Don’t Leave Me

27 Mar

SILENT READER DILARANG KERAS BACA FF INI!!!!

TITLE    : Don’t Leave Me

Cast        : Choi Sulli,Lee Donghae,Lee Taemin

Genre     : romance,angst

BGM      : TRAX – Don’t Leave Me & TRAX – Goodbye Lover

P.S          : Ini Cuma teaser (?) hehehe ..sebenernya ada FF Taellihae tapi belum selesai masih 70% in progress kkkk~ dan gue buat ini karena semalem gue mimpiin alm pacar gue (udah lama ga mimpi jadi agak tersentuh gitu hehehe) #curcol. Intinya ini terinspirasi dari mimpi gue semalem,ada kurang,ada lebih kkkk~

ENJOY…


“Aku akan kesana sekarang,”katanya dibbm yang aku baca.

”Kau jangan main-main oppa!”balasku.

Namun dia tidak membalas lagi.

Seharian ini aku sibuk menemani umma pergi kesana kemari entah apa urusannya. Aku terus mengecek bbm,menelpon dia dan mengirimi email namun dia tidak membalas juga dan nomernya tidak aktif. Aku mendesah panjang,jangan bilang dia benar-benar kesini.

Trrrrtttt …kurasakan ponselku bergetar dan kulihat dia menelepon.

”Oppa?! Kau darimana saja?!”seruku,agak membentak kesal.

”Sulli-ah aku sudah di Busan. Katakan kau dimana sekarang,”ujarnya.

Kau bercanda oppa?!

”Kerumahku saja kalau begitu,”jawabku.

Aku tidak ingin dia kelelahan sedikit pun jadi aku memutuskan untuk pulang dan pamit dengan umma duluan untuk menyambutnya. Ternyata dia memang sudah di depan rumahku saat aku sampai. Dia menyender didinding sambil menatap langit. Aku melirik kursi,aku pun mendesah kesal.

”Rumahku ada kursinya kenapa berdiri?”tanyaku menghampirinya. Dia menoleh ke arahku yang baru datang. Senyum manisnya yang lemah mengembang diwajah tampan itu.

”Aku baru datang kok. Kau darimana?”tanyanya.

”Menemani umma. Kenapa kau kesini oppa? Kau kan tidak boleh keluar dari rumah sakit itu dan kenapa kau nekat kesini?! Seharian kau kesini dengan siapa?!”tanyaku kesal sekaligus cemas setengah mati. Lagi. Dia hanya tersenyum dan itu selalu berhasil memendam kesalku.

”Gwenchana. Aku Cuma berpikir ini yang terbaik. Menemuimu,”ujarnya sambil menatapku lembut. Aku masih menatapnya dengan kesal namun saat dia mengatakan itu aku tidak bisa lagi menahan airmataku. Aku juga ingin menemuimu oppa. Aku rindu padamu dan aku tidak tega melihatmu begini. Kenapa aku harus marah?

”Ujima,”ucapnya sambil menarikku kedalam pelukannya. Aku menangis terisak-isak dipelukannya.

Sudah 1 bulan ini kekasihku,Donghae oppa dirawat di rumah sakit.  Orang tuanya pun telah melarang dia bertemu denganku. Dan aku tidak bisa pergi ke Seoul karena sekolahku. Aku selalu bersikap bahwa aku tidak ingin bertemu dia dan selalu terlihat kesal padahal sebenarnya aku sangat ingin bertemu dengannya. Semuanya terasa sesak! Ini semua demi dia dan bukan demi aku jadi saat dia membuat keputusan aku pun tidak bisa mengatakan apa-apa.

”Lalu apa yang mau kau lakukan sekarang?”tanyaku,menarik kepalaku dari pelukannya.

”Aku ingin melarikan diri denganmu,”jawabnya. Aku hanya membalas dengan senyum lirih.

”Arraso,”kataku.

Kami lalu pergi entah kemana. Yang jelas tujuan kami ke arah kota. Tanpa supirnya mau pun kendaraan pribadi. Kami mengambil bus dan berjalan kaki. Aku sedih melihatnya. Dia terlihat kurus & pucat tapi dia bersikeras untuk berjalan.

”Oppa kita makan dulu yuk,”aku menarik tangannya ke salah satu gerobak penjual ddokbuki.

”Ahjussi beli ddokbukinya 2 ya,”kataku. Kami lalu duduk menunggu ddokbuki di depan gerobak itu.

Hari sudah hampir malam. Aku menatapnya.

”Kau mau kemana setelah ini?”tanyaku.

”Entahlah…kemana pun bersamamu,”jawabnya singkat.

”Hmm kalau begitu kau harus makan yang banyak lalu kita bermain sepuasnya oke?”kataku ceria.

Ya,aku harus ceria. Susah payah dia ke Busan hanya untuk menemuiku,dia harus mendapat bayaran yang setimpal.

Setelah kami menghabiskan ddokbuki,aku mengajaknya ke pantai. Kami berjalan dipelabuhan sambil melihat malam yang masih dini. Aku sangat bahagia bisa bersamanya saat ini,namun kekhawatiranku tidak bisa luput begitu saja.

”Oppa,gomawo,”ucapku. Berhenti dan langsung menghadapnya yang membelakangi pantai.

”Waeyo?”tanyanya.

”Aku tidak tau aku hanya ingin mengucapkannya. Ahh haruskan aku mengucapkannya pada Tuhan? DENGARKAN INI AKU BERUNTUNG BISA DICINTAI DONGHAE OPPA!!!”aku mulai berteriak menghadap laut lepas. Dia berbalik dan berdiri disampingku. Aku menatapnya yang menatap lurus ke laut.

”AKU JUGA BERUNTUNG DICINTAI CHOI SULLI!!!”teriaknya. Aku tersenyum karena tersentuh. Dia lalu menoleh kearahku,”Lihat…aku masih bisa berteriak kan?”tanyanya. Aku tertawa kecil.

Namun detik berikutnya aku merasa sedih. Aku jadi benar-benar tidak bisa kehilangan dia. Padahal baru saja aku bisa sedikit merelakan dia yang memang harus berpisah cepat atau lambat denganku karena dia berada di Seoul.

”Sulli-ah?”tanyanya yang melihatku tiba-tiba menangis.

”Oppa…jangan pergi,”isakku. Dia terdiam.

”Kajimarayo…oppa kajimarayo…,”aku Cuma bisa mengatakan itu. Hanya itu. Tidak ada yang lain. Dan itu satu-satunya doaku,permohonanku. Aku bisa merasakan lengan besarnya meraih punggungku dan mulai memelukku.

”Jagiya…terimakasih atas 2 tahun yang indah ini. Aku benar-benar menyayangimu,”ucapnya. Aku menunggu kata-katanya yang lain namun sepertinya tidak ada yang bisa diucapkan olehnya. Tidak ada yang bisa dijanjikan satu pun.

”Katakan kau tidak akan pergi!!!”teriakku. Masih didalam pelukannya. Dia tidak menjawab apa-apa. Namun aku bisa mendengar sedikit isakannya. Aku mendongakkan kepalaku dan terkejut melihat dia berusaha keras menahan tangisnya. Hatiku jadi sakit. Aku menyebabkan dia menangis!

”Oppa…,”aku melepaskan pelukannya namun dia tidak membiarkanku dan memelukku lebih erat. Lalu tidak mengatakan apa-apa. Hanya memelukku dan aku berhenti menangis. Aku tidak ingin merengek dan membuatnya susah.

”Oppa sudahlah…aku tidak apa-apa,”aku mendorongnya sedikit. Dia lalu melepaskan pelukannya. Aku tersenyum.

”Anggap hari ini tidak akan berakhir oke?”aku menjinjit sedikit dan mengecup bibirnya. Dia pun membalas dengan mencium bibirku,aku melepaskan tenagaku dan dia menopang tubuhku dengan merangkul pinggangku. Ya,cium aku oppa. Cium saja. Jangan ingat hal yang buruk. Semua itu tidak ada!

”Air mancur itu indah sekali. Kita ambil beberapa foto disana yuk,”ujarku sambil menunjuk kolam & air mancur yang menjadi pusat kota. Ya,kami sudah berjalan kemana pun dan tiba sampai disini. Kurasa ini destination kami yang terakhir. Aku lalu mengambil kamera SLRnya.

”Oppa kau berdiri disana,aku ambil fotonya,”kataku.

”Tapi akan lebih baik kalau kita berdua,”ujarnya.

”Anieyo,aku ingin oppa dulu oke?”kataku bersiap mengambil foto. Dia pun dengan enggan berdiri membelakangi air mancur yang berwarna-warni. Dilensa ini,dia yang paling indah dibandingkan pemandangan indah yang ada dibelakangnya. Wajahnya,rambutnya,badannya,senyumnya benar-benar menyihirku.

”Sudah?”tanyanya.

”Neeee! Hehe sekarang foto kita berdua!”aku berlari kearahnya dan mengambil kamera polaroid yang ada ditasku.

”Chesseeeeeeeee,”ucapku dan klik! Aku berhasil mengambil foto kami berdua dengan latar belakang lampu warna-warni dan airmancur yang indah.

Aku menatap puas foto yang keluar dari kameraku dan tersenyum padanya.

***

Milkshake milkshake..Ice cream ice cram banilla~!

“Nghhhh…,”aku mencari ponsel dengan mata tetap tertutup. Aku merasakan seluruh tubuhku sakit dan saat aku melihat ponsel,ada 1 bbm. Itu jarkom. Hhhh malas sekali. Mengganggu tidurku saja.

Tidur. Ya,aku ingin tidur lagi. Ini weekend.

Jlebb!!!

Aku langsung terduduk dan membelalak. Tiba-tiba aku merasa dadaku sesak. Aku lalu melihat kalender. Ini 27 Maret 2011. Yah…ini sudah tahun 2011. Aku melirik ponselku yang masih menyala,ternyata ada 1 bbm lagi yang belum kubaca. Aku mengambilnya.

Sulli-ah jam 1 nanti kujemput.

Itu dari Taemin oppa. Orang yang mampu membangkitkanku lagi. Orang yang menyatakan dia mencintaiku dan aku merasa senang. Orang yang selalu menemaniku sejak saat itu. Ya…sejak saat dia pergi.

Donghae oppaku sudah pergi setahun yang lalu. Tadi itu hanya mimpi. Aku memimpikan dia setelah sekian lama sejak Taemin oppa berhasil menyeruak masuk ke dalam hatiku. Hhh ini konyol…

Aku masih mencintainya…

 

“Oke ini cuma sekuel kok hehehe FF utamanya masih beyummm stay tune (?)”

Komen pleaseee *todong pake gigi naga*

9 Tanggapan to “Don’t Leave Me”

  1. Sahl-Lin 27 Maret 2011 pada 3:55 PM #

    TTT_TTT hari ini aku baca 2 ff sedih aduh “terima kasih untuk 2tahun yang indah ini” aduh nyesek banget nih kak aku butuh nafas buatan henry. Ayo cepet publish lagi selesein yang 70% nya *sogok pake ingus kyu*

    • cagalli14 27 Maret 2011 pada 4:27 PM #

      hahaha sok minta wae atuh sm kang henrynya hahaha!
      iyaaah -___-” abis kaka ujian yah :3

  2. songhee28 27 Maret 2011 pada 4:17 PM #

    Mata umma berkaca2..
    Chullie liat nih anakny bikin nangis..

    Umma berdoa, suatu saat agi dpt sosok taemin agi sendiri..
    Walaupun yg sudah pergi ga akan pernah tergantikan..

    • cagalli14 27 Maret 2011 pada 4:28 PM #

      iya umma :’)
      hehe appa mianheeee >,<

  3. Nuri 29 Maret 2011 pada 12:05 AM #

    Loh kok donghae nya mati siiiiiih (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

    • cagalli14 13 Mei 2011 pada 7:51 AM #

      mian yaaa huhuhu

  4. MayPus 9 April 2011 pada 7:43 AM #

    omoo… bagus bangeett..
    Wating for the full story.. hwaiting..

    • cagalli14 13 Mei 2011 pada 7:28 AM #

      kelanjutannya yang ” i wrote your name in my guitar”🙂

  5. Dee_Kyu_Latte 17 Agustus 2011 pada 1:52 PM #

    Annyeong~ annyeong~
    saya kembali \o/ #telatgeela
    eh, ini mimpi kamu ya??
    Sedih x'(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: