And Let The Kites Fly

14 Jan

AND LET THE KITES FLY

Cast       : Lee Sungmin,Yuko Oshima as Kako Oshima.

Genre   : angst,family

 

“Mungkin kau seperti layang-layang di langit. Kau sudah terbang,namun masih kupegang erat benang itu”

Image 

Di musim yang sama,hari yang sama,sore yang sama 10 tahun yang lalu….

Aku ingat sekali,dia masih berada disana bersama adik-adiknya bersiap keluar bermain salju.

*flashback*

“Sungmin,tolong bawakan tas bersalinnya!”seru appa.

“Aduh,bayinya sudah tidak sabar mau lahir,”rintih wanita yang berperut buncit itu.

“Sungminnie,ayo pergi!”seru appa.

Appa memapah ibu tiriku yang akan melahirkan dan saat itu mataku menangkap sosoknya berdiri di depan pintu sambil mengurusi ketiga adiknya. Senyum yang tulus dan bahagia terpancar dari wajahnya walau pasti memiliki banyak saudara seperti itu akan sangat repot.

*end of flashback*

Sejak saat itu aku selalu memperhatikan dia yang setiap pagi rajin menyiram bunga dan menyapa tetangga,lalu sekitar pukul 6 dia akan masuk ke dalam rumah lagi dan menyiapkan bekal untuk adik-adiknya.

Saat itu aku tidak pernah berani menyapanya…walau aku tau,aku sudah terjatuh padanya.

Sampai saat pertama kali masuk SMP….

*flashback*

“Kelas 1-2…hm…,”gumam seseorang disampingku. Tadinya aku tidak memperhatikannya.

“Ah! Kau Lee kan?”

Aku menoleh segera saat namaku disebut,terlebih oleh suara yang familiar bagiku.

“Oshima?”tanyaku kaget melihat wajah yang selama ini selalu keperhatikan berada dekat denganku.

Wajahnya yang manis tersenyum dengan cerah saat aku menyebut namanya. Saat itu musim semi,kebetulan membawa keberuntungan bagiku,awal yang baik untuk dekat dengannya yang ternyata satu kelas denganku.

“Sungmin-kun! Kau mau ikut kami main?”tanya anak-anak perempuan.

“Ah,kalian ajak Genta saja,aku ada urusan,”jawabku.

“Kau memang populer ya,”tiba-tiba suara yang sangat aku kenal menyahut dari belakang.

“Kako?”

“Oshima-chan,ikut kami saja yuk!”ajak anak laki-laki di sayap sebelah kananku.

Aku tertawa kecil.

“Kau sepertinya lebih banyak fans daripada aku,”ucapku dan dia tertawa.

+++

“Maaf,aku mau lewat,”

Kring kring!

Gadis itu menoleh kaget,sedikit kesal karena kupepeti dengan sepeda terus. Saat dia melihatku aku tertawa makin lebar.

“Hahaha!”

“Sungmin-kun,kau benar-benar menyebalkan!”gerutunya sambil bercanda.

“Kau mau pulang bareng?”tanyaku menghentikan sepedaku di depannya.

“Boleh nih?”tanya Kako senang.

“Kalau untuk Kako pasti boleh,”jawabku. Kako tertawa dan naik ke boncengan sepedaku. Kami lalu menyusuri jalan di tepi bendungan pulang ke rumah.

“Kako,kau tidak pernah makan ya?”tanyaku mengusilinya.

“Enak saja! Aku masih kelas 1 SMP tau,nanti juga berat badanku akan bertambah,”balas Kako diboncenganku.

“Hahaha! Jangan,nanti aku tidak bisa memboncengmu lagi kalau beratmu bertambah!”tawaku.

+++

“Sungmin,ajaklah Rambo jalan-jalan,dia kelihatannya bosan sekali,”ucap ibu tiriku yang sedang menyusui adik baruku,Kyuhyun.

Aku lalu mendekati Rambo,anjing ras yang putih dan besar,dia asli Inggris,teman ayah menghadiahkannya padaku saat Rambo masih berusia 3 bulan.

“Rambo,kau mengantuk atau bosan? Ayo jalan ke luar,”aku mengajak Rambo keluar.

Sore itu cerah sekali,angin sepoi-sepoi membuat tubuh sangat segar.

“Nah Rambo,cuacanya bagus sekali. Yuk kita pergi!”aku lalu berlari kecil diikuti Rambo di belakangku.

Saat melewati padang rumput di tepi bendungan,aku menemukan Kako dan adik-adiknya. Mereka sedang bermain layang-layang bersama.

Guk guk!!

“Akh! Rambo!”teriak Kanako,adik Kako yang paling tua saat Rambo langsung menyerang Kanako dan mencium anak itu.

“Hai Sungmin,mengajak Rambo jalan-jalan?”sapa Kako.

“Ya,sudah 3 hari ini tidak mengajaknya keluar. Ternyata kau suka main layang-layang ya?”tanyaku.

“Marin dan Karin menyukainya,kami biasa main jika angin bagus seperti ini,”jawab Kako. Kami memperhatikan layang-layang berbentuk kupu-kupu yang cantik yang diterbangkan Kako di langit.

“Akh! Nee-chan,layang-layangku jatuh lagi!”teriak Karin. Kami tertawa lalu aku membantu Karin menerbangkannya lagi. (*Nee-chan dari Onee : kakak perempuan dalam bahasa Jepang,chan digunakan untuk memanggil orang yang akrab).

“Marin,jaketnya jangan dibuka,kau masih sakit!”seru Kako panik saat Marin yang lagi sakit flu melepas jaketnya.

“Tapi aku jadi susah menarik benangnya!”balas Marin.

“Tidak boleh,nanti kalau Marin tidak sembuh jadi tidak masuk sekolah,”Kako menyerahkan benang layangannya pada Kanako dan memasangkan lagi jaket di tubuh Marin.

“Nah…begini caranya supaya lebih mudah,”ucap Kako sambil mengajarkan Marin.

“Kok Nee-chan bisa sih?”tanya Marin polos.

Aku memperhatikan mereka sambil tersenyum. Mereka benar-benar kakak beradik yang akrab. Terlebih,diusia yang masih muda begitu Kako sangat pandai merawat adik-adiknya yang masih kecil.

“Piwiittt! Ihiw Oshima dan Sungmin mesra sekali dengan anak-anak dan anjingnya!”tiba-tiba kami dikagetkan dengan teriakan dari jalan.

Ah itu Genta dan teman-teman,dasar mereka itu usil sekali.

“Suka-suka kalian deh!”seruku. Mereka lalu tertawa dan berkata,”Baiklah,akur-akur ya kalian pasangan suami-istri!”mereka lalu kabur.

Wajahku pasti memerah,pasangan suami istri katanya? Dasar Genta dan yang lainnya,membuatku malu saja.

“Jangan pikirkan kata-kata mereka ya Kako,”aku menoleh pada Kako dan kaget saat melihat wajah Kako juga sudah merah merona.

Sejak saat itu kami makin akrab,pulang sekolah selalu bersama,menjemput Marin dan Karin di playgroup,bermain bersama Rambo dan bermain layangan dan terkadang Kako mengajakku makan bareng di rumahnya jika dia memasak sesuatu yang spesial. Masakan Kako memang enak!

Tanpa terasa sudah 3 tahun aku akrab dengan Kako,walau begitu aku belum pernah bilang aku menyukainya,aku Cuma takut dia tidak pernah berpikir sampai kesana. Bagi kami yang masih kecil itu,bersama seperti ini saja sudah sangat membahagiakan.

“Tahun depan kita sudah SMA yaaa!”seru Kako senang sambil berdiri diboncenganku.

“Kita masuk ke sekolah yang sama lagi yuk,”ajakku.

“Lalu sekelas lagi selama 3 tahun!”ucapnya antusias.

“Hahaha! Heran ya…bisa sekelas dengan tetangga selama 3 tahun,”ujarku.

“Kau benar…karenamu dan adik-adikku,aku bisa melupakan masalahku,”ucap Kako. Dia kembali duduk ke boncengan sepedaku.

“Hei hei…kenapa tiba-tiba mellow begini? Ganti ah suasananya!”seruku.

“Hahaha! Dasar Sungmin. Kau selalu membuat suasana hatiku naik lagi,”dia kembali tertawa.

Aku tersenyum kecut. Miris dalam hatiku jika mengingat luka hati yang begitu besar miliknya. Bukan hanya luka hati,luka itu juga berbekas ditubuhnya. Tidak bisa hilang seperti luka di hati yang selamanya akan tertanam dihatinya.

2 tahun yang lalu,tepatnya diakhir tahun pertama kami di kelas 1,Kako yang populer di sekolah diperkosa oleh anak SMA kota sebelah yang mendengar kabar tentang Kako. Aku yang marah langsung mencari anak itu dan menghajar mereka sampai sekarat dengan tongkat besi yang kuperoleh di jalan mencari mereka. Hal itu membuatku dimasukkan ke penjara remaja selama 2 minggu. Selama 3 bulan Kako tidak bisa kembali normal dan aku tidak sanggup menemuinya. Sampai suatu hari Kanako mengatakan padanya bahwa demi dia aku sampai masuk penjara remaja selama 2 minggu. Sejak saat itu Kako bangkit dan menyesal tidak menyadari keadaan sekitar yang sangat mempedulikannya.

Aku ingin menghapus lukanya…entah bagaimana caranya.

Kako bilang dia masih trauma bersama laki-laki karena itu juga aku menahan diriku untuk tidak mengatakan bahwa aku menyukainya. Walau aku ingin mengatakan perasaanku yang ingin menjaganya seumur hidup dan menghapus luka itu,tapi melihat keadaan Kako aku menahannya. Tapi denganku dia merasa nyaman dan aman karena itu Kako hanya dekat denganku walau sudah mulai terbuka dengan teman-teman yang lain di kelas.

Kadang melihat tawa Kako sangat membuatku bahagia sekaligus merasa sakit.

Aku tidak bisa melupakan hari dimana Kako menangis meraung-raung dipelukanku saat sadar aku telah hampir membunuh seseorang.

“Sudah sampai!”seruku,pura-pura ceria.

“Terimakasih ya Sungmin-kun,”Kako turun dari sepedaku dan tersenyum,aku membalasnya.

“Onee-chaaaaan! Karin dan Marin hari ini berhasil membuat prakarya dari tanah liat. Lihat! Rumah liliput!”adik-adik Kako yang kembar berlari dari dalam rumah saat melihat kami datang.

“Ah,lucu sekali…ini boleh buat nee-chan?”tanya Kako.

“Aku minta yang punya Marin!”tiba-tiba Kanako yang sudah masuk SMP keluar dari dalam rumah dengan memakai celemek dan memegang spatula. Sejak kejadian 2 tahun yang lalu Kanako berubah menjadi lebih tegar dan mandiri,dia menggantikan Kako mengurus adik-adiknya saat Kako terpuruk.

“Aku sudah membuat makan malam,nee-chan mandi dengan si kembar ya,”ucap Kanako.

“Kalau begitu aku pulang dulu ya,”pamitku.

Aku hanya tersenyum bahagia melihat Kako dan adik-adiknya. Orang tua mereka sibuk kerja karena itu Kako mengurus pekerjaan rumah dan adik-adiknya terutama Marin dan Karin yang masih TK.

Tidak kusangka pemandangan indah setiap sore yang sering kulihat akan berakhir dihari itu.

Padahal aku sudah berencana masuk ke SMA yang sama dengannya.

Padahal aku ingin mengungkapkan perasaanku setelah upacara kelulusan.

Padahal aku ingin menghapus lukanya….

Malam itu,Kako pergi untuk selamanya.

Dia ditabrak oleh mobil yang supirnya sedang mabuk saat hendak ke mini market di dekat rumah.

***

“Onee-chan suka susu pisang merek ini,”

Sebotol susu pisang yang sering aku lihat di swalayan dihadapkan di depan mukaku.

“Kanako?”

“Tidak ada gunanya terus-terusan disini…kakak tidak akan kembali…kau juga sudah seharusnya pindah ke Korea lagi kan…,”

Tes!

Kanako meneteskan airmatanya sambil menunduk,menangis tanpa suara.

“Lalu kenapa kau juga kesini terus?”tanyaku dengan tatapan kosong.

“Untuk meneruskan ritual…Kako nee-chan selalu minum susu saat jam 4 sore hari…,”jawab Kanako disela isakannya.

Aku ingin menghiburnya tapi aku sendiri butuh dihibur.

Aku menatap langit-langit musim semi itu yang dihiasi beberapa layang-layang.

Kako…mungkin kau seperti layang-layang di langit. Kau sudah terbang,namun masih kupegang erat benang itu…lihat…kau ingin sekali lepas kan?

“Kanako…kau harus tegar. Kita harus sama-sama tegar. Kau harus jadi gadis yang kuat dan jaga adik-adikmu…3 tahun lagi aku akan kembali kesini dan melihat perkembanganmu,”aku menarik Kanako dalam pelukanku.

Sayonara…Oshima….

 

FIN

2 Tanggapan to “And Let The Kites Fly”

  1. elf_love 21 Januari 2013 pada 5:16 AM #

    Kasian Umin…
    dy akhirnya balik k Korea y?
    Nyesek bacany onn… T.T

    • cagalli14 23 Januari 2013 pada 2:28 PM #

      iya balik ke korea melupakan masa lalu yang kelam :””””)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: