A PLACE TO A HEART (18)

26 Feb

A PLACE TO A HEART

Cast       :

 Siwon as 1st son

Donghae as 2nd son

Minyoung as 3rd daughter

Minho as 4th son

Sulli as 5th daughter

Tiffany as Minyoung look a like 

Sooyoung as Siwon’s girlfriend

Kang Jiyoung as Sulli’s bestfriend

Lee Jonghyun

CHAPTER EIGHTEEN : STOP RUNNING AWAY

“Namaku Lee Jonghyun,aku tinggal diapartemen dekat sini,”ucapnya pria bernama Jonghyun itu.

Oh…apartemen yang baru dibangun itu…pantas baru melihat,batin Sulli.

“Oh iya…maaf…menangis saja…anggap saja aku tidak ada. Kan tidak baik menahan perasaan,nanti bisa jadi penyakit loh,”Jonghyun itu lalu memalingkan wajahnya menghadap kea rah lain. Sulli tercengang,dia ingin tertawa namun tidak singkron dengan perasaan sedihnya itu namun dia menyinggungkan senyum kecil dan membiarkan orang itu duduk disampingnya. Mereka diam saja menatap bulan yang ada dilangit. Sulli tidak menangis lagi namun bukan berarti dia sudah merasa baikan.

Sementara itu tak jauh dari tempat mereka berada,di pintu masuk taman,Donghae berdiri terdiam melihat Sulli dan seorang pria. Niat untuk mengantarkan jaket seperti yang dipesankan umma dia lupakan begitu saja. Dia tersenyum pahit lalu memutuskan untuk meninggalkan mereka.

***

“Aku datang ke taman ini setiap malam seperti ini. Rasanya enak saja menenangkan diri sambil menatap langit,”

Sulli menyuap sereal dengan pikiran yang tidak berada ditempatnya itu.

“Sulli,kalau makan jangan melamun,”tegur umma.

Donghae yang baru turun melihat Sulli yang melamun pagi-pagi teringat kejadian semalam. Saat membayangkan Sulli bersama pria lain seperti itu,Donghae merasa cemburu sekali namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.

“Umma aku pergi dulu ya,”ucap Donghae.

“Eh? Kau sudah siap-siap? Makan dulu,Tiffany juga akan sarapan disini. Perginya sebentar lagi saja,”ucap umma. Sulli menoleh pada Donghae,cahaya mata terlihat sendu. Tentu saja saat itu Sulli merasa hatinya perih,jika terus-terusan seperti ini Sulli juga tidak akan kuat. Makin lama umma akan makin membuat mereka dekat,walau sekeras apa pun Sulli ingin mengikhlaskannya dan membiarkannya namun tetap saja perasaannya tidak bisa berbohong.

“Ne oppa…makan dulu. Umma,aku berangkat duluan ya,”Sulli menyelesaikan makannya dan minum lalu mengambil tasnya.

“Ne,hati-hati ya,”ucap umma saat Sulli menyalaminya.

“Sulli…mau oppa antar?”tanya Donghae tiba-tiba. Langkah Sulli terhenti.

“Aku telat. Oppa makan dulu,”tolak Sulli sambil tersenyum kecil.

“Begitu…hati-hati ya…,”ucap Donghae lalu menuju ke meja makan tanpa menatap Sulli lagi.

Aneh kan hubungan yang seperti ini? Tinggal serumah…bertingkah sebagai saudara pada umumnya namun hati yang sebenarnya berkata lain. Saling menahan perasaan…saling merasakan perasaan sakit,tidak berani untuk lebih dekat lagi,menjadi canggung…yang seperti ini tidak diinginkan keduanya. Donghae sekarang mulai menyesali perbuatannya beberapa bulan yang lalu,seandainya saja dia tidak mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya dan terus menyimpannya dia mungkin masih bisa dekat secara alami sebagai saudara dengan Sulli.

“Donghae ada apa?”tanya umma melihat Donghae yang diam dari tadi.

“Umma…aku akan menginap di rumah Eunhyuk lagi dan tidak tau kapan pulang kesini. Setidaknya sampai proyeknya selesai,”ucap Donghae beralasan.

~~~

“Loh,ternyata kau mengajar disini?”tanya Sulli kaget saat melihat Jonghyun di ruang seni.

“Ah…kau sekolah disini? Wah kebetulan yang jarang sekali…aku Cuma menggantikan guru kalian yang lagi cuti melahirkan kok,”ucap Jonghyun.

“Aigo…Choi Sulli siapa lagi ini? Kau selalu dikelilingi pria-pria tampan deh. Dia pacarmu ya?”Luna mendekat.

“Anieyo…dia tinggal di apartemen dekat rumahku kok,”ucap Sulli.

“Kalau begitu mohon bantuannya ya,”ucap Jonghyun dengan sopan.

“Ternyata ini guru pengganti yang digosipkan? Cakep sekali. Keren! Ya Sulli-ah kalau kau dekat dengannya tolong bantu aku dong!”ucap Soojung.

“Kami Cuma kenalan biasa kok,”jawab Sulli cuek.

“Aku yakin ada apa-apanya!”tebak Luna.

“Ne…Sulli kan jarang dekat dengan cowok,”tanggap Soojung.

“Sudah aku bilang aku Cuma kenalan biasa tidak dekat kok. Dasar kalian ini,”Sulli meninggalkan kedua temannya itu.

“Kalau tidak keberatan pulang denganku saja yuk,”ucap Jonghyun saat mereka sudah pulang sekolah. Jonghyun bertemu Sulli di gerbang depan.

“Loh,tidak bawa kendaraan?”tanya Sulli.

“Kalau bawa aku tidak bisa pulang denganmu,”ucap Jonghyun.

“Kau itu tampangnya kelihatan cool tapi sifatnya suka menggoda wanita juga ya,”sindir Sulli.

“Kau juga tampangnya polos tapi ternyata suka menyindir juga ya,”balas Jonghyun.

“Hahaha…apaan tuh. Aku memang tidak sepolos yang orang kira kok,”kata Sulli.

“Ternyata aku benar ya…,”ucap Jonghyun.

“Apa?”

“Saat melihatmu semalam aku yakin jika kau tertawa akan lebih manis dari wajahmu yang sedih itu,”jawab Jonghyun. Sulli teringat lagi kejadian semalam.

“Sudahlah aku tidak akan tertawa lagi maupun menangis didepanmu,”Sulli meninggalkan Jonghyun dan berjalan duluan.

“Ya setidaknya biarkan aku pulang denganmu,”ucap Jonghyun lalu naik bus yang sama dengan Sulli.

Sulli menatap Jonghyun yang mengajaknya mengobrol sepanjang jalan. Orang ini kelihatannya hangat,dengan tampang ala cowok cool begitu dia ternyata lebih baik dibanding luarnya. Mungkin jika dekat dengannya saja tidak apa-apa. Mungkin jadi sahabat dia akan menjadi sangat menyenangkan.

“Nah…terus kau mau balik lagi ke sekolah kan?”tanya Sulli saat mereka sudah di halte bus dekat rumah Sulli.

“Eh?”

“Kau bawa mobil kan…aku tau,jarang ada yang bawa Porsche ke sekolah,”ucap Sulli.

“Hahaha…ketahuan ya. Tapi kenapa kau diam saja dari tadi?”tanya Jonghyun.

“Aku Cuma ingin mengerjaimu Seongsaemin…,”Sulli mencibir lalu berjalan meninggalkan Jonghyun.

“Aku duluan ya!”Sulli berbalik ke belakang dan melambai pada Jonghyun. Jonghyun tersenyum kecil melihatnya.

“Ternyata kau memang manis ya…aku tidak akan membiarkanmu menangis lagi,”gumam Jonghyun sambil menatap Sulli.

***

“Akhirnya Siwon oppa dan Sooyoung onnie bisa juga memilih baju pengantin bersama,”ucap Sulli senang.

“Ne,walau tertunda cukup lama tapi sebentar lagi akhirnya bisa menikah,”ucap Siwon senang.

“Yeobo bagaimana baju yang ini?”Sooyoung keluar dengan gaun putih satin dengan bentuk slim mengikuti lekuk tubuhnya yang indah. Siwon terpesona melihat yeoja-nya itu begitu cantik dengan gaun pengantin itu.

“Oppa…jawab dong pertanyaannya jangan bisanya melongo saja,”Sulli menyikut Siwon.

“Ah…ne…ini bagus sekali,aku suka,”Siwon mengacungkan kedua jempolnya. Dia lalu terdiam menatap Sooyoung lagi.

“Kita tidak akan menikah jika kau bisanya Cuma menatapku saja,”tegur Sooyoung.

“Ah…anieyo…aku Cuma mengagumi dan membayangkan betapa cantiknya pengantinku nanti. Umma pasti senang,”ucap Siwon.

“Ne…Sooyoung onnie cantik sekali,itu tidak bisa dipungkiri,”puji Sulli.

“Sulli-ah…kau dijemput siapa?”tanya Siwon setelah mereka selesai fitting baju.

“Aku dijemput teman,dia bilang mau beli sesuatu untuk pelajaran seni,oppa dan onnie duluan saja aku bisa menunggu kok,”ucap Sulli.

“Tidak kami tidak akan pergi sebelum melihatmu pergi duluan,”ucap Sooyoung.

“Ne,aku kan harus tau temanmu. Apalagi kalau dia namja,”Siwon menegaskan.

“Dia memang namja sih…guru pengganti sementara disekolahku. Tapi dia sebenarnya masih mahasiswa,”jawab Sulli.

“Mwo?! Kau pacaran sama guru?!!!!”seru Siwon kaget.

“Kami tidak pacaran kok…,”

“Eh? Jonghyun!”Sulli tersenyum melihat Jonghyun yang berjalan dibelakang Siwon. Siwon menoleh.

“Annyeonghaseyo,Lee Jonghyun imnida. Aku memang guru pengganti di sekolah Sulli tapi sebenarnya kami berteman sebelum itu. Aku tinggal di apartemen Grand Sanctuary,”ucap Jonghyun.

“Ah…annyeonghaseyo,Choi Siwon imnida…ini tunanganku,Sooyoung. Oh apartemen dekat rumah?”tanya Siwon. Jonghyun mengangguk.

“Wah…tampan sekali. Siwon,ayo kita pulang,biarkan mereka. Dagh Sulli,semangat ya!”Sooyoung menggandeng Siwon kembali ke mobil.

“A…Itu…Jonghyun-ssi,jangan macam-macam pada adikku ya!”ancam Siwon.

“Yah,mana sopa mengancam orang yang baru bertemu denganmu?”omel Sooyoung.

“Ya aku tidak tenang saja Sulli kan masih kecil!”

“Dia sudah kelas  3 SMA tau,sudah besar. Sudah percaya saja pada Sulli,”Sooyoung menyeret masuk Siwon ke dalam mobil.

“Waw,oppamu orang yang bersemangat sekali ya,”ucap Jonghyun.

“Haha…bukan begitu. Dia itu memang protective,”tanggap Sulli.

“Nah,mau cari gitarnya dimana?”tanya Sulli.

“Bagaimana kalau kita makan dulu? Sudah jam segini,aku lapar,”tawar Jonghyun.

“Hmm baiklah,”

~~~

“Donghae-ya,kau seriusan saja dong masa menyuruhku masuk dan mengambil pakaian dalammu?!”gerutu Eunhyuk.

“Sudah masuk saja tidak apa-apa. Bilang saja aku tidak sempat,aku malas membeli yang baru apalagi pakai punyamu. Aku takut didalam ada Sulli,kau tau kan sampai sekarang aku bingung bagaimana mau menghadapinya,”ucap Donghae.

“Haish…arraso arraso…ingat loh,traktir aku makan!”Eunhyuk melepaskan seatbeltnya dan turun dari mobil. Donghae menunggu dengan tenang di dalam mobil. Karena bosan dia akhirnya memainkan ponselnya. Ada banyak foto dia dan Sulli di gallery,Donghae ingin menghapusnya namun ragu. Semuanya begitu berharga…bahkan satu kenangan pun tidak ingin dihapus dari ingatannya. Namun tentu saja jika diingat terus akan membuat luka makin membesar.

Bruuuum!

Donghae menoleh saat Porsche hitam mampir di depan rumahnya dan kaget melihat siapa yang turun.

“Sulli?”

Donghae lebih kaget lagi saat melihat senyum yang keluar dari wajah gadis itu. Sudah lama Donghae tidak melihatnya namun yang membuat dia lebih shock adalah pria yang turun dari mobil itu. Pria tinggi,tampan dan kaya…orang yang sudah membuat Sulli ceria lagi.

Kenapa hati ini sakit sekali? Lebih sakit dari sebelumnya….

Donghae ingin turun dan menghampiri Sulli,entahlah…mungkin membawa Sulli lari? Mengatakan pada pria itu bahwa gadis ini miliknya? Tapi itu mustahil,Donghae mengurungkan niatnya.

“Eh? Sulli?”Eunhyuk keluar dari pintu rumah itu dan tertegun mendapati Sulli diantar seorang pria.

“Ah Eunyuk oppa?”

“Aku kesini mengambil barang Donghae yang ketinggalan…kalau begitu aku duluan ya,”ucap Eunhyuk.

“Tunggu…!”teriak Sulli.

Eunhyuk berhenti.

“Donghae oppa…baik-baik saja kan?”tanya Sulli. Eunhyuk tersenyum pahit,”Ne,”. Dia lalu kembali ke mobil. Bersikap seolah-olah dia tidak tau akan hubungan yang ada diantara Sulli dan Donghae.

“Donghae-ah…,”Eunhyuk buru-buru masuk memastikan temannya tersebut.

“Kenapa…kenapa rasanya tidak ikhlas?”Donghae merapatkan gigi-giginya,tangannya sudah mengepal erat,membuat Eunhyuk merinding sekaligus iba.

“Kenapa rasanya sakit sekali!!!”

***

“Donghae…sudah cukup…kau minum banyak sekali,”ucap Sungmin cemas.

“Kenapa bisa seperti ini?”tanya Kyuhyun pada Eunhyuk. Eunhyuk Cuma bisa menunduk sedih. Dia juga merasa berada diposisi yang membingungkan. Dia bisa merasakan betapa sulitnya berada diposisi Donghae maupun Sulli. Sulli terlihat begitu memikirkan Donghae dari pertanyaan yang diajukannya tadi.

“Hh…kenapa kalian jadi kacau begini?”tanya Kyuhyun frustasi.

“Sudahlah Kyu…lebih baik kita hentikan Donghae minum-minum dulu dia tidak biasa minum apalagi sebanyak ini sekaligus,”ucap Sungmin kewalahan.

“Tidak usah pikirkan aku…sekali ini saja…aku ingin melupakan segalanya,”ucap Donghae meneguk minumannya lagi. Eunhyuk menatap sahabatnya itu dengan sedih.

“Kau mau membiarkan temanmu begini? Nanti dia bisa sakit!”bentak Kyuhyun yang kesal melihat Eunhyuk diam saja.

“AKU JUGA MAU MENOLONGNYA TAPI BAGAIMANA CARANYA?!!!!”teriak Eunhyuk. Kyuhyun dan Sungmin terdiam.

“Berisik!!! Kalau begitu aku keluar saja! Tidak bisa membuatku tenang apa?!”Donghae membanting gelasnya dan berjalan sempoyongan ini keluar apartemen Kyuhyun.

“Yah bagaimana bisa kau keluar dengan keadaan seperti itu babo?!!!”Kyuhyun meraih tubuh Donghae yang limbung.

“Sudahlah…sudahlah Kyu jangan pedulikan aku. Sekali ini saja aku ingin lepas…aku sudah lelah,”pinta Donghae. Kyuhyun jadi iba melihatnya.  Eunhyuk mendekati Donghae.

“Donghae-ah…saranku…ikuti saja kata hatimu yang terdalam,”ucap Eunhyuk.

~~~

“Kau datang lagi…,”ucap Jonghyun.

“Ne…sepertinya kita sudah janjian saja ya,”ucap Sulli duduk disamping Jonghyun.

“Seongsaemin…menurutmu perasaan cinta itu bisa bertahan sampai berapa lama?”tanya Sulli.

“Eh? Kau mencintai seseorang?”tanya Jonghyun. Sulli tidak menjawab.

“Hahaha…aku sudah kalah sebelum memulai ya…,”ucap Jonghyun sedih.

“Eh? Mworago?”tanya Sulli.

“Anieyo…sudahlah tidak usah dipikirkan ucapanku tadi,”jawab Jonghyun.

“Perasaan seperti itu jika memang kau yakin itu cinta…dia tidak akan berkurang sedikit pun sampai selama apa pun kau hidup,”terang Jonghyun.

“Lalu…jika perasaan itu cinta…apa ciri-cirinya?”tanya Sulli.

“Entahlah…aku belum pernah merasakannya…aku baru pernah jatuh hati…aku belum menyebutnya cinta. Tidak tau apa ciri spesifiknya. Tapi mungkin cinta itu adalah perasaan abadi dari rasa sayang dan suka. Mementingkan kebahagiaannya…mungkin itu perasaan cinta itu,”jawab Jonghyun. Jonghyun melihat Sulli yang diam meresapi ucapannya,pancaran matanya penuh rasa sakit. Jonghyun penasaran siapa yang membuat gadis ini menangis dan menderita sejak dari pertama mereka bertemu.

“Siapa yang sudah membuatmu menderita?”tanya Jonghyun.

“Kalau dipikir-pikir…tidak ada….,”jawab Sulli sambil tersenyum pahit.

“Kami sama-sama menderita karena keadaan,”Sulli menatap Jonghyun dengan mata berkaca-kaca. Jonghyun tidak tahan melihat Sulli seperti itu lalu memeluknya.

“Sulli…jika kau merasa sakit dan ingin menangis…limpahkanlah perasaanmu itu…jangan kau pendam karena nanti akan jadi penyakit,”ucap Jonghyun. Sulli lalu menangis kencang dipelukan Jonghyun.

‘Kalau kau menangis terus seperti ini…aku akan menciummu. Kalau kau jatuh cinta padaku…aku jamin kau tidak akan menangis karena menderita,’batin Jonghyun.

***

“Umma,ada apa memanggil kami semua kesini?”tanya Siwon.

“Apa aku tidak apa-apa bergabung dalam pembicaraan keluarga?”tanya Tiffany ragu.

“Ne,kau wajib ikut pembicaraan ini. Ini tentang Donghae dan Tiffany,”jawab umma dengan senyum mengembang.

“Sulli mana? Belum datang?”tanya umma.

“Mulai sekarang saja umma,”ucap Donghae. Dia tidak ingin Sulli mendengar pembahasan umma tentang dia dan Tiffany.

“Ah…kau sudah tidak sabar lagi ya? Baiklah kalau begitu,”ucap umma senang.

“Jadi…ada apa umma?”tanya appa.

“Pasti tidak jauh dari pertunangan Donghae hyung dan Tiffany,”sahut Minho.

“Ne…sudah umma putuskan,pertunangan diadakan dihari pernikahan Siwon dan Sooyoung. Jadi setelah Donghae lulus mereka bisa langsung menikah,”umma tersenyum bahagia mengungkapkan rencananya itu.

“A…apa itu tidak terlalu cepat?”tanya Minho kaget.

“Ne,Donghae belum bekerja kan tidak enak dengan Tiffany,”ucap appa.

“Umma maaf aku telat,”Sulli berlari dari atas dan nimbrung dengan mereka.

“Appa bisa kan memasukkannya ke perusahaan,Donghae ini pintar kok,mereka juga akan tinggal di rumah ini kan,”saran umma.

“Umma tapi aku…,”Donghae melirik Sulli yang tersenyum dengan terpaksa.

“Donghae tidak ada tapi-tapian. Umma ingin sekali melihatmu menikah,”

“Bagaimana,semua setuju?”tanya appa akhirnya.

“Yah kalau begitu sih terserah mereka berdua,”jawab Minho.

“Aku juga tidak masalah,”ucap Tiffany dengan wajah tersipu.

“Wah menyenangkan sekali menikah sekaligus ada pesta pertunangan!”seru Sooyoung. Siwon tersenyum setuju.

“Sulli?”tanya umma. Donghae menatapnya dengan cemas.

“A…aku juga…,”suara Sulli terdengar parau,dia lalu menundukkan wajahnya.

“Aku tidak bisa!!!!”ucap Donghae tegas.

“Eh? Kenapa? Semua sudah setuju,”tanya umma.

“Aku mencintai seorang gadis dan aku Cuma ingin hidup dengannya! Aku tidak akan menikah dengan siapa pun…sudah kuputuskan itu!”jawab Donghae tegas.

“Oppa…,”ucap Sulli cemas.

“Aku sudah capek dengan keadaan seperti ini. Umma…mianhe…aku tidak bisa menikah dengan Tiffany,”ucap Donghae.

“Siapa gadis itu Donghae-ah?”tanya appa.

“Donghae kau sudah mengatakannya kan,kau berani mencabut kata-katamu?”tanya umma.

“Ne umma. Aku berani. Dan aku minta maaf,aku…,”Donghae menatap Sulli.

“Bagaimana jika aku bilang,aku mencintai Sulli?”tanya Donghae.

“Donghae?!!!”seru yang lain kaget.

“Hyung,maksudmu mencintainya sebagai saudara kan?”tanya Minho canggung.

“Aku tidak menganggap Sulli sebagai adik kandungku maupun adik angkatku. Aku sudah melihatnya sebagai seorang perempuan,perempuan yang aku cintai,”Donghae berlutut dibawah kaki umma.

“Karena itu aku minta maaf sudah mencintai adikku sendiri. Tapi umma harus tau sekuat apa pun aku berusaha menghapusnya aku merasa semakin tersiksa. Aku sudah mengikuti kata hatiku dan merasa hal ini wajar kuucapkan. Perasaanku sudah terlalu nyata dan aku tidak sanggup menghentikannya,”ucap Donghae masih pada posisinya. Sulli tidak menyangka Donghae mengungkapkan semuanya,kakinya membeku dan bernafaspun rasanya sulit. Dia tidak sanggup melihat reaksi umma dan appa. Dia juga tidak sanggup membayangkan kemungkinan buruk yang akan terjadi pada dirinya yang seharusnya tidak berada dikeluarga itu.

“Yeobo…aku tidak bisa berpikir lagi…,”

“Umma!”

Umma terjatuh lemas karena kenyataan yang tidak pernah dia bayangkan keluar dari mulut anaknya itu. Sulli masih mematung ditempatnya,Donghae merasa sangat bersalah pada Sulli yang sangat shock dengan kejadian itu. Tiffany hanya bisa tersenyum pahit mendengar pernyataan Donghae.

Inilah yang harus terjadi…jika tidak kita berdua akan terus tersiksa kan?

 

TBC

Catatan author :

“Hallo ..cuma mau bilang,maaf kalo part ini kesannya terburu-buru tapi daripada diulur-ulur lagi nanti makin membingungkan hahaha kita langsung masuk ke inti-intinya saja yuk mareee (semoga ceritanya masih berkenan dihati kalian semua wkwk). Next is the last chapter,keep reading😉 !” – cagalli14

9 Tanggapan to “A PLACE TO A HEART (18)”

  1. Linda 26 Februari 2012 pada 1:59 PM #

    Ya ampuuuun Lee Jonghyun oppaaaar . Aku ingin sekali berpacaran sama dia haha… Kak part ini renyah bgt aku bisa bayangin sulli sama jonghyunnya & ekspresi siwon pas ngasih tau jonghyun itu kebayang banget hihi…. Sayangnya udah mau tamat😦 oke baca park selanjutnya

    • cagalli14 26 Februari 2012 pada 4:51 PM #

      iya ih tp part ini pendeeek ..tunggu aja bagian jonghyun nanti yang puanjang ya hahahaha

  2. elf_love 27 Februari 2012 pada 1:48 PM #

    Onnie, rasany part ni deh yg pling sedih…..
    pa lgi wktu EunHaeKyuMin moment tdi….
    TT__TT
    Ya udah lah, terbang ke part 19 ja deh….. #galau

    • cagalli14 27 Februari 2012 pada 2:20 PM #

      hhi ..tp aku msh merasa yg ini kurang ><

  3. deiismyday 27 Februari 2012 pada 2:42 PM #

    hyaaaaa donghae keren!! gitu dooonng daridulu! aku sukaa ^^

    • cagalli14 27 Februari 2012 pada 2:44 PM #

      donghae ga beranian euy! hahahaha

  4. Vinasullhae 28 Februari 2012 pada 8:11 AM #

    Donghae akhirnya ngaku kalo dia suka ma sulli ke keluarganya
    gitu dong dari dulu….
    Biar gk terus tersiksa nahan rasa cintanya ke sulli

  5. missfishyjazz 17 April 2012 pada 8:28 AM #

    Bagus kok thor ..
    Justru kalo diulur-ulur nanti bisa kaya sinetron Indonesia yang bikin stress X_X
    Makin gak sabar baca part selanjutnya deh thor😀

    • cagalli14 17 April 2012 pada 12:22 PM #

      ahaha ini aja udh berasa sinetron ..mksh ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: