A PLACE TO A HEART (6)

3 Nov

A PLACE TO A HEART

by : cagalli14

Cast       :

 Siwon as 1st son

Donghae as 2nd son

Minyoung as 3rd daughter

Minho as 4th son

Sulli as 5th daughter

Tiffany as Minyoung look a like neighbor

Sooyoung as Siwon’s girlfriend

Yuri as Minho’s manager team

CHAPTER SIX : STORM BLOWS SLOWLY part 2

“Aku pulang,”Sulli masuk ke rumahnya dengan langkah lelah dan wajah pucat. Dia disuruh pulang lebih awal oleh gurunya karena hampir pingsan akibat PMS.

“Hei,kau benar-benar tidak sabar ya?”saat Sulli melewati kamar Donghae,dia mendengar suara Donghae dan perempuan.

“Apa kau bisa bersabar?”tanya perempuan itu balik. Sulli membuka pintu kamar Donghae sedikit dan melihat Donghae sedang berbaring di tempat tidur dengan rambut dan pakaian yang kusut dan diatas tubuhnya ada perempuan.

“Lagi-lagi,”batin Sulli.

Blam!!!

Sulli sengaja membanting pintu itu dan kembali ke kamarnya. Donghae dan perempuan yang dibawanya terkejut.

“Ah,Jessica sepertinya keluargaku ada yang sudah pulang,mianhe kita lanjutkan lain kali saja,”Donghae berdiri dan merapikan bajunya.

“Mwo? Tapi kita belum mulai,”ucap perempuan bernama Jessica itu dengan manja.

“Ne makanya kataku lain kali saja tidak mungkin aku melakukannya disaat ada ummaku atau saudara-saudaraku,”kata Donghae. Jessica memeluk Donghae dari belakang.

“Makanya jangan pelit mengeluarkan uang untuk ke hotel. Atau kau mau melakukannya di rumahku?”tanya Jessica.

“Kita tidak boleh mengganggu nenekmu yang sedang sakit kan? Aku antar kau sampai depan ya,”ucap Donghae sambil menarik tangan Jessica. Jessica menarik tangan Donghae sehingga mereka saling berhadapan.

“Jessica aku mohon mengertilah. Aku janji kita akan kencan lagi lain kali,”ucap Donghae.

“Arraso. Jangan lupa lagi pada janjimu. Bye,”Jessica mengecup bibir Donghae dan berjalan meninggalkannya. Donghae hanya bisa menghela nafas panjang dan mengacak-acak seluruh rambutnya. Dia ingin gila. Dia hampir gila. Tidak. Dia sudah gila.

“Sulli…,”Donghae masuk dan menghampiri Sulli yang berbaring di tempat tidur. Sulli langsung membalikkan badannya,membelakangi Donghae.

“Dengar Sulli-ah…oppa tidak melakukan apa-apa,”ucap Donghae.

“Kenapa merasa segan? Bukan sekali ini saja aku melihatnya,”ujar Sulli.

“Huh?”tanya Donghae bingung.

“Aku tidak mengatakannya saja selama ini. Aku mengerti Donghae oppa adalah orang yang sangat genit. Aku bisa maklumi itu,”ujar Sulli.

“Jadi kau…,”

“Ne. Entah kenapa tadi tanganku terselip sehingga menutup pintu dengan kencang. Lain kali kunci saja kamarmu. Maaf sudah mengganggu kesenangan oppa,”jawab Sulli.

Donghae benar-benar malu. Tidak tau harus ditaruh dimana mukanya.

“Kau marah?”tanya Donghae. Sulli menggeleng. Dia masih membelakangi Donghae sehingga Donghae menarik badannya namun Sulli menolak.

“Aku tidak akan melakukannya lagi. Setidaknya…tidak dirumah lagi. Mianhe,”ucap Donghae. Sulli akhirnya duduk dan menghadap oppanya.

“Aku hanya kecewa…setelah aku masuk rumah sakit oppa banyak memperhatikanku…mungkin karena itu oppa tidak pernah seperti itu lagi. Banyak hal yang terjadi setelah itu dan oppa tidak melakukannya lagi. Aku pikir oppa sudah tidak mau melakukannya lagi dan ingin menjadi pria yang sebenarnya,”ucap Sulli.

“Pria yang sebenarnya?”tanya Donghae heran.

“Hanya memiliki satu wanita. Hanya mencintai satu wanita. Setia dan tidak mempermainkan wanita. Itu yang diajarkan film padaku,”jawab Sulli polos. Donghae ingin tertawa namun ekspresi Sulli sangat serius dan apa yang dikatakan Sulli memang benar. Donghae terdiam sambil memperhatikan Sulli.

“Kalau aku sudah mengecewakanmu aku minta maaf. Tadi dia yang datang kesini dan dia yang merayuku. Kau tau,aku tidak pernah merayu mereka,mereka yang datang duluan. Yah kharisma oppamu memang tak tertahankan. Tapi aku janji tidak akan melakukannya lagi. Demi adikku tersayang,”ucap Donghae sambil mengangkat wajah Sulli dengan kedua tangannya.

“Sudahlah tidak usah terlalu merasa bersalah begitu. Oh iya,itu ada hadiah dari Yuri,dia bilang dia baru pulang dari Hawaii,”Sulli menunjuk kantung yang diberi Yuri tadi.

“Yuri?”tanya Donghae.

“Ne. Anak Tuan Kwon,relasi appa. Kau ingat kan?”tanya Sulli. Donghae mengingat-ingat lagi siapa Yuri. Dia tidak pernah akrab dengan anak dari relasi keluarga mereka karena itu dia tidak bisa ingat mereka dengan jelas.

“Manager klub basket Minho oppa,”ujar Sulli lagi.

“Ah jeongmal…aku tidak ingat,”ucap Donghae.

“Donghae-ya?! Umma sudah pulang,”panggil umma mereka dari luar.

“Hhh gara-gara Tiffany umma jadi memanggilku seperti itu juga,”keluh Donghae. Sulli tertawa kecil. Entah kenapa dia sedikit merasa lega karena oppanya tidak ingat siapa Yuri. Entah kenapa,Sulli tidak ingin Donghae didekati Yuri.

***

“Aku sudah memutuskan akan menikahi Sooyoung bulan depan,”ucap Siwon dihadapan semua keluarga.

“Siwon-ah…kau yakin?”tanya umma mereka.

“Ne umma. Mianhamnida. Tapi aku benar-benar sudah mempersiapkannya dari dulu. Aku ingin menikahi orang yang aku cintai,”jawab Siwon.

“Siwon-ah…,”ummanya mendekati Siwon. Namun tiba-tiba umma merasa kepalanya pusing dan tubuhnya berat.

“Umma?”tanya mereka.

“Ah gwenchana…Siwon tidak bisa pertimbangkan dulu? Aku bahkan tidak dekat dengan Sooyoung,”ucap ummanya.

“Percayalah umma kau bisa cepat akrab dengannya. Dia sangat baik,”ucap Siwon.

“Tapi aku ingin kau dengan Tiffany…aku ingin Tiffany menjadi menantuku dan melahirkan cucuku…,”ucap ummanya lagi.

“Umma tidak bisa mengatur hidup hyung,”Minho menimpali. Ummanya terdiam. Kepalanya makin pusing.

“Aram,kau tidak apa-apa?”tanya appa.

“Gwenchana…hajiman…Siwon-ah…,”

“Aram!”

“Umma!!”teriak keempat anak itu. Umma mereka terjatuh dan mengakhiri pertemuan malam itu.

“Hyung,”Donghae mendekati Siwon yang sedang duduk dibalkon rumah sambil menatap bintang.

“Kau kelihatannya galau sekali,”ucap Donghae lagi.

“Umma sakit karena aku. Bagaimana aku tidak galau?”tanya Siwon.

“Kurasa umma sangat memaksakan kehendaknya…,”tanggap Donghae.

“Hal ini membuatku semakin berat Donghae-ya,”lirih Siwon.

“Hyung sudahlah,percaya padaku. Bawa Sooyoung kesini setiap hari dan buat mereka dekat dan terus lanjutkan rencanamu,”ucap Donghae.

“Tapi kau dengar sendiri kan? Umma hanya ingin Tiffany yang menjadi menantunya. Aku tidak yakin ini akan berhasil,”ucap Siwon.

“Hal yang belum kita coba…bagaimana kita tau hasilnya?”tanya Donghae sambil menepuk pundak hyungnya.

“Lagipula…aku tidak ingin membuat Sooyoung sedih karena mengetahui masalah ini. Aku akan menyelesaikannya dulu sendiri. Kau jangan khawatir,”Siwon tersenyum pada Donghae.

“Kalau begitu good luck,”ucap Donghae. Siwon mengangguk dan tersenyum.

“Hyung…,”ucap Donghae. Siwon menoleh lagi.

“Bagaimana kau bisa sadar bahwa kau mencintai Sooyoung saat pertama kalinya?”tanya Donghae.

“Eh? Kenapa? Kau jatuh cinta Donghae-ya?! Aigo!!!”Siwon malah semangat menengarnya. Tentu saja,adiknya yang playboy dan tidak pernah serius melontarkan pertanyaan seperti itu.

“Aku tidak…aku tidak ingin…tapi aku tidak tau,”lirih Donghae.

“Kenapa? Jika kau memikirkannya terus melebihi semua orang dan semua hal yang kau pikirkan itu positif cinta Donghae-ya. Kenapa kau ragu?”tanya Siwon.

“Karena aku…aku tidak bisa,”jawab Donghae lemas.

***

“Selamat pagi Sulli-ah,”

Sulli terdiam saat mendapati siapa yang berada diruang makan bersama keluarganya di minggu pagi yang cerah itu. Tidak ada umma,appa dan Tiffany. Tapi orang lain.

“Yuri onnie?”tanya Sulli bengong.

“Aku membuatkanmu sandwich tuna. Kau harus sarapan yang banyak ya,”jawab Yuri sambil mempersiapkan piring Sulli.

“Tapi kenapa…?”tanya Sulli heran. Dia menatap Donghae yang sarapan masih dengan setengah nyawa. Minho yang sarapan dengan khusuk dan Siwon yang sarapan dengan hati ringan seperti biasa.

“Ah gomawo Yuri omma,kau bisa datang kapan saja aku senang sekali,”tiba-tiba umma mereka muncul dengan seorang wanita yang kira-kira seumuran umma.

“Sulli-ah kau sudah bangun? Aigooo~ kau sudah semakin besar dan cantik,”ahjuma itu mendekati Sulli. Sulli tersenyum.

“Aku sangat terkejut saat tau eomonim sakit. Karena itu aku buatkan bubur gingseng ini. Ini bagus untuk mengembalikan vitalitas tubuh eomonim,”ucap Yuri mendekati umma.

“Aigoo kau baik sekali Yuri-ah. Yonyul kau benar-benar memiliki anak yang manis,”puji umma pada tante Kwon.

“Pagi oppa,”ucap Sulli mendekati oppa-oppanya yang sedang makan.

“Sulli,ini susumu,”Siwon memberikan segelas susu coklat pada Sulli.

“Gomawo Siwon oppa,”ucap Sulli.

“Ah,kalian hari ini ada kerjaan tidak? Aku dapat tiket nonton gratis dari temanku yang bekerja di bioskop. Kebetulan ada film yang mau aku tonton,”tanya Donghae yang ternyata sudah sepenuhnya bangun (?).

“Aku ada janji mencari sepatu dengan Kyuhyun,”jawab Minho.

“Aku mau ketemu Sooyoung,”jawab Siwon.

“Aku mau mengerjakan tugas dengan Soojung dan Luna,”jawab Sulli.

“Denganku saja oppa!”tiba-tiba Yuri nimbrung. Donghae,Siwon,Sulli dan Minho terdiam.

“Ah…tapi ini film action Yuri-ssi,”ucap Donghae.

“Ne,aku suka sekali film action dan kebetulan aku free!”jawab Yuri semangat.

“Aku duluan ya,”Minho beranjak dari tempatnya dan meninggalkan mereka. Sulli memperhatikan Minho yang mendadak bad mood. Sulli heran kenapa setiap ada Yuri,Minho selalu jadi bad mood seperti itu. Sulli sendiri merasa gondok,andai saja dia tidak punya janji dengan Luna dan Soojung,dia bisa menemani Donghae tanpa harus digantikan oleh Yuri.

***

“Sulli-ah,waeyo? Kau kelihatan bête sekali,”tanya Soojung sambil menyikut Sulli yang sedang menulis dengan malas.

“Hmm,”jawab Sulli.

“Aigooo~ kau benar-benar kesal ya? Cerita-cerita,ada apa sih?”tanya Soojung penasaran. Luna melirik Sulli,menunggu Sulli bercerita.

“Anieyo,aku kurang bersemangat saja hari ini,”jawab Sulli sambil menghela nafas panjang.

“Oh waeee? Pasti ada alasannya. Kau orang yang jarang sekali punya pikiran,”ucap Luna.

“Eh? Aku punya pikiran kok Luna-ya,”ucap Sulli heran.

“Maksudku kau seperti orang yang tidak punya beban. Walau keadaanmu sulit tapi kau tidak pernah seperti ini. Kau seperti orang yang sedang galau karena cinta,”terang Luna.

“MWO?!”Sulli tanpa sadar menusukkan penanya ke kertas.

“Ah! Sulli-ya!”seru Soojung kaget. Sulli kaget melihat bukunya yang rusak. Sulli langsung memasang tampang ingin menangis pada teman-temannya. Luna dan Soojung hanya terdiam.

“Luna-ya,kita harus rapat,”bisik Krystal saat Sulli sibuk merobek kertas-kertas yang rusak.

“Aku yakin,anak itu pasti sedang jatuh cinta!”seru Soojung bersemangat saat Sulli sudah pulang.

“Aku juga merasa begitu,tapi masa dia tidak mau jujur pada kita? Sudah sejak SMP kita berteman dengannya,dia selalu bercerita apa saja pada kita,”tanggap Luna heran.

“Hmm ada dua kemungkinan. Pertama,dia ragu karena malu untuk menceritakannya pada kita. Kedua,dia belum menyadari kalau dia sedang jatuh cinta. Anak itu musti kita pancing,”tilik Soojung.

“Sepertinya tebakan yang kedua lebih benar. Sulli orang yang sangat polos,kita harus memancing dia!”seru Luna bersemangat.

“Arraso arraso. Ini jadi misi kita Luna-ya! Hahahaha!”tawa Soojung gembira.

“Ne! Luna Soojung the cupid angels beraksi kembali! Kita memang hebat. Sudah mempersatukan Victoria sunbae dengan Hangeng sunbae sekarang kita akan membantu teman sendiri. Aigooo aku sangat bersemangat!”seru Luna.

***

Donghae kaget melihat Yuri yang baru saja turun ke bawah. Yuri mengenakan celana jeans dengan tank top berwarna merah yang pendek sehingga memperlihatkan pusarnya yang dipadukan dengan bolero berwarna hitam. Pakaiannya benar-benar memperlihatkan lekuk tubuhnya yang seksi,Donghae sampai mengalihkan pandangannya saat didekati Yuri.

“Kajja oppa,”Yuri menggandengan lengan Donghae. Donghae tidak kaget lagi dengan wanita agresif,dia hanya mengikuti Yuri keluar dari rumahnya.

“Oppa,kenapa diam saja?”tanya Yuri saat mereka sudah dijalan.

“Ah? Anieyo…,”jawab Donghae sok focus dengan jalan.

“Wae?”tanya Yuri penasaran.

“Pakai ini,”Donghae mengambil jaket yang ada dijok belakang dan menaruhnya dipangkuan Yuri. Yuri kebingungan.

“Untuk apa?”tanya Yuri.

“Kau akan kedinginan didalam bioskop nanti karena perutmu kelihatan. Sebaiknya kau pakai itu,”jawab Donghae. Yuri merasa senang karena Donghae memperhatikannya,dia membuka boleronya begitu saja. Donghae makin heran dengan Yuri,dia merasa gadis ini benar-benar menggodanya.

“Yah,apa perlu membuka boleromu?”tanya Donghae tanpa melirik Yuri.

“Eh? Aku hanya ingin memakai jaket ini seperti kata oppa,”jawab Yuri.

‘Tapi kau tidak malu buka-bukaan didepanku?’batin Donghae heran.

“Kalau begitu pakai cepat,”ucap Donghae. Yuri langsung memakainya.

Di dalam bioskop….

Semua orang memperhatikan Yuri dan Donghae yang sedang membeli pop corn. Walau Yuri sudah memakai jaket gombreng milik Donghae tapi entah kenapa dia masih terlihat seksi,Yuri sengaja membuka 3 kancing diatas sehingga belahan dadanya sedikit terlihat sementara itu Donghae adalah cowok yang sangat tampan dan keren,semua orang mengira mereka adalah pasangan yang sangat serasi.

“Lihat,bukankah itu Yuri sunbae?”tanya seorang gadis yang satu sekolah dengan Yuri.

“Ne…aigooo itu namjachingunya?! Kenapa bikin iri saja? Dia seksi dan mempunyai pacar yang seksi!”tanggap temannya.

“Ne…aku pikir dia pacarnya Minho sunbaenim ternyata pacarnya lebih dewasa. Aku super iri,”

Yuri dan Donghae lewat di depan mereka,gadis-gadis itu memperhatikan mereka berdua tanpa berkedip. Yuri dengan pd-nya menggandeng Donghae dan berbicara manja padanya dan Donghae menanggapi dengan biasa saja namun dimata orang lain itu terlihat cool. Lalu ‘kencan’ menonton mereka hari itu berlangsung begitu saja dengan biasa-biasa saja bagi Donghae namun luar biasa bagi Yuri dan sangat membuat iri bagi orang yang melihat mereka.

“Oppa,hari ini menyenangkan sekali. Lain kali kita jalan-jalan lagi yuk,”ucap Yuri sebelum dia turun dari mobil saat mereka sudah sampai di depan rumah Yuri.

“Hahaha,oke kalau aku ada waktu. Oh iya,kado yang waktu itu…terimakasih ya. Aku tidak ingat padamu tapi sepertinya kau orang yang menyenangkan,”ucap Donghae berbasa-basi. Wajah Yuri memerah saat dipuji Donghae.

“Ah ne…haha kalau begitu kita memang harus sering keluar,ya kan?”tanya Yuri. Donghae hanya tersenyum.

“Hmmm…,”Yuri belum juga turun. Donghae sadar bahwa dia lupa membukakan pintu untuk Yuri dan dia langsung melepas seat belt-nya untuk keluar namun Yuri menahan tangannya.

“Tidak usah. Aku duluan saja,jaljayo oppa,”Yuri tiba-tiba mencium pipi Donghae dan segera keluar. Donghae kaget dan menatap Yuri yang sedikit berlari masuk ke dalam. Donghae yakin anak ini sedang mendekatinya.

***

“Lagi-lagi kau melamun,”ucap Sooyoung sambil memberikan segelas kopi untuk Siwon. Siwon tersadar dan menerima kopi yang diberikan Sooyoung. Sooyoung duduk disamping Siwon dan menghirup kopinya.

“Apa karena aku tolak untuk segera menikah?”tanya Sooyoung.

“Anieyo jagiya…aku mengerti kau ingin menunggu Soojin noona kembali dari tour keliling dunianya dulu. Aku mengerti itu,”jawab Siwon lembut sambil menatap Sooyoung.

“Lalu masalah apa yang kau pikirkan?”tanya Sooyoung sambil menatap mata Siwon,mencoba untuk menggali apa yang disembunyikan namjachingu-nya itu. Siwon tidak menjawab dan terlihat berpikir lagi,dia meletakkan cangkir kopinya ke meja.

“Sooyoung-ah…,”ucap Siwon berat.

“Ne?”sahut Sooyoung.

“Bisakah kita tidak membahas masalahku dulu? Sampai aku bisa memikirkannya dengan kepala dingin,”pinta Siwon. Sooyoung tersenyum kecil dan memeluk Siwon.

“Arraso,”ucap Sooyoung.

Siwon merasa Sooyoung adalah yang paling berharga dalam hidupnya. Gadis yang bisa bersabar dan mengerti dirinya dengan sangat baik,walau terkadang tomboy dan sangat independent tapi dia adalah pribadi yang sangat menyenangkan. Jika ada masalah Sooyoung akan membawanya dengan caranya sendiri yaitu membuat masalah itu bagaikan game yang akan dia nikmati sehingga terkadang jika sedang sedih,Sooyoung tidak memperlihatkannya dan tetap membawanya dengan santai. Gadis yang seperti ini yang diinginkan Siwon sejak dulu,susah payah dia mendapatkan Sooyoung dan mempertahankan hubungan mereka ditengah masalah yang menghadang. Sooyoung yang selalu diikuti oleh Changmin,mantannya yang masih mencintainya dan Siwon yang selalu ditaksir oleh wanita mana pun dimana pun dia berada,mereka berdua sudah melewati kehidupan mereka bersama selama hampir 8 tahun. Selama 8 tahun itu pula Siwon merasa yakin,hanya dengan Sooyoung perasaan yang dia miliki tidak pernah berkurang sedikit pun. Namun umma yang tiba-tiba jatuh sakit saat mendengar dia menolak dijodohkan dengan Tiffany,membuat Siwon merasa berat untuk melangkah bebas bersama Sooyoung.

“Jagiya,bagaimana kalau besok kita pergi dengan umma?”ajak Siwon.

***

“Aku pulang,”Donghae masuk ke dalam rumah namun tidak ada yang menyahutnya. Bukannya tidak ada orang,tapi Minho yang sedang makan dan Sulli yang sedang nonton tv tidak menyahut dia sama sekali. Donghae merasa heran dengan kedua adiknya ini.

“Hei,tidak ada yang menjawabku? Sulli-ah? Kau sudah mengerjakan pr-mu dengan Soojung dan Luna?”Donghae mendekati Sulli.

“Ne…,”jawab Sulli pelan.

“Ah kau sudah pulang Donghae-ya? Bagaimana kencanmu dengan Yuri?”tanya umma yang tiba-tiba datang.

“Aku tidak kencan dengannya,”jawab Donghae. Sulli langsung naik ke atas,Minho buru-buru menghabiskan makanannya dan menyusul Sulli.

“Aish kau ini…umma senang sekali kau kencan dengannya. Jika Siwon menikah dengan Tiffany lalu kau dengan Yuri,umma akan jadi umma yang paling bahagia di dunia. Aigooo~ anak-anakku menikah dengan dua wanita yang luar biasa,”ucap ummanya.

‘Oh,umma benar-benar sudah kembali ingat aku ini anaknya,’batin Donghae.
“Umma,mungkin umma bisa mengatur kehidupan Siwon hyung,tapi umma jangan berharap lebih padaku. Aku tidak akan menikahi orang yang tidak kucintai,”ucap Donghae lembut.

“Kau kan bisa pendekatan dulu dengan Yuri seperti hari ini. Kalian cocok sekali,walau belum tumbuh perasaan cinta tapi coba saja dulu menjalin hubungan dengannya,”ucap ummanya.

“Umma,aku punya yeojachingu. Dia cantiiiik sekali,lembut dan paling pintar. Dia berasal dari keluarga terpandang dan sangat sopan,dia jauh lebih dewasa daripada Yuri. Umma pasti akan suka,nah aku keatas dulu ya,”Donghae mencium pipi ummanya dan buru-buru meninggalkan ummanya.

“Mwoya?”tanya Donghae heran saat Minho mengabaikannya.

“Hyung,sudahlah aku lagi malas. Keluar sana,”

Blam!

Donghae berdiri heran di depan kamar adiknya. Minho jutek sekali hari ini dengannya. Padahal dia ingin menceritakan pengalamannya dengan Yuri hari ini karena dengan Minho Donghae memang sering bercerita. Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya heran dan ingin kembali ke kamarnya namun dia mendapati Sulli sedang duduk diayunan di balkon sambil menatap bintang.

“Sulli-ah,”Donghae mendekati Sulli dan duduk disampingnya.

“Ah oppa…kau bertengkar dengan Minho oppa?”tanya Sulli tanpa menatap Donghae.

“Ani…dia saja yang sensi mendadak. Mungkin sepatu yang dia cari tidak dapat,”jawab Donghae asal.

“Hmmm…,”tanggap Sulli.

“Kau juga menyuekiku. Apa aku ada salah ya hari ini?”tanya Donghae.

“Eh? Aku tidak menyueki oppa,”jawab Sulli heran.

“Tadi siang saat aku mau mengantarmu ke rumah Soojung lalu saat aku mengirim sms kau tidak membalasnya dan saat pulang tadi kau juga tidak menanggapiku dengan baik,”ucap Donghae.

“Ah…,”tanggap Sulli. Donghae kebingungan menghadapi Sulli. Dia sepertinya benar-benar punya salah hari ini,semua orang tidak ingin mengobrol dengannya.

“Aish jinjja…kalau harusnya aku lebih lama saja pergi dengan Yuri. Hanya dia yang memperlakukanku dengan baik,”Donghae sedikit ngambek beranjak dari sisi Sulli.

“Kalau begitu pergi saja. Kalau memang Yuri onnie lebih perhatian dengan oppa,”Sulli juga berdiri dan meninggalkan Donghae. Donghae kaget dan bingung dengan sikap Sulli. Hal ini membuat dia kepikiran semalaman.

***

“Sulli-ah,apa Donghae oppa ada di rumah nanti sore?”tanya Yuri saat di sekolah.

“Dia kuliah jika sore,”jawab Sulli dengan nada biasa.

“Ah sayang sekali,”Yuri terlihat kecewa. Sulli tidak menanggapinya.

“Oh iya Sulli-ah,kira-kira oppa suka bermain ice skating tidak ya?”tanya Yuri.

“Dia Cuma suka bermain wanita,”jawab Sulli. Dia hanya merasa ingin menjelek-jelekkan Donghae di depan Yuri.

“Eh? Hahaha kau lucu sekali Sulli-ah. Tapi aku juga cemas sih,yang suka dengan dia sepertinya banyak sekali. Kemaren saja waktu jalan dengannya banyak gadis yang memperhatikan dia. Menyebalkan,”curhat Yuri.

“Ah sunbaenim,aku sudah ditunggu seongsaemin. Boleh aku duluan?”tanya Sulli.

“Ah…ne silakan Sulli-ah,nanti cerita lagi ya,”ucap Yuri sambil tersenyum. Sulli membalas senyumannya dan pergi meninggalkannya.

Sulli berbohong,dia sekarang menyendiri di atap sekolah. Dia tidak ingin masuk kelas dan tidak ingin bertemu orang. Yuri kelihatan senang sekali dan Donghae kelihatannya juga menikmati jalan-jalannya entah kenapa Sulli merasa kesal. Dia sendiri kesal dengan dirinya karena merasa kesal oppanya bersama Yuri.

“Ah jeongmal…aku hanya ingin Donghae oppa dengan gadis yang lebih baik kok. Ne,aku Cuma ingin itu. Bukan karena apa…,”Sulli berkata seperti itu terus pada dirinya sendiri.

Sementara itu tak jauh dari tempat Sulli….

“Jadi seperti itu…huh,liat saja,”

***

“Siwon,bukankah hari ini kita akan pergi dengan ummamu? Kenapa ada tetanggamu juga?”bisik Sooyoung saat Tiffany dan umma mereka sibuk mencari sepatu.

“Huh…aku tidak tau Sooyoung-ah,mianhe…jeongmal mianhaeyo,aku harap kau tidak keberatan,”ucap Siwon merasa sangat bersalah.

“Anieyo…tapi aku merasa tidak bisa mendekati eomonim saat Tiffany bersamanya. Tapi aku akan coba,jangan khawatir. Yang penting hari ini ada ummamu kan? Kajja,”ucap Sooyoung masih berpositif thinking. Siwon rada malas untuk meneruskan jalan-jalan mereka hari ini namun karena Sooyoung terus mendukungnya,dia terpaksa melanjutkannya.

“Eomonim,biar aku yang memesan. Eomonim mau apa?”tanya Sooyoung saat mereka berhenti untuk makan di sebuah restoran.

“Umma suka sekali sayur-sayuran,hmmm umma rainbow salad ini enak sekali loh,ada sayur dan buahnya bagaimana?”tanya Tiffany.

“Ah ne ini saja kalau begitu. Yang ini saja Sooyoung-ssi,”tunjuk umma Siwon. Siwon menatap Sooyoung yang tersenyum tegar melihat Tiffany sangat akrab dengan ummanya. Sooyoung tau dari Siwon kalau ummanya sangat menyukai Tiffany karena dia mirip Minyoung tapi melihat langsung seperti ini bahkan seperti tidak mempedulikan calon menantu tetap membuat Sooyoung tidak enak hati.

“Jagiya,aku yang biasa saja,”ucap Siwon.

“Ah ne. Tiffany-ssi,kau ingin apa?”tanya Sooyoung.

“Ah aku ingin…,”

“Black paper chicken steak,”ucap umma dan Tiffany berbarengan.

“Ah..umma! Hihi tau saja,”tawa Tiffany. Ummanya juga tertawa senang,”Tentu saja,aku hapal seleramu,”. Sooyoung tersenyum dan pamit untuk memesan makanan (sumpah ini restoran apa sih mesen makanan aja musti kasih sendiri -___-“).

“Oh Tiffany,apa kau tidak ada kegiatan hari ini?”tanya Siwon dengan nada berbasa-basi.

“Hmmm? Aku? Sebenarnya tidak ada sih,kebetulan,”jawab Tiffany.

“Ah kau mau mengajak Tiffany kencan? Kalau begitu pergi saja biar umma pulang sendirian,”tanggap umma dengan senang. Siwon melirik ummanya dengan sedih. Melihat gelagat Siwon,Tiffany dapat mengerti.

“Anieyo umma,”ucap Tiffany buru-buru.

“Ah,oppa ikut aku sebentar,”Tiffany beranjak dari tempat duduknya. Siwon bingung namun langsung mengikutinya. Mereka berbicara ajak menepi ke arah wash room. Sooyoung dapat melihat mereka berdua pergi bersama dan merasa cemburu,Sooyoung langsung kembali ke tempat dimana umma Siwon berada dan memilih untuk banyak diam.

“Waeyo Tiffany? Apa tidak bisa dibicarakan disana?”tanya Siwon.

“Oppa mianhe,bukan karena aku ingin ikut tapi kata umma jika tidak denganku dia tidak mau,mianhe,”Tiffany membungkuk ke hadapan Siwon.

“Ah gwenchana. Aku juga sudah tau itu,aku tidak kesal padamu kenapa kau harus minta maaf?”tanya Siwon.

“Lalu oppa kesal pada umma?”tanya Tiffany.

“Ah anieyo…aku tidak kesal padamu maupun umma. Aku kesal pada diriku sendiri,itu saja,sudah sudah jangan dipikirkan ayo kita kembali,”Siwon mendorong Tiffany. Mereka kembali ke meja itu dan Siwon terkejut melihat Sooyoung sudah disana dan sedikit berbincang dengan ummanya.

“Ah kau sudah kembali,”ucap Siwon.

“Ah Siwon-ah,kebetulan aku disuruh umma menjemput Rigi sekarang. Mobilnya mogok ditol karena kehabisan bensin,biasa anak itu…,”Sooyoung membereskan tasnya.

“Eh? Tapi kenapa tiba-tiba? Dia bisa dijemput namjachingungya kan?”tanya Siwon heran.

“Kan Kyuhyun sedang ke Spanyol,”jawab Sooyoung sambil beranjak ditempat duduknya.

“Ne Siwon-ah,biarkan dia menjemput adiknya,”ucap umma.

“Mianhe eomonim,mianhe Tiffany-ssi,mianhe Siwon-ah…jeongmal mianhe. Aku pulang dulu ya,”ucap Sooyoung,Siwon menarik tangan Sooyoung.

“Tapi setelah itu kau kembali lagi kan?”tanya Siwon. Sooyoung tersenyum kecil.

“Akan kuusahakan,”ucap Sooyoung lalu member hormat sekali lagi pada mereka dan pergi. Siwon tidak bisa melihat wajah Sooyoung yang kalut karena sudah menyadari apa yang mengganggu pikiran Siwon selama ini. Sooyoung,sebagai seorang gadis bisa merasakan maksud dari kedatangan Tiffany,tentu saja dia mengerti! Untuk apa ada seorang gadis lain yang bukan Sulli ikut datang dengan ummanya jika bukan karena mereka sedang dijodohkan,hal ini membuat Sooyoung kalut dan butuh waktu untuk berpikir.

***

“Wae hyung?”tanya Donghae heran saat melihat Siwon yang gelisah dengan handphone-nya.

“Sooyoung,”jawab Siwon mencoba menelepon Sooyoung berkali-kali.

“Eh? Kenapa dengan dia?”tanya Donghae.

“Kau tau,hari ini semuanya kacau. Aku sengaja mengajak umma untuk jalan bersamaku dengan Sooyoung tapi umma tidak mau menyerah dan membawa Tiffany. Aku stress sendiri jadinya Donghae-ya! Aish!”Siwon sekarang duduk dikasurnya dengan mengacak-acak rambutnya.

“Lalu Sooyoung?”tanya Donghae mengikuti hyungnya duduk.

“Dia pamit pulang saat kami akan makan dan dia tidak kembali lagi. Ditelepon juga hpnya tidak aktif dan ditelepon ke rumahnya kata orangtuanya dan bahkan kata Rigi mereka tidak melihat Sooyoung. Menurutmu kenapa Sooyoung tiba-tiba pulang dan tidak ada dimana-mana?!”tanya Siwon frustasi.

“Hmm karena Sooyoung mendapat musibah?”tebak Donghae.

“Mwo? Maksudmu kecelakaan?”tanya Siwon sambil menatap Donghae tak percaya,Donghae mengangguk polos.

“Yah! Babo-ya! Kau menyumpahi Sooyoung ya?!”Siwon menarik kerah baju Donghae dan ingin memukul Donghae.

“A…ani hyung! Aku Cuma menebak jangan marah dong! Mungkin saja dia sudah tau umma menjodohkan Tiffany denganmu!”jawab Donghae cepat. Siwon menurunkan tangannya dan melepaskan cengkeramannya.

“Aish…kenapa aku tidak terpikir dari tadi?”tanya Siwon frustasi. Donghae bergumam sendiri,”Karena sebenarnya hyung kan lemot,”.

“Ah Donghae-ya,aku pergi sekarang!”Siwon beranjak dan mengambil jaketnya.

“Eh? Hyung!”Donghae bingung sendiri melihat hyungnya yang mulai labil,lemot,stress kalau sudah menyangkut Sooyoung.

“Apa sih ribut-ribut? Eh hyung? Mau kemana?”tanya Minho saat ingin masuk ke kamar Siwon. Minho bingung dan melemparkan wajah penuh tanya ke Donghae.

“Kau sudah pulang?”tanya Donghae.

“Ne,Siwon hyung kenapa?”tanya Minho.

“Mencari Sooyoung,”jawab Donghae.

“Eh,noona hilang?!”tanya Minho kaget. Donghae mengangguk,”Hilang setelah mungkin sadar Siwon dijodohkan dengan Tiffany,”

“Lebih dari itu kenapa kau dan Sulli akhir-akhir ini jutek sekali padaku?”tanya Donghae kesal.

“Eh? Anieyo,dasar pria sensitif,”Minho ingin meninggalkan Donghae.

“Mwoya? Yang kalian tunjukkan padaku itu jelas sekali tau! Anak sd pun bisa membaca kalau kalian lagi bête denganku,aish,”gerutu Donghae.

Trtttt trtttt …tiba-tiba ponsel Donghae bergetar.

From : Yuri

Oppa,sekarang aku ada di taman dekat rumah oppa,bisa temui aku sekarang?

Donghae mengernyitkan dahinya dan langsung beranjak pergi. Saat Donghae keluar,Sulli melihatnya dan mengikuti Donghae. Tanpa Sulli dan Donghae sadari juga,Minho yang melihat mereka keluar ikut keluar juga.

Donghae sampai di taman dan menemui Yuri yang sedang duduk diayunan sendirian. Donghae melepas jaketnya karena cemas anak itu akan masuk angin karena bajunya yang cukup terbuka dan tipis.

“Babo,malam-malam begini keluar tanpa jaket,kau bisa masuk angin. Kenapa kau disini? Bukannya rumahmu jauh?”tanya Donghae menghadap Yuri. Yuri berdiri dan tanpa mengucapkan apa-apa langsung mencium bibir Donghae. Sulli dan Minho (beda tempat) yang melihat terkejut dengan sikap Yuri yang agresif. Donghae sendiri kaget dan tidak bisa mengelak.

“Oppa…saranghaeyo…,”

TBC

Note from author : “Mianhe updatenya lamaaaa sekali hehehe soalnya author sibut ujian sih kemaren. Dan mianhe kalau part ini kurang oke,soalnya karena udah kelamaan gak nyentuh ni ff jadi kurang dapet feelnya lagi -___-” tapi aku bakal berusaha terus. Semangat!!! Dan dipart ini akhirnya Rigi muncul lagi…muahahahaha! (kayaknya udah jadi ciri khas cagalli14 kalo bikin ff selalu ada pasangan KyuRigi hahahahaha *evil’s laugh*. Ok,semoga kalian suka. Selamat membaca :D”

COMMENT IF YOU LIKE.

DON’T COMMENT IF YOU DISLIKE.

Btw ini udah 3x direvisi,hahahahaha…

10 Tanggapan to “A PLACE TO A HEART (6)”

  1. Sahl-Lin 3 November 2011 pada 5:14 AM #

    Hahaha di korea ada galau juga ya….. Hmm biasa nih kak dwi selalu jadi cameo di ffnya haha tapi aku bingung luna sama soojung ngejodohin vic sama kyu tapi rigi juga pacarnya kyu?

    Hmmm yuri seksi bgt ya pasti kayak aku bajunya dibuka terus haha sulli kasian sudah mulai menyadari dia jatuh cinta.

    Ditunggu lanjutannya kakakku yg cantik saranghaeyoooo <3333

    • cagalli14 3 November 2011 pada 5:48 AM #

      OMG iya ya hahaha wkt itu aku ngejodohin vic sm kyu ah bae lah yg penting mereka cuma side cast😄 hahahaha (akibat buru2 dan nafsu pengen kyurigi2an XD)
      okee adikku yang cantiiiik ^^

    • cagalli14 3 November 2011 pada 5:52 AM #

      udah aku sunting. hahaha😄

  2. deiyo 12 November 2011 pada 9:39 AM #

    aaahhh kan makin sebel sama fany😦. itu yuri agresif bener dah. okeh part nya makin penasaran, banyak konflik. next part ditunggu yoo

    • cagalli14 14 November 2011 pada 4:00 PM #

      ok,ASAP🙂

  3. novianti sitorus 16 Desember 2011 pada 10:17 PM #

    kasian soo unn🙂
    seruuu baca part selanjutnya keke

  4. missfishyjazz 17 April 2012 pada 5:49 AM #

    Yuri kenapa jadi nyebelin gitu sih TT.TT padahal dia biasku di SNSD !!
    Aaaa !!! Nyebelin !! Ganjen😦

    Itu siapa sih yang wkt Sulli diatap, bikin penasaran banget ..
    Sumpah thor, enek sama si umma .. Kerja.annya ngatur hidup anaknya terus .. Lama-lama aku jadi anaknya kabur dari rumah ..

    • cagalli14 17 April 2012 pada 6:58 AM #

      wah yuri biasmu ya? ahaha maaf ya >.< ini cuma fiksi ^^

      • missfishyjazz 17 April 2012 pada 7:10 AM #

        Gpp thor .. Cuma sebel aja😀

  5. aristika 4 Februari 2015 pada 2:24 AM #

    oh minho suka yuri ya kak itu
    aku curiga si tiffany nya jahat deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: