A PLACE TO A HEART (5)

16 Okt

A PLACE TO A HEART

by : cagalli14

Cast       :

 Siwon as 1st son

Donghae as 2nd son

Minyoung as 3rd daughter

Minho as 4th son

Sulli as 5th daughter

Tiffany as Minyoung look a like neighbor

Sooyoung as Siwon’s girlfriend

Yuri as Minho’s manager team

CHAPTER FIVE : STROM BLOWS SLOWLY part 1

*Sulli POV*

Hai,aku adalah Sulli,magnae dari keluarga Choi. Umurku sudah 16 tahun sekarang,itu artinya aku setahun lebih tua dari umur onnie-ku Minyoung yang sudah pergi saat dia berumur 15 tahun. Aku memiliki tiga orang oppa yang sangat menyayangiku. Oppa yang pertama adalah Siwon oppa yang sudah lulus awal tahun ini dan sudah bekerja di sebuah perusahaan internasional yang sangat sukses. Kabarnya,hanya lulusan terbaik dari satu universitas disetiap tahun yang bisa masuk ke perusahaan itu dan ya aku boleh bangga dong…walau kami mempunyai perusahaan yang masuk 3 besar terbesar di Korea,tapi oppa lebih memilih bekerja di perusahaan lain. Saat ini Siwon oppa sibuk mengurus rencana pernikahannya dengan Sooyoung onnie yang akan dilaksanakan akhir tahun ini (tadinya sih direncanakan lebih cepat tapi karena banyak hal maka ditunda). Lalu oppa keduaku adalah Donghae oppa yang masih kuliah tingkat 3 dengan mengambil jurusan seni musik dan dia sangat jago dibidang aransemen music (ssst dia juga jago menciptakan lagu loh). Orang yang ramah,fleksibel dan gaul seperti Donghae oppa ini sangat terkenal di kampusnya,bahkan gadis-gadis yang mendekati oppa tidak jarang datang ke sekolahku,menjemputku,mentraktirku hanya untuk menarik hati Donghae oppa. Diantara ketiga oppaku,dialah yang paling baik dan paling memanjakanku. Soal pacar? Hmm sejak dulu dia selalu bergonta-ganti perempuan dan tidak pernah terlihat bersama perempuan yang salam dalam waktu yang lama. Saat ditanya,dia selalu mengatakan bahwa perempuan-perempuan itu bukan pacarnya. Aku jadi bingung sendiri,dia memang sangat playboy dan…well,sangat ‘dewasa’. Lalu oppa terakhir,oppa yang umurnya paling dekat denganku yaitu Minho oppa. Dia sudah kelas 3 SMA dan merupakan ACE di klub basket sekolah kami. Dia juga sangat popular loh,banyak yang naksir dengannya,tak jarang aku kena ciprat (yah,jadi dongsaeng dari oppa-oppa yang tampan memang sangat menguntungkan :p). Tapi aku paling sering bertengkar dengan Minho oppa,mungkin karena kami sama-sama yang paling bungsu dan dia memang orang yang keras kepala tapi Minho oppa yang paling marah jika ada orang yang menggangguku. Jika bicara soal perempuan,Minho oppa tidak pernah memikirkannya. Dia sangat sibuk dengan basket dan turnamen karena itu dia tidak pernah berpacaran. Lalu aku akan bercerita sedikit tentang onnieku yang sudah tiada. Namanya Minyoung dan dia sangat cantik. Dia adalah gadis yang lembut,penyayang,pintar dan berbakat dalam bermain piano. Kami sekeluarga sangat menyukai permainan pianonya dan selalu berkumpul dengan bahagia sambil mendengarkan permainan piano Minyoung onnie dihari natal. Namun sejak Minyoung onnie tiada…gambaran keluarga kami yang hangat seperti itu pun telah musnah.

Aku saat kecil dipenuhi banyak kebahagiaan. Namun perlahan kebahagiaan itu hilang. Sejak onnie pergi…hanya ketiga oppaku yang bisa membuat aku tersenyum. Sampai aku tau kenyataan bahwa aku ini bukan anak kandung dari kedua orang tuaku. Namun mereka tetap menyayangiku…dan umma belum tau tentang ini. Terlebih umma masih melupakan kenangan tentang kami berempat. Hari-hari kami jalani dengan cukup berat setelah itu namun dengan dukungan satu sama lain kami bisa menjalaninya dan sepakat untuk mengembalikan ingatan umma secara perlahan. Sekarang umma mulai bisa mengingat lagi apa yang tidak kami sukai,apa yang tidak baik untuk kami,dengan perlahan umma bisa mengingatnya kembali tanpa dia sadari. Dan kami hanya tinggal menunggu. Menunggu sampai semua keadaan kembali normal lagi. Namun siapa sangka…sebuah ombak mulai menerjang lagi. Mungkin akan ada ombak-ombak yang lain yang akhirnya membuat badai. Aku benar-benar bingung…kenapa hidup ini tidak seindah yang kita bayangkan? Inilah ceritaku seorang anak kecil yang baru menginjak dunia yang sebenarnya….

*author pov*

“Siwon-ah…umma ingin kau menikah dengan Tiffany,”ucap umma suatu malam.

Semua keluarga melotot tidak percaya. Umma mengatakannya dengan ringan seolah tidak ada beban dalam ucapannya. Senyumnya begitu cerah menyimpan banyak harapan. Dia sangat menyukai Tiffany.

“Mwo?”Tanya Siwon.

“Umma apa kau lupa hyung akan menikah dengan Sooyoung?”Tanya Donghae.

“Aku tau…tapi bukankah kalian belum minta restu padaku? Sesungguhnya Sooyoung tidak apa-apa. Dia sangat baik namun aku sangat ingin Tiffany menjadi bagian keluarga ini. Menjadi menantuku…,”jawab umma.

“Jika memang ingin Tiffany jadi bagian keluarga ini angkat saja dia jadi anak beres kan?!”protes Minho.

“Minho jangan berbicara dengan nada tinggi dengan ummamu,”tegur appa.

“Aku sudah memikirkannya. Aku tidak ingin memiliki anak angkat. Untuk apa mengangkat anak yang tidak sedarah denganku sementara aku memiliki banyak anak? Lebih baik Tiffany menjadi menantuku dan melahirkan cucuku,”ujar umma.

Dada Sulli serasa terpukul oleh sesuatu. Perkataan ummanya membuat dia merasa sangat bersalah. Perkataan ummanya dengan jelas menyatakan bahwa dia tidak menginginkan anak yang tidak sedarah dengannya. Dia tidak butuh anak angkat. Jika saja ummanya tau selama 16 tahun ini dia mengangkat anak. Jika saja dia tau yang dia tau selama ini sebagai anak kandungnya adalah bukan anak kandungnya. Pemikiran ini membuat Sulli ingin menangis dan berusaha menundukkan kepalanya sedalam-dalamnya.

“Mianhe umma,jeongmal mianhe…aku tidak bisa meninggalkan Sooyoung. Aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak aku cintai,”ucap Siwon tegas.

“Siwon-ah…bukankah cinta bisa ditumbuhkan karena terbiasa?”Tanya ummanya sedih. Melihat tatapan ummanya membuat Siwon tidak tega,tapi ini benar-benar kerterlaluan. Bagaimana pun Siwon tidak bisa mengabulkannya.

“Mianhe umma…,”ucap Siwon.

***

Sulli memperhatikan fotonya sejak bayi sampai balita yang dipajang di atas piano keluarga. Ummanya terlihat sangat menyayanginya dengan memeluk Sulli kecil dengan sangat erat. Dia sangat ingat cinta ummanya dan sampai sekarang dia bisa merasakan cinta itu perlahan-lahan kembali. Namun jika saja ummanya tau kebenaran yang disembunyikan oleh semua anggota keluarga,apa cinta itu akan hilang? Apa Sulli akan dipecat sebagai anak angkat keluarga ini? Mengingat ummanya tidak membutuhkan anak angkat. Anak yang tidak sedarah dengannya. Hidung Sulli memerah,mata dan wajahnya memerah namun tidak ada airmata yang terjatuh.

“Waeyo?”Tanya seseorang yang menghampiri Sulli dan duduk disampingnya.

“Donghae oppa?”Tanya Sulli sambil memberikan senyum,tanda dia tidak apa-apa.

“Duduk di depan piano tapi tidak memainkannya,bahkan membuka penutupnya saja tidak. Kau kepikiran ucapan umma?”tanya Donghae. Sulli menggeleng dengan cepat.

“Hmm sedikit sih tapi tidak apa-apa. Aku hanya ingin mengingat bagaimana umma dulu mencintaiku,”ucap Sulli.

“Sudahlah jangan dipikirkan. Selama umma tetap menganggapmu sebagai anak kandungnya semua tidak akan apa-apa. Aku kepikiran soal Siwon,”ujar Donghae. Sulli mengangguk.

“Siwon oppa dan Sooyoung onnie sudah bersama sejak SMA. Masa harus putus karena permintaan umma? Mereka sudah saling mengenal selama hampir 6 tahun tidak mungkin oppa bersedia meninggalkannya dan menikah dengan gadis yang baru dia temui beberapa bulan saja,”ujar Sulli.

“Tapi aku takut…dia akan benar-benar melakukan itu,”keluh Donghae.

“Eh?”tanya Sulli bingung.

“Saat ini hyung sedang di kamar. Sepertinya dia kepikiran dan sangat bingung. Kau bisa lihat senyum umma tadi kan? Harapannya begitu besar dan kau tau karakter hyung kan? Dia sangat penurut. Kita harus cepat-cepat selamatkan dia,”jawab Donghae. Sulli tertawa geli.

“Wae?”tanya Donghae heran.

“Selamatkan apanya oppa? Seperti dia terjatuh ke dalam perangkap musuh saja. Hahaha,”tawa Sulli.

“Eiy…kau tertawa juga akhirnya,”Donghae mengacak-acak rambut Sulli.

“Hmm oppa…soal yang waktu itu. Aku tidak salah dengar. Kau memang bilang kau senang karena aku bukan adik kandungmu. Kau tidak menyayangiku ya?!”protes Sulli.

“Hah aku tidak bilang seperti itu. Kau pasti berkhayal. Sudahlah,tidur sana,”Donghae meninggalkan Sulli.

“Tuh kan aku tidak mungkin salah! Oppa jahat mempermainkanku! Kau tidak sayang padaku!”protes Sulli. Donghae berbalik dan mencium kening Sulli tiba-tiba.

“Masih bilang aku tidak sayang? Kembalikan bonekanya kalau begitu,”ucap Donghae.

“Ah,a…anieyo! Hajiman…,”

“Ya sudah. Jaljayo Sulli-ah,”Donghae buru-buru masuk ke kamarnya. Sulli jadi kebingungan sendiri. Pertama,dia yakin dia mendengarnya dan itu yang dikatakan Donghae. Kedua,diantara oppa-oppanya yang lain,hanya Donghae yang paling banyak menciumnya dan memanjakannya. Apa karena Donghae memang genit? Namun Sulli sendiri tidak bisa menepisnya,dia paling suka jika Donghae memanjakannya seperti ini.

***

“Pagi umma! Pagi Sulli-ah,Donghae-ssi,Minho-ya,Siwon oppa,”ucap Tiffany ceria pagi itu.

“Kenapa hanya aku yang kau panggil dengan ‘ssi’? Apa kau berpikir kita tidak akrab?”protes Donghae.

“Aniyeo…hanya saja karena kupikir beda usia kita tidak begitu jauh jadi aku memanggilku seperti itu. Kau keberatan ya? Baiklah,Donghae-ya,”ucap Tiffany.

“Donghae-ya? Aku lebih tua dan kau memanggilku seperti itu?”Donghae tidak habis pikir dengan kejahilan Tiffany pagi ini. Yang lain Cuma tertawa.

“Karena kupikir dengan sifatmu yang seperti itu jadi lebih cocok dipanggil Donghae-ya. Apa aku salah?”tanya Tiffany.

“Tiffany lucu sekali. Donghae memang pantas dipanggil seperti itu,”ucap umma.

“Umma,kau benar-benar menyukai Tiffany ya? Sampai kau lebih membela dia daripada anakmu sendiri?”tanya Donghae tidak percaya.

“Ah ne…soal tadi malam. Tiffany-ah…kau baik-baiklah dengan Siwon. Kalian harus dekat mulai saat ini oke?”ucap umma mereka tanpa beban sekali pun.

“Eh?”Tiffany menatap semuanya dengan bingung.

“Lalu menurutmu umma jadi mak comblang Siwon dan Tiffany…apa akan berhasil?”tanya Minho pada Sulli saat diperjalanan ke sekolah.

“Aku tidak tau…aku memikirkan Sooyoung onnie saat ini,”ucap Sulli sedih. Dia sangat tidak enak karena Tiffany juga ‘korban’ dari perjodohan ummanya. Walau Tiffany baik tapi Sooyoung lebih dulu bersama Siwon dan belum tentu Tiffany juga menyukai Siwon oppa.

“Tapi kudengar kata appa semalam,umma hanya ingin menjadikan Tiffany sebagai menantunya. Mau siapa pun itu yang menikah dengan Tiffany,”ucap Minho.

“Eh?”tanya Sulli.

“Jadi menurutku kenapa tidak dengan Donghae saja? Kebetulan kan anak itu tidak pernah benar. Jadi pasti dia tidak masalah dengan siapa juga dan sepertinya mereka lebih akrab,”ucap Minho. Sulli terdiam. Entah kenapa dia merasa hatinya tidak rela jika yang menikah dengan Tiffany adalah Donghae.

Seharian itu perasaan Sulli jadi tidak enak sekali. Tanpa alasan yang jelas dia merasa bad mood sepanjang hari. Sulli jadi bingung sekali sejak Minho bilang Tiffany dengan Donghae saja dia merasa tidak setuju sama sekali dan terus kepikiran.

“Sulli-ah ada yang mencarimu,”ucap Soojung,sahabat sekaligus teman sekelas Sulli.

“Nugu?”tanya Sulli yang tersadar dari lamunannya.

“Sulli-ah…tolong berikan ini untuk Donghae oppa,aku baru pulang dari Hawaii dan ini oleh-oleh untuknya. Ah,ada juga untukmu,di kotak yang kecil,”ucap Yuri. Manager team basket sekolah mereka yang seksi dan feminine. Dan juga Yuri ini adalah anak dari relasi perusahaan keluarga mereka.

“Eh? Donghae oppa?”tanya Sulli heran. Yuri mengangguk dengan wajah memerah.

“Kenapa tidak onnie berikan sendiri saja padanya?”tanya Sulli bingung.

“Aku ingin sekali…eh Sulli-ah sini dulu…,”Yuri menarik Sulli ke tempat yang lebih sepi. Sulli pasrah mengikutinya dan sedikit penasaran.

“Donghae oppa masih jomblo kan?”tanya Yuri.

“Eh? Hmmm dibilang jomblo sih tidak tapi dibilang punya pacar juga tidak…dia orangnya membingungkan,”jawab Sulli polos.

“Hhh…aku jadi takut sendiri,”ujar Yuri.

“Kenapa?”tanya Sulli bingung.

“Ah…anieyo. Ah Sulli,aku ingin sekali memberikannya langsung tapi aku belum berani. Aku titip dikamu dulu saja ya,”pinta Yuri. Sulli mengangguk.

“Ah gomawo Sulli-ah! Kau memang baik sekali!”Yuri memeluk Sulli dan berpamitan.

Minho yang baru datang melihat Yuri yang meninggalkan Sulli dengan sangat senang.

“Kenapa Yuri menghampirimu?”tanya Minho.

“Bungkusan apa ini?”tanya Minho melihat bungkusan yang dipegang Sulli.

“Untuk Donghae oppa…kelihatannya dia menyukai Donghae oppa,”jawab Sulli. Minho terdiam.

“Ah,ada apa oppa menghampiriku?”tanya Sulli.

“Anieyo…anieyo lupakan saja. Aku masuk ke kelas dulu ya,”jawab Minho dengan nada yang malas. Sulli bingung,kenapa oppanya tiba-tiba bad mood begitu. Sementara Sulli sendiri makin tidak enak hati. Bad mood yang dia rasakan bertambah berkali-kali lipat. Ya,adik-kakak Choi di SMA Namsang ini sedang bad mood hari itu.

***

“Siwon-ah,kenapa kau diam sekali hari ini?”tanya Sooyoung sambil memegang pundak Siwon sebelah kanan.

“Ah? Jinjja? Mungkin karena pekerjaanku,”jawab Siwon sambil tersenyum.

“Aigoo~ pasti perkerjaanmu berat sekali ya? Kalau begitu kita langsung pulang saja kau pasti capek,”ucap Sooyoung.

“Ah,anieyo gwenchana…kita makan dulu,”ucap Siwon.

“Ah benar sekali. Ya sudah sini aku pijati,”Sooyoung memijat kecil kedua bahu Siwon. Siwon merasa sangat resah. Dia kepikiran soal ummanya. Dia benar-benar merasa permintaan ummanya itu serius dan sangat berharap besar padanya terlebih tadi pagi ummanya tetap ingin menjodohkan Tiffany dengannya.

“Apa? Mau tinggal di apartemen saja?”tanya Sooyoung saat mereka selesai makan. Siwon mengangguk.

“Tapi kenapa?”tanya Sooyoung.

“Umma sudah pulang jadi rumah tidak sesepi dulu. Ada yang mengurus ketiga anak itu dan aku mulai sering lembur. Sebaiknya aku tinggal diapartemen dekat kantor saja,”jawab Siwon.

“Kalau begitu alasannya sih…mungkin memang lebih baik begitu. Tapi yeobo,kau tau? Kenapa aku merasa ada sesuatu hal yang lain yang kau pikirkan? Apa kau tidak mau mendiskusikannya denganku?”tanya Sooyoung. Sooyoung memang peka terhadap perasaan Siwon. Dia bisa tau apa Siwon berbohong,jujur,menyembunyikan sesuatu dan memiliki masalah.

“Anieyo jeongmal anieyo hanya itu saja masalahku,”ucap Siwon berusaha meyakinkan Sooyoung. Sooyoung yakin sekali ada sesuatu namun dia merasa Siwon tidak sedang mengkhianatinya jadi dia tidak menanyakannya lagi.

“Arraso…ya sudah ayo kita pulang,”ucap Sooyoung lalu beranjak dari tempat duduknya. Tiba-tiba Siwon menahan lengannya.

“Eh?”tanya Sooyoung kaget.

“Sooyoung-ah…aku ingin kita menikah lebih cepat…,”ucap Siwon.

 

TBC

“Komen?” *todong pake kaki Eunhyuk.

9 Tanggapan to “A PLACE TO A HEART (5)”

  1. linda luph sulli 16 Oktober 2011 pada 10:49 AM #

    Hiiiii *pijitin tangan kak dwi yg pegel abis ngetik*

    Syoo pengertian bgtsi hihi Siwon jgn nurut ummamu ya!
    Gak sabar lanjutannya >_< ditunggu ya

    • cagalli14 16 Oktober 2011 pada 1:38 PM #

      yg pegel itu otak kk lin …susah mikir nyari idenya. hahaha
      doain aja semoga clear terus biar cepet dilanjutinnya ^^

  2. elf_love 17 Oktober 2011 pada 8:35 AM #

    Wah…..
    jngan gitu dong umma, anakmu kan udah sama Sooyoung, masa mau d jodohin ma fanny sih?
    jgn” Donghae suka ma sulli bkan sbgai sodara lagi……….
    Lanjut ya onn………….

    • cagalli14 17 Oktober 2011 pada 5:09 PM #

      oke tapi sabar ya syg soalnya aku lg sibuk ujian nih minggu ini …doain ya ^^

  3. Choi Young Eun 27 Oktober 2011 pada 2:01 PM #

    Wuah . . Siwon sama sooyoung ajah ! Umma nya kok gitu sih??

    Trus . . Mm . . Donghae ma sulli, Yuri sama Minho, Tiffany ??

    Mm . . Trsrah pnulisnya deh! Ku suka critanya loh! Lnjutanx d tggu y?😉

    • cagalli14 28 Oktober 2011 pada 1:09 PM #

      hahaha ummanya kayak anak kecil,rapuh sekali ..ckck -__-”
      tiffany sm author aja deh😄 oke ini lagi dilanjutin ^^

  4. deiyo 12 November 2011 pada 9:13 AM #

    knapa disini jadi sebel sama fany yah😦 ?

  5. missfishyjazz 17 April 2012 pada 5:30 AM #

    Aigoo .. Si umma enak”nya aja njodohin anaknya ..
    Kasian nanti Sooyoung unnie ..
    Jadi Minho suka sama Yuri, yuri suka sama Donghae, Donghae ada rasa sama Sulli .. Ribet amat yaa X_X Tapi tetep seru😀

  6. aristika 4 Februari 2015 pada 2:04 AM #

    apa minho suka sulli?
    wah seru kak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: