STRATAGEM (8)

15 Nov

CAST : STRATAGEM

“Hei,kau penguntit ya?”gadis itu langsung menyergap seorang pria berkemeja kotak-kotak dipadukan dengan kaos hitam dan jeans biru dengan kamera ditangannya.

“Ah…,”pria itu tentu saja kaget. Dia tidak menyangka objek yang selama ini dia foto menyadari tindakan kriminal kecilnya.

“Sini kameramu!”gadis berponi yang sangat manis itu merebut kamera SLR pria tersebut. Dia lalu melihat foto-foto dirinya yang sudah diambil pria ini.

“Kau kaget kan…kau begitu cantik,”ucap pria itu tenang. Gadis tersebut tertegun seakan tersihir dengan ucapan si photographer misterius dihadapannya.

“8 tahun aku mendalami dunia photografi,baru satu manusia yang aku jadikan objek,”ucapnya lagi.

“Aku tidak peduli,tindakanmu ini tidak terpuji karena kau mengambil fotoku diam-diam. Pasti kau akan mempergunakannya untuk hal buruk!”bentak gadis itu.

“Aku memotret objek yang aku suka,”ucap pria itu tidak mempedulikan omelan sang gadis. Akhirnya gadis itu terdiam juga. Dia menyadari satu hal….

Aku memotret objek yang aku suka dan kau adalah manusia pertama yang aku jadikan objek. Kau satu-satunya orang yang sudah merebut hatiku….

Chapter 8 : Scientist

Pria itu tidak datang ke pemakamannya. Dia juga tidak menampakkan batang hidungnya sama sekali sejak saat itu. Ya mau bagaimana…orang yang paling penting baginya sudah tiada. Sudah pergi diantar oleh peluru panas yang bersarang tepat dijantungnya.

“Dia benar-benar tidak datang…,”

Cagalli menoleh pada seorang pria berambut lurus halus dan berwajah sangat cantik dengan tinggi yang tidak jauh berbeda dengan Kyuhyun.

“Mungkin sudah sebulan…ya,sebulan sejak Qian pulang dengan keringat dingin seperti dikejar-kejar sesuatu. Sulit sekali menghubungi Kyuhyun saat itu…jika saja lebih cepat. Jika saja aku bisa melindunginya…atau mengirim Qian ke Eropa bersama Kyuhyun…,”

“Itu tidak mungkin. Eropa adalah tempat yang paling berbahaya untuknya. Gadis itu…pulang ke China pasti karena butuh perlindungan,”potong Cagalli. Pria itu,sepupu Qian yang bernama Hangeng,menatap Cagalli dengan penuh tanda tanya.

*flashback*

DOR!!!

“Cagalli…ada apa?”suara Kyuhyun ditelepon terasa lemas. Cagalli tidak menjawab dan berlari kearah kerumunan.

“CAGALLI!!!”

Karena risih dengan panggilan Kyuhyun,Cagalli memasukkan ponselnya ke dalam saku. Saat mendekati TKP,mata gadis itu tertebelalak kaget. Seorang gadis cantik berambut panjang berponi,masih dengan pakaiannya yang tadi,sudah tergeletak tak bernyawa dengan darah yang merembes dibajunya tepat dibagian jantung. Dia langsung melihat kesekitar dan matanya makin membulat melihat orang-orang berkacamata hitam yang menjauh 10 meter dari TKP. Cagalli langsung ingin mengejar mereka namun polisi langsung menghalanginya karena dia malah mau menembus garis kuning.

Terlambat,sebelum menyadari kebodohannya,orang-orang itu sudah pergi.

Hanya satu yang Cagalli bisa lakukan saat ini. Dia mengambil ponselnya dengan tangan gemetaran.

“Kyu…,”ucap Cagalli lemas.

“Qian…,”gadis itu hampir tidak bisa berkata-kata.

“Tidak…jangan bilang…,”

Airmata turun begitu saja kepipi gadis itu. Bukan karena sedih gadis di depan matanya sudah meninggalkan dunia ini tapi dia merasa lirih mendengar suara penuh keputusasaan Kyuhyun ditelepon.

“Depan toko Gong Xi. Kau harus kesini,”bisik Cagalli.

*end of flashback*

“Hangeng,boleh aku masuk ke kamar Qian?”tanya Cagalli.

“Ada apa?”tanya Hangeng.

“Ah…apa tidak boleh? Aku hanya penasaran,siapa tau ada sesuatu yang ditinggalkan sebagai petunjuk,”

“Oh begitu. Silakan saja,mau kutemani?”tanya Hangeng.

“Tidak usah,”Cagalli tersenyum lembut dan meninggalkan ruangan duka itu.

Cagalli naik ke atas dan masuk ke pintu yang letaknya tepat disebelah tangga. Saat membuka kamar itu,tercium jelas aroma bunga mawar yang lembut. Walau Cuma bertemu sebentar tapi Cagalli ingat sekali aroma tubuh gadis itu. Kamar yang kecil dan sederhana. Dimejanya yang rapi banyak terpajang foto dia dan Kyuhyun. Senyum Kyuhyun…yang jelas-jelas tidak pernah dia liat sebelumnya selain sekali,saat dia meminta dirinya untuk tidak membunuh lagi.

Ckrek.

Cagalli menoleh kaget saat seseorang masuk ke kamar itu.

“Kyu?!”

“Kenapa kau disini?”tanya Kyuhyun dingin. Matanya merah membengkak,kini Cagalli tau bahwa pria itu menangis sendirian entah dimana. Rambutnya juga acak-acakan,Kyuhyun benar-benar terlihat kacau. Saat mendekat,tercium aroma alcohol dari mulutnya.

“Kau…jangan-jangan kau sebenarnya diutus untuk membunuh Qian juga?!”bentak Kyuhyun.

“Apa maksudmu?!”tanya Cagalli bingung.

“Kau kan…orang-orangmu yang selama ini membuntuti Qian kan?!”Kyuhyun mendorong tubuh Cagalli ke dinding.

“Bodoh. Kau ingat kan malam itu meneleponku? Kau dengar kan tembakannya,”ucap Cagalli.

“Tentu saja! Lalu disaat yang sama kau menembaknya!”nada suara Kyuhyun makin meninggi.

“Ditempat yang ramai seperti itu?! Kau gila?!”Cagalli tak kalah naik pitamnya karena pria ini sepertinya sedang tidak berpikir jernih.

“Kau pasti bisa! Karena kau adalah pembunuh professional. Kau pasti bisa!!!”

Buagh!!!

Kyuhyun terlempar kesamping,mendaratkan tangannya yang menopang tubuhnya dimeja setelah wajahnya mendapat bogem mentah dari Cagalli.

“Kembalikan akal sehatmu. Aku tidak punya tujuan apa-apa untuk membunuh Qian. Aku saja tidak mengenalnya. Yang aku tau…orang-orang berkacamata hitam itu…,”

“Apa?”tanya Kyuhyun kaget,seakan tersadar.

“Aku melihat orang-orang berkacamata hitam di TKP,”jawab Cagalli.

“O…orang-orang itu?!!!”tanya Kyuhyun tak percaya.

“Ya. Orang-orang yang mengejarmu,”jawab Cagalli.

***

Cagalli dan Kyuhyun duduk dalam diamnya. Dalam pikiran yang sangat mendalam dan serius. Arak yang disuguhkan oleh Hangeng tidak tersentuh sedikitpun.

Mereka berdua sudah mendiskusikannya. Sudah mencoba menarik benang-benang yang menyambungkan kasus Kyuhyun ke pembunuhan Qian. Orang-orang itu mengejar Kyuhyun di Jerman tanpa alasan yang jelas. Seingat Kyuhyun,hidupnya mulai berubah drastis sejak menyaksikan pembunuhan di Wina. Cagalli sudah menjelaskan,pembunuhnya pasti menyadari satu bukti yang Kyuhyun sendiri tidak tau bukti apa,yang bisa mengungkap pembunuh dari orang penting tersebut. Lalu orang-orang berkacamata hitam itu tidak mau melepaskan saksi mata yang sangat penting dan mengejar-ngejar Kyuhyun pasti untuk membunuhnya. Lalu di China,mereka juga ada dan membunuh Qian.

“Ini karena aku,”lirih Kyuhyun.

“Tidak mungkin. Tidak mungkin mereka salah bunuh,”ucap Cagalli.

“Aku ingat sekali malam itu setelah Qian mengatakan dia ketakutan…,”

*flashback*

“Kyu…. Aku takut…,”

Genggaman tangan Qian makin erat seakan mencengkeram. Kyuhyun bisa merasakan kulitnya pedih karena kuku Qian yang panjang menekan kulitnya dan melukainya namun dia tidak peduli. Gadis yang didepannya itu menunduk dalam-dalam,tubuhnya gemetaran seakan sudah melihat monster saja.

“Qiannie…ada apa?!”tanya Kyuhyun kebingungan.

“Aku takut…,”tubuh Qian makin gemetaran. Mungkin pikiran jernihnya sudah tidak ada ditempat lagi.

Apa yang dilihat Qian? Apa yang membuatnya takut?

Qian tertegun dan tersadar dari ketakutannya saat merasakan pelukan hangat dari samping.

“Kyu…,”ucap Qian kaget.

“Apa yang kau takutkan?”tanya Kyuhyun. Qian kaget dan sadar bahwa dia sudah melangkah jauh dihadapan Kyuhyun.

“Tidak apa-apa. Aku hanya takut jika kau tidak kembali…,”Qian berdusta sambil memeluk Kyuhyun agar matanya yang berbohong tidak ketahuan oleh Kyuhyun.

“Benarkah?”tanya Kyuhyun yang merasa ganjil.

“Mmmm…,”Qian mengangguk. Kyuhyun hanya membiarkan gadis itu memeluknya walau dengan perasaan yang ganjil.

“Kyu,apa malam ini kau akan meningap disini?”tanya Qian setelah mereka sudah tenang kembali.

“Apa kau menggodaku?”tanya Kyuhyun. Qian tertawa.

“Jangan geer. Aku akan menyuruh Hangeng tidur di rumah temannya biar kau tidur disini,”ucap Qian.

“Setelah setahun? Kau tidak merindukanku?”tanya Kyuhyun.

“Bodoh. Tentu saja…aku sampai mau gila,hahaha,”jawab Qian. Kyuhyun tertawa.

“Kalau begitu aku mandi dulu ya,”ucap Qian sambil beranjak dari tempat duduknya.

“Se…sekarang?”tanya Kyuhyun mendadak gugup.

“Ini karena aku sudah gerah tau,”Qian mencibir.

“Ah…hahahaha…begitu…ya sudah pergi sana,”ucap Kyuhyun. Qian mendekati Kyuhyun.

“Kyu…wo ai ni,”Qian tersenyum lembut. Namun entah kenapa Kyuhyun merasa ada perasaan sedih yang mendalam terpancar dari matanya. Belum sempat terlalu dalam memikirkan itu,Qian sudah mengecup bibir Kyuhyun.

“Ya sudah,aku ke belakang dulu ya,”ucap Qian setelah beberapa saat mereka berciuman. Kyuhyun hanya tersenyum. Menatap punggung Qian yang mulai menjauh.

Siapa yang sangka Qian akan menghilang setelah 1 jam Kyuhyun menunggu dan menyadari sesuatu terjadi pada Qian?

*end of flashback*

“Berarti benar ada yang mengejar-ngejar Qian,”ucap Cagalli setelah Kyuhyun menceritakan Qian mengatakan ketakutannya.

“Orang yang sama dengan yang mengejarku?”tanya Kyuhyun. Cagalli mengangguk.

“Kau tau siapa orang-orang itu?”tanya Kyuhyun. Cagalli menggeleng.

“Aku Cuma tau satu kelompok yang paling berbahaya di Eropa,”

“Yang mengejarmu kah?”tanya Kyuhyun. Cagalli mengangguk.

“Dan aku juga memburu pemimpin mereka. Aku tidak tau siapa orang-orang berkacamata hitam itu. Dari organisasi apa. Siapa pemimpinnya…apa mereka lebih mengerikan daripada kelompok yang mengejarku…,”

“Aku dikejar karena menjadi saksi mata. Kalau Qian…kenapa?”tanya Kyuhyun sambil berpikir keras.

“Itulah yang aku pikirkan saat ini,”balas Cagalli.

***

“Choucho-sama,apa pria itu sasaran berikutnya?”tanya seorang pria paruh baya dengan badan tegap dan terlihat kuat yang duduk disamping supir dalam mobil mewah berwarna hitam.

“Bukan,”jawab gadis cantik dengan kulit putih yang kontras dengan rambut hitam legamnya yang duduk dibelakang sendirian.

“Lalu kenapa kami harus mengawasinya selama seminggu ini?”tanya pria itu.

Gadis bernama Choucho itu menatap seorang pria berkemeja cukup urak-urakan yang dikelilingi oleh teman-temannya. Pria itu tampan dan merupakan mahasiswa S2 difakultas Hukum,menurut catatan universitas,dia adalah pria yang sangat pintar dan andalan para dosen. Pendapatnya dan kritikannya selalu tajam namun berhati baik dan lembut. Pria tersebut tertawa bersama teman-temannya namun disatu sisi Choucho dapat merasakan kehampaan yang ada dalam diri pria itu.

“Choucho-sama?”

“Terus awasi dia tanpa mengganggunya,”ucap Choucho.

***

Cagalli sengaja datang lagi ke kamar Qian setelah Kyuhyun tertidur. Dia mencoba mencari-cari lagi petunjuk dikamar tersebut selama Kyuhyun tidak menyadari. Dia ingin secepatnya menemukan bukti jika ada lebih dulu dari Kyuhyun. Setelah berdiskusi dan memikirkannya agak lama,Cagalli menyadari satu hal. Entah apa penyebab pembunuhan Qian,Cagalli sadar bahwa Qian tanpa sadar menunjukkan ketakutannya. Setelah sadar dia langsung berkelit,itu artinya dia ingin melindungi Kyuhyun dari kebenaran. Dia tidak ingin menyakiti Kyuhyun.

Pasti ada sesuatu yang disembunyikan Qian!!!

Brek…brek brek brek….

Cagalli tertegun saat tanpa sengaja mendorong kayu didalam lemari Qian,sebuah pintu terbuka di dalam lemari itu. Benar-benar mengejutkan,ada pintu di dalam lemari. Cagalli makin kaget lagi saat menemukan ruangan yang penuh dengan tabung-tabung kimia,computer,banyak buku yang berserakan dan tentu saja berbagaimacam perangkat dan alat-alat kimia,yang berhubungan sekali dengan sebuah penelitian.

“Mustahil,”ucap Cagalli. Semakin dia ingin kembali ke akal sehatnya,semakin nyata apa yang dia lihat. Ruangan itu kecil,perangkat kimianya tidak begitu lengkap tapi buku-buku yang ada didalamnya banyak sekali,berserakan dan masih banyak yang tersusun rapi dirak yang panjangnya menjulang keloteng. Cagalli menghampiri meja dengan computer dan menghidupkan computer itu terlebih dahulu sebelum mengecek hal lainnya karena dia terlalu malas mengecek satu persatu buku dan arsip-arsip yang ada diruangan kecil tersebut.

Insert password : …

“Sial!”

Cagalli tidak punya banyak pilihan selain mencoba berbagai macam kemungkinan password yang ada.

“Akh! Sial!”gerutu gadis itu lagi saat tau ternyata ada limit dalam memasukkan password. Cagalli menyerah dan memperhatikan meja dihadapannya. Tiba-tiba matanya memicing saat melihat arsip paling atas. Sepertinya Qian baru saja membukanya tidak lama ini. Cagalli mengambilnya.

“Experiment Agent V-E-01.”

***

“Kyu…apa yang kau lakukan?”tanya Cagalli tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat dia kembali ke motel.

“Aku membelinya dengan menukarkan SLR-ku,”Kyuhyun mengusap mainan barunya.

“Kau sudah gila?!”Cagalli berlari kearah pria itu dan manarik kerah bajunya. Kyuhyun yang tanpa sengaja terdorong ke tempat tidur menatap Cagalli dengan datar. Seakan tatapannya kosong. Tidak ada lagi cahaya ataupun kehangatan seperti yang sering Cagalli lihat.

“Aku pasti membunuh mereka. Pasti,”ucap Kyuhyun. Makin erat saja remasan dikerah baju Kyuhyun.

“Bodoh,”Cagalli menundukkan kepalanya.

“Bodoh sekali!”

“Kau bodoh sekali!!!”teriak Cagalli marah. Kyuhyun tersentak dan menatap Cagalli dengan perhatian penuh.

“Kau yang menyuruhku untuk tidak membunuh orang lagi. Walau kau tidak tau masa laluku. Apa penyebab aku menjadi snipper dan membunuh orang. Kau menyuruhku untuk berhenti. Lalu kau mau membunuh orang sekarang?! Apa itu masuk akal?! Kau bahkan menukar rumahmu dengan barang murahan seperti ini?! Aku tanya sekarang…APA KAU BISA MENEMBAK?!”teriakan kemarahan Cagalli memenuhi kamar kecil itu.

“Maafkan aku Cagalli…mulai hari ini aku tidak akan mengganggumu lagi. Karena aku akan berlatih dan membalaskan dendamku. Nyawa dibayar nyawa. Selama ini…di dunia ini hanya Qian satu-satunya orang yang aku cintai. Satu-satunya kerabatku. Alasanku tetap bertahan hidup. Jika alasan itu sudah tidak ada…aku sudah tidak peduli lagi,”balas Kyuhyun dingin. Cagalli menatap Kyuhyun tidak percaya,dengan emosi yang begitu besar yang ditahannya,Cagalli mengeratkan lagi remasannya dikerah baju Kyuhyun lalu melepaskannya.

“Baiklah kalau begitu. Selamat tinggal!”Cagalli mengambil tasnya dan keluar dari kamar tersebut tanpa menoleh sedikit pun. Kyuhyun hanya menatap pintu tempat Cagalli keluar meninggalkannya dengan tatapan hampa.

“Kyuhyun bodoh. Sial!”gerutu Cagalli. Bagaimana pun,dia tidak bisa membiarkan pria itu mengetahui kebenarannya.

Bahwa Qian adalah peneliti muda yang menciptakan virus paling berbahaya di dunia ini.

TBC

Satu Tanggapan to “STRATAGEM (8)”

  1. elf_love 12 Desember 2012 pada 1:07 PM #

    Jdi Qian tu yg bikin (?) virus!!! Pantesan d kejar gtu…
    Kyu kyakny frustasi bgt ditinggal Qian, T.T
    Choucho tu siapa sih! Penasaran! >,<
    lanjutin onn!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: