A Place To A Heart (18″)

7 Mar

A PLACE TO A HEART

Cast       :

 Siwon as 1st son

Donghae as 2nd son

Minyoung as 3rd daughter

Minho as 4th son

Sulli as 5th daughter

Tiffany as Minyoung look a like 

Sooyoung as Siwon’s girlfriend

Kang Jiyoung as Sulli’s bestfriend

 

CHAPTER EIGHTEEN (2ND VERSION) : ENDLESS MOMENT

“Oppa…menikahlah dengan Tiffany,”

Donghae terdiam mendengar kata-kata seperti itu keluar dari mulut Sulli. Dia menatap Sulli dengan ekspresi ‘kau pasti bercanda kan’ dan berharap Sulli membalas ‘Ne,aku bercanda. Mana mungkin aku menyerahkan oppa padanya!’.

“Oppa dengar kan? Tidak ada gunanya lagi kembali. Kita sudah sepakat untuk mengakhiri semuanya di Jepang. Daripada berusaha dengan hal yang sia-sia,lebih baik mengejar apa yang sudah pasti menjadi masa depan oppa,”ucap Sulli. Ekspresinya terlihat dingin dan tegas,hanya Sulli yang tau seberapa lebar luka yang dia toreh sendiri untuk mengatakan hal itu dan melihat ekspresi Donghae saat ini.

“Ikut aku!”Donghae menarik tangan Sulli dan membawanya ke mobil. Dengan cepat Donghae masuk ke mobil dan memasangkan seatbelt Sulli dan seatbeltnya lalu melajukan mobilnya dengan kencang.

“Oppa! Mau kemana?”tanya Sulli kaget. Donghae memilih untuk tidak menjawab daripada Sulli menolaknya.

“Kalau oppa membawaku ke tempat Tiffany onnie dan mengatakan semuanya aku bersumpah tidak akan muncul dihadapan oppa lagi selamanya!”ancam Sulli. Donghae mengerem mobilnya tiba-tiba dan menatap Sulli kaget,bagaimana bisa dia tau jalan pikiran Donghae?

“Oppa! Michyeoso?! Mau bunuh diri apa?!”tanya Sulli kaget.

“Ne…kalau pilihan yang kau berikan seperti itu aku juga punya pilihan lain. Salah satunya adalah bunuh diri berdua denganmu. Kau mau Choi Sulli?!!!!”bentak Donghae. Sulli membeku melihat Donghae semarah itu.

“Mianhe…,”Donghae langsung kembali ke kesadarannya melihat ekspresi wajah Sulli yang ketakutan.

“Cuma aku marah sekali karena kau tega mengatakan hal itu. Sulli-ah…karena memandangmu selama ini aku tidak pernah meminta hal yang muluk-muluk. Aku selalu berusaha mengikuti kemauanmu tapi tidak bisa aku terima jika kau memintaku menikahi orang lain. Kau tega sekali! Walau kau Sulli,orang yang aku cintai tapi jika kau mengatakan hal seperti itu juga aku pasti akan kecewa dan marah sekali!!!”ungkap Donghae. Wajahnya terlihat kacau walau tidak menangis seperti yang Sulli ingin lakukan tapi bisa terlihat mata dan wajah yang sudah memerah karena marah dan kecewa itu.

Sulli sempat hampir kalah namun akhirnya dia menarik kembali airmata yang hampir saja keluar dan menatap Donghae seakan dia lelah. Dia benci dan tidak mau lagi mendengar apa-apa.

“Mianhe…tapi diantara kita sudah tidak bisa lagi. Itu saja. Sudah tidak ada lagi perasaan seperti itu…,”Sulli melepaskan seatbeltnya dan keluar dari mobil.

“Tidak mungkin! Masa dalam waktu seminggu kau bisa melupakan perasaanmu?! Sulli-ah berhenti!”Donghae mengerjar Sulli.

“Ne…aku bisa. Kalau aku punya kemauan keras,aku bisa…,”Sulli berhenti dan tanpa menoleh pada Donghae dia lalu menyetop taxi dan meninggalkan Donghae yang mematung memandangi taxi yang ditumpangi Sulli perlahan menjauh.

***

“Tidak mungkin seorang gadis berubah dalam waktu yang singkat,”ucap Sungmin.

“Kata siapa? Rigi seperti itu kok! Pagi ini dia menyayangiku dengan penuh kasih sayang dan lembut sampai pakai bikin pancake dan kopi segala tapi Cuma gara-gara aku menerima telepon dari teman kuliahku yang perempuan dia langsung ngambek dan marah-marah sampai sekarang. Dia juga suka ngambek dan bilang ‘Benci benci benci!’ tapi saat aku…,”

*gambaran Kyuhyun*

“Aku benci kamu! Benci benci benci benci benci benci benci benci sekali!!! Benci 10000000%!!!!”Rigi,yeojachingu Kyuhyun menangis sambil memukul-mukul dada Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa tertawa pasrah.

“Tapi aku sayang sekali padamu!”Kyuhyun memeluk Rigi dengan erat sambil tersenyum tulus dan membuat gadis itu terdiam dalam sedetik.

*gambaran Kyuhyun,end*

“Itu beda kasus Kyu…intinya dia Cuma dalam keadaan ngambek. Beda dengan hubungan Donghae dan ceweknya. Hal ini lebih rumit. Kurasa cewekmu itu memang serius. Perempuan itu penuh misteri tau,”ucap Eunhyuk.

“Tapi kau membuatku iri sekali Kyu,”dengus Eunhyuk kesal.

“Hahaha…Kyuhyun dan pacarnya kan memang aneh. Dibilang pacaran iya,dibilang temenan iya,musuhan juga iya kali,”tawa Sungmin.

“Ya itu malah membuat hidupku lebih berwarna. Setiap hari aku tidak merasa bosan dengannya walau kadang-kadang penuh derita juga sih,”gerutu Kyuhyun sambil memperlihatkan bekas ‘siksaan’ Rigi kalau sedang marah.

“Itu kekerasan namanya! Laporkan Rigi!”seru Eunhyuk ngeri melihat bekas merah-merah dilengan Kyuhyun.

“Mwo?! Anieyo! Kami tidak pernah sampai serius kok berkelahi. Jika dia marah besar dia bahkan tidak pernah menamparku,jika dia benar-benar marah dia hanya akan mengabaikanku sebulan penuh,itu yang lebih menyakitkan,”Kyuhyun berusaha keras membela yeojachingunya. Donghae tertawa juga mendengar cerita temannya itu.

“Eh! Tertawa! Akhirnya!”seru Sungmin senang.

“Hahaha…bagaimana pun juga Cuma dengan kalian aku bisa melepaskan stress. Hey Kyu,cewekmu boleh juga ya. Sepertinya kesedihanku juga bisa hilang kalau dengannya,boleh kupinjam?”tanya Donghae.

“Langkahi dulu mayatku,dasar playboy!”balas Kyu. Semuanya tertawa mendengar jawaban Kyu dan mereka melanjutkan candaan ringan yang bisa membuat Donghae lupa akan masalahnya sendiri.

***

“Sulli-ah,kau mau ikut kami tidak pulang sekolah ini?”tanya Soojung.

“Eh?”Sulli tersadar dari lamunannya.

“Kan…kau melamun lagi. Sulli,jika ada masalah ceritakan pada kami mungkin bisa mengurangi bebanmu,”ucap Luna sedih.

“Anieyo…aku Cuma sedikit ngantuk karena semalam mengerjakan tugas sampai begadang,”Sulli pura-pura menguap.

“Begitu…baguslah kalau tidak apa-apa. Kita makan di Atmosphere yuk!”ajak teman-teman Sulli.

“Kajja!”jawab Sulli dengan penuh senyum.

“Sulli-ah,kau mau pesan apa?”tanya Soojung. Sulli sibuk melihat daftar menu.

Bacon fried rice.

Mata Sulli tertegun pada tulisan itu. Donghae suka sekali makanan ini,dia selalu memesan ini jika mereka makan bareng. Dulu tanpa menanyakan ingin apa,Sulli sudah bisa langsung pesan keinginan Donghae. Selama bertahun-tahun sejak kecil seperti itu…jelas sekali Sulli tau apa kesukaannya.

“Sulli…?”

“Sulli-ah?”

“Eh?! Ah maaf aku bingung memikirkan pesan apa. Hmmm…,”Sulli menggigit jarinya pura-pura bingung ingin memesan apa.

“Arraso,kami tunggu,”ucap Luna.

Sulli tertegun sekali lagi. Bahkan hari-hari dimana mereka makan bareng saat itu masih teringat jelas dikepala Sulli.

“Bacon Fried rice,”ucap Sulli sambil menutup buku menunya.

~~~

“Kebetulan sekali kita bertemu saat sedang mencari makan. Katanya restoran disini enak ya?”tanya Tiffany antusias.

“Ne,”jawab Donghae sambil tersenyum kecil. Dia tidak punya pilihan lain saat bertemu Tiffany dijalan dan gadis itu mengajaknya makan bareng.

“Oh iya kau suka apa?”tanya Tiffany.

“Ice cream melon coklat,”ucap Donghae sedikit bergumam.

“Eh?”Tiffany memasang telinganya lagi takut salah dengar.

“Maksudku aku ingin dessertnya ice cream melon coklat,”ucap Donghae lalu melihat daftar main dish.

Dasar…aku kok jadi memesan ice cream yang pasti Sulli beli di restoran ini? Hmm…kenangan seperti itu ternyata tidak akan datang lagi ya…batin Donghae sambil tersenyum pahit.

“Main dish?”tanya Tiffany.

“Bacon Fried rice,”jawab Donghae tenang.

***

Lorong di depan ruangan kuliah Donghae terlihat cukup ramai siang itu. Donghae menjejakkan kakinya keluar kelas bermaksud untuk meninggalkan Sungmin,Eunhyuk dan Kyuhyun karena dia ingin waktu sendiri.

“Hmm…Donghae-ssi?”

Langkah Donghae terhenti saat mendengar panggilan seseorang. Dia menoleh dan melihat seorang gadis berambut sebahu,ikal dan berwarna cokelat tersenyum dan mendekatinya. Gadis berpenampilan simple hanya dengan kemeja burberry dan t-shirt bertuliskan “INJUSTIFY YOUR FREEDOM” berwarna hitam dipadu dengan jeans biru dan sepatu kets biru seperti pernah Donghae lihat disuatu tempat.

“Jangan bilang kau lupa padaku…,”ucapnya.

“Eh?”

“Park Rigi,”gadis itu menyodorkan tangannya. Donghae menyambutnya dan tersenyum,”Aah…,”

“Kau mencari Kyuhyun? Dia masih di dalam ada sedikit urusan tapi sebentar saja kok,”ucap Donghae.

“Hmmm…begitu ya,”Rigi melirik ke jendela kelas mereka.

“Bagaimana kalau kita tunggu bersama di luar?”Donghae mengubah rencananya dan mengajak Rigi untuk ngobrol diluar.

“Aku dengar cerita dari Kyuhyun…katanya kau punya pacar namun hubungan kalian kurang lancar ya,”ucap Rigi setelah mereka bosan berbasa-basi.

“Dasar anak itu…,”

“Tidak ada hal yang disembunyikan Kyuhyun dariku. Makanya kau harus hati-hati kalau mau bercerita dengannya,hahaha,”tawa Rigi. Donghae ikut tersenyum melihat keceriaan gadis itu.

“Kau pasti sayang sekali dengan Kyuhyun,”ucap Donghae.

“Aku lebih banyak sebel sama dia,”jawab Rigi sambil memanyunkan bibirnya.

“Kyuhyun itu memang menyebalkan…tapi baru kali ini aku lihat dia ada betah dengan orang cukup lama,”ucap Donghae.

“Hahahaha…,”tawa Rigi.

“Aku salut padamu yang bisa membuat si evil itu tunduk. Banyak-banyak saja siksa dia,”tawa Donghae.

“Hahaha…anieyo…sepertinya aku yang banyak berjuang untuk dia,”ucap Rigi.

“Eh?”

“Ne…hubungan kami juga tidak bisa dikatakan lancar. Orangtuaku menentang habis-habisan karena itu aku memutuskan untuk tinggal di apartemen sendirian,disamping kamar Kyuhyun. Melihat aku yang seperti ini giliran orangtuanya yang tidak setuju dan meminta kami pisah saja. Aneh sekali kan hal seperti ini masih ada saja di jaman sudah maju begini. Karena hubungan kami juga tidak selancar itu…makanya saat mendengar ceritamu aku mengerti sekali,”Rigi menatap Donghae dengan simpati.

“Lalu…apa yang kau lakukan supaya tidak kehilangan Kyuhyun?”tanya Donghae.

“Aku tidak pernah menyerah tentangnya. Karena aku sudah yakin he’s the right man. He unlocked my heart and locked it again to make him the only one that linger. Donghae-ssi…sebelum dengan Kyuhyun aku mempunyai 1st love. Dia meninggal karena sakit…sejak saat itu aku berjanji jika aku merasakan perasaan itu lagi aku tidak akan melewatkan sedetik pun momen berharga yang bisa kubuat dengannya. Selama orang itu ada didunia yang sama dengan kita…selama kita masih bisa melihatnya dengan mata kepala sendiri,aku tidak akan melepaskannya apa pun yang terjadi,”jawab Rigi.

Donghae dapat melihat ada sedikit rasa pedih yang dalam dari cahaya yang terpancar dimata Rigi. Namun lebih dari itu,Donghae bisa merasakan kebenaran dalam prinsip Rigi. Dia seakan tau apa yang harus dia lakukan sekarang.

Ya…jangan menyerah!

“Rigi-ssi…Kyuhyun juga pernah bilang padaku kau adalah orang yang akan dipertahankan olehnya sampai akhir. Aku dulu tidak mengerti apa maksud dari kata-kata itu. Sekarang aku mengerti. Kyuhyun juga tidak mau menyerah…kalian bahagia sekali ya,”Donghae menepuk-nepuk bahu Rigi. Airmata Rigi menetes namun langsung dihapus olehnya dan tertawa.

“Ne…kau juga jangan menyerah ya…kita sama-sama berjuang!”ucap Rigi penuh semangat.

“Dasar…ternyata kau disini ya dengan Donghae pula. Awas kau jatuh dalam perangkapnya,”Kyuhyun menepuk kepala Rigi dengan pelan.

“Dia sudah jatuh diperangkapku…kau telat 20 menit,”ucap Donghae.

“Mwoya…aku tidak akan menyerahkan Rigi pada orang sepertimu,”cetus Kyuhyun.

“Hahaha…kalau begitu aku duluan deh. Jangan berantem ya. Rigi-ssi…terimakasih banyak,kau sudah membuatku tenang,”Donghae beranjak akan meninggalkan mereka.

“Yah! Kau ngapain sama Donghae sampai dia setenang itu? Tadi dia masih seperti ayam sakit! Kau tidak macam-macam padaku kan?!”protes Kyuhyun.

“Kami Cuma lebih mendekatkan diri saja kok,”dengus Rigi.

“Hahaha! Aku tidak ikut campur loh!”Donghae meninggalkan mereka berdua.

Benar Rigi-ssi…kalau aku menyerah semudah ini,lalu untuk apa Tuhan susah payah membuatku jatuh cinta padanya?

***

“Aku hari ini pulang dengan Jiyoung,”ucap Sulli berusaha mengelak.

“Jiyoung sudah lewat dari tadi,”tahan Donghae.

“Dia menungguku dihalte bus,”Sulli berjalan tanpa menoleh lagi.

Sulli menatap keluar jendela jalanan yang dia lewati. Gedung-gedung,pertokoan,restoran dan taman terlihat begitu berharga dalam hati Sulli sore itu. Perasaannya berubah ringan dan berdebar-debar tanpa bisa dibohongi lagi. Sulli menoleh ke kiri. Donghae duduk sambil menatap keluar jendela seperti yang dia lakukan tadi. Donghae nekat ikut dengan Sulli naik bus dan meninggalkan mobilnya di sekolah dan mereka duduk berjauhan namun tidak ada pembatas apa pun. Bus sore itu juga sepi…mereka merasa seperti berada di dunia sendiri yang mereka ciptakan.

Tidak ada tembok pemisah lagi….

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan….

Ini Cuma dunia berdua. Dunia yang mereka ciptakan.

Namun itu Cuma ilusi Sulli. Gadis itu langsung menepisnya cepat-cepat.

Drrrtttt…

Sulli mengeluarkan ponselnya yang bergetar. Private number?

“Yoboseo,”

“Yoboseo,”ucap suara diseberang. Sulli tertegun mendengarnya,tanpa menoleh sedikit pun dan tetap melihat keluar jendela dia menerima telepon itu.

“Terimakasih masih mau melihat kearah sini,”ucapnya.

“Aku melihat ke trotoar,”balas Sulli.

“Senyum yang tadi…masih terlihat manis,”ucapnya. Sulli terdiam. Senyum yang sedikit disunggingkan saat dia memikirkan tentang dunia mereka berdua ternyata terlihat.

“Bus ini …tidak akan membawa kita ke belahan dunia yang lain…tapi bus ini membuat sore ini menjadi abadi. Aku merasakannya dan tidak ingin waktu berjalan sedetik lagi,”

“Waktu terus berjalan…jangan menepis kenyataan,”ucap Sulli.

“Kalau begitu aku kembalikan kata-kata itu padamu. Lihatlah dijendela yang memantulkan wajahmu itu…kau tidak bisa berbohong. Itulah wajahmu yang sebenarnya kan?”

Sulli tersentak dan melihat pantulan wajahnya di jendela. Wajahnya terlihat payah karena menangis. Sulli menoleh kesampingnya. Donghae juga menoleh dan tersenyum.

“Sulli-ah…saranghae,”

Airmata Sulli sekali lagi terjatuh saat tepat dia menoleh kearah Donghae.

“Uljima,”ucap Donghae tanpa suara. Sulli menangis sambil memeluk ponselnya disudut bus itu.

“Aku tidak bisa berhenti menangis karena oppa seperti ini!”teriak Sulli setelah mereka turun dari bus dan menemukan tempat untuk bicara berdua.

“Sulli,aku menemuimu untuk meminta semuanya kembali seperti dulu,”ucap Donghae berusaha menenangkan Sulli.

“Ne! Kembali seperti dulu tapi oppa selalu membuatku kalah dan kalah lagi! Bagaimana bisa kembali seperti saat kita hanya sebagai kakak-adik yang normal?!”

Donghae tertegun.

“Sulli…maksudku kembali seperti saat kita bersama. Cuma itu yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan perasaan kita berdua,”

“Oppa…sudahlah. Kita sudah seharusnya menyerah,kita tidak boleh lebih dari sekedar saudara,”isak Sulli. Donghae memeluk Sulli.

“Lepaskan! Karena oppa seperti ini aku susah!”Sulli berusaha mendorong Donghae namun namja itu tidak mau melepaskannya.

“Lepaskan!!!”teriak Sulli.

“Shiro…,”ucap Donghae.

“Oppa lepaskan…aku sudah lelah…,”Sulli menangis dengan lemah.

“Mianhe Sulli-ah…tapi aku mohon jangan menyerah dulu,mengerti?”Donghae melepaskan pelukannya dan menatap Sulli. Sulli menggeleng.

“Tatap mataku kalau kau memang tidak mau,katakan dengan jelas!”seru Donghae tegas. Sulli berusaha menatap mata Donghae dan memancarkan cahaya bahwa perasaan itu sudah hilang namun dia tidak bisa berbohong. Saat melihat mata orang yang sangat dicintainya,hati Sulli luluh sekali lagi.

“Aku selalu kalah…,”ucap Sulli lemas. Donghae menarik Sulli ke pelukannya lagi dan mengusap-usap rambut gadis itu.

“Mianhe…aku terlalu egois dan tidak mau melepaskanmu,”ucap Donghae.

Sulli tidak menjawab dan hanya merasakan hangat dan nyaman berada dipelukan orang yang dia rindukan sekali lagi.

Memang tidak bisa walau berlari sejauh apa pun….

Tapi lagi dan lagi…sentuhan hangatnya mampu membuatku terlena….

Sore itu kami menaiki bus bersama lagi. Kali ini tidak berjauhan dan duduk berdekatan sambil menyender dibahunya aku bisa merasakan moment yang abadi.

Semoga kenangan ini tidak akan menjadi sekedar kenangan di masa depan. Aku juga akan berjuang dan bertahan lalu melihat seperti apa masa depan yang menanti kisah seperti ini.

Tenang saja…kali ini aku akan menyayangimu sepenuh hati lagi. Karena itulah yang selalu ingin aku lakukan….

“Sulli,kau tau tidak saat aku direstoran ini aku selalu ingat kau memesan ice cream melon coklat,”

“Aneh sekali…aku juga selalu memesan nasi goreng bacon kesukaan oppa,”

“Hahaha…sekarang kita bisa memesan bersama,mau makan sepiring berdua?”

“Miskin sekali…tapi tidak apa lah,hahaha,”

***

Sulli merasakan terik matahari mulai menerobos masuk melalui ventilasi jendela kamarnya. Dengan perlahan dia membuka matanya dan wajah seseorang yang dia mimpikan malam itu sudah terlihat di depan matanya. Sulli sempat berpikir apakah dia masih mimpi sampai akhirnya orang itu menegur. Mungkin karena beberapa hari ini sangat membahagiakan dia jadi sering terhanyut oleh mimpi. Atau…apakah semuanya memang mimpi?

“Selamat pagi,Sulli-ah,”ucapnya.

“Oppa…kenapa bisa disini?”Sulli kaget melihat orang itu benar-benar Donghae. Ternyata memang bukan mimpi. Sulli menyembunyikan senyum leganya.

“Aku disuruh membangunkanmu. Untungnya naksir dengan adik sendiri itu bisa bebas begini ya,”

“Tetap saja tidak bisa sebebas yang oppa mau!”Sulli bangkit dan beranjak meninggalkan Donghae namun dia merasa rambutnya ditahan.

“Oppa?”wajah Sulli merah padam saat tau Donghae mencium rambut panjangnya lalu memeluknya dari belakang.

“Walau baru bangun tidur tapi rambutmu masih saja harum. Dari kecil memang begini ya,beda sekali dengan gadis-gadis yang lain,”ucap Donghae.

“Akh! Jangan bahas gadis-gadis dari masa lalumu,”protes Sulli lalu melepaskan pelukan Donghae. Mereka saling berhadapan dan bertatapan.

“Mereka bukan orang yang pernah kuanggap istimewa,tidak usah cemburu,”

“Tapi tetap saja oppa…,”Sulli teringat dulu dia suka memergoki Donghae sedang bercinta dengan pacar-pacarnya dulu. Wajah Sulli memerah,antara kesal dan malu.

“Waeyo?”tanya Donghae bingung melihat Sulli tiba-tiba salah tingkah.

“Aku tidak habis pikir oppa dulu suka tidur dengan mereka,”ucap Sulli kesal.

“Jika mau aku lakukan denganmu,”Donghae menggoda Sulli.

“A…andwaeee!”Sulli memalingkan wajahnya.

“Tapi masalahnya tidak mudah untuk melakukan hal seperti itu dengan orang yang benar-benar dicintai,”ucap Donghae.

“Maksudnya?”tanya Sulli bingung.

“Bagi seorang pria,gadis yang benar-benar dia cintai itu adalah sesuatu yang sangat berharga. Dia harus dijaga dengan baik. Lalu menakutkan…karena selalu banyak kekhawatiran muncul,”jawab Donghae.

“A…aku jadi malu membahas soal ini,”Sulli melepaskan tangan Donghae yang daritadi menggenggamnya dan turun dari tempat tidur.

“Kenapa aku juga ya? Padahal aku ini professional,”batin Donghae sambil garuk-garuk kepala. Dia lalu tertawa kecil melihat Sulli yang keluar dari kamarnya.

Pagi seperti ini…semoga datang terus….

“Sulli,sudah bangun? Ah bisa bantu umma pegang ini?”umma memberikan lukisan yang baru saja dilepas dari dindingnya.

“Wallpapernya akan diganti?”tanya Sulli.

“Ne,warna ungu muda seperti ini bagus kan?”tanya umma.

“Bagus kok,umma beli semalam? Aku tidak tau,”

“Ne…sama aku,Sulli kemarin kan masih sekolah saat kami belanja,”sahut Tiffany dari arah dapur sambil membawa makanan.

“Umma,apa ada yang bisa aku bantu?”tanya Donghae.

“Tentu saja ada,hyung kemana saja sih. Bantu aku memasang wallpaper ini dong,”jawab Minho.

“Hahaha arraso,”Donghae mendekati Minho.

“Wah…tinggi juga ya dinding rumah kita…kau tidak takut jatuh? Setinggi itu,”ucap Donghae sambil memperhatikan tangga yang tinggi di depannya.

“Makanya pegangi,”ucap Minho.

“Ah…aku kok mules ya?”Minho tiba-tiba memegangi perutnya.

“Minho! Apa yang kau lakukan?”tanya Donghae kaget.

“Ah! Tangganya!”Sulli kaget saat melihat tangga yang dinaiki Minho tiba-tiba limbung.

“Akh!”

“Donghae,awas!!!!”Tiffany tiba-tiba mendorong Donghae.

Brak!!!!!

Sulli,umma dan Donghae terpaku melihat kejadian yang tiba-tiba menimpa mereka pagi itu.

“Akh…sakit juga walau sudah melompat,”rintih Minho. Dia ternyata sempat melompat saat tangga jatuh.

“Tiffany!!!”Donghae buru-buru mendekati Tiffany yang tidak bergerak sama sekali.

“Tiffany!! Sulli,panggil ambulans cepat!”perintah umma yang sangat panik.

“Tiffany,sadarlah!”Donghae mengangkat tangga yang memang berat itu dari atas tubuh Tiffany. Darah mengucur dari kepalanya. Sulli membeku melihatnya.

“Sulli,cepat telepon ambulans!!!”umma mendekati Tiffany juga.

Sulli masih tidak sanggup bergerak melihat darah yang mengalir dari kepala Tiffany. Ingatannya saat kecil melintas lagi. Darah kecelakaan yang sangat ditakuti Sulli.

“Biar aku saja!”Minho segera menelpon ambulans.

“Tiffany,sadarlah! Tiffany!”Donghae menepuk-nepuk pipi Tiffany. Tiffany meringis dan membuka matanya lalu tersenyum kecil pada Donghae.

“Dasar bodoh…,”ucapnya. Lalu Tiffany menutup matanya lagi karena darah yang keluar sudah cukup banyak untuk membuatnya kehilangan kesadaran.

“Tiffany!!!”

 

TBC

 

8 Tanggapan to “A Place To A Heart (18″)”

  1. Linda 7 Maret 2012 pada 12:34 PM #

    ;______; kembali nangis di part ini :(((( aku udah menyia nyiakan org yg aku cintai pdhl Tuhan udah susah susah bikin aku jatuh cinta juga #jadicurhat gwenchana🙂 ah Tiffany gwenchanayoo?😥 kak si tampan Jong gak muncul lagi??

    • cagalli14 7 Maret 2012 pada 1:42 PM #

      wkwkw si tampan muncul ga yaaaa? ahaha tunggu aja :p

  2. elf_love 7 Maret 2012 pada 1:05 PM #

    Tuh kan, ak nangis lgi! TT.TT
    Tnggung jwab! Klo onnie ga mau tnggung jwab, Kyu oppa ak ambil lho!
    Lnjut dah onn!

    • cagalli14 7 Maret 2012 pada 3:56 PM #

      hahaha tanggung jwb gmn nih? *lempar donghae* jangan ambil yuyuuuun ><
      kkk~ okok ^^

  3. Vinasullhae 10 Maret 2012 pada 8:47 AM #

    Pas baca ff ini jadi GALAU

    sulli cemburu gak liat donghae perhatian bgt ma tiffany
    di part ini lengkap ada sedih-nya
    romantis-nya
    konflik-nya
    lucu-nya uga
    pengen donk di pelu donghae
    #ngiler

  4. Vinasullhae 10 Maret 2012 pada 8:47 AM #

    Pas baca ff ini jadi GALAU

    sulli cemburu gak liat donghae perhatian bgt ma tiffany
    di part ini lengkap ada sedih-nya
    romantis-nya
    konflik-nya
    lucu-nya uga
    pengen donk di peluk donghae
    #ngiler

    • cagalli14 10 Maret 2012 pada 9:05 AM #

      hhi ..iya mksh ya ..aku jg setuju ini part yg paling aku suka dan yang paling sedih ;; waktu ngetik ff ini aja aku hampir nangis ..hhu

  5. missfishyjazz 17 April 2012 pada 9:23 AM #

    Eeee .. What happen with Tiffany ??
    Aduhh iri sama morning romance nya Donghae & Sulli ..
    Sweet banget ..
    Nggak sabar baca lanjutannya deh😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: