A Place To A Heart (11)

22 Jan

A PLACE TO A HEART

Cast       :

 Siwon as 1st son

Donghae as 2nd son

Minyoung as 3rd daughter

Minho as 4th son

Sulli as 5th daughter

Tiffany as Minyoung look a like 

Sooyoung as Siwon’s girlfriend

Yuri as Minho’s manager team

Cerita sebelumnya (rekap ulang kejadian?) :

Sulli adalah putri bungsu dari keluarga Choi yang kaya raya. Mereka tadinya hidup sangat bahagia bertujuh,umma,appa,Siwon,Donghae,Minyoung,Minho dan Sulli sampai suatu hari Minyoung meninggal karena menyelamatkan Sulli yang hampir ditabrak mobil. Sejak saat itu umma mereka mengalami guncangan jiwa dan depresi berat sehingga dibawa ke luar negeri untuk pengobatan. Selama bertahun-tahun Sulli hanya hidup dengan ketiga oppanya sampai suatu hari saat kelas 3 SMP Sulli kecelakaan dan rahasia bahwa Sulli ternyata bukan anak kandung keluarga Choi terbongkar. Hal ini membuat Sulli sangat down namun ketiga oppanya mampu membuat Sulli percaya diri lagi. Saat Sulli pulang ke rumah,dia mendapatkan tetangga baru yaitu Tiffany yang bagaikan pinang dibelah dua dengan Minyoung. Keberadaan Tiffany mampu membuat umma mereka sembuh walau sempat tidak ingat dengan anaknya yang lain selain Minyoung dan karena itu sang umma sangat berharap Minyoung menjadi menantunya. Orang yang disuruh menikahi Tiffany adalah Siwon padahal Siwon sudah memiliki tunangan dan berencana menikah dengan Sooyoung. Sementara itu Sulli dan Donghae ternyata memiliki perasaan lebih dari sekedar rasa sayang pada saudara,Donghae yang merasa hubungan terlarang seperti ini mustahil untuknya bersedia berkorban demi Siwon dan mengatakan ingin menikahi Tiffany. Tapi karena melihat Sulli sakit,Donghae memutuskan untuk tetap berada disisi Sulli.

CHAPTER ELEVEN: LET LOVE TALK

Siwon membereskan mejanya seperti biasa sebelum keluar dari ruangan itu lalu keluar setelah memastikan pekerjaannya benar-benar sudah beres dan menuju lift. Langkah Siwon berhenti saat melihat seseorang menyender seperti menunggu seseorang. Siwon menoleh ke kanan dan ke kiri lalu ke belakang,kantor sudah sepi.

“Tiffany-ah,kau menunggu siapa?”tegur Siwon. Gadis yang ditanyai itu menoleh dan tersenyum cerah.

“Ah oppa,sudah mau pulang? Hmmm…bagaimana kalau kita makan malam bersama? Selama kita sekantor kita belum pernah melakukan hal-hal selayaknya teman sekantor,”tawar Tiffany.

“Hmmm kurasa ide yang bagus. Ayo kalau begitu,”Siwon memencet tombol lift dan mereka berdua masuk ke dalam lift.

“Ng…jangan anggap ini karena umma,”ucap Tiffany sambil memperhatikan Siwon yang menyetir.

“Ah? Tentu saja tidak…aku tidak berpikir sampai kesitu kok. Memang ini karena umma?”Tanya Siwon polos.

“Hahaha. Aniya…aku benar-benar ingin mengajak makan saja. Tidak ada maksud lain,”ucap Tiffany. Siwon tersenyum dan kembali focus ke jalan.

“Oppa…bagaimana hubunganmu dengan Sooyoung?”Tanya Tiffany setelah mereka selesai makan di kafe yang mereka datangi. Siwon berhenti menuang minumnya.

“Jawaban apa yang kau harapkan,Tiffany-ah?”Tanya Siwon balik.

“Ngg…aku dengar dari Donghae oppa,kalian sudah putus. Apa kau baik-baik saja?”Tanya Tiffany lagi.

“Untuk pertanyaan seperti ini. Apa yang ingin kau dengar?”Siwon balik bertanya lagi. Tiffany tertawa kecil.

“Oppa…aku tidak akan menikah dengan oppa,”ucap Tiffany setelah selesai tertawa. Siwon mulai memfokuskan perhatiannya pada Tiffany.

“Wae? Apa kau punya pilihan di depan ummaku?”Tanya Siwon bingung.

“Ada satu pilihan kan? Selain dengan oppa,ada syarat lain kan? Yang dia inginkan adalah aku menjadi menantunya. Arraso,aku juga sangat ingin jadi bagian keluarga kalian. Tapi bukan dengan oppa,”ucap Tiffany.

“Lalu dengan siapa?”Tanya Siwon.

“Akh…jangkaman…jangan bilang…,”

“Ne. Aku sudah memutuskan untuk memulai pendekatan dengan orang yang selama ini aku sukai,”ucap Tiffany serius.

***

“Aku sudah memutuskan untuk memulai pendekatan dengan orang yang selama ini aku sukai,”

“…Donghae?”

“Ne,”

Siwon menghela nafasnya lagi,mungkin sudah ke-5 kalinya malam itu. Dia tidak habis pikir dengan apa yang dia ketahui malam ini. Tiffany menyukai Donghae…selama ini? Baru seminggu yang lalu Donghae mengatakan akan menggantikan Siwon untuk menikahi Tiffany. Jadi mereka akan menjadi pasangan setelah ini?

“Donghae-ya,oddio?”Tanya Siwon ditelepon.

“Aku di rumah sakit hyung,waeyo?”Tanya Donghae.

“Ah,ya sudah kalau begitu besok saja kita bertemu,”Siwon langsung mematikan ponselnya. Dia lalu tertidur dengan banyak pikiran dikepalanya.

~~~

“Kau kesini lagi,”ucap Sooyoung yang baru saja mau masuk ke gedung kantornya dan berhenti saat melihat Siwon berdiri di tempat biasa dia menunggu.

“Sooyoung-ah…,”tatapan mata Siwon memancarkan rasa rindu yang besar.

“Apa kau masih mencintaiku?”Tanya Siwon penuh harap. Sooyoung terdiam.

“Bukankah waktu itu jawaban terakhir?”Sooyoung berusaha meninggalkan Siwon. Siwon menahan lengan Sooyoung.

“Tolong lepaskan aku,aku mau masuk. Nanti dilihat orang,”ucap Sooyoung panik.

“Cukup dijawab sejujurnya. Aku akan langsung meninggalkan tempat ini,”Siwon tersenyum penuh arti. Sooyoung merasa sesuatu terjadi,hal yang akan menjadi baik?

“Ne,”jawab Sooyoung lirih. Tidak seperti biasanya,Siwon kali ini tersenyum senang dan meninggalkan Sooyoung. Sooyoung menatap punggung Siwon yang menjauh. Tidak seperti biasanya,kali ini rasanya punggung itu tidak menyisakan perasaan kesepian. Sooyoung pun masuk ke dalam kantor dengan senyum mengembang.

“Jadi benar kau sudah memutuskan untuk menikahi Tiffany?”Tanya Siwon saat bertemu Donghae di taman rumah sakit. Donghae terdiam,ada keraguan meresak dihatinya setelah ingat apa yang sudah dia ucapkan pada Sulli.

“Donghae-ah,jawablah…kalau benar kau juga menyukai Tiffany aku…,”

“Ne hyung,”potong Donghae. Donghae bisa merasakan harapan besar dalam diri Siwon. Donghae yakin sekali hyungnya itu ingin bahagia dengan kekasihnya sementara dia,walau sekarang sudah jujur dengan Sulli tapi masa depan seperti apa yang akan menghampiri mereka?

“Yah…Donghae-ah,aku baru tau kau suka dengan Tiffany. Kalau begitu aku dukung kau,dengan begini masalah sudah selesai kan?”Siwon merangkul adiknya itu. Donghae mengangguk dan tersenyum mengiyakan ucapan Siwon.

***

“Oppa,kata dokter aku bisa pulang sore ini,”ucap Sulli saat Donghae masuk. Sulli langsung menangkap aura kegundahan Donghae.

“Oppa waeyo?”Tanya Sulli. Donghae langsung tersadar dan merubah ekspresinya.

“Umma bilang akan datang sejam lagi,”ucap Donghae dengan nada ringan.

“Hmm ne…aku juga sudah boleh pulang sore ini,”kini Sulli yang terlihat bengong.

“Waeyo?”Tanya Donghae sambil menepuk pipi Sulli.

“Anieyo…tapi kurasa oppa terlihat kebingungan dan sedikit melamun. Apa ada masalah?”Tanya Sulli polos.

Donghae menggeleng,”Tidak ada masalah apa-apa kok,”

Mereka lalu saling terdiam. Sulli mendadak merasa gugup dalam diam itu.

“aku…menyukaimu,menyayangimu,mencintaimu sebagaimana namja & yeoja rasakan,”

Sulli teringat ucapan Donghae kemarin,dia makin gugup dan salah tingkah. Donghae yang menyadari kegugupan Sulli juga ikut-ikutan salah tingkah,mereka sama-sama tidak tau harus berbuat apa setelah melewati hal seperti itu. Oppa yang selama ini sangat lembut dan perhatian yang ikut membesarkannya dengan penuh kasih sayang sudah menjadi sesuatu yang lebih dihati Sulli. Begitu juga dengan yeodongsaeng yang selama ini paling kecil dan lucu entah kenapa sekarang dirasakan sudah beranjak dewasa.

“Oppa…,”Sulli akhirnya memecah keheningan.

“Ne?”Tanya Donghae.

“Hmmm…hnggg…,”Sulli terlihat ragu.

“Waeyo Sulli-ah?”Tanya Donghae. Sulli melirik Donghae dengan malu.

“Anieyo…ehehe…aku Cuma ingin menggoda oppa,”ucap Sulli lalu tertawa malu.

“Eh? Jeongmallo?”Tanya Donghae tidak percaya.

‘Oppa…aku ingin mengucapkan aku suka oppa. Suka sekali! Tapi kenapa rasanya berat?’batin Sulli.

Ckrek!

“Sulli-ah,aku datang untuk menjenguk!”tiba-tiba Yuri datang dengan membawa sebuket buah dan bunga.

“Ah…oppa disini? Oppa tidak membalas pesanku ternyata sibuk mengurus Sulli,tau begitu dari kemarin kemarin aku kesini,”ucap Yuri. Sulli mulai merasa tidak nyaman dengan kedatangan Yuri.

“Terimakasih sudah datang onnie,sore ini aku keluar dari sini kok,”ucap Sulli.

“Jeongmallo? Baguslah kalau begitu. Aku kaget sekali saat dengar dari Minho kau jatuh pingsan di lapangan basket,aku jadi sangat khawatir,”kata Yuri.

“Yang penting dia tidak apa-apa sekarang,”kata Donghae.

“Ne,aku senang Sulli sudah sembuh,”Yuri mengembangkan senyum manisnya kearah Donghae,Donghae juga membalas senyum itu. Sulli teringat bahwa Yuri bukan pacar Donghae,sekarang dia sadar kalau Yuri berbohong padanya.

“Onnie…apa onnie akan ikut mengantarku ke rumah?”Tanya Sulli setelah sore tiba namun Yuri masih berada di rumah sakit.

“Anieyo,aku dan Donghae oppa akan langsung pergi setelah ini,”jawab Yuri.

“Eh? Pergi kemana?”Tanya Sulli kaget.

“Sulli-ah,administrasinya sudah dibayar,barang-barangmu juga sudah beres ayo kita pulang,”tiba-tiba umma masuk diikuti Donghae.

“Kajja,”Yuri mengulurkan tangannya pada Sulli dan membantu Sulli berjalan. Dia melihat Yuri yang cukup akrab dengan umma,bukan cukup lagi,tapi sangat akrab,sejenak Sulli juga teringat dengan Tiffany. Memang sekarang umma sudah mulai perhatian lagi dengan Sulli tapi melihat dua orang lain yang sangat dekat dengan umma terlebih orang-orang itu mendekati oppanya dia merasa sedikit canggung.

“Nah,kalau begitu aku dan Donghae oppa pergi dulu ya eominim,Sulli-ah. Annyeong,”ucap Yuri ceria.

“Ne annyeong Yuri-ah,salam buat ummamu ya,bilang main ke rumah,”kata umma yang sudah duduk di dalam mobil.

“Aku mau ikut!”seru Sulli tiba-tiba. Yuri,umma dan Donghae kaget.

“Eh? Masa kau mau mengganggu oppamu kencan?”Tanya umma. Sulli tidak bisa menjawab,dia ingin menangis saja. Umma malah mendukung mereka berkencan dan tentu saja Donghae oppa tidak punya pilihan walau yakin Donghae tidak akan macam-macam dengan Yuri tapi Sulli takut kejadian saat Yuri agresif mencium Donghae saat itu terulang lagi,Sulli yang membayangkannya merasa sakit hati.

“Sulli-ah,kau kan baru sembuh,masih lemas,”ucap Yuri. Sulli masih tidak menjawab dan masih menundukkan wajahnya. Donghae yang merasakan kegelisahan Sulli lalu menarik tangan Sulli dan membawanya keluar lagi dari mobil.

“Eh? Donghae-ah?”Tanya umma kaget.

“Sulli mungkin sudah bosan berada di rumah sakit terus jadi apa salahnya mengajak dia jalan-jalan. Nanti aku kembalikan kok,”ucap Donghae pada umma. Donghae merangkul Sulli masuk ke mobilnya sementara Yuri terdiam menatap mereka.

***

Minho baru masuk ke lobi sekolahnya untuk membeli minuman setelah capek berlatih saat itu langkahnya terhenti melihat seorang gadis tinggi berambut pendek yang menatap locker-locker murid dengan wajah penuh kenangan.

“Sooyoung noona?”Minho mendekati orang itu.

“Ah? Minho? Kau belum pulang?”Tanya Sooyoung kaget.

“Ne,aku biasanya pulang jam 9 atau 10 malam setelah latihan basket. Mau minum?”Minho memberikan ice tea milk yang tadi sengaja dia ambil dua setelah sadar orang yang berdiri itu adalah Sooyoung.

“Ah kamsamnida…omo! Malam sekali kau pulang. Aku jadi ingat dulu Siwon juga suka pulang malam karena berlatih basket tapi tidak semalam Minho,”ucap Sooyoung sambil mengingat kenangan dulu.

“Oh iya,kalian alumni sekolah ini juga ya,”kata Minho.

“Ne…sekolah ini membawa banyak kenangan untukku,”Sooyoung berjalan diikuti Minho.

“Aku penasaran bagaimana noona bertemu Siwon hyung,”ucap Minho.

“Kami sebenarnya bertemu saat SMP,saat pertandingan basket antar sekolah. Aku melihat dia yang paling bersinar dilapangan. Saat itu aku sangat mengaguminya,waktu kecil aku berjanji hanya akan suka dengan atlet basket yang paling jago. Tidak menyangka saat SMA aku satu SMA dengannya dan satu klub basket dengannya. Kami lalu menjadi akrab walau dia orang yang paling popular di sekolah. Orang-orang suka iri denganku,tapi aku selalu berkoar-koar kalau Siwon itu kakak laki-lakiku,”cerita Sooyoung dengan senyum kecilnya.

“Tapi kata hyung noona dulu juga sangat populer,”ucap Minho.

“Ne dikalangan anak-anak cewek,”tawa Sooyoung.

“Aku dulu paling tinggi diantara anak-anak cewek,tegap dan berambut pendek. Aku juga tegas sampai-sampai pernah jadi ketua OSIS. Aku lebih pantas menjadi anak laki-laki. Ibuku pun bilang begitu! Tapi Siwon malah melihatku sebagai seorang wanita,dia lalu menyatakan perasaannya setelah festival olahraga dihadapan semua murid dan guru. Awalnya aku tidak menyangka dan kupikir itu Cuma lelucon tapi detik berikutnya aku sadar,Siwon bukanlah orang seperti itu. Aku senang sekali…,”Sooyoung berhenti menatap lapangan tempat penutupan festival olahraga sering dilaksanakan. Minho bisa melihat setetes mutiara diujung mata Sooyoung.

“Noona…kalau cinta kalian memang sejati,percayalah suatu saat nanti akan ada akhir bahagia,”ucap Minho dengan tulus.

“Semuanya diputuskan demi kebahagiaan kami masing-masing Minho-ah…bagiku,asal orang itu bahagia,aku akan merasa tenang,”Sooyoung tersenyum disela airmatanya. Minho kaget melihat airmata itu,hatinya benar-benar tidak kuat melihat airmata seorang perempuan.

“Aku jadi iri dengan kalian,”ucap Minho setelah Sooyoung bisa mengendalikan perasaannya lagi. Mereka duduk di kursi pinggir jendela dalam kelas.

“Wae?”Tanya Sooyoung.

“Aniyo…aku Cuma belum pernah menjalani cinta yang indah seperti itu,”Minho menatap keluar jendela. Dia teringat akan Yuri yang tidak pernah menyadari perasaannya dan malah menyukai orang yang sedarah dengannya sendiri.

“Kalau begitu kau ikut pulang denganku saja,”ucap Sooyoung saat mereka akan meninggalkan gedung sekolah.

“Ah aku bawa motor,”ucap Minho.

“Oh begitu…hati-hati ya kalau begitu,”kata Sooyoung.

“Tentu saja,noona juga ya. Semoga noona bahagia,”saat Minho mengatakan itu,mereka baru tersadar saat melihat Siwon yang berdiri di dekat pintu masuk.

“Hyung?”

“Siwon-ah?

“Ha…hari apa ini kok aku bertemu dua orang ini sih?”Minho kebingungan.

“Hahahaha!”tawa Sooyoung meledak. Siwon juga ikut tertawa.

“Ka…kalian mempermainkanku ya? Dasar!”gerutu Minho yang masih bingung dengan apa yang terjadi.

“Anieyo…ternyata kau masih melakukannya ya,Sooyoung-ah,”ucap Siwon mendekati mereka.

“Tentu saja…,”ucap Sooyoung.

“Ini kan hari jadi kita,”lanjutnya.

“Hah begitu ya…kalau begitu aku duluan deh,bye!”Minho buru-buru keluar.

Sooyoung dan Siwon kini saling bertatapan,menyimpan senyum misterius mereka sendiri.

“Sudah aku putuskan…aku tidak akan menyerah sebelum sumpah janji kau ucapkan pada Tiffany,”ucap Sooyoung.

“Aku juga sudah putuskan…aku tetap akan menikah denganmu,”Siwon memeluk Sooyoung dengan gembira. Sooyoung terkaget-kaget.

“Saranghae,Sooyoung-ah,”ucap Siwon. Sooyoung tersenyum damai dalam pelukan Siwon.

1 tahun….

2 tahun….

3 sampai 8 tahun lamanya….

Lalu tahun-tahun berikutnya pun….

Lagi-lagi ditempat ini kita mengucapkan kata itu. Kata ajaib yang mampu membuat hati bahagia. Sooyoung-ah,mulai sekarang pun …setiap tahun kita pasti kesini kan?

TBC

From author :

“Hallo! Setelah sekian lama akhirnya ngepost lagi. Maafkan karena terlalu lama >< karena author sibuk liburan wkwkwk. Hmmm dichapter kali ini rasanya author pengen nabok kepala Siwon deh. Dia berbahagia diatas penderitaan Donghae *tabok Siwon*. Kasihan Donghae…mungkin dia adalah karakter yang paling menderita dicerita ini tapi kalo dipikir-pikir waktu awal dia bahagia sekali ya,main-main cewek -_____-“. Minho juga kasihan sekali,sampai sekarang author belum punya rencana untuk menjadikan Minho dengan siapa-siapa. Tapi tunggu saja ya,hahaha…tetap dukung cerita ini! Jangan lupa komen supaya author senang (tapi kalo mau kritik,kritikannya yang sopan ya,kalau mau puji,pujilah sepuas-puasnya. Ahahahaha! *tawa nyonya-nyonya*). Bye! Nantikan chapter berikutnya!” – cagalli14.

7 Tanggapan to “A Place To A Heart (11)”

  1. Sahl-Lin 22 Januari 2012 pada 9:36 AM #

    Yg paling kasihan itu Sulli T^T huuhu alhamdulillah siwon dah balikan…. baca part selanjutnya ah🙂

    • cagalli14 22 Januari 2012 pada 10:22 AM #

      iya itu jgn ditanya dia mmg plg sedih udh gitu plg polos ;;

  2. elf_love 23 Januari 2012 pada 7:47 AM #

    Akhirny ngepost jga!
    Ksian bgt sih, tuh oppa”k, pda glau smua…..
    Y udah, lngsung lnjut k part brktny!

  3. deiismyday 24 Januari 2012 pada 12:55 PM #

    waaah akhirnya soowon bisa balik lagi! yeyeyeye. tapi itu sullhae nyaa -_-” baca next paart..

  4. novianti sitorus 5 Februari 2012 pada 3:59 PM #

    huaaa sulli gimana kalo donghae sama fanny ?
    Soowon!!😀
    Daebaak!

  5. missfishyjazz 17 April 2012 pada 6:57 AM #

    Sooyoung sama Siwon aja .. Yess !!😀
    Minho gtw sama siapa .. Kasian, dari chapter 1 sampe skrg gk dpt cewek ..
    Tiffany suka sama Donghae .. Omo :O Bikin shock ..
    Nah terus si Yuri gimana ??
    Sulli juga ?? Terus org yg benci sama Sulli itu sapa ??
    Pertanyaan masih menggunung thor .. Lanjut baca deh😀

  6. aristika 4 Februari 2015 pada 6:37 AM #

    aku sebel sama tiffany dan yuri haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: