A PLACE TO A HEART (2)

25 Sep

A PLACE TO A HEART

by : cagalli14/@sulliberty

Cast       :

Sulli as 5th daughter

Donghae as 2nd son

Siwon as 1st son

Minho as 4th son

Minyoung as 3rd daughter

And other minor cast

Genre   : Family,romance

BGM : Bolero – DBSK

“I appreciate your respon🙂 ”

 

CHAPTER 2 : OPEN THE DOOR

“Kenapa Minyoung harus mati?! Kenapa?! Kenapa bukan aku saja?! Minyoungie…jangan pergi nak!!!!!”

“Aram tenanglah. Minyoung sudah tenang disana,”

“Andwae!!! Umma aku ingin menyusul Minyoung! Aku tidak bisa membiarkan anak itu kesepian disana!”

“Han Aram! Berpikirlah yang dingin! Kau masih memiliki empat orang anak yang harus kau perhatikan. Kau masih memiliki tiga orang putra yang harus kau didik dengan baik! Kau masih memiliki Sulli,anak bungsumu yang harus kau besarkan!”

“Umma…tapi Minyoung…huks…Minyoung-ah!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

***

Umma tidak pernah melaksanakan apa yang dikatakan haelmoni (nenek). Setelah hari itu umma tidak pernah bangkit dan selalu terpuruk. Dia hidup seakan kami sudah tiada. Dimatanya kami tidak ada. Bahkan appa pun tidak pernah ditanggapi olehnya. Umma akan menghabiskan harinya dirumah haelmoni dengan termenung dan seperti layaknya orang depresi dan akan makin depresi sampai menangis meraung-raung saat hari kematian onnie datang.

Kami ini kau anggap apa umma?

Kami ini siapa?

Apa kau tidak menyayangiku?

Kau masih memiliki satu anak gadis lagi.

Kau bahkan tidak membelikanku pembalut pertama saat aku terkena haid pertamaku. Kau tidak ada saat aku terpucat dan hampir pingsan karena darah mengalir dari bagian kewanitaanku saat aku mengalami haid pertamaku. Tidak kurasakan tugas seorang ibu saat menghadapi hair pertama putrinya seperti yang lainnya. Cuma Donghae oppa yang paling aku percaya yang membelikan pembalut pertamaku. Cuma Minho oppa yang walau nakal tapi perhatian yang menemukanku tergeletak lemas di kamar mandi. Cuma Siwon oppa yang menenangkanku dan kedua oppa yang lain yang panic karena keadaanku itu. Umma dan appa tidak ada. Kami ini hidup hanya berempat. Bagaikan orang yang tidak memiliki kedua orang tua lagi.

Aku berpikir itu adalah ‘kami’. Dulu aku berpikir begitu. Tapi nyatanya salah. Sejak hari dimana takdirku perlahan-lahan mulai terbuka…aku sadar. Itu bukan ‘kami’. Tapi hanya aku….

***

“SULLI-AH!!!!!”

“Tenanglah Minho tenang,”Siwon mencoba menenangkan Minho yang terus menatap Sulli diranjang dari kaca pintu ruang ICU.

“Sulli bangunlah Sulli! Kumohon!!!”

“Hyung!!!”Donghae berlari menghampiri Minho dan Siwon dengan keringat yang mengucur diseluruh tubuhnya. Donghae langsung bergegas ke RS dari kampusnya saat tau Sulli masuk RS karena mengalami pendarahan hebat.

“Katakan ada apa pada Sulli!!!!”Donghae mengguncang-guncang bahu Siwon.

“Sulli tertusuk dibagian perutnya saat menyelamatkan seorang anak SMP yang dirampok ditaman. Perampok itu sudah ditangkap polisi dan saat ini sedang diproses,”jawab Siwon.

“SIAL!!! Aku harus menemui orang itu dan menuntut balas!”

“Donghae-ya!”Siwon menahan Donghae.

“Saat ini Sulli belum sadarkan diri. Kau masih berpikir untuk balas dendam? Sudahlah,pelakunya sudah tertangkap. Biarkan hukum yang memproses ganjarannya. Selain itu ada hal lain…,”ucap Siwon. Siwon terlihat sangat muram.

“Mworago hyung?”Tanya Donghae….

~~~

“Sulli-ah!”

Sulli membuka matanya perlahan dan orang yang pertama dilihatnya adalah Minho. Sulli tersenyum lebar menyambut oppa-oppa mereka agar mereka tidak khawatir.

“Aku sedikit ceroboh sampai tertusuk. Tapi aku lega anak itu selamat,”ucap Sulli.

“Ya…tapi kami lebih lega lagi kau selamat Sulli-ah -___-,”ucap Siwon.

“Maafkan aku Sulli. Ini karena aku tidak menjemputmu. Aku janji akan selalu menjemputmu,”ucap Minho dengan penuh penyesalan.

“Gwenchana oppa,jangan khawatir,”ucap Sulli.

“Oppa?”

“Donghae oppa?”tegur Sulli. Donghae dari tadi hanya termenung.

“Donghae oppa!”

“Ah? Ne Sulli-ah…,”Donghae menoleh dengan wajah penuh Tanya. Saat dia sadar Sulli sudah melewati masa kritisnya Donghae langsung beranjak mendekati Sulli dan mengecup keningnya seperti biasa lalu mengusap rambut Sulli.

“Bagaimana keadaanmu sekarang?”Tanya Donghae lembut. Sulli mengernyit.

“Ada apa?”Tanya Donghae. Sulli berpikir sedikit,kenapa senyum Donghae seolah dipaksakan dan seperti ada beban besar yang ditanggungnya.

“Oppa,gwenchanayo?”Tanya Sulli.

“Ah? Ne …tentu saja,”jawab Donghae.

~~~

“Ini pertama kalinya aku mendapat donor dong,”ucap Sulli.

“Ne. Aku tidak tau siapa yang mendonormu. Karena aku terlalu panic. Mungkin Donghae hyung. Karena dia langsung pucat setelah itu dan dia lemas sekali,”cerita Minho sambil mengupas apel untuk Sulli.

“Aku saja belum tau apa golongan darahku. Umma A,appa O. Siwon oppa dan Minho oppa O,Donghae dan Minyoung onnie A,aku pasti A kalau Donghae oppa mendonorkan untukku,”ujar Sulli. Minho mengangguk-angguk.

“A…hmmm orang dengan golongan darah A lumayan menarik,”ucap Sulli puas.

“Huh? Tapi sifatmu itu lebih seperti orang bergolongan darah AB. Aneh,”ucap Minho.

“Mwo? Enak saja. Yah oppa,kau mau menghabiskan daging buahnya apa?”tunjuk Sulli pada apel yang sedang dikupas Minho.

~~~

Sulli terbangun malam itu karena ingin buang air kecil. Dengan perlahan dia turun dari tempat tidur dan menenteng selang infusnya. Dia tidak tega membangunkan Donghae yang sedang tertidur pulas. Namun karena lampu kamar sudah mati dan Sulli tidak hati-hati dengan kaki penyanggah infus,kaki Sulli terselip dan membuat dia terjatuh.

“Aw!!!!!!!!!!!”teriak Sulli kesakitan. Donghae terbangun kaget.

“Sulli-ah!!!”Donghae langsung menghampiri Sulli.

“Oppa…pe…perutku,”Sulli mengangkat tangan yang memegang perutnya yang sakit. Diantara remang cahaya di kamar itu mereka bisa melihat darah yang menempel ditangan Sulli.

“Sial!”Donghae langsung memencet tombol darurat. Setelah memanggil perawat,Donghae langsung menggendong Sulli ke tempat tidur lagi. Dibaju biru Sulli terlihat bercak merah darah yang gelap dibagian perut. Luka yang masih baru itu terbuka lagi karena Sulli terjatuh.

“Ah…sakit!”lirih Sulli.

“Sabar Sulli-ah. Ck!!! Mana sih perawatnya?!”Donghae memencet tombol itu lagi.

“Sial!!!”Donghae menjadi kesal karena menunggu dengan panic. Dia keluar dari kamar dan memanggil perawat langsung.

Saat mereka tiba,Sulli sudah sangat lemas. Darah banyak keluar lagi dari luka yang cukup lebar itu. Sulli berada dalam kesadaran rendah namun masih bisa mendengar ucapan mereka.

“Bawa pasien ke ICU!”

“Siapkan 2 kantung darah untuk pasien!”

“Golongan apa Sus?”

“Golongan AB! Cepat! Ayo bawa pasien ke ICU!”

Hah? AB? Sulli berpikir dengan kesadaran yang sangat rendah. Namun dia yakin betul,dia mendengar suster itu mengatakan dia golongan darah AB.

~~~

Sulli membuka mata perlahan. Cahaya masuk ke dalam matanya membuat Sulli mengerjap kecil. Donghae terlihat menungguinya disamping tempat tidur sambil menelungkupkan kepalanya. Dia sepertinya tertidur karena lelah. Sulli menatap keluar jendela disaat matahari mulai terbit. Kepalanya mulai memikirkan apa yang dia dengar sebelum kesadarannya hilang.

“Sulli,kau sudah bangun?”Tanya Donghae setelah dia terbangun. Sulli menatap ke jendela dengan pandangan kosong.

“Sulli-ah?”panggil Donghae lagi. Sulli akhirnya menoleh.

“Ada apa?”Tanya Donghae.

“Oppa…apa golongan darahku AB?”Tanya Sulli. Donghae terdiam. Sulli bertemu dan bertanya dengan orang yang tepat. Donghae tidak pernah bisa berbohong.

“A…golongan darahmu A. Kenapa kau mengiranya AB?”Tanya Donghae kaku.

“Karena aku mendengar jelas apa yang dikatakan suster semalam,”jawab Sulli.

“Kau bermimpi Sulli-ah. Karena semalam kau kehilangan banyak darah jadi kau berkhayal,”ujar Donghae dengan nada bicara yang dibuat-buat.

Sulli mengambil pisau buah. Donghae terkejut.

“Pisau ini…jika disayatkan ke lenganku…mungkin aku bisa tau apa warna darahku. A…atau AB…,”ucap Sulli dengan tatapan kosong.

“Jangan bodoh!!!”Donghae melempar pisau itu. Donghae menatap Sulli dengan tajam. Sulli membalasnya dengan kosong.

“Aku sudah belajar IPA kok,”ucap Sulli tersenyum pahit.

“Bu…bukan begitu!”tanggap Donghae.

*flash back*

“ Selain itu ada hal lain…,”

“Apa itu hyung?”Tanya Donghae.

“Ikut aku,”Siwon mengajak Donghae ke tempat yang agak sepi.

“Karena kau sudah dewasa aku bisa mengatakan ini padamu. Saat aku ingin mendonorkan darahku pada Sulli,ternyata dia bergolongan darah AB. Mungkin Kau bisa memberinya darah tapi kau tau kan apa maksudku…,”lirih Siwon. Donghae merasa sesuatu menghantam dadanya saat mendengar cerita Siwon.

“Ti…tidak mungkin hyung. Tidak…,”ucap Donghae.

“Ne Donghae-ya. Inilah kenyataannya,”ucap Siwon pahit.

Masalahnya…appa bergolongan darah O sementara umma A….

*end of flashback*

“Katakan padaku oppa!!!! Sejak kapan kau melihatku!!! Untuk pertama kalinya dalam hidupmu! Apa benar aku bukan anak mereka?!”paksa Sulli. Donghae hanya terdiam. Dia ingat sekali saat dia berumur 5 tahun. Ibunya menggendong seorang bayi. Benar itu bayi Sulli?!

“Aku tidak tau…,”ucap Donghae lemas.

“Aku harus tanyakan pada appa!!!”Sulli mencoba turun dari tempat tidur.

“Sulli-ah!!!”Donghae mencegah Sulli karena lukanya baru saja dijahit lagi.

“Aku harus memastikannya oppa! Pasti ada kesalahan kan?! Kesalahan kan?!”seru Sulli.

“Sulli…,”lirih Donghae.

“Aku ini anak appa dan umma kan?! Aku ini adik kalian kan?! Adik kandung kalian!”ucap Sulli mulai frustasi. Donghae langsung memeluk Sulli.

“Tolong jangan memaksakan dirimu Sulli-ah,”lirih Donghae. Dia ingat jelas…setelah itu dia langsung menanyakan hal ini pada appa mereka. Dan bertentangan dengan harapan mereka…appa mereka menjawab dengan wajah beratnya,”Mungkin ini adalah saatnya kalian tau. Bahwa kenyataannya…Sulli tidak punya hubungan darah sama sekali dengan kita…,”

“Oppa aku benar-benar down saat ini. Katakan aku ini adikmu kan? Kita sedarah kan? Katakan itu oppa!”Sulli meraung dipelukan Donghae. Donghae tidak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa menangis sambil memeluk orang yang selama ini dia anggap adik kandung.

***

Suasana dirumah itu benar-benar suram. Siwon duduk disofa sambil memikirkan sesuatu,Donghae hanya sibuk bermain game di iPad-nya dengan pikiran melantur,Minho berdiri di hadapan foto keluarga mereka dan appa mereka berdiri tidak jauh dari sana.

“Jadi Sulli bukan adik kandung kita?”ulang Minho lagi dengan nada getir. Appa mereka mengangguk lemah.

“Lalu siapa bayi itu?”tunjuk Minho ke foto bayi di frame nomer 5.

“Itu Sulli,”jawab appa mereka.

“Ck! Jangan bercanda. Lalu bagaimana bisa dia tidak sedarah dengan kita?!”amuk Minho.

“Saat melahirkan…bayinya meninggal karena premature. Karena Aram sangat lemah,dia sudah berjuang keras…aku berpikir keras untuk mencari jalan keluarnya. Saat itu aku mengetahui bahwa di RS itu ada bayi yang terlantar. Ibunya meninggal saat melahirkan dan tidak memiliki kerabat lagi. Aku memutuskan untuk mengangkatnya. Menjadikannya pengganti bayi itu. Aram tidak pernah tau hal ini. Yang Aram dapatkan saat dia terbangun adalah bayinya. Yaitu Sulli,”cerita appa mereka dengan kalut.

Semuanya terdiam. Perasaan mereka menjadi sangat berat saat mengetahui kebenarannya.

“Jika ibu tau…apa reaksinya ya?”celetuk Donghae.

“Kau…ingin melihat ibumu terkena serangan jantung Donghae-ya?”Tanya appa mereka dengan lirih.

~~~

“Sulli-ah,makan dulu sedikit,”ucap Donghae sambil menyodorkan sesendok nasi pada Sulli.

Sulli tidak merespon dan terus menatap jendela dengan pandangan jauh. Entah kemana. Hati Donghae makin sakit melihatnya. Mendapati adik yang selalu disayangi ini tidak ceria seperti biasanya.

“Sulli,”

Crak crak!

Sulli mulai tertarik pada apa yang disodorkan Donghae. Coklat skippy.

“Walau kau sedih,kau harus makan. Makan ini biar kau nafsu makan lagi. Bukankah begitu kaya Minyoung setiap kali kau dalam masalah?”Tanya Donghae.

Sulli menatap coklat itu. Seandainya saat ini masih ada Minyoung,mungkin umma tidak akan putus asa seperti itu. Mungkin kejadian ini tidak akan terjadi. Mungkin identitias siapa Sulli sebenarnya tidak akan terungkap. Ya…lebih baik tidak tau daripada tau dan semuanya rusak dan berubah.

“Hey!”Donghae mengagetkan Sulli yang melamun lagi. Saat Sulli tersadar,Donghae buru-buru memasukkan sebuah coklat ke dalam mulut Sulli. Donghae tersenyum puas.

“Nah…aku saying padamu Sulli. Apa pun yang terjadi. Apa pun hubungan kita,kau bukan orang asing di keluarga ini. Siwon,Minho,Minyoung,umma dan appa…juga aku. Kami menyayangimu sampai mati. Kau adalah magnae di keluarga ini. Arrachi?”ucap Donghae lembut.

Sulli memikirkan kata-kata Donghae. Hatinya tersentuh begitu saja dengan kelembutan dan kasih saying Donghae. Sekilas senyum tersungging dibibir Sulli. Disela airmatanya yang terjatuh….

“Appa…,”ucap Sulli. Donghae menunggu dengan sabar.

“Terus mengatakan padaku bahwa dia sangat menyayangiku…,”lanjut Sulli diikuti airmata yang terus menetes. Donghae tersenyum lembut dan menarik Sulli ke dalam pelukannya.

“Uri Sulli jjang,”bisik Donghae.

~~~

“Oppa…mereka dimana?”Tanya Sulli saat mereka sampai di rumah.

Sulli sudah keluar dari rumah sakit. Sehat dalam segala artian. Sehat fisik dan mental…walau goresan luka masih tersisa dihatinya. Tapi baginya itu tidak masalah.

“Siwon bekerja lagi. Minho tidak pernah pulang sejak kau masuk RS,”jawab Donghae.

Sulli terdiam. Minho tidak suka suasana sedih dan sepi. Karena itu dia selalu berusaha untuk menghindari keadaan seperti itu. Waktu Minyoung meninggal…dia langsung pergi bermain dengan teman-temannya seusai upacara pemakaman dan menginap selama seminggu di rumah temannya semata-mata untuk menghindari suasana sedih dirumah itu. Menurutnya,berada disuasana sedih saat hati terluka bagaikan luka yang ditaburi jeruk nipis.

“Eh? Ada makanan?”Tanya Sulli heran.

“Ne. Setiap pagi Sooyoung datang kesini dan memasak untuk kami. Hmm untuk Siwon sih…,”jawab Donghae.

“Bukankah sebulan lagi ya pernikahan mereka?”Tanya Sulli antusias. Donghae mengangguk sambil terus mengatur barang yang dibawanya.

Sulli terdiam lagi. Appa mereka masih di New York dengan umma mereka yang masih belum stabil. Apa pernikahan itu bisa berjalan lancer? Apa mereka akan datang? Apa umma bisa kuat?

“Oh iya. Kau tau,kita baru saja dapat tetangga baru,”ucap Donghae.

“Eh? Siapa?”Tanya SUlli.

“Molla…aku juga belum menyapa mereka. Bagaimana jika kita sapa sekarang?”usul Donghae.

“Ne!”jawab Sulli semangat.

“Annyeonghaseyo,saya Donghae dan ini Sulli. Kami adalah anak dari keluarga Choi,”ucap Donghae saat tetangga mereka baru membuka pintu.

Sulli mengangkat wajahnya setelah Donghae memperkenalkan diri mereka dan matanya membulat saat melihat orang yang berada dihadapannya. Gadis itu tersenyum dengan manis dan ramah. Membuat hati Sulli berdesir.

“O…onnie?”

TBC

5 Tanggapan to “A PLACE TO A HEART (2)”

  1. Sahl-Lin 26 September 2011 pada 7:07 AM #

    Hiks ;____; sulli itu sebenarnya anakku (?)
    Ditunggu lanjutannya kak sedih bgt nih!!!!! Onnie siapa fany hidup lagi…… ?

    • cagalli14 26 September 2011 pada 5:06 PM #

      iya deh anak kamu tapi kamunya is death😄
      iya pasti tunggu aja😉
      btw ini gak kesinetron2an kan? ahahaha

  2. deiyo 12 November 2011 pada 4:57 AM #

    eh soo sama siwon nikah??!! *keprooook* yeah! makin seru^o^. itu tetangganya fany ya? baca next paaaart

  3. missfishyjazz 17 April 2012 pada 4:27 AM #

    Terus sulli anak siapa dong TT.TT
    Jadi penasaran .. Be patient, Sulli unnie😀
    Tetangga barunya itu siapa ya ??

  4. aristika 4 Februari 2015 pada 12:58 AM #

    wah kasian banget sullinya bukan anak kandung, kasian keluarga mereka jd brantakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: