A PLACE TO A HEART (10)

24 Des

A PLACE TO A HEART

Cast       :

 Siwon as 1st son

Donghae as 2nd son

Minyoung as 3rd daughter

Minho as 4th son

Sulli as 5th daughter

Tiffany as Minyoung look a like 

Sooyoung as Siwon’s girlfriend

Yuri as Minho’s manager team

 

CHAPTER TEN : CONFESSION

“Oppa…ini rasanya enak,coba deh,”Sulli menyodorkan creepenya pada Donghae.

“Ne…tapi yang ini lebih enak,”Donghae menyuapkan creepe rasa strawberry coklat kacangnya pada Sulli.

“Hmm…creepe memang enak sekali ^^,”ucap Sulli riang.

“Lalu kita kemana? Karaoke?”tanya Donghae.

“Ne,ide bagus! Yang kalah traktir jjangmyun ya,”tanggap Sulli.

“Hahaha,bersiap-siap uangmu habis Sulli-ah,”ucap Donghae.

“Enak saja,aku ini jago nyanyi loh,”kata Sulli.

Mereka lalu masuk ke Happy Karaoke dan nyanyi lagu yang riang sebanyak-banyaknya seperti orang gila.

“Akh! Kau ternyata jago nyanyi. Padahal dulu suaramu nyaring sekali,”gerutu Donghae yang kalah dalam lomba menyanyi dengan Sulli.

“Aku bilang juga apa. Aku ini berbakat jadi penyanyi terkenal,”kata Sulli bangga.

“Jjangmyun!”tagih Sulli.

“Ne ne…tapi masih ada 1 lagu lagi tuh yang tersisa. Sayang kalau nggak dihabiskan,”tunjuk Donghae ke LCD karaoke.

“Yang kalah aja deh nanyi,”kata Sulli yang sudah kelelahan. Donghae menatap Sulli sambil tersenyum lembut.

“Jangan terpesona ya…,”ucap Donghae sambil mencari lagu yang akan dinyanyikannya.

“Eonhebuteiyeottneunji…ijeosseoyo…Naega wae ireoneunji nan moreujyo…,”

Donghae menyanyikan sebuah lagu dari Super Junior K.R.Y,trio yang sangat terkenal di Korea saat itu. Lagu yang berjudul The One I Love,walau sekeras apa pun berpaling,sejauh apa pun berlari,sekuat apa pun menepisnya tapi perasaan tidak bisa berbohong dan satu-satunya yang ada di depan mata saat kau menutup dan membuka mata hanya lah satu orang itu. Seperti halnya yang dirasakan Donghae,sekeras apa pun dia berusaha menepis dan menghilangkan perasaan itu tapi pada akhirnya dia tetap berhenti dan mencari satu orang saja,yaitu Sulli. Mendengar Donghae menyanyikan lagu seperti ini hanya membuat Sulli merasa sesak saja. Dia lalu terhanyut dalam pikirannya untuk beberapa saat sampai Donghae menegurnya setelah lagu selesai dimainkan.

“Haaaaah! Aku kenyang!”seru Sulli setelah mereka dari restoran jjangmyun.

“Masih mau main atau mau pulang?”tanya Donghae.

“Sudah jam 8 malam ya…hmm…kita photobook dulu yuk!”ajak Sulli semangat. Donghae tersenyum melihat Sulli yang ceria lagi karena sejak dari karaoke tadi Sulli kelihatan agak down. Donghae berpikir itu karena Sulli lapar atau bosan,Donghae tidak tau saja apa yang dirasakan Sulli sebenarnya.

“Setuju. Kajja,”Donghae kali ini mengenggam tangan Sulli sehingga membuat Sulli kaget dan deg-degan. Sepanjang jalan di myongdae itu Donghae dan Sulli berjalan sambil berpegangan tangan seperti sepasang kekasih. Mereka sama-sama tidak sanggup menatap satu sama lain dan terlihat canggung sampai tiba di tempat photobox.

“Selamat karena kalian adalah pasangan paling serasi hari ini. Kalian mendapatkan diskon!”

Sulli dan Donghae bengong melihat penjaga photobox yang dengan semangatnya mengatakan hal itu.

“Ka…kami bukan pasangan kok!”Sulli langsung mengklarifikasi.

“Eh? Sayang sekali kalau begitu. Padahal kalian terlihat seperti pasangan yang sedang kasmaran. Serasi sekali. Yang cowok tampan yang cewek imut,”penjaga photobox itu terlihat agak kecewa.

“Ah tidak kok…kami memang pasangan,dia Cuma pemalu. Jadi kami dapat diskon kan?”ralat Donghae.

“Eh?”wajah Sulli memerah saat Donghae mengatakan bahwa mereka adalah pasangan. Donghae tersenyum dan menatap Sulli sambil terus mengenggam tangan Sulli.

“Lumayan loh,didiskon,”bisik Donghae. Sulli tidak bereaksi karena semua yang dilakukan Donghae cukup membuat dia berdebar-debar.

“Kajja,”Donghae menarik tangan Sulli setelah selesai melakukan transaksi dengan penjaga photobox.

“Sulli-ah,kau senang hari ini?”tanya Donghae sebelum mereka mengambil foto.

“Eh? Ne…aku senang sekali,”jawab Sulli polos.

“Kalau begitu ayo kita foto dengan gaya yang imut,”ucap Donghae sambil memilih frame untuk foto.

“Ayo!”ucap Sulli semangat.

“Oppa…hari ini menyenangkan sekali,”ucap Sulli sambil menatap foto stiker mereka. Donghae hanya tersenyum lemah.

‘Sulli-ah…kenapa kita harus lahir sebagai saudara? Kenapa kita bertemu? Kenapa aku bisa jatuh cinta padamu?’ tanya Donghae dalam hati sambil memperhatikan Sulli yang sibuk memandang foto stiker mereka.

“Oppa…aku senang sekali punya foto stiker bersama oppa,”ucap Sulli sambil menatap Donghae. Donghae sadar bahwa wajah Sulli merona bagaikan tersipu sehingga membuat Donghae kaget.

‘Apa tidak apa-apa kalau aku mengungkapkannya? Kita kan bukan saudara kandung…apa tidak apa-apa? Hhhh! Bagaimana ini?!’batin Donghae.

Tiba-tiba Donghae teringat kejadian tadi pagi.

*flashback*

“Jadi…kau benar mau mulai berkencan dengan Tiffany?”tanya umma antusias.

“Ne…,”jawab Siwon.

“Hyung! Kau gila?!”Donghae langsung menghampiri Siwon dan umma.

“Donghae-ah…,”

“Babo…umma,mau umma apa sih?!”tanya Donghae kesal.

“Do…Donghae-ah,memangnya ada apa?”tanya umma kaget.

“Siwon hyung itu sudah punya orang yang dia cintai! Dia akan menikah dengan Sooyoung noona,kenapa umma egois sekali?!”bentak Donghae.

“Donghae-ya jangan begitu pada umma!”seru Siwon.

“Umma hanya ingin Tiffany menjadi menantu umma. Hanya dia yang bisa membuat umma melupakan kesedihan umma tentang Minyoung,”umma tiba-tiba menangis dan membuat kedua namja itu kaget.

“Umma jangan menangis,aku tidak akan membuat umma sedih lagi. Karena itu…,”

“Itu yang umma mau? Asal Tiffany jadi menantu umma kan?”potong Donghae.

“Donghae-ya…?”tanya Siwon bingung.

‘Seperti ini juga tidak apa-apa. Aku memang tidak punya pilihan akan urusan percintaan pribadiku. Siwon & Sooyoung harus bahagia. Mereka sudah bersama selama 7 tahun. Ne…tidak apa…aku ini hanya robot,’batin Donghae. Donghae lalu membuat keputusan yang berat dan cukup egois.

“Umma…,”Donghae sedikit ragu mengucapkannya.

Ne…lupakan saja semuanya. Cuma ini yang bisa aku lakukan…

“Umma…Aku yang akan menikah dengan Tiffany!”seru Donghae.

*end of flashback*

Donghae menatap lagi yeoja yang saat ini berdiri dihadapannya. Yeoja yang benar-benar dia sayangi dan cintai. Yeoja yang dia inginkan tapi tidak akan pernah menjadi nyata untuknya.  Satu-satunya yeoja yang ingin dipeluknya dan dimilikinya. Semua mimpi dan keinginan semu itu harus diakhiri Donghae hari ini juga. Sekali ini atau tidak untuk selamanya.

“Sulli-ah…saranghae…,”ucap Donghae dengan nada pelan namun bisa didengar jelas oleh Sulli. Sulli terperangah kaget dan sempat terdiam namun detik berikutnya dia tertawa.

“Ne…naddo,”jawab Sulli yang menyangka ini hanya ucapan biasa seperti dulu saat Donghae mengatakan dia menyayangi Sulli.

“Bukan sebagai saudara…tapi sebagai namja dan yeoja,”ucap Donghae kikuk. Seluruh tubuh Sulli berubah kaku dan nafasnya seakan tertahan. Sulli memang polos & masih kecil tapi dia mengerti ucapan itu. Dia mengerti apa artinya kata ‘saranghae’ yang diucapakan sebagai namja dan yeoja. Sulli sudah banyak menonton film romantis.

“Aku tidak mengerti…lagipula…bukannya oppa pacaran dengan Yuri onnie,”Sulli mengalihkan pandangannya.

“Kau salah paham! Aku bukan pacar siapa-siapa!”seru Donghae. Sulli kaget dan menatap Donghae.

“Tidak apa-apa. Kau tidak perlu mengerti. Aku juga tidak ingin kau melupakan ini,tapi aku tidak ingin kau merasa terbebani. Aku hanya ingin kau ingat…aku menyayangimu lebih dari sekedar saudara. Perasaanku sangat dalam sampai-sampai aku bingung bagaimana harus menjelaskannya. Tapi aku harus mengakhirinya kan? Kita adalah saudara…jadi anggap saja ini sebagai pembersihan. Mulai besok aku akan terus menyayangimu sebagai oppa yang baik untukmu…dan kau harus ingat,aku tidak menyukai Yuri. Sama sekali tidak,”ucap Donghae.

“Shiro…,”ucap Sulli sambil menahan kedua tangan Donghae namun masih menyembunyikan wajahnya dari Donghae.

“Oppa kejam…,”ucap Sulli. Donghae kaget mendengarnya,dia merasa sudah melakukan kesalahan dan merasa sangat bersalah.

“Apa itu pembersihan? Oppa kejam…jangan seperti itu! Karena sepertinya aku juga menyukai oppa!”isak Sulli tiba-tiba. Donghae benar-benar shock,dia mencoba mengontrol telinga dan dirinya sendiri apakah ini bukan mimpi.

“Sulli-ah…,”

“Apa…yang oppa rasakan sama seperti yang aku rasakan? Tidak bisa berhenti memikirkan oppa…tidak mau oppa dengan yeoja lain terutama Yuri onnie. Saat oppa dengan Yuri onnie,aku merasa marah. Saat melihat oppa berciuman dengan Yuri onnie,aku merasa lemas. Aku tidak bisa berhenti memikirkan oppa! Apa yang oppa katakan tadi sama seperti yang aku rasakan?!”teriak Sulli.

Donghae tidak tau lagi harus mengatakan apa,semua yang dirasakannya dikatakan dengan jelas oleh Sulli sebagai visualisasinya. Semua yang dirasakannya juga dirasakan Sulli. Perasaan yang sama…kegelisahan yang sama,Donghae merasa yang didengarnya ini adalah mimpi. Tapi jika Donghae mengkonfirmasi ucapan Sulli maka artinya mereka bisa bersama? Bukankah ini akan terlarang? Lagipula Donghae juga sudah memilih untuk menikah dengan Tiffany demi umma. Jika Donghae memilih Sulli juga tidak mungkin hubungan mereka bisa diterima oleh keluarga mereka.

“Ternyata…,”Donghae tersenyum pahit.

“Tidak…,”sambung Donghae. Sulli menatap Donghae tak percaya.

“Ne?”tanya Sulli bingung.

“Aku bilang tidak…,”ucap Donghae dengan tatapan dingin.

“Aku tidak merasakan hal yang sama seperti itu…maknae-ah…,”sambung Donghae dengan hati berat. Sulli menatap Donghae tak percaya. Baru beberapa detik yang lalu ucapan Donghae mampu membuat hati Sulli bahagia,Cuma ingin mengatakannya…Cuma ingin merasakannya bersama,jadi Sulli menanggap perasaan ini wajar. Tapi tidak halnya dengan Donghae.

“Jeongmalo?”Tanya Sulli shock. Donghae menatap Sulli dengan sedih.

“Ne…,”jawab Donghae pelan.

“A…Aku benci oppa!”Sulli yang merasa dipermainkan berlari meninggalkan Donghae yang hanya bisa berdiri menatap foto stiker yang terjatuh.

“Apa-apaan ini…,”ucap Donghae yang sinis dengan nasibnya sendiri.

***

“Sulli-ah,kau sudah belajar? Ulangan matematika kali ini pasti sulit sekali,”gerutu Soojung.

Ulangan…aku bahkan tidak ingat sama sekali,batin Sulli.

“Sulli-ah,gwenchanayo? Kenapa kau terlihat murung lagi? Aigooo~ kemana Sulli yang ceria? Kembalikan Sulli-ku huhuhu,”Soojung memeluk Sulli. Tapi Sulli hanya tersenyum tipis dan mengusap-usap kepala Soojung.

“Sulli-ah…,”Luna melihat Sulli dengan prihatin. Sulli sekarang memang jarang terlihat ceria seperti dulu. Meski begitu dia tetap tersenyum dan menanggapi orang-orang disekitarnya namun sahabat-sahabat Sulli tentu tau sesuatu terjadi pada Sulli.

Sulli-ah…jangan sedih!

~~~

“Sulli-ah,ada apa dengan Donghae oppa? Kenapa setiap aku menelepon tidak pernah diangkatnya dan dia tidak pernah membalas pesanku? Saat aku pergi ke kampus kata teman-temannya dia tidak masuk,di rumah juga jarang ada. Apa kau tau dia sering kemana?”tanya Yuri saat istirahat.

“Aku tidak tau…mianhe onnie…,”jawab Sulli.

“Wae? Kau bertengkar dengan Donghae oppa?”tanya Yuri.

“Anieyo…ah onnie,mianhe…jangan tanyakan lagi tentang Donghae oppa padaku. Aku permisi dulu,”Sulli lalu pergi dari hadapan Yuri.

“Benar…mereka bertengkar,”gumam Yuri sambil memperhatikan Sulli.

***

“Sulli…kenapa kau murung sekali…apa kau sakit?”tanya Siwon.

“Eh?”Sulli yang sedang melamun sambil menonton tv kaget saat Siwon berdiri dibelakangnya.

“Anieyo oppa…hehe,oppa bagaimana dengan Sooyoung onnie?”tanya Sulli antusias. Dia masih belum mengetahui apa yang sudah terjadi dengan Siwon dan Sooyoung.

Wajah Siwon terlihat murung. Dia teringat perkataan Donghae tempo hari namun sampai sekarang dia belum bertemu Donghae. Ya,Donghae belum kembali sejak hari dia dan Sulli berkencan.

“Oppa…?”Sulli mengagetkan lamunan Siwon.

“Eung…oppa bilang aku yang murung tapi kenyataannya sekarang oppa yang murung,”sindir Sulli.

“Hahaha…kau salah persepsi Sulli-ah. Hei,sejak kapan kau bisa mengerjai oppamu hah?”Siwon mengacak-acak poni Sulli,Sulli tertawa karena ucapan Siwon.

“Eh?”Siwon berhenti mengacak-acak poni Sulli. Sulli menatap Siwon dengan heran.

“Kau…dahimu panas sekali!”Siwon mengusap-usap dahi Sulli dan memegang tangan Sulli.

“Sulli-ah,kau tidak apa-apa? Badanmu panas sekali!”Siwon langsung panik.

“A…anieyo! Cuma sedikit panas,tidak apa-apa. Aku tidak merasakan apa-apa,”elak Sulli. Dia tidak ingin membuat Siwon cemas.

“Eh…ada apa ini? Sulli sakit? Omo! Gwenchanayo egi-ah?!”umma yang kebetulan baru turun dari tangga langsung mendekati dua bersaudara itu.

“Anieyo umma…hanya sedikit peningkatan suhu tubuh. Aku tidak apa-apa,”jawab Sulli.

“Kau ini bilang apa sih,jangan sampai sakit parah. Siwon-ah,ambil termometer,”perintah umma.

“Ne umma,”Siwon langsung ke belakang mengambil termometer di kotak obat.

“Umma…aku benar-benar tidak apa-apa,aku Cuma butuh istirahat,”ucap Sulli tenang.

“Jangan banyak alasan dulu,ayo kita ukur suhu tubuhmu,”umma lalu mengambil termometer yang dibawa Siwon.

~~~

“Eh?”Tiffany berhenti saat melihat sesesok yang dikenalnya berdiri di depan kantornya.

“Annyeong,”Donghae mendekati Tiffany yang baru selesai bekerja.

“Ada apa kesini? Siwon oppa sudah pulang dari tadi,”tanya Tiffany.

“Anieyo,aku ingin bertemu denganmu,”jawab Donghae.

“Eh?”wajah Tiffany memerah tanpa bisa dikontrol olehnya. Tiffany tersenyum kecil lalu tertawa lebar.

“Aku ini tidak mudah diajak kencan loh!”canda Tiffany. Donghae tersenyum kecil.

“Tapi aku bisa dengan mudah mengajak orang yang tidak mudah diajak kencan untuk keluar denganku,”jawab Donghae.

“Hmph…hahaha…! Sepertinya kau betul,”tawa Tiffany.

“Lalu…ada apa tiba-tiba ingin bertemu denganku?”tanya Tiffany saat mereka berdua sedang duduk diatas kap mobil Donghae sambil minum soju di tepi sungai han.

“Apa aku langsung ke pokok pembahasan?”tanya Donghae.

“Ne…aku tidak suka namja yang bertele-tele. Cah,kajja! Katakan apa yang ingin kau katakan,”ucap Tiffany.

“Tiffany-ah…kau suka Siwon hyung?”tanya Donghae.

“Eh?!”Tiffany merasa dunianya berhenti saat Donghae tiba-tiba menanyakan hal itu. Dia merasa dadanya sedikit bergetar saat Donghae menanyakannya.

“Hmm…aku suka,”jawab Tiffany. Donghae tidak berespon apa-apa dan terlihat berpikir keras.

“Apa kau ingin menikah dengannya?”tanya Donghae lagi. Tiffany sekarang mengerti maksud Donghae.

“Aku suka Siwon oppa. Dia sangat baik,tampan,sopan & tidak kekurangan dalam hal apa pun. Dijodohkan oleh umma adalah suatu kehormatan bagiku,kurasa itu adalah impian setiap yeoja…menikah dengan Choi Siwon yang tampan dan memiliki masa depan yang cerah. Tapi aku… lebih memilih seseorang menikahiku karena dia mencintaiku. Siwon oppa mencintai Sooyoung,bagiku tidak ada celah untukku masuk diantara mereka berdua. Aku tidak masalah dijodohkan dengan siapa saja. Dengan syarat…orang itu memang menyukaiku dan tidak terpaksa,”jawab Tiffany dengan tenang.

“Begitu…kalau begitu baguslah,”jawab Donghae lega. Donghae yang tersenyum lega membuat hati Tiffany terlena saat itu. Tiffany sedikit menaruh harapan pada Donghae.

“Kau ini bodoh sekali…,”gumam Tiffany.

“Eh? Mwoya?!”tanya Donghae kaget.

“Anieyo…lalu kenapa kau terlihat lega?”pancing Tiffany. Ekspresi wajah Donghae langsung berubah.

“Tiffany-ah…walau keinginanmu begitu. Umma tidak akan berhenti. Seumur hidupku aku tidak pernah melihat keinginan umma tidak dituruti. Lalu bagaimana menurutmu?”tanya Donghae.

“Apa aku memang harus menuruti umma?”tanya Tiffany balik.

“Apa kau ingin menurutinya?”Donghae melempar pertanyaan lagi. Tiffany tersenyum sinis karena kalah.

“Aku merasa berat menolaknya. Sedikit demi sedikit…umma sudah masuk begitu dalam ke kehidupanku,”jawab Tiffany.

“Aku tau. Jadi…yang umma inginkan adalah kau menjadi menantunya. Tidak dengan Siwon juga tidak apa-apa…Tiffany-ah…,”Donghae hampir tidak sanggup mengatakannya dan bayangan Sulli melintas begitu saja dikepalanya.

“…seperti itu! Karena sepertinya aku juga menyukai oppa!”

“Donghae-ya?”tegur Tiffany. Donghae tersadar dan kembali fokus pada Tiffany.

“Kau…denganku saja…,”ucap Donghae akhirnya.

***

“Aku bilang tidak…,”

“Aku tidak merasakan hal yang sama seperti itu…maknae-ah…,”

Buk! Buk! Buk!

“Kalau boleh jujur aku senang saat tau kau bukan adik kandungku,”

Buk! Buk! Dring!!!! Buk…buk…buk….

“Hhh…hhh…,”Sulli membungkuk sambil mengatur nafasnya. Dia lalu mengambil bola yang menggelinding kepinggir dan mendribblenya lagi.

“Sulli-ah…saranghae…,”

“Apa itu pembersihan?!!!!”

Buk! Buk!

“Hhh…hhh…,”Sulli terus mendribble bola sambil berlari dengan sekuat tenaga. Nafasnya terasa panas dan pandangannya mulai kabur. Sulli merasa kepalanya pusing. Terlebih lagi semua yang terjadi dan apa yang dipikirkannya membuat dia makin pusing.

Dring!!!!!

Bola basket yang dilempar Sulli berhasil masuk. Sulli yang merasa pandangannya kabur perlahan-lahan terduduk dan jatuh pingsan di tengah lapangan basket.

Sulli pingsan di lapangan basket indoor khusus untuk putri yang sudah tidak ada siapa-siapanya lagi. Hari sudah jam 7 malam dan waktu berlalu setengah jam semenjak Sulli pingsan karena demam tinggi.

“Aku pikir ada orang disini. Kenapa lampunya masih hidup ya?”Minho yang biasa latihan sampai jam 9 malam di lapangan indoor laki-laki mengecek lapangan indoor putri yang masih hidup lampunya. Minho hampir tidak melihat Sulli namun saat dia masuk lebih ke dalam,dia mendapati adiknya itu sudah jatuh pingsan.

“SULLI-AH!!!!”

***

“Ne,sajangnim,aku akan menghubungi kepala divisi besok,”

“Bagus kalau begitu team leader Sooyoung,kau memang bisa diandalkan,”

“Ah aku akan membantu sebisaku,”ucap Sooyoung malu-malu.

“Kalau begitu aku pulang dulu ya,sajangnim,annyeong,”Sooyoung lalu berjalan sendiri dan saat tersadar seseorang menunggunya tak jauh dari sana,langkah kaki Sooyoung terhenti.

“Siwon-ah?”tegur Sooyoung. Siwon tersenyum lembut. Hati Sooyoung terasa hangat namun juga sakit mengingat orang di depannya ini sudah bukan miliknya lagi.

“Aku datang sesuai janjiku…,”ucap Siwon.

“Janji?”

“Ne…Cuma untuk memastikan,apa kau masih mencintaiku?”tanya Siwon. Sooyoung tersenyum lirih dan mendekati Siwon.

“Babo…mana ada mantan pacar menanyakan itu setiap hari? Siwon-ah…,”Sooyoung menatap Siwon dengan lembut.

“Jangan lakukan ini lagi. Kau tidak akan pernah bangkit dan memulai sesuatu yang baru jika seperti ini. Jika begitu,pengorbananku akan terasa sia-sia,”ucap Sooyoung.

“Mianhe…tapi,jawab dulu pertanyaanku. Ini yang terakhir,”pinta Siwon.

“…,”Sooyoung memalingkan wajahnya.

“Aku anggap itu sebagai ‘tidak’? Tapi aku tidak akan memaafkanmu jika kau berbohong,”ucap Siwon

“A…ne…,”jawab Sooyoung. Sooyoung tadinya ingin menjawab ‘anieyo’ agar Siwon tidak berhenti menemuinya.

“Gomawo,”Siwon lalu meninggalkan Sooyoung begitu saja. Sooyoung menatap punggung Siwon dengan sendu.

“Babo…lalu kenapa jika kau tidak memaafkan aku? Itu lebih baik…tidak usah bertemu lagi lebih baik. Dasar Sooyoung babo,”sesal Sooyoung dalam hati.

~~~

Trrrrtttt…trrrrtttt….

Siwon melirik ponselnya yang bergetar sembari menyetir mobil. Dia sempat mengabaikannya karena sedang di tol namun orang itu menelepon lagi untuk ke-4 kalinya.

“Yoboseo,”ucap Siwon akhirnya setelah menepi ke jalur 2.

“Hyung! Kau dimana? Sulli pingsan,kami disekolah,aku tidak bisa membawanya dengan motorku!”

“Eh?! Ne! Aku kesana sekarang!”Siwon membanting ponselnya dan masuk ke jalur 1 untuk secepatnya sampai di sekolah Sulli & Minho.

“Minho-ya!!!”Siwon berlari masuk ke ruang klub basket dan mendapati Minho sedang kebingungan membangunkan Sulli.

“Sulli-ah!”Siwon langsung mendekati Sulli lalu menggendongnya. Minho mengikuti Siwon ke mobil dan mereka langsung membawa Sulli ke rumah sakit.

“Sudah berapa lama dia pingsan?”tanya Siwon panik.

“Aku langsung menelepon hyung saat menemukan dia sudah pingsan. Aku juga tidak tau apa baru atau sudah lama,”jawab Minho sambil terus mencoba membangunkan Sulli dengan minyak kayu putih.

“Badannya panas sekali hyung,aku takut. Ayo ngebut dikit,kasihan Sulli!”seru Minho.

“Arraso,pakai ini dan kasih air untuk kompres!”Siwon mengambil handuk kecil di dashboard dan memberikannya pada Minho di belakang.

“Sudah telepon Donghae dan umma?”tanya Siwon.

“Aku menelepon Donghae hyung tapi nomernya tidak aktif,aku telepon umma sekarang agar dia ke rumah sakit,”jawab Minho.

“Sulli-ah!!!”umma menerobos pintu kamar rawat inap tempat Sulli berada diikuti appa dibelakang. Sulli yang sudah siuman tersenyum lemah saat umma langsung memeluknya. Ada perasaan yang sangat hangat dirasakan Sulli. Sudah berapa lama dia tidak menerima pelukan wanita ini? Kenapa begitu hangat saat ini…air mata Sulli hampir mengalir jika saja dia tidak berpikir tidak ingin membuat cemas mereka.

“Gwenchanayo? Sulli-ah,umma sudah bilang kondisi fisikmu sedang down kemarin kenapa kau tidak mau dengar dan malah bandel main basket malam-malam hah?”omel umma. Sulli tersenyum,dia sangat senang akan omelan seorang ibu seperti ini.

“Mianhe umma,tapi aku tidak apa-apa. Cuma sedikit kecapean,”jawab Sulli.

“Sedikit apanya? Kata dokter kau jatuh sakit karena magh! Ckckck,”omel Minho yang sebenarnya merasa lega karena Sulli tidak mengalami hal yang buruk. Ya,Minho yang paling cemas saat menemukan Sulli jatuh pingsan. Minho tidak ingin kejadian seperti saat Sulli diserang penjahat terjadi lagi.

“Sulli-ah…apa yang kau pikirkan akhir-akhir ini?”Tanya Siwon.

“Eh?”yang lain heran dengan pertanyaan yang dilontarkan Siwon.

“Magh yang menyerangmu dikarenakan stress kan? Apa kau ada masalah?”Tanya Siwon lagi.

“Masalah?”Tanya appa.

“Sulli-ah? Katakan pada appa ada apa?! Appa akan melakukan apa saja untukmu! Katakan kau ada masalah apa?!”appa langsung mendekati Sulli.

“Eh? Anieyo appa..jeongmal anieyo…Siwon oppa,aku tidak mempunyai masalah,aku Cuma sedikit kelelahan saja karena kegiatan sekolah. Itu saja,”terang Sulli.

“Ne hyung,sepertinya memang karena sekolah. Tidak mungkin Sulli kita yang polos ini punya masalah,”bela Minho.

“Sshhh…tidak ada orang tanpa masalah. Sepolos dan sebaik apa pun orang itu. Nah sekarang lebih baik kau beristirahat saja Sulli-ah,yang penting kau tidak merasa pusing lagi,”ucap umma sambil mengelus-elus punggung tangan Sulli.

*Sulli pov*

Umma mengosok-gosok punggung tanganku sampai aku merasa mengantuk. Sudah berapa lama aku tidak merasakan ini? Perasaan hangat ini. Aku senang sekali kalau begitu,sakit berapa kali pun aku mau. Jika teringat lagi dulu umma sempat tidak mengingat kami karena perasaan frustasinya akan kehilangan Minyoung unnie,hal seperti ini terasa bagaikan mimpi.

Umma…kenapa aku merasa begitu dekat denganmu? Kenapa aku merasa ikatan batin kita begitu kuat? Padahal aku bukan anakmu…bukan anak kandungmu.

“Kau kenapa Sulli-ah?”Tanya umma.

“Eh?”aku kaget karena ternyata aku menatap umma dengan lekat dan tak terasa airmataku hampir jatuh.

“Anieyo…mungkin karena panas. Umma…umma malam ini menginap disini kan?”tanyaku.

“Tentu saja…siapa yang akan mengurusmu jika tidak ada umma. Sudah tidurlah,”umma menarik selimutku keatas.

Ne,aku harus cepat-cepat tidur supaya umma juga bisa berisirahat.

Ah…kenapa aku jadi ingat malam-malam itu jika berada dikamar rumah sakit? Saat itu yang menemaniku adalah Donghae oppa. Sekarang dia tidak datang sama sekali…tapi umma lebih baik. Ah…aku mengantuk sekali….

~~~

“Umma?”

Saat aku membuka mataku pagi itu,umma tidak ada didekatku. Apa semalam itu adalah mimpi ya?

Ne,aku sempat berpikir malam ibu dan anak yang indah itu adalah mimpi sampai aku mendapati catatan kecil dimeja samping tempat tidurku.

Umma pulang ke rumah sebentar untuk mengambil keperluanmu selama disini. Kau bisa sendiri kan? Jika ada apa-apa panggil saja suster. Anak umma jjang,pasti bisa!

“Bukan mimpi,”ucapku senang.

Ckrek…

Eh? Ada seseorang?

“Sulli-ah,kau sudah bangun?”Tanya orang yang baru masuk itu.

Deg!!!

Donghae oppa? Sejak kapan dia disini?

“Aku semalam di rumah teman dan ponselku mati. Gwenchana?”Tanya Donghae oppa sambil duduk di ranjangku sementara aku duduk karena merasa tidak pusing lagi. Entah kenapa sejak hari itu perasaan kesalku masih ada tapi aku merasa lebih gugup jika bertemu dengannya. Itu karena aku dengan bodohnya menyatakan perasaanku! Dasar Donghae oppa menyebalkan!

“Ne…,”jawabku.

“Hhhh…kau benar-benar jago membuatku panik Sulli-ah. Bagaimana bisa kau main basket saat sedang lemah?”ucap Donghae oppa yang kelihatan seperti orang yang baru lolos dari bahaya.

“Mianhe…,”jawabku. Dia tersenyum. Saat itu aku bisa melihat kantung matanya yang cukup besar. Dia sudah beberapa hari ini tidak pulang ke rumah dan sekarang terlihat kelelahan.

“Oppa…kau kemana saja?”tanyaku.

“Aku di rumah Kyuhyun,”jawabnya.

“Oppa tidak mau bertemu denganku makanya tidak pulang?”tanyaku.

“…,”dia tidak menjawab pertanyaanku dan diam saja sambil memikirkan sesuatu.

“Oppa…aku tidak marah denganmu. Aku tidak ingin membencimu dan aku tidak bisa membencimu. Jadi oppa pulang kerumah,jangan pergi lagi,”ucapku. Sekarang Donghae oppa tertawa kecil.

“Kau benar-benar polos Sulli-ah. Apa kau mengatakan semua perasaanmu itu karena kau sepolos ini?”Donghae oppa mendekatiku dan mengusap rambutku. Bisa kurasakan wajahku memanas saat melihat wajah Donghae oppa mendekat. Tentu saja aku tidak membencinya,saat itu aku hanya marah. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa membenci dia.

“Kalau begitu karena aku polos jadi aku juga berpikir oppa menyukaiku?”tanyaku balik.

“Aku menyukaimu,”jawab Donghae.

“Ne,arraso,”ucapku. Tentu saja menyukaiku sebagai seorang adik. Dia sudah beribu kali mengatakan hal ini sejak kecil.

“Dan aku berharap aku Cuma menyukaimu…,”ucapnya lagi.

Eh?

“Mianhe…aku sudah membuatmu menderita. Aku  tidak sadar…jika tau seperti ini akhirnya,aku tidak akan memikirkan apa-apa lagi,”ucap Donghae oppa. Aku makin tidak mengerti.

“Memikirkan apa?”tanyaku bingung.

“Memikirkan jika perasaanku ini salah dan terlarang,”jawabnya.

“Hah?” apa ini artinya…ucapan Donghae oppa yang pertama kali waktu itu sungguhan?

“Ne…,”Donghae oppa menatapku dengan lirih.

“A…aku…menyukaimu,menyayangimu,mencintaimu sebagaimana namja & yeoja rasakan. Walau ini tidak boleh…tapi biarkan aku mengatakannya Sulli-ah…karena ternyata terasa sesak dan tidak tenang setelah hari itu. Mianhe…,”

Aku tau,airmataku mengalir saat itu. Usiaku sudah 16 tahun dan hampir masuk 17 tahun beberapa bulan lagi. Apa ini terlalu cepat untukku merasakan semuanya? Apa perasaan seperti ini salah diantara kami berdua? Tapi Donghae oppa hanya tersenyum dan memelukku dengan erat. Ini pertama kalinya aku merasa sangat berdebar-debar dan ingin selamanya seperti ini.

Apa setelah ini tidak akan apa-apa?

TBC

7 Tanggapan to “A PLACE TO A HEART (10)”

  1. novianti sitorus 25 Desember 2011 pada 5:14 PM #

    woaah donghae mau di jodohin sama tiffany demi siwon sooyoung😀
    Kasian sulli hiks😦
    Soo unnie juga kasiaan😦
    Lanjuut yaa😀

  2. elf_love 28 Desember 2011 pada 8:53 PM #

    Donghae ma Sulli kan dah tau prsaan msing”, trus gmn tuh?
    Msa dy mau d jdohin ma Tiffany?
    Tpi kasian jga sih, SiYoung klo d psahin….
    Akh! Ak jdi galau sndri nih!!!
    Lnjut onn! Awas klo g d lnjuti! #ngancem

  3. ziey sulla 4 Januari 2012 pada 12:48 PM #

    Lanjut yah ceritanya🙂
    Harus di lanjutin ceritanya
    Bagus banget
    Sumpah bagus bange
    Hehehehhe

  4. deiismyday 6 Januari 2012 pada 7:05 PM #

    woaaah. donghae beneran mau tuh?? omo, gimana sulli nya? soowon jangan pisah deeh.😦 next part ditunggu ^^

  5. flychicken97 7 Januari 2012 pada 2:19 AM #

    woaaaa miris! walaupun ga baca dari part 1 (?) ini ketauan banget mirisnya! huhu TT_TT ssul!!

  6. missfishyjazz 17 April 2012 pada 6:48 AM #

    Tragis banget jalan ceritanya😥
    Be patient Sulli, Donghae. Si Siwon napa aneh begitu sama Sooyoung, bikin pusing aja ..
    Makin penasaran baca deh thor🙂

    • cagalli14 17 April 2012 pada 7:00 AM #

      ayo baca lagi kkk~ selamat membaca yaaa makasih udah dicomment terus ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: