A Place To A Heart (15)

1 Feb

A PLACE TO A HEART

Cast       :

 Siwon as 1st son

Donghae as 2nd son

Minyoung as 3rd daughter

Minho as 4th son

Sulli as 5th daughter

Tiffany as Minyoung look a like 

Sooyoung as Siwon’s girlfriend

Yuri as Minho’s manager team

Kang Jiyoung as Sulli’s bestfriend

 

CHAPTER FIVETEEN : HEART MOVING

“Akhirnya kencan pertama!!!!”seru Donghae sambil mencium ponselnya.

“Eh? Kau kenapa Donghae-a?”Tanya Kyuhyun kaget.

“Kyuhyun-ah…,”Donghae menatap Kyuhyun dengan rasa haru.

“Saranghae!!!!”Donghae lalu memeluk dan mencium-cium sahabatnya itu.

“Yah!!! Aku tidak bisa menerima laki-laki! Lagian aku Cuma cinta sama Rigi!!! Pergi sana!”Kyuhyun mencoba melepaskan sahabatnya itu.

“Kalian berdua hentikan,”Eunhyuk yang dari tadi diam akhirnya menjauhkan kepala Donghae dari Kyuhyun.

“Eunhyuk-ah!!!”Donghae baru ingin melakukan hal yang sama dengan yang dia lakukan pada Kyuhyun.

“Shiroooooooooooooooo!!!”seru Eunhyuk.

~~~

“Oppa…banyak sekali persiapanmu,”Sulli menatap sebuah buket bunga mawar besar,sekotak cake kesukaan Sulli,sebuah boneka anak ayam yang lucu dan besar dan satu cup ice cream coklat. Sulli Cuma bisa terbengong-benong melihat jok belakang mobil Donghae.

“Kyuhyun menyarankan bawa makanan,Eunhyuk bilang bawa bunga lalu aku lihat boneka itu cocok untukmu makanya aku beli,”ucap Donghae.

“A ha ha…tapi kenapa harus dibeli semua?”Tanya Sulli heran.

“Karena…aku senang,”Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sulli dapat melihat wajah Donghae yang memerah. Sulli Cuma bisa tersenyum sedih melihatnya,tapi apa yang menjadi inti dari kencan pertama ini belum bisa dia ucapkan sekarang. Dia tidak ingin menghancurkan senyum Donghae.

Tidak apa…hari ini akan kujalani tanpa beban agar semua berjalan lancer…Sulli menatap laut yang mereka lewati dengan menanamkan ucapan itu dalam hatinya.

Sudah hampir seminggu sejak kejadian besar menimpa di rumah keluarga Choi. Sulli merasa berterimakasih karena umma mencintainya dengan sangat tulus,dia juga berterimakasih pada Tuhan karena sudah diberikan keluarga yang hebat seperti ini. Sejak hari itu pun keadaan dirumah kembali seperti semula,umma yang sering bersama Tiffany,Minho yang selalu pulang malam,Siwon yang sudah mulai membawa Sooyoung lagi ke rumah untuk mendekatkan diri pada umma,appa yang selalu sibuk di ruang kerjanya tapi tetap memperhatikan keluarganya lalu Donghae yang akhir-akhir ini sibuk mengejar ketinggalannya di kampus (karena sibuk mengurus Sulli saat masuk rumah sakit). Semua berjalan normal…dengan masalah-masalah ringan yang mudah diselesaikan. Tapi bagi Sulli ada satu masalah yang muncul sejak kejadian itu. Dia mulai menyadari posisi dia saat ini…dia menginginkan keluarga yang utuh.

“Wuaaaaaaaaaaaaaah! Pantai disini indah sekali,”Sulli berlari mendekati pesisir pantai dengan penuh rasa penasaran.

“Kita dulu sering kok kesini,”ucap Donghae yang mendekati Sulli.

“Ne,aku ingat liburan kita saat Siwon oppa ulang tahun,kita semua merayakannya disini. Saat itu masih ada Minyoung onnie…,”Sulli menatap laut dengan perasaan yang jauh menggapai pada kenangannya saat Minyoung masih disini. Donghae juga menjadi sedih dan teringat Minyoung.

“Minyoung onnie…dia ada disana. Dia tidak kemana-mana kan?”Tanya Sulli. Donghae tersenyum dan mengangguk.

“Ne…,”ucap Donghae.

“Ahhh~ bagaimana kalau kita potong cake-nya disini sekarang?!”Sulli langsung mencairkan suasana yang tiba-tiba menjadi biru tadi dan kembali ke mobil lalu keluar dengan sekotak cake yang dibeli Donghae.

“Sulli-ah…mana ada orang yang memotong cake di tepi pantai? Adanya juga orang membelah semangka atau minum es kelapa,”

“Ada kok! Orang makan ramyun di tepi pantai saja ada,”ucap Sulli cuek. Dia lalu membentang meja kecil dan meletakkan cake disana. Donghae hanya tersenyum sambil memperhatikan tingkah Sulli. Sudah lama tidak melihat Sulli yang periang seperti ini. Dulu sepertinya banyak sekali masalah yang dipikul olehnya sehingga banyak airmata yang keluar.

“Oppa?”

Sulli yang sedang memotong cake kaget saat tiba-tiba Donghae memeluknya dari belakang.

“Waeyo?”Tanya Sulli polos.

“Anieyo…aku hanya senang saja,”jawab Donghae. Wajah Sulli merah padam.

“Aku juga senang,”Sulli menyembunyikan senyum lirihnya dari Donghae.

“Aku tidak akan membiarkanmu sedih lagi Sulli-ah…,”ucap Donghae. Sulli tidak mampu menjawabnya dan hanya bisa menahan rasa sakit yang dia rasakan.

*Sulli pov*

Aku sibuk memotong cake untuk kami berdua tiba-tiba kurasakan seseorang memelukku dari belakang.

“Oppa?”tanyaku kaget dengan tingkahnya yang tiba-tiba ini.

“Waeyo?”tanyaku yang merasakan pelukannya itu dengan penuh perasaan seakan tidak ingin melepaskanku lagi. Jika oppa seperti ini,aku bisa susah. Tapi kurasa untuk hari ini,aku akan melakukan semuanya dengan baik.

“Anieyo…aku hanya senang saja,”jawabnya.

Mendengar itu aku ingin menjerit. Ada perasaan bahagai yang kurasakan,ada juga perasaan tersiksa. Apa yang harus aku lakukan? Mendengar itu aku jadi bimbang lagi. Tenang Sulli,tenang! Kau harus melakukannya dengan sangat baik hari ini!

“Aku juga senang,”ucapku.

“Aku tidak akan membiarkanmu sedih lagi Sulli-ah…,”ucapnya.

Saat itu aku yakin…seluruh tenagaku hilang. Semua hilang karena perasaan yang bercampur aduk. Bahagia…bimbang…sedih…semuanya! Aku tidak tau harus berbuat apa.

Oppa…kau tau? Hari ini aku ingin memutuskan untuk sepenuhnya menjadi adikmu! Aku ingin mengubur perasaan yang tidak seharusnya aku rasakan ini.

~~~

Aku memperhatikan wajah Donghae oppa yang bercerita dengan semangatnya disampingku. Sore sudah hampir berakhir,langit yang menaungi kami sudah berwarna jingga dan aku dapat melihat matahari hampir tenggelam di depan kami. Tapi pemandangan indah itu kalah dengan wajah Donghae oppa yang tersenyum disampingku. Aku ingin waktu berhenti saat ini juga. Tapi aku tau…waktu akan terus berjalan…dan hari ini tanpa terasa juga akan cepat berakhir.

“Sulli-ah…sebentar lagi matahari akan tenggelam,”ucapnya.

“Ne,indah sekali ya…sudah lama tidak melihat hal seperti ini,”kataku senang sambil menatap kedepan memandangi matahari yang akan tenggelam.

“Saranghae,”ucapnya tiba-tiba. Aku menoleh padanya,ternyata daritadi dia memperhatikanku. Tatapannya begitu hangat,kata yang diucapkannya begitu membahagiakan,aku bisa merasakan ada perasaan hangat didadaku.

Dheg!!!

“Oppa?”aku terkejut saat dengan perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Apa dia akan menciumku?!

Donghae oppa sepertinya tidak mempedulikan keterkejutanku. Apa ini tidak apa-apa? Apa aku boleh merasakannya? Apa aku harus diam saja atau bagaimana?

Cup!

Dia hanya menciumku dengan kilat lalu menatapku yang sudah hampir kehabisan nafas saking gugupnya.

Ini bukan pertama kalinya dia menciumku. Tapi ini yang pertama kalinya bisa membuat jantungku copot. Aku benar-benar kaget dan gugup!

“Mianhe…,”ucapnya.

“Wae?”tanyaku.

Donghae oppa mengusap pipiku. Membuat hatiku makin berdesir. Oppa…kenapa hari ini setiap apa yang kau lakukan membuatku senang? Aku jadi tidak ingin mengatakan keputusanku! Ingin terus seperti ini!

“Karena aku menciummu bukan sebagai oppa lagi…aku melakukannya sebagai orang yang kau cintai,”jawabnya.

“Lalu kenapa minta maaf?”tanyaku. Aku ingin menangis mendengarnya. Kenapa airmata ini ingin sekali keluar?!

Dia tidak menjawab.

Sekarang aku sadar…oppa pun merasa bahwa perasaan kami ini seharusnya tidak boleh terjadi. Kami berdua sama-sama tau,sama-sama sadar…baik itu mengatakan ‘saranghae’,mencium,memeluk maupun menganggap perasaan yang kami rasakan itu adalah cinta sepasang kekasih…semuanya terlarang untuk kami yang dianggap sebagai saudara ini.

“Oppa…,”

Donghae oppa menatapku,menungguku melanjutkan kata-kataku.

Aku tidak ingin….

Aku tidak ingin mengatakannya sekarang!

“Aku suka oppa!”aku memeluknya langsung. Saat mengucapkan itu aku tau airmataku akan tumpah.

Beri aku waktu sebentar lagi! Perasaan ini masih meluap-luap dan aku tidak sanggup menghentikannya!

Lalu hari itu berlalu dengan begitu saja. Berlalu tanpa bisa kuucapkan kata perpisahan sebagai sepasang manusia yang saling mencintai. Berlalu dengan tetap seperti itu…kami akan menyembunyikan perasaan ini diantara kami berdua.

Dengan satu ciuman pertamaku yang penuh perasaan,aku yang masih muda ini sudah masuk ketahap yang lebih tinggi dan memutuskan untuk menyimpan sebuah kesalahan. Semua yang ingin kukatakan sebelumnya…benar-benar tersegel kuat di dalam hatiku.

***

“Lalu,bagaimana kencan pertamamu?”Tanya Eunhyuk saat mereka menelusuri lorong kampus. Donghae tidak langsung menjawab dan wajahnya memerah.

“Wuah!!! Donghae benar-benar sudah jatuh cinta!”seru Kyuhyun takjub.

“Ini adalah keajaiban!”timpal Sungmin.

“Ne betul sekali! Donghae si raja keji pembuat gadis-gadis menangis dan selalu gonta-ganti pasangan sekarang sepertinya sudah tobat. Mari kita makan-makan!”ucap Eunhyuk yang berbuah jitakan dari Donghae.

“Yah…siapa bilang aku ini raja keji pembuat gadis-gadis menangis?”Tanya Donghae kesal.

“Kau memang tidak sadar. Sudah berapa gadis datang padaku dan malah memarahiku karena tingkah sahabat tercintaku satu ini,”jawab Eunhyuk sambil mengusap-usap kepalanya.

“Ne…aku juga. Sudah berapa kali gadis-gadis yang datang padaku ingin mengeluh tentangmu malah dimarahi Rigi. Kalau kupikir-pikir kasihan gadis-gadis itu…kena marah Rigi yang kayak gangster Yokohama,”ucap Kyuhyun.

Plak!!!

“Aw!” Kyuhyun meringis kesakitan. Rigi sudah berada dibelakangnya sambil memegang gulungan buku yang tadi dia gunakan untuk memukul kepala Kyuhyun.

“Siapa yang bilang aku ini gangster Yokohama hah?”geram Rigi.

“Daripada aku bilang buldoser Incheon?!”Kyuhyun tidak mau kalah. Eunhyuk,Donghae dan Sungmin meninggalkan pasangan itu daripada kena getahnya.

“Lalu siapa gadis yang tidak beruntung itu?”Tanya Sungmin.

“Mwo? Tentu saja dia beruntung tau! Aku tidak pernah mengkhianati perasaanku padanya sejak dulu!”jawab Donghae tegas.

“Kau menyukainya sejak dulu?”Tanya Eunhyuk kaget.

“Kami sama sekali tidak tau. Kami pikir kau ini bisanya main perempuan tapi ada juga yang kau sukai. Dulu kau bertepuk sebelah tangan ya?”Tanya Sungmin.

“Anieyo…hanya saja ada satu alasan yang tidak bisa kusebutkan. Kalian juga tidak boleh tau siapa gadis itu,”Donghae meninggalkan kedua sahabatnya itu berjalan duluan namun langkahnya langsung terhenti.

“Tiffany?”

“Eh? Siapa ini? Ini ya pacar barumu?”Tanya Eunhyuk dan Sungmin.

“Annyeonghaseyo,aku kebetulan lewat sini dan ingin melihat kampusmu tenyata kau benar ada disini,”ucap Tiffany.

Donghae terdiam. Tiba-tiba dia teringat apa yang sudah diucapkannya pada Tiffany.

“Yah! Donghae-a siapa dia? Pacarmu itu kan?”Tanya Sungmin.

“Ah…anieyo…dia tetanggaku,Tiffany,”jawab Donghae tegas.

~~~

“Aku baru tau kau punya pacar,”ucap Tiffany sambil mengaduk-aduk kopinya.

“Soal ucapanku saat itu ya? Aku tidak bermaksud mempermainkanmu,”ucap Donghae langsung.

“Kenapa kau takut? Tenang saja…aku tidak ingin membuat siapa pun terpaksa jika harus berhubungan denganku,”ucap Tiffany sambil tersenyum.

“Tapi aku memang tidak main-main. Daripada Siwon hyung harus kehilangan Sooyoung yang sudah sejak SMA bersamanya,lebih baik aku yang menikahimu. Tapi Tiffany-ah…aku punya permintaan untuku,”ucap Donghae sungguh-sungguh.

“Apa itu?”Tanya Tiffany yang tetap santai.

“Aku tidak ingin menjadi pacarmu. Aku ingin menjadi sahabatmu…karena…,”

“Ada yang kau sukai. Aku tau kok,”Tiffany tersenyum. Senyum yang cukup pahit namun tulus.

“Aku…menyukaimu…sejak awal aku tidak tertarik dengan Siwon oppa. Aku menyukai orang sepertimu. Dan aku makin menyukaimu hari demi hari…”ucap Tiffany dengan tenang dan tegas. Namun tatapan matanya menunjukkan perasaan kasih sayangnya pada Donghae.

“Tapi jika ada yang kau sukai…aku akan membiarkanmu. Walau aku menyukaimu,aku akan melepaskanmu dan menganggap pembicaraan kita saat itu tidak ada. Aku juga akan terus menjadi temanmu. Karena kau sudah terlanjur bilang akan menikahiku demi Siwon oppa,sampai mereka menikah aku akan bilang pada umma bahwa kita memang dekat,”ucap Tiffany. Kali ini Donghae bisa melihat matanya yang mulai berair.

“Mianhe Tiffany-ah…,”ucap Donghae tertunduk.

Saat ini yang ada dihati dan pikiran Donghae hanya menjalani perasaannya dengan tulus dan sepenuh hati pada Sulli. Dia tidak ingin Sulli menderita lagi tapi dia mengorbankan kebahagiaan yang sempat dirasakan oleh Tiffany.

***

“Apa? Kau bilang yang mengatakan bahwa Sulli bukan anak kandung pada umma adalah Yuri?”Tanya Minho kaget.

“Ne,aku sudah menyelidikinya. Ayahnya Yuri adalah pemilik rumah sakit tempat Sulli dilahirkan,begitu juga tempat adik kandung oppa dilahirkan. Tidak mungkin ayahnya Yuri onnie yang merupakan sahabat ayah kalian membocorkan rahasia itu,”terang Jiyoung.

“Tidak mungkin juga Yuri membocorkannya! Lagian aku tidak yakin dia tau soal itu. Appa bilang yang tau Cuma pemilik rumah sakit dan kami. Kau jangan asal deh!”Minho meninggalkan Jiyoung dengan kesal.

“Sebelumnya Sulli sering terlihat tertekan jika sudah bertemu Yuri onnie di sekolah!”teriak Jiyoung. Minho berhenti,namun dia berjalan lagi dengan kesalnya meninggalkan Jiyoung.

‘Lagian kalo memang Yuri,mau diapakan lagi. Semuanya sudah lewat,lalu kenapa? Kenapa harus Yuri?! Aku tidak percaya!’batin Minho.

“Oppa?!”Sulli kaget saat hampir bertabrakan dengan Minho.

“Ah Sulli-ah…mianhe oppa tadi tergesa-gesa,”ucap Minho.

“Ne…gwenchana. Aku Cuma takut kalau oppa seperti itu nanti malah numbur orang lain,”jawab Sulli sambil tersenyum manis. Minho merasa tenang melihat senyum dongsaeng tercintanya itu. Semua sudah berlalu…walau sudah tau Sulli bukan anak yang lahir dari rahim ummanya tapi semua kembali seperti sedia kala dan tetap mencintai Sulli.

“Kau itu yang tidak apa-apakah?”Minho mengusap-usap rambut Sulli.

“Ne,aku baik-baik saja,”jawab Sulli semangat.

“Oh,Sulli-ah…apa Yuri pernah menyakitimu?”Tanya Minho. Sulli terkejut.

“Kenapa?”Tanya Sulli.

“Tidak…aku hanya bertanya saja,iseng,hehe,”jawab Minho berkelit. Sulli tidak menjawab,dia malah kelihatan tidak senang. Saat itu Minho mulai merasakan tidak enak. Apa benar gadis yang dia cintai selama ini menyakiti adik kesayangannya?!

~~~

“Kau mengatakan apa pada Sulli?!”Minho mendorong Yuri sampai ketembok. Yuri terkejut.

“Kau mengatakan apa pada umma?! Kenapa kau membuat Sulli tertekan?!”Tanya Minho kesal.

“Apa-apaan sih?!”Yuri mendorong Minho balik.

“Jawab Yuri-ah! Aku sudah tau semuanya!”Minho balik mendorong Yuri ke tembok lagi.

‘Ne…aku yakin Yuri mengatakan sesuatu pada Sulli. Setiap melihat Sulli menemui Yuri,aku selalu merasa Sulli tidak bahagia,’

Minho yakin Yuri sudah mengatakan hal yang membuat Sulli takut. Tadi setelah melihat ekspresi Sulli,Minho buru-buru mencari Jiyoung lagi dan meminta menceritakan semuanya. Sekarang dia datang dengan satu kesimpulan…Yuri yang telah membuat keluarganya terguncang.

“Ne…lalu kalau iya kenapa?”Tanya Yuri akhirnya. Tatapannya sangat dingin. Minho sangat kecewa,walau dia yakin memang Yuri yang sudah mempermainkan mereka tapi ada harapan bahwa Yuri tidak sejahat yang dia kira. Minho tersenyum sinis.

“Padahal aku kira kau adalah Yuri yang aku kenal. Ternyata yang aku kenal itu bukan Yuri yang asli ya?”Tanya Minho dengan tatapan kecewa.

“Aku melakukannya karena aku tidak suka anak yang tidak ada hubungan apa pun dengan kalian malah sangat dekat dengan kalian tau!”teriak Yuri.

“Sulli itu keluargaku! Adikku! Kata siapa tidak ada hubungan apa pun hah?!”bentak Minho.

“Dia anak pungut!”

Plak!!!

Minho menampar Yuri.

“Itu yang kau katakan pada Sulli?”Tanya Minho berang.

“Ne! Aku katakan pada dia semuanya! Dia anak pungut! Sebatang kara! Tidak pantas mendapat kasih sayang kalian!”

“KAU YANG SEHARUSNYA TIDAK PANTAS MENDAPATKAN KASIH SAYANG DARIKU!!!”bentak Minho. Yuri terdiam.

“Padahal aku yakin kau orang yang baik dan luar biasa. Padahal aku menyukaimu dari dulu tapi kau malah menyakiti adikku! Aku kecewa sekali Yuri-ah!!!!”Minho meninggalkan Yuri yang terduduk lemas mendengarnya.

“Minho…menyukaiku?”Tanya Yuri tak percaya. Dia lalu menangis menyesali semua perbuatannya. Sementara Minho memutuskan untuk bolos dan mengendarai motornya dengan mata yang basah karena menangis.

~~~

“Maafkan aku tidak mempercayaimu,”ucap Minho. Dia tidak pulang ke rumah sampai larut malam,tidak juga kembali ke sekolah untuk latihan. Dia menemui Jiyoung di kedai keluarga Jiyoung.

“Sudahlah…yang penting oppa sekarang sudah tau kebenarannya. Asal Sulli sekarang sudah senang dan tidak merasa tertekan lagi…aku juga sudah puas,”ucap Jiyoung.

“Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti keluargaku. Terutama Sulli,”ucap Minho.

“Sejak Minyoung meninggal,umma meninggalkan kami semua dan Sulli yang kecil juga bukannya tidak terluka. Aku tau dia tersenyum,tapi menangis…aku tau dia merasa bersalah pada umma,Minyoung dan kami. Aku sudah tau Sulli yang kecil itu,menyimpan rasa bersalahnya sendiri. Karena itu aku berjanji akan melindunginya apa pun yang terjadi. Aku berjanji akan mengembalikan dan menjaga tawanya itu dengan tanganku sendiri. Karena itu walau Yuri adalah orang yang kusukai sejak dulu,dalam wkatu sedetik aku langsung bisa membencinya karena telah menyakiti Sulli,”cerita Minho.

“Aku kagum dengan oppa yang seperti itu,”Jiyoung tersenyum.

“Walau dulu sering mengganggu Sulli,tapi jika Sulli diganggu orang lain oppa pasti akan langsung melindunginya,”ucap Jiyoung mengingat masa lalu mereka.

“Ne…haha…sekarang pun jika dipikir-pikir,Sulli bukannya anak yang tidak ada hubungan apa pun dengan keluarga kami. Nama yang diberikan oleh umma untuknya dipikirkan dengan sepenuh hati saat melihat Sulli…lalu dengan darah umma sendiri,Sulli yang masih bayi diberi asupan gizi sampai jadi raksasa bayi seperti sekarang dan hanya dengan kehadirannya…keluarga kami dikatakan sempurna,”Minho tersenyum sambil memikirkan Sulli. Jiyoung tertawa mendengar penjelasan Minho.

“Ne…aigooo~ kenapa oppa jadi kelihatan berbeda ya dimataku saat ini,”tawa Jiyoung.

“Yah,kau jangan meledekku. Sialan,”

“Anieyo…saat ini oppa terlihat hebat sekali,”Jiyoung tersenyum riang. Wajah Minho memerah entah karena ucapan Jiyoung atau karena senyum yang baru sekarang dia lihat itu.

“Aku memang hebat tau!”sergah Minho.

“Tidak sehebat aku,bweee,”ucap Jiyoung.

“Berisik!”

“Hahaha!”

Sepertinya,akan tumbuh cinta baru di awal musim semi ini ^^.

 

TBC

 

Catatan author :

“Haloooo~ setelah dipikir-pikir sejak chapter sebelumnya aku jadi bingung gimana mau dilanjutin. Soalnya masalah Sulli dan Donghae terasa cukup rumit! Hahaha! Aku bingung menggambarkan perasaan cinta seorang anak belia yang masih polos yang terjebak dalam cinta terlarang ;; karena itu aku kesana kemari bertanya ‘Bagaimana cara menggambarkan perasaan cinta yang polos?’ aku bingung! Hahaha! Lalu buat yang tidak mengerti soal umma mereka memberikan darah untuk asupan gizi bayi Sulli,maksudnya itu adalah ASI. Kan ASI itu dari darah ibu ^^ jadi tanpa sengaja juga dalam tubuh Sulli mengalirlah darah umma keluarga Choi. Dari sini aku makin bingung dengan kelanjutan hubungan Sulli dan Donghae. Kalau menikah kan artinya terlarang,bisa-bisa anaknya cacat ;; Huwaaaaa tolong authoooor! Wkwkwkw. Ini Cuma cerita,semoga semua yang aku inginkan bisa tertulis dengan baik. Kalau ada sesuatu yang tidak masuk akal ya wajar saja,namanya juga cerita! Hohoho,”

 

 

 

14 Tanggapan to “A Place To A Heart (15)”

  1. deiismyday 1 Februari 2012 pada 10:03 PM #

    wuaaah sulli banyak kasih sayang ya dari orang2 di skitarnya😀. rumit juga sih ceritanya. ya udah, sulli sama donghae pisah aja, tapi tetep suka satu sama lain *bahasa gueee*. ayo thor semangat!! ^o^

    • cagalli14 2 Februari 2012 pada 12:21 AM #

      >.< sedih ah suggestionnya wkwkwkwk ..iya sulli disayang semua orang termasuk akuuuuu hahaha mksh ya ^.^

  2. elf_love 2 Februari 2012 pada 3:31 PM #

    Mau dong d pluk Donghae!
    Minho keren!
    Mau ngorbanin prsaanny k yuri buat org yg bkan kluargany, tu KEREN BANGET! (Minho: YA! Sulli tu adek aku! Jgn smbrangan y! Jessy: y deh, ralat, SULLI ADALAH ADEK MINHO #plak #readerbabo)
    lnjut onn!

    • cagalli14 7 Februari 2012 pada 9:55 AM #

      kkk~ iyalah minho gitu2 paling sayang sm keluarga :””)

  3. Vina 3 Februari 2012 pada 7:48 AM #

    Wah…ceritanya bagus..n rumit
    q suka cast2 nya
    walau ceritanya rumit tolng LANJUTKAN yah…
    Q pengen happy ending

    • cagalli14 7 Februari 2012 pada 9:54 AM #

      mksh ya ..hhe iya nih saking rumitnya pikiranku jg kacau hahaha ..

  4. Choi Young Eun 3 Februari 2012 pada 9:23 AM #

    Wuah . . Pengen doong. . Jd Sulli!😀

    suggest: kyknya complicated bnget y? Mmm… Donghae ama ffany ajah! Ffany mncintai dy tulus bget tuh! Trus.. Sulli ama ‘seseorang’ .. Tp donghae ttep mencintai sulli, cmaa sbgai adek.. Jdinya kan adil, justru makin bxk yang syang sulli! Kan ? #plak .

    • cagalli14 7 Februari 2012 pada 9:54 AM #

      kkk~ makasih ya suggestnya nanti dipertimbangkan ^^

  5. Linda 3 Februari 2012 pada 9:56 AM #

    Minho cooool! Minho sama Jiyoung aja udah! Haha hmmmm itu mah gimana ya kak gapapa gak mungkin cacat kok anaknya haha sulli dikasih susu SGM sama Dancow kayanya haha

    • cagalli14 7 Februari 2012 pada 9:52 AM #

      ai sgm susu urang saat masih kecil hahahaha

  6. novianti sitorus 5 Februari 2012 pada 4:09 PM #

    hyaa yuri.nya jahaat -,-
    Makin seruu! Lanjut yaa🙂

    • cagalli14 7 Februari 2012 pada 9:55 AM #

      ok ..tunggu ya mksh udh baca ^^

  7. missfishyjazz 17 April 2012 pada 7:28 AM #

    Omoo .. Author bikin galau ..
    Ehhmm.. Gpp lah thor sama Donghae si Sulli-nya .. Serasi kok😀
    wkwkwkwk😄
    Akhirnya Yuri kena tampar !! Yess !! Salut nih sama Minho🙂
    Kalo gitu Minho sama Jiyoung aja😉

  8. aristika 4 Februari 2015 pada 7:13 AM #

    mampus tuh yurinya bikin gedek hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: