A PLACE TO A HEART (7)

21 Nov

A PLACE TO A HEART

Cast       :

Siwon as 1st son

Donghae as 2nd son

Minyoung as 3rd daughter

Minho as 4th son

Sulli as 5th daughter

Tiffany as Minyoung look a like

Sooyoung as Siwon’s girlfriend

Yuri as Minho’s manager team

CHAPTER SEVEN : I’VE NEVER BEEN LIKE THIS

“Oppa…saranghaeyo…jeongmal saranghaeyo…,”sekarang Yuri menunduk malu sehingga terlihat seperti sedang dalam pelukan Donghae. Sulli merasa hatinya benar-benar panas,tertusuk dan merasa tidak senang sehingga dia langsung lari dari tempat itu. Tanpa memperhatikan adiknya dan terlalu focus dengan pergumulan hatinya yang ikut sakit,Minho masih berada ditempat itu

“Yuri…,”

“Ah maaf! Aku terlalu blak-blakan…tapi…tapi aku jujur! Sifatku memang seperti ini. Tapi aku sudah menyukai oppa sejak dulu!”Yuri memotong Donghae yang belum sempat berbicara apa pun.

“Mianhe…tapi aku tidak tau kapan kita pernah bertemu,”ucap Donghae polos. Yuri mencoba menghandle kepolosan dan kecuekan Donghae.

“Kita selalu bertemu sejak kecil…hanya saja oppa tidak pernah melihatku. Aku tau itu! Karena itu aku ingin sekali ini saja oppa melihatku! Beri aku kesempatan!”pinta Yuri.

“Aku pasti memberi kesempatan gadis mana pun mendekatiku Yuri-ah…tapi gadis itu dilarang menciumku duluan tanpa izin dariku. Jadi jangan lakukan hal seperti tadi lagi dengan tiba-tiba,arraso?”ucap Donghae bijaksana. Wajah Yuri memerah karena malu.

***

“Kenapa…,”Sulli berhenti berlari dan mengatur nafasnya yang hampir habis sambil memegangi dadanya. Sulli tidak percaya apa yang dilihatnya bisa memukulnya dengan keras seperti itu. Tanpa terasa airmata keluar dari sudut matanya.

“Kenapa rasanya sesak sekali disini?”lirih Sulli sambil menyentuh dadanya. Kejadian saat Yuri mencium Donghae terlintas lagi di kepalanya dan membuat Sulli makin tidak nyaman. Padahal sudah sering melihat oppa bersama gadis lain…padahal dia sudah kebal tapi kenapa akhir-akhir ini dia merasa tidak nyaman jika Donghae seperti itu?

~~~

“Kau darimana saja Sulli-ah?”tanya umma saat Sulli masuk ke rumah.

“Aku Cuma mengecek sesuatu saja di luar umma. Maaf karena aku pulang telat,”Sulli membungkuk dihadapan ummanya.

“Aigooo…kenapa kau suka sekali meminta maaf padaku seperti ini? Diantara keempat dari kalian Cuma kau yang sangat sopan dan penurut,”umma mengangkat tubuh Sulli. Sulli tersenyum kecil,tentu saja umma…karena aku sebenarnya orang yang tidak pantas mendapat kasih sayangmu dengan Cuma-Cuma,batinnya.

Krek! *bunyi pintu terbuka*

“Eh? Kau juga dari luar Minho-ah? Darimana saja?”tanya umma kali ini menghampiri Minho. Namun Minho tidak mempedulikan umma dan langsung berlari naik ke atas. Sulli menatap oppanya dengan heran dan menyusul keatas.

“Mianhe umma,mungkin oppa kelelahan. Aku juga keatas dulu ya,”ucap Sulli.

“Oppa…,”Sulli membuka pintu kamar Minho setelah mendapat izin untuk masuk. Minho hanya menulis sesuatu dimejanya,mungkin pr? Sulli mendekati oppanya yang tidak banyak bicara saat itu.

“Kenapa oppa mengabaikan umma?”tanya Sulli. Minho membalas tatapan Sulli namun segera memalingkannya lagi sambil mengusap wajahnya.

“Aku tidak mendengar umma…,”jawab Minho.

“Apa oppa ada masalah?”tanya Sulli yang mengerti kapan saatnya Minho punya masalah,namja itu tidak akan sadar siapa yang ada disekitarnya jika dia sangat marah.

“Sedikit…masalah klub. Kau tidak usah cemas,”jawab Minho kembali menulis prnya.

***

“Apa-apaan suasana disini?”tanya Siwon heran saat pagi-pagi  melihat suasana dimeja makan sudah menjadi gloomy.

“Aku juga tidak mengerti. Beberapa hari ini kedua anak ini sepertinya jadi aneh dan pagi ini makin dingin saja,”jawab Donghae ikut kebingungan.

“Aku biasa aja kok,”tanggap Minho.

“Naddo,”sahut Sulli.

“Lihat hyung. Lihat betapa dinginnya mereka sekarang. Minho sih memang sering gloomy tapi Sulli tidak biasanya jadi dingin begini!”lapor Donghae pada Siwon.

“Hmmm…sudahlah,mungkin sedang masanya,”jawab Siwon lalu duduk dan bergabung untuk makan.

“Tiffany tumben tidak datang pagi ini,”ucap Donghae.

“Ne,”tanggap Siwon.

“Ada apa ya…biasanya dia selalu membangunkan suasana pagi rumah ini,”ucap Donghae.

Siwon teringat apa yang sudah dia katakan pada Tiffany sejak kejadian itu.

*flashback Siwon*

“Tiffany-ssi…,”

“Ne oppa?”tanya Tiffany saat umma tidak ada disekitar mereka.

“Bisakah kau menolongku? Aku tau kita dijodohkan oleh umma tapi kau tau kan aku sudah memiliki Sooyoung dan akan menikahinya jadi…,”

“Arraso,mianhamnida,”jawab Tiffany langsung sambil tersenyum cerah.

“Eh? Kau tau maksudku?”tanya Siwon.

“Ne! Sebagai sunbae yang kuhormati,aku ingin sekali membuat oppa senang dan tidak menyulitkan oppa tapi umma tetap memaksaku dan bilang tidak ingin ikut jika aku tidak ikut. Aku pikir jalan-jalan waktu itu penting sekali untuk oppa dan Sooyoung tapi ternyata keberadaanku memang sangat mengganggu,”jawab Tiffany. Siwon tersenyum puas.

“Kau tidak keberatan kan? Aku minta maaf padamu Tiffany-ssi. Tapi sejujurnya kau bukan pengganggu seperti yang kau kira hanya saja saatnya tidak tepat. Soal perjodohan juga…,”

“Tenang saja oppa. Aku juga tidak ingin bersama oppa,hehehehe. Sekarang kita team up untuk membuat umma menyerah untuk menjodoh-jodohi kita. Sebagai gantinya oppa harus memanggilku dengan lebih akrab. Aku juga ingin seperti Minyoung,menjadi yeodongsaengmu ^^!”jawab Tiffany. Siwon kaget mendengar pernyataan Tiffany.

“A…arraso…gomawo Tiffany..ah…aku jadi lega sendiri. Hahaha…aku sangat tidak enak jika harus menolakmu,”tawa Siwon.

“Eiy…seolah aku menyukai oppa ya? Tenang saja…aku ini sukanya dengan tipe cowok yang lebih liar kok! Tipe super perfect seperti oppa terlalu menakutkan untukku. Hahaha!”

*end of flashback*

Tapi kenapa dia tidak datang pagi ini? Apa dia mulai member jarak dengan keluarga ini atau bagaimana? Gumam dalam hati Siwon terus-terusan.

“Aku duluan. Terimakasih atas makanannya,”ucap Sulli sambil beranjak dari kursinya.

“Ah Sulli-ah,kau hari ini pulang jam 2 kan? Biar oppa menjemputmu,”ucap Donghae. Sulli merasa deg-degan sendiri saat dipanggil Donghae.

“Kuliahnya?”tanya Sulli.

“Hari ini tidak ada dosennya. Aku ingin makan ice cream,sudah lama kita tidak kesana. Ok?”

Sulli tidak menjawab langsung karena dia ingin sekali menjawab ‘ya’ tapi dia masih kesal dengan Donghae karena kejadian itu.

“Ke…,”

“Tidak ada jawaban artinya ok. Ya sudah,berangkat sana,”ucap Donghae. Sulli tertegun karena baru saja dia ingin mengatakan ‘Kenapa tidak ajak Yuri saja,’ tapi Donghae sudah memotongnya duluan. Perasaan Sulli jadi campur aduk karena bisa saja dia menolak tapi sesuatu menahannya mengucapkan ‘Aku tidak bisa,’.

~~~

“Sulli-ah!!!”panggil seseorang yang sangat Sulli kenali suaranya sehingga membuat gadis itu jadi malas untuk langsung menoleh ke belakang.

“Sulli…onnie ingin bicara!”Yuri menarik tangan Sulli. Sulli terpaksa berhenti dan menatap Yuri yang mengatur nafasnya setelah mungkin berlari-lari. Melihat wajah Yuri hanya membuat hati Sulli jadi sakit karena selalu teringat kejadian malam itu namun yeoja itu tidak berdaya untuk mengindar dari Yuri yang selalu mencarinya setiap hari disekolah.

“Waeyo onnie?”tanya Sulli.

“Aku…aku sudah menembak Donghae oppa!”lapor Yuri dengan wajah memerah.

“Aigoooooo~ Aku malu sekali saat itu. Tapi aku bisa mengungkapkannya!”curah Yuri.

“Chu…chukkae onnie…lalu?”Sulli ragu-ragu untuk menanyakan kelanjutannya karena dia langsung berlari setelah melihat Yuri mencium Donghae. Sulli merasa takut untuk menanyakannya namun pertanyaan itu berhasil terlontar juga.

“Dia menerimaku! Ah…jeongmal…aku merasa ini semua mimpi. Aku dan Donghae oppa sudah resmi pacaran,”jawab Yuri dengan wajah bersemu merah.

Jatung Sulli serasa ingin berhenti berdetak. Dia merasa sesuatu menusuk dadanya dan membuatnya lemas seketika.

“Be…begitu…chukkae,”ucap Sulli pelan.

“Kita sekarang adalah ipar! Ups…calon ipar,Sulli-ah!”Yuri menggenggam kedua tangan Sulli. Sulli memberanikan diri mengangkat wajahnya dan tersenyum sekuat tenaga.

“Sulli-ah!!!”tiba-tiba Jiyoung datang.

“Ah,sunbae annyeong. Kalian kelihatan akrab! Ah Sulli sudah lama tidak ketemu,aku kangen sekali padamu!”Jiyoung memeluk Sulli.

“Sunbaenim aku pinjam Sulli ya,soalnya waktu istirahat Cuma sebentar nih! Annyeong!”Jiyoung membawa Sulli ke tempat yang lebih nyaman untuk melepas rindunya dengan sahabat sejak kecilnya ini.

“Jiyoung-ah…,”ucap Sulli saat mereka sudah sampai ditempat yang lebih sepi.

“Ne?”tanya Jiyoung sambil menoleh pada Sulli.

“Gomawo!”Sulli langsung memeluk Jiyoung dan menangis.

“Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah!!!!”tangis Sulli pecah dipelukan Jiyoung yang bengong dengan raungan hati Sulli tersebut.

“Ssul…w…wae?”tanya Jiyoung bingung. Namun Sulli masih terus menangis sesegukan dan Jiyoung memutuskan untuk sahabatnya itu menangis dulu.

“Huaaah akhirnya jadi bolos nih!”seru Jiyoung setelah Sulli berhenti menangis.

“Mianhe Jiyoung-ah…,”ucap Sulli sambil mengelap airmatanya dengan tissue.

“Hmm apa kau balas dendam membuatku bolos karena aku meninggalkanmu selama 2 minggu untuk pelatihan di Jepang?”Jiyoung pura-pura menggerutu. Sulli tersenyum melihat sahabatnya itu.

“Anieyo…walau sedikit sih. Jika kau lebih lama lagi pergi aku akan melakukan lebih dari ini,”ucap Sulli sambil tertawa kecil.

“Kan! Benar kan kau menangis karena kangen padaku?!”seru Jiyoung.

“Hahahaha…anggap saja begitu,bweeee,”cibir Sulli. Jiyoung tertawa melihat Sulli sudah kembali ceria.

“Aku melihat ekspresimu saat berbicara dengan Yuri sunbaenim jadi aku langsung menarikmu pergi selain memang aku ingin menculikmu. Aku tidak pernah melihat kau semurung itu Sulli-ah tapi aku senang kau sekarang sudah bisa tertawa,”ucap Jiyoung sambil tersenyum.

“Ne…memang Cuma kau yang bisa membuatku senang,”puji Sulli sambil memeluk-meluk Jiyoung.

“Ssul…nanti gossip kalau kita lesbian beredar lagi loh!”protes Jiyoung.

“Hahaha! Biarin…aku tidak peduli. Kita memang saling mencintai kok,”tawa Sulli.

~~~

Jiyoung tidak menanyakan ada apa pada Sulli walau jauh dilubuk hatinya dia sangat penasaran. Sejak kecil Jiyoung tidak pernah memaksa Sulli untuk mengungkapkan apa masalahnya kecuali jika sudah diceritakan oleh Sulli sendiri. Jiyoung ingat sekali saat Minyoung meninggal,itu pertama kalinya Sulli menangis dihadapannya. Pertama kalinya Jiyoung melihat Sulli menangis dan menderita dan itu cukup membuat hati Jiyoung hancur. Melihat anak semanis dan selucu itu menangis hanya akan membuatnya sedih jadi Jiyoung tidak ingin lebih memaksanya menceritakan apa yang terjadi karena Sulli juga akan bercerita padanya.

“Oppa?”tanya Sulli saat melihat Donghae sudah menunggu digerbang sekolah. Donghae menatap Sulli sejenak.

“Kajja,”Donghae beranjak dari tempatnya.

“Eh? Bukannya menjemput Yuri onnie?”tanya Sulli.

“Hah? Aku tidak akan ke sekolah ini selain untuk menjemputmu,”jawab Donghae sambil membuka pintu mobil untuk Sulli.

“Sebelumnya…mulai hari ini kan harusnya untuk Yuri onnie,”tanggap Sulli sambil memasang seat beltnya saat Donghae juga sudah masuk ke mobil.

“Eh? Wae?”tanya Donghae.

“Kan kata Yuri onnie kalian sudah resmi jadian…,”jawab Sulli polos.

“Haaaah? Hahahaha!”Donghae malah tertawa.

“Wae?”tanya Sulli bingung.

“Anieyo sepertinya ada yang salah paham,”jawab Donghae sambil menjalankan mobilnya. Sulli masih belum mengerti.

“Sudahlah,tidak usah pikirkan hal itu. Kau masih kecil,”Donghae mengacak-acak rambut Sulli. Sulli terperangah melihat Donghae,beberapa hari ini dia menjaga jarak tanpa disadari dan saat mereka akrab lagi seperti ini malah membuat Sulli jadi lebih gugup.

“Apa ini disebut kencan lagi?”tanya Sulli saat mereka berdua.

“Tentu saja,”jawab Donghae.

“Hmmm…,”gumam Sulli.

“Wae?”Donghae berhenti memakan ice creamnya dan menatap Sulli.

“Anieyo tapi kata Soojung dan Luna,kencan itu adalah sesuatu yang dilakukan oleh sepasang kekasih. Kita kan adik kakak jadi ini bukan kencan namanya dan yang waktu itu juga bukan,”jawab Sulli. Tiba-tiba Sulli teringat perkataan Donghae karena ucapannya sendiri.

“Kalau boleh jujur aku senang saat tau kau bukan adik kandungku,”

Sulli terdiam. Apa karena dia bukan adik kandungnya jadi ini bisa termasuk kencan? Tapi kan mereka bukan sepasang kekasih.

“Anieyo Sulli-ah…kencan itu dilakukan kepada orang yang kita hargai dan sayangi. Tidak salah kan?”tanya Donghae.

“Begitu ya…,”Sulli sekarang teringat Yuri. Sekarang mereka sudah jadian jadi Yuri juga salah satu yang Donghae sayangi,sekarang Yuri dan dia…ada diposisi nomer berapa dihati Donghae?

“Aigo!”Sulli tiba-tiba memukul kepalanya sendiri. Donghae kaget.

“Aw!”Sulli kesakitan sendiri. Melihat Sulli seperti itu Donghae tertawa geli.

“Wae?”tanya Donghae.

“Ah! A…anieyo oppa,aku Cuma sedikit bingung. Ada sedikit masalah tapi tidak apa-apa kok aku bisa mengatasinya,”jawab Sulli.

“Hahaha,kau lucu sekali. Aku senang hari ini membawamu pergi,kau jadi tidak dingin lagi padaku,”Donghae sedikit beranjak dari tempat duduknya dan menyeka sesuatu dari pinggir bibir Sulli. Sulli kaget dan melihat bekas ice cream yang akhirnya dijilat Donghae dan itu membuat dada Sulli berdegup kencang.

‘Jangan pergi dengan Yuri onnie lagi,’

Sulli ingin sekali mengatakan hal itu namun dia tidak berani mengungkapkannya dan hanya bisa terdiam sambil menatap Donghae.

~~~

“Haaaaaaaaaaaaah…,”Sulli melenguh panjang setelah membanting tubuhnya dikasur. Dia terus teringat kejadian-kejadian hari ini yang dilewati dengan Donghae. Rasa kesal,marah,sedih,kecewa,hancur,senang,bahagia dan berdebar-debar terus terasa dan bersilih ganti didadanya hari itu. Dia tidak ingat perasaan seperti apa yang dia rasakan saat ini dan terus bertanya-tanya ‘kenapa’ akan apa yang dirasakannya. Yang ada dikepalanya hanyalah dia tidak ingin Donghae bertemu Yuri atau yeoja mana pun lagi dan ingin terus bersama Donghae yang notabene adalah oppanya sendiri.

Apa yang terjadi?

Kenapa aku belum merasakan hal ini sebelumnya…

Disebut apa yang aku rasakan saat ini?

Pertanyaan itu terus menerus berputar dikepala Sulli sampai yeoja itu tertidur pulas karena kelelahan.

***

“Sudah pasti…itu cinta!”seru Luna dengan tampang serius.

Sulli dan Soojung terkejut dan ikutan serius.

“Jeongmallo?!”tanya Soojung dengan tampang super kaget.

“Ne…kau merasa deg-degan dengannya. Kau merasa sesak dan sakit hati saat dia bersama orang lain dan kau selalu memikirkan dia sepanjang hari. Sudah pasti…itu cinta! Kau juga akan merasakan senang,marah,sedih dan banyak perasaan berdebar lainnya karena dia. Perasaan yang paling indah walau terasa menyesakkan itu jelas cinta. Kau. Jatuh. Cinta. Chukkae Soojung-ah!!!”Luna memeluk Soojung sementara Sulli masih terbengong memikirkan ucapan Luna.

Tepat sekali. Semua yang dikatakan Soojung dan yang disimpulkan Luna adalah yang dirasakan Sulli akhir-akhir ini.

Tepat sekali. Soojung sengaja acting sedang jatuh cinta dan curhat dengan mereka atas apa yang dirasakan untuk membuat si polos Sulli sadar akan perasaannya. Soojung dan Luna memang belum tau kepada siapa Sulli jatuh cinta tapi mereka yakin sekali dibalik sikap Sulli akhir-akhir ini temannya itu sedang merasakan cinta. Soojung dan Luna melirik Sulli yang terbengong dan mereka saling berkedip tanda bahwa trik mereka berhasil mengenai otak Sulli.

“Sulli…Sulli-ya?”Luna dan Soojung melambai-lambaikan tangan mereka didepan wajah Sulli.

“Eh?”tanya Sulli tersadar.

“Sulli-ah gwenchanayo?”tanya Soojung. Sulli mengangguk.

“Kita sedang dalam sesi curhat nih. Apa pendapatmu? Bagaimana perasaanmu saat bersama Taemin dulu? Apa seperti yang dirasakan Soojung?”tanya Luna.

“Eh? Hmm saat bersama Taemin oppa aku merasa senang,”jawab Sulli polos.

“Ani…anieyo! Bukan itu maksudnya. Apa kau merasa deg-degan,sesak,hatimu tertusuk-tusuk jika melihat dia dengan gadis lain,mudah marah dan memikirkan dia terus?”tanya Soojung.

“Hmm…eh?”Sulli tiba-tiba kembali ke pikirannya sendiri lagi. Dia sadar dulu saat jadian dengan Taemin tidak pernah merasakan hal seperti itu karena itu dia tidak mengerti dengan apa yang dirasakannya saat ini. Dan yang membuat Sulli lebih kaget lagi adalah kenyataan bahwa yang dirasakannya itu adalah cinta. Dan itu dirasakannya kepada Donghae.

“A…andwae!!!!”Sulli tiba-tiba memukul meja dan berdiri. Soojung dan Luna kaget.

“Eh? Waegeurae?”tanya mereka.

“Kau salah Luna,perasaan seperti itu…itu bukan cinta kan?”tanya Sulli seperti sedikit memaksa. Soojung dan Luna tertegun. Sulli langsung berlari tanpa mendapat jawaban dari mereka.

‘Kau merasa deg-degan dengannya. Kau merasa sesak dan sakit hati saat dia bersama orang lain dan kau selalu memikirkan dia sepanjang hari. Sudah pasti…itu cinta! Kau juga akan merasakan senang,marah,sedih dan banyak perasaan berdebar lainnya karena dia. Perasaan yang paling indah walau terasa menyesakkan itu jelas cinta. Kau. Jatuh. Cinta’

Sulli berhenti berlari dan mengatur nafasnya. Ucapan Luna teringang-ngiang ditelinganya. Tidak mungkin diusia seperti ini dia jatuh cinta,tidak mungkin dia jatuh cinta dengan orang yang sudah menjadi oppanya selama 16 tahun.

“Aku…tidak tau perasaan apa ini…tidak tau…aku tidak jatuh cinta!!!”

TBC

Cuap-cuap author (akhirnya bikin juga,hihihi) 

“Hai hai …lama tak bersua! *lambe-lambe* Well,sejujurnya kalo bikin ff itu harus fokus dan jangan berhenti karena buat dapet ide dan inspirasi itu susah banget >< tapi kemaren aku berhenti sebentar karena sibuk K-U-L-I-A-H. Holly damn! Anak kuliah gak jelas kapan libur kapan sibuk dan pas giliran libur banyak tugas akhirnya banyak yang terbengkalai termasuk ff ini. Tapi untungnya aku bikin rangkuman buat ff ini jadi inyaallah masih nyambung sama cerita awal. Hahaha! Sorry disini banyakan part tentang apa yang dirasakan Sulli yang masiiiiih sangat polos. Jadi banyak pergumulan hati dia tapi aku tetep bikin author pov karena kalo Sulli pov nanti terkesan cuma memfokuskan cerita ke dia (emang ke dia sih! hahaha!) Maaf gaje. Well selamat menikmati ya,semoga kalian suka. Aku menerima sekali kalo ada masukan terutama PUJIAN! hahaha! Tapi aku lebih suka adanya masukan (kritik dan saran) karena bakal menambah koreksi buat aku. Sankyu!” – cagalli14

7 Tanggapan to “A PLACE TO A HEART (7)”

  1. Sulli ♥ Linda 21 November 2011 pada 3:09 PM #

    Annyeonhaseyooo! Hua senang sekali ketika tau ada lanjutannya karena aku sedang bosan & ingin baca ff hehe.
    Ugh itu yang eskrim sulli belepotan terus dilap sama donghae itu cute sekali kakakkk!!!!

    Saran: Lebih panjang lagi ya chapternya huehuehueee *gatau diri

    Oke semangat buat ngelanjutinnya! Semoga kuliahnya ga sering ganggu! Hihi

    • cagalli14 21 November 2011 pada 3:55 PM #

      hahaha! oke bos! itu yang ice cream aku gtau mikir apa nih supaya jadi manis akhirnya kaya gitu deh mian kalo agak vulgar si donghaenya😄
      amiiiin!

  2. deiyo 22 November 2011 pada 11:56 PM #

    uweeeehh udah ada klanjutannya! ^o^. akhirnya sulli udah nyadar aja kalo dia suka hae. next part ditunggu yoooo😀

    • cagalli14 23 November 2011 pada 2:32 PM #

      okeee ^^ tunggu ya hihi

  3. elf_love 23 November 2011 pada 6:34 AM #

    Duh, kasian onnieku….
    Ak tau kok gmn prsaanny ank kuliah, ak jga pny onnie yg msi kuliah……
    Ssul suka Hae???
    Wah, gmna tuh??
    SsulHae!!
    Suka deh wktu Ssul mkan es krim ma Hae!!!!!
    Lanjut onn!!

    • cagalli14 23 November 2011 pada 2:32 PM #

      huhu iya ..mksh ya dongsaeng *hug*
      hihi ..tunggu aja!😉

  4. missfishyjazz 17 April 2012 pada 5:59 AM #

    Suli suka Hae ?? Bagus lah *lohhh*
    Makin enek sama Yuri .. Bawa.annya pingin ngehajar si Yuri deh X_X
    Kenapa disini dia nyebelin banget sih, kan kasian tuh si Minho😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: