Fall In You

5 Apr

Cast : Onew SHINee,Luna f(x),Jonghyun SHINee & other cast as minor cast

Genre : romance

OST : Haru-Haru by Big Bang (?)

SILENT RIDER ARE NOT ALLOWED!

ENJOY😉


“Annyeong! Park Luna imnida! Aku masih kelas 3 SMP & sangat menyukai musik,”

Itulah yang dia katakana dengan senyum yang menampakkan ke-24 gigi putihnya yang begitu manis ditengah musim gugur yang tenang.

Saat itu,aku yang baru pulang dari sekolah dihentikan oleh anak berseragam SMP yang satu yayasan dengan SMA tempatku menuntut ilmu. Sungguh aneh mendapati seorang anak SMP mengajakku berkenalan ditengah jalan. Sejak saat itu dia selalu mengikutiku seperti anak anjing. Kalau kulihat sih lucu,dia benar-benar seperti anak anjing,ceria & seperti minta dielus terus oleh majikannya.

”Jinki-ssi! Kau selalu memakai kacamata itu ya?”tanyanya yang terus mengintilku sejak pertemuan itu.

”Ne,aku minus 3,”jawabku dengan tidak melepaskan mataku dari buku yang kubaca. Aku meliriknya saat ada sedikit jeda terdiam darinya,dia ternyata menatapku dengan tatapan ”oh~” seakan terpesona. Apa yang kau lihat dimatamu itu? Dasar anak kecil aneh!

”Kau pasti terlihat berbeda jika melepas kacamatamu,”katanya sambil dengan beraninya melepas kacamataku.

”Ani…ige…,”

Plak!

Tanpa sengaja aku menepis tangannya & kacamataku terjatuh. Luna menatapku kaget & sedikit ketakutan namun dia buru-buru mengambilnya.

”Ini retak. Mianhe Jinki-ssi,aku akan menggantinya! Mianhe!”dia terus membungkuk 90 derajat sambil memegang kacamata itu.

Bukan maksudku bertindak kasar seperti tadi,hanya saja aku gugup tiba-tiba ada seorang yeoja yang mengambil kacamataku tepat dari wajahku. Ini dampak karena dia memandangiku tadi,aku jadi gugup sendiri.

Esoknya aku tidak mendapati Luna yang selalu datang ke depan kelasku atau di depan gerbang. Mungkin dia tidak akan datang karena ketakutan,ah molla…tidak ada urusannya denganku.

”Jinki-ya! Main basket yuk!”teriak Minho dari lapangan sambil mengangkat bola basketnya. Aku pun berlari ke arah lapangan untuk bergabung.

”Hei kau memakai kontak lens?”tanya Kyuhyun.

”Ne,kacamataku rusak,”jawabku.

”Ah tidak apa-apa kau tambah keren kok pasti cewek-cewek makin menggilaimu!”ujarnya sambil menepuk punggungku dan berlari mengejar bola.

Aku terdiam sejenak. Mungkin ini yang diinginkan Luna? Melihatku tidak memakai kacamata & terlihat keren? Hah,lucu sekali anak kecil itu.

Lalu setelah itu 3 hari baru dia memunculkan batang hidungnya lagi di depanku…

Siang itu saat aku baru saja ingin pulang,kulihat kepala seseorang menjendol dari balik pintu. Dia mengintip benar-benar seperti anak anjing & dia kembali setelah beberapa hari tidak menguntitku?

”Jinki-ssi ini kacamata yang baru selesai dibenarkan!”katanya sambil meloncat kehadapanku dan menyerahkan sebuah kotak kacamata sambil menundukkan kepalanya.

Jadi dia tidak mau datang sebelum memperbaiki kacamataku?

”Aku sudah meminta pada paman yang membenahinya untuk selesai secepatnya tapi dia bilang paling cepat 3hari! Mianhe,”katanya lagi.

”Angkat kepalamu,Luna-ssi,”ujarku. Entah kenapa aku memintanya,aku Cuma mau…

Luna menatapku dengan mata berbinar-binar & terlihat sangat takjub. Mulutnya membentuk ’o’ dan matanya membulat.

”Kau tanpa kacamata benar-benar ta…ta…ta…,”

”Hahaha! Kau ini,sudahlah,kalau begitu aku tidak butuh kacamata itu lagi,”aku mengacak rambutnya dan berjalan duluan. Dia mengejarku.

”Jinki-ssi!”teriaknya. Aku masih terus berjalan,aku pikir dia akan menyusulku.

”Jinki-ssi!!!”teriaknya lagi. Aku akhirnya menoleh juga.

”Kenapa kau masih disana?”tanyaku heran karena ternyata dia masih berada di ambang pintu.

”Aku minta kau memakai kacamata itu lagi…,”ujarnya.

Kenapa? Bukannya dia senang melihatku tidak memakai kacamata? Apa karena dia kesal kacamata yang sudah dia benahi tidak kuterima?

”Soalnya nanti yeoja lain akan melihat wajah tampan Jinki! Aku tidak mau!”serunya.

Mwo?!

Sesaat aku merasa berada ditempat lain. Tempat yang indah. Aku tergelitik mendengar kata-katanya yang polos. Sesaat aku merasa ingin berlari & memeluk anak ini saking senangnya. Tanpa sengaja aku sudah memandangnya dengan utuh.

”Aku bukan orang…yang kau kendalikan Luna-ssi,”kataku.

Aku ini ngomong apa sih? Kata-kataku jelas menyakitinya,dia terlihat kaget & terluka! Tapi itu benar kan? Kenapa aku harus mengikuti keinginanya? Padahal kami baru saja bertemu.

”Kau memakainya juga?!”serunya dengan suara bening yang tinggi itu.

Aku hanya mengangkat bingkai kacamataku sambil pura-pura fokus pada buku yang kubaca.

”Padahal aku kira kau marah padaku! Aku tidak bermaksud mengendalikanmu Jinki-ssi sungguh-sungguh tidak bermaksud! Aku Cuma mengungkapkan apa yang ada dihatiku itu saja! Mianhe!”ujarnya.

”EHEEEM!”penjaga perpustakaan berdehem ke arah kami. Aku membuat tanda agar Luna diam dengan menaruh jariku ke depan mulutku.

”Aku tau,Jinki kan bukan robot lagian mana bisa aku kendalikan,”katanya lagi dengan nada rendah.

”Aku Cuma merasa memakai kacamata itu lebih nyaman daripada lensa kontak,”kataku beralasan.

Padahal setelah aku pikir semalaman,aku merasa bersalah sudah membuat Luna mengeluarkan tatapan yang sedih seperti itu. Karena itu aku memutuskan untuk terus memakai kacamata seperti permintaannya.

”Ohhh begitu ya? Tapi baguslah. Itu namanya dua tiga pulau terlampaui,aku jadi tenang,”katanya polos.

Apanya yang dua tiga pulau terlampaui? Aku memang melakukannya karena Luna. Ya,kali ini aku akui. Aku tidak ingin membuat anak kecil bersedih.

“Jinki-ssi,”panggilnya sambil memain-mainkan pensil micky mousenya.

”Ne?”tanyaku.

”Lusa nanti maukah kau datang ke aula gedung SMP? Karena aku sudah kelas 3,jadi harus mengikuti ujian kesenian juga. Dan aku ingin memperlihatkan Jinki sebuah kemampuanku,kau datang ya?”pintanya dengan mata berbinar-binar.

”Eh? Ah ya kalo aku ada waktu,”kataku yang langsung menurunkan wajahku. Luna. Jika dia terlihat cerah ceria dengan senyum yang memperlihatkan ke-24 giginya,entah kenapa aku merasa musim ini terasa sangat bagus.

”Lalu bagamaina perkembangannya? Apa sudah sampai ke tahap ciuman?”tanya Eunhyuk,sahabatku. Kami sedang duduk-duduk di atap setelah selesai latihan basket.

”Apaan sih?”tanyaku bingung.

”Itu…si daun muda. Hehehe,kau beruntung sekali Jinki-ah mendapatkan daun muda. Manis pula! Ahhh kalau kau mencampakkan dia suatu hari akan kupungut ah,”ujarnya sambil menyeruput soft drinknya.

”Kau pikir dia benda apa?! Lagian kau mikir apa sih? Kami hanya berteman,”seruku kaget.

“Loh? Bukankah kau menganggapnya anak anjing?”tanya Eunhyuk.

*flashback*

“Cie Jinki…nuguseyoooo?”seru anak-anak setelah Jinki berhasil mengusir Luna dihari pertama Luna mengunjungi kelas 3 SMA.

“Ah tidak,dia hanya kenalanku,errr kenapa dia sampai membuntutiku kesini sih?”gerutu Jinki.

“Yakin hanya sebatas itu? Dia menarik loh,sangat manis!”seru Kyuhyun.

“Neee! Yah kuakui dia manis…seperti anak anjing kan?”kata Jinki sambil menatap ke lorong dimana Luna lewati tadi.

*end of flashback*

”Ya…aku memang bilang seperti itu tapi bukan berarti dia itu hewan peliharaan,”kataku.

”Lalu apa hubungan kalian?”tanya Eunhyuk.

”Kenalan,”jawabku.

”Hhh aneh! Lalu kau sudah tanyakan padanya,kenapa dia ingin menjadi kenalanmu?”tanya Eunhyuk.

”Jelas karena ingin berteman kan?”sergahku.

”Anak SMP ingin berkenalan dengan anak SMA? Secara tiba-tiba dan sangat berani sampai mengekori itu…bukankah ada artinya?”

Pertanyaan Eunhyuk hari itu membuatku berpikir keras seharian itu. Aku sampai tidak bisa tidur. Selama ini aku memang sering didekati yeoja yang naksir denganku,tapi entah kenapa aku merasa Luna berbeda. Dia bahkan bukan anak anjing seperti yang aku katakan! Dia lebih lucu. Di musim yang paling aku suka ini,bukankah Luna adalah hal terbaik yang datang dalam hidupku?

Saat itu…aku baru sadar. Aku mulai tertarik padanya….

”Naleul Kkaewooneun Waelowoomae
Jicheobolin Jamaeseo Kkaemyun
Yeojeonhee Utneun Geudaega Saengkaknaseo
Nado Mollae Miso Jitneundae

Ileotgae Tto Salameun Gago
Aleumdawoon Gaejeoli Omyun
Niganamgin Seulpeumae Geuliwoomae
Naneun Tto Igeolileul Geotneunda

Haru Tto Haru Na Salagadaga
Geudae Ileumae Tto Neunmuli Namyun
Na Chameulsoo Upseo Ileotgae Uteulsoo Upseo
Tto Geudae Ileum Bulleobonda

Gaseumae Nameun Sangcheodo Ijaen
Geudaeileum Ijeulaneundae
Naeipseuleul Ggaemeulgo Chamabado
Naesarang Neohanappooningeol

Haru Tto Haru Na Salagadaga
Geudae Ileumae Tto Neunmuli Namyun
Na Chameulsoo Upseo Ileotgae Uteulsoo Upseo
Tto Geudae Ileum Bulleobonda

Amuleotji Ahngae Salagadaga
Sarangi Tto Geuliwoolttaemyun
Geudaega Namgin Apeumae
Nado Moleugae Neunmul Heullindae

Haru Tto Haru Na Salagadaga
Geudae Ileumae Tto Neunmuli Namyun
Na Chameulsoo Upseo (Na Chameulsoo Upseo )
Ileotgae Uteulsoo Upseo
Tto Geudae Ileum Bulleobonda~”

Aku tercengang saat mendengar suara beningnya menggema diseluruh aula yang besar ini. Aku tidak pernah berpikir bahwa dia memiliki suara bening yang indah walau aku tau suaranya sangat renyah. Dia berdiri ditengah panggung dengan gaun putih sebatas lutus & rambut yang diurai indah. Tubuhnya yang kecil itu mampu menyita perhatian seluru penonton yang ada. Tidak ada satu pun yang tidak bertepuk tangan. Inikah Luna yang kukenal? Atau aku belum mengenalnya sama sekali? Aku baru sadar selama ini aku hanya membiarkan Luna mengetahui seluk beluk tentangku tanpa ada feedback sama sekali.

”Jinki-ssi bagaimana penampilanku tadi?”tanyanya dengan senyum khas yang menampilkan ke-24 gigi putihnya.

”Boleh kuberikan hadiah karena kau mendapatkan nilai sempurna?”tanyaku.

”Eh? Ah…boleh,hadiah apa?!”tanyanya antusias.

Aku hampir saja mencium bibirnya sampai aku tersadar dan berbalik mencium pipinya. Wajah Luna merah dengan seketika & dia terpaku. Aku juga kaget sendiri dengan apa yang kulakukan. Ini pertama kalinya aku ingin mencium seorang yeoja. Aku berpikir begitu saja,tanpa sadar bagaimana perasaanku yang sebenarnya.

”Jinki…ssi,”katanya terbata-bata.

”Kenapa kau ingin berteman padaku?”tanyaku,sekali basah. Aku ingin mengetahui semuanya.

”Itu…karena aku…,”

”Ne?”tanyaku sabar.

”Aku suka Jinki-ssi…,”katanya. Anehnya kali ini dia tidak terlihat begitu gugup. Dia menatapku lurus & tersenyum lembut…hampir ingin menangis? Kurasa dia mengatakan dengan sepenuh hati dan aku sangat senang. Ternyata bukan hanya aku yang memiliki perasaan ini. Ya,aku suka kamu Luna!

”Kalau begitu mulai sekarang jangan panggil aku Jinki-ssi lagi. Kau boleh menanggilku Oppa atau Jagiya,”ujarku sambil mengacak-acak rambutnya lagi. Wajah Luna kembali merah padam. Di bawah pohon maple yang berwarna merah di musim gugur. Untuk pertama kalinya aku mencium gadis pertamaku. Tepat dibibirnya yang hangat…

Aku menyender di pagar sambil menunggu Luna keluar. Dia terlihat sedang berbincang dengan seorang teman lelakinya. Orang itu melirik kearahku dengan tatapan yang tidak menyenangkan. Sepertinya dia sedikit tidak menyukaiku. Siapa orang itu?

”Oppa!”seru Luna sambil menghampiriku. Dia memakai topi kupluk,syal tebal,sarung tangan tebal & mantel berlapis dengan sepatu bots yang hangat. Padahal ini baru mulai musim dingin,apa Luna alergi dingin sampai memiliki pertahanan lengkap seperti ini?

”Siapa dia?”tanyaku.

”Dia teman sekelasku. Tadi aku menitipkan piket padanya,”jawab Luna sambil membenarkan topi kupluknya.

”Oh…kalau begitu kau mau mampir makan kimci ramyun?”tawarku.

”Ne! Ah aku sudah lapar sekali,sepertinya kimci ramyun akan menjadi makanan terbaik hari ini!”katanya girang. Aku hanya tertawa. Dia selalu terlihat ceria & semangat. Membawa dampak positif untuk orang sekitarnya.

Aku bertemu lagi dengan teman Luna 4 hari setelah hari itu. Dia ternyata berada diklub sepak bola sama dengan Minho. Dan dia menegurku.

”Annyeong,”sapanya dengan tatapan biasa.

”Annyeong,”aku membalas dengan tersenyum.

”Kau namjachingu Luna kan?”tanyanya langsung.

”Ne,kau temannya kan?”balasku.

”Namaku Jonghyun. Aku ingin langsung bertanya padamu,”katanya.

”Katakan saja langsung,”ujarku.

”Apa yang kau ketahui tentang Luna?”tanyanya. Pertanyaan yang aneh bagiku. Apa maksudnya & untuk apa dia menanyakan ini?

”Mianhe Jonghyun-ssi. Mungkin aku tidak lama mengenalnya seperti kau sudah lama mengenal dia. Tapi mulai sekarang sampai di masa depan,aku akan lebih mengenalnya lebih dari siapa pun. Kenapa?”tanyaku balik.

”Kau hanya mempermainkan Luna ya?!”kali ini dia menggertakku. Apa maksud orang ini? Kau menyukai Luna ya?

”Aku tidak pernah mempermainkan siapa pun. Apalagi jika orang itu kuputuskan untuk menjadi kekasihku. Ada apa denganmu?”tanyaku heran.

”Kalau begitu…kau tau nama asli Luna?”tanyanya.

”Eh?”

Percakapanku dengan Jonghyun hari itu selesai disana. Aku terus melamun setelah itu. Ya,apa yang kuketahui tentang Luna? Tidak ada satu pun. Dan aku kesal karena Luna tidak memperkenalkan dirinya dengan nama aslinya. Aku kesal! Seolah-olah dia tidak tulus & ingin bersembunyi dariku.

”Oppa ada apa denganmu?”tanyanya heran saat dia berbicara panjang lebar sementara aku mengabaikannya.

”Luna…,”

”Ne?”

”Luna…,”

”Ne?”

”Luna…,”

”Oppa apaan ini? Belajar mengeja namaku ya?”tanyanya heran.

”Ceritakan padaku semua tentangmu,”jawabku. Luna terdiam. Dia lalu berubah menjadi serius dan menyender.

”Aku suka sekali menanyi. Hanya itu yang bisa aku ceritakan pada Oppa,”ujarnya.

Hanya ini?! Kau hanya berinisiatif memberitahukan aku hal ini?! Memangnya aku produser untuk mengorbitkan penyanyi apa?!

”Hhh ayolah Luna. Aku hanya ingin setidaknya kali ini kau yang menceritakan dirimu,”aku mencoba bersabar.

”Aku…apa yang ingin oppa ketahui dariku?”tanyanya.

”Namamu,tempat tanggal lahirmu,hobimu,cita-citamu,warna favoritmu,semuanya yang detail tentangmu sampai ke makanan yang tidak kau sukai!”jawabku.

”Namaku bukannya oppa sudah tau?”tanyanya heran.

Oke ini cukup keterlaluan. Kesabaranku habis. Kenapa dia tidak mengatakan nama aslinya?

”SAMPAI SAAT INI AKU TIDAK TAU NAMA ASLIMU PARK LUNA!”teriakku kelepasan. Luna menatapku tak percaya. Tapi aku tidak bisa menarik diriku lagi.

”Aku…Cuma punya 1 nama,”katanya sedih.

”Nama itu sudah mati. Aku tidak mau mengingatnya,”ucapnya lagi.

Ada apa? Sepertinya Jonghyun benar dia mempunyai nama asli dan bukan Luna nama aslinya. Tapi kenapa dia terlihat membenci nama itu?

”Kalau oppa memang ingin tau. Nama asliku…,”dia terlihat berat mengatakannya.

”Nama asliku…,”

”Sudahlah…mianhe,”kataku yang akhirnya menyerah karena dia terlihat sedih.

”Ah tidak…kau harus tau oppa. Sekali ini saja bagiku tidak apa-apa…,”katanya.

”Nama asliku adalah Park Sun Young. Park Sunyoung yang ingin kulupakan. Yang jelas Sunyoung sudah mati,karena dengan nama itu aku tidak bisa bangkit. Lalu aku menemukan kesenanganku dalam bernyanyi,dan Jonghyun bilang saat bernyanyi aku sangat bersinar bagaikan bulan. Makanya teman-teman mulai memanggilku Luna yang artinya bulan. Sejak saat itu aku menemukan hal yang bisa membangkitkan semangat hidupku lagi. Karena itu untuk orang yang kucintai,sosok Luna adalah yang terbaik,”ceritanya. Tatapannya terlihat sendu. Sepertinya dia melewati labirin kembali ke masa lalu. Aku hanya merasakan kepedihan hatinya. Cukup! Walau aku ingin tau kenapa,tapi aku tidak mau menyakitinya lebih dari ini.

”Hei…kau tau tidak? Barusan kau kembali menjadi Sunyoung? Dan bagiku. Mau itu Sunyoung atau Luna? Mereka sama saja. Mereka satu wujud & jiwa,dia adalah orang yang aku sayangi,”kataku. Luna hanya tersenyum mendengar kata-kataku. Dia tidak menangis,cukup melegakan karena dia tidak menangis. Tapi entah kenapa aku merasa salah satu sudut hatiku merasa ganjal.

”Luna,apa kau sangat menyukai ice skating?”tanyaku sambil mengejarnya yang meliuk-liuk diatas es.

”Ne!!! Aku suka sekali! Sudah lama sekali aku tidak main ice skating!”serunya riang.

”Tapi aku baru pertama kali!”

”Sini aku tarik oppa! Kakinya terus dibuka dan badan condongkan ke depan ya!”Luna menarik tanganku dan perlahan mengajakku melangkah. Aku menyesuaikan iramanya dan terus melakukan gerakan dasar saat meluncur,ternyata cepat untuk mempelajari ice skating.

”Uwaaaah! Kau sudah bisa oppa! Kalau begitu kejar aku!”serunya.

”Ya! Mana bisa aku mengejarmu! Luna!”seruku. Namun dia terus asyik meluncur seolah aku benar-benar mengejarnya.

”Hahaha! Sini sini!”Luna menghadapku dan menarik tanganku. Hebat! Dia bisa meluncur ke belakang!

”Dari kecil aku suka sekali melihat atlit yang menuncur seakan dia terbang diatas es. Dan umma selalu membawaku untuk bermain ice skating,selain menyanyi aku sangat menyukai hal ini,”katanya riang.

”Hahaha! Kau cocok sekali jadi ratu es,”ledekku.

”Oh jeongmal? Berarti aku keren dong!”serunya riang.

”Hahaha! Ada ada saja kau ini,”aku mengacak-acak rambutnya lagi. Luna melepaskan tanganku,dia tersenyum melihatku dan berbelok untuk meluncur. Entah kenapa aku ingin sekali mengejarnya.

”Luna!”aku meluncur begitu saja dan tidak sadar bahwa aku masih belum terbiasa. Karena hilang keseimbangan aku pun terus meluncur ke depan dan menabrak Luna.

Brak!!!

”Luna!!! Gwenchana?!”aku langsung bangkit saat kusadari tadi aku menabraknya. Aku mendapati Luna tergeletak menyamping ke arahku dengan rambut yang menutupi wajahnya. Aku menyingkap rambut itu.

”Luna!!! Luna!!!”teriakku.

Luna jatuh pingsan….

Setidaknya itu kenangan yang paling buruk setelah 18 tahun aku menjalani hidup. Karena kesalahanku,gadis yang kusayangi jatuh pingsan. Lebih dari itu….

”Kau apakan Luna?!!!!”Jonghyun mendorongku ke dinding dengan penuh amarah.

Aku tidak menjawab pertanyaan orang yang tidak penting ini bagiku. Seluruh perhatianku terkuras akan Luna. Kenapa orang ini hanya bisa marah-marah?!

”Jonghyunie sudahlah,”seorang yeoja berusaha menghentikan Jonghyun.

”Diam saja Sekyung! Jika orang ini tidak membawa Luna pergi malam-malam begini bahkan main ice skating penyakit Luna tidak akan kambuh!”teriaknya,hampir terdengar seperti menangis.

Ya. Aku baru tau saat aku datang ke RS dan bertemu orangtuanya. Luna menderita sebuah syndrom bernama syndrom WPW. Syndrom ini berkaitan dengan jantung,merupakan salah satu penghambat transmisi jantung dan jika tanpa gejala bisa menyebabkan artial fibrilation yang mengakibatkan dampak buruk yaitu…meninggal tiba-tiba!

Gejala ini bisa saja timbul karena cuaca,makanan,mau pun keadaan emosional karena stress atau frustasi. Kata orang tuanya,saat kelas 1 SMP Luna pernah jatuh pingsan ditengah-tengah lomba larinya dan hampir saja meninggal karena telat bertindak. Itulah sebabnya kenapa Luna selalu menjaga dirinya untuk tetap hangat dicuaca yang dingin,selalu terlihat cerah ceria untuk menjaga keadaan emosionalnya & tidak pernah bermain ice skating lagi. Aku menyesal sudah mengajaknya ke arena ice skating malam ini. Dan sekarang Luna harus dioperasi dengan prognosis kesembuhan yang kecil!!!!

”Dua tahun yang lalu,suatu hari Luna pulang sekolah dengan wajah berseri-seri. Saat kutanya kenapa,dia bilang hari itu dia melihat seseorang yang selalu tersenyum walau menghadapi seorang anak mengamuk dijalanan. Dengan lembut orang itu menenangkan anak kecil yang tidak bisa dibujuk oleh siapa pun. Walau dipukul,walau terluka tangannya karena digores memakai penggaris besi,tapi dia tetap mengulurkan tangannya untuk menenagkan anak itu. Luna terpukau & terus-terusan memuji orang itu. Katanya,di dunia ini ternyata ada orang sesabar itu. Dia menjadi yakin bahwa kesabaran itu tidak terbatas jika kau membuka duniamu lebih luas lagi,”cerita ibunya Luna.

Itu aku. 2 tahun yang lalu aku melihat seorang anak mengamuk karena disuruh private matematika oleh ibunya. Dia mengamuk dijalan dan membuat orang kerepotan. Lalu aku yang tidak suka melihat anak laki-laki cengeng akhirnya membujuk anak itu…ternyata itulah saat pertama kali Luna melihatku.

”Sebenarnya ini bukan kesalahanmu. Luna memang harus dioperasi akhir tahun ini. Dia tau,prognosisnya tidak terlalu baik…,”ucap eomonim.

Semalaman itu aku terus memandangi lantai di depan tempat aku duduk. Menunggu Luna selesai dioperasi. Menunggu sebuah keajaiban kecil yang terjadi.

***

”Apa yang kau lamunkan?”seseorang membuyarkan lamunan yang mungkin sudah kubentuk sejak setengah jam yang lalu. Pria itu duduk disampingku.

”Dia sudah pergi. Untuk apa kau lamunkan lagi? Kau harus sabar,”katanya.

”Apa kau tidak akan merindukannya Jonghyun-ssi?”tanyaku.

”Hmm…aku merindukannya…bagaimana tidak bisa? Dia itu cinta pertamaku,”jawabnya.

Aku diam saja.

”Tapi kurasa kita semua tau siapa yang ada dihatinya kan? Lalu untuk apa aku mengkhawatirkan kekasih orang?”dia menepuk pundakku.

”Pesawatnya sudah berangkat daritadi kau masih disini. Tenang saja,Luna hanya 3 tahun pergi ke Amerika,kalau kau mau ya kuliah ke Amerika sana,”kata Jonghyun.

”Hahaha! Ne…aku hanya memikirkan itu saja kok,”kataku berbohong.

Sudah 3 bulan sejak Luna berhasil bertarung hidup dan mati dengan penyakitnya itu. Walau pun prognosisinya kecil,tapi ternyata keinginan hidup Luna lebih besar dan berhasil mengalahkan masa sulit itu. Sekarang dia sudah pergi ke Amerika untuk terapi lanjutan sekaligus sekolah disana. Sekilas tadi aku teringat masa-masa sulit itu lagi. Untung sekarang sudah memasuki musim semi. Dan Luna ada bersamaku…walau sekarang sedang terbang menyebrangi lautan.

Aku mengeluarkan lagi sebuah formulir dari dalam tasku.

Formulir Pengajuan Beasiswa New York University.

Isilah data dibawah ini untuk memenuhi kelengkapan pengajuan beasiswa:

Nama     :

TTL        :

…………

Tunggu aku…

Fall In You,end.

4 Tanggapan to “Fall In You”

  1. Nuri 6 April 2011 pada 11:36 PM #

    Wah baguuuuuuuuuus ni tp gantung T_T lanjutin dong author sampe nikah \(´▽`)/

  2. MayPus 9 April 2011 pada 8:02 AM #

    Love it.. tapi kok nanggung ya? pasti seru deh kalo climax nya di tambahin lagi hehehe

  3. fia 15 April 2011 pada 11:34 AM #

    bagusss ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: