MUSIC AND FRIENDS – Chapter 1

24 Des

Annyeong, ini sepertinya kali pertama saya memasukkan ff saya ke blog dwi unnie -_- padahal nama saya udah lama banget ada di kolom author.. gomen onee-chan😥

nama saya farah. saya 17 tahun🙂 selengkapnya buka saja ke blog pribadi saya –> farahelfish.wordpress.com :)

dikesempatan ini saya mau kasih liat ff sayaaaaa. judulnya Music and Friends. judul yang sama sekali gak puitis, maaf -_- berkisah tentang… baca aja deh😀

Tittle : Music and Friends (Chapter 1 : A New Student)

Cast : 

    • Sasazaki Mami


    • Lee Donghae


    • Kang Minhyuk


    • Cho Kyuhyun


    • Shim Changmin


    —————————–

    [Mami POV]

    Tap… tap… tap…

    Deg… deg… deg…

    Bahkan detak jantungku hampir sama temponya dengan langkah kakiku. Aku menyusuri lorong sekolah ini dibelakang salah satu guru. Err oke, sekolah baruku.

    “Sasazaki-sshi, kau-tunggu-di-si-ni. Arraseo?” kata guru itu dengan perlahan sambil memperjelasnya dengan sedikit bahasa isyarat.

    “Ne…” kataku sambil duduk di kursi yang disediakan. Aku menunggu dengan gelisah. Dengkulku tak bisa berhenti menghentak. Tanganku sedingin es. Uh, baru kali ini aku bersekolah di negeri orang. Bahasa Korea-ku pun masih berantakan. Memang aku sudah belajar sedikit sebelum kepindahanku kesini. Tapi, rasanya aku belum terlalu percaya diri untuk berkomunikasi dengan bahasa Korea.

    Kalau saja Otosan tidak menerima kepindahannya, aku tidak perlu pindah sekolah gini…

    “Ayo, kuantar kau ke kelasmu,” kata guru tadi. Aku berdiri dan mengikutinya.

    Kelasku di 2-B. Seperti anak baru biasa, aku memperkenalkan diri dengan bahasa Korea yang aneh dan berantakan. Terlihat dari wajah bingung anak-anak itu.

    “Em, Sasazaki, kau bisa berbahasa Inggris?” Tanya guru yang ada dikelas.

    “Mungkin bahasa Inggris-ku sedikit lebih baik dari bahasa Korea-ku,” kataku padanya. Akhirnya aku mengulang perkenalan diriku dengan bahasa Inggris. Dan hebatnya, wajah mereka terlihat lebih bingung dari sebelumnya.

    Aku ditempatkan di tempat duduk depan pojok dekat dengan jendela. Belakangku cowok, sampingku juga cowok. Yang dibelakangku sedang tidur diatas buku pelajaran, sedangkan yang disebelahku sedang memandangku. Eh?

    “Ohayo gozaimasu!” katanya sambil menyunggingkan senyumnya. Ka… kawaii.

    “O… ohayo gozaimasu,” kataku sambil tersenyum juga. Lalu ia melanjutkan membaca buku pelajarannya.

    Sepertinya sedang pelajaran matematika. Aku segera membuka buku matematika. Dan yah… aku sama sekali tidak mengerti apa yang dijelaskan guru itu. Untungnya, aku bisa sedikit mengerti dengan buku cetak karena lebih banyak angka ketimbang hangul.

    Tiba-tiba, seseorang mencolek punggungku—yang sepertinya dengan penggaris. Aku menoleh. Cowok yang dibelakangku ternyata sudah bangun dari tidur paginya. Wajahya terlihat heran.

    “Nuguseyo?” tanyanya.

    “Wa… watashi? Eh, ehm… Sasazaki Mami imnida,” kataku pelan, takut ketahuan guru kalau aku sedang mengobrol.

    “Mwo?” sepertinya ia tidak terlalu dengar perkataanku.

    “Lee Donghae! Jangan berkenalan dengannya sekarang, nanti saja setelah pelajaran ini selesai!” tiba-tiba guru itu sepertinya meneriaki anak cowok dibelakangku. Aku langsung segera berbalik menghadap depan dan mulai (berpura-pura) memerhatikan guru.

    Akhirnya pelajaran pertama selesai. Anak-anak lain terlihat memulai pembicaraan dengan teman-temannya. Aku belum punya teman disini, apalagi bahasa Korea-ku belum lancar. Sial. Aku hanya memandang jendela melihat anak-anak lain yang masih berolahraga.

    “Hey! Kau anak baru ya?” anak cowok yang sepertinya bernama Lee Donghae itu memanggilku. Aku menoleh.

    “Ne…” jawabku.

    “Lee Donghae imnida!” katanya sambil menjulurkan tangannya mengajak berjabat tangan.

    “Sasazaki Mami imnida,” kataku sambil menjabat tangannya.

    “Sa… mwo? Aigoo, namamu ribet banget. Kau bukan orang Korea, ya?” tanyanya sambil menggaruk kepalanya. Hah? Emangnya tadi dia ga denger perkenalanku tadi? Yang kulakukan dengan susah payah itu?

    “Namanya Sa-sa-za-ki Ma-mi, pindahan dari Jepang,” tiba-tiba cowok kawaii yang duduk disebelahku menghampiri kami. “Sasazaki-san, watashi wa Kang Minhyuk desu, hajimashite!” katanya sambil menjulurkan tangannya, dan dengan smilling eyes-nya yang kawaii itu.

    “hai, dozo yoroshiku (senang berkenalan),” kataku sambil menjabat tangannya.

    “Yah! Aku lahir di Mokpo dan aku besar di Korea dan aku belum pernah ke Jepang dan kesimpulannya aku tak mengerti bahasa kaliaaaaaan,” kata Donghae dengan raut muka sebal. Meskipun aku tidak terlalu menaangkap maksud pekataan Donghae, aku mengerti kalau ia tidak mengerti dengan percakapan kami.

    “Aku bisa sedikit bahasa Korea,” kataku, “tapi belum terlalu lancar. Mianhae.”

    “Daijobu (gwaenchana)! Aku bisa mengajarimu, Sasazaki-san!” kata Minhyuk padaku.

    “Jongmalyo?” tanyaku senang. Ia mengangguk sambil tersenyum. “mohon bantuannya, sensei!” kataku sambil menunduk.

    “Ne, kita belajar bersama, ya!” katanya.

    “Minhyuk-ah,” panggil Donghae pada Minhyuk.

    “Mwo?” jawab Minhyuk.

    “Sebelum kau ajari Sasazaki-san bahasa Korea, ajari aku dulu matematika, arra?”

    “Ck…”

    ***

    Beberapa anak perempuan mulai berkenalan denganku. Mereka bertanya mengapa aku pindah, bagaimana keadaan Jepang, bla-bla-bla… dan kebanyakan dari mereka memintaku mengulang kalimatku, berpikir sebentar, lalu mereka berkata, “Aaaaaah, arra! Arra!” lalu menanggapi ucapanku. Tak sedikit dari mereka yang memintaku untuk pakai bahasa Inggris saja. Aaaaaaaaaa aku harus sesegera mungkin belajar bahasa Korea!!!

    Aku pulang sendirian dengan naik bus. Yeah, sebelum masuk sekolah, aku menghafalkan dulu rute bus dari sekolah menuju rumah. Dari sekolah, aku berjalan kaki dulu untuk sampai ke halte terdekat.

    Tin! Tin! Seseorang mengklakson untuk memanggilku. Oh, Minhyuk dengan sepeda motornya.

    “Ayo kuantar!” ajaknya.

    “Tidak usah, Minhyuk-sshi. Aku bisa naik bus, kok!” kataku.

    “Serius gak bakal nyasar?” tanyanya.

    “Iya! Aku sudah ngerti rute-nya kok! Tenang saja!” kataku.

    “Baiklah. Hati-hati, ya!”

    “Ne! Gomawo, Minhyuk-sshi!” kataku, lalu ia berlalu dengan sepeda motornya.

    Sesampai aku di halte, ada anak cowok dengan seragam yang sama denganku. Anak yang satu SMA denganku juga. Ia terlihat sedang menulis sesuatu di buku. Astaga, ia sedang mengerjakan matematika! Dewa sekali… aku duduk disebelahnya dan ia tak sedikitpun menoleh dari bukunya.

    Beberapa lama kemudian, bus yang ke arah apartment-ku datang. Aku dan dia bangun dari duduk, dan sugoi!!! Badan cowok ini tinggi sekali! aku dan dia masuk ke bus dan kami duduk berjauhan, aku dikursi belakang dan dia dikursi depan. Terlihat ia lagi-lagi berkutat dengan buku matematikanya. Astaga.

    Beberapa lama kemudian, bus sampai di halte dekat apartment-ku. Aku beranjak dari duduk dan… eh? Si jangkung juga turun disini? Hoo… apa rumahnya juga disekitar sini? Apa mungkin ia hanya mengunjung seseorang? Gatau deh… aku sengaja berjalan dibelakangnya untuk melihat kearah mana ia pergi.

    Eh? Nani?!! Dia juga masuk ke apartment yang sama denganku? Sengaja aku percepat jalanku supaya aku bisa menyusulnya. Jalannya cepat sekali… saat ia masuk lift, aku segera mengejarnya. “Jamkanmanyo!!” teriakku. Ia lalu membuka pintu lift dari dalam. “Kamsahmnida,” kataku. Ia hanya tersenyum padaku seperti berkata “sama-sama”.

    Aku memencet angka 5 dan ia memencet angka 6. Apa rumahnya beneran disini? Apa dia Cuma mau mengunjungi seseorang?

    “Kau… anak SMA ****?” tanyaku takut-takut padanya. Kebetulan hanya ada kita berdua di lift.

    “Ne. kau juga?” tanyanya. Aku mengangguk. “Kelas berapa?”

    “Kelas 2-B. Kau sendiri?”

    “Aku 2-A.”

    “Ohh… Souka.” Aku tak melanjutkan lagi.

    “Rumahmu disini?” tanyanya.

    “Ne. Kau disini juga?” tanyaku.

    “Aniyo, disini rumah saudara sepupuku. Aku hanya berkunjung. Kebetulan ia sedang sakit dan dia sendirian dirumah,” katanya, dan aku kurang begitu menangkap apa yang dia katakan, yang pasti ia tidak tinggal di apartment ini.

    “Lalu kau mengunjungi siapa?” tanyaku. Ia menatapku heran.

    “Kau bukan orang Korea ya? Cara bicaramu juga aneh,” katanya.

    “Eh?A… Ahahaha… iya, aku baru pindah dari Jepang. Bahasa Koreaku belum begitu bagus, ehehehe,” kataku sambil cengengesan untuk menghindari kecanggunganku. Lalu, lift sampai di lantai 5. “Aku duluan ya…” kataku.

    “Ne…” katanya sambil tersenyum. Akupun keluar dari lift.

    Semua keluargaku pergi dan tinggal aku sendiri di apartment. Aku meletakkan tasku dikamarku lalu mengambil buku panduan belajar bahasa Korea-ku yang kudapatkan di tepat les-ku di Jepang. Aku baca di kasur sambil mempelajari hangul. Astaga, hangul itu susah sekali! aku hanya bisa membaca yang sederhana-sederhana saja, itu pu juga dengan lambat. Payah! Payah!

    Tapi… apa benar ya Minhyuk, si cowok kawaii itu mau mengajariku bahasa Korea? Sepertinya ia bisa berbahasa Jepang. Ia juga ramah… kawaii banget. Eh? Kok aku jadi mikirin dia terus? Aaaaaaaaa jangan jangaaaaaan! Disaat yang kayak gini ga boleh mikirin yang ga penting! Lancari dulu bahasa Korea-mu Mami!!

     ***

    -Keesokan Harinya-

    [Kyuhyun POV]

    “Kyu! Kau sudah tidak demam lagi, tahu!” bentak Changmin saat aku mengeluh tidak enak badan.

    “Badanku masih panas~ jinjjaaaaa!” rengekku. Aku malas sekali mau masuk sekolah, hari ini tidak ada matematika, aku jadi malaaas.

    “Jangan malas, ayoooo banguuuun!!” teriak Changmin sambil menarik badanku dari selimut. Akhirnya terpaksa aku bangun dan masuk sekolah.

    Semua orang rumah sedang pergi ke Busan, ntah untuk urusan apa aku tidak diberi tahu. Dan tiba-tiba kemarin pagi aku demam karena kemarinnya aku abis hujan-hujanan selama hampir 2 jam. Ibuku bukannya pulang untuk mengurusi anaknya yang tampan ini, tapi malah menyuruh Changmin mengurusiku.

    “Changmin, kau tidak bawa mobil mewahmu seperti biasa?” tanyaku saat kami sarapan.

    “Mobilku sedang dibengkel,” katanya sambil mengunyah rotinya.

    “Hah? Tumben sekali mobilmu dibengkel,” kataku.

    “Ada masalah sedikit. Besok juga sudah ada,” katanya.

    Setelah sarapan, kami langsung berangkat ke sekolah. Kami masuk lift dan turun ke lobby. Saat lift sampai di lantai 5, ada anak cewek dengan seragam SMA **** masuk ke lift. Aku belum pernah lihat dia.

    “Lho, kau yang kemarin, kan?” kata Changmin. Loh, Changmin kenal?

    “Oh iya… katanya kau tidak tinggal disini?” Tanya anak itu. Aksen mana tuh? Aksen bahasa Koreanya aneh banget.

    “Ehm… aku-tidak-tinggal-disini. Ini-sepupu-ku, dia-tinggal-disini,” kata Changmin padanya dengan perlahan. Seakan sedang bicara dengan orang asing. Orang asing? Dan anak cewek itu memasang tampang bingung. “He’s my cousin! And I just visit him at his apartment, he lives at this apartment!” akhirnya Changmin pake bahasa Inggris.

    “Aaaaahh souka!” katanya. Dia orang Jepang, ya? Saat lift sampai di lobby, kami turun bersama dan jalan menuju halte bersama.

    “Choneun Sasazaki Mami imnida!” kata cewek itu.

    “Shim Changmin imnida! Banggapseumnida, Sasazaki-san!” kata Changmin.

    “Kau kelas berapa?” tanyaku.

    “Kelas 2-B. Namamu siapa, Changmin’s Cousin?” tanyanya.

    “Cho Kyuhyun imnida, aku kelas 2-A seperti Changmin,” kataku.

    “Mianhae, bahasa koreaku belum terlalu lancar,” katanya.

    “Gwaenchana… maaf juga aku kurang bisa bahasa Jepang,” kata Changmin.

    “Sasazaki-san, kau tinggal di apartment itu juga?” tanyaku.

    “Ne. Kau juga, kan?” tanyanya. “Kau tinggal di lantai berapa?”

    “Aku dilantai 6. Kapan-kapan kau boleh berkunjung ke apartment-ku,” kataku.

    “Kamsahamnida, Kyuhyun-sshi.”

    [Donghae POV]

    Ngantuk sekali rasanya… benar-benar tidak ada gairah untuk sekolah… eh, itukan Shim Changmin yang anak teladan itu. Lho? Sama Sasazaki? Baru aja masuk ke sekolah ini udah kenal dekat dengan anak teladan macam dia? Keren banget, Changmin termasuk anak yang sulit sekali didekati padahal.

    “Sasazaki!” panggilku sambil mendekatinya.

    “Donghae-sshi! Annyeong!” panggilnya sambil tersenyum.

    “Sasazaki-san, kami duluan ya!” kata si Changmin itu saat aku sampai didekatnya.

    “Ne, annyeong Changmin-sshi, Kyuhyun-sshi. Sampai ketemu nanti!” lalu mereka berdua berlalu.

    “Sasazaki, kau kenal sama Changmin?” tanyaku akhirnya.

    “Ne! Kyuhyun… is Changmin’s cousin, and Kyuhyun is my neighbor!” katanya. Ternyata, kalau sudah kenal sama anak ini, anak ini sebenarnya lucu juga…

    “Oh… arra arra…” sahutku. Gawat sekali bahasa Korea anak ini. Harus sesegera mungkin ditangani. “Memangnya kau tinggal dimana?”

    “Di apartment ****.”

    “Hmm…” dari pada banyak bingung-bingung, akhirnya kami kekelas tanpa ngobrol-ngobrol lagi.

    “Sasazaki-san, ohayo!” sapa salah satu anak cewek kelasku. Sepertinya anak-anak cewek berusaha dekat dengan Sasazaki untuk membantu kesulitannya dalam berbahasa Korea. Aku jadi terharu (?).

    “Ohayo!” sapanya ceria. Ia lalu bergabung dengan anak-anak cewek lain. Aku berlalu menuju kursiku.

    “Minhyuk-ah!” panggilku ke Minhyuk yang sedang baca komik.

    “Mwo?” katanya tanpa mengalihkan pandangan dari komik Bleach-nya.

    “Kau sedang sibuk olimpiade matematika tidak?” tanyaku sambil menarik kursi Sasazaki kedekatnya lalu mendudukinya.

    “Aniyo, wae?”

    “Kalau gitu ajari Sasazaki bahasa Korea. Aku kasihan dengan keadaan bahasa Korea-nya yang sungguh parah.” dan tiba-tiba Minhyuk memandangku sambil tersenyum penuh arti. “Ka… kau kenapa?”

    “Kau suka padanya, yaaaaaaa?” kata Minhyuk sambil berbisik lalu cekikikan sendiri.

    “A… aniyooo, kau suka sekali menuduh orang!” bentakku. “Aku hanya kasihan padanya, tahu! Pokoknya ajari dia sampai mahir!!”

    “Arraseo~ kau mau ikutan tidaaaak?”

    “Hah? Ngapain? Aku kan sama sekali tidak bisa bahasa Jepang.”

    “Aaaaaaa, masaaaa?” goda Minhyuk. Ini orang apa-apaan sih?

    “Donghae-sshi, mianhae. Kursiku…” tiba-tiba Sasazaki datang meminta kursinya.

    “Eh, mianhae, Sasazaki!” kataku lalu memberikan kursinya.

    “Wah! Minhyuk-sshi! Kau suka Bleach??” Tanya Sasazaki sambil mengambil komik Bleach yang ada di meja Minhyuk. “Astaga, pakai Hangul…”

    “Iya, aku sangat suka manga dan anime Jepang,” kata Minhyuk.

    “Otaku?” Tanya Sasazaki lagi. Minhyuk mengangguk sambil tersenyum.

    “Teman-temaaaaan, minta waktunya sebentar! Harap duduk ke tempat duduk masing-masing!” tiba-tiba ketua kelas datang ke4 depan kelas dan sepertinya akan mengutarakan sesuatu. Aku dan Sasazaki segera duduk di tempat duduk masing-masing.

    “Sekolah kita akan mengadakan lomba musik. Ada yang berminat?” kata ketua kelas. Haaah, aku main gitar saja tidak becus. Ah iya! Minhyuk kan bisa main drum! Tapi satu kelas tidak ada satupun yang menyahut. “Tidak ada nih?” Tanya ketua kelas lagi. “Persyaratan lombanya yaitu boleh solo boleh duet atau membentuk grup. boleh bernyanyi atau memainkan alat musik, boleh membentuk band dan atau hanya kolaborasi alat musik. Tidak ada ketentuan maksimal jumlah anggota. Kalian boleh memikirkannya dulu, kalau ada yang berminat, hubungi aku terakhir sepulang sekolah.”

    Aku mendekati Minhyuk yang sedari tadi tidak menggubris omongan ketua kelas dan hanya mambaca komik. “Minhyuk! Kau kan jago main drum, kenapa tidak ikutan?” tanyaku.

    “Tidak minat ah, kalau hanya drum saja rasanya kurang. Paling tidak ada yang bermain gitar,” katanya tanpa mengalihkan pandangan dari komiknya.

    “Minhyuk-sshi, tadi yang dikatakan ketua kelas itu apa?” Tanya Sasazaki yang mendatangi kami.

    “Akan ada lomba musik disekolah kita, boleh menyanyi atau memainkan alat musik, boleh solo atau membentuk grup. Kau berminat?” kata Minhyuk dalam bahasa Jepangnya.

    “Waaaaah… aku ingin ikutan!!” sahut Sasazaki dengan mata berbinar-binar.

    “Kau bisa main alat musik?” tanyaku.

    “Aku bisa main gitar! Andai saja ada yang mau membentuk grup denganku…” katanya dengan bahasa Korea yang aku susah mengerti.

    “Kau bicara apa sih, Sasazaki? Aku gak ngerti,” kataku. Sasazaki bisa bermain gitar… Minhyuk bisa main drum… ah iyaaa!!

    “Ayo kita bertiga bikin grup!!” sahutku.

    To be Continue… 

    maaf chapter awal pasti hambarnya -_-

    Mian.. Aku gak kepikiran buat kasih ‘kamus kecil’ untuk kosakata bahasa jepangnya -______- maaf yaaaa… Ini deh aku bikin🙂

    Otosan : ayah
    Ohayo gozaimasu : selamat pagi (formal)
    Ohayo : selamat pagi (kasual)
    Kawaii : imut, lucu, unyu, cakep
    Watashi : aku
    Watashi wa ___ desu : nama saya ____
    Hajimashite : salam kenal
    Hai : iya
    Dozo yoroshiku : senang berkenalan
    Daijobu : gak apa-apa
    Sugoi : keren, wow
    Nani : apa
    Souka : oh gitu..
    Otaku : orang yang suka anime dan manga

    8 Tanggapan to “MUSIC AND FRIENDS – Chapter 1”

    1. cagalli14 24 Desember 2011 pada 1:42 PM #

      lanjutannya cepet yaaaaa kkk~
      btw kalo bs yg bahasa jepang dikasih arti atau catatan kecil dibawahnya soalny kan rata2 pembaca pada ga tau bhs jepangnya🙂

      • nouhime 24 Desember 2011 pada 3:11 PM #

        Huuwwaaaaa😥 maaf nee-chaaaaan, aku gak kepikiraaaan. Kukira bahasa gitu udah sering didenger (di anime-__-)
        maaf nee-chan, udah aku bikin dibawah… :’3

        • cagalli14 24 Desember 2011 pada 3:37 PM #

          wkwkwk santai aja😄 kalo aku sih ngerti wkwkkw

        • nouhime 24 Desember 2011 pada 5:21 PM #

          Kalo nee-chan ga usah ditanya kayanya -________- wkwk

    2. kazukazukazu 24 Desember 2011 pada 2:09 PM #

      Waaah, ada Mami! Suka SCANDAL ya? XDD
      Dan bertema musik, asyik :3 /lagi suka sama yang bertema musik/

      Hm, bener kata kak dwi, kalau bahasa jepang, kasih keterangan aja di bawahnya, karena kadang bagi beberapa orang bahasa jepang itu masih asing n_n
      okay, semangat yaaa!😀😀

      • nouhime 24 Desember 2011 pada 3:14 PM #

        SUKA BANGET SAMA SCANDAL *ganyante* xDD
        Mami nee-chan is my favorite xD wakakakakaaa
        Maaf u,u aku ga kepikiran kalo semua yg baca blog ini belum tentu sering nonton anime /plak!
        Udah aku masukin kok kamus kecilnya :3
        Makasih udah baca :””’3 *berlinang-linang*

    3. elf_love 28 Desember 2011 pada 9:02 PM #

      Jessy d sni! #gadaygtanya
      Wah, da ff bru!!! #histeris
      stuju”! Minhyuk kan drummer, Mami pnter main gitar, Donghae jdi vocalist kan! #soktau
      hehehe….
      Lnjut onn!
      d^__~b

      • nouhime 29 Desember 2011 pada 1:25 PM #

        ohoho~ ada deeeh xD
        makasih udah baca ff sayaaa xD

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: