A PLACE TO A HEART (1)

16 Sep

A PLACE TO A HEART

by cagalli14 / @sulliberty

Cast       :

Sulli as 5th daughter

Donghae as 2nd son

Siwon as 1st son

Minho as 4th son

Minyoung as 3rd daughter

And other minor cast

Genre   : Family,romance

BGM : Storm – Super Junior

“I appreciate your respon,”🙂

CHAPTER ONE : PICTURE OF A FAMILY

“Annyeong! Magnae,Sulli imnida! Annyeong~,”

“Sulli-ah jangan merekam dirimu saja! Kami juga!”

“Siwon oppa,Minho oppa jahat ingin merebut cam corder-ku!”

“Minho-ya,biarkan dia yang merekam kali ini,”

“Tapi Minyoung noona,aku belum mendapat kesempatan sama sekali,”

“Karena jika kau yang merekam hasilnya pasti jelek,”

“Kyaaaa!!! Donghae oppa memang yang terbaik!!!”

“Cih,kalian selalu membela magnae. Ya sudah aku tidak akan bicara pada kalian!”

“Sudah anak-anak ayo lihat air terjun ini. Bagus sekali,”sela appa anak-anak itu.

“Ne,umma sudah keluarkan makanan kalian,”ucap umma mereka yang paling lembut.

Siwon,Donghae,Minyong,Minho dan Sulli adalah lima bersaudara yang lahir dari kedua orangtua yang lembut dan bersahaja. Sering orang bertanya kenapa orangtua Choi bersaudara ini memiliki banyak anak. Saat itu kedua orang itu kompak menjawab,”Kami ingin selalu ramai dengan keluarga yang hangat dirumah yang sangat besar itu,”. Ya,mereka adalah keluarga yang kaya raya. Di daerah mereka,merekalah yang paling kaya dan tidak ada yang tidak kenal mereka. Disekolah pun kelima anak itu selalu jadi yang terpopuler karena wajah,kemampuan dan keadaan ekonomi mereka.

“Sulli-ah,ada nasi disini,”Minyoung menyeka nasi yang menempel dipipi Sulli.

“Dasar anak kecil,makan saja belepotan. Merekam video pasti juga belepotan,”Minho masih ngedumel ria.

“Tapi Sulli lucu sekali,”tawa Donghae.

“Ya,setidaknya tidak seperti yang selalu ngambek ini,”singgung Siwon. Minho makin merengut.

“Sudah sudah…Minho kan jagoan yang akan selalu menjaga Sulli. Jagoan umma,”umma mereka memeluk Minho yang mukanya ditekuk.

“Minho,kau pun makan belepotan. Hihihi,”Minyoung menyeka saus di dekat bibir Minho. Semuanya pun tertawa dengan sangat bahagia.

***

“Kau masih melihat rekaman itu?”Tanya Minho.

“…,”

“Sulli-ah…sudah saatnya ke makam. Siapa lagi yang mendoakan noona selain kita yang masih bisa hidup normal ini,”ucap Minho lirih.

Sulli menyembunyikan matanya yang berkaca setelah melihat rekaman video yang mereka rekam saat kecil dulu.

“Sudah 3 tahun yah…onnie,”lirih Sulli.

“Sulli sudah bersiap?”Tanya Siwon. Minho hanya mengangguk. Donghae sibuk bermain angry bird di I-phone miliknya. Lalu rumah ini tidak ada siapa-siapa lagi. Rumah yang besar ini. Hanya berisi 4 orang manusia yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

“Dia…tidak datang?”Tanya Sulli saat turun dari tangga.

“Tidak. Appa masih menunggui umma disana,”ucap Siwon. Sulli hanya menunduk memikirkan sesuatu.

Tiba-tiba seseorang memegang kedua bahunya.

“Siap berangkat?”Tanya orang itu. Sulli mengangkat wajahnya. Donghae tersenyum lembut padanya. Senyum Donghae selalu mengingatkannya pada ummanya karena mereka memiliki wajah tenang dan lembut yang sama.

“Ne,”Sulli mengangguk dan mereka berangkat.

Mereka tiba disebuah pemakaman sederhana yang sudah dihiasi rangkaian bunga dari beberapa orang yang datang sebelum mereka. Itu adalah dari sahabat mendiang Minyoung saat masih SMP. Namun sepertinya tidak ada rangkaian bunga dari appa mereka. Karena sejak hari itu dan setahun setelahnya sampai seterusnya,umma mereka selalu mengalami depresi berat tepat dihari kematian Minyoung.

*flashback*

“Sulli! Bangun Sulli!”

“Eng?”

“Sulli-ah!! Bangunlah!”

“O…oppa?”Sulli dapat melihat Donghae yang sangat panik melihatnya.

“Syukurlah!”Donghae memeluk Sulli dengan erat. Saat itu Sulli merasa kepalanya sangat sakit.

“Ada apa denganku?”Tanya Sulli kesakitan sambil memegang kepalanya.

“…,”Donghae tidak menjawab pertanyaan Sulli.

“Minyoung…tidak selamat,”ucap Donghae lagi. Mata Sulli membulat mendengarnya.

Saat itu yang lainnya pergi ke kamar mayat dan hanya Donghae yang menemani Sulli.

Minyoung tewas tertabrak minibus saat Sulli hendak menyelamatkan anak kucing yang tertinggal di tengah jalan. Minyoung tertabrak setelah mendorong Sulli ke pinggir jalan dan menyebabkan Sulli tak sadarkan diri karena membentur tiang listrik. Tapi diingatan Sulli,ada puing-puing ingatan yang tersisa sesaat sebelum dia tak sadarkan diri. Darah yang mengalir deras….

*end of flashback*

Itu terjadi saat Minyoung sedang menjalani ujian akhir masa SMP-nya dan Sulli masih kelas 6 SD. Hal itu membuat umma mereka shock berat dan membuat keluarga yang tadinya ceria dan bahagia itu menjadi suram secara otomatis.

Umma mereka kehilangan seorang anak perempuan pertama dari kelima bersaudara itu. Anak yang paling lembut,baik,cantik dan berprestasi dalam bidang akademik maupun skill piano. Sungguh kejadian yang sangat menyedihkan yang pernah mereka alami terutama bagi Sulli.

“Onnie…ini Sulli datang menjenguk. Sudah 3 tahun kau pergi. Saat ini pun aku sudah kelas 3 SMP. Sama seperti saat kau pergi. Aku juga sudah berlatih keras untuk lomba piano tahun ini. Jika kau mendoakanku dari sana,maka kita bisa menang. Onnie…aku kangen onnie. Aku kangen keluarga kita yang lengkap. Maafkan aku. Maaf…maafkan aku! Huks huks,”tangis Sulli didepan nisan Minyoung.

“Sulli-ah,sudah cukup,”ucap Minho. Siwon menghampiri Sulli dan merangkulnya. Sulli langsung membenamkan wajahnya didada Siwon.

~~~

“Hati-hati. Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian penculikan remaja perempuan yang disertai dengan pemerkosaan,perampokan bahkan pembunuhan…,”

Tit!!!

“Kenapa dimatikan?”Donghae langsung menghidupkan televisi lagi.

“Aku tidak suka berita seperti ini. Ganti saja kalau begitu,”ucap Minho.

“Jangan! Ini penting! Sulli kau harus hati-hati dan pelajari untuk keamanmu dari sini!”seru Donghae pada Sulli yang sibuk menyiapkan makan malam mereka.

“Hahaha…aku bisa menjaga diriku kok,”kata Sulli.

“Minho,mulai sekarang kau harur pulang bersama Sulli setiap hari,”ucap Donghae.

“Mwo?! Kenapa aku?! Kenapa tidak hyung saja?”protes Minho.

“Aku kuliah sore semenjak semester ini. Kau tidak boleh protes. Sulli adalah adik kita dan dia perempuan jadi kau harus menjaganya juga. Mengerti?!”tegas Donghae.

“Ah…ne arraso,”jawab Minho enggan.

Sulli memperhatikan mereka dengan senyum. Dia tersenyum karena oppa favoritnya selalu membela dan menjaganya seperti saat ini. Padahal Siwon sibuk dengan pekerjaannya,Minho sibuk dengan urusan remaja laki-lakinya dan Donghae walau sibuk dengan kuliahnya tapi dia masih tetap memperhatikan Sulli. Setiap pulang selalu Sulli yang dicarinya. Setiap Sulli pulang agak telat atau pergi ke supermarket tanpa izin dulu selalu Donghae yang menghubungi dan mencarinya. Bahkan dulu,saat semua sibuk dengan kematian Minyoung,hanya Donghae yang menemani Sulli yang belum siuman. Dari dulu Minyoung selalu bilang,Donghae adalah orang yang paling memperhatikan Sulli.

Tapi sesungguhnya Donghae itu seperti ini….

Sulli pulang dari sekolahnya lebih awal karena hari ini ada rapat guru. Saat melewati kamar Donghae,Sulli mendengar sesuatu yang aneh. Seperti suara orang bergumul. Sulli yang penasaran membuka pintu yang tidak dikunci itu sedikit dan mengintip. Memutuskan hal seperti itu malah membuat Sulli syok dan mual. Dia melihat sendiri oppa-nya sedang bercumbu dengan seorang gadis seksi ditempat tidur itu. Gadis yang sudah hanya memakai rok mininya itu dengan liarnya menciumi Donghae. Perut Sulli terasa diaduk-aduk dan dia langsung meninggalkan tempat itu menuju kamarnya. Sulli tau Donghae adalah oppa-nya yang paling gombal dan playboy. Tapi ini untuk pertama kalinya Sulli melihat hubungan orang dewasa dengan mata kepalanya sendiri dan itu membuat Sulli sedikit pusing. Esok harinya,Sulli memutuskan Taemin,pacarnya karena selalu terbayang hubungan orang dewasa itu.

~~~

“Sulli-ah,kau masih disekolah?”Tanya Minho ditelepon.

“Ne,waeyo oppa?”Tanya Sulli.

“Aku ada latihan tambahan diklub. Jadi aku pulang lebih lama. Kau pulang saja duluan,ada temanmu kan?”Tanya Minho.

“Ada. Jiyoungie…tapi kan kami berpisah distasiun nanti,”jawab Sulli.

“Yang lain tidak ada yang searah apa rumahnya dengan kita?”Tanya Minho.

“Hmmm tidak ada oppa. Aku tidak kenal banyak orang disini,”jawab Sulli.

“Ah dasar kau ini. Bergaul yang lebih luas dikit dong. Kalau begitu kau jangan berdekat-dekatan dengan orang yang mencurigakan ya dan segera berteriak jika terjadi sesuatu. Arraso?”

“Ne arraso,”jawab Sulli.

“Ya sudah kalau begitu. Hati-hati dijalan ya,”ucap Minho.

“Ne,”Sulli menutup teleponnya.

“Kajja Sulli-ya,”ucap Jiyoung.

“Ne,”Sulli lalu pulang dengan Jiyoung.

Seperti biasa,mereka lalu berpisah di stasiun. Sulli berjalan ditengah keramaian di stasiun dan tidak merasa sesuatu mengancamnya. Namun Sulli tidak sadar dia akan terlibat dalam sebuah masalah dan membuka masalah-masalah lain dalam hidupnya….

TBC

5 Tanggapan to “A PLACE TO A HEART (1)”

  1. Sahl-Lin 23 September 2011 pada 2:18 PM #

    Haiiiiiii n_n
    Fany T_T
    Donghae hmm bye mesum jahat kak ditunggu lanjutannya aku kurang puas ini pasti rame

    • cagalli14 23 September 2011 pada 2:57 PM #

      hahaha oke dear😉

  2. deiyo 12 November 2011 pada 4:40 AM #

    okeh mulai penasaran, lanjut baca next part^^. annyeong reader baru🙂

    • cagalli14 14 November 2011 pada 3:59 PM #

      annyeong ^^ sankyu for read my ff ^^

  3. missfishyjazz 17 April 2012 pada 3:59 AM #

    Annyeong ..
    Wahhh .. Fany meninggal X_X Jadi sedih😦
    Donghae yadong niihhh :s
    Masalah apa ya kira” .. Penasaran bacanya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: