Korean Dolls (The Beauty Killers) Part 2

14 Feb

KOREAN DOLLS (The Beauty Killers) Part 2 Ending

by : biniKYU

Cast : Park Jiyeon,Han Eunjung,Krystal,Choi Minho,G-Dragon

Genre : thiller,action,angst

Disclaimer : this fanfiction based on Naked Killer’s film🙂

COMMENT IF YOU LIKE🙂


DOR!!!!

Jiyeon membuka matanya perlahan. Ah,aku masih hidup pikirnya. Dia dapat melihat Eunjung berdiri tak jauh dari mereka sambil memegang pistol. Setelah itu Eunjung berlari mendekati Jiyeon & membantunya bangun.

“Sudah kubilang,kita bertemu lagi kan?”ucap Eunjung sambil menatap Jiyeon. Jiyeon tersenyum lega.

-CIA,America,20 October 2010-

Data & photo :

Nama               : Park Jiyeon

Tanggal lahir   :

Orang Tua       :

Data terakhir   :

“Jiyeon…dimana kau sekarang? Aku yakin kau adalah salah satu anggota Korean Dolls,”ucap seorang namja yang merupakan anggota CIA.

-Seoul,25 Oktober 2010-

”Tuhan,pertemukanlah aku dengan anakku lagi. Aku yakin,dia masih hidup…berikan aku kesempatan untuk bertemu dia sebelum aku mati…,”doa seorang wanita yang berumur sekitar 50an disebuah gereja.

”Nyonya ada yang ingin bertemu,”ucap seorang wanita yang terlihat lebih tua daripada wanita itu. Wanita paruh baya itu mengakhiri doanya & menoleh. Seorang pria berjas tersenyum & memberi hormat.

”Annyeong haseyo,dengan Nyonya Park?”

”Ne,ada yang bisa dibantu?”tanya wanita bernama Park itu.

“Ne,Minho imnida,”jawab pria muda bernama Minho itu.

~~~~~~

“Anakku hilang saat dia berumur 7 tahun saat pulang sekolah. Aku bahkan gagal menjaga anakku satu-satunya. Entah kenapa aku yakin dia masih hidup & aku ingin sekali bertemu dia sebelum aku meninggal,”curah ibu itu dengan mata berkaca-kaca.

”Apa Nyonya tau,Korean Dolls?”tanya Minho. Ibu itu melihat Minho dengan heran,sepertinya dia belum pernah mendengarnya.

”Selama 5 tahun terakhir ini ada pembunuh profesional yang dibayar untuk membunuh mafia,pengedar narkoba & pejabat penting yang terlibat dalam penggelapan uang. Mereka adalah wanita & mereka sangat terlatih. Sampai sekarang pun belum ada orang yang mampu mengetahui identitas asli mereka dan menangkapnya. Mereka termasuk dalam daftar most wanted di CIA Amerika. Dan kurasa…anakmu…Park Jiyeon adalah salah satu dari mereka,”ucap Minho hati-hati.

”Tidak mungkin! Anakku itu…dia adalah anak yang manis. Dia tidak mungkin membunuh!”sanggah ibu itu.

”Instansi rahasia yang membayar mereka. Menculik anak-anak yang masih kecil untuk dilatih menjadi pembunuh profesional sejak dini. Ada banyak laporan kasus kehilangan anak di Cina,Korea,Hongkong bahkan Amerika. Hal itu terjadi sekitar 13 tahun yang lalu. Dan kami yakin kemungkinan dari kasus itu berkaitan dengan intansi rahasia ini,”terang Minho. Ibu itu menatap Minho tidak percaya.

”Lalu kau mau memintaku untuk menemukan anakku begitu?”tanya ibu itu sinis.

”Walau pun anakku pembunuhnya,apa kau berpikir aku akan menyerahkannya padamu?”lanjut ibu itu.

***

Sungai Han ramai dipadati penduduk yang datang untuk menyaksikan parade kota karena pengangkatan walikota yang baru. Jiyeon dengan kacamata hitamnya melirik ke arah kanannya. Ke arah pria paruh baya berjas. Minho sibuk berjaga-jaga disekitar sana. Eunjung pun ikut berjaga-jaga disisi lain. Sementara yang lain asyik menikmati parade.

Sreeet…perlahan Jiyeon mengeluarkan pistol yang tertutup sapu tangan dari dalam tasnya & mengarahkan pistol itu ke pria berjas yang dia pantau daritadi.

Dor!!!!!

”Kyaaaaaa!!!!!”mendadak suasana kacau saat Jiyeon berhasil menembakkan anak peluru tepat ke jantung pria berjas tadi.

Jiyeon kaget melihat wanita paruh baya yang menopang tubuh tumbang pria itu. Dahinya mengernyit & terlihat kepedihan dari tatapan matanya. Namun Jiyeon langsung berlari menerobos kerumunan & Minho mengejarnya. Eunjung pun pergi entah kemana untuk menyelamatkan Jiyeon namun Jiyeon yang dikejar Minho berlari ke arah perumahan didekat sana.

”Ya!!!”Minho mempercepat larinya & hampir menangkap Jiyeon. Jiyeon dengan sigap melayangkan tendangannya namun Minho berhasil mengelak. Mereka terlibat perkelahian kecil sampai saat Minho sadar orang akan melihat,dia menarik tangan Jiyeon masuk ke dalam sebuah truk ice cream.

Ckrek!! Jiyeon sudah mengarahkan pistolnya pada Minho & Minho ternyata juga sudah mempersiapkan pistolnya lalu berbalik mengarahkannya ke Jiyeon.

”Turunkan pistolmu. Aku tidak akan menangkapmu,”kata Minho. Jiyeon masih mengarahkan pistolnya. Tiba-tiba truk itu berjalan.

”Lempar juga pistolmu,”Minho melempar pistolnya dan berjalan santai mendekati Jiyeon. Jiyeon akhirnya melempar pistolnya juga. Mereka duduk berhadapan.

”Siapa kau?”tanya Jiyeon galak.

”Aku adalah Choi Minho. Agen CIA. Sebenarnya aku bertugas untuk menangkapmu tapi setelah aku pikir-pikir lagi aku akan merubah rencanaku,”kata Minho.

”Apa itu?”tanya Jiyeon waspada.

”Bantu aku menghancurkan orang yang membayarmu & kau pun akan bebas,”jawab Minho.

Jiyeon meneguk ludahnya. Dia sebenarnya sangat ingin lepas dari Kahi namun kontraknya belum berakhir.

”Itu…,”

”Aku tau kau gadis yang baik Jiyeon-ssi. Aku tau disana ada ibumu kan? Dan kau tidak ingin ibumu tau kau adalah pembunuh kan?”tanya Minho. Jiyeon terdiam. Dia sepertinya kedinginan di truk ice cream yang penuh dengan mesin pendingin itu. Minho melepas jasnya & menutupi tubuh Jiyeon dengan itu. Jiyeon menatap Minho.

“Mungkin kau memang pria yang baik,”ucap Jiyeon dan brak!!! Jiyeon berhasil memukul kepala Minho sampai pria itu pingsan.

Saat truk berhenti,Jiyeon turun dan meninggalkan Minho yang baru terbangun saat supir truk yang kaget mendapatinya.

*tengah malam*

Minho sedang berjaga-jaga di luar rumah yang besar sambil menghisap rokoknya sampai akhirnya dia mendengar suara gaduh dari dalam. Minho dengan sigap langsung melompati pagar namun sayangnya pistolnya terjatuh diluar pagar saat dia melompatinya tadi.

“Sial!”

Minho tak peduli & langsung masuk ke rumah. Saat itu dia mendapati Nyonya Park sudah terduduk menahan sakit karena dadanya tertembak.

“Nyonya Park!!!”Minho melihat seorang yeoja yang wajahnya terpantul bias cahaya bulan. Yeoja itu cantik namun berwajah dingin.

“Sial!”Minho berlari & menendang yeoja itu namun yeoja itu sepertinya sangat terlatih & menghindar. Mereka lalu terlibat duel yang sengit. Yeoja itu benar-benar jago bela diri walau pun pistolnya tadi sudah ditendang jatuh oleh Minho. Minho kehabisan akal untuk melumpuhkan yeoja itu sementara dia sudah kelelahan dan saat itu seseorang lagi masuk. Minho menoleh dan yeoja berwajah dingin tadi berhasil menendang jatuh Minho. Seseorang yang masuk tadi kaget & berlari mendekat. Minho berhasil melihat wajah yeoja yang sangat syok melihat Nyonya Park yang tertembah.

“Umma!!!”teriak Jiyeon. Jiyeon melihat yeoja yang menembak ummanya.

“Krystal!”Jiyeon langsung menyerang Krystal dan mereka berkelahi.

”Ya!! Mana pistolmu?! Aku hanya mampir untuk mengunjungi ibuku makanya aku tidak bawa senjata!”tanya Jiyeon sambil menangkis serangan-serangan Krystal yang begitu jago dalam bela diri.

”Aku menjatuhkannya tadi,”jawab Minho.

”Babo! Haiyaaaaah!!!!”Jiyeon menendang Krystal sampai yeoja itu terpental ke sudut ruangan. Krystal meringis namun dia langsung mengambil frame foto keluarga Jiyeon yang terpajang didinding dan melemparnya ke arah Jiyeon. Jiyeon kaget & hampir tidak bisa mengelak dari frame yang besar itu namun dia langsung menendangnya dan frame itu pecah. Jiyeon yang daritadi kehabisan akal untuk menghabisi Krystal langsung mengambil pecahan-pecahan kaca & dengan sukses melemparkan pecahan kaca yang besar itu hingga menancap ke perut dan dada Krystal. Krystal kaget & memegang pecahan kaca yang paling besar menancap diperutnya. Dia melepaskannya dan langsung tersungkur.

”Umma!”Jiyeon berlari ke arah ummanya yang sudah digendong oleh Minho.

”Umma ini Jiyeon…umma bertahanlah,”kata Jiyeon. Umma Jiyeon tidak bisa melihatnya lagi namun dapat mendengar suaranya.

”Ne,aku sudah melihatmu tadi. Mati pun aku rela malam ini…Umma senang egi-ya,”ucap Nyonya Park lemah. Dia lalu kehilangan kesadarannya.

”Di dekat sini ada rumah sakit. Aku akan membawanya ke sana,”ujar Minho. Jiyeon mengangguk & mereka pergi berjalan kaki (jangan tanya kenapa jalan kaki,author juga ga tau -___-”).

”Ya,gomawo…,”ucap Jiyeon diperjalanan. Minho menoleh.

”Sebenarnya aku tau kau akan menemui ibumu makanya aku berjaga disekitar rumahmu,”kata Minho.

”Kurasa kau pria yang baik,”kata Jiyeon.

”Terakhir kali kau mengatakan ini,kau memukul kepalaku sampai aku pingsan,”Minho berjaga-jaga.

”Hahaha tidak. Aku tidak akan melakukannya lagi,”Jiyeon tersenyum pada Minho. Minho membalasnya.

”Ne. Ngomong-ngomong rumah sakitnya sebentar lagi. Kau pergilah karena ada polisi yang berjaga,”kata Minho.

”Ne,gomawo Minho-ssi,”ucap Jiyeon.

“Sampai ketemu lagi,”ucap Minho.

“Ne,jaga umma ya,”kata Jiyeon. Minho tersenyum lalu meneruskan perjalanannya sementara Jiyeon berhenti melangkah.

***

Jiyeon & Eunjung berlari ke sebuah gudang di pelabuhan. Sampai ditengah jalan mereka kaget melihat Kahi yang digantung dengan tubuh yang terkoyak-koyak.

”Bos!!!”teriak mereka berdua. Sayangnya Kahi sudah tewas sejak tadi. Tiba-tiba sebuah televisi besar hidup & seorang namja berjas duduk santai disana.

”Siapa kau?!”tanya Eunjung.

”Hahaha kau lupa siapa yang kalian bunuh di Thailand tempo hari yang lalu?”tanya pria itu.

”Krystal…membunuh bos geng Naga Hitam,”gumam Jiyeon.

”Dia adalah adikku. Seungri yang kalian bunuh! Dan aku G-Dragon bersumpah akan membalaskannya pada kalian. Sekarang saatnya kalian yang mati untuk menjadi bidadari pendampingnya disana!”ujar pria bernama G-Dragon itu. Televisi langsung mati & saat itu anak buah GD (disingkat dari G-Dragon) keluar & mereka bertarung. Jiyeon melawan 3 orang sekaligus namun ternyata lawan mereka kali ini kuat karena sudah mempersiapkan diri sebelumnya untuk bertarung. Jiyeon mengeluarkan pistolnya dan menembaki beberapa orang. Namun seorang anak buah GD menendang tangan Jiyeon sampai pistolnya melayang. Jiyeon terpaksa berkelahi dengan tenaga laki-laki yang super itu.

”Onnie!”Jiyeon melihat Eunjung juga kesulitan melawan lebih dari 5 orang. Eunjung tidak mengidahkan Jiyeon dan fokus bertarung sendirian. Jiyeon sangat ingin membantu Eunjung namun seorang pria menendang kepalanya sampai dia terjatuh.

”Jiyeon-ah!!!”teriak Eunjung cemas. Jiyeon merasakan kepalanya berputar-putar,tendangan pria itu begitu kuat dan dia merasa tengkoraknya sampai retak. Sekali lagi,disaat Jiyeon dipukul oleh pria itu. Eunjung dengan sekuat tenaga menghabisi lawannya & langsung berlari ke arah Jiyeon & mengayunkan kakinya dari atas sampai ke bawah sehingga mengenai kepala orang yang memukul Jiyeon sampai orang itu teler juga.

”Jiyeon-ah ayo keluar sekarang!!”Eunjung menarik tangan Jiyeon yang masih teler karena pukulan yang dia dapat. Beberapa anak buah GD mengejar mereka.

”Jiyeon-ah!! Pergilah dulu! Ppali!!!”

”Andwae…,”tanggap Jiyeon yang berusaha mengalahkan pusingnya.

”Ppali!! Kau percaya padaku kan? Aku selalu kembali padamu. Kau percaya itu kan?”tanya Eunjung. Jiyeon mengerjap-ngerjapkan matanya dan menatap Eunjung.

”Kau janji padaku,”jawab Jiyeon berat. Eunjung tersenyum manis,dia mengacak-acak rambut Jiyeon.

”Everything will be alright,”ucap Eunjung.

“Ppali!!”perintah Eunjung. Jiyeon berlari sesuai permintaan Eunjung & Eunjung berbalik melawan anak buah GD.

***

“Jiyeon-ssi!!”Minho berlari ke arah batu besar di pinggir pantai tempat Jiyeon terbaring. Jiyeon mengangkat kepalanya & melihat sosok samar-samar Minho.

“Gwenchana?! Aku mencarimu kemana-mana,”Minho meraih kedua pipi Jiyeon yang masih sedikit pusing.

“Apa yang terjadi padamu? Katakan padaku!”ucap Minho. Jiyeon tidak menjawab & menatap Minho,tiba-tiba dia mengecup bibir Minho begitu saja. Minho terkejut namun dia membalas ciuman Jiyeon.

”Kau kenapa? Kau minum apa?”tanya Minho. Jiyeon tersadar & melepaskan ciumannya.

”Morphin…kepalaku hampir retak ditendang,”jawab Jiyeon datar.

”Aish…jeongmal…bagaimana bisa kau meminum analgesik golongan narkotika begitu?!”omel Minho. Namun tanpa menanggapi Minho,Jiyeon lagi-lagi menyerang bibir Minho. Minho terdiam & akhirnya dia mengikuti permainan Jiyeon lalu menggendong gadis itu ke tepi pantai untuk menyadarkan Jiyeon dengan air. Namun bukannya berhenti,Minho yang sudah terpanggil naluri laki-lakinya malah membuka baju Jiyeon & celananya. Dan….*sensooooooor* (ya begitulah,intinya mereka bercinta sampai pagi -____-”).

***

Jiyeon berlari ke sebuah gudang ditepi laut yang disebutkan GD sebelumnya. Eunjung belum juga menghubungi Jiyeon sejak mereka berpisah semalam & membuat Jiyeon sangat takut.

”Dia masih hidup. Jika masih ingin melihatnya memanggil namamu,datanglah ke gudang diblock 3D tak jauh dari lokasi semalam sendirian. Tanpa bantuan siapa pun. Kita selesaikan 1 lawan 1,”pesan GD ditelepon tadi.

”Onnie!!!”Jiyeon kaget & mempercepat larinya ke arah sebuah jendela besar seperti etalase ditoko-toko. Eunjung bagaikan boneka tali. Tergantung dengan tali tambang yang menembus telapak tangannya,bahu & kakinya. Wajahnya tertunduk & dia terlihat lemah.

”Onnie!!!!”Jiyeon mencoba menendang jendela itu namun tidak pecah juga.

”Jiyeon-ah…,”Eunjung mengangkat kepalanya dengan lemah sambil tersenyum lirih.

”Mianhe…,”ucapnya.

”Aniyo Onnie! Tunggu sebentar! Aku akan mencari sesuatu untuk memecahkan jendela ini!”ucap Jiyeon.

Namun belum sempat Jiyeon melangkah,GD sudah datang dari belakang tubuh Eunjung.

”Bagaimana rasanya melihat orang yang kau cintai menderita?”tanya GD dengan senyum iblisnya.

”Jebal…jangan sakiti dia,”jawab Jiyeon tak berdaya.

”Tenang saja. Aku tidak akan menyakitinya. Ini akan terasa cepat,”ucap GD. Eunjung hampir menangis menatap Jiyeon yang menangis tidak berdaya.

”Andwae…..JEBAAAAAAL!!!!!!”teriak Jiyeon putus asa.

”JANGAN BUNUH DIA!!! JEBAAAAL!!!”teriak Jiyeon. GD tertawa senang. Dia lalu mengeluarkan pedang samurainya yang sangat tajam.

”Kata terakhir Eunjung-ah?”tanya GD sok akrab.

”Jiyeon-ah…mianhe…saranghaeyo,”ucap Eunjung dengan mata berkaca-kaca.

”Andwaeeeee~,”suara Jiyeon hampir tidak keluar.

CRAAAAAT!!!! Dengan gerakan cepat,GD berhasil menebas leher Eunjung.

”ANDWAEEEEEEEEEE!!!!!!!”tangis Jiyeon pecah. Dia tidak sanggup melihat ke depan. Bukan tidak sanggup,mau melihat pun,darah Eunjung yang memuncrat berhasil menutupi hampir semua jendela itu. Jiyeon terduduk lemas sambil meratapi satu-satunya orang yang selalu ada untuknya selama ini.

“Sudah mulai kuat?”tak lama kemudian GD sudah berdiri dibelakang Jiyeon. Jiyeon berhenti menangis & menoleh ke arah GD dengan tatapan kemarahan,penuh kebencian dan rasa ingin menghabisi,benar-benar ingin menghabisi pria itu.

“Kau sekarang sudah puas?”tanya Jiyeon yang menahan kebenciannya. GD tersenyum senang.

“Bagaimana rasanya ditinggalkan saudara? Pedih kan? Sekarang saatnya kau yang balas dendam denganku,”kata GD sambil mengeluarkan samurainya.

Jiyeon mengambil kuda-kuda dan saat GD melayangkan samurainya,Jiyeon berhasil mengelak. GD ternyata sangat cekatan dan dia dengan cepatnya mengayunkan lagi samurainya. Jiyeon hampir saja telat mengelak dan pipinya tergores. Akhirnya Jiyeon lebih memfokuskan untuk menjatuhkan dulu samurainya & memberi pertahanan. Pertarungan sengit mereka pun makin memanas,Jiyeon mencari celah untuk menendang jauh pedang itu namun GD terlalu cekatan & memiliki teknik yang hebat.

TRAAAAANG!!!! Jiyeon mendapat keberuntungan dan berhasil menendang jauh pedang samurai itu. GD lalu menagmbil kuda-kuda untuk bela diri. Dia ternyata sangat kuat,lebih kuat daripada anak buahnya yang dilawan Jiyeon semalam. Jiyeon melayangkan pukulan yang tak ada artinya untuk GD karena GD yang terlalu cekatan berhasil mengelak. Jiyeon kalah cepat dan GD berhasil menusukkan kedua jarinya kemata Jiyeon.

”Akhhhh!!!!”Jiyeon mundur. Darah mengalir keluar dari matanya dan Jiyeon memejam untuk mengendalikan rasa sakitnya. Bagaimana pun dia tidak bisa lengah & merasa semua sudah selesai. GD ingin membunuhnya,dia tau sejak awal GD tidak puas hanya dengan membunuh Kahi dan Eunjung saja.

”Bagaimana? Masih bisa bertarung atau mau membiarkanku membunuhmu dengan sekali pukulan?”tanya GD senang.

Jiyeon tidak menjawab & mengatur nafasnya. Dia pernah belajar tenaga dalam serta cara mengendalikan rasa sakit yang keluar dari luka. Jiyeon lalu menajamkan indra pendengaran & perasaannya. Akhirnya dia dapat menentukan lokasi GD.

”Hiyaaaaah!!!”Jiyeon menendang GD namun pria itu berhasil mengelak. GD lalu melayangkan tendangan lagi ke arah Jiyeon dan gadis itu tersungkur.

”Hahaha! Hasilnya sudah diketahui. Kau tidak akan bisa menang melawanku,”tawa GD. Jiyeon tidak mempedulikannya dan langsung menyerang GD,GD terkejut dan Jiyeon berhasil mengangkat badan orang itu.

”Hiyah!!!!!!!”Jiyeon melempar tubuh GD sampai pria itu tersungkur agak jauh.

”Ugh!!! Sial!!!”gerutu GD. Jiyeon mendekat dengan indra pendengarnya. GD langsung berdiri & melayangkan tinjuannya namun Jiyeon berhasil mengelak.

”Hiyaaaaah!!!!!”Jiyeon langsung menendang tepat ke kepala GD sampai pria itu limbung. Lalu dengan pukulan berkali-kali,GD diserang oleh Jiyeon sampai kepalanya berdarah. Terakhir,Jiyeon menghempaskan dengan keras kepala GD ke aspal sampai pecah.

”Hhhhh….hhh….,”Jiyeon terduduk sambil mengatur nafasnya. Akhirnya dia menang. Mungkin keberuntungan yang membawanya pada kemenangan,jika GD tidak lengah tadi dia tidak akan mendapat kesempatan.

***

”Kau ingin berdoa untuk siapa?”tanya Minho disamping Jiyeon yang sedang menungkupkan kedua tangannya.

”Tebak saja,”jawab Jiyeon sambil memejamkan matanya.

”Ah ne,aku tau…Eunjungmu itu kan?”tanya Minho. Jiyeon hanya tersenyum kecil.

”Onnie,sejak saat itu sekarang mataku sudah sembuh dari operasi. Terimakasih onnie,sekarang aku yang akan membawa kehidupan biasa yang kita impikan itu. Bogoshipo,onnie yang paling kucintai,”doa Jiyeon dalam hatinya.

14 Tanggapan to “Korean Dolls (The Beauty Killers) Part 2”

  1. meliaFISHY 22 Februari 2011 pada 10:22 AM #

    umma ~~
    kok keren banget TT_TT
    sadis!! DAEBAK!!
    hahhaha ~

    • cagalli14 25 Maret 2011 pada 4:35 AM #

      hehehe nonton film atuh keren banget😀

  2. shineeta 9 Maret 2011 pada 7:12 AM #

    daebak daebak…

    tapi itu loh pas adegan dipantai yg disensor…

    muni kejadiannya di pantai gk keren banget…

    tapi daebak lah n sadis euy…

    • cagalli14 25 Maret 2011 pada 4:34 AM #

      hahaha iyah kan disensor wkwkwkw ..soalnya ini bukan ff nc😀

  3. Annisa Cullen 30 Oktober 2011 pada 5:01 AM #

    ffny bagus unnie…
    kereeeeennn
    lg searching ff jungie (eunjung)trs nemu ini blog n hasilny memuaskan hahai..

    • cagalli14 30 Oktober 2011 pada 8:04 AM #

      gomawo ^^ ini terinspirasi sih hehehe

  4. cloud3424 24 November 2011 pada 7:05 AM #

    omo!!! keren banget!!!
    ahh tapi itu kok crita ttg minho-jiyeon’a gantung sih? knp mereka ga pacaran aja gitu? #plak
    nice!! :p

  5. Alin 27 November 2011 pada 3:12 AM #

    Keren bngt crtny.🙂

  6. Dezztidini 16 Mei 2012 pada 11:38 AM #

    Keren dech,,,beneran keren…. ;>
    pa lg yg maen couple favort q MINJI…hehe
    bwt after story_ny donk…
    And bwt lg ff minji_ny q suka…
    D tnggu y,,q pasti sering maen ksini….hehehe

    • cagalli14 17 Mei 2012 pada 4:37 AM #

      mksh ^^ wah sayangnya nggak ada after story soalnya aku ga dpt inspirasi nih ..udh lama ffnya wkwk tp klo ada pasti aku bikin ..oke nanti couple minho selanjutnya sm jiyeon ^^

  7. Dezztidini 23 Mei 2012 pada 4:00 PM #

    Ne g papa dech g da after story_ny jga…hehehe
    tph tetep q tnggu y ff MINJI yg lain…heuheu

  8. baboozubogoshipoe 21 Juli 2012 pada 8:31 PM #

    Suka banget, palagi da MINJI COUPL…
    buat FF yang banyak tentang MinJi ya…

  9. Febri melania 11 November 2014 pada 5:05 AM #

    Udh end kah?? Gk ada lnjutnx yaa??

    • cagalli14 14 November 2014 pada 10:01 AM #

      udah end ..hehe maaf ya soalnya ffnya udah lama ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: