A PLACE TO A HEART (3)

29 Sep

by : cagalli14/@sulliberty

Cast       :

Sulli as 5th daughter

Donghae as 2nd son

Siwon as 1st son

Minho as 4th son

Minyoung as 3rd daughter

Tiffany

Sooyoung

Genre   : Family,romance

“I appreciate your respon :) “

CHAPTER THREE : ISN’T MINYOUNG

“O…onnie?”

Donghae menoleh heran kepada Sulli yang menatap tetangga mereka dengan sangat terkejut. Saat Donghae mengikuti apa yang dilakukan Sulli,ekspresi Donghae sama terkejutnya.

“Annyeong,senang berkenalan dengan kalian. Saya Tiffany,pindahan dari San Fransisco,”ucap tetangga baru mereka.

Tiffany. Tiffany? Sulli bertanya-tanya dalam benaknya. Benarkan ini mimpi? Memang orang yang berbeda. Suara Tiffany lebih tegas dibanding Minyoung yang lemah lembut. Tapi wajah,postur tubuh dan senyum mereka sangat mirip!

“W…waeyo?”Tanya Tifany kaget saat tiba-tiba Sulli meneteskan airmata.

“Sulli-ah?”Tanya Donghae.

“Ah…a…anieyo! Nan gwenchana. Gwenchana. Jeongmallo,”ucap Sulli tersadar.

Kerindungan itu tiba-tiba saja menyeruak. Sulli ingin sekali memeluk orang ini dan menghabiskan waktu bersama. Melepas kerinduan. Bercerita bersama berdua di kamar,mandi bersama,belanja bersama-sama. Karena dia masih berharap orang ini bukan Tiffany melainkan Minyoung. Onnie yang sangat dirindukannya.

~~~
“Aku sungguh tidak percaya! Kami benar-benar mirip!”Tiffany memperhatikan foto-foto yang terpajang di galeri ruang keluarga rumah Choi.

“Hanya rambut,suara dan warna kulit saja yang berbeda. Tapi secara fisik kalian seperti pinang dibelah dua,”ucap Donghae.

“Kau tau Donghae-ssi? Orang sering bilang di dunia ini kita punya 7 kembaran. Yeah. Tujuh! Dan kurasa aku menemukan satu disini. Seriously this is unbelieveable. Ini saat dia kelas 3 SMP? Ini benar-benar mirip aku,”ucap Tiffany terus-terusan.

Sulli merasa murung. Tiffany benar-benar Tiffany. Bukan Minyoung. Bukankah tepat di depan mata Sulli,Minyoung ditabrak? Apa yang dia harapkan? Keajaiban apa yang dia harapkan? Semua ini adalah mimpi atau Minyoung sebenarnya masih hidup atau Minyoung hidup kembali? Tapi Sulli tau itu sangat mustahil. Lagian Tiffany lahir dan besar di Amerika. Dia kesini karena bekerja. Jadi mereka benar-benar orang yang berbeda.

“Well,Sulli-ssi. Karena kita bertetangga juga,aku akan menjadi temanmu. Kita teman ok?”Tiffany mendekati Sulli dan mengaitkan kelingkingnya ke kelingking Sulli. Donghae tersenyum lega melihatnya. Donghae berharap dengan ini Sulli bisa sedikit ceria.

~~~

Minho dan Siwon terpaku sambil tetap duduk di tempatnya masing-masing saat Donghae memperlihatkan tetangga baru mereka malam itu. Sama seperti mereka tadi siang,ekspresi yang sama dengan pemikiran yang sama.

“Hai,aku Tiffany tetangga baru kalian. Mohon bantuannya,”ucap Tiffany sopan.

“Hyung,apa aku sedang bermimpi?”Tanya Minho pada Donghae. Donghae menggeleng.

“Kau…benar-benar mirip Minyoung. Tapi kau bukan Minyoung. Ah,aku benar-benar pusing. Mungkin karena aku lelah bekerja dan berimajinasi?”Tanya Siwon pening.

“Hahahahaaha!”tawa Tiffany meledak.

“Kalian lucu sekali. Aku sudah melihat mendiang. Aku pun sangat terkejut. Karena itu mulai sekarang aku akan memulai hubungan baik dengan kalian,”ucap Tiffany.

“Bagaimana pun kau memang bukan noona. Aku akan menerimamu siapa pun dirimu Tiffany-ssi,”Minho berdiri dan memberikan salam pada Tiffany.

“Oh kau masih SMA kan? Kau seharusnya panggil aku noona karena aku sudah bekerja,”ucap Tiffany.

“Kau bekerja dimana?”Tanya Siwon.

“Di perusahaan Send Bill,”jawab Tiffany.

“Mwo? Apa…apa ini Cuma kebetulan? Kita bekerja di tempat yang sama kalau begitu!”seru Siwon.

“Benarkah? Berarti kau sunbae dong. Mohon bantuannya baik disini maupun di kantor,”ucap Tiffany senang.

Sulli hanya melihat mereka dari tempat dia duduk. Bukan karena kecewa Tiffany bukanlah Minyoung namun pikiran tentang dia bukan anak kandung masih membuat beban yang berat dalam hatinya. Saat dia pulang,Siwon dan Minho terlihat seperti biasa. Menyambut Sulli dengan gembira dan tetap memperlakukannya seperti adik kandung. Apa dia berhak mendapatkan perlakukan seperti itu? Apa dia pantas?

“Ada apa?”Tanya Minho menghampiri Sulli disaat Siwon dan Donghae sibuk mengobrol dengan Tiffany.

“Eh? Anieyo,”jawab Sulli.

“Jinjja?”Tanya Minho lagi. Sulli mengangguk dan tersenyum.

“Ah,aku ada game baru kau mau coba main? Ayo kita ke atas,”Minho menarik tangan Sulli dan membawanya ke atas. Mencoba melupakan hal yang berat dalam hidupnya. Itulah Minho. Sulli hanya tersenyum kecil. Mungkin bukan tidak terpikir bahwa Sulli bukan adik kandungnya,tapi Minho mencoba menepisnya dan melupakan hal yang tidak menyenangkan itu.

“Kau tau…kau tetap adikku. Apa pun yang terjadi,”batin Minho sambil menarik tangan Sulli naik ke atas.

***

Pagi dihari minggu pertama setelah Sulli kembali merupakan hari yang cerah sejak bertahun-tahun lamanya. Tiffany datang pagi-pagi sekali dan mengajak mereka berkebun. Semuanya. Tidak terkecuali Minho yang biasanya malas bangun. Namun Siwon memutuskan untuk ke gereja dulu dengan Sooyoung baru ikut acara kecil-kecilan mereka di hari minggu.

“Minho-ya,kau belum pernah memotong rumput apa? Bukan begitu caranya!”seru Tiffany panik saat Minho malah menggali sampai ke tanah-tanah.

“Noona,kau ini cerewet sekali. Sudah biarkan aku tidur lagi kalau begitu,”Minho berdiri.

“No no no you can’t big boy! Lihat Sulli dan Donghae saja dengan tenang berkebun kenapa kau rusuh sih?”Tanya Tiffany.

“Hhhh…aku bilang ini bukan pekerjaanku. Kenapa tidak panggil tukang kebun saja sih?”

“Karena tidak aka nada kebersamaan. Ini yang disebut precious time with family Minho-ya,”jawab Tiffany.

“Hei,berisik sekali. Minho,ini appa,”Donghae mendekat dan memberikan iPad-nya pada Minho.

“Minho-ya,ini pertama kalinya kau berkebun ya? Hahahaha!”tawa appa mereka dari sana.

“Kau senang appa? Orang ini yang menyeretku begini,”Minho menunjukkan iPad-nya kea rah Tiffany.

“Eh?”appa mereka langsung terdiam.

Donghae dan Minho langsung saling berpandangan.

“A…appa! Dia bukan Minyoung noona! Dia Tiffany,tetangga baru kita. Memang mirip tapi dia berbeda kok!”jelas Minho tebruru-buru.

“Ah…begitu ya? Appa sempat terkejut,”ucap appa mereka dengan sedikit berpikir.

“Mau kenalan?”Tanya Minho.

“Oh tentu. Kan tetangga kita. Apalagi ikut mengurus rumah,”ucap appa mereka mencoba menaikkan suasana lagi. Minho memberikan iPad pada Tiffany.

“Annyeong abonim. Aku Tiffany dari San Fransisco,”ucap Tiffany.

“Taehyun siapa itu?”suara seorang perempuan terdengar dari belakang. Minho terdiam. Mungkinkah itu?

“Min…Minyoung? Minyoung? Ah uri Minyoung!”seru wanita itu.

“Eh?”Tanya Tiffany kaget.

TBC

4 Tanggapan to “A PLACE TO A HEART (3)”

  1. elf_love 29 September 2011 pada 3:44 PM #

    Mian bru bsa comment.
    Akhirnya, onnie post ff lgi!!!
    Yeee!!! (teriak” gaje smbil lari” k’lilin dorm suju #ngayal.com.
    Onn, d s’ni kan ada SiYoung, jdi inget Happy Choi, gmna klo Happy Choi-nya d lnjut lgi?
    D tunggu lnjutannya ya! d^__^b

  2. linda jonghun 15 Oktober 2011 pada 6:33 PM #

    Hai aku baru baca part yg ini…. Ke selanjutnya ya…

  3. missfishyjazz 17 April 2012 pada 4:32 AM #

    ITu pasti ummanya yang dari belakang ..
    Jadi nama appa nya itu Taehyun .. Oke”😀
    Keren thor ceritanya (y) (y)🙂

  4. aristika 4 Februari 2015 pada 1:10 AM #

    kasian sulli nya untung opa opanya pada baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: