THE ONE I LOVE

21 Feb

NO SIDER (SILENT READER) PERMITTION!!!

Title : THE ONE I LOVE

Cast     : Victoria Song,Cho Kyuhyun,Seohyun SNSD,Yuri SNSD,Nickhun 2PM

Genre  : angst,education (?)

Diclaimer         : Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya. Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

INI BUKAN FF DENGAN IDEKU! INI ADALAH AMANAH! INI HARUS DISAMPAIKAN KE HATI SEMUA ORANG YANG AKAN MEMILIKI PASANGAN KELAK DI HIDUPNYA. KARENA ITU AKU BUAT INI UNTUK KEBAIKAN BERSAMA. Sebenarnya cerita aslinya bukan Korea,tapi karena kita ada di blog wordpress Korea dan kita bertemu atas nama Korea,jadi aku ubah castnya jadi idola kita. Mian kalo ada yang ga suka pairingnya,kalo ga suka ya jangan baca,jangan ngebash,kan ini yang ngedit author *dilempar pisang rame2*. Bagi yang mau liat cerita catatan aslinya,bisa baca di notes aku di FB : Dwi Annur Puspita dengan judul : Sedih😥

Suggestion : DIHARAPKAN BACA INI SAMBIL DENGERIN LAGUNYA KRY YANG THE ONE I LOVE (selamat berbanjir2 ria :p)

SELAMAT MEMBACA DAN DIHARAPKAN KOMENNYA🙂

Cinta itu butuh kesabaran…Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita??? Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita.. Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..

Pernikahan kami sederhana namun meriah….. Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu. Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula. Ketika kami berkenalan dia sudah sukses dalam karirnya.

Kami akan berbulan madu keliling Eropa, itu janjinya dulu.. Dan setelah menikah, kami benar-benar berbulan madu di Eropa dengan penuh kebahagiaan…

Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku. Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.

Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami. Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.

Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku… Ia mengaggap Tuhan belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA. Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, eominim & dongsaengnya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…

Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Bersyukur suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.

Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil terus berdoa meminta yang terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.

Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada eomonim, dongsaengnya dan chingu suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang yeoja yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.

Syukurlah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.

Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Annyeong” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.

Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Annyeong,Victoria-ku”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.

Lalu.. Umma nya berbicara denganku …

“Victoria, kenalkan ini Seohyun teman Kyuhyun”.

Aku teringat cerita dari Kyuhyun bahwa teman baiknya pernah mencintainya, yeoja itu bernama Seohyun dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.

Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala Kyuhyun, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Yuri mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan Kyuhyun pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.

Tapi ketika di luar Yuri berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada kami yg menjaga oppa disini. Kau istirahat saja. ”

Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan Kyuhyun dengan alasan dia harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku sendiri. Tapi tiba-tiba eomonim datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada Kyuhyun mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh Kyu selalu menurut apa kata ummanya, baik ummanya Salah ataupun Tidak, dia tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.

Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.

Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, Kyuhyun memanggil ku ke taman belakang, ia baru saja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.

Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”

Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Busan,”

Aku menjawab, ”Ne yeobo.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barangmu di travel bag dan kamu sudah memegang tiket bukan?”

“Ne tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan umma”, jawabnya tegas.

“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulangannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.

”Umma minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.

”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.

Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.

Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama Suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena Kyuhyun sangat sayang padaku.

Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.

Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.

Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Busan, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.

Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.

Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.

Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.

Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya pada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Berjauhan dengan Kyuhyun, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Busan.

Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh Jinki,adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.

Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..

Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk Jinki.

Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..

Sementara Kyuhyun disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..

Lebih baik aku tutupi dulu tentang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Busan.

Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Busan, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti Kyuhyun pulang, hari demi hari aku hitung…

Sudah 3 minggu Kyuhyun di Busan, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.

Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari Kyuhyun yang sms.

Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.

Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.

Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.

Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.

Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..

Demi Tuhan… ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..

Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam itu pun biasanya kami memiliki kebiasaan berdoa bersama,namun melihat dia yang tertidur dengan pulas,aku tidak ingin merusak mimpi indahnya dan memutuskan untuk berdoa sendiri.

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil mantel tidurku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.

Aku merasa ada yang aneh dengan Kyuhyun. Ada apa dengannya? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?

Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku dan kebetulan Yuri yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.

Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa Kyuhyun berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.

Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Kyuhyun,kau telah berubah..

Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku,Nickhun. Ingin rasanya aku menampar Kyuhyun yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.

Aku hanya berdo’a semoga suamiku tercinta,Kyuhyun, sadar akan prilakunya.

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Dua tahun berlalu, Kyuhyun tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.

Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi seorang umma pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.

Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru balet, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.

Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, Kyuhun memanggilku.

“Ne, waegeuraeyo appa?” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Appa,”.

“Lusa kita siap-siap ke Busan ya.” Jawabnya tegas.

“Waegeurae? Waeyo?”, sahutku penuh dengan keheranan.

Oh Tuhan-ku.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.

Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”

Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Busan sambil menangis, sedih karena Kyuhyun-ku kini tak ku kenal lagi.

Lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.

Kyuhyun tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Kami telah sampai di Busan, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk eomonim & dongsaeng-dongsaengnya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..

Aku dan Kyuhyun pun masuk ke kamar kami. Kyuhyun tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.

Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir, tiba-tiba Lina ahjumma, ahjumma yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, rumah yang bergaya tradisional ala Korea yang sangat kental.

Kemudian aku duduk disamping Kyuhyun, dia hanya menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.

Tiba-tiba saja haelmoni, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.

“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, haelmoni ingin bicara dengan kau Victoria”. Haelmoni berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.

”Ne,Ada apa Haelmoni?” sahutku dengan penuh tanya..

Haelmoni pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!“.

Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan Kyuhyun?

“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Kyuhyun, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Kyuhyun anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Busan seperti itu semua.

Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah Kyuhyun yang kosong matanya.

“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, haelmoni masih melanjutkan pembicaraan itu.

Sedangkan Kyuhyun hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk dia agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.

Haelmoni masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?“

Ya Tuhan.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..

Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di Qingdao,Cina, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.

“Victoria, jawab!.” Dengan tegas eomonim langsung memintaku untuk menjawab.

Aku langsung memegang tangan Kyuhyun. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.

Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan suamiku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah.

‘’Untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang yeoja baru dirumah kami..”

Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga Kyuhyun memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.

Aku lalu bertanya kepada Kyu, “Appa siapakah yang akan menjadi chinguku dirumah kita nanti?”

Kyuhyun menjawab, ”Dia Seohyun!”

Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Haelmoni?.”

Abonim menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”

”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.

Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..

Apakah karena ini Kyuhyun menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?

Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka ikatan rambutku,aku bercermin sambil bertanya-tanya, “Sudah tidak cantikkah aku ini?“

Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.

Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata Kyuhyun yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.

Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “Appa gomawo, kamu memberi chingu kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.”

Kyuhyun mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.

Dalam hatiku bertanya, “Mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, “Sudah malam, kita istirahat yuk!“

“Aku berdoa dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.

Dalam doa dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan Kyuhyun,suamiku.

Aku tak tahu kalau Seohyun orang Busan juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin Kyuhyun kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu..

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.

Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat Kyuhyun, aku marah padanya yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat dia yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku save di mydocument yang bertitle “Saranghaeyo Nae Nampyon”

Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu Kyuhyun yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.

“Apakah kamu sudah siap?”

Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :

“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.

Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Umma?”

Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…

“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.

Dia mengangguk dan berkata, ”Baik Umma akan Appa ulangi, lalu apa Umma?”tanyanya lembut sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.

Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita lihat saja nanti ya!”. Dia memelukku dan berkata, “Umma adalah wanita yang paling kuat yang Appa temui selain Eomma”..

Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Appa, apakah ini akan segera berakhir? Appa kemana saja? Mengapa Appa berubah? Appa bogoshipoyo? Aku kangen belaian kasih sayang Appa? Aku kangen dengan manjanya Appa? Aku kesepian Appa? Dan satu hal lagi yang harus Appa tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakan Nickhun, setelah 4 bulan bersama Appa baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari,dia hanyalah Cho Kyuhyun. Bukan berarti aku pernah berzina Appa.” Aku langsung bersujud di kakinya dan mencium kaki suamiku sambil berkata, ”Jeongmal mianhaeyo Appa… telah membuatmu susah”.

Saat itu juga, diangkatnya badanku.. Kyuhyun tak berkata apa-apa dan hanya menangis.

Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ”Umma gwenchanyo?!”tanyanya dengan penuh khawatir.

Aku pun menjawab, “Bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah membuatku baik. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus fokus menjalani acara sumpah setia di hadapan penghulu tersebut.

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ === Setelah tiba di gereja, pengangkatan sumpah pun dimulai. Aku berdiri dibelakang Kyuhyun.

Aku melihat Kyuhyun berdiri berdampingan dengan yeoja itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Appa jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.

Jantung ini berdebar kencang saat mendengar sumpah tersebut. Begitu sumpah untuk menjadi pasangan hidup selesai, aku menarik napas panjang. Lina Ahjumma, ahjumma yang baik itu, memelukku.. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.

Tak sanggup aku melihat mereka berdiri bersandingan di tengah-tengah altar. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.

Sampai dirumah, Kyuhyun langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?

Sementara itu Seohyun disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.

Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan yeoja yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.

Sepertiga malam pada saat aku terbangun dan merasa haus,aku keluar kamar menuju dapur, lalu aku melihat ada namja yang mirip Kyuhyun tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Omona.. suamiku tak tidur dengan yeoja itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.

“Victoria-ah…umma…Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya berdoa bersama. Setelah berdoa ia berkata, “Jeongmal mianhaeyo, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena keegoisanku. Besok kita pulang ke Seoul, biar Seohyun pulang dengan umma, appa dan juga Yuri,”

Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Tuhan.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..

Kyuhyun berbisik, “Umma kok kurus?”

Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.

Aku pun berkata, “Appa kenapa tidak tidur dengan Seohyun?”

”Aku kangen sama kamu Victoria-ah, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut Kyuhyun menjawab seperti itu.

Lalu Kyuhyun berkata, ”Umma, Appa minta maaf telah menelantarkanmu.. Selama Appa di Busan, Appa dengar kalau Umma tidak tulus mencintaiku, Umma seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar hartaku dan satu lagi.. Appa pernah melihat sms Umma dengan Nickhun isinya kalau Umma gak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Appa ingin ngomong tapi takut Umma tersinggung dan Appa berpikir kalau Umma pernah tidur dengannya sebelum Umma bertemu Appa, terus Appa dimarahi oleh keluarga Appa karena Appa terlalu memanjakan Umma..”

Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.

Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Kyu.. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu.. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu..“

Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena chinguku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan Kyuhyun dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.

Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===

Keesokan harinya…

Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan Kyuhyun kaget bukan main, ia langsung menggendongku.

Aku pun dilarikan ke rumah sakit..

Dari kejauhan aku mendengar doa Kyuhyun..

Aku merasakan tanganku basah..

Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah Kyuhyun penuh dengan rasa kekhawatiran.

Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Umma, Appa minta maaf…”

Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?

Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Appa, Umma ingin pulang.. Umma ingin bertemu kedua orang tua Umma, anterin Umma kesana ya..”

“Appa jangan berubah lagi ya! Janji ya… !!! Jeongmal saranghaeyo nae Cho Kyuhyun,”

Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan Kyuhyun. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.

Sebelum mata ini tertutup,kubacakan sedikit doa yang selalu membuatku untuk dekat dengan-Nya dan terus merasa kuat.

Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..

Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..

Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.

Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.

Untuk eomonim : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Ketahuilah eomonim.. dari dulu aku selalu berdo’a agar Eomma merestui hubungan kami.

Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Eomma?

Mengapa engkau sangat cemburu padaku Eomma?

Kyuhyun tetap milikmu Eomma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku.. Dengan Seohyun kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya..”

=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ === Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan Victoria.

=-=-=-=-=-=- ❤ -=-=-=-=-=-=-=- ❤ -=-=-=-=-=-=

Appa, mengapa keluargamu sangat membenciku?

Aku dihina oleh mereka appa..

Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?

Pernah suatu ketika aku bertemu Yuri di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Appa..

Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu appa ?

Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya..

Aku diusir dari rumah sakit.

Aku tak boleh merawat suamiku.

Aku cemburu pada Seohyun yang sangat akrab dengan mertuaku.

Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.

Aku sangat marah..

Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Yuri dan

eommanya..

Aku tak mau sakit hati lagi..

Ya Tuhan kuatkan aku, maafkan aku..

Engkau Maha Adil..

Berilah keadilan ini padaku, Ya Tuhan..

Appa sudah berubah, appa sudah tak sayang lagi pada ku..

Aku berusaha untuk mandiri appa, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..

Aku kuat appa dalam kesakitan ini..

Lihatlah appa, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..

Aku bisa melakukan ini semua sendiri appa..

Besok suamiku akan menikah dengan yeoja itu. Yeoja yang aku benci, yang aku cemburui, tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga Kyuhyun. Aku harus sadar diri.

Appa, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu..

Mengapa harus Seohyun yang menjadi chinguku?

Appa.. aku masih tak rela..

Tapi aku harus ikhlas menerimanya.

Pagi nanti Kyuhyun-ku melangsungkan pernikahan keduanya. Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku. Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir. Sebelum ajal ini menjemputku.

”Appa.. jeongmal bogoshipoyo..”

Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Umma..

Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Seohyun di Qingdao ini.

Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.’’

Umma tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur..

Umma akan selalu hidup dihati appa..

Victoria Song-ku.. Seohyun tak sepertimu, yang tidak pernah marah..

Seohyun sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.

Aku menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..

Seandainya aku tak menelantarkanmu, mungkin aku masih bisa tidur dengan belaian tanganmu yang halus..

Sekarang aku sadar, bahwa APPA SANGAT MEMBUTUHKAN UMMA..

Victoria.. kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui..

Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..

Victoria-ku.. maafkan aku.. Kau tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang..

Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata eomma, karena aku takut menjadi anak durhaka.

Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.. Apakah Umma akan mendapat pengganti Appa di surga sana?

Apakah kau tetap menantiku disana? Tetap setia dialam sana?

Tunggulah aku disana Victoria Song..

Bisakan? Seperti Umma menunggu Appa di sini.. Aku mohon..

’’Appa sayang Umma….’’

-FIN-


21 Tanggapan to “THE ONE I LOVE”

  1. linda 21 Februari 2011 pada 4:10 PM #

    ^^ first kah? Hehehe kyutoria jjang betul harus saling mencintai walaupun mandul hehehe seohyun ke KUA aja sm yonghwa

    • cagalli14 21 Februari 2011 pada 6:12 PM #

      iya de ..huhuhu ..aishhh saya bnr2 merelakan abang kyu ke vic umma .___.
      betuuul seo kabur aja noh ke kua sm yonghwa XDDD

  2. ♥ SULHEE shipper ♥ 21 Februari 2011 pada 4:13 PM #

    T______________T
    pernah tau juga cerita yang kayak gini,,
    ceritanya hampir mirip,,,
    bedanya istrinya itu meninggal karena kanker T,T
    Kisah nyata,,sedih bgt ToT
    ayo kak bikin lg ff soowon (?) eeh *plak
    kyutoria maksudnya :p

    • cagalli14 21 Februari 2011 pada 6:11 PM #

      iya ini kan dr catatan seorang istri gitu trus yg publishnya suaminya ..kK udah minta izin sm yg ngetag kK buat repost dan edit nm korea :p
      kkkk~ emang sdh banget huhu ..jiah ketauan dia mau soowon :p

  3. kazukazukazu 22 Februari 2011 pada 12:10 AM #

    kak dwiiiiii T~~T
    saya udah baca yabg di notes kakak itu juga, dan….. entah kenapa saya pikir si fisha itu seohyun .____. *abaikan aja kak*

    sedih banget, kasian toriaaaa DX
    kisah aslinya juga, aduh, mungkin saya ngga bakal bisa tahan. nahan penyakit seberat itu sama suami yang super dingin….

    T_____T

    • cagalli14 22 Februari 2011 pada 7:04 AM #

      aduuuh imajinasi kita beda yah ..kk mah emang udah kepikiran 3 tokoh ini pas baca di notes itu hahahaa ..

  4. Ahn Leena 22 Februari 2011 pada 6:38 AM #

    Ya Tuhan… Cerita apa ini kak? Sumpah, aku nangis deres baca ini… Salut ama umma, ga nyangka ada kisah kyk gini di dunia…

    Ya Allah, semoga aku bisa sesabar umma ntar… Huhuhu… T.T

    • cagalli14 22 Februari 2011 pada 7:09 AM #

      iyah de ..huhuhu ..ini kisah nyata loh ..kK cm copas dan edit ..soalnya kt yg nyebarin ini mmg hrs disebarin ke org2 ..biar kita tau artinya cinta yg plg tulus buat suami tuh gimana ..ini jg pelajaran buat cowo2 ..tp krn kita kpopers jd kK edit castnya ._.v

  5. richannyda 22 Februari 2011 pada 7:21 AM #

    hhhwwwaaa vic ummaaa
    hadeeuuhh bisa gak ya aq jd isteri yg setegar itu?pdahal udh dofitnah ibu mertua
    si kyu pabo ah emng gak bisa bedain yg masih perawan ama yg udh gak perawan? lol
    bikin lagi ya kak

    • cagalli14 22 Februari 2011 pada 10:14 AM #

      wkwkw ..iyah ter kakak bikin lg deh ..banyak ide mah kyutoria lagi fresh2nya nih XDDDD

  6. meliaFISHY 22 Februari 2011 pada 9:49 AM #

    udah baca yang di FB, tapi lebih nangis baca yang ini TT_TT

    kyutoria daebak! baru pernah aku baca FF kyutoria wkwk

    licik yah umma, bagian sad end, ga mau pake kyuri /plakkk
    wkwkwk

    • cagalli14 22 Februari 2011 pada 10:15 AM #

      LOL!!! Iya dong XDDD masa umma mati sih gamau kalo kyunya oke lah boleh biar umma bisa sm key ujung2nya #plakk
      jadi vic umma aja jadi korban ._.

  7. songhee28 22 Februari 2011 pada 3:16 PM #

    sedih bgt loh..
    ini kisah nyata kan? TT.TT

    tapi umma tetep khuntoria drpd kyutoria..
    ga tau kenapa..
    mian egi.. hehe ^^

  8. RinduCubbyELF 24 Februari 2011 pada 9:01 AM #

    -_- sedihhhh bangetttt:((
    mpe bengkak mataku-_-
    mertua yg jahat-_- oh vic mfkan kyu-_-,kyu oppa g jaht kuq:((

    nice ff chingu^^slm knal

  9. Nuri 25 Februari 2011 pada 1:56 PM #

    ya Allah sedih banget )’:

  10. chana2min 3 Maret 2011 pada 3:31 PM #

    Ahhhh tetep aja nangis berkali2 baca…
    Kyuuuuu sini sm aku aja,vic umma..sabar terus.. Huaaa

  11. sinthaeyon3424 3 Maret 2011 pada 7:16 PM #

    ah sedih amat nih ff??
    Aku bisa kayak vic omma gk yah?? Sabar.. Penyayang.. Haduh terharu..
    Tengah malem baca nih ff nangs sesegukan. Mana d rumah sepi, lg pada nungguin oppa yg d rawat di rmh sakit.. Huaaahhh tanggung jawab ah author..

  12. keynya 5 Maret 2011 pada 3:58 PM #

    awal baca biasa aja, tp dah sampe ke tengah hadoh! berasa sedih na. hiks hiks*nyuruh key ambilin tisu/plakkk

    nice ff ^^b

  13. MayPus 10 April 2011 pada 4:22 AM #

    So sad huhuhuhuhu…

  14. ifaloyshee 6 Juli 2011 pada 8:09 AM #

    bingung mau ngomong apaa > <
    bagussss deh pokoknya, ni air mata uda turun deres banget T___T

    vic umma, you're kyuhyun's forever!
    kyutoria jjangoknya, ni air mata uda turun deres banget T___T

    vic umma, you're kyuhyun's forever!
    kyutoria jjang

  15. shinhyunrin 28 Oktober 2011 pada 3:38 PM #

    daebak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: