A PLACE TO A HEART (17)

26 Feb

A PLACE TO A HEART

Cast       :

 Siwon as 1st son

Donghae as 2nd son

Minyoung as 3rd daughter

Minho as 4th son

Sulli as 5th daughter

Tiffany as Minyoung look a like 

Sooyoung as Siwon’s girlfriend

Yuri as Minho’s manager team

Kang Jiyoung as Sulli’s bestfriend

CHAPTER SEVENTEEN : 23:32

 

Minho membalikkan badannya untuk kesekian kalinya. Tetap bergolek dan kadang-kadang duduk bersila diatas tempat tidurnya,menatap ponselnya dengan gelisah.

“Aish! Mana sih?!”gerutu Minho. Dia menatap layar ponselnya lagi,menunggu kedatangan pesan balasan dari orang yang sangat ditunggunya.

“Apa kutelepon saja ya?”Minho menghela nafas panjang.

“Arghh!! Kenapa aku bisa segelisah ini?! Sialan!”akhirnya Minho melemparkan bantal ke dinding dan membanting ponselnya begitu saja ke kasur lalu keluar.

“Sulli-ah,Jiyoung itu tidurnya jam berapa sih?”tanya Minho masuk begitu saja ke kamar Sulli. Sulli yang sedang melamun terkejut dengan kedatangan oppanya itu.

“Ne oppa?”tanya Sulli.

“Sulli…kenapa matamu sembab begitu?”tanya Minho yang langsung melupakan kegelisahannya yang dari tadi menunggu balasan pesan dari Jiyoung.

“Anieyo…aku habis makan kimchi ramyun,kepedasan. Hehe,”jawab Sulli dengan tawa canggung.

“Kau tidak disakiti Yuri lagi kan?”tanya Minho curiga. Sulli menggeleng dengan cepat,memasang wajah yang meyakinkan oppanya itu bahwa dia menjawab dengan jujur.

“Baguslah kalau begitu…aku tidak akan membiarkan orang mengganggumu lagi,”ucap Minho sambil mengacak-acak rambut Sulli. Minho sebenarnya malu melakukan hal itu tapi setelah melewati semua masalah yang keluarga itu hadapi selama ini Minho mulai terbuka untuk menunjukkan rasa sayangnya pada anggota keluarganya.

“Oppa tanya soal Jiyoung? Dia jam segini sudah tidur. Cie…semoga pdkt-nya lancar ya. Aku senang sekali kalau kakak iparku adalah Jiyoung,”goda Sulli.

“Kau ini ngomong apa sih,dapat orangnya juga belum bagaimana mau memikirkan soal pernikahan dan jadi kakak iparmu,”tanggap Minho,wajahnya memerah.

“Hhihi…Aku baru kali ini melihat oppa seperti ini,”batin Sulli dalam hati.

Minho kembali ke kamarnya lagi. Wajah suntuknya itu berubah total saat melihat layar ponselnya yang menyala. Minho berlari menghampiri ponselnya itu dan tentu saja,ada sebuah pesan yang sangat beruntungnya itu dari orang yang ditunggu-tunggu Minho.

From : Jiyoung

Aku tadi tertidur dan tiba-tiba terbangun. Saat bangun kenapa aku memikirkan oppa ya,aneh sekali. Ah,jamnya 23:32 pula!

Wajah Minho bersemu merah.

To : Jiyoung

Lalu apa hubungannya dengan jam 23:32?

Minho sengaja sok jual mahal padahal dia senang tidak ketulungan saat tau Jiyoung memikirkannya. Tak lama kemudian datang balasan.

From : Jiyoung

Tentu saja karena katanya jika kita memikirkan orang dan kebetulan melihat jam dengan angka bagus seperti 10:10,00:00 atau 23:32 maka orang yang dipikirkan juga memikirkan kita. Berarti tadi oppa memikirkan aku ya? Hayo ngaku!

Minho tertawa geli.

“Apanya yang seperti ini? Percaya sama mitos seperti orang jaman dulu saja,”

To: Jiyoung

Kalau begitu kau juga benar-benar memikirkan aku ya? Mengaku sajalah….

Malam itu Minho bisa tertidur dengan senyum mengembang diwajahnya (dasar yang sedang jatuh cinta!)

 

***

“Ada apa ingin menemuiku?”Minho bersender didaun pintu sambil memperhatikan gadis yang berada dihadapannya.

“Minho…aku minta maaf,”ucap Yuri.

“Minta maaf pada dirimu sendiri saja karena sudah membuat orang salah paham,”Minho hendak meninggalkan Yuri namun gadis itu menahannya.

“Ne…aku sudah membuatmu salah paham. Tapi aku tidak berpura-pura saat bersamamu. Aku senang dekat denganmu,aku menyukaimu…dengan tulus….,”ucap Yuri. Hati Minho sempat tergerak saat Yuri mengatakan itu dengan sungguh-sungguh sampai Yuri berkata,”Begitu juga dengan perasaanku pada Donghae oppa…aku tidak bermaksud membuat Sulli menderita. Aku benar-benar serius akan perasaanku pada Donghae…,”

“Sulli?”tanya Minho heran. Yuri langsung menutup mulutnya dengan kaget.

“Kau jangan main-main lagi padaku Kwon Yuri! Ada apa lagi dengan Sulli? Jangan ganggu dia,aku bisa buta dan tidak peduli itu cowok atau cewek,nenek atau ibu-ibu,bahkan anak kecil jika dia berani membuat adikku menangis!”Minho meremas lengan Yuri dengan kuat.

“Akh! Sakit!” Yuri melepaskannya dengan paksa.

“Aku tidak menganggunya lagi! Aku ingin bicara denganmu untuk minta maaf dan membuatmu mengerti maksudku!”seru Yuri.

“Apa lagi? Maksudmu apa lagi?! Untuk membuat Sulli menderita kan? Itu saja kan?!”

“Ne…tadinya begitu…tadinya aku iri sekali dengan anak gadis yang mendapatkan kasih sayang tiga orang pria tampan dan terpandang seperti kalian,aku tidak suka! Juga…aku yang anak tunggal ini iri! Padahal dia bukan saudara sedarah tapi kalian benar-benar memperlakukannya seolah Sulli itu benar-benar sedarah dengan kalian,kenapa aku tidak bisa…aku ingin dekat dengan kalian…,”Yuri mulai terisak. Sekarang Minho sedikit tau dengan perasaan Yuri.

“Tentu saja Sulli itu…adik kami. Dia sudah hampir 17 tahun hidup bersama kami. Dia juga anak sepersusuan dengan ummaku. Walau tidak dilahirkan dirahim yang sama…kami ini terikat karena memang kami sudah ditakdirkan seperti ini. Tidak ada penjelasan lebih. Lalu kau…kau bisa dihargai dan disayangi jika kau seperti yang dulu aku bayangkan…padahal dulu aku begitu memujamu,”lirih Minho.

“Minho-ah…,”

“Syukurnya perasaan itu Cuma mengagumi saja ya. Hanya sekedar memujamu yang cantik dan menawan. Aku belum benar-benar jatuh cinta padamu,”ucap Minho. Yuri hanya bisa menangis.

“Aku duluan…,”Minho tidak tahan lagi melihat seorang gadis menangis lebih lama di depannya dan memutuskan pergi.

“Oppa? Kau darimana?”tanya Jiyoung kaget saat mereka bertemu di lorong kelas.

“Ah Jiyoungie…aku dari ruang klub kok. Hari ini kesini mau mengurus ijazah. Mana Sulli?”tanya Minho.

“Sulli sedang ke perpus dengan Krystal dan Luna,oh iya mau menemani aku ke kantin?”tanya Jiyoung. Minho mengangguk lalu mereka berjalan bersama.

“Kau masih belum memikirkan tentang ajakanku?”tanya Minho saat diperjalanan.

“Hmm soal?”tanya Jiyoung.

“Aish…jangan sok polos deh…,”gerutu Minho.

“Ah…ke Jeju itu? Aigooo~ sudah mau masuk kuliah masih sempat-sempatnya mengajak anak kelas 3 SMU jalan-jalan sejauh itu?”

“Yah…kan sudah kubilang masih ada hari libur seminggu sebelum hari pertama masuk kuliah. Kau juga kan mumpung belum sibuk-sibuknya,weekend ini pokoknya aku jemput!”ucap Minho. Jiyoung mencibir dan berjalan duluan meninggalkan Minho.

“Eh? Itu Minho sunbaenim kan? Wah…dia pacaran dengan Jiyoung? Aish! Beruntung sekali Jiyoung!”bisik siswi-siswi di kantin.

“Ya wajah sih Jiyoung kan sahabat Sulli jadi kesempatan untuk bisa dekat memang tinggi. Ah aku iri sekali,”tanggap yang lainnya.

“Sejak kapan aku jadi pacarmu,”gerutu Jiyoung pada Minho.

“Yah! Kau jangan bilang seperti itu seperti menyakiti harga diriku saja,”wajah Minho merah padam.

“Lah kok begitu? Memang kenyataannya kan,”

“Tapi itu seperti kau tidak mau menjadi pacarku…,”gerutu Minho. Jiyoung terdiam dan menatap Minho kaget,Minho memalingkan wajahnya yang memerah. Mereka salting.

“Ehm…soal ke Jeju…apa Sulli dan yang lain juga ikut?”tanya Jiyoung.

“Sulli tidak ikut,yang ikut nanti Cuma Siwon dan Sooyoung saja,”

‘Soalnya kalau Sulli ikut nanti kau sama dia saja,’batin Minho.

“Siwon dan Sooyoung?”Jiyoung terlihat agak kaget dan ekspresi wajahnya berubah. Minho menyadari hal itu,ya,memang dulu Jiyoung suka dengan Siwon dan mungkin sekarang juga. Tapi masa perasaan cinta ke orang yang jauh lebih tua dari dia itu serius? Lagipula dia bisa membawa Jiyoung ke Jeju karena Siwon dapat tiket liburan gratis di hotel Jeju sana.

“Baiklah…aku ajak Sulli dan Donghae juga deh,”ucap Minho.

~~~

“Aku? Aku tidak bisa. Kau lihat saja aku belum pulang-pulang ke rumah kan? Aku sibuk sekali. Maaf ya!”

Tut!

Minho menghela nafas panjang. Donghae memang belum pulang-pulang ke rumah,jika pulang pun itu Cuma untuk mengambil pakaian. Katanya dia mengerjakan proyek dengan Kyuhyun dan yang lainnya jadi sibuk sekali. Lalu Sulli juga menolak untuk ikut dengan alasan dia sibuk mengurusi klub teater yang akan dia serahkan ke anak kelas 2 (karena Sulli tidak bisa menjadi ketua lagi,dia sudah kelas 3).

“Ah sebaiknya aku telepon Jiyoung saja deh…dia tidak bisa menolak lagi pokoknya,”Minho mengambil ponselnya.

“Eh? 23:32?”Minho menatap layar ponselnya dengan tertegun. Dia ingat sekali  angka jam ini,ya memang unik sih dan memiliki ceritanya sendiri. Minho tersenyum kecil.

“Hayo!!! Oppa tersenyum lagi!”tiba-tiba Sulli mengagetkan Minho dari samping.

“Ah! Yah Choi Sulli…kenapa kau belum tidur? Tidur sana!”

“Kan jam segini aku memang belum tidur. Oppa pasti mau sms Jiyoung kan?”goda Sulli.

“Bukan sms tapi telepon,”Minho mendekatkan ponselnya ke telinganya.

“Yoboseo,Jiyoung-ah…Sulli dan Donghae tidak bisa ikut. Sulli sibuk dengan klub,Donghae sibuk dengan kuliahnya. Tapi kau tetap harus ikut ya,”kata Minho.

“Jiyoungieeee! Minho oppa mau menem…umphhh umph!!”

“Ssssst!!!”Minho membekap mulut Sulli.

“Kau pergi sana!”perintah Minho.

“Shirooo…kapan lagi aku dapat kesempatan bagus untuk balas dendam (Minho dulu suka sekali menjahili Sulli),”ucap Sulli.

“Jiyoungieeee!”

“Aish!”Minho berlari ke luar menjauh dari Sulli yang Cuma bisa tertawa geli melihat oppanya yang berwajah merah merona karena malu dan salah tingkah.

Setelah keriuhan itu berlalu,Sulli masih berdiri ditempatnya. Ya,rumah itu terasa sangat sepi setelah mereka berliburan ke Jepang. Di Jepang mereka selalu bersama-sama namun sekarang Siwon dan appa sudah sibuk bekerja lagi terlebih Donghae tidak pulang sejak saat itu. Sulli tau persis kenapa Donghae tidak pulang. Bahkan sampai sekarang dia juga bingung bagaimana menghadapi Donghae jika mereka bertemu.

“Sulli-ah kenapa belum tidur?”

“Eh? Umma?”Sulli kaget saat melihat umma keluar dari kamar dan mendekatinya.

“Umma sendiri kenapa belum tidur?”tanya Sulli.

“Hmm…umma merasa sedih,”jawab wanita lembut itu.

“Eh? Waeyo umma?”

“Ternyata jika dipikir-pikir rumah ini sudah sepi sekali ya…umma jadi ingin Siwon dan Donghae menikah cepat-cepat. Membawa istri mereka kesini dan tinggal bersama-sama di rumah yang besar ini. Lalu akan ada anak cucu…rasanya pasti menyenangkan,”cerita umma.

“Donghae oppa…belum punya pacar kan…,”ucap Sulli pelan.

“Kau ini ngomong apa sih? Kan Donghae akan menikah dengan Tiffany…kalau bisa segera setelah Donghae lulus kuliah. Kau juga dengan Minho…kalian akan bertambah dewasa…mungkin kalian juga akan lebih sibuk dengan urusan masing-masing,tidak ada lagi yang suka ribut di rumah ini. Makanya umma ingin cepat-cepat punya cucu,”

Sulli terdiam mendengar isi hati ummanya itu. Pasti cepat atau lambat…Donghae menikah dengan Tiffany dan punya anak. Lalu apa yang harus dilakukan? Kenapa rasanya pedih?

~~~

“Kau mau gadis? Mungkin bisa mencerahkan sedikit hatimu yang lagi gelap itu,”ucap Eunhyuk sambil memberikan softdrink pada Donghae.

“Aku tidak butuh gadis,”tolak Donghae.

“Hebat sekali,”ucap Eunhyuk. Donghae menatap Eunhyuk menunggu temannya itu menjelaskan apa maksud dari ucapannya itu.

“Gadis itu hebat sekali. Bisa membuatmu tobat dari bermain wanita juga bisa membuatmu sehancur ini. Siapa sih dia? Masa kau tidak mau memberitahu padaku?”tanya Eunhyuk.

“Kau pasti tau siapa dia…tapi aku tidak mau mengatakannya. Maaf ya Hyuk,”jawab Donghae.

“Aish! Aku benar-benar benci melihat kau kurang semangat begini! Apa mau aku saja yang menggantikan dia?”

“Yah! Aku bukan homo! Aku ini normal tau!”seru Donghae kaget.

“Habis bukannya hubungan kita sudah lebih dari sekedar sahabat? Kita kan pernah mandi berdua dan sering tidur bersama. Jangan bilang kau dengan orang itu belum pernah melakukan dua-duanya. Bahkan menciumnya saja kau pasti gugup kan!”

“Tentu saja kita pernah! Kita kan sahabat sejak di sekolah! Mandi di ruang klub sudah sering tau! Tidur satu kasur apalagi! Lagian semua yang kau sebutkan itu sudah aku lakukan semua kok dengan dia! Aku juga sudah menciumnya beberapa kali! Bahkan sejak dia bayi!!!”

Donghae langsung menutup mulutnya. Eunhyuk terdiam.

“Donghae-ya…,”

“Jangan teruskan Eunhyuk-ah!!”Donghae memalingkan wajahnya.

“Kau…pacaran dengan adikmu sendiri?”tanya Eunhyuk pucat pasi.

“Sudahlah…ini sudah berakhir,”Donghae menyembunyikan wajahnya dari Eunhyuk. Tentu saja menyembunyikan wajah yang payah itu,dia tidak mau Eunhyuk melihatnya hampir menangis karena frustasi.

“Tentu saja…walau kau sangat mencintainya…tapi itu tidak boleh Donghae-ah…,”ucap Eunhyuk sedih.

“Arra…,”ucap Donghae pelan. Eunhyuk menatap sahabatnya itu dengan iba. Namun ada satu hal yang mengganjal dihatinya,bagaimana bisa seseorang yang bersaudara kandung bisa jatuh cinta seperti ini? Ini benar-benar mustahil.

***

“Kenapa kau…,”

“Kemarin aku bertemu Yuri di bank. Aku bilang saja kita mau ke Jeju,karena masih ada 1 tiket sisa lagi jadi Yuri ikut,”ucap Siwon.

“Hyung…,”Minho ingin mengomeli Siwon namun ditahan olehnya. Memang hanya Siwon yang belum tau siapa biang kerok dari masalah yang timbul tempo hari sekaligus orang yang sudah membuat adiknya menderita itu,Minho sendiri juga belum tau kalau Donghae juga tau hal ini.

“Ah terserahlah,”Minho menelepon seseorang.

“Kau dimana?”tanya Minho.

“Oppa…mianhe…aku sudah siap-siap tapi ternyata aku kena demam tinggi. Mianhe…oppa pergi saja duluan…,”ucap Jiyoung ditelepon.

“Mwo?! Kenapa kau bisa sakit?!”tanya Minho panik.

“Mianhe oppa…,”ucap Jiyoung. Minho langsung teringat kemarin hujan.

“Kau kehujanan ya kemarin?!”tanya Minho. Jiyoung tidak menjawab.

“Jiyoungie,”

“Kang Jiyoung?”tanya Yuri.

“Eh? Sooyoung onnie ya? Bilang sama dia maaf aku tidak bisa ikut,”ucap Jiyoung yang mendengar suara memanggil namanya.

“Anieyo itu Yuri,”ucap Minho bete.

“Yuri…? Oh…begitu…ya sudah selamat bersenang-senang ya,”ucap Jiyoung lalu menutup teleponnya.

“Kenapa dengan Jiyoung?”tanya Siwon.

“Dia sakit. Maaf ya hyung,kalian saja yang pergi,aku ke rumah Jiyoung dulu!”Minho berlari meninggalkan Siwon dan yang lainnya.

“Eh? Yah Choi Minho!!!!”

‘Tidak ada gunanya juga aku ke Jeju kalau Jiyoung tidak ada. Aku sengaja memohon-mohon pada hyung untuk memberikan 2 tiket untukku karena ingin mengungkapkan perasaanku di tempat yang romantic,kalau Jiyoung tidak bisa ikut percuma saja!’ Batin Minho.

Sementara itu….

“Yuri onnie?”gumam Jiyoung masih memegang ponselnya. Dia bingung kenapa orang itu bisa ada disana padahal Donghae tidak ikut lagipula Yuri sudah jahat dengan mereka. Jiyoung mulai merasa resah dan ingin menyusul Minho di bandara tapi dia tidak sanggup berdiri sedikitpun karena pusing.

‘Pusing sekali…kenapa aku bisa sakit…padahal aku ingin ikut…,’Jiyoung menutupkan matanya dan terlelap.

Jiyoung…

Jiyoungie…

“Jiyoung!”

Jiyoung membuka matanya,panggilan dalam mimpinya terasa nyata namun saat dia membuka matanya ternyata hal itu bukan mimpi melainkan kenyataan yang sebenarnya.

“Oppa?”tanya Jiyoung kaget. Minho sudah berada di kamarnya. Entah sudah berapa lama dia tertidur.

“Bagaimana bisa disini…akh!”Jiyoung ingin berdiri namun kepalanya masih sedikit pusing.

“Jangan bergerak. Aku dari bandara langsung kesini naik taxi. Aku tidak jadi ikut,”ucap Minho.

“Wae? Kan sayang sekali…,”

“Aku tidak perlu ke Jeju jika tidak ada kau,”ucap Minho salah tingkah,dia tidak mampu menatap Jiyoung saat mengatakan hal itu.

“Berarti Siwon oppa dan Sooyoung…,”

“Kau ingin ikut karena ingin membuat Siwon dan Sooyoung tidak bermesraan?”tanya Minho kesal karena mengingat Jiyoung menyukai Siwon.

“Yah! Aniya~…kau mau membuat kepalaku makin pusing apa? Aku ini memang suka Siwon oppa tapi apa boleh buat kalau dia memang jodoh dengan Sooyoung onnie,”ucap Jiyoung.

“Kalau begitu bagaimana kalau denganku saja?”tanya Minho. Jiyoung terperangah kaget.

“Kalau kau jadi jodohku kau mau?”tanya Minho dengan muka merah padam. Jiyoung masih tidak bisa percaya. Minho lalu memberanikan diri menatap mata Jiyoung.

“Ka…kalau jodoh itu kayaknya kejauhan deh…,”ucap Jiyoung salah tingkah.

“Eh?”

“Syukurlah kau kesini…padahal aku berencana menyusulmu karena ada Yuri,”ucap Jiyoung dengan wajah tersipu. Jantung Minho serasa ingin meledak,ini adalah sinyal yang bagus.

“Kau pikir aku masih suka Yuri? Bahkan setelah apa yang kurasakan padamu aku baru sadar bahwa perasaanku ke Yuri dulu tidak jauh dari perasaan suka yang mengagumi saja. Aku…baru kali ini seperti ini Jiyoung-ah…,”

“Aku suka padamu…,”ucap Minho sambil menatap Jiyoung dengan lembut.

“Sepertinya aku juga merasa begitu ya…,”tawa Jiyoung. Mereka lalu tertawa bersama dan Jiyoung melupakan sakit kepalanya yang berat itu dengan kehadiran Minho disampingnya.

“Sudah kau tidur lagi saja sana,aku temani sebentar lagi,”ucap Minho sambil menata bantal Jiyoung. Jiyoung tersenyum puas dan tiduran lagi sambil menatap wajah Minho.

Mereka tidak sadar…saat itu jam digital di kamar Jiyoung tepat menunjukkan pukul 23:32.

I miss you…

I thinking about you…

I love you…

It’s 23:32….

***

“Ah Donghae kau pulang juga…,”ucap umma senang. Donghae tersenyum sambil mengangkat tasnya.

“Baguslah…umma mau membicarakan sesuatu padamu,”ucap umma. Sulli yang sedang mengupas buah disamping umma terdiam. Donghae menatap Sulli dan tersenyum lirih.

“Soal pertunanganmu dengan Tiffany…kita lakukan segera setelah Siwon dan Sooyoung menikah ya,”ucap umma senang.

Prang!!!

Pisau buah yang dipegang Sulli tiba-tiba terjatuh.

“Sulli-ah gwenchanayo?! Kau tidak terluka kan sayang?”tanya umma panic.

“Ah…anieyo umma…,”Sulli mengambil pisau buah itu lagi dan mengupas buah dengan tegangnya. Donghae dapat melihat tangan Sulli yang gemetaran tersebut,hatinya terasa sesak dan dia memutuskan untuk langsung naik ke atas.

“Donghae?”tanya umma.

“Nanti aku pikirkan lagi,”ucap Donghae tanpa menoleh.

“Mungkin dia kecapean. Kasihan sekali dia harus sibuk dengan kuliahnya,tapi tidak apalah kan kalau cepat lulus bisa langsung menikah,”ucap umma.

“Umma,aku lupa ada yang mau aku beli di supermarket dekat sini. Aku pergi dulu ya,”Sulli meletakkan piring buah ke meja dan meninggalkan umma yang kebingungan melihat anaknya itu terburu-buru begitu.

“Hati-hati ya,ponsel jangan lupa dibawa!”teriak umma.

Blam!!! Sulli menutup pintu rumah.

“Aigo anak itu lupa bawa jaket. Sulli! Ah…Donghae-ah!”

Sulli berjalan pelan ke arah taman. Dia tidak ke supermarket melainkan menenangkan dirinya di taman. Ya…jika di rumah saat ada Donghae dengan suasana seperti itu akan terasa lebih menyesakkan untuknya. Ingin pergi dulu…tidak ingin kembali ke rumah,itu yang dipikirkan Sulli.

Sampai kapan bisa seperti ini?!!

“Kau menangis?”tiba-tiba seseorang menegur Sulli yang duduk di bangku taman.

Sulli memandang orang itu dengan waspada.

“Kalau kau menatap mata orang asing yang mengajakmu bicara kau bisa dihipnotis loh,”ucapnya.

Plak!!!

Sulli menampar kedua pipinya dengan keras.

“Hahaha! Tenang saja…aku tidak akan menghipnotismu kok,”ucapnya. Sulli memperhatikan orang itu,dia cowok yang sepertinya seumuran dengan Minyoung. Orangnya tampan dan terlihat rapi,ya tidak seperti orang yang akan berkelakukan criminal kecuali kalau dia ini penggila seks bebas dengan orang yang ditemuinya dijalan. Namun entah kenapa Sulli merasa tenang melihat wajah orang ini.

“Tidak baik seorang gadis menangis di taman malam-malam sendirian. Anggap saja aku tidak ada tapi aku akan menemanimu sampai kau puas menangis,”ucapnya. Sulli tertegun. Orang itu dengan santainya duduk disamping Sulli dan menyulut rokoknya. Entah karena asap rokok itu atau memang orang ini jago memancarkan kehangatannya,Sulli merasa hangat dan nyaman. Dia dengan percayanya membiarkan orang itu duduk disampingnya.

Aneh…tidak biasanya Sulli bisa menerima seseorang yang baru ditemuinya begitu saja seperti ini.

Siapa dia sebenarnya?

“Namaku Lee Jonghyun…,”ucap pria yang bertampang dingin namun memiliki senyum manis itu.

 

TBC

 

 

7 Tanggapan to “A PLACE TO A HEART (17)”

  1. Linda 26 Februari 2012 pada 1:23 PM #

    Ya ampun kak lucu bgt sih ini Minho Jiyoungnya >___< aaaaaa ada Lee Jonghyun oppppaaaaaarrr gak sabar baca yg selanjutnya

  2. elf_love 27 Februari 2012 pada 1:34 PM #

    Lee Jonghyun tu spa onn??? #plak
    ih, part ni buat Minho ya??? So sweet……. >.<
    Lanjut ke part 18!!!!!!!!!

    • cagalli14 27 Februari 2012 pada 2:20 PM #

      ayo google :p
      lee jonghyun itu gitaris CN Blue ^^

  3. Vinasullhae 28 Februari 2012 pada 7:36 AM #

    Jadi…sulli ma jonghyun nih???
    Nanti donghae ikhlas gk???
    Pasti sakit bgt jadi sulli…..
    Sabar ya sulli kan si author dah nyiapin jonghyun

  4. novianti sitorus 29 Februari 2012 pada 3:02 PM #

    haaaa polos amat minho bilang ke jiyoung wkwk🙂

  5. missfishyjazz 17 April 2012 pada 8:16 AM #

    Minho sama Jiyoung sweet banget X_X
    Bikin iri😀

    Ehhh .. Lee Jonghyun ?? Kirain tadi Jonghyun SHINee .. Gpp deh ..
    Jonghyun -nya CN Blue juga keren kok B)
    Jadi bingung soal Donghae-Sulli-Tiffany-Jonghyun nih😦

  6. Sweet banget itu minho-jiyoung,my fav couple di FF ini..next part dong,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: