Blue Valentine

19 Apr

Blue Valentine

Cast    : Sulli f(x) as Choi Jinri,Siwon Super Junior,G-Dragon Big Bang as Kwon Jiyong,minor cast : Isak CSJH,BoA,Yunho DBSK.

Genre  : Family

BGM   : Emotionless by Good Charlotte & Sorry (Dear Daddy) by Luna ft. Krystal

Disclaimer      : Sulli is Siwon’s (daughter),Jiyong is mine … #plakk

 

Hey Dad,
I’m writing to you,
not to tell you that I still hate you.
Just to ask you how you feel
and how we fell apart,
how this fell apart.

Are you happy out there in this great wide world?
Do you miss your little girl?
When you lay your head down,
How do you sleep at night?
Do you even wonder if im alright?

but im alright,
I  alright…

Its been a long hard road without you by my side..
I remember the days you were a hero in my eyes,
but Those are just a long lost memory of mine.
now I’m writing just to let you know I’m still alive.

And sometimes I forget,
and this time,
I’ll admit,
That I miss you,I miss you,
Hey Dad…


“Jinri-a,”

Kwon Jiyong,duduk ditepi tempat tidur sambil memandangi yeoja yang membelakanginya sambil menatap rintik hujan yang jatuh dari langit lewat jendela di dekat tempat tidur itu.

“Aku harus menemui Seungri dulu sekarang,sebelum jam 7 aku sudah pulang,jangan lupa makan oke?”ucapnya lembut sambil membelai rambut yeoja yang panjang & berwarna cokelat itu.

Akhirnya,Jinri menoleh. Matanya sedikit bengkak karena baru bangun dari tidur 10 menit yang lalu,dia melontarkan senyum kecilnya.

“Ne oppa,”ucapnya. Jiyong tersenyum dan merunduk untuk mengecup kening yeoja berkulit putih terang itu.

“Happy valentine,”ucap Jiyong,tersenyum sambil mengacak-acak rambut Jinri kemudian pergi setelah menerima balasan berupa senyum manis gadisnya itu.

Jinri berbaring kesamping lagi menatap rintik hujan. Terdengar suara mobil Jiyong yang baru saja keluar dari pagar rumah mereka. Jinri akhirnya beranjak dari tempat tidur dan berjalan diatas karpet putih bersih menuju sebuah meja kecil berwarna putih yang diatasnya hanya ditaruh sebuah telepon klasik berwarna hitam. Jinri menatap telepon itu.

*flashback*

”Egi-ah siapa yang barusan mengantarmu itu?”tanyanya dengan suara lembut yang bijaksana,masih dengan nada penuh kebijakan.

”Ah,itu…dia…,”Jinri ragu untuk menjawab.

Namja tampan yang berusia paruh baya itu menatap anaknya dengan seksama.

”Jika dia namjachingumu,bawalah dia ke rumah minggu ini,sejak kapan kau melupakan tata krama untuk tidak mengenalkan pacarmu pada appa?”ujar appanya Jinri,Mr.Choi Siwon. Air muka Jinri berubah cerah saat mendengar undangan dari appanya.

”Ah ne appa,hehe,dia adalah kakak kelasku disekolah. Orangnya sangat baik & memiliki banyak bakat!”Jinri berlari sambil memeluk appanya.

”Bakat? Dia anak nakal ya dan sering jatuh? Atau sering berantem?”Siwon membuat ekspresi sok serius.

”Anieyoooo~ maksudku kemampuannya banyak appa. Dia pintar menyanyi,membuat & mengaransemen lagu! Cita-citanya menjadi musisi terkenal,dia pintar sekali!”cerita Jinri semangat.

“Aigo~ jadi kau menyukai tipe musisi uh?”tanya Siwon.

“Hehe,tidak juga. Hanya saja,Cuma dia yang bisa menarik perhatianku. Ya sudah nanti minggu aku akan mengajaknya,aku gerah sekali. Aku mandi dulu ya appa,muach!”Jinri mengecup pipi appanya lalu berlari naik ke lantai atas. Isak,pengasuh Jinri sejak kecil sekaligus kepala rumah tangga dirumah itu hanya geleng-geleng kepala melihat gadis kecil yang dia besarkan sejak bayi itu sudah beranjak dewasa. Siwon hanya tersenyum sendiri mengingat betapa ‘gilanya’ anak gadisnya itu saat jatuh cinta,dia melihat ke arah Isak dan mengangkat bahu serta kedua tangannya seolah berkata,’Yah,cinta monyet,’.

Minggu yang ditunggu….

“Appa!”teriak Jinri dari arah pintu masuk.

Siwon,yang sedang santai minum kopi sambil membaca koran berhenti melakukan aktifitasnya. Dalam beberapa detik gadis manisnya itu sudah berdiri didepannya.

”Dia sudah datang. Kenalkan,namanya Kwon Jiyong,”kata Jinri. Siwon kebetulan sedang berbalik untuk melihat namjachingu anak satu-satunya itu saat mendengar nama Kwon pun dia jadi terdiam terlebih saat melihat orang yang diajak anaknya itu.

”Choi Jinri,”ucap appanya seperti merendam sesuatu.

”Ne appa?”tanya Jinri polos.

“Apakah dia dari perusahaan United World Fatcory?”tanya Siwon dengan nada berat. Sementara Jiyong sudah menerka sesuatu tidak berkenan dalam hati Siwon.

“Katakan padaku. Nama orangtuamu,”kata Siwon sambil menatap lekat Jiyong.

”Kwon Boa & Yunho,waegeurae abonim?tanya Jiyong heran.

Siwon menatap Jiyong tak percaya. Dia tidak bisa melepaskan tatapan matanya pada anak itu. Jinri menatap appanya dengan heran.

”Appa?”tanya Jinri.

”Ternyata kau sudah dewasa sampai sekarang. Dengan bahagia bahkan mendapatkan hati anakku…,”ucap Siwon pahit. Jinri masih menatap appanya dengan heran. Terlebih Jiyong.

”Orang yang sudah merampas kehidupan istriku….,”ucap Siwon lagi. Kali ini suaranya bergetar. Jinri tak percaya mendengarnya dan menatap keduanya satu persatu.

”Ada apa dengan umma? Apa maksudnya ini appa?”tanya Jinri heran.

”TOLONG KELUARKAN ANAK INI SEBELUM AKU MEMBUNUHNYA!!!!”teriak Siwon tiba-tiba. Jinri sangat terkejut.

”APPA!”teriak Jinri. Matanya berair,hidungnya memerah. Siwon malah terduduk lemas. Isak berlari menghampiri Siwon.

”Tuan! Sulli-ah,kau antar namjachingumu keluar saja. Nanti pelan-pelan kau akan tau semuanya. Tolong Sulli-ah…jangan bawa dia lagi ke rumah ini…,”suara Isak pun berubah. Dia seperti menyimpan kepahitan terhadap Jiyong. Jinri ingin menangis karena kebingungan,namun dia akhirnya tidak punya pilihan selain menarik tangan Jiyong namun Jiyong malah menghentikannya. Jiyong berjalan maju ke depan Siwon dan membungkuk 90derajat.

”Aku tau maksudmu abonim. Mianhe….jeongmal mianhe…,”Jiyong membungkuk dalam-dalam. Siwon berdiri lagi dan…PLAKKKK!!!! Jinri membelalakkan matanya melihat kejadian itu. Siwon menampar Jiyong dan Jiyong hanya terdiam.

”YA!!!! APPA!!!!!!!!!!!”teriak Jinri marah. Dia benar-benar marah dan menarik tangan Jiyong lagi. Namun Jiyong menolak.

”Mianhe abonim. Mianhe…,”lirih Jiyong terus merunduk.

”SUDAHLAH OPPA!!!”teriak Jinri lagi-lagi menariknya namun dia tetap diam.

”Tinggalkan anakku dan jangan ganggu hidupku lagi! Pergi kau!”kata Siwon lalu meninggalkan ruang keluarga itu. Jiyong masih membungkukkan badannya dan Jinri menangis disampingnya. Jinri lalu menarik lengan Isak.

”Isak! Katakan padaku ada apa dengan mereka?!”paksa Jinri. Isak hanya menatap Jiyong dengan lirih. Isak tidak menjawab pertanyaan Jinri dan berjalan ke arah Jiyong.

”Tidak ada ya salah kan? Ini takdir. Namun sudah cukup menyiksa Tuan Choi. Pergilah dan penuhi permintaannya,”ucap Isak.

”YA! KENAPA SEMUA ORANG SEPERTI INI?!”teriak Jinri frustasi.

”Ne…Jinri-ah,mianhe. Aku bukanlah orang yang pantas untukmu,”Jiyong lalu meninggalkan tempat itu.

”Oppa!!!!”Jinri mengejar Jiyong namun ditahan oleh Isak. Karena lelah menangis dan terlalu stress,Jinri tidak bisa melawan Isak lagi. Jinri jatuh dipelukan Isak,menangis sesegukan.

Setelah itu Isak menceritakan semuanya pada Jinri. 14 tahun yang lalu saat Jinri masih berumur 2 tahun,ummanya,Sooyoung meninggal karena ditabrak sebuah mobil yang melaju dengan kencang. Dia ditabrak karena menyelamatkan seorang anak berusia sekitar 4 tahun yang lengah dari pengawasan orangtuanya. Sooyoung tau anak itu akan ditabrak dan berlari ke tengah jalan sambil meninggalkan Jinri yang sedang tertidur dipelukan Isak untuk mendorong anak itu. Anak itu terlempar dan terhindar dari kecelakaan namun saat itu Isak menyaksikan hal yang sangat mengerikan. Apalagi jika bukan Nyonya-nya tertabrak oleh mobil itu. Kejadian itu tidak bisa dilupakan oleh Isak maupun Siwon. Kedua orangtua anak itu,siapa lagi jika bukan pasangan Kwon,Boa & Yunho,sudah mengucapkan belasungkawa & meminta maaf. Siwon tidak merespon,Isak saat itu tidak tau apakah Siwon menyimpan dendam atau tidak. Saat hal itu berlalu,beberapa tahun berikutnya terjadi krisis besar diperusahaan Siwon. Hampir 70% saham perusahaannya dicabut dan orang yang mendalanginya itu adalah Yunho. Tentu saja Yunho tidak tau siapa pemilik Perusahaan Platinum IC,namun sayang,setelah semua sudah terjadi,Yunho baru tau dan tidak mampu berbuat apa-apa. Sejak itu perusahaan Siwon bangkrut dan keluarga mertuanya benar-benar menyalahkan Siwon dan hubungan mereka memburuk. Selama beberapa tahun Siwon membangun lagi perusahaannya dengan kerja keras dan akhirnya bisa memperbaiki keadaan lagi. Namun hubungan yang sudah buruk itu,ternyata tidak bisa diperbaiki lagi. Dan Siwon merasa semua bermula dari kejadian dimana nyawa istri tercintanya direnggut.

Jinri tidak keluar dari kamarnya selama 2 hari sejak saat itu. Dia terus berpikir dan berpikir. Siwon pun tidak menghampirinya,mungkin juga belum siap berbicara pada anak gadisnya itu. Berkali-kali dia menatap ponselnya,tidak ada pesan maupun telepon dari Jiyong. Dilain pihak Jinri memikirkan tentang kejadian itu,dia bahkan belum tau apa-apa saat itu begitu juga dengan Jiyong. Namun luka yang ditinggalkan dihati Siwon benar-benar dalam dan Jinri tidak mampu untuk mengambil keputusan…untuk tetap menjaga hubungannya dengan Jiyong.

”Umma,otthoke?”isak Jinri tak henti-hentinya sepanjang hari.

Tok tok tok…

Jinri berhenti menangis dan mengusap airmatanya.

”Isak berhentilah aku tidak bisa makan apa pun,”ucap Jinri lemah.

Ckrek…Siwon masuk dengan seragam kerja lengkapnya. Sepertinya dia baru pulang dari kerja.

”Appa…,”Jinri mengusap-usap wajahnya. Jinri berharap kecil bahwa appanya saat ini sedang memberi sedikit keringanan.

”Minggu ini kita ke Kanada. Aku akan mengenalkanmu pada Henry,anak dari teman appa,Sungmin. Setelah itu acara pertunangan kalian akan diadakan,”kata Siwon datar. Setelah itu dia meninggalkan Jinri yang melotot memandangi appanya tak percaya. Siwon berhenti diambang pintu.

”Appa sangat menyayangimu Sulli-ah…karena itu bahagiakanlah appa,”ucap Siwon lalu menutup pintu kamar Jinri. Jinri kini tertinggal didalam sana dengan perasaan kacau. Sejak kapan appanya membuat keputusan begitu saja tanpa menanyakan pendapatnya?! Bahkan melontarkan sebuah senyum pun tidak setelah 2 hari tidak bertemu. Jinri benar-benar kecewa dan merasa tidak bisa mengikuti permintaan appanya kali ini.

*end of flashback*

Dan akhirnya semua menjadi seperti ini. Jinri sudah 1 tahun keluar dari rumah itu. Tepatnya melarikan diri setelah semua pertengkaran dengan Siwon tentang pertunangan itu. Ya,Jinri langsung mengejar Siwon saat itu juga dan terlibat perdebatan hebat antara appa-anak. Dan saat itu Jinri sadar,betapa egois appanya saat itu. Seakan berubah dan tidak memikirkan pendapat Jinri sendiri,tidak menerima kompromi,memaksa Jinri menuruti semua keinginanya. Setelah sekian lama,baru kali ini Siwon memaksa anaknya dengan sangat egois. Dan itu menyakiti Jinri dimana appanya membuat keputusan sepihak untuk benar-benar memindahkan Jinri ke Kanada. Bahkan berpisah dengan diri Siwon sendiri yang berada di Korea.

Jinri menatap telepon itu. Hari ini adalah hari valentine. Tepat setahun yang lalu dia saat ini mereka merayakan valentine bersama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini adalah valentine pertama yang tidak dirayakannya dengan appanya. Rasa kecewa masih melilit dihati Jinri dan keteguhan hatinya akan keputusan yang sudah dibuatnya menahannya untuk tidak menghubungi appanya sejak saat itu. Sering terbesit niat untuk menghubungi appanya. Saat Jinri menelepon ke rumah dan Siwon yang mengangkat,Jinri hanya akan mendengar suara Siwon tanpa berbicara sedikit pun lalu mematikannya setelah detik ke-5. Tentu saja kegiatan ini tidak diketahui Jiyong,jika diketahui olehnya maka Jiyong dengan senang hati akan membawa Jinri kembali ke rumahnya. Jiyong sejak awal menentang keputusan Jinri ini terutama jika alasan dia kabur itu adalah karenanya. Namun alasan utama Jinri kabur sebenarnya adalah karena besarnya kekecewaan dia terhadap sikap appanya yang mendadak berubah & keras kepala. Sejak kapan Siwon tega melihat Jinri menangis?!

Tapi sejak kapan pula Jinri lupa,bahwa Siwon adalah satu-satunya orang yang paling dekat dengannya sejak dia kecil. Antara marah dan segala perasaan hangat yang menyelubungi hatinya saat mengingat kenangannya dengan appanya,semua bercampur aduk menjadi rasa sakit.

”Oppa,bolehkah aku pergi siang ini? Nanti saat kau pulang aku sudah ada dirumah,”ucap Jinri ditelepon.

”Mau kemana?”tanya Jiyong.

Ada sedikit jeda.

”Hanya ke sebuah tempat…sepertinya ada yang tertinggal. Tenang saja,kau percaya padaku kan? Aku akan selalu pulang ke rumah,”jawab Jinri meyakinkan.

”Hmmm…ne,kalau begitu selesai nanti jangan langsung pulang ke rumah dulu,biar aku menjemputmu,”ucap Jiyong.

”Kalau begitu jemput aku ditaman dekat stasiun,”kata Jinri.

”Ne…hati-hati ya jagiya,”ucap Jiyong ramah.

”Ne oppa,annyeong,”Jinri menutup telepon setelah Jiyong membalasnya.

Jinri mengambil mantelnya dan memakai boots lengkap dengan cap berwarna hijau tuanya. Dia pun bersiap untuk pergi ke tempat ’itu’.

*Jinri pov*

Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku begitu peduli? Bukankah sudah pasti dia tidak akan sendiri? Ah…aku ingat tujuan awalku. Bukankah aku hanya ingin memastikan.

Memastikan apakah aku membencinya atau masih sangat mencintainya…

Akhirnya kereta yang kutumpangi sampai di Seoul seiring dengan banyaknya perebatan dalam benakku. Aku masih ragu dengan tempat pertama yang harus aku tuju. Tapi kaki ini membawaku melangkah begitu saja.

”Hyonseong! Lempar bolanya kesini!”

”Ya! Taewoon! Jangan lengah!”

Teriakan anak-anak yang bermain basket dilapangan ini terdengar dengan nyaring. Dipenuhi semangat & kebahagiaan. Lapangan ini membawa banyak kebahagiaan bukan? Dulu saja aku bermain berdua dengan appa setiap sabtu malam. Sengaja saat malam agar kami hanya bermain berdua,appa selalu mengajariku secara privat.

*flashback*

”Sulli-ah lempar bolanya seperti ini,”Siwon melemparkan bola itu kearah Jinri.

”Ahhh appa aku belum si…,”

Bruak!!!

” Egi-ah!!”Siwon berlari kearah Jinri yang merunduk sambil menutup jidatnya.

”Apho~…,”ucap Jinri setengah meringis dan ingin menangis,setengah tertawa agar appanya tidak cemas.

”Egi-ah mianhe mianhe! Appa terlalu semangat! Ayo pulang,biar dikompres,”Siwon begitu panik & menarik tangan Jinri.

”Andwae…Cuma jidat kok appa,ayo kita teruskan,aku harus mengalahkan Amber hari senin nanti. Sudah,tidak begitu sakit kok,” Jinri tertawa sambil membentuk tanda ’V’ dengan jarinya walau dia menahan rasa nyut-nyutan pada dahinya yang memerah. Siwon memperhatikan anaknya itu.

”Masih ada besok,”ucap Siwon ragu.

”Aniyoooo…besok aku ada janji membantu Victoria onnie diklub,”ujar Jinri tak mau kalah.

”Hhhh ne ne …sekarang kau lempar bola itu ke appa,tapi jangan balas dendam ya,”canda Siwon. Jinri malah seolah-olah ingin melempar dengan keras ke Siwon,lalu dia tertawa.

”Hahahaa! Ne,kalau aku bisa melempar dengan baik appa belikan ice cream yang besaaaaaar sekali! Oke?”seru Jinri.

*end of flashback* author pov*

Jinri tersenyum kecil mengingat kenangan itu. Dia biasanya menghabiskan waktu hanya berdua dengan appanya. Itu sudah terjadi sejak kecil,sejak dia pertama kali mengerti sesuatu,ornag pertama yang selalu berada disisinya adalah appa. Walau Isak adalah pengasuh Jinri,tapi Siwon selalu datang padanya dengan senyum ramah yang mengembang diwajahnya.

Jinri tidak tau apa yang sudha diingatnya sampai dia tersadar saat ini sudah berada disebuah gedung megah. Gedung ini adalah hotel yang sering menjadi tempat dinner mereka berdua dihari valentine. Ya,dihari valentine,tepatnya hari seperti ini Jinri akan memberikan cokelat pada appanya. Biasanya yeoja manis ini akan mengerjai appanya yang tampan itu dulu dengan memberikan cokela koin,lucunya,Siwon pun suka ngambek.

*flashback*

”Pagi appa!”seru Jinri sambil berlari memeluk & mencium Siwon yang sedang membaca koran.

”Pagi egi-ah,happy valentine,”ucap Siwon dengan senyum cerianya.

”Happy valentine! Anak appa yang paling cantik mempersembahkan….jeng jeng jeng~….! Ige!” Jinri mengeluarkan sebuah cokelat koin dari dalam totebag khusus untuk cokelat yang akan dia bagikan disekolah hari ini.

Siwon merengut.

”Waeeee?”tanya Jinri heran.

”Kau tidak memisahkan cokelat appamu dengan orang lain? Oke kalau cokelat koin appa maklumi,tapi kau membuatnya sama dengan teman-temanmu yang lain,”Siwon meunjuk totebag itu.

”Aku sih punya satu cokelat paling spesial…tapi ini buat Soojung,”Jinri menunjukkan sebuah kantung kecil yang terbungkus cantik. Sudah pasti cokelatnya paling besar & mahal.

”Ini cokelat yang kubuat dikelas memasak kemaren,jadinya bagus banget,”ucap Jinri riang.

”Oke oke…appa kalah dengan Soojung-mu. Nah paling appa menunggu cokelat dari sekertaris dan bawahan appa saja. Hhhh nasib jadi duda,”gerutu Siwon. Jinri hanya tertawa kecil.

”Mianhe appa,aku sudah janji akan bertukan cokelat yang paling enak dengan Soojung hari ini. Ah aku harus mengingatkannya untuk membawa cokelatku dulu,”Jinri membuka tasnya dan memeriksa isinya.

”Aishhh~ ponselku ketinggalan diatas. Appa pegangin dulu ya,” seru Jinri lalu berlari keatas. Siwon melongo & hanya memegang bungkusan cokelat untuk Soojung berserta tetobag itu. Siwon hanya menggelengkan kepalanya dan memperhatikan cokelat-cokelat itu.

”Eh?”Siwon terkejut,namun detik berikutnya dia tersenyum.  Isak memperhatikan Siwon dengan geli,Isak sudah tau taktik si kecil itu.

”Appa,aku kita berangkat sekarang!”seru Jinri yang turun dengan terburu-buru.

”Ne…gomawo Sulli-ku…dan Sooyoung-ku,”Siwon berdiri lalu memeluk anaknya itu. Jinri terdiam,namun akhirnya dia sadar & tersenyum kecil. Dia menatap Isak dan mengacungkan jempolnya,’berhasil’bisik Jinri.

Cokelat yang katanya untuk Soojung itu adalah Italian Fruit Chocolate yang bertuliskan ”Happy valentine our beloved one. By Choi Jinri & Choi Sooyoung,”. Italian Fruit Chocolate yang dibuat Jinri dikelas memasak kemaren,resep khusus dari ummanya setiap kali valentine day datang.

*end of flashback*

Airmata Jinri menetes begitu saja saat membayangkan senyum appanya yang mengembang lebar saat menerima cokelat darinya. Lalu setelah itu sepulang sekolah Jinri pasti ke kantor appanya & mereka akan ke hotel ini untuk makan malam berdua. Jinri akan memesan ice cream parfait terbesar dan makan sepuasnya. Walau hanya berdua,tapi mereka sangat bahagia.

Appa,hari ini kau dapat cokelat dari siapa saja? Lalu kau akan dinner dengan siapa? Apa kau langsung pulang ke rumah? Jika bukan denganku…kau akan dinner dengan siapa?

”Kau Choi Sulli kan?”tiba-tiba seseorang menegur Jinri dari belakang.

”Eh?!”Jinri terkejut. Orang dihotel ini memang hanya mengenalnya sebagai Sulli,putri dari Tuan Choi.

”Manager Kim? Annyeonghaseyo,”Jinri membungkuk & menyeka airmatanya.

”Kenapa tidak masuk? Tumben kau tidak datang berdua dengan appamu. Ini valentine kan? Ahhh apa kau sudah menemukan valentinemu yang baru?”goda manager Kim. Jinri hanya tersenyum kecil.

”Anieyo manager. Apa hari ini appa sudah mereservasi sebuah meja?”tanya Jinri.

“Sampai jam segini belum ada. Apa kau yang akan mereservasinya?”tanya manager Kim.

”Ah…emmmm…ne…tolong buatkan American Roasted Beef,Puding coffe dengan vanila fla,sup kepiting khas Jeju & jangan lupa white whine dari Barcelona,”Jinri menyebutkan semua makanan kesukaan appanya.

”Baiklah nona Choi,kami akan mempersiapkan semuanya,”

”Ne,aku bayar sekarang,”

”Kalau begitu ayo masuk dulu,”

”Pastim”Jinri masuk bersama manager Kim & membayar dengan visa pribadi miliknya.

”Manager Kim,tolong jangan bilang apa-apa pada appa. Termasuk aku yang membayarnya. Katakan saja kau tidak tau siapa yang mereservasi & tolong telepon dia,kamsahamnida,”ucap Jinri lalu pamit.

Jinri melihat ke arlojinya. Sudah sore & dia tau bahwa tidak ada gunanya dia melihat kantor appanya atau pun rumahnya. Karena dia enggan untuk bertemu. Walau sekarang dia tau,dia masih sangat mencintai appanya & kebencian itu hanya kamuflase dari kekecewaannya. Lalu mau bagaimana? Sebuah keputusan yang sudah Jinri buat tidak bisa diubah,walau seorang putri kecil,Jinri adalah orang yang lebih kuat daripada  penampilannya & dia orang yang teguh pendirian.

Satu tempat terakhir yang dia datangi adalah…makam ummanya. Ya,sebelum ke hotel biasanya Siwon & dia berziarah hanya untuk mengucapkan ”Happy valentine,” dan meletakkan sebuah cokelat.

”Annyeonghaseyo umma. Happy valentine. Apa kabarmu? Kau pasti bahagia disana seperti biasanya kan? Karena doamu selalu terkabul agar aku selalu bahagia,”

“Umma…aku merindukannya…tapi mungkin benar aku membencinya. Bukan benci yang sebenarnya,aku benci jika dia masih memaksa kehendaknya. Aku benci jika dia masih mengingat kejadian itu & menaruh dendam pada orang lain.  Umma juga dengan tulus kan menolong Jiyong oppa? Kenapa ornag yang ditinggalkan selalu menganggapnya sebagai sebuah bencana? Padahal umma berbuat baik & aku bangga pada umma…,”

“Aku benci karena aku melihat sisi kelam dari hati appa yang selama ini kulihat sangat bersih. Ini bukan dosanya,ini mungkin dosaku…aku melihatnya sebagai sebuah kesalahan. Tapi Jiyong oppa adalah orang yang tulus seperti umma. Dia sering bertanya apakah aku ingin pulang atau tidak. Dia tidak ingin aku begini dengan appa,karena dia terlalu baik,aku juga tidak mau melepaskannya. Bagiku Jiyong oppa adalah yang terbaik dan dia orang paling baik setelah appa. Aku pun tidak mau melepaskan siapa-siapa…aku ingin umma katakan pada appa…aku & Jiyong oppa sangat menghormatinya,”ucap Jinri dengan airmata mengalir dikedua pipinya namun dia tidak menangis dengan terisak. Dia terus berbicara dengan pelan. Dia bahkan tidak sadar,saat itu seseorang berdoro terpaku dibelakangnya sambil membawa seikat bunga & sebungkus cokelat.

“Bulan depan aku sudah berumur 18tahun. Itu adalah batas dimana Jiyong oppa akan menahanku. Dia bilang,jika aku lahir memang untuknya,kemana pun aku pergi kami akan bertemu lagi. Aku setuju dengannya,tapi aku juga tidak berniat kembali ke rumah. Aku akan mengambil beasiswaku yang tertunda di Amerika. Aku kemarin menghubungi Kyuhyun seongsaemin & katanya aku masih bisa ikut & test akting didepan orang sana. Doakan aku umma. Doakan aku agar bisa memaafkan appa. Doakan agar aku & Jiyong oppa akan bersama nanti,aku sayang umma,”Jinri mencium nisan ummanya. Dia berdiri & menyeka airmatanya.

Gerakan Jinri terhenti saat dia melihat seorang pria lengkap dengan baju kerjanya berlutut dengan kepala merunduk.

Jinri menutup mulutnya dan tak sanggup berkata apa-apa.

”Aku tau aku egois…Sejak kau pergi,aku belajar untuk hidup sendiri,bukan untuk membuat hatiku melemah akan anak itu. Aku tidak berniat untuk mengalah agar kau kembali. Tapi sekarang aku menyesal…semua perkataanmu benar. Kenapa kita tidak membicarakannya dengan tenang & kepala dingin sejak dulu? Ini kesalahanku. Egi-ah,kau sudah dewasa. Kau bukan hanya milik appa seorang,”isak Siwon.

”Berdirilah…,”Jinri menahan tangisnya dengan kuat.

Siwon masih tetap dengan posisinya & terlihat menyesali perbuatannya.

”Appa! Berdirilah! Kau tidak pantas begitu!”seru Jinri menahan kesakitannya.

Siwon akhirnya berdiri.

”Appa…jangan buat aku menanggung dosa lagi karena sudah membuatmu berlutut padaku,kau tidak boleh begitu,”kali ini giliran Jinri yang menangis & berlutut dibawah kaki appanya.

”Kau boleh menghukumku & membuangku asal jangan berlutut seperti tadi. Jangan….,”lirih Jinri. Siwon mengangkat anaknya itu.

”Sssttt…kalau begitu kau pun tidak boleh begini. Gadis kecilku,maafkan appa,”ucap Siwon sambil memeluk Jinri. Jinri hanya menganggukkan kepalanya sambil menahan isakannya.

Umma…kau membuat hubungan appa-anak menjadi sangat erat & mencintai dengan hangat. Dan sekarang kau membuat mereka yang bersimpangan jalan kembali lagi & tanpa sengaja menyelesaikan kesalahpahaman mereka. Umma…boleh aku katakan? Walau aku tidak ingat kapan aku tertawa bersamamu,tapi kau membawa banyak kebahagiaan dalam hidupku. Kau benar-benar malaikat penyelamatku.

”Oppa,mianhe aku tidak bisa menghabiskan sisa hari valentine ini berdua denganmu. Tapi percayalah,tahun depan adalah milik kita. Tentu saja tidak berdua. Ini adalah milikku dengan appa,milik kita bertiga…dan milik kita berdua,”Jiyong menutup messagecall dari Jinri dan tersenyum kecil.

”Jiyongie,kau jadi mau menjemput Jinri?”tanya Seungri.

”Tidak tidak. Aku akan menemani si jomblo satu ini,”jawab Jiyong dengan senyum penuh artinya.

”Ah sial!”gerutu Seungri. Jiyong hanya tertawa dengan bahagia. Sementara itu Jinri dengan Siwon saat ini sedang dinner seperti yang sering mereka lakukan dihari yang sama,ditahun-tahun sebelumnya.

END

KOMEN YAAAA ^.^

11 Tanggapan to “Blue Valentine”

  1. Nuri 19 April 2011 pada 7:47 AM #

    Aaaaaaaa aku nangis bacanya )’: bagus banget author FF nya sedih

    • cagalli14 19 April 2011 pada 5:29 PM #

      huhuhu maafkan udah bikin nangis😦
      makasih yaaa ..aku lg suka banget ff genre family apalagi siwon-sulli ^.^

    • cha_sungmin 31 Mei 2011 pada 7:29 AM #

      wawwww author panen air mata .___.” (tampung pake ember)

  2. linda 19 April 2011 pada 8:04 AM #

    ;_______; tanggung jawab aku jd nangis kangen papa aku kak……….
    Hhhhhhhh knp gak sama henry aja mau dijodohin? Ganteng lho dia Ssul : P

    • cagalli14 19 April 2011 pada 5:28 PM #

      hahaha! ssulnya udah cinta mati sm jiyong hahaa #plakk ..ngga ding sullji dulu kan kmrn banyak yg minta sullji :p
      cup cup jgn nangis doooong~

  3. MayPus 22 April 2011 pada 8:20 AM #

    Love it aaaah so cute so cute…

    • cagalli14 23 April 2011 pada 10:17 AM #

      gomawoooo :3

  4. Ichaichaicha 28 Juni 2011 pada 6:32 AM #

    Baguuus!! author, bikinin SullJi lagii😀

  5. chintia 19 Februari 2012 pada 3:55 AM #

    bgusss,,,,,

  6. halfhae 7 Mei 2013 pada 7:53 AM #

    thats emotionless from GC. my fav song.. Nice story🙂

    • cagalli14 7 Mei 2013 pada 1:52 PM #

      wow! you like GC too? kkk~ thank you anw🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: