A PLACE TO A HEART (8)

7 Des

A PLACE TO A HEART

Cast       :

Siwon as 1st son

Donghae as 2nd son

Minyoung as 3rd daughter

Minho as 4th son

Sulli as 5th daughter

Tiffany as Minyoung look a like

Sooyoung as Siwon’s girlfriend

Yuri as Minho’s manager team

CHAPTER EIGHT : A DATE

 

“Siwon…,”

“Ne umma?”

“Apa kau tidak mencintai umma?”tanya umma sambil menatap kebun dari balkon rumah.

“Tentu saja aku mencintai umma. Umma adalah wanita nomer satu yang ada dihatiku!” jawab Siwon berumur 10 tahun yang sedang berdiri disamping umma yang duduk.

***

Kata-kata yang diucapkan Siwon 13 tahun yang lalu keluar lagi dari mulutnya. Kata-kata yang sama,pertanyaan yang sama,tempat yang sama,suasana yang sama. Itulah yang selalu ditanyakan oleh umma kepada Siwon jika mereka bercekcok. Siwon tidak berdaya setiap kali umma menanyakan hal itu dan tentu saja jika dia sudah mengucapkan hal itu maka apa yang ummanya inginkan pasti dikabulkan Siwon.

“Kalau begitu…,”

“Hanya saja saat ini aku sudah punya tujuan dalam hidupku umma. Aku ingin menjalani hidupku,membangunnya dari awal dengan keputusanku sendiri,”potong Siwon. Umma terdiam.

“Apa yang kurang dari Tiffany?”tanya umma dengan suara bergetar,membuat hati Siwon makin berat.

“Tidak ada. Dia sangat baik dan hampir sempurna. Tapi aku lebih memilih Sooyoung,”ucap Siwon hati-hati.

“Siwon-ah…,”umma berdiri dan menatap Siwon.

“Apa dia lebih berarti daripada umma? Kau bilang umma no.1 untukmu,”tanya umma sambil menyentuh pipi Siwon. Siwon tidak bisa menjawab langsung pertanyaan berat seperti ini. Tentu saja umma sangat berarti! Siapa yang tidak menempatkan ibu sendiri diposisi teratas bagi seorang anak? Namun Sooyoung berbeda. Siwon membutuhkannya,Sooyoung adalah orang yang paling dibutuhkan Siwon untuk hidup. Ya,hidup bersama dan menata masa depan,itulah yang dipikirkan Siwon.

“Tiffany…sudah menolakku sebelum semuanya dimulai umma. Tidak ada kecocokan diantara kami,”ucap Siwon.

“Anak itu Cuma malu-malu…Siwon-ah,umma tidak ingin kehilangan wajah itu lagi. Melihat dia sehari-hari membuat hati umma bahagia. Umma sangat ingin kau menikah dengannya…,”

***

Ting Tong!

Sooyoung membuka pintu apartemennya dan hampir tersenyum saat melihat sebuah buket mawar besar disodorkan padanya namun Sooyoung menyimpan kembali senyum yang hampir keluar itu. Siwon menurunkan buket mawar tersebut sehingga wajahnya terlihat dan tersenyum manis pada Sooyoung.

“Ada apa dengan buket ini?”tanya Sooyoung.

“Sebagai tanpa maaf,”jawab Siwon dengan manis.

“Wae?”tanya Sooyoung.

“Tidak mempersilakan masuk dan menciumku?”tanya Siwon.

“Ah…mianhe,ayo masuk,”Sooyoung menyuruh Siwon masuk dan mencium pipi Siwon.

“Lalu…apa alasanmu membawa buket bunga ini?”tanya Sooyoung sambil meletakkannya ke dalam vas berair.

“Aku minta maaf karena kejadian kemarin,”jawab Siwon.

“Eh? Kejadian apa ya?”tanya Sooyoung mencoba mengingat-ingat.

“Soal Tiffany yang ikut kita jalan-jalan dengan umma. Kencan kita bertiga jadi gagal. Hehehe…mianhe Sooyoung-ah tapi aku janji kencan berikutnya akan berhasil,”jawab Siwon.

“Gagal? Kurasa berhasil kok. Tiffany tidak mengganggu sama sekali. Dia sangat akrab dengan umma,”tanggap Sooyoung. Sooyoung berusaha untuk tidak membawa masalah pribadi perasaannya kepada Siwon karena menurutnya itu hanya hal yang dia rasakan,hanya perasaan cemburu yang tak berarti.

“Sooyoung-ah…tidak seperti dirimu menyembunyikan masalah,”ucap Siwon.

“Aku tidak punya masalah Siwon-ah…hahaha kau ini lucu sekali,”ucap Sooyoung.

“Tentu saja ada. Jangan berbohong,kau merasa berat karena kemarin kan? Aku benar-benar tidak bisa mengerti maksud umma. Dia sangat senang bersama Tiffany makanya kemana-mana mereka selalu berdua,”cerita Siwon.

“Wah…bahagia sekali…jujur,melihat mereka aku sangat iri. Tapi aku mengerti kok,berkat Tiffany juga umma bisa kembali ceria kan?”tanya Sooyoung dengan senyumnya.

“Bisa berhenti menyembunyikan perasaanmu? Aku tau kau berbohong soal kemarin. Sooyoung-ah,bicara saja kalau kau marah. Bicara saja kalau kau cemburu. Aku ini calon suamimu,kita harus tetap saling terbuka,”pinta Siwon.

“Siwon-ah…aku tidak berhak merasakan hal seperti itu. Itu bukan kesalahanmu. Aku Cuma merasa cemburu tanpa sebab,ne…aku merasa cemburu dan iri karena dia sangat akrab dengan umma. Tapi tidak apa-apa,aku mengerti,”ucap Sooyoung.

Siwon dapat mengerti dengan jelas apa yang dirasakan Sooyoung. Bukan karena takut Tiffany akan merebut Siwon darinya tapi lebih pada perasaan cemburu karena Tiffany lebih bisa menarik hati umma.

“Kita akan rebut hati umma perlahan-lahan…aku yakin kau bisa melakukannya. Merebut hatiku saja kau bisa,”Siwon menarik Sooyoung kedalam pelukannya. Sooyoung hanya tertawa sambil menyembunyikan airmatanya.

***

“Lalu…kenapa aku dibawa juga?”tanya Donghae sembari menyimpan kunci mobilnya.

“Supaya kau bisa ajak Tiffany kemana-mana,kali ini harus berhasil. Aku dan Sooyoung ingin mengambil hati umma,kau mengerti kan Donghae-ya,aku percayakan padamu,bye,”ucap Siwon sambil menepuk pundak Donghae lalu pergi meninggalkannya.

“Cih…dasar anak itu,”dengus Donghae.

“Tiffany-ah,setelah ini kita bisa ke supermarket bareng beli bahan kue yang kita bicarakan itu,”ucap umma yang berjalan dengan Tiffany tidak jauh di depan Donghae.

“Ne umma,tenang saja,aku membawa catatannya kok,”jawab Tiffany.

“Tiffany,”panggil Donghae. Tiffany menoleh dan menunggu Donghae meneruskan kata-katanya.

“Kau bisa temani aku dulu tidak? Umma,aku dan Tiffany pergi beli sesuatu dulu ya. Kalian duluan saja,”Donghae menarik tangan Tiffany.

“Eh?”

“Kalau begitu umma ikut…,”

“Andwae andawae. Umma disini saja dengan mereka,kami tidak lama kok,bye,”Donghae membawa lari Tiffany jauh-jauh dari umma.

“Thanks Donghae,”batin Siwon dalam hati.

“Eomonim,ayo kita jalan barengan,”ucap Sooyoung mencoba menarik hati umma.

“Mau beli apa oppa?”tanya Tiffany setelah mereka sudah agak jauh.

“Ah?”Donghae kaget karena tadi dia Cuma mengajak Tiffany begitu saja. Dia juga tidak tau mau beli apa. Melihat Donghae kebingungan Tiffany Cuma bisa melontarkan ekspresi tanda tanya.

“Kalung…,”ucap Donghae.

“Kalung? Untuk siapa?”tanya Tiffany. Donghae tiba-tiba terdiam,sebuah kalung melintas begitu saja dipikirannya saat memikirkan mau beli apa. Dan saat Tiffany bertanya untuk siapa,hanya wajah Sulli yang ada dipikirannya.

“Sulli,”jawab Donghae lalu berjalan mencari-cari toko perhiasan.

“Wow,”Tiffany Cuma bisa berdecak takjub saat Donghae tanpa ragu mengeluarkan uang empat ratus ribu won hanya untuk sebuah kalung yang dimata Tiffany hanya diberikan kepada adiknya. Padahal Donghae juga tidak akan mau mengeluarkan uang sebanyak apa pun itu untuk wanita lain,Tiffany hanya tidak tau betapa spesialnya Sulli bagi Donghae.

“Kau sayang sekali pada Sulli. Ehm maksudku…kalung itu…apa dia benar-benar membutuhkannya? Ulang tahunnya kan sudah lewat,”ucap Tiffany heran.

“Thanks sudah bantu mencari modelnya. Untung kau perempuan,”ucap Donghae mengabaikan pertanyaan-pertanyaan Tiffany.

“Yah! Tentu saja aku ini perempuan. Kau kira apa? Ck! Lagian kalo orang nanya dijawab yang bener dong,”Tiffany terlihat kesal dan berjalan duluan.

“Hahaha maaf Tiffany-ssi. Aku traktir kamu ice cream deh sebagai ucapan terimakasih,mau?”tanya Donghae.

“Yah terserah deh…,”ucap Tiffany cuek.

“Eh,Donghae-ssi tumben datang dengan yeoja yang berbeda,”goda  pelayan yang lumayan akrab dengan Donghae.

“Dasar. Dia hanya tetanggaku kok. Aku pesan yang biasa. Kau pesan apa Tiffany-ssi?”tanya Donghae.

“Aku sama aja deh,”ucap Tiffany.

“Baiklah,ditunggu ya pesanannya. Donghae-ssi,semangat ya,”ucap pelayan itu dengan kerlingan jahil.

“Dasar,kami tidak ada hubungan apa-apa kok!”seru Donghae.

“Hahaha!”tawa Tiffany.

“Apanya yang lucu?”tanya Donghae.

“Hmm tidak. Kali ini kau harus menjawabku dengan benar ya baru aku akan memaafkanmu,”ucap Tiffany.

“Emang sejak kapan aku minta maaf?”tanya Donghae dengan bercanda.

“Ah masa bodoh. Kalau tidak dijawab dengan benar nanti aku kembali ke mereka,”ancam Tiffany.

“Ne ne…apa?”tanya Donghae.

“Siapa yeoja yang sering kau bawa kesini?”tanya Tiffany. Donghae terdiam dan tidak langsung menjawab,dia menatap ke luar jendela.

“Donghae-ya?”panggil Tiffany. Donghae menoleh dan tersenyum.

“Apa penting?”tanya Donghae.

“Hmm,kalau aku penasaran maka hal itu akan jadi penting,”jawab Tiffany.

“Dia yeoja yang paling aku sayangi,”jawab Donghae.

“Ye…yeojachingu?!”tanya Tiffany kaget. Tiba-tiba Donghae terlihat sedih,dia hanya tersenyum pahit dan menggeleng.

“Tidak. Tidak sampai situ…tapi dia lebih dari sekedar yang disebut orang dengan ‘yeoja chingu’. Aku tidak memikirkan apa status kami. Aku hanya menyayanginya. Itu saja,”ucap Donghae.

“Cinta?”tanya Tiffany.

“…Ne…,”ucap Donghae pelan.

“Kenapa sedih sekali…oppa…berjuanglah,”ucap Tiffany lembut. Donghae kaget karena ini pertama kalinya Tiffany bersikap sopan dan manis dengannya. Saat itu juga Donghae sadar dengan perasaan yang selama ini dirasakannya. Ini pertama kalinya dia mengungkapkan tentang perasaannya dan Tiffany adalah orang pertama yang mengetahui hal itu.

“Gomawo…Tiffany-ah,”ucap Donghae tulus.

~~~

“Lalu bagaimana kencan hari ini?”tanya Donghae malam harinya saat sedang berdua saja di kamar Siwon.

“Umma sangat baik. Tapi kelihatan jelas dia tidak akan menyerah soal Tiffany,”jawab Siwon sambil mengutak-atik laptopnya.

“Aku…,”Siwon berhenti mengetik dan berdiri menatap foto Sooyoung di samping tempat tidur Siwon.

“Melihat tidak ada masa depan dengan Sooyoung dan umma. Saat berjalan bersama aku merasa masa depan yang seperti itu sangat jauh dan mustahil. Melihat Sooyoung berusaha keras dan kesulitan menghadapi umma yang cukup tertutup dengannya dan selalu membicarakan soal Tiffany membuatku sedih. Aku sudah menyusahkan Sooyoung,”ucap Siwon.

“Hyung…,”

“Aku sudah cukup mengerti hari ini. Umma tidak bahagia jika tidak ada Tiffany. Aku melihat umma berusaha keras untuk bersikap baik. Melihat Sooyoung dan umma yang sama-sama berusaha keras seperti itu aku jadi merasa bersalah. Donghae-ya…aku akan coba turuti keinginan umma,”ucap Siwon sambil menatap Donghae dengan serius.

“Tapi kenapa? Kau masih belum berusaha jauh hyung. Jangan menyerah!”ucap Donghae panik.

“Kau tau kan seberapa besar aku mencintai kedua orang itu. Aku tidak ingin menyulitkan mereka lagi,aku tidak boleh keras kepala. Ya kan? Donghae,katakan yang aku pikirkan ini benar. Aku harus tegas,”pinta Siwon.

“Hyung,kau selalu bimbang. Aku benci itu,”ucap Donghae.

“Mwoya?”Hei ..kau yang kerjaannya gonta-ganti pasangan tiap seminggu sekali memangnya tau apa?”tanggap Siwon kesal.

“Ayolah hyung,aku tidak mau bertengkar denganmu. Aku Cuma tidak suka kau bingung dengan cintamu sendiri pada Sooyoung noona”ucap Donghae.

“Donghae-ya,tapi kau tidak mengerti perasaanku. Kau tidak melihat tatapan umma padaku. Aku paling tidak ingin membuat beliau kecewa dan terluka. Soal cinta…ne,mungkin bisa dipupuk begitu saja. Ini Cuma soal perasaan…bagaimana pun juga umma adalah orang yang melahirkanku. Aku tidak boleh mengecewakannya,”ujar Siwon.

“Hyung! Apa kau berpikir begitu entengnya dengan perasaan yang disebut ‘cinta’? Aish! Jeongmallo! Ada apa denganmu,sebagai seorang ibu pun umma tidak akan mengecewakan dan membuat anaknya menderita juga kan?”

“Yah…kau tidak mengerti soal ini. Sudahlah…kau belum…,”

“Mwoya?! Hyung! Kenapa kau mau menyerah semudah ini pada seseorang yang tentu saja bisa kau miliki?! Kau bilang aku tidak mengerti cinta? Kau bilang aku selalu bergonta-ganti pasangan? Jika saja cinta yang aku alami bisa semudah hyung dengan noona…AKU TIDAK AKAN MELEPASKANNYA SEUMUR HIDUPKU!”

Bruak!

Donghae memukul tembok disamping Siwon dan meninggalkan Siwon dengan membanting pintu. Siwon terperangah dengan tingkah Donghae. Bukan karena ucapannya menusuk hati Siwon namun lebih pada apa yang diungkapkannya. Apa Donghae sedang jatuh cinta? Cinta seperti apa yang dialaminya sampai membuat dia semarah ini?

“Ada apa?”tanya Sulli menghampiri mereka karena mendengar suara ribut. Donghae melirik pada Sulli sebentar namun dia langsung mengabaikannya dan pergi.

“Oppa? Donghae oppa,”Sulli ingin mengejar Donghae namun ditahan oleh Siwon.

“Oppa…kalian bertengkar?”tanya Sulli.

“Tidak Sulli-ah…maaf sudah membangunkanmu,”Siwon membimbing Sulli ke kamarnya lagi.

“Aku mencemaskan Donghae oppa…mianhe oppa,aku akan kembali secepatnya!”Sulli melepaskan tangan Siwon dan berlari turun kebawah mengejar Donghae.

Sulli berlari mencari-cari Donghae dilingkungan sekitar rumah mereka. Tadi tidak ada mobil atau motor yang dipakai jadi Sulli yakin Donghae tidak jauh disini dan jika tebakannya benar pasti Donghae ada di danau dalam taman.

“Oppa…,”

TBC

9 Tanggapan to “A PLACE TO A HEART (8)”

  1. elf_love 9 Desember 2011 pada 4:46 AM #

    Jeng jeng jeng, Jessy’s here…!!!!!! #gadayangtanya

    Umma ny jahat bgt sih mo misahin SiYoung……
    Mereka b2 kan cocok!!!!
    Aaahhhh!!!!!
    Hae ska Ssul, Ssul jga ska Hae, trus gmna tuh???
    Umma ny kan tauny mrka sodara????
    Lanjutin onn!!!!!

    • cagalli14 9 Desember 2011 pada 9:06 AM #

      iya nih makin pusing & ribet ..hahaha,semangat!

  2. linda 11 Desember 2011 pada 7:06 AM #

    Haiiii aku baru baca part yang ini wah sulli menyusul ke danau aku akan langsung baca part selanjutnya! Tiffany kepribadian ganda hehehe

    • cagalli14 11 Desember 2011 pada 9:28 AM #

      tiffany sbnrny baik ..hheu dia hanya tidak mengerti

  3. novianti sitorus 16 Desember 2011 pada 10:27 PM #

    donghae udah pacaran sama yuri tapi masih perhatian sama sulli🙂
    Sooyoung unnie kasiaaaaan😦

    • cagalli14 17 Desember 2011 pada 3:59 PM #

      donghae sebenernya gak pacaran sm yuri tp dasar yuri yang boong sm sulli blg mrka udh jadian ..

  4. missfishyjazz 17 April 2012 pada 6:09 AM #

    Aduhh si umma X_X
    Siwon oppa jangan menyerah !! Fighting !! Donghae oppa dan Sooyoung unnie mendukungmu ..
    Ehh author, maaf aku mw tnya nih, sbnrnya Donghae itu beneran pacaran gk sih sama Yuri itu ..
    Biking galau.. Terus cewek yang biasa diajak makan di kedai es krim itu Sulli kan ??

    • cagalli14 17 April 2012 pada 7:00 AM #

      udh dpt jawabannya? hhi ..itu sebenarnya cuma yuri yg manas2in sulli ..donghae tidak pernah pacaran sm siapa pun selain sulli diff ini🙂
      yups sulli ^^

  5. aristika 4 Februari 2015 pada 5:21 AM #

    kasian si siwonnya kak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: