A Place To A Heart (13-14)

22 Jan

A PLACE TO A HEART

Cast       :

 Siwon as 1st son

Donghae as 2nd son

Minyoung as 3rd daughter

Minho as 4th son

Sulli as 5th daughter

Tiffany as Minyoung look a like 

Sooyoung as Siwon’s girlfriend

Yuri as Minho’s manager team

 

CHAPTER THIRTEEN : BOND

 

Sulli menghilang!

Pagi-pagi sekali Donghae yang ingin membangunkan Sulli dikamarnya namun dia tidak menemukan Sulli dimana-mana. Donghae,Siwon dan Minho lalu mencoba mencari Sulli dilingkungan sekitar,sekolah dan tempat yang mungkin dikunjungi Sulli namun tidak juga ketemu.

“Hyung,sudahlah biar kami saja yang teruskan mencari. Hyung kan harus kerja,”ucap Minho saat mereka beristirahat di depan mini market dekat rumah.

“Aku tidak bisa bekerja dengan pikiran seperti ini,”tanggap Siwon. Ketiga saudara itu lalu terdiam.

“Coba aku hubungi Jiyoung,mungkin Sulli pergi kesana,”Minho lalu mengeluarkan ponselnya dan menelepon Jiyoung.

“Bagaimana?”Tanya Donghae setelah Minho selesai menelepon. Minho hanya menggeleng lesu.

“Tapi Jiyoung juga berjanji akan mencarinya,”ucap Minho.

“Aish!!! Kenapa hal seperti ini bisa terjadi?!”gerutu Siwon putus asa.

***

Sulli duduk disalah satu sudut bus hanya dengan membawa sebuah tas ransel,topi kupluk berwarna biru muda,jaket dan sepatu kets. Dia memutuskan untuk pergi dari rumah itu karena merasa bersalah sudah membohongi umma. Bus itu sudah berhenti dibeberapa pemberhentian namun Sulli masih duduk disana dan hanya memandang keluar jendela dengan perasaan bercampur aduk.

“Nak,ini sudah pemberhentian terakhir,kau mau kemana?”Tanya kenek bus. Saat ini,Sulli adalah penumpang satu-satunya yang naik dari pemberhentian pertama namun belum turun-turun juga.

Sulli menatap daerah sekitar,dia lalu menatap kenek itu dan tersenyum lemah,”Tenang saja,ini tempat tujuanku,”ucap Sulli. Dia lalu turun dari bus.

Tentu saja tempat itu bukan tempat tujuan Sulli. Dia hanya dengan acaknya menentukan tempat berhenti asal jauh dari Seoul. Sulli lalu mencari rumah makan di daerah itu karena matahari sudah berada dipuncaknya.

“Aku pesan jjangmyun dan dumpling satu porsi,”ucap Sulli.

Tak lama kemudian makanan pun datang dan Sulli menikmatinya dengan lahap.

“Anak muda,kau sehat sekali. Karena kau makan dengan lahap aku akan memberimu bonus,”bibi yang punya rumah makan kecil itu lalu memberikan semangkuk sup miso.

“Ah kamsahamnida ahjumonim,”ucap Sulli senang. Dia langsung menghabiskan sup tersebut.

“Ahjumonim,apa kau membutuhkan tenaga kerja?”Tanya Sulli setelah membayar makanannya.

“Aduuuh…aku senang sekali kalau menerima staff cantik sepertimu tapi sayangnya aku tidak bisa menggaji lebih banyak staff lagi,”jawab pemilik rumah makan.

“Anieyo,aku akan bekerja asal diberi makan dan tempat tinggal saja,”ucap Sulli senang.

“Mwo? Kau baru kabur dari rumah ya? Ah tidak boleh kalau begitu…sudah pulang sana,”ucap pemilik rumah makan.

“A…anieyo…aku ini anak yatim piatu. Serius,”Sulli masih bersikeras meyakinkan pemilik rumah makan.

“Benarkah? Aigo kasihan sekali…anak cantik seperti ini ditinggal kedua orang tuanya. Ya sudah bagaimana kalau kau bertugas melayani pelanggan saja? Kau bisa tinggal dengan Yeonhee diatap,”ucap pemilik rumah makan yang langsung luluh itu.

“Ah kamsahamnida!”ucap Sulli semangat.

Sulli lalu menjalani tugasnya seperti yang dikatakan pemilik rumah makan. Awalnya dia menikmati tapi saat rumah makan tutup dia terdiam mencerna semuanya.

Aku sudah kabur dari rumah dan kembali ke keadaanku yang sebenarnya. Sebatang kara seperti saat pertama kali aku dilahirkan. Ya…kembali seperti dulu saja.

“Aku bisa hidup sendirian,”gumam Sulli menguatkan hatinya. Dia kembali mengelap meja makan.

“Andwae…,”Sulli berhenti mengelap meja dan terdiam menunduk.

“Aku tidak bisa…kenapa hatiku masih tertinggal dirumah?”isak Sulli.

Hari berikutnya….

“Sulli,coba tolong layani pelanggan yang baru masuk itu,”

“Ne!”Sulli buru-buru menghampiri orang yang baru masuk dan duduk di pojokan.

“Mau pesan apa?”Tanya Sulli semangat tanpa memperhatikan lagi orang yang datang.

“Sulli…?,”

“Ji…Jiyoungie?!”

~~~

“Oppa-oppamu sangat khawatir. Umma dan appa sepertinya juga sangat khawatir. Ada apa denganmu Sulli-ah? Kenapa kau sampai pergi sejauh ini dan bekerja?”Tanya Jiyoung sedih. Sulli yang duduk diayunan sebelah Jiyoung duduk hanya bisa tersenyum lirih.

“Bagaimana kau bisa tau tempatku disini?”Tanya Sulli.

“Aku mencarimu kemana-mana. Aku lalu bertanya pada petugas halte tentang ciri-ciri penumpang yang sekiranya naik ke bus sejak kemarin lalu ada salah satu kenek yang bilang dia mengenali ciri-ciri yang kusebutkan sehingga membawaku sampai kesini. Sulli-ah pulanglah,kami semua ingin kau pulang,”pinta Jiyoung.

“Aku…ingin sekali pulang,”ucap Sulli dengan tatapan kosong.

“Tapi aku tidak bisa pulang lagi ke rumah itu…,”suara Sulli mulai terdengar parau.

“Ada apa…sebenarnya?”Tanya Jiyoung. Sulli menoleh pada Jiyoung,matanya sudah sembab dan hidungnya sudah memerah.

“Untuk apa aku pulang ke rumah orang lain? Aku…seharusnya pulang ke rumahku sendiri. Ke rumah kedua orang tuaku….,”tangis Sulli pecah saat itu juga. Jiyoung sangat terkejut mendengarnya.

“Aku tidak mengerti Sulli-ah,”

“Jiyoungie…setelah aku kecelakaan…tidak ada satupun dari anggota keluargaku yang bisa memberikan donor darah. Aku dan saudara-saudaraku lalu tau bahwa selama ini…appa menyembunyikan fakta kalau aku bukan anak kandung mereka. Jiyoung-ah…anak yang seharusnya jadi maknae di keluarga itu sudah meninggal…aku Cuma anak yang kebetulan lahir dirumah sakit yang sama dan diangkat untuk menggantikannya,”isak Sulli. Jiyoung memeluk Sulli dengan hati yang ikut merasakan sakit.

“Tapi kau dicintai oleh mereka. Walau sudah tau faktanya tapi kaulah anak yang tumbuh dan besar dengan mereka,”ucap Jiyoung.

“Tapi umma tidak mau memaafkanku…,”isak Sulli. Jiyoung terdiam menahan tangisnya dan hanya bisa memeluk Sulli.

“Kata siapa umma ingin memaafkanmu? Dia tidak perlu melakukannya,kau juga tidak perlu minta maaf,”tiba-tiba seseorang datang dari belakang tubuh Jiyoung.

“Oppa?”Tanya Sulli kaget. Minho sudah berdiri disana dengan mata yang basah.

“Umma ingin bertemu denganmu,ayo kita pulang,”ucap Minho sambil menjulurkan tangannya. Sulli masih tidak percaya dan menoleh pada Jiyoung.

“Hehe…kau pikir aku pergi sendirian ke tempat ini,tentu saja aku dan Minho oppa bolos bersama,”ucap Jiyoung sambil mencibir.

“Akh! Dasar Jiyoungie!”gerutu Sulli.

“Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo pulang,naik bus,”Minho masih menjulurkan tangannya pada Sulli.

“Tapi…,”Sulli terlihat ragu.

“Sulli-ah…coba kau dengar suara hatimu yang paling terdalam. Apa keinginanmu?”Tanya Jiyoung lembut.

“Aku…,”Sulli Nampak seperti sedang berpikir. Jiyoung dan Minho menunggu dengan sabar.

“Aku hanya ingin menjadi bagian dari keluarga itu. Aku sayang sekali pada mereka!”ungkap Sulli sepenuh hati. Hati Minho tersentuh dan langsung memeluk Sulli.

“Aku juga hanya butuh satu maknae. Dan itu hanya Sulli,”bisik Minho.

***

“Anak bodoh!”ucap umma dengan nada tinggi. Sulli sudah pasrah akan ditampar atau diusir lagi namun yang dirasakannya malah sebuah pelukan hangat seseorang yang paling dirindukannya.

“Memangnya kau mau pergi kemana? Disini rumahmu! Aku ummamu!”seru umma saat memeluk Sulli. Sulli benar-benar kaget ,begitu juga dengan appa,Donghae,Siwon dan Minho.

“Tapi umma…aku bukan…,”

“Jadi kau tidak ingin tinggal bersamaku? Tinggal bersama kami?”umma melepaskan pelukannya dan menatap Sulli dengan sedih.

“Te…tentu saja aku mau! Aku…aku Cuma ingin hidup disini. Aku Cuma ingin menjadi bagian dari keluarga ini….Aku sangat mencintai keluarga ini!”Sulli akhirnya meneriakkan isi hatinya dihadapan umma. Teriakan itu bercampur dengan tangisannya membuat hati Sulli lebih lapang dan membuat dia mendapat pelukan hangat sekali lagi.

“Aku juga agi-ah…aku yang membesarkanmu dengan tangaku ini. Aku yang memberimu nama…selamanya kau adalah milikku,kau anakku…bahkan jika keluarga kandungmu masih ada dan memintamu kembali,aku tidak akan menyerahkanmu karena kau adalah maknae keluarga ini. Kau adalah Choi Sulli!”ucap umma. Sulli menangis sepuasnya dipelukan seorang ibu yang sangat dia rindukan. Appa,Siwon,Donghae dan Minho juga merasakan perasaan bergejolak melihat keluarga yang sekali lagi menyatu itu.

Tidak ada yang bisa memisahkan kita selain maut…ya kan Minyoung-ah? Sekali lagi…kami akan menjalani hari-hari dirumah ini dengan bahagia.

“Hyung,kau memikirkan apa?”Tanya Minho pada Siwon.

“Ah aniya…aku bersyukur dilahirkan dikeluarga ini dan bertemu kalian,”ucap Siwon.

“Aku bersyukur bertemu Sulli,”ucap Donghae.

“Ne…dia adalah salah satu keajaiban yang kita dapatkan,”tanggap Siwon.

 

CHAPTER FOURTEEN : THE TRUTH (Han Aram,Choi’s umma story)

 

“Oaaaaaaaaaaa…oaaaaaaaaaaaaa!!!”

“Taehyun…apakah itu anak kita?”Tanya Aram yang masih lemah.

“Ne jagiya,lihatlah…dia cantik kan?” jawab Taehyun sedikit gugup. Taehyun memberikan bayi itu ke dalam gendongan Aram yang masih berbaring di tempat tidur.

“Cantik sekali…,”ucap Aram setelah melihat bayinya.

“Ne,”ucap Taehyun. Kegugupannya tidak bisa disembunyikan dengan baik namun Aram tidak dapat membacanya karena keadaan yang masih lemah.

“Apa kau sudah memikirkan siapa namanya?”Tanya Aram.

“Aku? Be…belum…,”jawab Taehyun.

“Sulli…,”

“Choi Sulli…,”ucap Aram tersenyum lembut.

“Eh?”

“Namanya Sulli. Sulli dari Jinri yang artinya kebenaran. Anak ini memancarkan aura itu…,”ucap Aram bahagia.

Sejak melihat bayi cantik itu,yang aku pikirkan adalah anak itu akan membawa kehangatan dan kebenaran dalam keluarga ini. Semua terpancar dari wajahnya yang polos. Bayangan-bayangan masa depan anak itu bisa kupikirkan. Dia adalah anak yang polos,anak yang baik,yang akan selalu berbuat berdasarkan kebenaran.

Choi Sulli…aku memberimu nama itu karena melihat wajahmu.

Kau adalah anakku tercinta.

 

(next chapter,kita kembali ke kisah percintaan Sulli dan Donghae yang bagaikan Lucrenzia Borgia dan Cesare Borgia jaman sekarang ;____;)

 

 

 

13 Tanggapan to “A Place To A Heart (13-14)”

  1. elf_love 23 Januari 2012 pada 8:31 AM #

    Onnie!!!
    Onnie sukses buat ak nanggis wktu bca part Sulli ma ummany ktmu lgi!!!
    Pkokny tnggung jwab!!!
    Hehehe…..
    Cpet lnjutanny y!🙂

    • cagalli14 25 Januari 2012 pada 11:44 AM #

      aigooo uljima ..kkk~

  2. deiismyday 24 Januari 2012 pada 1:21 PM #

    hoaaah. kirain udah END. untungnya belom. yeyeyeye. author please next chapter yaaaa ^^ part ini paling aku suka setelah part 11!!

    • cagalli14 25 Januari 2012 pada 11:45 AM #

      hihi mksh ^^ ..

  3. Radisa 28 Januari 2012 pada 2:43 PM #

    lanjutkan yah ceritanya
    kalo bisa sampe part donghae dan sulli menikah
    ehheheheh

    • cagalli14 29 Januari 2012 pada 3:03 AM #

      heheh ..makasih udah baca ^^

  4. Linda 3 Februari 2012 pada 9:37 AM #

    Kyaaaa she is our truth!!!! Sulli jangan kabur lagi semua orang sayang Sulli🙂 baca part selanjutnya. Btw aku gak bisa baca karakter umma, hmm dia itu udah sadar sepenuhnya kak??? Atau masih terbayang-bayang Tiffany itu Miyoung?

    • cagalli14 7 Februari 2012 pada 9:53 AM #

      dia itu lemah si ummanya itu tipe2 anak org kaya lemah yg kemauannya hrs sll diikuti ..

  5. missfishyjazz 17 April 2012 pada 7:18 AM #

    Umma aku tidak membencimu lagi .. Aku mencintaimu .. Saranghae !!! :*😉
    Ummanya baik banget sekarang ..
    Tapi masih dendam kesumat sama Yuri😦
    Lucrenzia Borgia dan Cesare Borgia ?? Kesannya tragis banget ya😥

    • cagalli14 17 April 2012 pada 7:41 AM #

      lucrenzia sm cesare itu kisah nyata loh ..sedih😦 ummanya ttp paling sayang sm sulli kok ^^

      • missfishyjazz 17 April 2012 pada 8:01 AM #

        iyaa … dulu juga pernah diceritain ortuku😦 Kisahnya sedih abis Lucrenzia sama Cesare itu ..
        Yess !! Umma memang baik😀

      • cagalli14 17 April 2012 pada 12:20 PM #

        whaaa? ortunya yg cerita? keren banget >.< kkk~ kalo aku tau dari komik :p iya sedih banget ..cinta yg tulus bgt tp ga akan terjadi😦

  6. aristika 4 Februari 2015 pada 6:59 AM #

    nangis kak bacanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: