STRATAGEM (7)

15 Nov

CAST : STRATAGEM 

“Apa kau pernah merasakan kasih sayang?”tanya Kyuhyun sambil menyentuh pipi Cagalli.

“Jangan bicara soal sampah padaku,”Cagalli memalingkan wajahnya sehingga setuhan dari telapak tangan Kyuhyun terlepas.

Kyuhyun tersenyum lirih. Jelas saja anak ini jauh dari yang namanya kasih sayang. Setidaknya,dia tidak tau bagaimana bentuknya dan bagaimana cara mengekspresikannya. Walau dia terlihat begitu peduli dengan Georgeo tapi dia tidak yakin gadis ini bisa mengungkapkan simpatinya.

“Hal itu bukan sampah melainkan sesuatu yang sangat manusiawi,”ucap Kyuhyun.

“Aku tidak pernah tau yang mana yang disebut dengan kasih sayang itu. Mendengarnya saja rasanya memuakkan,”

Chapter 7 : Affection

 

“Kalau kau masuk ke pintu ini…kau akan tau apa itu kasih sayang,”Kyuhyun tersenyum dengan suasana hati yang sangat tentram dan tenang.

Saat Kyuhyun membuka pintu restoran kecil itu,aroma masakan yang enak menyeruak masuk ke dalam hati Cagalli. Seorang gadis berambut panjang berponi yang sedang meletakkan piring berisi nasi kari dengan senyum yang tulus untuk pelanggannya tertegun saat melihat tamu yang baru masuk ke restoran kecil miliknya. Sempat terkejut namun dia tersenyum dengan sangat hangat.

~~~

“Jadi ini yang namanya Cagalli. Kau cantik seperti yang Kyuhyun ceritakan ditelepon tempo hari,”gadis itu berbicara dengan penuh senyum yang hangat dan tulus. Cagalli memperhatikannya tanpa ekspresi.

“Ah,kalian duduk dulu saja ya aku akan melayani pelanggan dulu. Pak Xi Meng hari ini pesan apa?”tanya Qian dengan senyum yang terus ditebarnya. Senyum yang penuh kebahagiaan yang benar-benar polos dan tulus seakan hidupnya memang sempurna dan tidak ada hal-hal berat yang dia pikirkan. Cagalli sampai heran,apa gadis itu tidak capek begitu terus?

Cagalli menatap Kyuhyun yang sekarang sibuk memotret Qian. Ada perasaan canggung dan sesak dirasakan Cagalli detik itu. Kyuhyun terlihat sangat memperhatikan dan menyayangi Qian. Sangat membuat Cagalli tidak nyaman.

“Aku pergi melihat-lihat daerah sekitar sini dulu ya. Kau…bisa bersama-sama Qian. Aku akan pulang ke hostel,”ucap Cagalli.

“Tapi kau belum makan!”tahan Kyuhyun.

“Aku tidak makan jika malam,”

“Ah maaf. Aku lupa…Ya sudah kalau begitu,hati-hati ya,”kata Kyuhyun. Dia lalu kembali sibuk memotret wajah tersenyum Qian.

“Kau pasti…sangat merindukannya,”ucap Cagalli sebelum meninggalkan meja.

“Selain Qian aku tidak punya siapa-siapa,”jawab Kyuhyun. Segaris senyuman tampak dengan tipisnya dibalik jari yang sibuk memegang kamera. Cagalli Cuma bisa tersenyum canggung dan pergi meninggalkan tempat itu.

Sebelum benar-benar keluar dari restoran itu,Cagalli menoleh lagi kearah Kyuhyun dan terkejut saat lensa kamera Kyuhyun tepat mengarah padanya. Cagalli langsung menutup pintu restoran dan terdiam menyender dibalik pintu. Ada perasaan aneh menyarangi dadanya. Jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya namun terasa cukup sakit.

***

Dua hari yang lalu….

“Ke China?”

“Ya…ke rumah pacarku. Kau ingat kan,aku hanya punya dia di dunia ini dan disanalah tempatnya,”jawab Kyuhyun dengan tangan terlipat didepan dada dan tubuh menyender di dinding.

“Di jalan Othello ada sebuah gang kecil dibalik toko mainan,di dalam gang itu kau akan menemukan papan nama seorang penerjemah,namanya Lois,bilang saja kau temanku,dia akan membuatkanmu password,”ucap Cagalli sambil memasukkan sesuatu ke tasnya.

“Kau mau pergi?”tanya Kyuhyun.

Cagalli melirik Kyuhyun dan hanya melemparkan tatapan datar yang tidak begitu berarti.

“Akan lebih baik jika kau ke China dan bersembunyi disana. Karena wajahmu sudah sangat terkenal di kantor-kantor polisi Eropa,”Cagalli lalu mengangkat tas hitamnya yang berat karena AWP miliknya.

Kyuhyun hanya diam memperhatikan tas hitam yang digendong Cagalli itu makin menjauh lalu hilang dibalik pintu.

“Cih! Tidak bisa seperti ini!”setelah berpikir agak lama,Kyuhyun berlari keluar rumah.

Kyuhyun berhenti sejenak setelah beberapa langkah dari luar rumah. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri sampai mendapatkan sosok yang dicarinya.

“Cagalli!!”

Langkah kaki Cagalli terhenti. Namun dia tidak menoleh sama sekali.

“Aku sudah memutuskan untuk mengikutimu,”

Cagalli tertegun saat merasakan tangan yang hangat menarik telapak tangannya yang berjuntai disisi tubuhnya.

“Tapi aku ada satu permintaan. Walau kau pasti menolaknya tapi aku akan mencegahmu berulang-ulang. Aku mohon…berhentilah menembak!”pinta Kyuhyun.

Walau Cagalli merasakan perasaan berdebar-debar saat untuk pertama kalinya seseorang meminta dia berhenti menembak,walau dia merasakan perasaan hangat yang disampaikan Kyuhyun,walau dia merasa seperti mengiyakan permintaan orang namun Cagalli melepaskan tangan Kyuhyun.

“Karena aku…Georgeo…Ibu Hannah…Kakek Robert…dan masih banyak lagi. Semuanya mati. Mati karena melindungiku. Aku tidak bisa berhenti. Sampai selesai,aku akan melakukan tugasku sampai selesai sehingga pengorbanan mereka tidak sia-sia,”suara Cagalli mulai terdengar berat. Kyuhyun membalikkan tubuh gadis itu dan mendapati dia sedang tertunduk,menyembunyikan wajahnya yang mungkin hampir menangis.

“Bodoh! Mereka melakukan hal itu bukan karena ingin kau membunuh lebih banyak orang lagi tapi karena mereka ingin melindungimu. Karena mereka sayang padamu!”bentak Kyuhyun. Cagalli memalingkan wajahnya.

“Kau tidak mengerti…,”ucap Cagalli.

“Aku pun…akan melakukan hal yang sama dengan Georgeo. Itu karena perasaan ingin melindungi seorang teman!”Kyuhyun mengguncang-guncang bahu Cagalli namun saat itu juga dia mencium bau mesiu yang baru dilepaskan dari pistolnya tidak jauh dari sana.

“Awas!!”Kyuhyun yang segera sadar arah dari bau mesiu tersebut melihat arah peluru menuju tepat pada Cagalli.

Mereka terguling bersama sampai ke aspal. Kyuhyun segera bangkit menyadari orang itu pasti melepaskan tembakan berikutnya.

“Cagalli!”Kyuhyun menarik tangan Cagalli dan mereka berlari ke balik tembok. Nafas Cagalli tersengal-sengal dan dia merasa sangat kaget terhadap serangan mendadak tersebut.

“Ada dua orang di arah jam 11 dibalik apartemen berwarna hijau. Mereka semua berbaju hitam dan memakai topi,”ucap Kyuhyun setelah mengintip keadaan.

“Mereka! Aku harus membunuh mereka kali ini!”Cagalli mengeluarkan AWPnya namun langsung ditahan Kyuhyun.

“Kau sudah lupa apa yang sudah aku katakan?!”bentak Kyuhyun.

“Kau pergilah! Jangan ikut campur urusanku!”seru Cagalli. Kyuhyun mengambil AWP itu dari tangan Cagalli.

“Hey!”

“Kau tidak boleh membunuh lagi. Tidak boleh!!”bentak Kyuhyun dengan nada yang lebih keras lagi. Cagalli terkejut dan walaupun menatap Kyuhyun dengan penuh kemarahan namun dia akhirnya menyerah.

“Kenapa…,”ucap Cagalli.

“Karena kau perempuan. Bodoh,ceroboh,sok kuat,keras kepala dan kau adalah malaikat yang menyelamatkan nyawaku,”

Cagalli hanya bisa terdiam merasakan perasaan hangat saat melihat perasaan tulus terpancar dari mata Kyuhyun.

“Alasan menyebalkan! Kita tidak bisa disini terus. Biarkan aku melumpuhkan mereka,aku tidak akan membunuhnya,”Cagalli meminta senjatanya lagi pada Kyuhyun,kali ini pria itu langsung memberikannya pada Cagalli.

Tanpa memasang teleskop,Cagalli menyipitkan mata kanannya dan membidik sasaran. Tepat pada tungkai kaki mereka.

***

“Sudah satu tahun tidak merasakan masakan yang enak ini,”ucap Kyuhyun sambil menghirup sup rumput laut buatan Qian. Qian tersenyum dan meraih tangan Kyuhyun yang bebas.

“Aku juga…sudah satu tahun tidak bertemu orang yang sangat aku rindukan,”tatapan mata Qian menyiratkan banyak kerinduan. Mungkin entah berapa malam dia lewatkan dengan menatap langit,satu-satunya yang bisa menghubungkan dia dengan Kyuhyun. Walau jauh,Qian yakin bahwa mereka masih menatap langit yang sama.

Kyuhyun tidak berkutik. Perasaan bersalah menghantuinya saat ini. Apa boleh buat,janji hanya akan pergi selama 3 bulan di Eropa jadi di perpanjang karena banyak objek yang ingin difotonya terlebih sejak dia menjadi buronan. Jika dia tidak salah ingat…sudah 3 bulan dia menjadi buronan dan bertemu dengan Cagalli lalu bersembunyi di Munich.

“Maafkan aku Qian. Tapi aku pulang karena satu alasan,”ucap Kyuhyun akhirnya.

Qian melontarkan tatapan penuh tanya.

“Aku ingin menjagamu,”ucap Kyuhyun,menguraikan senyum manis diwajahnya. Qian tersenyum malu dan mereka saling mengeratkan genggaman tangan.

Dheg!

Kyuhyun kaget saat menyadari genggaman tangan Qian makin erat dan keras. Wajahnya makin menunduk.

“Qi…Qian?”tanya Kyuhyun bingung.

“Kyu…,”samar-samar terdengar bisikan Qian.

“Aku takut…,”ucapnya,nada suaranya bergetar. Kyuhyun sangat kaget dan mendapat firasat yang tidak baik terlebih dia teringat apa yang disampaikan Hangeng sebelumnya.

***

Cagalli berjalan pelan menikmati malam di kota kecil itu. Dia sudah terbiasa sendirian dan lebih nyaman sendirian namun kali ini dia merasa hatinya terasa hampa.

“Kasih sayang ya…,”ucapnya sambil menyender di pagar kaca depan kafe modern di jalan tersebut.

Cagalli mencoba menggali ingatannya. Ingin mengingat siapa ayah dan ibunya. Darimana dia berasal sebenarnya. Apakah dia punya saudara.

Kenapa…rasanya ingatan itu begitu jauh? Tidak terjangkau sehingga aku tidak bisa mengingatnya. Sama sekali tidak ada ingatan tentang masa laluku! Batin Cagalli.

“Karena kau perempuan. Bodoh,ceroboh,sok kuat,keras kepala dan kau adalah malaikat yang menyelamatkan nyawaku,”

Saat gadis itu mengingat ucapan Kyuhyun,perasaannya menjadi hangat dan berdebar-debar lagi.

Untuk pertama kalinya Cagalli tersentuh dan dibutuhkan. Dia merasa ada. Dia nyata walau tidak ingat bagaimana masa lalunya.

Trrrrtttt…trrrrtttt….

Cagalli merogoh sakunya yang bergetar. Nama Kyuhyun tertera dilayar,membuat dia langsung mengangkat telepon itu.

“Cagalli,bantu aku!”

DOR!!!!!!

Cagalli tersentak saat mendengar bunyi tembakan yang jaraknya tidak begitu jauh darinya. Seakan Kyuhyun tidak ada,Cagalli malah menaruh perhatiannya pada asal suara tembakan tersebut.

***

Univeristy of Seoul,Seoul.

“Jadi, pada saat Tembok Berlin runtuh tahun 1989, dia tidak runtuh karena serbuan artileri, tapi karena palu dan buldoser rakyat yang telah kehilangan keyakinan terhadap ide-ide komunisme. Ada yang mau ditanyakan?” (real article)

“Apakah diantara kasus yang pernah dibahas,ada kaitan antara ketidakstabilan kaum Jerman Timur setelah tembok Berlin runtuh dengan rezim tertentu yang menginginkan Uni Eropa?”tanya seorang pria berambut coklat acak-acakan.

“Pada saat itu ada banyak sekali warga Jerman Timur yang tidak tahan dengan pemerintahan saat itu sehingga siapa pun yang memiliki kesempatan pasti lebih memilik untuk kabur dan menyeludup ke Jerman Barat terlebih hal itu lebih mudah setelah tembok Berlin runtuh,”jawab professor.

~~~

“Hei,aku dengar jurnal yang kau tulis tembus ke Harvard ya? Wow! Kau hebat sekali chingu-ya!”

“Aish! Sakit Eunhyuk babo!”pria yang berambut coklat acak-acakan itu memukul balik bahu temannya yang bernama Eunhyuk.

“Wo…wo…santai. Lalu,mana nih traktirannya? Kalau sampai tembus ke Harvard pasti dapat duit banyak sekali. Nanti malam kita pesta ya!”kata Eunhyuk excited.

“Santai…aku akan bikin pesta,pesta pop corn ya,”kata Donghae cuek. Eunhyuk menatap Donghae dengan tatapan ‘lu kira kita mau otm apa? (otm = on the movie alias nonton film)’.

“Eh…Donghae-yah…orang itu lagi,”Eunhyuk tiba-tiba menunjuk ke arah jam 1,tepat dibawah pohon oak.

“Sepertinya dia bodyguard seseorang. Siapa ya yang ke kampus pake bodyguard segala,”tanggap Donghae.

“Bukan begitu…dia selalu menatap kearah kita tau. Jangan-jangan dia homo! Hih! Bisa gagal aku wisuda S2 tahun ini!”seru Eunhyuk horror.

“Apa hubungannya homo dengan gagal wisuda? Dasar. Sudah ah…mungkin dia Cuma memperhatikan sekitar saja,kajja,”ucap Donghae tenang.

Saat kedua orang itu menjauh,pria berbadan tegap dengan jas hitam dan kacamata hitam itu menelepon seseorang.

“Dia sudah pulang,”ucapnya.

TBC

2 Tanggapan to “STRATAGEM (7)”

  1. taanitta 16 November 2012 pada 5:33 AM #

    Reblogged this on nittaniac.

  2. elf_love 12 Desember 2012 pada 11:06 AM #

    Onnie!
    Mian bru bisa baca skrang, udah d tungguin lho!
    Crtany makin rumit, castny jga nambah, ada oppa ikan jga!
    Kyu sma Qian knpa? Trus yg nembak d deket Cagalli siapa?
    Penasaran! >.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: