I Wrote Your Name In My Guitar 1

5 Apr

I WROTE YOUR NAME IN MY GUITAR

Cast     : Sulli,Taemin,Donghae

Genre : Romance

Chapter one,1st Love

BGM   : Ring by Tiffany SNSD

SILENT READER ARE NOT ALLOWED!!!!

ENJOY😉


Cahaya lampu gemerlapan mencuat dan sebuah lampu yang dari tadi menyorot pada seorang gadis yang sudah berdiri dari kursi sederhananya menghilang ditelan cahaya yang lebih besar. Tepuk tangan dan sorak-sorai memenuhi hall di Seoul Art Center.

Choi Jinri,20 tahun,memberi bungkukan yang dalam pada hadirin yang menyukai penampilannya. Jinri,atau Sulli…dia tersenyum hampir menangis sambil terus melontarkannya ke seluruh penjuru ruangan. Saat itu juga beberapa penampil lain masuk dan ikut menyapa penonton. Seorang namja yang memiliki senyum paling manis berdiri  tepat disebelah Sulli yang saat itu memakai one piece white glitter dan menggerai rambut panjangnya yang indah berwarna kecoklatan. Namja itu meletakkan tangannya dibelakang pinggang Sulli dan mereka saling tersenyum saat Sulli melirik juga padanya. Jonghun dengan member bandnya yang lain yang ikut tentunya memeriahkan konser mini itu juga hadir bersama-sama mereka tak lupa Luna dan group vokalnya lalu Henry dengan group orkestra kecilnya. Mimpi mereka semua yang berada dipanggung luas saat itu telah terlaksana. Sebuah mini concert setelah mereka kembali dari Paris sebelumnya untuk memenangkan festival musik dan ya,mereka mendapatkannya terutama si berbakat Sulli dan Henry cs yang sangat lihat memainkan violin,cello dan alat musik orkestra lainnya. Sulli,seorang penyayi unik yang membawakan lagu ringan namun sangat digemari orang dengan kepiawaiannya memetik gitar lalu Taemin sendiri yang memiliki status sebagai gitaris di band Jonghun.

”We did it,”ucap Henry yang berada disebelah kiri Sulli. Sulli tersenyum cerah. Namun detik berikutnya saat dia benar-benar tersadar dia sudah meraih impiannya,diantara gemah gempita kebahagiaan orang yang berada di pemandian cahaya panggung dan kursi penonton,air mata Sulli lagi-lagi terjatuh. Kali ini bukan karena bahagia. Lebih tepatnya dia merindukan seseorang. Seseorang yang sangat penting dalam hidupnya untuk membawanya ke panggung megah ini. Seseorang yang sebenarnya dia yang memiliki mimpi untuk dikejar yang dibawa Sulli sendiri.

*flashback*

Prok prok prok prok!! Semua orang menepuk tangannya menyambut sebuah lagu yang baru selesai dimainkan oleh sebuah band kecil di atas panggung yang kecil.

“Kamsahamnida…,”vokalisnya,yang tentunya paling tampan diantara personil yang lain tersenyum dan berpamitan untuk turun dari panggung.

“Donghae oppa!! Donghae oppa!!”teriak siswi sekolah itu dengan histerisnya.

”Jonghun oppa!! Saranghaeyo!!”teriak siswi lain yang lebih menyukai gitarisnya.

”Sulli-ah kau paling suka siapa?”tanya Krystal sahabat Sulli.

”Aku? Hmmm aku suka semuanya,”jawab Sulli tersenyum simpul.

”Haaah kau selalu lempeng deh…ayolah aku penasaran tipe cowok idealmu yang bagaimana,”gerutu Krystal.

”Kau pasti ditanyai oleh Dongho lagi ya?”tebak Sulli.

”Anieyo…aku benar-benar penasaran kali ini. Bukan Dongho saja kan yang menyukaimu? Ada banyak dan mereka tampan-tampan,pintar,kaya,populer tapi kenapa kau tidak memilih salah satu diantaranya?”tanya Krystal mengeluarkan unek-uneknya.

”Aku menyukai orang yang sederhana. Untuk apa kaya,tampan & pintar jika dia hanya ingin menjadikanku perhiasan?”jawab Sulli sambil berlalu.

Sulli berjalan pasti menuju sebuah ruangan yang akhir-akhir ini sering dikunjunginya.

Dreeet…dia membuka pintunya dan seseorang sambil mengelap keringatnya dengan handuk kecil menikmati hembusan AC yang terletak di bawah piano classic. Menyadari kehadiran Sulli,namja itu tersenyum dan merubah posisi duduknya menghadap Sulli.

”Bagaimana penampilanku?”tanyanya.

”Kau terlihat bersinar,”jawab Sulli.

”Gomawo…aku tau aku selalu terlihat bersinar kapan pun dan dimana pun,”candanya. Sulli menahan tawanya dengan mengulum senyumnya.

”Kurasa hanya satu orang yang akan melihat pancaran sinar itu. Dan itu hanya orang yang memiliki mata yang bagus,”ucap Sulli.

”Ne…mata hatimu kan?”tebaknya sambil tersenyum senang. Sulli lagi-lagi mengulum tawanya.

“Kau janji mengajariku bermain gitar lagi,”ucap Sulli.

”Ne…aku tidak pernah lupa itu,”ucapnya.

”Kau memang tidak bisa melupakannya oppa. Karena aku tau kau memikirkanku setiap detik,”goda Sulli. Namja itu tertawa menanggapi ucapan Sulli yang benar,namun dia cukup menyimpannya dan dia menjentik dahi Sulli dengan pelan.

Sulli lalu mengambil gitar cokelat klasik yang bertengger disebelah namja itu. Tentu saja itu bukan gitar yang sama seperti yang dipakainya saat dipanggung tadi. Gitar itu hanyalah gitar biasa ..ah tidak,walau biasa itu sangat istimewa buatnya dan namja itu. Gitar itu adalah milik namja itu untuk yang pertama kalinya dan gitar itu juga adalah gitar pertama yang dipetik Sulli untuk belajar.

DS…

”DS?”tanya Sulli memperhatikan ukiran huruf disalah satu sisi gitar klasik tersebut.

”Aku baru membuatnya kemarin…dibuatkan oleh Jonghun sih…hehehe,”jawab namja itu.

”Siapa DS?”tanya Sulli lugu.

“Donghae Sulli. Tentu saja orang terkenal. Mereka berdua akan menjadi pasangan musisi yang dikenal orang sedunia. Kau akan dikenal sebagai istri dari musisi ternama,Lee Donghae,”jawab Donghae. Mendengar itu hati Sulli tersentuh dan dia merasakan gejolak hangat dalam dirinya.

Ya,Lee Donghae,kakak kelas Sulli yang merupakan vokalis sekaligus gitaris band yang barusan tampil tadi adalah namjachingu Sulli sejak 3 bulan yang lalu. Tidak ada yang mengetahuinya. Hanya Sulli dan band Donghae saja. Kebetulan yang membawa keberuntungan bagi Donghae yang memang sudah mengagumi Sulli dari dulu. Akhirnya membawa Sulli dekat padanya karena ternyata Sulli juga memiliki minat musik yang sama seperti Donghae. Donghae bahkan terkejut dan makin mengagumi Sulli saat tau Sulli memiliki suara ringan yang indah dan cepat belajar dalam memainkan sebuah alat musik. Tidak perlu waktu lama,Donghae tanpa ragu menyatakan perasaannya pada Sulli dan yeoja yang memang menyukai kepribadian Donghae yang sederhana dan kepolosannya menyambut cinta Donghae dengan terbuka.

”Oppa hari ini kau akan mengajarkanku lagu itu kan?”tanya Sulli yang sudah memegang gitar klasik milik Donghae.

”Ne,ayo kita mulai,”dan jika sudah begini,Donghae akan lebih serius mengajarkan Sulli.

~~~

”Oppa…kenapa kau sangat mencintai musik?”tanya Sulli yang dengan nyamannya menyender dipunggung Donghae sambil tetap memetik beberapa senar gitar.

”Karena appaku ingin menjadi seorang musisi. Tapi beliau melepaskan cita-citanya karena orang tuanya. Lalu sejak kecil aku diperkenalkan dengan gitar,piano dan alat musik lainnya. Aku anak appaku,aku juga memiliki minat yang sama besarnya seperti beliau. Aku bermimpi akan membawa mimpi appaku,membawakan laguku sendiri disebuah panggung dimana orang-orang hanya akan melihatku saja. Melihat bakatku. Itu akan menjadi hal yang sangat kunanti,”jawab Donghae menerawang tentang mimpinya. Sulli tersenyum kecil dan memejamkan matanya. Membayangkan Donghae-nya yang tampan dengan jas rapi dan rambut yang tertata ditimpa cahaya lampu sorot panggung saat dia menyanyikan sebuah lagu dengan gitar kalsiknya ini. Lalu Sulli akan menontonya dari kursi penonton yang jauh,yang tidak mungkin disadari Donghae hanya untuk menguji apakah Donghae dapat menemukannya diantara ribuan penonton.

”Aku akan menemani oppa sampai mimpi itu tercapai. Jika bisa aku akan berada dipanggung yang sama dan membawakan laguku juga. Karena itu aku harap oppa tidak akan lelah mengajariku,”ucap Sulli. Donghae tersenyum bahagia mendengarnya. Keduanya menutup mata mereka dengan saling menyandar satu sama lain dan melihat masa depan mereka dibalik mata yang tertutup itu.

~~~

”Kenalkan dia Taemin,teman oppa saat di SD. Dia juga sangat menyukai musik dan gitar,”ucap Donghae suatu hari pada Sulli.

”Annyeong Sulli-ssi…Lee Taemin imnida. Bangaupsemnida,”ucapnya.

Sulli tersenyum pada namja yang memakai topi kupluk berwarna merah dengan senyum mengembangnya yang indah. Sulli sempat heran ada namja semanis ini,lebih manis dari seorang perempuan. Namun dugaan Sulli ternyata salah. Taemin ini adalah pria gentleman yang pernah menyelamatkan dia dari anjing tetangga sekolah mereka yang sangat ditakuti Sulli dan Taemin ini adalah pria tegas yang bersedia mengemban tugas sebagai ketua panitia pesta kesenian sekolah yang rutin diadakan setiap tahun.

”Letak panggung untuk tahun ini sebaiknya di tengah halaman karena musim ini baik dan hujan tidak akan turun. Lalu stand akan diletakkan di sisi jalan sekolah dan baliho dipasang di depan gerbang masuk sekolah,”terang Sulli yang terlibat dalam kepanitiaan.

”Kalau begitu kita pikirkan urutan standnya,”ucap Taemin.

”Ne…kusarankan stand yang dekat dengan gerbang masuk adalah stand kesenian yang akan menarik minat pengunjung untuk pertama kalinya,”saran Sulli. Taemin tersenyum menanggapinya.

”Kau pintar Sulli-ssi…bagaimana dengan yang lainnya? Sooyoung-ssi apakah dekorasi panggung sudah kau pikirkan?”tanya Taemin.

”Ne ketua,aku memakai tema…,”Sooyoung terus berbicara menjelaskan ide-idenya.

”Sulli-ssi kau yakin Donghae akan menjemputmu?”tanya Taemin pada Sulli yang sudah anteng menunggu Donghae di halte dekat sekolah.

”Ne,jika Donghae oppa berjanji dia pasti akan menepatinya. Kau kenal dia dari kecil kan? Kau pasti tau,”jawab Sulli sambil tersenyum. Taemin hanya tersenyum lemah mendengarnya,bagaimana pun juga ini sudah jam 9 malam dan sudah 1 jam lebih sejak Sulli pamit duluan sementara Taemin masih memiliki beberapa urusan yang harus diselesaikan dulu di sekolah. Taemin mau tidak mau memutuskan untuk duduk disamping Sulli.

”Apa yang kau lakukan?”tanya Sulli.

”Aku akan menunggu juga sampai dia datang,”jawab Taemin.

”Aniyo…oppa pulang saja,aku bisa menunggu sendiri. Kau sangat lelah oppa,kau harus istirahat,”tolak Sulli.

”Lalu kau apa? Kau juga butuh istirahat. Sudahlah,biarkan aku menemanimu disini,”nada Taemin agak memaksa. Sulli akhirnya menyerah dan diam saja.

Namun 1 jam sudah berlalu…Donghae tidak juga datang. Sulli mulai gelisah dan menyesali ponselnya yang mati sejak siang tadi. Tapi seharusnya Donghae menelepon ke rumahnya memastikan Sulli sudah di rumah dan jika dia tau Sulli belum juga pulang Donghae pasti akan menyusul ke sekolah. Tapi Donghae sama sekali tidak datang.

”Oppa pulanglah…,”ucap Sulli pelan. Taemin menoleh. Sulli terlihat putus asa namun dia tetap tersenyum sendiri.

”Ayo pulang sama-sama…,”kata Taemin. Sulli hampir menjawab tidak namun Taemin sudah menarik tangan Sulli.

”O…oppa!!”seru Sulli kaget. Taemin menoleh ke belakang.

”Donghae tidak akan datang. Kita pulang saja,”ucap Taemin. Sulli memberatkan tubuhnya. Taemin berhenti lagi dan menoleh.

”Kalau begitu ayo kita ke rumahnya,”ucap Taemin. Kali ini Sulli sependapat dengan Taemin dan menuju rumah Donghae.

”Donghae sekarang di rumah sakit. Dia baru saja ingin pergi sore tadi namun pingsan tiba-tiba,”ucap pembantu keluarga Donghae.

Sulli membelalakkan matanya tak percaya. Kakinya mendadak lemas,dadanya terasa sesak. Taemin menahan punggung Sulli dan menguatkannya dari belakang.

”Kalau begitu kami akan langsung kesana saja. Di rumah sakit mana dia dibawa?”tanya Taemin.

”International Hospital…,”jawab pembantunya. Setelah berpamitan Taemin lalu membawa Sulli keluar.

”Kau masih ingin menemui Donghae malam ini?”tanya Taemin sabar. Sulli mengangguk,dia berusaha keras menahan airmatanya.

”Baiklah kalau begitu. Ini pakai lagi helmnya,”Taemin memberikan helm pada Sulli dan Sulli memakainya.

”Donghae belum sadar…dia mengalami collaps tiba-tiba dan berada diambang koma,”tangis umma Donghae.

”Otthoke…,”lirih Sulli. Dia memutar ingatannya hari itu. Donghae seperti biasa terlihat ceria dan cerah. Tidak ada tanda-tanda dia sakit,kelelahan atau pun keanehan lain yang terjadi pada dirinya. Dia berjanji akan menjemput Sulli seperti biasa karena Donghae pulang duluan sementara Sulli rapat kepanitiaan. Namun hari ini Donghae berakhir diranjang putih rumah sakit. Dan masih belum sadar juga. Taemin memeluk Sulli dan membenamkan kepala yeoja itu ke dadanya saat Sulli terlihat sudah mencapai limitnya untuk menahan tangisnya. Tangis Sulli pecah karena kebingungannya,ketidaktahuannya,keterkejutannya.

”Sulli-ah…kau disini?”tanya Donghae lemas. Sulli mendekati Donghae dengan senyum kecilnya.

”Ne oppa…,”jawab Sulli.

”Mianhe…,”ucap Donghae.

“Anieyo~…jangan berpikiran yang macam-macam. Bagaimana pun keadaan oppa,aku akan mengerti,”ucap Sulli. Donghae membuka tangannya lebar-lebar dan Sulli menyambutnya dengan pelukan.

”Oppa…cepatlah sembuh dan kita berlatih bersama untuk pertunjukan seni nanti,”ucap Sulli dengan setitik airmata diujung matanya yang tidak bisa dilihat oleh Donghae sendiri.

”Ne…aku Cuma kelelahan saja dan magh-ku kambuh. Maaf sudah membuat takut,”ucap Donghae lagi.

~~~

Apakah benar Donghae hanya kelelahan dan gastritisnya kambuh? Sayangnya cerita itu baru dimulai…cerita yang berat untuk Sulli hadapi.

~~~

Petikan gitar terakhir disambut oleh sorak-sorai dan tepuk tangan penonton. Sulli tersenyum senang dan kembali ke belakang panggung. Donghae menarik tangan Sulli ke tempat yang lebih sepi untuk menghabiskan waktu private mereka.

”Penampilan yang bagus oppa,”ucap Sulli senang.

”Lalu…mana hadiahnya untuk itu?”tanya Donghae nakal.

”Aku tidak membawa bunga…otthoke?”tanya Sulli polos. Donghae hanya tertawa kecil melihat kepolosan Sulli.

”Sebuah ciuman?”saran Donghae. Wajah Sulli merona mendengar kata itu keluar dari bibir Donghae.

”Ck! Genitnya kambuh,”Sulli bercanda dan hendak meninggalkan Donghae namun Donghae menarik tangan Sulli dan tanpa basa-basi merebut bibir Sulli yang tidak kali ini saja dia rasakan. Namun ciuman kali ini berbeda. Sulli merasakan Donghae menciumnya seakan tidak ingin melepaskannya lagi. Setelah beberapa saat mencium Sulli,Donghae melepaskannya dan menatap Sulli lalu memeluknya.

”Choi Jinri,saranghaeyo,”ucap Donghae.

”Nado oppa…,”

”Choi Jinri saranghaeyo…jeongmal…saranghaeyo,”ucap Donghae berkali-kali.

”Ne…cukup sekali aku sudah mengerti,”ucap Sulli agak heran. Namun Donghae tetap memeluknya dan mengucapkan kata itu. Saat itu Sulli merasa takut kehilangan seorang Donghae. Ketakutannya lebih besar dari sebelumnya.

”Sulli-ah mianhe aku mengatakan itu terus. Kau bosan ya?”tanya Donghae setelah melepas pelukannya.

”Aniyo. Aku senang,”jawab Sulli jujur.

”Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Lalu menunjukkan padamu lagu yang kuciptakan,yuk,”Donghae menggendong gitar klasiknya dan tangan sebelahnya menarik tangan Sulli.Mereka lalu naik ke motor Kawasaki merah milik Donghae dan Sulli memakai helm yang biasa dia kenakan lalu naik ke atas motor dan memeluk pinggang Donghae.

Setelah perjalanan yang agak jauh,mereka sampai di sebuah dataran tinggi namun dari sana terlihat luasnya sungai Han yang menenangkan. Mereka lalu turun dari motor dan duduk di rerumputan yang lembut. Donghae mengeluarkan gitarnya dan tersenyum.

”Sulli-ah…mulai hari ini aku berjanji padamu akan membawa mimpimu apa pun itu…,”ucap Donghae.

”Sebutkan mimpimu,”sambungnya.

”Aku ingin mimpi oppa terwujud,”jawab Sulli.

”Aniyeo…bukan itu…ini mimpi pribadimu jangan bawa orang lain selain dirimu,”tolak Donghae.

”Ya aku hanya menginginkan itu…aku tidak tau lagi,”jawab Sulli bingung.

”Hmm kalau begitu aku juga akan membawakan sebuah lagu di sebuah panggung yang megah. Sama seperti oppa,”ucap Sulli.

”Ne…kita akan meraihnya bersama-sama,”Donghae menyapu pipi Sulli dengan jarinya.

My sunshine that always accompany my shining day

Become the only flower in my heart

When you need me please go to the same place we ever came

And you can meet me in the sea

I can see you everyday when I look into the sky

My sunshine that pictured as you

Please don’t cry,I always be beside you

Tought you can’t reach me but believe me,im there

If that’s not enough you can meet me in the sea

Just don’t erase your pretty smile my sweetheart

*flashback end*

Setelah keluar dari panggung,Sulli mencari sebuah tempat yang sepi. Dia naik ke atap dan memperhatikan malam di Seoul yang indah.

“Laut…dimana aku akan menemukan laut terdekat?”tanya Sulli dengan nada bergetar.

”Oppa…aku sudah meraih impianku. Lalu aku harus meraih impian yang mana lagi? Satu-satunya impianku selain ini adalah kau. Katakan,apa yang harus aku lakukan?”lirih Sulli.

”Lee Donghae…jawab aku…”suara Sulli makin dalam dan pelan.

Dia teringat lagi setahun yang lalu saat hidupnya benar-benar berubah.

*flashback*

”Oppa!!!”Sulli menyeruak masuk ke sebuah ruangan yang didominasi warna putih dan tidak asing lagi buatnya karena 6 bulan yang lalu dia pernah masuk ke ruangan yang sejenis seperti ini. Sulli dapat melihat Donghae terbaring lemah dengan selang infus dilengan kirinya dan facemask untuk membantu pernapasannya. Lutut Sulli terasa lemas. Donghae dibius hingga dia tertidur. Sulli mendekati Donghae dan menggenggam tangannya.

”Kenapa…kenapa harus penyakit itu? Kenapa harus oppa? Kenapa bukan aku saja?”tangis Sulli. Sulli terus menyesalinya sampai sebuah tangan hangat menepuk bahu Sulli. Sulli menoleh dan melihat senyum hangat ibu Donghae.

”Eomonim…,”ucap Sulli sambil menghapus airmatanya.

”Sulli-ah…kau berdoa saja…semoga dia akan bangun walau hanya sekali,”suara wanita paruh baya itu terdengar sangat berat. Sulli makin terisak dan menunduk,menggenggam tangan Donghae kuat-kuat.

Brain carsinoma atau kanker otak. Entah sejak kapan menggerogoti kepala Donghae dan entah sejak kapan Donghae belajar menyembunyikan rasa sakitnya. Saat mendengar berita ini Sulli hampir jatuh pingsan terlebih lagi saat mendengar prognosisnya. Sulli menatap pria yang sangat dicintainya dengan lemah,kehidupan namja ini sudah tidak bisa mencapai ulang tahun Sulli kelak. Mengingat itu hati Sulli makin sakit dan dia tidak bisa berhenti menangis.

~~~

”Sulli,makanlah ini,”Taemin membawakan bento untuk Sulli namun Sulli tidak melepaskan matanya dari wajah Donghae dan tidak melepaskan genggaman tangannya walau sedetik.

”Sulli-ah…jika kau tidak makan bagaimana kau bisa menjaga Donghae?”lirih Taemin. Sulli tidak menggubris Taemin lagi. Baginya akan lebih baik jika dia juga jatuh sakit dan bernasib sama seperti Donghae.

”Choi Jinri jika kau berpikir mengabaikan kesehatanmu kau salah,jika kau sakit lalu Donghae terbangun dan kau tidak bisa menengoknya usahamu akan sia-sia,”ucap Taemin.

Setitik airmata jatuh ke kasur. Taemin menghela nafasnya,dia sangat mencemaskan keadaan Sulli. Lebih dari itu dia selalu mencemaskan keadaan Sulli,satu-satunya yeoja yang dia pedulikan untuk yang pertama kalinya. Walau dia tau ini salah karena sayangnya untuk pertama kalinya yeoja itu malah milik temannya sendiri.

”Ayolah Sulli…jika kau punya energi kau bisa menungguinya kapan pun kau mau,oke?”Taemin menyendok nasi dan menyuapkannya pada Sulli. Kali ini Sulli dapat menerima deal dari Taemin dan menyambut sesuap nasi itu.

”Gomawo,”ucap Taemin. Sulli menatap Taemin heran.

”Karena kau sudah bersedia makan,”ucap Taemin senang. Sulli ingin tersenyum namun dia sendiri seakan lupa bagaimana caranya untuk tersenyum.

Lalu 3 hari setelah Donghae selesai dioperasi,Donghae membuka matanya lagi. Senyum Sulli yang entah sudah berapa lama hilang itu kembali begitu saja tanpa dia sadari. Bahkan senyum yang tidak berhasil dikembalikan oleh Taemin. Sulli memeluk Donghae dan memberikan kecupan selamat datang kembali untuk namjachingunya itu.

”Oppa,annyeong,”ucap Sulli senang.

”Sulli-ah…,”ucap Donghae.

“Sssstttt…jangan banyak bicara. Oppa istirahat saja dan kita akan berbicang banyak setelah oppa sembuh total,”ucap Sulli. Donghae tersenyum,dia lalu melirik orang yang berdiri disebelah Sulli.

“Taemin…gomawo…,”ucap Donghae lemah.

“Atas apa?”tanya Taemin heran.

“Kau sudah menjaga Sulli…aku harap kelak pun kau bisa terus menjaganya dan berada disisinya,”ucap Donghae.

“Oppa kau bilang apa?!”seru Sulli hampir berbarengan dengan Taemin. Donghae hanya tertawa kecil.

”Ssssttt jangan ribut di depan orang sakit,”canda Donghae.

”Sudahlah orang sakit yang bercanda sama sekali tidak lucu,”kata Sulli.

”Ne…aigooo~ aku sudah kembali saja kau masih ribut…Sulli-ah,aku ingin kau memainkan lagu ciptaanku,”ucap Donghae lemah.

”Gitarnya ada dimobil,”gerutu Sulli.

“Jebal…,”pinta Donghae.

“Ne,oppa tunggu ya,”Sulli lalu berpamitan dan keluar mengambil gitar.

“Taemin-ah…,”

“Ne?”tanya Taemin.

”Aku serius…walau aku selesai dioperasi entah kenapa aku merasa tidak kuat lagi. Maukah kau mengabulkan satu permintaanku?”tanya Donghae.

”Jangan berkata seperti itu…,”lirih Taemin.

”Aku benar-benar minta tolong…,”pinta Donghae.

”Ne…mworago?”tanya Taemin akhirnya.

”Jika aku sudah tidak ada…tolong gantikan posisiku…jaga dia dan sayangi dia Taemin-ah…jika kau,aku yakin dia akan bahagia…dan aku tau…aku tau dari matamu…kau mencintainya,”ucap Donghae sambil tersenyum tipis.

”Aniyeo Donghae-ah…kau akan sembuh,kau akan kembali kesisinya,”Taemin mulai tidak bisa menahan tangisnya. Bukan karena Sulli tapi karena dia harus menerima konfirmasi menyakitkan bahwa sahabatnya ini sudah tidak bisa bertahan lagi.

”Tolong kuat…tolong…demi dia,”isak Taemin.

”Tapi kau harus berjanji padaku,”ucap Donghae sambil tersenyum lirih.

”Aku sangat mencintainya Taemin-ah…aku percaya kau bisa membuat senyumnya kembali,Cuma kau…karena kau mencintainya,”ucap Donghae.

”Oppa…,”Sulli lalu masuk dengan lugunya. Taemin segera menghapus airmatanya.

”Aku akan memainkannya khusus untuk oppa,”kata Sulli riang. Dia lalu duduk disamping tempat tidur Donghae dan memetik gitar sambil menyanyikan lagu ciptaan Donghae.

My sunshine that always accompany my shining day

Become the only flower in my heart

When you need me please go to the same place we ever came

And you can meet me in the sea

I can see you everyday when I look into the sky

My sunshine that pictured as you

Please don’t cry,I always be beside you

Tought you can’t reach me but believe me,im there

If that’s not enough you can meet me in the sea

Just don’t erase your pretty smile my sweetheart,”

“Gomawo jagiya…,”ucap Donghae.

“Cheonmaneyo oppa…aku sangat menyukai lagu ini,”kata Sulli senang.

”Kalau begitu kau harus meresapi maknanya oke? Ini adalah petunjuk untukmu,”ucap Donghae sambil tersenyum kecil.

”Petunjuk?”tanya Sulli heran.

”Ne…saranghaeyo Sulli-ah…mianhe karena aku sudah tidak bisa berjuang untukmu lagi. Aku sudah tidak sanggup Sulli…ah…Aku mengantuk dan tidak tahan lagi…,”Donghae menutup matanya seperti dia ingin tidur. Sulli menatap Donghae heran. Dia tidak mengerti apa yang diucapkan dan dilakukan Donghae sementara Taemin memilih untuk keluar karena tidak sanggup menahan tangisnya lagi.

”Oppa…,”Sulli mulai takut. Namun Donghae tidak menjawab. Dia mengecek alat pendeteksi jantung dan masih berjalan walau lemah.

”Oppa tolong bangun sebentar oppa…oppa sebentar saja dan lihat aku…katakan kau mencintaiku sekali lagi,”Sulli masih berkata dengan nada terkendali.

Donghae tetap tidak menjawab.

”O…ppa…,”suara Sulli mulai serak. Tangan Donghae masih membalas genggaman Sulli.

“Bangun sebentar saja. Jebal…,”lirih Sulli. Dia sangat panik,dia merasa jika Donghae tidak bangun lagi dan mengatakan dia mencintai Sulli maka semua benar-benar berakhir di depan matanya. Sulli hanya takut! Takut kehilangan dia.

Donghae membuka matanya perlahan dan melihat Sulli. Dia ingin tersenyum namun sangat lemah.

”Jagiya…tersenyumlah…,”pinta Donghae lemah. Sulli menurutinya dan tersenyum pada Donghae entah apa yang dipikirkan Sulli,dia hanya merasa itu akan menjadi yang terakhir yang dilihat Donghae.

”Yeobo…jeongmal saranghaeyo…jeongmal…,”ucap Sulli.

”Naddo……jin ri-ah…”

Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit~………………….!

Sulli terisak lemah saat genggaman tangan Donghae terlepas begitu saja. Dia masih pada posisinya,menangis sambil memeluk tangan Donghae saat dokter masuk dan mencoba mengembalikan Donghae. Namun karena Donghae sudah tidak kuat lagi untuk kembali,takdir pun membawanya pergi.

*end of flashback*

”Sulli-ah?”Sulli menoleh saat Taemin sudah berdiri dibelakangnya. Dia menyeka airmatanya.

”Kenapa kau disini? Kau harus menyambut tamu kan?”tanya Sulli.

”Itu sudah selesai. Aku tidak bisa membiarkanmu sendirian,”jawab Taemin. Sulli hanya tersenyum kecut.

”Aku tidak akan bunuh diri kok. Tidak akan pernah,”tanggap Sulli.

”Bukan itu!”seru Taemin.

”Ne…nan gwenchana…jangan cemaskan aku. Oh iya,sesuai harapan konser kita sukses ya? Aku senang sekali,”ucap Sulli sambil menatap kembali ke arah kota. Taemin masih berada ditempatnya. Tepat dibelakang Sulli.

”Karena konsernya sudah terlaksana…aku akan keliling dunia dan memilih rumahku sendiri,”ucap Sulli.

”Jika aku mendapatkannya. Seperti di Swiss,Greendland atau tempat mana pun yang tenang. Aku akan memulai kehidupan baru. Sangat menyenangkan…aku akan menjadi Sulli yang baru. Terlahir kembali dengan lembar kosong. Ah,aku tidak sabar lagi,”Sulli terus bercerita.

”Sulli-ah…,”ucap Taemin.

”Ne?”Sulli menoleh ke belakang lagi.

”Kalau begitu semoga kau bahagia…,”ucap Taemin dengan senyum kecilnya. Sulli merasa dadanya sesak,sesak saat melihat senyum sendunya Taemin.

”Aku akan berangkat minggu ini. Sebagai perpisahan…oppa mau mengantarku ke bandara kan?”tanya Sulli mencoba tersenyum rileks. Taemin ikut tersenyum dengan ringan,”Ne,pasti,”.

***

”Kau pergi karena tidak bisa melupakan Donghae atau tidak mau menerima kenyataan yang baru?”tanya Krystal saat mereka bertemu sebelum Sulli meninggalkan Korea.

”Maksudmu?”tanya Sulli heran.

”Sudah 3 tahun berlalu kan? Kau bisa mengingat siapa saja yang menemani harimu saat dia tidak ada?”tanya Krystal balik.

”Kau,keluargaku,anak-anak musical,”jawab Sulli. Namun ucapannya menggantung,dia masih memikirkan satu orang yang benar-benar selalu mendampinginya.

”Taemin…oppa…,”jawab Sulli.

”Ne dia! Kau yakin meninggalkannya?”tanya Krystal. Sulli mengernyitkan dahinya.

”Ne. Aku tidak ingin merepotkannya lagi,”jawab Sulli.

”Demi Tuhaaaan~ sejak kapan Taemin terlihat kerepotan atau keberatan saat mendampingimu Ssul-ah? Sadari ini! Dia mencintaimu. MENCINTAIMU! Dia tidak pernah ingin mengatakannya padamu selama kau masih bermain-main disekitar nama Lee Donghae oppa,tapi harus ada orang yang mengingatkan kau yang selalu bermimpi kebelakang ini. Ya,aku! Taemin oppa memang melarangku untuk mengatakan ini semua tapi aku tidak bisa membiarkanmu pergi begitu saja,”curah Krystal akhirnya. Sulli berdiri. Dengan tatapan marah.

”Aku tidak bermimpi Jung Soojung! Aku juga tidak berharap apa-apa. Aku tidak bisa berharap lagi kan? Yang terjadi adalah aku tetap mengingatnya. Aku membawanya terus dikehidupanku yang sekarang! Jangan mencoba untuk mengaturku!”Sulli pergi meninggalkan Krystal dengan sangat marah.

”Aish!!! Donghae oppaaaa apa yang harus aku lakukan terhadap yeojachingumu itu?”Krystal berteriak frustasi sambil menutup kedua mukanya dengan terlapak tangannya.

Sulli masuk ke mobilnya lagi dan menyeka airmatanya. Entah kenapa setelah mengatakan hal itu dia merasa hatinya begitu sesak. Ya,aku hanya membawanya masuk ke kehidupanku yang sekarang. Dengan itu aku bisa terus hidup dengannya. Aku Cuma ingin hidup dengan Donghae oppa! Namun kenapa saat mengingat wajah Taemin hatinya akan terasa lebih sesak lagi? Namja itu memang sangat setia menemaninya selama ini,sampai Sulli sendiri tidak menyadari keberadaannya yang begitu penting. Aku akan meninggalkan semuanya. Aku juga akan meninggalkan Taemin oppa & tidak akan merepotkannya lagi,batin Sulli.

***

”Kau bertengkar dengan Krystal?”tanya Luna saat mereka semua mengantar Sulli di bandara. Sulli tidak menjawab dan hanya terdiam.

”Dia sahabatmu sejak kecil kan? Tidak seharusnya kalian bertengkar saat kau akan meraih kebahagiaan bukan? Jung Soojung,”Luna tiba-tiba memanggil nama Krystal. Sulli sangat terkejut melihat Krystal muncul diantara mereka. Krystal tersenyum lembut. Sulli menyesal sudah membentak Krystal tempo hari. Dia sadar Krystal sangat memperhatikannya,semuanya sangat menyayanginya lalu dia menyesal sudah menutup matahatinya dari semua yang tidak berhubungan dengan Donghae. Sulli langsung memeluk Krystal.

”Maafkan aku…,”ucap Sulli. Krystal tersenyum.

”Gwenchana…aku juga minta maaf. Ahhh~ kau harus mengirimkan fotomu padaku oke? Awas kalau tidak hehehe,”kata Krystal dengan ceria. Sulli ikut tertawa.

”Ne,kau juga tinggal hubungi aku jika sudah ingin menikah dengan Minho oppa. Awas tidak mengundangku!”ancam Sulli.

”Hahah Sulli-ah itu masih lama -___-,”ujar Krystal.

Sulli lalu menoleh ke arah Taemin, Taemin tersenyum padanya dan melambai. Sulli ikut tersenyum. Selama perjalanan ke bandara seluruh kenangannya di Korea ini berputar kembali. Mulai dari pertama kali dia masuk SMA Chungdam dan bertemu Donghae yang menyambutnya sebagai kakak pembimbing kelompoknya dulu. Lalu saat dia mendapati Donghae sedang berlatih sendirian diruang musik sehingga mereka benar-benar bisa dekat. Saat Donghae menyatakan perasaannya sambil berbisik tepat ditelinga kanan Sulli. Saat dia mendapatkan ciuman pertamanya dihari ulangtahunnya yang bersalju. Saat Donghae mengenalkannya pada Taemin. Saat Taemin selalu tersenyum lebar dan manis padanya jika mereka saling bertemu. Tidak lupa saat Taemin menjadi pahlawan Sulli dari anjing yang begitu menakutkan,saat mengingatnya Sulli jadi tertawa sendiri. Saat mereka menjadi panitia,dan saat pertama kali Donghae tidak menjemputnya yang sudah menunggu berjam-jam dimalam yang dingin itu,itu saat pertama kali Donghae pingsan. Lalu banyak hal terjadi,di rumah sakit,saat Donghae kembali ke panggung dan terlihat begitu bersinar,namun setelah itu Sulli tidak pernah lupa pelukan yang sangat berarti untuknya hari itu. Lalu perlahan-lahan kenangan saat Donghae collaps lagi dan dirawat dirumah sakit,hingga saat Donghae mengucapkan perpisahan untuknya. Saat itu adalah yang paling berat bagi Sulli,namun dia baru sadar,selama itu pun Taemin selalu berada disisinya. Entah sebagai teman,oppa,pengganti Donghae atau bahkan bodyguardnya…Sulli hanya baru sadar sekarang. Sudah 3 tahun semua berlalu. Sudah 3 tahun dia melawati waktu yang hampa bersama Taemin. Sejak kapan dia merasa ada 1 hal yang mengisi kehampaannya itu? Ya,senyum Taemin yang tulus dan selalu setia menemaninya,akhirnya disadari oleh Sulli. Namun semua harus Sulli lupakan. Dia tidak bisa terus bersama Taemin,karena tanpa sengaja Taemin juga membawa dia ke masa lalu,ke ingatan dihari yang cerah antara dia,Donghae juga Taemin.

”Oppa…,”Sulli berjalan mendekati Taemin.

”Terimakasih atas selama ini,”Sulli tersenyum pada Taemin.

”Aku tidak melakukan apa-apa,”tanggap Taemin.

”Kalau begitu aku Cuma ingin berterimakasih,”kata Sulli lagi. Taemin tidak tau harus mengatakan apa. Memang semua yakin Sulli Cuma jalan-jalan keliling dunia,tapi entah kenapa Taemin merasa Sulli benar-benar akan pergi.

”Aku akan naik. Jaga dirimu oppa,semoga kau bahagia,”Sulli berbalik,namun Taemin langsung menarik tangan Sulli. Sulli menatap Taemin dengan heran,Taemin juga sedang menatapnya,dengan lirih,seakan berkata ’jangan pergi’.

”Kau harus kembali. Harus,setidaknya untuk melihat orang yang kau cintai bahagia,”kata Taemin. Sulli tersenyum,berusaha keras menyembunyikan airmatanya.

”Ne,itu pasti,”Sulli meninju kecil kebahu Taemin.

”Bye…yorobun…sampai jumpa lagi,”Sulli tersenyum pada semuanya dan naik ke atas. Meninggalkan mereka. Perlahan semua yang mengantar Sulli mulai kembali. Hanya Taemin yang masih menatap elevator kosong itu.

”Dia benar-benar pergi…,”ucap Taemin pelan.

***

Chapter one,1st Love end.

8 Tanggapan to “I Wrote Your Name In My Guitar 1”

  1. Nuri 5 April 2011 pada 9:33 AM #

    Donghae kenapa matiiiiiiiiii (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) aduh sedih..

    • cagalli14 5 April 2011 pada 10:07 AM #

      huhuhu sorry ya chingu ._____.
      ter aku bikin yg donghaenya ga mati *sekalian sungkem sama bang donge*

  2. songhee28 5 April 2011 pada 12:54 PM #

    Astaga, knp donghae-ny meninggal lg sih? =.=
    Semoga sulli cepet membuka hatiny bwt taemin..😀

    • cagalli14 5 April 2011 pada 3:20 PM #

      kan ini FF lengkapnya yg kmrn itu umma hehehe

  3. linda 5 April 2011 pada 12:56 PM #

    ;______; (seperti biasa, mewek)
    Kak, kakak juga pgn keliling dunia kan kak semenjak kejadian ‘itu’ kak jgn dong kak jgn tinggalin akuuuuu *peluk kak dwi* *baca part berikutnya*

    • cagalli14 5 April 2011 pada 3:21 PM #

      kalo soal keliling dunia sih ..emg dr kecil hahaha!

  4. MayPus 9 April 2011 pada 8:26 AM #

    Love It aaaaaah

  5. cagalli14 29 Oktober 2011 pada 7:24 AM #

    mksh ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: