[SONG FICTION] I Remember

5 Jan

CAST : Choi Siwon,Choi Sulli

“They’re not dad-daugher or brother-sister anymore. Sulli is grown up girl,”

Siwon hanya bisa menatap tanpa bergeming sosok sekarat yang sedang meronta dihadapannya. Sosok itu hanya menendang-nendangkan kakinya sembarangan,mencoba melepaskan pegangan perawat dengan sekuat tenaga. Tanpa membuka matanya sama sekali,membuat Siwon benar-benar merasa tidak berguna disini. Siapa mengira dia akan sangat bodoh dalam menghadapi saat tergenting,biasanya dia bisa dengan tenang dan sabar membujuk sosok tersebut.

“Tuan,jangan bengong saja,anda bisa melakukan sesuatu,”tegur perawat yang sudah merawat perempuan tersebut sejak 5 tahun terakhir ini.

Apa yang bisa aku lakukan? Kakiku saja tidak bisa digerakkan begini,batin Siwon.

“Tuan Choi,lakukan seperti biasa,tunjukkan kasih sayangmu,”tegur perawat yang bernama Taerin itu.

Ne…apa yang kulakukan? Kenapa aku ragu begini?

Tanpa ragu Siwon memeluk perempuan berusia 30 tahun yang terlihat sangat menyedihkan saat ini.

“Sulli-ah,tenanglah,”bisik Siwon.

“Lepaskan aku!!”teriak Sulli memberontak namun pelukan Siwon makin erat.

“Choi Sulli tenanglah,aku Siwon suamimu. Kita ada di rumah saat ini,kau jangan takut,”ucap Siwon.

Tidak. Tanpa injeksi penenang yang diberikan Taerin,Sulli tidak akan bisa tenang.

Sekarang Sulli sedang tertidur pulas karena kelelahan. Siwon menyeka keringat yang ada di wajah dan leher Sulli,dengan aba-abanya,Siwon menyuruh Taerin dan temannya keluar. Sambil menyeka rambut Sulli yang berantakan,Siwon mencoba sekuat tenaga untuk tabah.

“Jagiya,apa hari ini kau ingat aku?”tanya Siwon.

“Sudah 4 hari kau tidak mengingatku walau hanya semenit,apa kau akan mampu mengingatku? Apa keinginanmu untuk dapat menggali ingatanmu itu kuat? Apa semuanya akan kembali? Kumohon…walau hanya semenit saja…,”lirih Siwon sambil mengusap wajah Sulli.

I remember… 
The way you glanced at me, yes I remember

Siwon ingat sekali saat pertama kali dia bertemu Sulli. Gadis berusia 17 tahun yang normal,bermain dengan riangnya dengan teman-temannya,Siwon sudah menganggap Sulli adalah pusat dari segala yang dia lihat di bumi itu sejak detik dia bertemu Sulli. Di kafe langganannya berkencan dengan Stella,pacarnya saat itu di kampus. Mungkin memang gila dilihat,Siwon yang sudah memiliki pacar yang hampir sempurna jatuh cinta pada gadis SMA yang baru ditemuinya. Siwon ingat tatapan mata Sulli saat dia dan Stella lewat di depan mejanya. Saat itu dengan yakin Siwon sadar bahwa detakan jantung pertamanya yang paling berarti adalah untuk Sulli.

Siwon tersenyum saat ingat hari berikutnya karena penasaran dia kembali ke kafe itu dan saat itu Tuhan menjawab pertanyaan yang menyisa dihatinya. Hari itu,Sulli benar-benar datang ke dalam hidupnya. Gadis itu sendirian saja menghadap kopi yang dipesannya,matanya sembab.

I remember… 
When we caught a shooting star, yes I remember

‘Would you give me a chance to know you?’

Dengan secarik tissue bertuliskan pesan tersebut Siwon memberanikan diri menaruhnya di meja Sulli. Sulli menatap Siwon dengan mata bulatnya yang sembab,menatapnya kaget. Bagaikan anak laki-laki berusia 15 tahun yang baru jatuh cinta,Siwon hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya dengan malu.

Sekali lagi Siwon harus berterimakasih pada Tuhan,Sulli cukup terbuka dan menerima Siwon. Hari itu juga mereka cukup banyak berkenalan,Sulli langsung terbuka untuk mengatakan bahwa dia habis putus dari pacarnya yang bernama Kyuhyun karena mereka sudah tidak cocok lagi. Hari itu mereka bercerita sampai malam,tidak terasa kafe sudah harus tutup dan Siwon merasa bersalah sudah mengajak seorang gadis SMA pulang selarut itu. Saat mengantar Sulli pulang ke rumah,berjalan bersebelahan sambil terus bercerita tentang apa yang mereka sukai,Sulli menarik lengan Siwon dan menunjuk ke langit.

“Oppa,bintang jatuh! Ayo kita memohon!”seru Sulli,dia langsung mengatupkan kedua telapak tangannya dan menutup matanya,entah apa yang dia harapkan,Siwon tersenyum,dia menutup matanya juga dan berharap semoga Sulli akan bahagia.

I remember… 
All the things that we shared, and the promise we made, just you and I

Siwon tertawa saat teringat kencan pertamanya dengan Sulli setelah mereka jadian,Sulli mengajaknya ke taman ria dan ice cream pertama yang mereka makan bersama. Siwon teringat,Sulli masih menyimpan stick ice cream icy blue yang mereka makan di depan bianglala itu sampai sekarang. Sulli berharap semua benda yang dia terima dari Siwon,semua benda berharga selama mereka bersama disimpan agar suatu hari di hari tua dia akan ingat semua kenangan itu. Tapi Siwon sudah mencobanya,dua hari yang lalu saat putus asa tidak bisa mengembalikan ingatan Sulli dengan benda-benda kenangan itu,semua sia-sia.

“Oppa,apa kau mudah jatuh cinta?”tanya Sulli saat mereka sedang bersantai di ayunan rumah Siwon.

“Wae?”tanya Siwon. Sulli menggeleng.

“Hanya saja aku berpikir,oppa yang langsung menyukaiku walau sedang berpacaran dengan Stella onnie putus lalu mengejarku. Apa hal itu akan terulang lagi?”tanya Sulli sambil memanyunkan bibirnya.

Siwon tersenyum geli namun sangat senang mendengarnya,dia meraih satu tangan Sulli dan menggenggamnya erat. Sambil menatap langit biru,Siwon tersenyum dan berkata,”Aku berjanji kau adalah yang pertama dan terakhir,”

“Yang pertama? Bukannya aku…,”

“Kau cinta pertamaku. Hal itu benar-benar nyata dan aku tidak akan mengecewakanmu. Jika aku meninggalkanmu,kau bisa menuntutku di pengadilan,”Siwon mengeluarkan secarik kertas dan menulis surat perjanjian.

“Tanda tangan,”ucap Siwon memberikan surat itu pada Sulli. Sulli menurutinya dengan kebingungan.

“Nah,ini nanti aku beri materai dan kau pegang. Kau boleh melakukan apa saja jika aku melanggarnya,penjara seumur hidup,hukuman mati atau apa saja,”

“Idiiih! Itu jahat sekali!”seru Sulli.

“Gwenchana…karena aku adalah tawananmu mulai saat ini,”bisik Siwon. Wajah Sulli bersemu merah,dia bisa merasakan hembusan nafas Siwon ditengkuknya,membuat Sulli gugup dan merasa wajahnya begitu panas,dengan sebuah kecupan kecil saat Sulli menoleh untuk menatap wajah Siwon,Siwon berjanji pada gadis itu,”Aku berjanji untuk selalu ada disisimu selama kau membutuhkanku Sulli-ah,”

Sulli sempat kehabisan kata-kata namun akhirnya dia tersenyum dengan penuh kedewasaan.

“Aku juga berjanji untuk selalu membutuhkan oppa,”

I remember… 
All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn

Semua hari yang dilalui Siwon dan Sulli adalah tawa. Selama 13 tahun bersama semua adalah kebahagiaan,walau kesedihan dan sedikit masalah kadang menghampiri namun mereka masih bisa tertawa dengan begitu lepasnya. Tidak pernah Siwon bisa begitu menjadi dirinya,tertawa lepas,menangis pun tersedu-sedu dihadapan seseorang. Mungkin semua tawa itu sudah habis,kesedihan yang jarang datang harus dibayar saat ini juga. Walau ada banyak permohonan yang mereka minta sebelumnya,untuk selalu bersama,untuk tertawa dan bahagia sampai akhir,untuk saling menyebut nama saat paling menyulitkan dalam hidup,namun semua tampak sirna dimata Siwon,semuanya lenyap.

“Oppa,5 tahun lagi kita akan bersama lagi kan? Melihat bintang seperti ini,bercanda dan tertawa sampai pagi,menanti matahari terbit…walau sedih tapi kita harus tetap bersama ya? Mungkin 5 tahun lagi akan ada yang berubah tapi dalam perubahan itu tetap ada kita kan?”

“Yah…kenapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja iya,5 tahun,10 tahun,sampai kapan pun kita akan bersama. Kita akan melihat matahari terbit di Hawaii,melihat bintang di Swiss,menangis,tertawa,marah,semuanya kita akan lalui bersama-sama. Biar semuanya berubah,tapi kita akan membawa hubungan kita dalam perubahan itu.”ucap Siwon.

“Aku ingin pergi ke Jepang,Paris,Venice…oppa,ayo kita ke Moskow juga,”ucap Sulli dengan semangat.

“Ya…semoga uangku cukup ya lalu kita keliling dunia,”balas Siwon.

“Aku akan bantu kok,uang tabunganku cukup untuk ke Jepang,kita ke Jepang dulu saja baru ke negara lain,”ucap Sulli.

“Ne jagiya,terserah kamu,”Siwon mengecup pucuk rambut Sulli. Mereka lalu menatap langit yang mulai kejinggaan,diatas atap rumah Siwon mereka melihat matahari terbit ke-5 yang mereka lihat bersama.

Do you remember… ? 
When we were dancing in the rain in that december

Siwon lalu ingat saat menjemput Sulli di kampusnya. Sore itu kampus Sulli sangat sepi karena hujan yang cukup deras. Kebanyakan mahasiswa berada di ruang kelas,kantin atau perpustakaan bahkan sudah pulang duluan.

“Oppa mau pulang sekarang juga?”tanya Sulli kaget. Siwon mengangguk mantap sambil memegang payung beningnya.

Sulli melihat kesekitarnya,hanya ada beberapa mahasiswa yang masih menunggu hujan reda sambil ngobrol. Sulli lalu berlari menuruni tangga dan masuk ke bawah teduhan payung Siwon.

“Kau ngapain masuk ke bawah payung? Sudah basah kuyup begitu,”sewot Siwon.

“Omooo…kalau begitu kenapa malah berdiri disini saja dan tidak menghampiri,”balas Sulli.

“Suka-suka aku dong,”ucap Siwon dengan nada menyebalkan.

“Yeee! Suka-suka aku juga dong!”Sulli memeluk Siwon yang daritadi menjaga jarak agar tidak kena tubuh Sulli yang basah.

“Aigo! Yah!”seru Siwon kaget.

“Sukurin! Weee!”tawa Sulli.

“Udah,lepas aja,kita main hujan-hujanan!”Sulli melempar payung yang dipegang Siwon lalu berlari.

“Yah! Choi Sulli! Kau mau masuk mobil basah-basahan! Kasihan mobilku! Yah! Aish,jeongmal!”Siwon mengejar Sulli dan menangkap tubuh gadis yang sibuk memelet lidahnya ke arah Siwon,mengejeknya. Siwon menggelitiki tubuh Sulli yang berusaha kabur darinya. Mereka berdua tertawa lepas,saat Siwon berhasil memeluk Sulli dari belakang.

“Seru kan,aku sayang oppa!”Sulli menjinjitkan kakinya,mencium kening Siwon. Siwon tersenyum lembut,”Kau tau,aku senang sekali,gomawo,”Siwon memeluk tubuh Sulli dengan erat dibawah guyuran air hujan yang jatuh dengan ritme sedang di sore hari tersebut.

Sungguh kenangan yang sangat manis,batin Siwon.

And I remember… 
When your father thought i was a burglar

Siwon menatap cincin emas putih yang melingkari jari manis Sulli,mengusapnya. Kenangan tentang hari dimana dia akan memasang cincin itu dijari Sulli meluap kembali.

“Kau ingin menikahi anakku?”tanya ayah Sulli yang galak.

“Ne aboji,”jawab Siwon sopan.

“Aku sangat mencintai anakmu,aku berjanji akan membahagiakannya,”ucap Siwon lagi.

“Kau bercanda? Sulli masih kuliah! Kau berani-beraninya mencuri hati anakku?! Dasar pencuri!”

“Appa! Aku ingin menikah dengan Siwon oppa!”Sulli yang tidak tahan melihat Siwon ditekan oleh ayahnya angkat bicara.

“Choi Sulli kau masih berusia 21 tahun,”ujar ayahnya.

“Kami sudah berpacaran selama 4 tahun,aku sudah siap bersamanya,”bela Sulli.

“Kau…kau sudah melakukan apa saja pada anakku? Dasar pencuri!”ayah Sulli hampir memukul Siwon namun Sulli menghalanginya.

“Appa! Siwon oppa menjagaku sampai saat ini,hubungan kami sehat! Izinkan aku  menikah dengan Siwon oppa,aku mohon,”pinta Sulli. Siwon terharu melihat pembelaan pacarnya itu,dia langsung sujud dihadapan ayah Sulli.

“Aboji,aku tau aboji sangat mencintai Sulli. Tapi percayalah padaku,aku bisa membahagiakannya. Aku tidak akan membuat Sulli menderita,aku berjanji,”ucap Siwon sungguh-sungguh. Ayah Sulli menyerah juga setelah mendengar penjelasan Sulli.

“Jika kau menyakiti Sulli barang seujung kuku pun,walau aku sudah mati aku akan menghantuimu,”ucap ayahnya.

“Appa,jangan ngomong gitu ah!”protes Sulli.

“Ne aboji! Saya berjanji!”potong Siwon langsung.

I remember… 
All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember… 
All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn

Saat Sulli berusia 21 tahun dan Siwon berusia 27 tahun mereka menikah disebuah gereja putih dengan bunga-bunga putih bertaburan dimana-mana. Suasana musim semi yang suci membuat pernikahan itu sangat indah. Sulli sangat cantik dan hari itu Siwon ingat sekali,untuk pertama kalinya dia merasa sangat gugup. Gugup untuk membawa gadis ini masuk secara resmi kedalam kehidupannya,gugup untuk mengucapkan janji setia,gugup untuk kedua kalinya saat mencium Sulli.

“Choi Sulli,aku berjanji akan membahagiakanmu selamanya,”

Siwon teringat kejadian saat pertama kali Sulli divonis menderita penyakit mematikan,Alzeimer. Saat Sulli kehilangan ingatannya untuk pertama kalinya. Untuk pertama kalinya hati Siwon begitu hancur. Betapa tidak diingat oleh gadis yang paling dicintainya adalah hal paling menyakitkan yang harus dia terima.

“Siapa kau? Aku tidak ingat padamu! Jangan pegang-pegang tanganku! Aku tidak ingat padamu!”teriak Sulli setelah memecahkan sebuah vas bunga.

Siwon hanya tersenyum,menyembunyikan kepedihannya. Dia membereskan pecahan kaca vas bunga itu agar Sulli tidak terluka saat menginjaknya.

“Aku Choi Siwon,aku suamimu. Aku ingat semua hal dari setiap detik yang kita lalui bersama,”ucap Siwon sambil terus tersenyum.

“Aku ingat…bagaimana dirimu. Kau selalu membaca buku dengan kerutan di dahimu karena kau sangat menghayati novel yang kau baca,aku ingat tali sepatumu yang selalu lepas jika kau memakai sepatu canvas dan kau kesulitan mengikatnya jika tidak dibantu,kau suka sekali strawberry shortcake,kau meminum kopimu sedikit saja lalu menyisakannya hampir sepertujuh gelas, aku ingat semuanya…jika kau tidak mengingatnya,aku akan membantumu mengingatnya,”ucap Siwon lagi sambil menyerahkan setangkai bunga mawar dari vas yang pecah itu.

Tangis Sulli saat itu pecah,dia terduduk lemas,sepertinya ingatannya mulai kembali lagi. Dia mengatakan kata maaf berulang kali dalam pelukan Siwon

I remember… 

The way you read your books, 

Yes I remember

The way you tied your shoes, 

Yes I remember

The cake you loved the most, 

Yes I remember

The way you drank you coffee, 

I remember

The way you glanced at me, yes I remember

When we caught a shooting star, 

Yes I remember

When we were dancing in the rain in that december

And the way you smile at me, 

Yes I remember

Siwon tertegun saat jemari Sulli bergerak dan meraih jemari Siwon, menggenggamnya dengan erat. Sulli membuka matanya dan menatap Siwon dengan lembut.

“Sudah berapa lama kau disini yeobo?”tanya Sulli lemah,dia tersenyum seperti biasa.

Siwon ingin sekali menangis bahagia namun dia harus bersikap seolah semuanya normal. Dia tersenyum,”Sudah 13 tahun,bukankah aku tidak pernah meninggalkan sisimu?”tanya Siwon.

Sulli tersenyum kecil. Dia menggenggam tangan Siwon dengan lebih erat,memberi kode pada Siwon untuk mendekat ke wajahnya.

“Mianhe…jika aku harus pergi duluan…,”ucap Sulli dengan sangat lemah. Jantung Siwon hampir berhenti mendengarnya.

“Andwae jagiya,kau tidak boleh mengatakan hal itu…,”lirih Siwon.

“Aku senang setidaknya saat ini aku mampu mengingatmu. Terimakasih yeobo,terimakasih karena kau tidak jera mendampingiku,”airmata mengalir dari kedua sudut mata Sulli.

Genggaman tangannya mulai melemah.

“Sulli,jangan…tolong tetap sadar,Choi Sulli! Yeobo!”panggil Siwon.

Sulli menutup matanya. Nafasnya masih berirama normal. Namun Siwon menangis dalam diamnya.

Entah kapan Sulli akan mengingatnya lagi saat dia membuka matanya….

FIN

Song by Mocca – I Remember

Note : “Hello! Saya kembali lagi dengan ff selingan Stratagem yang baru! Kali ini couplenya Wonlli dan tidak ada Donghae sama sekali,yuhuuuu! Akhir-akhir ini lagi suka Wonlli,menurutku Sulli sudah dewasa dan udah gak pantas jadi appa anak sama Siwon,sudah saatnya hubungan mulai serius (lho?). Tapi saya tetap ngeship Ssulhae,SELAMANYA! Wkwkwkw. Gimana ff kali ini? Lumayan sedih gak? Makasih buat minfemme yang udah kasih ide dan lagu Mocca yang memperluas imajinasi. Buat pembaca Stratagem,sabar ya…saya lagi sibuk banget,ini aja syukur-syukur bisa bikin ff penyegar. Tapi tenang aja,saya akan tetap melanjutkan Stratagem. HWAITING!”

6 Tanggapan to “[SONG FICTION] I Remember”

  1. @vina_eriy 7 Januari 2013 pada 12:08 PM #

    akhirnya comeback juga…
    ceritanya dalem thor… sedalem lautan mokpo dan sedalem cinta hae ke sulli wkwkwkwk
    baca ff+dengerin lagu ailee evening sky jd tambah dpt feel nya
    comeback ma ff sulhae kapan?

    • cagalli14 7 Januari 2013 pada 2:36 PM #

      hahaha tetep aja ya ssulhae😀
      wah,aku gak tau lagunya ..download ahhh~
      nter ya,di stratagem aja :p

  2. elf_love 8 Januari 2013 pada 2:55 AM #

    Wah, mna SsulHae ny nih? Udah lama gk baca SsulHae!
    Ff ny bagus onn, feel-ny dapet,
    d tunggu stratagem-ny y!

    • cagalli14 14 Januari 2013 pada 4:50 AM #

      kan wonlli duluuu hehehe ..okeee! makasih ya udah setia menunggu :”) *big hug*

  3. iswarii 9 Oktober 2013 pada 11:19 AM #

    Huum thor. . Blakangan ane juga demen ama nih kopel. Muka Ssul udah gede. Biasanya ngeliatnya kaya anak ama bapak, sekarang udah enggak. Setara. Wakakakak. Apalagi liat mereka di spao. Authornya masih setia ternyata ama donghae sulli. Terus berkarya thor. Fighting !! ^^

    • cagalli14 20 Oktober 2013 pada 6:25 AM #

      masih setia dong hehehe ssulhae is the best!😀
      doai ya saya bisa bikin ff2 yang lebih bagus lagi😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: