[After Story] I Wrote Your Name in My Guitar

18 Mei

Cast : Sulli,Taemin,Donghae

Genre : romance

Disclaimer : Just to explain why did Sulli in Seoul after a long time & what happen with Taelli then.

Chapter three,Friends

BGM : Forever – SNSD

 SILENT READER GO AWAY!!! 

” Jika kau memilih jalan sebelah kanan,kau akan menemukan matahari,”

Aku menemukannya. Matahari yang sejak dulu menerangi hariku. Satu-satunya. Walau pernah padam,entah kemana matahari itu menghilang. Sudah lelah mencarinya,aku sempat kehilangan arah. Namun matahari itu…dengan satu kalimat magis…dia kembali….

Dia masih sibuk terdiam dengan gitar ditangannya. Saat ini sudah beranjak dari tempat itu,kami memutuskan untuk berbincang dengan tenang dan hanya berdua distudio lama tempat kami dulu sering berkumpul. Studio ini juga tempat Donghae dulu sering berlatih. Bisa dibilang gudang kenangan kami semua.

”Apa kau tidak menyesal bertemu denganku disini?”tanyaku.

*Sulli pov*

”Apa kau tidak menyesal bertemu denganku disini?”tanyanya. Dia mengeluarkan pertanyaan itu disaat aku belum menemukan jawabannya. Aku masih belum sadar dari alam bawahku.”Oppa,jika aku bertemu dengan jalan Tuhan sekali lagi dengannya,itu artinya dia takdirku. Aku tidak akan mencarinya walau aku kembali,”

Itulah prinsipku sebelum aku kembali ke Seoul. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri dan pada Donghae oppa. Sungguh tidak terbayangkan. Sudah berapa lama waktu yang kuhabiskan dengannya sejak saat itu? Butuh waktu yang cukup lama juga untuk menyadari perasaanku yang sebenarnya. Ya,aku tidak bisa hidup tanpa Lee Donghae. Tapi dia ’menghidupkanku’ tanpa kusadari. Dan hanya dia. Berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk menyadari ini? Menyadari bahwa keberadaannya adalah hal terpenting saat ini. Bukan menatap waktu yang sudah tertinggal. Tapi untuk hari ini dan seterusnya.

”Sulli-ah?”suaranya mengagetkanku. Aku mendongakkan kepalaku. Tes. Aku tidak sadar airmataku mengalir begitu saja.

”Apa pertemuan ini terlalu cepat?”tanyaku balik. Dia terdiam. Bingung. Kaget kurasa. Yah…ini pertanyaan yang konyol. Apa-apaan pertanyaan ini?

”Tidak…bahkan ini terlalu lama…,”jawabnya.

Eh?

”Kenapa…ingin cepat-cepat?”tanyaku memancing perasaannya.

”Karena aku tidak bisa hidup dengan baik tanpa matahari,”jawabnya sambil membuang arah wajahnya dariku. Kulihat wajah & telinganya memerah. Perasaan hangat ini sudah lama tak aku rasakan sejak SMA dulu.

”Ah,sudahlah. Kau kesini kenapa? Setelah sekian lama? Ingin bertemu siapa?”tanyanya memecahkan keheningan dan sesaat perasaan hangat yang kunikmati sendiri.

”Aku pulang bukan untuk bertemu dengan Krystal atau siapa pun. Aku juga tidak mencari siapa pun. Aku Cuma menunggu takdir,”jawabku.

”Aneh sekali,”ucapnya.

”Ne…aneh sekali…bahkan aku akhirnya bertemu takdir itu. Dengan sangat mudah,”ucapku. Dia menatapku heran.

”Ternyata…takdir itu benar-benar oppa,”ucapku akhirnya.

”Eh?”tanyanya. Terperangah & kaget.

”Aku selama ini melarikan diri dari kenyataan. Mencoba hidup seperti saat dia masih ada disini. Tapi aku lelah karena dia benar-benar tidak ada dimana-mana. Dan saat aku tersadar,tindakanku ini salah. Aku merasa ada yang hilang. Jika itu adalah takdir masa depanku,maka aku akan bertemu dengan dijalankan oleh Tuhan. Aku memutuskan pulang seminggu yang lalu. Tanpa bertemu siapa-siapa,tanpa mencari siapa-siapa,tanpa pulang ke rumah. Hanya untuk memastikan…oppa adalah orang yang tepat untuk menggantikannya,”terangku. Aku bisa merasakan pipi ini hangat karena airmata,aku hanya bisa memberinya senyum sebagai permintaan maafku karena menyuruhnya menunggu lama.

”Ta…tapi Donghae? Dan kenapa kau yakin itu aku?”tanyanya. Dia terlihat syok.

”Walau aku tidak bisa melupakan dia,dan karena aku tidak ingin…tapi sejak awal saat aku berada dalam masa sulitku,oppa selalu ada,perlahan oppa menyeruak masuk menerobosnya,”

”Aku pun baru menyadarinya setelah sekian lama. Jalan terakhir yang aku tempuh ini adalah penentu,”terangku.

Dia tersenyum haru. Aku bisa merasakan kehangatan pelukannya.

”Percaya atau tidak. Hari ini kita sama-sama menemukan takdir itu,”ucapnya.

”Tapi aku masih merasa belum pantas mengganti tempatnya,”sambungnya lirih. Aku mendorongnya perlahan dan menatapnya.

” Kau bukan pengganti Donghae oppa. Tidak ada yang bisa menggantikan dia! Juga tidak ada yang bisa menyamai oppa sendiri…kau dan dia berbeda. Tapi sekarang yang aku jalani adalah hari ini juga untuk kedepannya,”

”Gomawo Sulli-ah,”Taemin oppa memelukku lagi. Dia menangis,dapat kurasakan tetesan airmatanya dibahuku. Aku pun tak bisa menahan airmataku untuk tidak terjatuh.

”Karena kau sudah mencintaku. Gomawo…,”ucapnya bahagia.

Kami lalu saling melepaskan pelukan. Dia menyeka airmataku.

”Kurasa dia tidak keberatan jika kita menambah 1 nama di gitar ini,”ucapku sambil tersenyum. Dia hanya melongo.

”DST…Donghae-Sulli-Taemin. Kita adalah 3 orang teman,”ujarku senang. Aku merasa saat itu Donghae oppa ikut berbicara padaku. Dia seolah mengatakan semua baik-baik saja dan Taemin adalah satu-satunya teman yang dapat kuterima dalam hatiku.

”Sulli-ah kau tau apa arti cinta?”

”Hmmm aku tidak bisa berhenti memikirkanmu oppa,”

”Hahaha…aku tau itu. Aku memang terlalu memikat,”

”Jangan terlalu senang oppa,”

”Hahaha! Cinta itu adalah pertemanan. Teman untuk hidupku. Kau adalah teman baikku,yang terbaik,satu-satunya stock yang ada di dunia ini adalah Choi Jinri. Available only to Lee Donghae. Apa kau menerimaku sebagai temanmu? Teman hatimu?”

”Ne oppa…karena sudah ada segelnya dan stempel bertuliskan available only to Lee Donghae,”

Donghae oppa…kau benar-benar teman seumur hidupku. Kau tidak keberatan kan jika aku memiliki satu teman lagi? Teman yang akan selalu menjagaku sampai nanti. Kita akan hidup dengan bahagia. Sampai berjumpa lagi….

Chapter three,Friends end.

2 Tanggapan to “[After Story] I Wrote Your Name in My Guitar”

  1. fiviya 21 Juni 2013 pada 2:59 PM #

    and for any reason, i just feel my tears’ fall..gumawo for your story :’)

    • cagalli14 24 Juni 2013 pada 5:22 AM #

      thank you for read🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: