A PLACE TO A HEART (9)

11 Des

A PLACE TO A HEART

Cast       :

 Siwon as 1st son

Donghae as 2nd son

Minyoung as 3rd daughter

Minho as 4th son

Sulli as 5th daughter

Tiffany as Minyoung look a like 

Sooyoung as Siwon’s girlfriend

Yuri as Minho’s manager team

 

CHAPTER NINE :  JE T’AIME

 

“Donghae-ah,apa yang kau tunggu? Ayo kesini,liat adik barumu,”ajak umma saat melihat Donghae hanya berdiri dibalik pintu sementara saudara-saudaranya yang lain asyik menatap bayi mungil yang digendong oleh umma mereka.

“Tidak biasanya Donghae seperti itu. Biasanya dia sangat senang melihat Minyoung dan Minho yang baru dilahirkan,”ucap appa.

“Anieyo…dia sangat senang kok,”ucap umma sambil menatap wajah Donghae yang bersemu merah seperti malu-malu.

“Donghae-ah…Sulli ingin berkenalan dengan oppanya,ayo kesini,”ucap umma lagi.

“Ayo Hae-ah,dia sedang tertidur. Lucu sekali,”Siwon menarik tangan Donghae. Donghae akhirnya mendekat. Wajah Donghae terlihat takjub melihat bayi yang ada digendongan ummanya. Bayi itu memiliki pipi apel yang kemerahan dan lucu,bibirnya mungil dan hidung mungilnya terlihat mancung,dia tertidur dengan nyenyak namun tak lama terbangun dan dengan mata sedikit terbuka bayi itu bergerak.

“Sulli…,”Donghae meletakkan kelingkingnya ditangan bayi itu. Ya,bayi bernama Sulli,Sulli menggenggam kelingking Donghae sehingga membuat anak itu kaget namun merasa sangat senang,saat itu juga bayi itu tersenyum singkat namun bisa dilihat dengan jelas oleh Donghae. Donghae kecil yang berumur 5 tahun merasa sangat terpesona dengan apa yang dilihatnya,sejak itulah Sulli menjadi sangat berarti untuknya.

 

***

 

“Oppa…,”

Sulli mengatur nafasnya dan tersenyum lega saat melihat Donghae berdiri di depan danau yang sudah tidak ada siapa-siapanya lagi itu. Tentu saja,ini kan sudah jam 11 malam.

Donghae menoleh kebelakang dan mendapati wajah sumringah Sulli karena lega menemukannya dibawah cahaya bulan penuh malam itu. Donghae sempat terpesona dan berpikir dia sedang bermimpi. Sulli mendekat dan berdiri menatap Donghae. Sinar bulan purnama malam itu membuat bias wajah mereka terlihat jelas. Danau di taman itu terasa sunyi dan menyaksikan semua kejadian yang ada disana dalam diam. Donghae hampir terbawa perasaan dan tersadar saat hampir mencium Sulli.

“Oppa?”Sulli sendiri kaget karena Donghae sempat meletakkan tangannya dibahu Sulli. Donghae langsung melepaskannya dan berbalik menatap danau.

“Sulli-ah kenapa kau disini? Tidak pakai jaket pula,”ucap Donghae.

“Aku tidak kedinginan kok. Aku mencemaskan oppa,sepertinya kalian bertengkar,”ucap Sulli polos.

“Tetap saja kau bisa masuk angin. Sudah pulang sana,aku masih ingin disini,”ucap Donghae. Sulli menggeleng,dia menatap ke mata Donghae. Sulli tau Donghae saat ini sedang sedih dan itu membuat dia tidak ingin beranjak satu langkah pun dari sisi Donghae.

“Kenapa bertengkar dengan Siwon oppa? Oppa kelihatannya sedih sekali,”tanya Sulli. Donghae tersentak kaget mendengar ucapan Sulli.

“Mwoya?! Hyung! Kenapa kau mau menyerah semudah ini pada seseorang yang tentu saja bisa kau miliki?! Kau bilang aku tidak mengerti cinta? Kau bilang aku selalu bergonta-ganti pasangan? Jika saja cinta yang aku alami bisa semudah hyung dengan noona…AKU TIDAK AKAN MELEPASKANNYA SEUMUR HIDUPKU!”

 “Tidak. Tidak sampai situ…tapi dia lebih dari sekedar yang disebut orang dengan ‘yeoja chingu’. Aku tidak memikirkan apa status kami. Aku hanya menyayanginya. Itu saja,”

“Kenapa sedih sekali…oppa…berjuanglah,”

“Kalau boleh jujur aku senang saat tau kau bukan adik kandungku,”

Kata-kata itu berputar-putar lagi dibenak Donghae. Sekarang,didepannya berdiri orang yang selama ini mengisi kepalanya. Sulli. Gadis yang sama sekali tidak boleh dicintai lebih dari batas seorang saudara baginya. Entah sejak kapan perasaan sayang sebagai keluarga berubah menjadi lebih tapi yang bisa diingat oleh Donghae adalah sejak dulu memang hanya Sulli yang bisa membuat hatinya bahagia karena itu dia paling menyayangi Sulli diantara saudara-saudara yang lainnya. Menurutnya Sulli adalah yang paling penting. Sulli adalah yang paling spesial. Tidak…jauh sebelum itu…sebelum dia tau Sulli bukan adik kandungnya,saat pertama kali melihat bayi Sulli,Donghae sudah merasa ada sesuatu yang mengikat hatinya. Perasaan itu memang bukan sekedar perasaan sayang kepada seorang adik perempuan. Ikatan yang sebenarnya memang tidak bisa dibohongi. Sulli yang tidak punya hubungan darah apa pun,memang sudah berhasil membuat Donghae jatuh hati sejak pandangan pertama. Sekeras apa pun Donghae menepisnya tapi perasaan itu memang ada,sebanyak apa pun gadis yang hadir dalam hidupnya untuk membuat dia melupakan perasaan ‘aneh’nya kepada Sulli tetap saja dia tidak bisa berbohong lebih jauh lagi.

‘Saranghae…,’batin Donghae sambil menatap Sulli.

Grep!

“Eh? Oppa?”Sulli hanya kebingungan saat Donghae memeluknya tiba-tiba.

‘Sulli-ah…seandainya kebenaran itu tidak terungkap. Seandainya adik kandungku dapat bertahan hidup. Seandainya appa tidak mengambilmu menjadi maknae keluarga ini. Seandainya saat melihatmu pertama kali kau tidak tersenyum seperti itu. Seandainya kau adik kandungku…semua akan berjalan dengan baik-baik saja. Tapi saat ini…hatiku sudah tidak nyaman lagi. Aku ingin berteriak di depanmu bagaimana perasaanku yang sebenarnya,’

Sulli masih tidak mengerti kesedihan seperti apa yang dialami Donghae dan hanya bisa membalas pelukannya saja. Perasaan Sulli juga penuh dengan apa yang dirasakan Donghae. Apa yang dilakukan Donghae kali ini membuatnya makin sadar bahwa dia benar-benar jatuh cinta.

Tapi kedua orang ini…tidak tau bahwa mereka memiliki getaran yang sama.

***

“Sulli-ah,ada apa?”tanya Yuri saat Sullli menghampiri Yuri.

“Onnie…,”Sulli mendekati Yuri dengan ragu.

“Ne? Katakan saja,”ucap Yuri.

“Tolong hibur Donghae oppa!”pinta Sulli.

“Eh? Ada apa dengannya?”tanya Yuri.

“Karena onnie adalah yeojachingunya,jadi aku pikir Cuma onnie yang bisa meredakan kesedihan oppa. Semalam dia bertengkar dengan Siwon oppa dan dia kelihatan sedih sekali,”jawab Sulli.

“Karena itu…aku mohon hibur dia,”pinta Sulli bersungguh-sungguh.

“Tentu saja. Itu tugasku sebagai yeojachingunya kan.”jawab Yuri sambil tersenyum. Sulli membalas senyuman Yuri walau hatinya terasa sangat sakit mendengar kata ‘yeojachingu’.

Gwenchana…ini demi Donghae oppa,batin Sulli.

“Sulli…kau minta apa dengan Yuri?”tanya Minho setelah Yuri pergi.

“Eh? Ah anieyo…aku cuma minta dia menghibur Donghae oppa karena semalam Donghae oppa & Siwon oppa bertengkar,”jawab Sulli jujur.

“Bertengkar? Serius?”tanya Minho kaget.

“Ne,aku tidak sengaja mendengar,oppa belum pulang sih semalam,” jawab Sulli.

“Karena apa? Lalu kenapa harus Yuri yang menghiburnya?”Minho sedikit terlihat kesal.

“Karena dia yeojachingunya,”jawab Sulli dengan berat,karena lagi-lagi harus mengakui bahwa Yuri adalah yeojachingu Donghae.

“Mwo?!”Minho tampak sangat shock. Sulli kaget melihat reaksi oppanya itu,namun setelah Sulli panggil-panggil,Minho terlihat tidak fokus dengan realita yang harus dia hadapi sekarang.

~~~

“Apa ini artinya?”tanya Donghae heran saat dia tidak menemui Sulli seperti biasa di gerbang sekolah melainkan Yuri yang datang padanya.

“Oppa,aku senang sekali oppa menjemputku disini. Ayo kita jalan,”ucap Yuri sambil mengandeng Donghae.

“Aku tadi tanya,mana Sulli?”tanya Donghae tegas.

“Akh…kau selalu mencari Sulli. Dia sedang di ruang klub dengan Taemin. Entah jam berapa dia pulang,lebih baik kita duluan saja,yuk,”ucap Yuri.

“Taemin…?”Donghae ingat,dulu Sulli pernah jadian dengan Taemin tapi kemudian putus. Mendengar ucapan Yuri malah membuat hati Donghae jadi panas dan membuat moodnya hilang.

“Oppa? Kajja,”tegur Yuri lagi. Kali ini Donghae hanya menuruti Yuri dan naik ke mobil.

Sepanjang perjalanan sambil menyetir mobil pikiran Donghae sangat tidak fokus dengan apa yang diceritakan Yuri. Mengakui perasaanya secara resmi semalam malah membuat hatinya jadi tidak mudah jika Sulli bersama namja lain. Apa harus Donghae mengatakan langsung ke Sulli tentang perasaanya? Tapi apa tujuannya? Hanya akan membuat masalah dan tidak akan merubah apa-apa karena hanya Donghae yang memiliki perasaan ini,begitu batin Donghae.

“Oppa,apa yang kau pikirkan?”tanya Yuri sambil menyentuh tangan Donghae. Donghae tersadar dan melirik Yuri.

“Eh? Mianhe…aku memikirkan kuliahku. Tadi kau bilang apa?”tanya Donghae.

“Oppa pernah bilang bahwa oppa memberi kesempatan untuk siapa pun yang menyukai oppa…,”ucap Yuri. Donghae mengangguk.

“Apa aku berhasil…meraih hati oppa?”tanya Yuri murung. Donghae menoleh pada Yuri sekilas lalu fokus lagi ke jalan.

“Kau butuh kerja keras,”jawab Donghae.

“Tapi bagaimana dengan yeoja lain?”tanya Yuri.

“Tentu saja mereka perlu kerja keras,”jawab Donghae lagi.

“Napeun namja. Kau benar-benar membuat gadis menderita!”gerutu Yuri. Donghae tersenyum kecil,dia lalu menepikan mobilnya.

“Aku juga mau…kalau kau bisa merebut hatiku,aku juga mau Yuri-ah. Karena itu berusahalah,”ucap Donghae serius. Donghae memang sangat berharap akan ada yeoja yang berhasil membuatnya jatuh cinta sehingga dia bisa melupakan perasaan terlarangnya pada Sulli. Tapi dari Ivy,Hara,Jessica,gadis-gadis yang lain bahkan Yuri pun belum ada yang berhasil membuat dia jatuh hati. Mereka hanya gadis yang hadir untuk bermain-main dikehidupan Donghae & membuat Donghae melupakan tentang Sulli barang sejenak. Lalu setelah waktu bermain selesai,Sulli akan dengan otomatis masuk ke pikiran Donghae lagi. Selalu seperti itu,dia juga berharap lebih pada Yuri. Barangkali gadis ini bisa membuat dia serius,tapi saat ini saja yang ada dipikirannya hanya Sulli seorang.

“Kalau begitu…oppa harus menerima taktikku untuk merebut hatimu,”ucap Yuri. Donghae tidak menjawab,Yuri memajukan wajahnya agar lebih dekat dengan wajah Donghae dan bersiap mencium Donghae. Donghae menatap Yuri,dia juga hampir mencium Yuri namun tiba-tiba Donghae hanya mendekap Yuri.

“Mianhe…ternyata belum bisa,”ucap Donghae. Yuri hampir menangis saat didekap Donghae,lagi-lagi dia gagal untuk membuat Donghae jatuh padanya.

~~~

“Sulli-ah…kau masih disini?”tanya Taemin saat mendapati Sulli yang sedang melukis.

“Oppa?”Sulli berhenti melukis & tersenyum manis.

“Siapa yeoja yang ada dilukisan itu?”tanya Taemin sambil memperhatikan lukisan yang Sulli buat. Seorang gadis yang menoleh ke belakang dengan tatapan sendu. Sulli melihat lagi hasil lukisannya dan terdiam.

“Entahlah…,”jawab Sulli setengah melamun. Gadis ini seperti aku saja…batin Sulli.

“Sulli…,”Taemin tiba-tiba menggenggam tangan Sulli. Sulli kaget namun tidak menepisnya.

“Kenapa kau akhir-akhir ini terlihat murung? Aku…tidak suka melihat kau seperti itu. Jika ada yang menyakitimu katakan padaku Sulli-ah. Aku tidak akan membiarkanmu sedih. Kau tau perasaanku kan? Aku tidak pernah berubah,”ucap Taemin serius.

“Saranghae…,”ucap Taemin.

Sulli seolah tersapu oleh ucapan itu. Membuat dia sadar betul apa yang dirasakannya. Saat Taemin mengatakan itu hanya satu orang yang muncul dikepala Sulli. Apa benar ini cinta? Jika dulu Taemin mengatakan soal ini,Sulli tidak mengerti seperti apa tepatnya perasaan yang dirasakan Taemin. Tapi sekarang dia merasakannya…merasakan bahwa setiap kata cinta dan suka selalu menuju pada satu orang yang selalu dipikirkannya,yaitu Donghae.

“Gomawo oppa…tapi aku rasa oppa bisa mendapatkan yang lebih daripada aku,”ucap Sullli sambil tersenyum dan menampakkan eyesmilenya.

Mianhe Taemin oppa…mianhe….

***

“Sooyoung,kau ada waktu? Ada yang ingin kubicarakan,”ucap Siwon ditelepon.

“Lalu…apa yang ingin kau katakan?”tanya Sooyoung setelah Siwon menjemput Sooyoung yang sedang bekerja dan membawa Sooyoung ke tepi sungai han. Mereka berdua hanya duduk di dalam mobil sambil menatap sungai han.

“Soal hubungan kita…,”ucap Siwon berat. Sooyoung sudah merasa sesuatu akan terjadi namun dia hanya bisa menguatkan hatinya untuk mendengar apa yang akan dikatakan Siwon.

“Apa ada yang salah dengan hubungan kita? Kenapa beberapa hari ini kau tidak mengubungiku?”tanya Sooyoung blak-blakan. Siwon tidak langsung menjawab.

“Mianhe…,”ucap Siwon.

“Aku butuh penjelasan,bukan kata maaf,”jawab Sooyoung sambil tersenyum tegar.

“Setelah aku pikir-pikir. Ada satu hal yang harus kita korbankan untuk kebahagiaan yang lainnya. Dua-duanya yang paling penting untukku…tapi aku harus memilih salah satu. Sooyoung-ah…andai saja hati umma bisa mudah ditembus…,”Siwon mulai menahan emosinya. Umma Siwon adalah orang yang lembut dan penyayang tapi juga sangat kuat pendirian dan susah diajak kompromi. Karena berasal dari keluarga kaya dan anak bungsu,ummanya sudah terbiasa dimanja dan dituruti kehendaknya bahkan oleh anak-anaknya sekali pun. Mengambil hati ummanya untuk hal seperti ini sama saja dengan mengambil berlian kecil yang tenggelam dalam lumpur.

“Aku mengerti,”ucap Sooyoung sambil tersenyum.

“Aku mengerti…kita harus menyerah,”lanjut Sooyoung.

“Tolong jangan tersenyum,”pinta Siwon.

“Siwon-ah…aku tau kau bisa menentukan apa yang baik untukmu dan orang-orang yang kau sayangi. Lakukanlah…lakukan apa yang sudah kau putuskan. Aku akan mendukungmu,”Sooyoung lagi-lagi tersenyum menutupi kesedihan & kekecewaannya.

“Babo!”Siwon langsung memeluk Sooyoung. Sooyoung kaget dan hampir menangis karena dipeluk Siwon.

“Marah padaku Choi Sooyoung. Pukul aku! Menangis saja! Berteriak saja! Makanya aku bawa kau kesini. Jangan malah tersenyum!”seru Siwon sambil memeluk Sooyoung dengan erat. Sooyoung malah menahan tangis yang hampir keluar dan menggelengkan kepala.

“Tidak…jika harus berakhir. Maka harus berakhir dengan manis…sama seperti saat pertama kali kita memulainya,”ucap Sooyoung.

Siwon teringat lagi 7 tahun yang lalu. Saat pertandingan basket di tahun terakhir di SMP,Siwon pertama kali bertemu Sooyoung yang menjadi ACE dari SMP lawan. Saat itu Siwon kagum melihat permainan dan tinggi badan Sooyoung,menurutnya diantara para gadis yang ditemuinya,Sooyoung sangat berbeda. Kekaguman itu berlanjut saat Siwon bertemu lagi untuk kedua kalinya dengan Sooyoung di jalan dekat sekolahnya. Sooyoung sedang asyik memberi makan kucing dan hal itu mampu membuat perasaan kagum Siwon berubah menjadi cinta pada pandangan pertama. Tepatnya pada senyum yang tidak ditunjukkan Sooyoung saat dilapangan.

“Sooyoung-ah…kau tau,aku sangat mencintaimu…Tapi kau lebih mengerti keadaanku dibanding siapa pun kan? Mianhe Sooyoung-ah…pada akhirnya aku tidak bisa membahagiakanmu…,”lirih Siwon. Sooyoung mengangguk. Kini airmatanya sudah jatuh ke pipi dan sampai ke pundak Siwon. Siwon tidak sanggup melepaskan pelukannya karena jika dia melakukannya dia akan melihat wajah Sooyoung yang menangis.

Sejak 7 tahun yang lalu…sampai kapan pun juga perasaanku tidak akan pernah berubah…gomawo Sooyoung-ah….

Siwon mengantar Sooyoung untuk yang terakhir kalinya ke apartemen Sooyoung.

“Gomawo Siwon-ah…kita masih akan berteman kan?”tanya Sooyoung sebelum dia turun dari mobil.

“Ne…teman baik,”jawab Siwon sambil tersenyum lemah.

“Kalau begitu aku turun dulu,”ucap Sooyoung. Siwon menahan tangan Sooyoung.

“Hanya bertanya…tolong jawab jujur,”pinta Siwon.

“Ne?”tanya Sooyoung.

“Choi Sooyoung…apa kau masih mencintaiku?”tanya Siwon. Sooyoung sedikit lemah saat Siwon melontarkan perasaan itu namun dia langsung tersenyum untuk menghapus rasa sakitnya.

“Ne…tentu saja,”jawab Sooyoung jujur. Siwon tersenyum lirih.

“Hwaiting! Bye,”Sooyoung langsung membangun semangat lalu turun dan tidak menoleh lagi. Siwon menatap Sooyoung yang berjalan sampai menghilang dibalik pintu gedung apartemen. Hatinya terasa sangat berat,sekarang kesedihan yang harus ditahan selama saat bersama Sooyoung dia tumpahkan. Siwon menangis tanpa bersuara sambil menungkupkan wajahnya disetir mobil. 

Choi Sooyoung…setiap hari pun aku akan terus bertanya padamu apa kau masih mencintaiku….

***

Minho duduk termenung sambil menatap lapangan basket. Pikirannya melantur kemana-mana dan membuat dia tidak fokus dengan latihan kali ini.

“Karena apa? Lalu kenapa harus Yuri yang menghiburnya?”Minho

“Karena dia yeojachingunya,”

Percakapannya dengan Sulli tadi siang tidak bisa dilupakan oleh Minho sedikitpun. Sejak kapan Yuri jadian dengan Donghae,kenapa harus Donghae,kenapa rasanya sesak sekali…Minho terus memikirkan jawabannya namun dia tidak mengerti sama sekali.

Minho teringat lagi saat kelas 1 dia masuk ke klub basket dan bertemu Yuri,co-manager yang satu tingkat dengannya. Yuri tersenyum dengan manis & terlihat simple namun menarik sehingga membuat Minho tertarik. Mungkin karena Yuri adalah yeoja yang paling sering dilihatnya karena hampir dari 80% kehidupan Minho adalah basket,jadi yang ada dimata Minho hanya Yuri dan hal itu membuat dia terbiasa sehingga tumbuh perasaan yang lebih dari sekedar tertarik atau kagum.

Minho,selain basket & keluarga memang hanya Yuri yang bisa dia pikirkan. Diantara banyaknya yeoja di sekolah itu,diantara yeoja-yeoja yang hadir dihidupnya,hanya Yuri yang dia tau. Lalu orang yang selama ini disukai olehnya sudah menjadi milik hyungnya sendiri? Kenyataan seperti apa yang dihadapi Minho…ini bahkan lebih rumit daripada soal matematika yang dibencinya.

“Yuri-ah…kenapa harus hyung?”Minho melempar bola basket dengan kuat ke tengah lapangan.

“Arghhhh!!!!!”

Bruak!!!!

Minho melempar bola yang lain dan berteriak sepuasnya dilapangan basket indoor itu sendirian.

“Babo…aku menyukaimu…dasar babo…arghhhh!!!!”Minho melempar bola basket lagi dengan sekuat tenaga.

***

“Jadi…kau benar mau mulai berkencan dengan Tiffany?”tanya umma antusias.

Siwon terdiam sejenak.

“Hyung…?”Donghae hampir menjatuhkan gelas saat tanpa sengaja mendengarnya.

“Ne…,”jawab Siwon.

 

TBC

 

From author : “Kyakya! Author jadi geli sendiri nulis banyak kata cinta dipart ini. Wkwkwkw,selamat menikmati dan jangan lupa komen ^^,”

12 Tanggapan to “A PLACE TO A HEART (9)”

  1. linda 11 Desember 2011 pada 7:21 AM #

    T______T syoo jangan putus huhu donghae juga harus berusaha! Ih sedih banget yg syoo ih ibu ibu tuh ya susah dimengerti ! Hwaiting kak! Ditunggu part selanjutnya :DDD

    • cagalli14 11 Desember 2011 pada 9:29 AM #

      kesian sooyoung-ku :”( iya donghae sulli jg kasian huks

  2. deiyo 11 Desember 2011 pada 10:46 PM #

    setiap anak2 nya disini pada galau yaaaa?? huweeee. sooyoung nya jangan dibikin putus sama siwonnya😦 author lanjut yaaaa. jangan bikin soo patah hati .. ^^

    • cagalli14 12 Desember 2011 pada 9:21 AM #

      iya haha namanya ff galau ini mah😄
      hihi tunggu aja kelanjutannya🙂

  3. elf_love 15 Desember 2011 pada 11:41 PM #

    Onnie……
    Bayi ny Sulli lucu!!!
    Jdi pngen liat nih……..
    Ni sih, bkan galau lgi, tpi SUPERDUPERMEGATERRAGIGA GALAU!!!!! #ganyambung
    onnie hrus tnggung jawab!
    Pgi” dah bkin org galau ja…… #digetokonnie
    hehehe………
    Mian bru bsa comment, lgi sbuk try out nih, maklum, klas 3 JHS…..
    Hwaiting!!!

    • cagalli14 17 Desember 2011 pada 4:02 PM #

      aku jg mau liat baby sulli! >.<
      hihihi ne ..gomawo ttp baca wlw lama dipublish :p ^^

  4. novianti sitorus 16 Desember 2011 pada 3:45 PM #

    annyeoong aku reader baruu😀
    Belom baca part 1-8 ,malah part 9 duluan hehehe
    Baca dulu deh😀
    daebaak😀 aku suka ceritanya🙂

    • cagalli14 17 Desember 2011 pada 4:00 PM #

      annyeong ..selamat datang di blog kami ^^ ne ..hihi gomawo ^^

  5. Choi Young Eun 17 Desember 2011 pada 4:50 PM #

    Hwa~ ! Eonnie ! ;(
    tanggung jawab ! Aku beneran nangis pas baca ff ini . .
    Sbagai SooWon shipper aku gak pernah rela mereka pisah ! Gimana dong eon ?😐

    eh iy, annyeong! New readers !

    • cagalli14 19 Desember 2011 pada 7:03 AM #

      annyeong hihi jangan nangis dong🙂

  6. missfishyjazz 17 April 2012 pada 6:25 AM #

    Umma !!! aku semakin membencimu !!😦
    Kasian Sooyoung .. Untung ajaa Sooyoung super duper baik kaya gitu ..
    Be patient, Sooyoung unnie !! Masih ada aku yang mendukungmu, dan author dan readers lain *lohh*
    Intinya semangat ..
    Si Yuri mah bikin enek deh😦

  7. aristika 4 Februari 2015 pada 6:12 AM #

    benarbenar kasian siwonnya
    cinta segi empat donghae minho yuri dan sulli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: