“kamu kenapa?” gadis itu memegangi wajah namja itu dengan gesture cemas. Kyuhyun melepaskan genggaman gadis itu kasar…

“gwencana…”

“pasti ada apa2”

“SIAPA SIH KAMU!?” kyuhyun bangkit.

Gadis itu menghela napas. Memutar mata dan kemudian tersenyum. “Hyelim… ingat yah.. dan aku nggak akan pergi hanya karena kamu bilang nggak apa2. Sementara, wajah kamu…” hyelim tidak kuasa menahan tawa gelinya yang lemah, “sehat begitu..”

“Cih!”

Tapi sebelum kyuhyun menyanggah, tiba2 gadis itu tersungkur dilantai.

……

Scene #4

Hyelim dan kyuhyun terkekeh hangat. Langit mulai pudar keunguan.

“ternyata ngobrol sama kamu asik juga ya. Kenapa nggak dari dulu seperti ini sih?” tanya hyelim sambil menyeruput pelan minumannya. Kyuhyun berhenti tertawa. Tertegun.

“sebelumnya, nggak pernah ada yang mau repot2 mengajak gue ngobrol dengan perjuangan selama itu”

“loh?? Oppa ga pernah punya temen?”

Kyuhyun menggeleng. “terlalu bahaya” jawabnya tanpa penjelasan, “kamu sendiri… jatuh begitu… apa kamu sakit?”

“ahhahaha… badan ku emang nggak terlalu kuat nih, dari dulu udah gitu.. alergi dingin, apalagi kalau dimarah2in, hihiii…” hyelim malah tertawa geli, “nah, kamu udah peduli gitu sama aku. Berarti kamu udah berteman sama aku” mata mungilnya berbinar.

“tapi-“

“hyelim suka hujan loh, suka air juga” cerocos gadis itu. “kamu bisa cerita hal2 semacam itu sama aku. Hobi kamu… mmm apa aja deh mulai sekarang, oke?” hyelim menyosorkan kelingkingnya.

“apa pun?”

“apa pun!”

Untuk yang pertama kalinya dalam seumur hidupnya CHO KYUHYUN tersenyum tulus.

……

Scene #5

BRAK!! Meja dihantam.

“PERGI OPPA! PERGI!! JANGAN PEGANG AKU! AKU NGGAK MAU LAGI KETEMU KAMU! AKU-“

“apa-apaan….”

“POKOKNYA PERTEMUAN KITA SELESAI!!! OPPA NGGAK USAH DATANG KE SINI LAGI UNTUK NUNGGUIN AKU!”

“lo…”

“AKU NGGAK MAU LIHAT MUKA OPPA LAGI DIDEPAN AKU!! AKU NGGAK MAU KENAL OPPA LAGI!! AKU…”

“OH YA? JIJIK YA?”

“AK..”

“TERSERAH! GUE NGGAK PEDULI! EMANG DASAR PENGKHIANAT LO!”

“PENGKHIANAT?”

“IYA APA LAGI? LO ITU, PENGKHIANAT! NGOMONG AJA TERUS NGGAK PAKE ALASAN! BULLSHIT SEMUA!”

Gadis itu menangis lama.

“OPPA JANGAN SOK TAU! Memangnya aku punya pilihan lain?” bentaknya pada kyuhyun, bentakan yang pertama kalinya seumur hidupnya.

Dan dia lari… lari… dan tidak pernah kembali lagi…

Segala sesuatu yang baik selalu cepat pergi. Gue nggak bisa mencicipi kebahagiaan dari pertemanan yang hyelim sodorkan lama2 karena tiba2 aja pada bulan desember, dimana hujan kesukaannya turun sepanjang siang.. hyelim meninggalkan gue tanpa alasan yang masuk akal.

Sakit hati? Ya, gue SANGAT SAKIT HATI. Gue hilangkan rasa peduli gue padanya, dan gue teriakin keras2 keotak gue : HYELIM ITU PENGKHIANAT! Dia sama aja dengan semua orang yang pernah masuk ke hidup gue. Dia ngedeketin gue, ngebuat gue –untuk pertama kalinya- ngerasa nyaman, lalu akhirnya pergi begitu aja. Pergi buat selamanya.

Ya, selamanya! Karena setelah dia ninggalin gue ditempat makan itu, tempat kami bertemu setiap hari itu… dia…. Mati.

Tertabrak mobil. Mati ditempat, ditengah hujan.

Dan sejak itulah gue benci hujan. Sebenci gue pada ending hidup hyelim, yang menurut gue terlalu lucu untuk orang seperti dia… terlalu lucu sampe gue ga bisa berenti ketawa. Selucu senyumnya, polahnya dan caranya meminum air putihnya.

Gue melirik kesamping gue, kearah sosok bidadari hujan yang wajahnya berlumuran kehangatan itu. Hyelim tersenyum gue pandangi seperti itu, dan tangannya yang putih membelai kepala gue. Membuat gue sejenak tidur dimimpi gue sendiri. Hembusan napasnya bermain disekitar pipi gue, ngedeketin telinga gue, dan berbisik…

“hyelim nggak akan kemana2 oppa”

……

Scene #6

Rumah tradisional korea yang besar itu lagi. Muram tertimpa hujan.

“PERGI KALIAN KENERAKA! PERGI KALIAN!” teriak kyuhyun sambil mengelap darah dibibirnya. Appanya, ummanya dan seorang yeoja berjas putih dengan stetoskop dilehernya, gemetar mundur.

“da… dasar anak gila… liar… sudah jadi berandalan, sekarang jadi gila! Cuh! Dasar anak tidak berguna!” appanya berkata, “ngomong sama siapa kamu dikamar kamu tadi, sama diri kamu sendiri? Huh?’

“sama hyelim! Dasar buta, apa diantara kalian nggak ada yang melihatnya?”

Yeoja berjas putih itu dengan langkah perlahan maju mengahmpirinya. Mencengkram tangan kyuhyun. Kyuhyun meronta dan berteriak.

“kamu sekarang tenang… bisa? Sekarang kamu bisa bicara sama saya… apa yang mau katakana…”

“OI! GUE NGGAK GILA!! JELAS!?? Nggak perlu deh psikiater-psikiateran segala!”

“kamu sudah berani teriak gitu ke orang lain, udah termasuk nggak normal loh!”

“MWO!?? MAKSUD ANDA, GUE NGGAK NORMAL?? Apanya?? GUE NORMAL!”

“catatan dan apa yang saya lihat sepertinya tidak begitu. Kamu punya tekanan jiwa yang parah dan gejala apatis kamu sudah tidak normal…”

“GUE NORMAL!!!”

“saya kasihan sama kamu… makanya kamu nurut sama saya ya kyuhyun? Ayo…”

“HEHH! GUE BUKAN BINATANG!!! NGGAK USAH BUJUK2 DEH, ATAU… ARGGGGHHHH!!!” kyuhyun mengerang sekeras2nya ketika jarum suntik menembus kulitnya. Dalam penglihatan remang2, ditatapnya appanya penuh kebencian.

“lepasin kyu appa!! Appa yang gila! Appa yang gilaaa!” kyu menunjuk2 sosok itu.

“Ssst….” Appanya tersenyum culas, “Ck, binatang liar yang nakal ya”

Kyuhyun terengah, matanya merah melebar, mwo? Binatang? Appa gue bilang gue binatang??

Tidak butuh waktu lama untuk tubuhnya berlari kearah orang tuanya, menghantam sekeras yang ia bisa. Mereka berdua jatuh kelantai. Sekejap wajah appa nya berubah murka!

BUG! Namja itu memukul pipi kyuhyun dengan keras.

“APA HAH? Silakan berpikir seperti itu. SILAKAN! BISA APA KAMU TANPA APPA HAH?? BISA APA!?? CUH!” ia meludah diatas dada kyuhyun. Kyuhyun membatu, appanya pun terlihat puas.

“kalah kamu kyu? KALAH KAMU HAH?? MANA PECUNDANG BAHAGIA ITU HAH? MANA?? Kamu itu akan jadi pecundang selamanya”

BUG! Dia memukul kyu lagi. Yeoja berstetoskop itu ternganga dan membatu melihat adegan itu. Apalagi ketika kyuhyun yang mulai terlihat bercucuran darah tersebut malah tertawa terguling2 menanggapi pukulan2 itu.

Akhirnya gue ngerti apa yang appa mau dari gue…

“hahahaa… appa, GUE BISA! Dan gue bahagia! Gue akan sangat normal. Gue akan punya teman banyak!”

Appanya ternganga. Anaknya terus tertawa.

“nggak masuk akal gue nggak bahagia, pada kenyataannya ntar gue nggak usah dipukul apa lagi”

“……”

“Gu-“

“berisik kyu!!! KAMU ITU TIDAK NORMAL, JELAS? DAN, TIDAK AKAN ADA YANG MAU NERIMA KAMU!! Jadi, sekarang makan obat kamu. Sekarang!! Appa pusing!”

Scene #6 closing…

Didalam hidup lo, akan selalu ada orang yang bakal lo benci sepenuh hati. Dan bagi gue, itu adalah appa gue sendiri.

Dialah yang membangkitkan iblis dalam diri gue. Dialah alasan utama gue senang tertawa. Dialah sebab gue mau berkumpul dan berbohong sampah bersama orang2 yang gue benci. Dialah latar belakang gue mau repot2 pergi dari rumah untuk memulai hidup laknat yang baru…

Hanya karena gue pengen semua orang tau gue anak bahagia. Yang nggak pernah diperlakukan seperti binatang dan diludahi appanya sendiri. Yang kuat. Yang kebahagiaannya nggak tergantung siapa2. Yang selalu tersenyum. Yang bisa balik meludahi mereka. Yang berdiri diatas kepala mereka.

… so then I ‘died’, and become the devil itself.

Gue berbalik mencari hyelim yang tadi berada disisi gue, nemenin gue nonton film gue sendiri. Namun hyelim telah menghilang. Film gue telah usai dan bioskop gue kini gelap tanpa suara. Gue beranjak, cepat2 berjalan keluar, berharap bisa menemukan hyelim lagi. Gue memicingkan mata, mencari si mungil satu2nya sandaran hati gue. Namun dia sudah pergi lagi…

#5 Do I Know You…?

Triruriiiitt…triruriiiitt…..

“hah?” kyuhyun terbangun dengan terengah2. Dia memandang sekeliling dan mengambil HP nya diatas meja kecil disamping ranjangnya.

From : Yoona

Oppa!!! Bangun!!!

Ahh… dongsaeng ku..

Ne, Ne, I’ll wake up. Gomawo, yoona…

mian selalu merepotkan mu.

Send…

Kyuhyun memandang sekeliling, kriukkk… perutnya terasa lapar.

Kyuhyun mencari roti yang tersisa di lantai kamarnya, namun dia tidak menemukan apapun. Kyu menghela napas. Fuhh, berarti hari ini nggak sarapan lagi.

Kim heechul hyung nya belum juga mengirimkan uang. Padahal selama ini dia yang selalu memenuhi kebutuhan kyuhyun di tempat kaburnya ini. makanan, minuman, mobil, bahkan tempat tinggalnya. Tapi entah kenapa heechul hyung berhenti mensuplai dana, sampai mobil X-Trail-nya saja menganggur gara2 nggak ada bensin.

Kyuhyun memang mempunyai 2 saudara kandung : kim heechul dan yoona. Heechul itu hyungnya yang sekarang sedang kuliah di DongA university di Busan. Heechul berkuliah sambil menjalankan 2 bisnis pribadinya, yaitu sebuah distro yang lumayan besar di Busan dan magang di sebuah perusahaan software berkelas internasional. Dia lah sumber pemasukan kyu yang utama semenjak dia kabur dari rumah.

Uang yang diberikan heechul tidak pernah berlebihan, pas-pasan banget malah. Heechul selalu berpikiran bahwa sebanyak apapun uang yang ia miliki, ia akan selalu membuat kyuhyun hidup dengan sederhana –ya, deket ke ngegembel lah-. Bukan karena dia pelit, tapi karena dia tidak ingin kyuhyun keenakan diluar rumah, main yang macem2 dan ngerasa bahwa kabur itu sesuatu yang mudah. Heechul hyung ingin saat kyuhyun keluar dari rumah tradisional mereka yang besar. Kyuhyun bisa belajar hidup susah dan bertanggung jawab atas setiap ‘WON’ yang ia keluarkan.

Memang pemikiran yang bagus sih, tapi kyu sendiri tidak mengerti, mengapa heechul hyung tiba2 menyetop subsidi dananya 2 bulan terakhir ini. hingga kyu harus luntang lantung mencari setiap ‘WON’ untuk meneruskan hidupnya yang keras.

Heechul adalah orang yang paling dewasa dimata kyuhyun dan selalu menuntun dongsaengnay untuk bertahan menjadi ‘orang yang baik’. Oleh karena itu, heechul adalah orang yang paling kyuhyun respek dan taati.

Saudaranya yang kedua adalah yoona, yeoja-dongsaengnya yang paling ia sayangi. Dia memang masih kecil, baru kelas 8. Perawakannya mungil, wajahnya cantik, dan kulitnya putih. Yoona adalah adik yang manis dan lembut yang selalu ingin kyuhyun lindungi di ‘medan perang’ rumahnya.

Tiririiiittt….

Sebuah sms masuk lagi ke HP kyuhyun. Kyu tersandar dari lamunanya dan membuka sms itu.

Hope you’ll get well soon hyung. Yoona di sini kangen banget loh sama kyuhyun hyung.

Btw, heechul hyung nggak bisa dihub, soalnya dia ganti nomor. Hyung kmren nanyain dia ke yoona kan?

Hyung mau protes tentang yang 2 bulan ini ya? Heechul hyung blg jgn ksh tau nomor dia…

Mianhe hyung…

Kyuhyun tersenyum, dia merasa tidak perlu menjawab pertanyaan yoona, karena dia tau yoona pasti tau jawabannya. Kyu pun segera mematikan HP nya yang sudah minim pulsa itu.

Kyuhyun beranjak menjangkau handuknya dan bergegas kekamar mandi untuk sekolah. Tiba2 saja bayangan hyelim terlintas diotaknya.

Hyelim…. Hyelim-nya yang ada disiang dan malamnya. Yang ada disetiap sudut pandangannya, mimpinya, ranjangnya, di jalan, dikamar mandinya ini… hyelim ada dimana-mana. Hyelim memang ada disana dan selalu kyuhyun ajak bicara. Meski hyelim tidak pernah menjawab apa2. Kyuhyun sadar dia tidak bisa membedakan mana yang khayal ataupun nyata. Namun dia tidak begitu peduli dimana batas antara imajinasi dan nyata… karena kyuhyun menikmatinya, dan memang selalu ingin melihatnya… hyelim…

Kyuhyun tersenyum mendapati figure seorang yeoja berambut ikal yang tersenyum manis menatapnya. Kyuhyun membalas senyuman itu, dan dia ingat…

Hari ini dia ingin menemui reinkarnasi yeoja didepannya ini!

***

“Sulli??”gumam kyuhyun heran, mematung ditempatnya.

Bagaimana tidak heran, tepat ketika dia baru masuk ke pintu gerbang wahutri. Seorang yeoja menggemparkan sekolah dengan langkah lemah berjalan melewati lapangan –tepat didepan kyuhyun-, yeoja yang baru kemarin mencoba bunuh diri dikamar mandi sekolah. Memang terlihat lemah, tapi cara nya berjalan menunjukkan seperti tidak pernah terjadi apa2 padanya.

Tangannya terbalut perban putih, namun sorot wajahnya terlihat kuat. Agak tidak masuk akal memang, karena kemarin dia dibawa kerumah sakit dan seharusnya masih berada disana untuk di opname. Rasanya tanpa pemaksaan dari pasien tidak mungkin dia bisa keluar dari rumah sakit secepat itu. Datang kesekolah pula!

Namun ada sedikit perasaan gembira berkecamuk didada kyuhyun, saat melihat sulli. Ia ingin menemui yeoja itu sesegera mungkin. Tidak banyak yang bisa kyuhyun lakukan saat dirinya berpapasan dengan sulli selain tersenyum lebar. Namun sulli hanya ngeloyor pergi mengacuhkannya. Kyuhyun tidak perduli dengan acuhan itu, bahkan kini kyuhyun sibuk mengatur rencana agar bisa berbicara dengan sulli saat istirahat nanti.

Hyelim… hyelim…. Belagu juga ya reinkarnasinya? Batin kyuhyun geleng2. Alah, paling pura2. Cewek kayak gitu, bisa diaturlah… sekali kedip juga tepar.

Namun sialnya, bayangan sulli terus menghantu di sudut otaknya sampai jam pelajaran berlangsung. Jadi alih2 mencatat, kyuhyun malah mencoret2 di buku tulisnya. Hyelim… sulli… hyelim…. Sulli…..

Ahhh… yeoja belagu pabo tukang bunuh diri dimasukin hyelim… gerutunya kesal. Ternyata sungmin menatapi tingkah kyuhyun. Kyu pun segera menutup bukunya dan memasukkannya kedalam tas.

“eh liat apa lo?” tanya kyu ketus. Sungmin segera nyengir tanpa dosa.

“apa ya?? Kagak lah, gue ngeliat kuman2 ditangan lo tuh” sungmin mengajukan alasan yang amat sangat tidak berintelektual -____-“

Kyu menarik napas.

“lo baca min?” selidiknya. Sial gawat kalau dia tau.. gue ga mau siapa2 tau tentang sulli.

Namun sungmin menggeleng enteng, “nggak, tulisan lo tuh keren gila, men, kayak tulisan dokter senior. Butuh tukang apotek berpengalaman buat ngebaca tulisan lo itu”

Kyuhyun memaksakan bibirnya untuk tertawa, “hahah.. kurang ajar lo min, oke lah, gue percaya sam alo. Tapi awas aja ya, gue bakar lo idup2 kalau ampe baca tulisan gue”

Sungmin bersiul, “inilah tukang bakar kita!! Hahah.. lo bakat banget deh jadi tukang sate, men, gue serius!”

“lo juga bakat dagang arang” balas kyu menyindir.

TBC

 

5 Tanggapan to “Dan Hujan pun Berhenti… (part.2)”

  1. meliafishy 15 Januari 2011 pada 2:38 PM #

    Aaaaahahhaahahah ~
    Kocak trakhirnya. Rumit yah ceritanya, seru x)
    Lanjut onn😄

    • cha_sungmin 31 Mei 2011 pada 7:42 AM #

      hahaaa… kyunya serem dark banget ya de

  2. linda 16 Januari 2011 pada 2:25 PM #

    Kak keapa pas dipart sullinya pas penting banget tbc nya ahhhhh ayo cepet lanjut ya hehehehehe😀

  3. hasnaini 30 Mei 2012 pada 1:15 PM #

    cerita seru lanjut tin lagi dong ceritanya
    dong hae di banyakin seritanya,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: