Sorry Love (I Leave You) Part 2-END

31 Mar

SORRY LOVE (I LEAVE YOU) Part 2

Genre : romance

Cast : Lee Sungmin,Lee Heera,Cho Kyuhyun,Shin Taerin

Bunyi petir menggema dengan gagahnya diikuti suara hujan yang mulai turun dengan nyamannya dari langit. Hanya Sungmin yang tidak merasa gagah. Hanya Sungmin yang merasa tidak nyaman sekali dengan perasaannya. Ada banyak pertanyaan berputar dikepalanya,wajah itu,senyum itu,suara itu,semua bermain diotak Sungmin.

“Heera…kenapa?”tanya Sungmin yang tidak peduli hujan mengguyur tubuhnya yang terlihat ringkih karena begitu malang sudah ditinggal kekasih begitu saja.

Sungmin masih berdiri di depan apartemen Kyuhyun. Menatap ke jendela kamar Kyuhyun berharap Heera akan terlihat dari sana. Jika Heera keluar sudah pasti Sungmin akan mengejarnya dan meminta penjelasan akan apa yang terjadi. Sungmin ingat betul dan sangat yakin bahwa Heera yang dulu sangat tulus dengannya,tidak mungkin semudah ini mengkhianatinya.

“Kau yakin membiarkannya begitu saja?”tanya Kyuhyun yang baru selesai mandi dan sedang mengeringkan rambut dengan handuknya.

Heera tidak menjawab dan memalingkan pandangannya yang tadi juga mengintip ke bawah,melihat Sungmin yang tidak kunjung pergi.

“Tidak usah malu. Kau kepikiran dia kan?”tanya Kyuhyun lagi. Heera menatap Kyuhyun,saat itu jantungnya berdebar-debar lagi dan mambuat Heera hampir sesak. Karena debaran itu juga membuat Heera kesusahan.

“Kau sendiri. Kenapa dengan mudahnya berubah dan menerimaku dengan baik?”tanya Heera.

“Jawabannya sudah jelas kan,”Kyuhyun duduk disamping Heera sambil meminum softdrinknya.

“Karena kau mempunyai jantungnya. Aku tidak bisa berbuat apa pun selain menjagamu. Aku tidak bisa berpaling darimu. Mulai saat ini…,”Kyuhyun menatap ke luar jendela dengan perasaan yang begitu jauh. Heera bisa merasakan kesepian yang orang ini rasakan.

“Siapa…Taerin yang kalian bicarakan?”tanya Heera. Kyuhyun tersadar sudah mengatakan hal yang tidak penting dan berdiri.

“Kalau kau mau mandi,silakan saja. Ada beberapa baju bekas noona-ku di lemari itu,”tunjuk Kyuhyun lalu meninggalkan Heera masuk ke kamar.

***

Sudah 3 hari Sungmin datang ke apartemen Kyuhyun terus. Heera sampai tidak bisa keluar karenanya. Dia tidak tau harus bagaimana menghadapi orang itu.

“Heera,aku kuliah dulu ya,”ucap Kyuhyun.

“Ne…,”jawab Heera yang sedang sarapan. Kyuhyun keluar dan Heera menatap keluar jendela. Sungmin masih berdiri dibawah. Dia tidak akan pernah bertemu Heera karena Heera tidak akan keluar sementara Kyuhyun pun selalu pergi lewat basemen langsung dengan mobilnya.

“Tolong menyerahlah,”bisik Heera penuh kekhawatiran sambil melihat ke luar jendela.

Ingatan yang indah tentang Sungmin selalu menghantuinya. Seingat Heera,dia yang pertama kali jatuh cinta saat melihat Sungmin di perpustakaan kampus. Sungmin yang sedang duduk sendirian dibawah cahaya matahari yang hangat memantulkan ke rambutnya yang hitam legam dan kulit putih susunya. Heera tidak habis pikir bagaimana ada cowok yang bisa membuat gadis-gadis iri karena wajah yang seperti tidak akan pernah menua itu. Rasa heran dan kekaguman bercampur aduk dihati Heera dan membuat dia diam-diam memperhatikan Sungmin sepanjang hari di bangku tempat dia berada. Heera hanya tertawa geli,bagaimana bisa dia tertarik dengan cowok yang imut-imut dan terlihat seperti sasaran cowok-cowok yang suka membully. Jauh diluar perkiraan Heera,suatu hari dia melihat pertandingan matrial arts di kampus dan tertegun melihat pemenang yang keluar adalah cowok yang sering dia perhatikan. Sungmin terlihat sangat manly dengan keringat dan senyum kemenangannya membuat jantung Heera berdebar kencang untuk pertama kalinya.

*flashback*

“Apa ini buku catatanmu?”

Suatu hari Heera terkejut saat sedang khusuknya membaca seseorang yang selama ini dia kagumi menghampiri dan duduk disampingnya sambil menunjukkan buku catatannya. Senyum yang manis,membuat Heera tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.

“N…ne,”jawab Heera gugup. Dia tersenyum lega.

“Aku menemukannya tertinggal di perpustakaan kemarin. Aku ingin memberikannya pada penjaga perpustakaan tapi aku pikir kau setiap hari datang kesini jadi aku bisa memberikannya,tidak keberatan kan?”tanyanya.

“A…tentu saja. Terimakasih…,”jawab Heera yang menyimpan kebahagaiaan dalam hatinya rapat-rapat.

Sungmin lalu tidak mengatakan sepatah kata lagi dan hanya tersenyum sambil mengatupkan kedua tangannya disamping Heera. Gadis itu pun menatap keluar jendela untuk mengatasi kegugupan yang penuh rasa bahagia itu.

*end flashback*

Setetes airmata mengalir dengan indah ke pipi mulus Heera. Heera tersentak dan menyentuh pipinya yang basah itu. Kenangan yang indah itu membuat dadanya sesak. Kenapa saat ini dia bisa mencintai dua orang laki-laki? Kenapa dia lebih memilih untuk berlari dan mengejar Kyuhyun daripada tetap tinggal dengan Sungmin?

Saat itu tanpa sengaja Heera menemukan sebuah kotak dibawah meja depan televisi. Kotak coklat yang simple namun berukuran cukup besar. Dengan rasa penasaran Heera membukanya dan tertegun saat menemukan jawaban yang tidak ditemukan olehnya dari Kyuhyun. Sebuah album foto dan banyak barang-barang seperti sarung tangan dan lainnya terdapat dalam kotak itu juga ada secarik kertas. Heera mengeluarkannya dari kotak. Membacanya dengan khusuk dan menangis tanpa bisa dikendalikan. Itu adalah surat terakhir dari Taerin untuk Kyuhyun,ya Taerin adalah kekasih Kyuhyun,sekarang jelas sudah pertanyaan yang ada dikepala Heera. Heera lalu membuka album foto yang berisi foto-foto Kyuhyun dan Taerin. Senyum yang tidak pernah dia lihat dari Kyuhyun,dia terlihat seperti orang yang paling bahagia di dunia saat sedang merangkul Taerin. Lalu mata Heera berhenti disebuah foto Taerin yang sedang berjalan menuju tepi pantai dan menoleh ke belakang,sepertinya difoto oleh Kyuhyun. Senyum yang manis,batin Heera. Dia mengusap foto itu,rasa tertekan yang selama ini dia rasakan menguap begitu saja.

“Aku hidup dengan jantungmu…Harusnya aku mencintai Sungmin tapi sekarang aku mencintai Kyuhyun. Bisakah kau…hapus perasaanmu padanya? Karena aku harus menjalani kehidupanku sendiri!”isak Heera.

Sungmin…behentilah mencintaiku,aku sudah jahat karena sekarang mencintai orang lain….

***

Hari ke-7….

Sungmin masih berdiri di depan gedung apartemen Kyuhyun. Selama itu juga Heera tidak keluar dan membuat Sungmin sangat cemas. Apa yang dilakukan Heera selama seminggu ini? Apa dia makan dengan baik? Apa dia memang bahagia dengan orang itu? Walau Sungmin masih tidak mengerti apa yang terjadi tapi dia lebih cemas dengan kebahagiaan gadis itu lebih dari apa pun. Rintik hujan mulai membasuhi bumi,Sungmin masih tidak bergerak dari tempatnya. Bagaikan prajurit yang menjaga putrinya,dia tidak sekali pun ingin melepaskan pandangannya dari jendela tempat sang putri berada.

Zraaaasssh!!

Hujan turun lebih deras. Sungmin akhirnya memutuskan untuk duduk namun matanya masih menatap ke jendela apartemen Kyuhyun. Dia tidak membawa payung maupun memakai jaket padahal mobilnya  tidak begitu jauh dari tempatnya berada tapi Sungmin tidak sedetik pun ingin melepaskan pandangannya.

Sungmin tertegun saat dia tiba-tiba tidak merasakan hujan membasuhi dirinya lagi. Sungmin mendongak dan mendapatkan tatapan seorang gadis yang dingin namun penuh kepahitan.

“Sendirian dibawah hujan tanpa payung,apa yang oppa pikirkan?”tanyanya dingin,tidak,lebih tepatnya tatapan itu lebih menunjukkan rasa sakit yang tidak dia terima.

“Heera!”Sungmin langsung memeluk Heera dan payung itu terjatuh. Sekarang mereka berdua kehujanan namun Sungmin tidak memikirkan apa pun selain memeluk Heera.

“Heera,aku tidak mengerti apa yang terjadi. Aku tidak akan mengerti jika kau tidak mengatakan satu kata pun sebagai alasan. Tolong jangan menghindariku lagi. Aku mencintaimu!”seru Sungmin sambil memeluk Heera dengan erat. Heera kehilangan tenaganya dan menangis namun segera menghapusnya dan bersikap dingin lagi.

“Oppa…semuanya berakhir. Mianhe…aku akan hidup dengan Kyuhyun. Jangan lagi datang kesini,jangan!”Heera mendorong Sungmin.

“Kau mencintainya?”tanya Sungmin tak percaya. Heera tidak menjawab.

“Heera,jawab aku,sejak kapan?”tanya Sungmin.

“Sejak aku bertemu Kyuhyun,tiga bulan setelah aku operasi,”jawab Heera. Entah airmata yang mengalir dipipinya atau tetesan hujan yang deras,Heera mencoba sekuat mungkin menghadapi Sungmin dna mengucapkan perpisahan.

“Mianhe…ini perpisahan. Oppa pasti bisa bahagia walau tanpa aku,”Heera tersenyum dan meninggalkan Sungmin yang mematung tak percaya dengan apa yang dikatakan Heera.

Kyuhyun…sebenarnya siapa pria itu?!

“Heera kau darimana saja? Kenapa hujan-hujanan?”tanya Kyuhyun cemas saat melihat Heera masuk dengan basah kuyup. Kyuhyun membawakan handuk dan mengusapkan ke tubuh Heera yang basah. Heera menjatuhkan tubuhnya ke pelukan Kyuhyun dan menangis. Kyuhyun tidak mengerti melihat Heera menangis seakan meneriakkan isi hatinya selama ini namun dia hanya bisa mengusap rambut Heera dan menunggu sampai gadis itu tenang.

Kyuhyun memperhatikan Heera yang sudah terlelap tidur disofa setelah lelah menangis sepuas-puasnya. Dia ingin mengangkat gadis itu dan menidurkannya di kamar namun dia ragu dan membiarkannya. Kyuhyun tau Heera mengalami hal yang berat dan masih terbebani oleh perasaan Sungmin namun dia juga tidak bisa mencintai gadis ini. Yang ada pada gadis ini hanyalah organ jantung dari kekasihnya dulu,hanya itu yang membuat Kyuhyun peduli. Tapi melihat apa yang sudah dilalui Heera,membuka sedikit hati Kyuhyun untuk lebih peduli dengannya.

“Aku bertemu Taerin saat dia pertama kali masuk SMP yang sama denganku. Kami lalu menjadi akrab karena dia masuk diklub yang sama denganku. Jika anak-anak yang lain langsung pulang setelah kegiatan sekolah dan klub usai,dia akan tetap di ruangan klub sampai sore sekali. Mengerjakan pr,bersih-bersih atau bahkan main game. Aku lalu penasaran kenapa dia selalu pulang sampai gerbang sekolah ditutup. Dia lalu bilang kalau di rumah tidak ada siapa-siapa,jika anak sekolah boleh keluyuran sampai malam dia bilang dia ingin sekali pulang sampai dia lelah dan hanya ingin tertidur. Taerin…dia anak yang kesepian karena orang tuanya sibuk bekerja. Saat pertama kali datang ke rumahnya aku sangat kasihan padanya. Rumah sebesar itu hanya ditinggali olehnya. Makanan yang dia makan adalah makanan instan atau beli diluar. Pesan yang ditinggalkan orang tuanya hanya tentang uang jajan yang sudah ditaruh dimeja. Saat itu pertahanan Taerin hancur dan dia menangis keras dipelukanku. Mungkin saat itu aku jatuh cinta padanya. Aku peduli padanya dan tidak ingin dia menangis sendirian. Aku ingin menjaga senyum yang kulihat saat pertama kali dia tersenyum memperkenalkan diri diklub. Sejak dia kelas 1 sampai kami kuliah…kami berpacaran. Aku bangga sekali bisa menjadi orang terpenting baginya. Menjadi kekasihnya,kakak,sahabat,ibu,ayah,segalanya…aku lakukan demi dia,”Kyuhyun terdiam sejenak. Dia tersenyum sendu mengingat tentang Taerin namun mencoba lebih tegar.

“Kau tau,Taerin itu orang yang ceria,meledak-ledak,pemarah namun cengeng dilain pihak. Tapi satu karakternya yang membuatku paling kagum. Yang terakhir kali aku sadari…dia itu orang yang sangat kuat. Dia berbohong padaku selama bertahun-tahun. Berbohong pada semua orang dan bertingkah dia baik-baik saja padahal menyembunyikan penderitaannya sendiri. Aku salut padanya…lebih salut lagi karena dia berpikiran untuk mendonorkan organ tubuhnya. Lee Heera,selamat ya. Kau mendapat jantung orang yang sangat luar biasa. Karena itu kau harus bahagia…kau ganti semua kebahagiaan Taerin yang tidak dia rasakan seumur hidupnya. Aku mohon…aku mohon padamu…,”suara Kyuhyun terdengar begitu pelan namun terasa menyayat hati. Heera yang sebenarnya belum terlelap menahan dirinya agar tidak menangis sambil memunggungi Kyuhyun.

Kyuhyun…kau kehilangan lebih dari sekedar kekasih. Sebenarnya…kau juga kesepian kan? Lirih Heera dalam hati.

***

Heera dan Kyuhyun berhenti saat melihat siapa lagi yang menunggu mereka. Sungmin tersadar dengan kedatangan mereka berdua dan tersenyum. Senyum yang terasa menyakitkan karena terasa begitu pasrah. Untuk apa lagi Sungmin masih disini?

“Heera,aku yakin kau masih mencintaiku. Ya kan?”tanya Sungmin.

Heera menoleh pada Kyuhyun. Menatapnya jelas membuat dada Heera berdebar kencang dan sekaligus menyisakan rasa bersalah karena sudah mengkhianati perasaan tulus orang yang berdiri di depan mereka.

“Oppa…berhentilah,”pinta Heera.

“Aku akan berhenti jika kau mengatakan tidak mencintaiku lagi,”ucap Sungmin.

Heera terdiam. Dia tau mungkin itu satu-satunya cara agar Sungmin menyerah.

“Ne!”jawab Heera tegas.

“Heera?”Kyuhyun menegur Heera karena yakin gadis itu tidak serius.

“Aku…,”

Sungmin menunggu terusan kata-kata yang akan diucapkan Heera dengan pasrah.

“Aku…,”

Heera kaget dengan dirinya sendiri. Sebenarnya,apa yang lebih menentukan? Ingatan dan logika? Atau debaran jantung?

Aku tidak bisa mengatakannya!

“Heera?”tanya Kyuhyun bingung. Heera terlihat gugup dan tertekan.

“Heera?!”

Kyuhyun dan Sungmin terkejut saat Heera tidak menuntaskan ucapannya namun malah menarik Kyuhyun kembali masuk ke apartemen.

Sungmin menatap kepergian mereka dengan nanar. Jelas Heera tidak bisa mengatakan bahwa dia tidak mencintai Sungmin lagi,tapi kenapa bersikeras seperti itu?

“Heera?”Kyuhyun bingung melihat Heera yang begitu kacau setelah bertemu Sungmin.

“Tatap aku,”pinta Heera.

“Eh?”

“Tatap aku!”

Kyuhyun lalu menatap Heera. Jantung Heera berdebar begitu kencang dan ingin meledak karena sesak,kenapa bisa secepat ini? Dia Kyuhyun,bukan Sungmin!

“Cium…aku,”pinta Heera.

“Mwo?!”

“Cium aku!”

“Berhentilah…,”Kyuhyun menepuk pundak Heera dengan pelan dan bermaksud ingin meninggalkan Heera namun Heera menarik Kyuhyun dan menciumnya. Mata Kyuhyun membulat karena kaget gadis selain Taerin menciumnya,membuat Kyuhyun tidak terima namun belum sempat Kyuhyun mendorong Heera,gadis itu sudah melepaskannya. Airmata mengalir dan wajah Heera terlihat shock.

“Heera?”

Bukan…bukan Kyuhyun…Heera terisak dengan sangat menyedihkannya.

Kyuhyun tersenyum lirih,dia tau akan begini jadinya.

Seluruh tubuh Heera…kecuali jantung…tidak merasakan cinta pada Kyuhyun.

“Cuma orang itu…Cuma dia…,”tangis Heera. Kyuhyun memeluk Heera untuk menangis sepuasnya.

Rasa sakit yang kurasakan setiap melihat Sungmin. Itu karena aku sangat merindukannya! Aku dari dulu selalu mencintainya!

***

 Aku mendengar suaramu,jantung ini berdebar-debar.

Aku melihat wajahmu,debaran itu makin terasa kencang.

Saat kau tidak ada,aku merasa ada ruang kosong dihatiku. Berteriak,memohon untuk bertemu denganmu. Jantung ini tidak bekerja selain melihatmu. Debaran itu hanya untukmu. Sudah hilang…aku tidak bisa kembali pada Sungmin dengan perasaan seperti ini….Aku menyerah. Aku akan ikuti kemauan pemilik jantung ini.

“Heera! Heera!!!”

Tapi kenapa…kenapa aku tidak bisa lebih kuat? Aku tidak sekuat pemilik jantung ini,aku tau. Aku rapuh karena sudah menyakiti Sungmin. Aku merasa jahat sekali karena merasakan cinta pada orang asing.

Taerin…maafkan aku.

Daripada aku hidup dengan perasaan seperti ini terus tanpa mendapat balasan dari kekasihmu yang hanya mencintaimu,bukan orang yang memiliki jantungmu. Aku lebih baik tidak hidup sama sekali.

“Heera!!!!”

Blam!!!!

Pintu itu tertutup. Diatas pintu tersebut bertuliskan ICU,ya,tempat orang-orang dengan keadaan gawat dan butuh penanganan emergency berada.

Sungmin terduduk lemas. Kyuhyun mendekatinya dan menepuk pundaknya.

“Berhentilah menyesal,ikut aku…ada yang ingin aku katakan,”ucap Kyuhyun dengan ekspresi datar.

~~~

“Kau…kekasih Heera kan?”tanya Kyuhyun. Sungmin tidak menjawab pertanyaan basa-basi itu dari Kyuhyun.

“Aku harap kau tidak mengutukku. Tidak mengutuk pemilik jantung yang ada ditubuh Heera saat ini,”ucap Kyuhyun. Sungmin menatap Kyuhyun dengan penuh tanda tanya.

“Heera mencintaiku…karena dia memiliki jantung orang yang kucintai. Pacarku,mendonorkannya untuk Heera. Entah bagaimana bisa Heera merasakan debaran padaku. Bagaimana bisa jantung itu hidup dengan irama yang Taerin rasakan. Dia tidak merasakannya padamu. Heera merasa hidup dengan dua nyawa dan jantung itu hanya mencintaiku. Tapi itu bukanlah Heera. Itu adalah Taerin. Rumit memang…dan aku mengerti betapa berat beban yang ditanggung Heera,”Kyuhyun menatap Sungmin penuh harap.

“Aku tidak ingin Heera menyerah dan bunuh diri seperti apa yang ingin dia lakukan hari ini. Melihat Heera,aku bisa hidup dengan tenang karena merasa ada bagian yang masih berdetak dari tubuh Taerin di dunia ini. Aku tidak ingin Heera menyerah dengan pengorbanan yang Taerin berikan. Apa yang aku ingin katakan,aku yakin 100%….,”Kyuhyun menatap ke langit.

“Yang berubah dari diri Heera hanyalah jantung. Ingatannya…perasaannya…dia masih mencintaimu. Karena itu aku minta,jangan menyerah terhadap Heera dan bantu aku mengembalikan kepercayaan dirinya untuk kembali mencintaimu lagi,”pinta Kyuhyun.

“Sebenarnya…aku sudah tidak peduli siapa yang dicintai Heera. Jika kau tulus dengan perasaanmu,bukankah kau akan membiarkan dia melakukan apa yang dia inginkan dan terus menjaganya walau hanya dari kejauhan?”ungkap Sungmin juga sambil menatap ke langit. Kyuhyun tersenyum.

“Ne…hanya aku…,”ucap Kyuhyun.

“Hanya aku yang tidak memiliki hati yang besar. Apa aku tidak tulus karena tidak bisa membiarkan kepergian Taerin?”tanya Kyuhyun.

“Anieyo…kurasa itu karena kau sangat membutuhkannya. Tapi saranku,kau harus jalani hidupmu sekarang seperti apa yang diharapkan oleh kekasihmu. Itu akan membuatnya merasa tenang menatapmu dari langit,”jawab Sungmin.

“Begitu ya…,”Kyuhyun tersenyum menatap langit.

“Baiklah. Kalau begitu aku minta kau menjaga Heera dengan baik. Aku minta…jaga apa yang sudah dititipkan Taerin dengan baik. Aku memohon padamu,”Kyuhyun berdiri dan tersenyum pada Sungmin.

“Kau mau kemana?”tanya Sungmin.

“Aku mau melakukan apa yang Taerin minta,”jawab Kyuhyun tanpa menoleh dan terus berjalan meninggalkan Sungmin.

***

Pagi hari yang cerah. Terdengar cicitan burung yang hinggap dipohon dekat jendela.

Heera membuka matanya dengan perlahan. Masa kritisnya sudah lewat dan dalam masa itu dia terus bermimpi tentang masa lalu.

“Heera?”

Sebuah suara yang sangat dikenal Heera menegurnya. Heera menoleh ke sampingnya yang sudah berdiri orang yang paling dikenalnya. Orang yang muncul dalam mimpinya. Tidak ada debaran jantung,Heera sudah tau itu.

“Aku bukan orang yang pantas untuk Oppa…,”ucap Heera,tersenyum sedih.

“Tanpa sepengetahuan oppa aku mengkhianatimu. Merasakan cinta pada orang lain…aku tidak bisa kembali. Walau setelah sadar,seluruh tubuhku,pikiran dan ingatanku selalu mencintaimu. Cuma satu bagian ini yang berkontradiksi dengan perasaan itu. Tapi lagi dan lagi…kau mampu membuatku jatuh cinta padamu lagi,”

“Aku tidak punya muka untuk kembali pada oppa…,”Heera memalingkan wajahnya dan menatap keluar jendela,menyembunyikan airmatanya.

Heera tidak bisa percaya dengan respon yang Sungmin berikan.

“Satu hal yang tidak bisa kau pelajari dari hubungan kita yang sudah lebih dari 4 tahun ini…,”Sungmin mencium tangan Heera dengan lembut.

“Bahwa kau tidak sadar aku selalu memiliki hati yang besar untuk segala kesalahanmu. Heera,aku akan sangat menyesal jika kau tidak mengatakannya sampai akhir. Terimakasih…aku selalu menerima keadaanmu. Terimakasih karena kau masih menyadari perasaanmu yang sebenarnya,”Sungmin memeluk Heera dengan erat.

Kali ini Heera meneteskan airmatanya lagi. Namun kali ini dia tidak menangis karena penderitaan dan rasa sakit. Dia memang sempat melepaskan kepercayaan dirinya akan perasaan yang sebenarnya,sempat kacau karena debaran baru yang dia rasakan,sempat menyerah karena kebodohan yang tidak menyadari kepekaan dari hatinya yang terdalam.

Dua tahun setelah itu aku masih belum bisa merasakan jantungku berdebar seperti yang aku rasakan pada Kyuhyun. Tentu saja…pemilik aslinya bukan aku. Tapi aku bisa hidup bahagia dengan seluruh tubuhku yang merasakan perasaan itu pada Sungmin. Sejak itu juga Kyuhyun tidak pernah muncul dihadapanku. Dia hanya menitipkan surat pada Donghae untukku mengucapkan perpisahan dan memintaku untuk menjaga diriku dengan baik.

Aku akan hidup dengan bahagia. Menggantikan kebahagiaan yang hilang dari Taerin. Membayar permintaan Kyuhyun untuk terus bahagia. Sekarang selain Sungmin,dua orang itu adalah orang yang berharga dalam hidupku. Mereka mengajarkanku untuk menemukan cinta sejati.

“Kau memikirkan apa?”Sungmin menyentuh tanganku.

“Eh? Ah anieyo…,”jawab Heera tersentak dan melempar senyum untuk Sungmin. Sungmin membalasnya lalu kembali mendorong kereta bayi kami.

“I love you,”

Sungmin tertegun saat aku mencium pipinya tiba-tiba sambil membisikkan perasaanku padanya. Dia berhenti dan meraih wajahku dengan satu tangannya,mendekatkankan wajahnya.

Dan detik kemudian dibawah guguran daun pohon  maple dimusim itu,Sungmin menciumku dengan lembut. Tangan kirinya masih menahan kereta bayi kami yang cantik,Minra.

FIN

7 Tanggapan to “Sorry Love (I Leave You) Part 2-END”

  1. elf_love 13 April 2012 pada 1:36 PM #

    Keren onn!!!
    Kasian ma Kyu… sini oppa, sma ak aja!!! #dthajarSparKyu
    Tpi klo mau minta pw d mna ya???

    • cagalli14 13 April 2012 pada 1:37 PM #

      eh pw ya? pw-nya kyumin

    • elf_love 27 April 2012 pada 8:28 AM #

      Gomawo onn!!! ^^

      • dini 30 April 2012 pada 3:08 AM #

        minta password untuk yang part 1 ya please!!!

      • cagalli14 30 April 2012 pada 4:45 PM #

        kyumin ^^

  2. ninninnin 4 September 2013 pada 5:50 PM #

    NICE FF

    • cagalli14 20 Oktober 2013 pada 6:25 AM #

      thank you🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: