A PLACE TO A HEART (4)

15 Okt

by : cagalli14/@sulliberty

Cast       :

Sulli as 5th daughter

Donghae as 2nd son

Siwon as 1st son

Minho as 4th son

Minyoung as 3rd daughter

Tiffany

Sooyoung

Genre   : Family,romance

“I appreciate your respon :) “

CHAPTER FOUR : A SLEEPING MEMORIES

“Minyoung?”wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu memegang wajah Tiffany.

“Kau benar-benar mirip seperti dia. Jika dia masih hidup dia akan terlihat seperti ini. Minyoung-ah! Minyoung!”umma memeluk Tiffany sambil menangis.

“Aram…dia bukan Minyoung. Uri Minyoung…,”

“Telah tiada! Arraso! Arraso!”umma memotong perkataan appa.

“Tapi tidakkah kau kasihan pada wanita tua ini? Wanita yang merindukan anak gadisnya semata wayang?”Tanya ummanya. Semua anggota keluarga terkejut tak terkecuali Tiffany.

“Umma!”tegur Donghae.

“Umma waegeurae?! Kau lupa satu anak gadismu?!”Minho maju dan menarik tangan ummanya.

“Sulli-ah?”Siwon menggenggam tangan Sulli. Sulli hanya tersenyum kecil. Menyimpan rasa pahit yang tiba-tiba dia terima. Tapi tidak mungkin umma mereka tau bahwa Sulli memang bukan anak kandung. Bukankan ummanya membesarkan Sulli dari bayi sampai sekarang dengan keyakinan Sulli adalah anak kandungnya?

“Eh? Siapa?”Tanya umma mereka kaget setelah melihat Minho. Minho terdiam.

“Umma? Appa? Apa mungkin…,”Tanya Donghae heran.

“Aram,kita punya 5 anak. Minyoung bukanlah satu-satunya,”ujar appa mereka. Umma mereka melihat ke yang lain. Dengan tatapan heran.

“Aku…aku Cuma punya Minyoung! Aku tidak kenal siapa mereka!”teriak umma mereka.

“ARAM!”teriak appa mereka.

“Appa sudahlah,mungkin ingatan umma masih terhenti pada kenangannya dengan Minyoung seorang. Jangan salahkan dia…,”Siwon melerai mereka. Minho tidak tahan melihat itu semua.

“Umma kau sudah keterlaluan! Noona sudah tiada! Hadapi kenyataan itu! Kau punya 4 orang anak lagi!!!”teriak Minho lalu meninggalkan tempat itu.

“Oppa!!!”Sulli mengejar Minho. Donghae yang melihat mereka hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata apa-apa.

***

“Karena stress yang berat dan kesedihan yang sangat besar dia meninggalkan semua kenangan dengan orang lain seiring berjalannya waktu. Yang dia ingat hanyalah kenangan dengan orang yang membuat dia merasa kehilangan. Jika depresi yang dialaminya bisa sembuh makanya tidak mustahil untuk mengembalikan ingatannya secara sempurna,”terang dokter.

“Apa ingatan itu bisa hilang secara permanen?”Tanya Siwon.

“Kesalahan yang kalian buat adalah menjauhkan anak-anak yang masih hidup dari ibunya. Jika dia masih terbiasa dengan yang lain makan ingatannya tidak akan tertutup hanya pada satu orang saja. Jika dia terus-terusan seperti ini maka ada kemungkinan akan hilang selamanya. Sama seperti rumus yang biasa kita pelajari. Semakin sering kita temui maka akan familiar terhadapnya namun jika hanya dipakai sekali dan ditinggalkan selamanya kita bisa lupa,”terang dokter.

“Ck…apa kenangan dengan keluarga bisa disamakan dengan rumus?”lirih Siwon. Appa mereka hanya bisa terdiam. Menyesali perbuatannya. Dia menjauhkan umma mereka karena takut depresi itu berdampak buruk untuk anak-anak yang lainnya dan demi pengobatan umma mereka juga. Namun ternyata itu adalah sesuatu yang salah.

~~~

“Maafkan aku!!!!”appa mereka membungkuk dengan dalam dihadapan keempat anaknya.

“Appa,sudahlah,”Siwon menyuruh appanya berdiri tegak lagi namun appa mereka tetap bersikeras untuk membungkuk.

“Maafkan aku. Ini salahku! Maaf!!!”sekarang terdengar suara isakan.

“Appa…,”Sulli mendekati appanya dan memeluknya.

“Sudahlah…berhenti. Ini bukan murni salah appa. Bukankan dulu kita sepakat untuk membawa umma ke Swiss demi pengobatannya?”ucap Sulli.

“Tapi…jika saja kalian juga ikut. Jika saja kalian tidak terpisah. Lagipula pengobatan itu sia-sia. Selama bertahun-tahun Aram tidak juga mengalami perkembangan,”isak appanya.

“Appa,jika appa seperti ini aku akan menangis juga,”ucap Sulli dengan suara parau.

“Sulli-ah…Sulli…appa mencintaimu. Kau tau ummamu juga mencintaimu. Tolong maafkan kami. Tolong,”ucap appanya.

“Gwenchana…tidak ada yang harus dimintaimaaf appa…,”Sulli mencoba tersenyum untuk menenangkan appanya.

“Sulli benar. Mulai sekarang sebaiknya kita cukup mendekati umma saja kan? Membuat umma tau kita anak mereka. Membiasakan umma dengan kehadiran kita. Semoga…dia akan segera ingat semua tentang kita,”ucap Donghae.

“Ne. Donghae benar. Sudahlah appa,kau harus ceria. Jika kau stress nanti malah jadi sakit juga,”ucap Siwon.

“Minho-ya?”Tanya appanya. Minho yang daritadi hanya diam menatap appanya.

“Aku ikut apa kata hyung,”jawab Minho.

***

“Kau disini saja dari tadi?”Donghae masuk ke kamar Sulli dan duduk di tempat tidur memperhatikan Sulli yang sedang bermain game di laptopnya.

“Ah oppa? Sudah makan?”Tanya Sulli.

“Belum,”jawab Donghae.

“Wae?”Tanya Sulli masih focus dengan game-nya.

“Karena kau belum makan,”jawab Donghae.

“Eh? Makan saja duluan aku masih kenyang,”ujar Sulli.

“Kenyang? Kau belum makan sejak siang kemarin kau bilang masih kenyang? Berapa kecepatan lambungmu mencerna makanan?”Tanya Donghae bingung. Sulli mempause game-nya dan menoleh kea rah Donghae.

“Hmmm sekita 0,0001 permenit? Hehehe,”canda Sulli.

“Yah~ jangan bercanda. Aku serius aku tidak mau adik kesayanganku sakit,kajja makan,”Donghae menarik tangan Sulli.

“Tapi bukankan umma dan Tiffany onnie sedang makan dibawah?”Tanya Sulli ragu.

“Oh jadi karena Tiffany?”Tanya Donghae. Sulli menarik tangannya dan duduk di tempat tidurnya sambil menunduk.

“Bukan karena aku benci dia oppa…aku tidak pernah membenci orang…,”ucap Sulli pelan.

“Hanya saja…setiap melihat dia bersama eomma,aku merasa mereka membuat dunianya sendiri. Yang tidak bisa aku masuki. Tidak bisa kita masuki. Melihat eomma bahagia seperti itu,aku tidak ingin mengganggunya,”cerita Sulli yang masih polos.  Mendengar ucapan Sulli itu,hati Donghae merasa terhenyak. Apa yang dikatakan Sulli memang benar. Dia juga merasa hal yang sama namun karena dia dan yang lainnya namja sementara Sulli perempuan mungkin perasaan Sulli lebih sensitif dan rapuh.

“Mereka sekarang ada di taman belakang. Jadi kita bisa makan,kajja?”Donghae mengelus rambut Sulli dan tersenyum. Sulli membalasnya.

“Aku bahkan…bukan adik kandungmu tapi kau…,”

Donghae menutup mulut Sulli dengan telapak tangannya.

“Jangan bahas itu. Jangan pernah bahas hal ini di depan semua keluarga. Kau adalah magnae di keluarga ini. Tidak ada yang bisa menggantikanmu,”ucap Donghae dengan tatapan serius. Sulli terkejut melihat Donghae menatapnya seperti itu.

“A…arraso,”ucap Sulli. Mereka lalu turun ke bawah untuk makan.

“Oppa,oppa yang lain mana?”Tanya Sulli sambil menarik kursi.

“Minho sibuk dengan kegiatan klubnya,sebentar lagi kan ada pertandingan. Siwon pergi dengan Sooyoung,”jawab Donghae.

“Kau tidak pergi juga? Masa tidak ada yang mengajakmu kencan?”Tanya Sulli polos.

“Kalau begitu kau mau kencan denganku?”Tanya Donghae.

“Eh? Waeyo? Aku adikmu masa kau ajak kencan?!”seru Sulli kaget.

“Lah kencan kan bisa dengan siapa saja,”ujar Donghae.

“Pacarmu,lalu selingkuhanmu,lalu gebetanmu,lalu siapa pun yang naksir denganmu. Kau bisa ajak mereka oppa kenapa musti aku?”Tanya Sulli.

“Aku sedang tidak mood dengan gadis-gadis itu,”jawab Donghae. Sulli menatap Donghae tidak percaya.

“Jinjjayo? Kau benar-benar napeun namja. Kenapa kau tidak pernah sedikit serius dengan salah satu diantara mereka?”Tanya Sulli.

“Yah yah…kau baru kelas 1 SMA masa sudah bisa mengajari oppamu hah? Dasar anak bandel. Memang kau sudah berpengalaman dalam hal cinta?”Tanya Donghae heran.

“Hmmm aku? Aku belum pernah merasakannya. Tapi kalau berkencan aku sering. Aku tidak tega menolak mereka,”jawab Sulli polos. Donghae tertawa.

“Lalu apa bedanya denganku? Hahaha!”tawa Donghae. Sulli tersadar dan malu sendiri.

“Eh kalian sedang makan rupanya?”Tanya umma mereka yang masuk bersama Tiffany. Sulli terdiam.

“Kalian tau? Tiffany pintar sekali memijat,kalian harus mencobanya ya kan Tiff?”ucap umma mereka sumringah.

“Ah ani,Cuma bisa sedikit kok. Umma jangan dibesar-besarkan,”ucap Tiffany. Dia memang memanggil umma mereka dengan ‘umma’ seperti permintaan ummanya sendiri.

“Kalau begitu bagus dong. Kau terlihat senang umma,”ucap Donghae.

“Ne…tentu saja Donghae-ya. Silakan lanjutkan makan kalian,”umma mereka mengajak Tiffany pergi entah kemana lagi. Sulli menghela nafas panjang.

“Kenapa?”Tanya Donghae.

“Entah kenapa setiap habis melihat mereka aku seperti kelelahan sekali,”ucap Sulli.

“Itu karena kau menekan perasaanmu. Sulli-ah,jangan pesimis,aku yakin umma akan mengingat kita secara perlahan,”ucap Donghae. Sulli tersenyum dan melanjutkan makannya lagi. Namun ada satu hal yang paling dia pikirkan saat ini. Entah kenapa hal itu seperti menjadi beban.

***

Pagi tanggal 23 Maret. Sulli terbangun seperti biasa namun dia merasa ada yang aneh dikamarnya. Tepat di depan tempat tidurnya,di atas meja televisi ada sebuah boneka yang besaaaaaaaaaaaaaar sekali. Sulli mengucek-ngucek matanya dan melihat jam. Sudah jam 5 pagi. Dia beranjak untuk mengambil kartu yang tertempel di leher boneka.

Dear Sulli…

Saenggil chukka hamnida Sulli-ah. Nae Sulli sudah 16 tahun,wah kau sudah dewasa! Semoga kau selalu bahagia.

“Tulisan ini…haha dasar Donghae oppa,”tawa Sulli. Dia memeluk boneka beruang berwarna putih yang lebih besar dari badannya.

Tok tok tok!

“Masuk,”ucap Sulli. Minho masuk dengan rambut masih acak-acakan dan gelas ditangannya.

“Yah,Sulli-ah,saenggil chukka hamnida. Aku bangun pagi-pagi sekali sengaja untuk mengucapkan ini loh kau harus berterimakasih,”Minho mengecup kening Sulli.

“Dasar. Harusnya mandi dulu dong. Mana kadonya?”tagih Sulli.

“Nah ini dia masalahnya. Aku sudah membelinya tapi ketinggalan di ruang klub. Nanti deh pas pulang,”ucap Minho yang masih mengantuk.

“Eh? Besar sekali. Siapa yang kasih?”Minho melihat boneka beruang yang sudah terletak di atas tempat tidur.

“Donghae hyung. Dasar. Sok romantis,”

Sulli tertawa. Tidak ada yang tidak tau tulisan sesama saudara disini. Dan setiap tahun memang Donghae yang selalu memberikan hadiah yang paling wah buat Sulli.

“Oppa kau masih mengantuk kan? Sudah tidur lagi sana. Hush hush!”Sulli mendorong Minho keluar.

“Ne ne…kau pengertian sekali Sulli-ya,”ucap Minho.

“Uri magnae,”ucap appa tiba-tiba. Minho dan Sulli berhenti.

“Appa,”ucap Sulli senang.

“Saenggil chukka egi-ah,”appa mereka mencium kening Sulli. Ini pertama kalinya sejak Minyoung pergi,dia bisa merayakan ulang tahunnya bersama appanya lagi seperti ini. Biasanya tahun-tahun kemarin dia hanya bisa menerima kado yang dikirim untuknya.

“Gomawo appa,”ucap Sulli.

“Kau mau kado apa?”Tanya appanya.

“Appa disini saja aku sudah senang,”jawab Sulli tulus.

“Mianhe Sulli-ah…selama ini appa tidak ada disini saat kau berulang tahun. Mianhe,”appanya memeluk Sulli.

“Lalu umma bagaimana? Apa dia ingat?”Tanya Minho tiba-tiba. Kedua orang itu terdiam.

“Ah…jangan khawatir. Ummamu mungkin tidak ingat tapi dia akan kuberitahu,”ucap appa. Sulli tersenyum.

“Ne oppa. Umma kan masih belum bisa mengingat tentang kita,jika diberitahu pelan-pelan mungkin ada ingatan yang akan kembali,”ucap Sulli. Minho hanya tersenyum pahit.

~~~

“Aigooo~ ada apa ini? Siapa dia?”Tanya umma mereka saat Siwon datang bersama Sooyoung dan ruang keluarga terlihat ramai. Sooyoung sengaja datang untuk memberikan kado buat Sulli. Dia dan Siwon sudah mencari kado untuk Sulli kemarin khusus untuk hari ini mereka pun membawa kue.

“Annyeonghaseyo eomonim. Sooyoung imnida,”ucap Sooyoung sopan.

“Umma. Dia tunanganku. Maaf dia baru datang karena kemarin sibuk dengan pekerjaannya,”ucap Siwon.

“Tunangan? Bukankah kau bilang aku ini ummamu? Kenapa aku tidak tau?”Tanya umma mereka kaget.

“Mianhe umma. Tepat setengah tahun yang lalu kami sudah bertunangan. Umma masih di Swiss dan saat itu hanya appa yang bisa datang. Mianhe aku lupa menceritakan hal penting seperti ini,”Siwon membungkuk dihadapan ummanya. Umma mengernyitkan dahinya.

“Lalu kenapa ada kue dan semuanya berkumpul?”Tanya ummanya.

“Ah,ini…Sulli hari ini ulang tahun ke-16,”jawab Donghae.

“Sulli?”

“Ne umma,”ucap Sulli.

“Ah,kenapa tidak ada yang mengatakan padaku? Aku benar-benar tidak tau. Selamat ulang tahun Sulli-ah,”umma memeluk Sulli.

“Kalau begitu ulang tahunmu berbeda sehari dengan Tiffany dong. Dia besok berulang tahun. Umma baru saja akan membuatkannya kue. Sulli-ah,maaf…umma tidak tau hari ini ulangtahunmu jadi umma tidak sempat membuat kue,”ucap umma.

“Ah gwenchana umma…ini sudah dibelikan Sooyoung onnie,”ucap Sulli memaksakan senyumannya. Tentu saja dia kecewa.

~~~

“Oppa,mau mengajakku ke suatu tempat?”Tanya Sulli masuk ke kamar Donghae malam itu.

“Eh? Mau kemana?”Tanya Donghae kaget.

“Entahlah…aku Cuma ingin pergi keluar…,”jawab Sulli murung.

“Baiklah,kajja,”Donghae beranjak dan mengajak Sulli keluar.

Mereka pergi ke tepi sungai Han.

“Aku merasa sangat berterimakasih sudah dibesarkan di keluarga ini…,”ucap Sulli.

“Walau ada banyak hal yang terjadi…tapi yang paling menyakitkan hanyalah kehilangan senyum umma,”sambungnya.

“Apa maksudmu?”Tanya Donghae.

“Aku tidak tau oppa. Aku tidak tau bagaimana perasaanku yang sebenarnya. Kenapa aku tiba-tiba marah. Kenapa aku tiba-tiba kecewa. Padahal aku tidak berhak apa-apa,”ucap Sulli menundukkan kepalanya.

“Apa maksudmu tidak berhak apa-apa? Soal kau bukan anak kandung? Sulli-ya walau pun umma belum mengingat tentang kita tapi bukan berarti dia menganggapmu bukan sebagai anak kandungnya,”

“Tapi…kebenaran suatu saat pasti terungkap. Aku tidak bisa membohongi umma terus-terusan. Appa juga pasti tidak bisa. Lalu melihat dia sangat bahagia dengan Tiffany onnie,aku rasa mumpung dia belum mengingat perasaannya yang dulu denganku lebih baik kita beritahu sekarang,”ucap Sulli. Donghae menarik tangan Sulli dan menatapnya.

“White lie,”ucap Donghae.

“Eh?”Tanya Sulli.

“Disaat kau harus berbohong demi kepentingan yang baik. Itu adalah white lie. Tolong lupakan apa yang kau dapatkan saat di rumah sakit. Aku tidak bisa melihatmu menderita terus,”ucap Donghae.

“Apa white lie itu…hal yang baik?”Tanya Sulli.

“Entahlah. Tapi demi kebaikan….walau terkadang berat,”jawab Donghae.

“Eh? Waegeurae? Apa ada yang mengganggu oppa?tanya Sulli. Donghae menatap Sulli.

“Anieyo. Gwenchana. Kau sudah baikan setelah mengatakan semuanya?”Tanya Donghae. Sullli mengangguk.

“Agak sedikit ringan walau tidak ada perubahan dengan keadaan,”jawab Sulli.

“Ah aku senang sekali dengan sungai han di malam hari! Ayo kita disini 30 menit lagi saja!”seru Sulli membangun lagi suasana.

“Sulli-ah…,”ucap Donghae.

“Ne oppa?”Sulli menoleh.

“Aku…,”

“Ne?”

“Kalau boleh jujur aku senang saat tau kau bukan adik kandungku,”ucap Donghae pelan.

“Mwo?”Tanya Sulli.

“Eh? Anieyo…ah kau mau sosis? Ayo kita beli,”Donghae menarik tangan Sulli.

“Perasaan tadi dia mengatakan senang karena aku bukan adik kandungnya. Apa Cuma salah dengar ya?”batin Sulli.

“Gawat…ada apa denganku? Aku tidak boleh melakukan ini. Tidak boleh!”batin Donghae.

***

Sulli belum tertidur karena memikirkan ucapan Donghae. Dia tidak mengerti kenapa Donghae senang karena dia bukan adik kandungnya dan selama perjalanan sampai ke rumah Donghae tidak mau menjawab pertanyaan Sulli atau mengakui dia tadi memang mengatakan itu. Padahal sekarang Sulli bisa ingat jelas dia mendengarnya.

Tok tok tok!

“Ne,masuk,”ucap Sulli. Sulli kaget saat melihat siapa yang masuk. Padahal tadi dia berpikir yang masuk adalah Minho atau Siwon yang sering pulang malam dan selalu menyempatkan diri untuk melihat keadaan apakah adiknya sudah tidur atau belum.

“Umma?”Tanya Sulli. Dia langsung duduk bersila.

“Mianhe…aku tidak tau hari ini ulang tahunmu. Aku jadi tidak menyiapkan hadiah. Kau tau kan yang kubisa hanya memasak. Ini cupcake kebahagiaan dengan topping coklat putih dan potongan stroberry. Rasa cake-nya rasa melon. Ini enak sekali loh,”ucap ummanya. Sulli benar-benar ingin menangis. Seakan dia kembali ke waktu yang dulu. Umma-nya selalu membuatkan cupcake kebahagiaan ini. Hanya Sulli yang paling suka cupcake kebahagiaan buatan umma mereka. Karena Siwon dan Donghae tidak begitu suka makanan manis,Minyoung tidak bisa makan makanan manis dan Minho menolak hanya karena menurutnya nama yang diberikan ummanya sangat norak. Hanya Sulli kecil yang menerima cupcake kebahagiaan dengan hati yang sangat riang. Sulli ingat betul kenangan itu. Dia sangat terharu dan sedikit bingung kenapa ummanya bisa membuat cake ini. Apa mungkin ummanya teringat begitu saja?

“Tapi…kenapa umma baru berikan sekarang? Dan kenapa tidak tadi. Buat untuk oppadeul juga,”tanya Sulli.

“Aku hanya merasa kau yang paling suka cake ini,”jawab ummanya. Sulli menyendok cupcake itu.

“Gomawo…gomawo umma,”Sulli tidak mampu menahan tangisnya dan memakan cupcake itu.

“Omo~ waeyo? Kenapa kau menangis?”Tanya ummanya kaget dan menyeka airmata Sulli. Sulli cepat-cepat menggeleng dan tersenyum.

“Anieyo. Aku Cuma senang saja. Gomawo umma,noemu saranghaeyo,”Sulli memeluk ummanya.

“Ne…walau pun kita baru menjalani waktu bersama. Aku juga merasa sangat menyayangimu. Sangat sangat menyayangimu,”ucap ummanya. Sulli hanya bisa tersenyum. Perlahan-lahan…dia yakin ummanya akan ingat kembali semua kenangan indah mereka.

***

Ting Tong! Ting Tong!

“Ne?”Sulli langsung membukakan pintu. Yeoja itu terkejut saat melihat oppanya dibopong temannya masuk. Minho terlihat begitu kesakitan dan lemas.

“Oppa ada apa?! Umma! Umma! Tiffany onnie!”teriak Sulli panik.

“Gwenchana Sulli-ssi. Minho hanya terjatuh saat pertandingan tadi dan mengalami dislokasi lutut. Dia hanya butuh istirahat,”ucap seorang yeoja berambut hitam panjang dengan wajah bulat dan kulit yang sedikit gelap.

“Ah jeongmal? Oppa,apa begitu sakit? Aku bawakan kompres dulu ya,”ucap Sulli.

“Ada apa Sulli-ah?”Tanya ummanya dan Tiffany panik.

“Oppa mengalami dislokasi saat pertandingan tadi. Aku akan mengambil kompres dulu ya umma,”ucap Sulli lalu berlari ke dapur.

“Kenapa tidak ke rumah sakit? Ayo kita ke rumah sakit sekarang! Tiffany siapkan mobil,”

“A…anieyo…disini saja umma…,”ucap Minho terbata-bata.

“Ah… kau benci bau obat di rumah sakit…kalau begitu kita panggil saja dokternya kesini,”ucap ummanya.

Minho yang kesadarannya menurun karena rasa sakit yang dideritanya,samar-samar mendengar ucapan ummanya itu. Namun dia tidak bisa berpikir dan hanya bisa terus merintih kesakitan….

“Kau demam? Siapa yang memberimu kompres batu es? Kau tidak bisa karena ekstremitasmu cepat dingin. Kau harus memakai kompres air hangat,”umma mengambil kompres batu es didahi Minho dan kembali ke dapur. Minho terdiam.

“Nah…ini dia. Pakai yang ini ya lalu minum coklat panas ini. Setelah itu tidur,bangun nanti makan bubur gingseng kau akan cepat sembuh. Cuma bubur gingseng yang kau suka saat kau sakit begini,”umma masuk lagi dan memakaikan kompres didahi Minho. Minho tiba-tiba menangis. Dia yakin,tadi siang dia memang mendengar ummanya mengatakan dia benci bau obat di rumah sakit. Jika kebanyakan orang pasti mengira benci ke rumah sakit karena takut disuntik tapi ummanya bisa mengatakan hal tadi begitu saja seakan dia memang hapal dengan hal tabu itu. Menyadari hal ini Minho menjadi sangat terharu dan bahagia.

“Eh? Waeyo? Gwenchanayo?”Tanya umma panik. Minho menangguk.

“Umma…kau ingat aku?”Tanya Minho.

“Tentu saja. Kau pikir apa. Aku sudah membesarkanmu selama 17 tahun masa tidak mengerti kebiasaan anak sama sekali? Nah,minum ini. Kau tidak akan mual,”jawab umma mereka.

“Ne umma! Ne,”Minho menjadi sangat bersemangat.

~~~

“Eh? Benarkah? Tapi apa dia ingat begitu saja? Apa dia tidak sadar dia pernah melupakan kita?”Tanya Donghae kaget mendengar cerita Minho.

“Ne hyung. Aku ingat sekali malam itu umma memelukku,menungguiku dan terus menggosok telapak tanganku seperti saat dulu dia sering melakukannya jika aku sakit,”jawab Minho bahagia.

“Hmmm kau memang harus digosok telapak tangannya jika sakit. Karena jika tidak kau tidak akan tertidur. Aigooo Minho-ya! Chukkae! Dia ingat padamu. Aku penasaran,apakah dia ingat padaku dan yang lainnya?”Siwon memeluk Minho.

“Aku…,”ucap Sulli.

“Tapi umma tidak mengatakan seperti yang dia katakan pada oppa. Dia hanya membuatkanku cupcake kebahagiaan dan sangat yakin aku menyukainya dan dia tau kalian tidak suka cupcake kebagaiaan,”lapor Sulli.

“Jinjja?!”Tanya ketiga oppanya. Sulli mengangguk mantap.

Ketiga oppa Sulli saling bertatapan dengan rasa haru dan langsung berteriak bahagia sambil berpelukan. Kenangan itu bisa mereka raih lagi. Bisa kembali lagi. Ini saatnya lebih giat untuk mendekati umma mereka.

Sulli tersenyum kecil dan berbisik dalam hati,”Onnie,hari ini kami bahagia sekali. Umma tanpa sadar kembali mengingat tentang kami. Beri kami kekuatan onnie. Berdoalah untuk kami,”.

“Hey magnae kenapa tidak bergabung? Malu ya dipeluk oppamu karena sudah besar?”Tanya Minho yang langsung menarik Sulli masuk ke lingkaran. Melihat Sulli bergabung,Donghae dan Siwon ikut memeluknya dan mereka bertiga memeluk adik terkecil mereka. Sulli sangat senang. Walau mereka tidak punya hubungan darah pun…apa yang sudah mereka jalin…apa yang sudah mereka lalui adalah lebih kuat daripada hubungan darah sekali pun. Ini berbicara soal ikatan batin. Sulli yang masih belia hanya berharap kebahagiaan kecil seperti ini tidak akan pernah rusak hanya karena perasaan ragu akan sebuah kata “sedarah”.

Namun disuatu tempat…seseorang sedang menusuk dada Sulli difotonya sambil terus mengutuk.

“Aku tau siapa kau hei anak kecil. Jika kau terus-terusan menempel pada 3 pria tampan itu,aku akan membuangmu jauh-jauh,”

TBC

“Komen komen….jangan liat aja ayooo hahahahaha!”

6 Tanggapan to “A PLACE TO A HEART (4)”

  1. linda jonghun forever 15 Oktober 2011 pada 6:52 PM #

    D: siapakah wanita itu apa dia Tiffany sengaja oplas biar dimiripin Minyoung? Ah korea mengapa sangat canggih

    Bagus sekali ffnya kakak ^_^ jaga kesehatan makan tidur teratur supaya bisa meneruskan ffnya dengan baik! Sukses selalu buat Park Rigi : )

    • cagalli14 16 Oktober 2011 pada 10:43 AM #

      bleh! namamu itu loh dek -___-”
      hihi mksh ya sygg :* aku bntr lg sibuk ujian jd doain aja ya wkwkw

  2. elf_love 16 Oktober 2011 pada 3:57 AM #

    Waduh, spa tuh yg benci ma sulli?
    Sulli kan lucu!!! (peluk Sulli)
    trus, tu maksudny Donghae pa?
    Jgn” Donghae suka ma Sulli ya?
    Ihh….. So sweet…. #lebay
    ayo lanjut onn……

    • cagalli14 16 Oktober 2011 pada 10:46 AM #

      ahahaha ayo maksudnya apa ya? haha itu udah diupdate kok🙂

  3. missfishyjazz 17 April 2012 pada 5:12 AM #

    ehhh .. Itu yang bagian” terakhir siapa .. Enak aja nusuk” dada suli sembarangan ..
    Bikin penasaran🙂
    Semakin semangat baca deh🙂

  4. aristika 4 Februari 2015 pada 1:50 AM #

    wah siapa yg bakal buang sulli jauh” itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: