A Place To A Heart (12)

22 Jan

A PLACE TO A HEART

Cast       :

 Siwon as 1st son

Donghae as 2nd son

Minyoung as 3rd daughter

Minho as 4th son

Sulli as 5th daughter

Tiffany as Minyoung look a like 

Sooyoung as Siwon’s girlfriend

Yuri as Minho’s manager team

CHAPTER TWELVE : EXPLOSION

“Kau…tidak punya malu apa?”Tanya Yuri dengan wajah yang masih tertunduk. Sulli mengernyit bingung.

Tadi saat istirahat Yuri langsung menghampiri kelas Sulli dan mengajaknya bicara berdua. Lalu berakhirlah mereka diatap sekolah dan entah kenapa Yuri tiba-tiba marah.

“Harusnya kau membiarkan keluarga itu bersenang-senang. Harusnya…kau berterimakasih pada mereka dan membiarkan Donghae oppa bebas! Kau itu kan Cuma anak angkat!”seru Yuri kesal sambil menatap Sulli dengan tajam.

Sulli sangat kaget mendengarnya. Hatinya serasa ditusuk sebilah pedang karena kata-kata Yuri. Dia tidak sadar dengan apa yang dilakukannya selama ini. Dalam pikiran Sulli yang masih sederhana,ucapan Yuri memang benar walau menyakitkan dan tidak seharusnya karena Sulli ketiga orang itu menahan diri. Tapi yang tidak bisa dimengerti adalah darimana Yuri tau bahwa Sulli bukan anak kandung keluarga itu?

Yuri masih menatap Sulli. Berharap anak itu menangis namun yang dia tunggu tidak terhadi sehingga membuatnya makin kesal.

“O…otthoke?”gumam Sulli kebingungan.

“Kau penasaran darimana aku tau? Kau pikir ayahku siapa? Dia adalah pemilik rumah sakit tempat kau dilahirkan,”ucap Yuri.

*Yuri flaskback*

“Aram sudah kembali? Syukurlah…semoga dia bisa sembuh. Huh? Soal Sulli? Tenang saja,ini akan menjadi rahasia kita berdua selamanya Taehyun-ah. Mwo? Ketiga anakmu sudah tau Sulli bukan anak kandung kalian? Ne ne…ne,arraso. Ne…,”

Yuri yang ingin menyambut ayahnya yang baru pulang dari Beijing malah terdiam setelah tanpa sengaja mendengar percakapan itu.

*end flashback*

“Sulli…,”ucap Yuri dengan nada misterius.

“Jika kau ingin rahasiamu aman selamanya…jangan pernah dekat-dekat dengan ketiga orang itu lagi!”Yuri lalu meninggalkan Sulli yang sudah tidak tau harus berbuat apa.

Sulli merasa saat ini dia benar-benar sebatang kara…dia ingin pergi kepada seseorang dan menangis sepuasnya. Orang pertama yang muncul dikepala Sulli adalah Donghae,namun mengingat ucapan Yuri tadi dia langsung menepisnya. Akhirnya Sulli hanya bisa berdiri ditempat itu dan menangis sendirian.

***

“Kau tidak apa-apa? Kenapa wajahmu lesu sekali?”Tanya Donghae saat menjemput Sulli didepan sekolah. Sulli teringat ucapan Yuri dan saat itu Yuri ada disana menghampiri Donghae.

“Oppa! Hari ini aku pulang cepat. Bagaimana kalau kita makan siang bareng?”ajak Yuri. Sulli masih berdiri ditempatnya,seolah ada isyarat ‘Sulli,sudah kubilang jangan dekati Donghae oppa’ yang membuat posisinya tertahan.

“Ah mian,aku ada janji dengan Sulli. Sulli-ah,kajja,”Donghae menarik tangan Sulli. Sulli dapat melihat wajah Yuri yang kesal melihatnya.

“Oppa lepaskan!!!”teriak Sulli tiba-tiba. Beberapa anak disekitar mereka kaget. Yuri dan Donghae juga kaget.

“Aku hari ini mau kesuatu tempat sendiri dulu,oppa pulang dengan Yuri onnie saja duluan,”Sulli buru-buru meninggalkan mereka berdua.

“Sulli-ah?”Donghae ingin mengejar namun Yuri menahannya.

“Oppa ayo kita makan. Aku lapar,”ucap Yuri. Donghae berhenti ingin mengejar Sulli dan akhirnya mau tidak mau mengajak Yuri pulang.

Hari berikutnya pun Sulli terlihat lebih tertutup dan menghindari ketiga oppanya terutama Donghae. Dia mulai memikirkan posisinya yang sebenarnya,dia mulai memikirkan hak yang tidak seharusnya dia miliki,dia mulai memikirkan batas yang secara alamiah memang sudah ada antara dirinya dan keluarga itu yang membuat sebuah perasaan segan dihati Sulli. Semua perkataan Yuri sudah menjadi momok yang berhasil menghipnotis dirinya sehingga bersikap kaku dihadapan keluarganya.

“Sunbaenim senang dengan semua ini?”Jiyoung menghampiri Yuri yang ingin pergi ke kolam renang sekolah dengan teman-temannya.

“Kang Jiyoung-ssi,apa yang kau katakan?”Tanya Yuri sok polos.

“Sejak saat itu aku sudah merasakannya. Apa yang sunbae bilang ke Sulli aku tidak pernah tau tapi yang aku tau setiap dia bicara dengan sunbae Sulli akan menjadi murung! Lalu beberapa hari yang lalu saat sunbae mengajaknya bicara Sulli makin terlihat tidak bahagia. Aku tidak ingin sunbae melakukan hal yang membuat Sulli sengsara!!!!”Jiyoung mendobrak dinding disamping Yuri. Yuri terkejut namun dia langsung tertawa kecil.

“Yah…kau kira aku yang membuat dia menderita? Sebenarnya faktor ketidakbahagiaannya itu sudah dia bawa sejak lahir,jadi ini bukan salahku,”ucap Yuri santai.

“Apa maksudmu?”Tanya Jiyoung bingung.

“Kau juga akan tau kok,cepat atau lambat,”jawab Yuri.

“Kau…jangan mentang-mentang mengira kau adalah sunbae lalu aku akan segan denganmu. Kalau terjadi apa-apa pada Sulli aku akan menghancurkan hidupmu!”Jiyoung menendang dinding disebelah kaki Yuri.

“Hah…Kang Jiyoung anak kepala kepolisian Busan ya…,”gumam Yuri sambil melihat punggung Jiyoung yang menjauh.

~~~

“Jadi kita akan melaksanakan ujian kenaikan kelas dua minggu lagi. Semoga kalian bisa menjalaninya dengan baik dan belajar dengan giat,kalau begitu saya permisi dulu,”seongsaemin keluar dari kelas. Saat itu Jiyoung menoleh kearah Sulli yang memandang keluar jendela dengan tatapan kosong. Ada rasa penasaran yang besar terbesit dari benak Jiyoung,tidak biasanya sahabatnya itu terlihat sering melamun seperti ini,sebenarnya apa yang sudah terjadi?

“Sulli-ah…,”Jiyoung mendekati Sulli.

“Jiyoungie? Mau pulang?”Tanya Sulli yang langsung tersadar. Jiyoung menatap sahabatnya itu dengan lirih,bagaimana pun juga mereka sudah berteman selama 7 tahun,sebagai seorang sahabat…tanpa diucapkan pun kegelisahan yang dirasakan sahabat sendiri bisa dibaca.

“Boleh hari ini aku main ke rumahmu?”Tanya Jiyoung yang merasa ini ada hubungannya dengan keluarganya.

“Ah ne…tentu saja! Ayo pulang!”ucap Sulli senang. Dia lalu membereskan tasnya dan mereka turun kebawah.

“Oppa,aku sudah bilang aku sudah naik kereta jadi tidak usah jemput lagi,”ucap Sulli saat digerbang bertemu Donghae.

“Aku tidak mau kejadian saat itu terjadi lagi. Sudah,naik saja,”kata Donghae.

“Ah annyeonghaseyo oppa,aku akan ikut pulang bersama Sulli,”

“Oh ada Jiyoung. Nah kalau begitu tunggu apa lagi,ayo pulang,”kata Donghae.

“Sulli-ah…?”Jiyoung menoleh pada Sulli yang kelihatannya berpikir.

“Kajja,”Donghae membuka pintu untuk Jiyoung. Jiyoung memutuskan untuk langsung masuk.

“Sulli-ah kajja!”seru Jiyoung. Sulli tersadar dan dengan ragu naik ke dalam mobil.

“Kau bertengkar dengan Donghae oppa?”Tanya Jiyoung setelah mereka sudah sampai dan berada dikamar Sulli. Sulli menggeleng.

“Lalu kenapa kau terlihat kaku sekali tadi? Sulli-ah…apa yang terjadi sebenarnya?”Tanya Jiyoung penasaran. Sulli merebahkan dirinya dikasur dan menatap langit-langit.

“Sudahlah…tidak usah dipikirkan…,”ucap Sulli.

“Andwae!!! Aku tau sesuatu terjadi padamu. Kau,Yuri,Donghae oppa…ada apa dengan kalian? Kenapa aku merasa Yuri sudah mengancammu?”cecar Jiyoung.

“Anieyo…Yuri onnie tidak mengancamku…Jiyoung-ah…gwenchana,tidak ada yang jahat padaku kok,”ucap Sulli meyakinkan sahabatnya itu. Jiyoung menggeleng.

“Ada. Ada sesuatu yang membuatmu tersiksa. Sulli-ah…mungkin aku bukan keluargamu. Bukan juga orang yang berhak mengetahui semua tentangmu. Tapi kau harus ingat,aku selalu bersedia mendengar semua kesedihan dan kemarahanmu juga kebahagiaanmu. Sejak sd sampai kita sudah nenek-nenek pun aku adalah sahabatmu jadi kalau kau ingin bicara dengan seseorang kau harus ingat aku selalu bersedia mendengarkan,”ucap Jiyoung tulus. Sulli hampir ingin menangis mendengarnya. Dia lalu memeluk Jiyoung dengan erat.

“Aku sayang sekali dengan Jiyoung! Aku akan ingat itu!”ucap Sulli yang menyembunyikan airmatanya.

“Kalau begitu aku pulang dulu ya,ahjumonni aku pamit pulang,”ucap Jiyoung sambil membungkuk mundur namun saat mundur dia menabrak seseorang yang baru masuk.

“Aw!!!”seru Jiyoung kaget.

“Ah mianhe! Aku tidak lihat! Lho,ada Jiyoung ya…sudah lama tidak main kesini. Aku pikir kau belum pulang dari luar negeri,”Minho melepaskan sepatunya sambil menyapa Jiyoung.

“Wah sudah cukup lama aku pulang. Oppa saja yang tidak pernah menyadari keberadaanku,”gerutu Jiyoung.

“Hahaha! Mianhe…aku tau kok tapi baru sekarang sempat menegur. Umma,hari ini masak apa?”Minho menghampiri umma yang sedang berada dibar dapur.

“Kalau begitu aku pulang ya,”ucap Jiyoung.

“Ne Jiyoung-ah,hati-hati dijalan,”balas Sulli. Jiyoung lalu keluar dan Sulli kembali ke ruang tengah.

“Jiyoung itu sekarang gayanya sudah lumayan feminine ya…kalau diingat-ingat dulu saat masih kecil dia seperti anak laki-laki. Kalau dia main kesini pasti dia dan Donghae hyung memarahiku saat mengganggumu,”ujar Minho yang sibuk menyomot kimbab. Sulli tertawa.

“Ne…tapi sekarang dia sudah berubah. Kan sudah punya orang yang dia sukai,”ucap Sulli.

“Hah serius?! Ah kalian memang sudah dewasa ya…kau sendiri bagaimana? Setelah Taemin,apa ada namja lain yang berhasil merebut hatimu?”Tanya Minho.

“Hah? Sulli pernah berpacaran?!”Tanya umma kaget.

“Ah bukan begitu umma… aku pacaran dengan Taemin oppa saat masih SMP dan itu juga karena dorongan teman-teman sekelas,”Sulli yang malu membicarakan hal ini terlihat gugup.

“Lalu sekarang suka siapa?”Tanya Minho. Saat itu Sulli langsung terbayang wajah Donghae dan wajahnya langsung memerah. Antara kaget,malu,bingung harus jawab apa dan bingung dengan apa yang seharusnya benar untuk Sulli.

Malam itu Sulli memikirkan dengan matang tentang hubungan dia dan Donghae. Setelah dipikir-pikir mereka yang besar bersama sebagai saudara lalu sekarang punya perasaan istimewa itu disebut apa? Apa ini benar? Setelah mengatakan itu apa tidak ada yang berubah antara mereka? Bukankah orang yang menyatakan cinta dan disambut maka mereka bisa berpacaran? Tapi apa itu lumrah walau mereka tidak sedarah? Apa Donghae juga memikirkan masalah ini?

“Akhhh! Molla!!!”Sulli menenggelamkan dirinya dibantal yang empuk.

Dia tidak sadar,kehangatan seorang sahabat sudah bisa membuatnya lupa akan perasaan tertekan yang selama ini dia rasakan.

***

Minggu pagi yang cerah,Sulli sudah terbiasa saat terbangun melihat Tiffany yang sedang berkebun dengan ummanya. Sulli akan menuju ke meja makan dulu,meminum air putih dan sarapan lalu minum susu kemudian akan ikut menolong umma dan Tiffany. Sejak hari itu,dibantu dengan kehangatan sifat Tiffany yang hadir diantara keluarga mereka,Sulli bisa melupakan Yuri dan kembali seperti sedia kala. Namun dia tidak menyangka pagi itu mereka akan kedatangan tamu.

“Oppa aku datang!!!”

Sulli,Donghae dan Minho terdiam kaget. Siwon menyambut dengan ramah,Tiffany dan umma yang dihalaman menyambut seorang ibu-ibu seumuran umma yang sangat dikenal Sulli.

“Yuri,selamat datang. Pagi sekali kau kesini,”ucap Siwon welcome. Minho dan Donghae melanjutkan makannya dengan cuek. Sulli melanjutkan makannya dengan penuh pikiran lagi. Tentu saja,kedatangan tiba-tiba Yuri seperti ini membuat dia teringat lagi kejadian saat itu dan membuat dia merasa tidak nyaman.

“Aku sudah selesai,”Sulli memutuskan untuk menyelesaikan makannya cepat-cepat dan pergi ke tempat Tiffany.

“Lho? Telor rebusnya masih ada sepotong nih sayang tidak dihabiskan,”ucap Donghae yang duduk disebelah Sulli.

“Untuk oppa saja deh,”kata Sulli namun Donghae langsung memasukkan potongan telor itu ke mulut Sulli yang sedang bicara dengan garpu. Sulli terdiam,mungkin bagi Siwon dan Minho hal ini sudah wajar karena mereka kakak adik tapi tidak setelah apa yang Sulli dan Donghae lewati,perasaan mereka sekarang sudah special,setiap hal kecil yang dilakukan Donghae bisa membuat Sulli berdebar-debar.

Yuri melihat keakraban mereka yang sangat pagi-pagi sekali dan membuatnya cemburu.

“Sulli-ah,piyamamu lucu sekali. Kau benar-benar imut seperti anak kecil!”seru Yuri tiba-tiba.

“Semua barang Sulli lucu-lucu. Aku juga suka melihat dia tampil cantik dan imut walau Cuma pakai piyama,”tanggap Siwon.

“Ya,malah kostum terbaik cewek cantik itu memang piyama ya,Sulli cantik sekali walau terlihat gembul,”cerocos Minho.

“Oppaaaa!!”Sulli menggerutu pada Minho. Minho tertawa usil.

“Sulli-ah,kau sudah selesai makan? Ayo sini bantu kami!”seru Tiffany dari luar.

“Ah ne onnie!”Sulli langsung berlari keluar.

“Kalau begitu aku juga bantu mereka deh. Kau mau ikut Yuri-ah?”Tanya Donghae setelah selesai makan.

“Ne! Tentu saja,”jawab Yuri senang. Namun bukan kesenangan yang didapat Yuri malah kegondokan. Yuri kesal sekali karena Donghae hanya memperhatikan Sulli dan cukup akrab dengan Tiffany.

“Kau mau aku buatkan teh dulu?”Tanya umma setelah selesai menggali tanah pot.

“Ah tidak perlu repot-repot,”kata umma Yuri.

“Tidak kok,aku juga ingin istirahat sebentar. Tiffany-ah,umma masuk dulu ya tolong ajari mereka menanam strawberry-nya,”ucap umma.

“Ne umma,”balas Tiffany.

Yuri ikut masuk ke dalam mengikuti kedua ibu itu.

“Eominim biar aku bantu buat,”ucap Yuri yang mengikuti umma ke dapur.

“Ah Yuri…kau baik sekali. Tapi tidak usah repot membantuku,”ucap umma sambil menyiapkan gelas.

“Anieyo…aku senang kok membantu eomonim. Membuat teh adalah keahlianku,”ucap Yuri sambil tersenyum manis.

“Kau hebat sekali. Seandainya Sulli juga jago membuat teh,rasanya pasti menyenangkan,”ucap umma.

“Ngomong-ngomong…sejak kapan eomonim mengasuh Sulli?”Tanya Yuri.

“Maksudnya sejak kapan aku melahirkan Sulli? Sudah hampir 17 tahun mungkin ya…,”jawab umma.

“Hah? Bukannya Sulli itu bukan anak kandung eomonim ya?”Tanya Yuri pura-pura bingung. Umma berhenti mengaduk teh.

“Apa yang kau katakan Yuri-ah?”Tanya umma bingung. Dia merasa Yuri bercanda.

“Hah? Omo! Mianhe eomonim. Ternyata eomonim belum tau ya? Aduh aku salah bicara!”Yuri memukul-mukul kepalanya.

“Aku tidak mengerti Yuri-ah…maumu apa sih sampai bercanda seperti ini? Tentu saja Sulli anakku,”ucap umma.

“Ah bukan maksudku mempermainkan eomonim. Tapi aku dengar kalau Sulli bukan anak kandung eomonim,kalau tidak percaya Tanya saja pada ayahku,”ucap Yuri. Gelas yang dipegang umma hampir jatuh jika tidak ditahan Yuri.

“Sulli…bukan anak kandungku?”Tanya umma kaget.

“Mianhe eomonim…aku tidak tau kalau ini dirahasiakan!”Yuri pura-pura menyesal.

“Tapi…aku ingat sekali hari dimana aku melahirkan anak itu! Tidak mungkin!”umma langsung meninggalkan Yuri dan mencari appa.

“Yeobo…apa benar Sulli bukan anak kandungku?”Tanya umma.

“Han Aram?”appa sangat kaget saat mendengar pertanyaan itu.

“Katakan padaku sejujurnya! Sulli anak kandung kita kan?!!!!”umma mendesak appa dan teriakannya terdengar oleh Minho.

“Umma? Appa? Ada apa?!”Tanya Minho menghampiri kedua orang tuanya.

“Aram…sepertinya sudah saatnya kau tau kebenaran,”ucap appa berat.

***

“Aku tidak terima sudah dibohongi seperti ini!”seru umma sambil menangis.

“Umma…mianhe! Jeongmal mianhe…,”Sulli berlutut dibawah kaki umma.

“Sulli-ah ini bukan salahmu nak…,”appa mengangkat tubuh Sulli. Donghae,Siwon dan Minho yang melihatnya masih terpaku dan bergerak sama sekali dari posisi mereka karena merasa sangat terluka.

“Kau sudah membesarkan Sulli sejak dia berumur 1 hari. Walau tanpa ikatan darah pun kau sudah membesarkan anak ini dengan keringat dan darahmu,yeobo,”ucap appa. Umma masih tidak menjawab dan masih terduduk lemas dikursi.

“Umma…,”ucap Sulli lirih.

“Mianhe…,”Sulli mencoba sekuat tenaga untuk menahan tangaisnya.

“Sulli-ah sudahlah,”Donghae mendekat dan mencoba mengangkat tubuh Sulli yang terduduk lemas dihadapan kaki umma.

“Anieyo…aku benar-benar ingin dimaafkan…,”ucap Sulli.

“Umma,jangan lakukan ini pada Sulli. Bagaimana pun dia bagian dari keluarga ini,”ucap Siwon mencoba membujuk umma. Umma tidak menanggapi dan masih menangis.

“Umma mianhe…,”ucap Sulli lagi.

‘Sulli-ah…apa yang kau pikirkan? Bahkan ini bukan salahmu…kenapa kau ingin dimaafkan?’lirih Minho dalam hati. Dia lebih tidak berani mendekat saking terlukanya.

“Sulli…biarkan umma beristirahat dan mendinginkan kepalanya dulu. Kenyataan ini mungkin masih belum bisa diterimanya,kita tunggu sebentar lagi,”Siwon juga menghampiri Sulli.

“Biar aku bawa Sulli kekamar,”Donghae menarik tangan Sulli dan membawanya ke kamar,Sulli yang sudah lemas karena menangis akhirnya pasrah dan ikut dengan Donghae.

~~~

Ketiga saudara itu duduk sambil memperhatikan Sulli yang tertidur karena lelah. Donghae menyeka airmata yang terjatuh dari sudut mata Sulli. Siwon hanya menghela nafas panjang dari tadi tidak tau harus berbuat apa sementara Minho Cuma bisa diam mematung memandangi Sulli.

“Kau mimpi apa Sulli-ah…bahkan dalam mimpi pun kau menagis,”lirih Donghae.

“Hyung,kenapa umma bisa tau? Apa ada seseorang yang mengatakan ini? Tapi siapa? Selain kita dan appa…,”

“Sudahlah Minho-ya,semua sudah etrjadi. Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana caranya menenangkan umma,”ucap Siwon.

“Aku tidak akan memaafkan jika seseorang membocorkan hal ini…ini pertama kalinya hatiku hancur melihat Sulli seperti itu. Aku akan pastikan apa yang kurasakan dan Sulli rasakan hari ini terbalas jika memang ada yang membocorkannya,”ucap Minho lalu keluar dari kamar Sulli.

Donghae terdiam memikirkan sesuatu. Hari ini yang datang adalah Tiffany,Yuri dan ummanya. Tiffany mana mungkin tau rahasia mereka,Yuri dan ummanya kah? Mereka kan berhubungan erat dengan rumah sakit tempat Sulli lahir. Donghae mulai mencurigai kedua orang itu namun memutuskan untuk menyelesaikannya nanti setelah keadaan dirumah sudah tenang.

***

“Sulli-ah ayo bangun. Kita sarapan dulu,appa sudah bikin nasi goreng untuk kita,”Donghae masuk ke kamar Sulli.

“Sulli?”

“Sulli…Sulli!!!! Sial! Minho! Hyung! Kalian liat Sulli?!”Donghae berlari keruang tengah.

“Hah?!”

 

TBC

 

 

 

 

8 Tanggapan to “A Place To A Heart (12)”

  1. elf_love 23 Januari 2012 pada 8:16 AM #

    Onn!
    Sulli kmn tuh?
    Yuri jahat! Msa dy smpe sgtuny sih ma Sulli….
    Sulli kan g pernah gnggu dy!
    (ak jdi ksel sndri!!!)
    lngsung k part slnjutny!

  2. deiismyday 24 Januari 2012 pada 1:11 PM #

    yuri menyebalkaaaaaannn!!! sulli kaburyaaaa?? aigooo

  3. Linda 3 Februari 2012 pada 9:26 AM #

    T____T nangis kejer baca part ini . Makasih kak dwi udah bikin beda poster di setiap chapter aku jd inget udah baca sampe mana maklum suka ketunda tunda jdnya lupa. skrg mau baca yg selanjutnya ^_^

  4. novianti sitorus 5 Februari 2012 pada 4:02 PM #

    ada kesempataan sulli sama donghae
    Huaa huaaa😀

  5. missfishyjazz 17 April 2012 pada 7:09 AM #

    YYYUUUURRRIIIII !!!! KYAAAAAAA !!!!
    bikin sebel aja .. minta dihajar hahh ??

    Nyebelin amat !! Sook innoncent .. Nyebelin !!! WTF😦 Aku gk pernah sesebel ini kalo baca ff, dan sekalinya aku sebel justru sama biasku ..
    Nyebelin banget sihh ..
    Kirain bakalan baik ..

    Jadi selama ini yang benci sama Sulli itu Yuri tohh ..
    Tenang Sulli, kamu juga biasku. Dan kamu lbh unyu dari Yuri😀

    • cagalli14 17 April 2012 pada 7:41 AM #

      aduh jadi ga enak bikin kamu sebel sm bias sendiri >.<

      • missfishyjazz 17 April 2012 pada 8:00 AM #

        gpp deh thor .. Kan cuma ff🙂

  6. aristika 4 Februari 2015 pada 6:50 AM #

    gedek bngt sama yurinya kak
    sulli nya kmena itu kak, sedih sumpah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: