STRATAGEM (9)

24 Jan

agb2

CAST: STRATAGEM

“Donghae,bisakah kau membantu menyelesaikan jurnal ini?”

“Ah,baiklah Pak. Yang mana yang bisa kukerjakan?”

“Dari bagian ini…tentang kasus di sebuah panti asuhan di Jerman,”

Prek!!!

“Donghae?”tanya sang dosen kaget melihat Donghae tiba-tiba menjatuhkan kertas-kertas yang akan dijilid.

“Donghae?”dosen itu mencoba menyadarkan Donghae yang terlihat shock.

“Lee Donghae?”tegur dosen itu lagi.

“Ah…ya Pak?”tanya Donghae kembali ke ekspresi wajah yang tenang. Seolah tidak terjadi apa pun,dia lalu menyuruh dosennya itu kembali focus mengerjakan jurnalnya.

“Oppa…aku takut…,”

Sambil membantu dosen itu mengerjakan jurnalnya,sekilas masa lalu yang membuat dadanya sesak terbesit dipikirannya. Hanya satu kata yang dia ingat…”Oppa…aku takut…,”

 

CHAPTER 9 : PENANTIAN DONGHAE

 

Kyuhyun menatap keluar jendela taxi yang dia tumpang. Entah sudah berapa tahun,dia sudah tidak begitu ingat dengan keadaan kota ini sebelumnya.

“Anda mahasiswa Universitas Seoul ya? Wah hebat sekali…anakku ingin masuk ke universitas itu,dia sekarang berjuang keras untuk mendapatkan beasiswa masuk ke sana,”ucap supir taxi itu menggunakan bahasa Korea.

Tidak sulit bagi Kyuhyun untuk mengerti bahasa itu. Walau bukan berkebangsaan Korea,Kyuhyun adalah orang asli Korea. Hanya saja dia merasa Korea itu hanya sekedar kota kelahiran baginya. Dia tidak mempunyai keluarga sejak kecil,seingat Kyuhyun,untuk pertama kalinya dia mampu mengerti dan mengingat suatu hal,dia sudah sendirian. Tidak ada ayah,ibu atau pun saudara. Dia tinggal di luar negeri lebih lama dari di Korea,mungkin dia tinggal di Seoul hanya saat dia bayi saja,saat SMA,Kyuhyun pernah kembali bersekolah di Korea dan masuk asrama. Ingatan selama 3 tahun di Negara gingseng itu tidak begitu spesial dan terasa datar sebagai seorang siswa di sekolah khusus laki-laki.

“Oppa,kau belum makan siang kan? Ini bekal buatanku,dimakan ya,”ucap seorang gadis berambut panjang yang sangat cantik sembari memberikan sekotak bekal untuk pria berambut cokelat itu.

“Wah,aku bisa beli sendiri. Jangan repot-repot,”ucap pria itu canggung.

“Anieyo…aku memberikannya dengan tulus,tolong dimakan,”ucap gadis itu lagi,dia terlihat malu-malu dan sebelum ditolak lagi,gadis itu berlari meninggalkan pria tersebut.

“Ah! Tunggu! Setidaknya kita makan sama-sama! Hei!”teriaknya namun gadis itu terlalu gugup dan berlari terlalu cepat untuk sekedar beruntung mendengar ajakan makan bersama darinya.

“Wah…tidak berubah ya. Sejak dulu selalu ditempeli penggemar,”sebuah suara yang familiar dan sangat dirindukan olehnya terdengar dari belakang.

Dia pun menoleh dan menemukan sosok teman sejati. Pria dihadapannya tersenyum jahil.

“Kyuhyun-ah!!”teriaknya kaget.

“Sudah lama tidak bertemu,Lee Donghae,”ucap Kyuhyun dengan senyum khas miliknya. Donghae berlari dan memeluk sahabatnya itu.

 

***

 

“Jadi apa yang membawamu ke Negara yang tidak ingin kau kunjungi lagi ini?”tanya Donghae sambil melahap makan siangnya di kursi taman kampus.

“Rumah…,”jawab Kyuhyun.

“Eh? Rumah? Tumben kau menyebut hal itu,”ucap Donghae.

Kyuhyun menatap jauh,Donghae merasakan bahwa sahabatnya itu sedang menderita. Dia berhenti makan dan menutup bekalnya lalu meneguk air mineral.

“Aku sudah tidak ada rumah lagi,karena itu aku mengunjungimu. Apa kau keberatan jika aku menumpang sebentar?”tanya Kyuhyun dengan tatapan polosnya.

“Tunggu…jangan bilang kalau…,”

“2 minggu yang lalu Song Qian pergi meninggalkanku…,”Kyuhyun menekan kursi dengan kedua telapak tangannya dan menengadahkan kepala keatas,menatap langit-langit yang dihalangi oleh daun dan ranting-ranting pohon yang hijau.

“Dia yang selama ini menjadi tempat aku pulang sudah tiada. Lalu aku kehilangan arah. Aku tidak tau harus pulang kemana disaat aku lelah. Karena itu aku ingin menumpang dulu,”ucap Kyuhyun. Donghae tau,saat ini Kyuhyun berusaha keras menahan airmatanya agar tidak jatuh.

Keadaan Kyuhyun yang terlihat hancur dan rapuh ini membuat hati Donghae sakit.

Dia merasakan,entah dimana dan kapan. Dia juga pernah kehilangan seseorang. Seorang gadis kecil yang sangat cantik dan manis. Yang membuat dia tidak bisa membuka hati untuk gadis yang lain.

Bedanya…gadis itu tidak meninggal. Dia hanya pergi entah kemana dan berjanji suatu hari akan kembali ke tempatnya.

“Ya sudah,kau boleh menginap di apartemenku. Sekarang makan dulu yuk,gadis tadi membuat bekal banyak sekali,”Donghae menepuk-nepuk pundak Kyuhyun.

‘Donghae,aku menemuimu dan akan menginap beberapa hari karena ini pertemuan terakhir kita. Kau adalah kerabat terakhir yang aku miliki. Setelah ini,aku akan bertarung melawan iblis-iblis itu,’batin Kyuhyun sambil memperhatikan sahabatnya itu.

 

***

 

“Nona,kau terus-terusan menatap kelereng itu. Tidak menyangka nona menyukai hal-hal seperti itu,”ucap perempuan berusia 50-an yang sedang meletakkan secangkir teh dan cemilan dihadapan majikannya.

“Kelereng ini hanya kelereng biasa. Aku tidak begitu suka hal-hal tertentu. Hanya saja…kelereng ini adalah sebuah identitas,”jawab gadis cantik yang sedang duduk dengan santainya sambil memperhatikan kelereng dijemarinya yang cantik.

“Saya kira nona menyukainya. Cucu saya punya banyak koleksi kelereng,tadinya jika nona suka,akan saya perlihatkan,”ucap perempuan itu.

“Kau perhatian sekali,terimakasih,”gadis itu tersenyum,membuat pembantunya itu jadi salah tingkah sendiri karena kecantikan yang ada dihadapannya.

 

*flashback*

 

“Chouchou-sama,ini arsip yang anda butuhkan,”

“Terimakasih,kau boleh keluar,”ucap Chouchou sambil membuka-buka arsip tersebut. Arsip itu tidaklah lain berupa kumpulan kliping kasus-kasus kriminal dan politik.

Dia menemukannya saat tanpa sengaja membaca kutipan tentang hukum pidana dari seorang mahasiswa S2 asal Korea. Melihat foto mahasiswa itu entah kenapa hati Chouchou tergerak,ada denyutan menyakitkan yang meneriakkan kerinduan yang besar. Wajahnya sudah pasti berbeda tapi tetap mengalami perubahan yang khas bahkan dengan wajah saat masih bayi.

“Tidak mungkin…dia sudah mati. Tidak mungkin…,”ucap Chouchou menepis pikirannya yang sedang menerka-nerka.

 

*end of flashback*

 

Sejak saat itu Chouchou pergi ke Seoul dan menyelidiki pria yang memiliki nama yang sama dengan kenalannya,Lee Donghae. Selama beberapa hari menyelidiki,Chouchou masih belum berani mengambil tindaka,data yang dia temukan selama ini sangat rapi,orang itu begitu tidak ada kaitannya dengannya namun dia masih ragu apakah pria itu memang bukan dari masa lalunya.

Hanya kelereng yang berada ditangannya inilah penentu semuanya.

 

***

 

“Lagi-lagi kau memperhatikan benda-benda seperti ini,”ucap Kyuhyun sambil menghampiri Donghae yang sibuk memperhatikan kelereng yang dipajang di etalase depan toko buku.

“Entahlah. Sejak kecil aku menyukainya. Sepertinya ada yang penting,”ucap Donghae sambil terus melihat kelereng-kelereng bening yang memantulkan cahaya pelangi.

“Gadis kecil yang cantik itu? Apa sih yang membuatmu bertahan menanti dia kembali lagi?”tanya Kyuhyun heran.

“Perasaan. Aku Cuma memikirkan bahwa dia baik-baik saja,”jawab Donghae lalu berjalan lagi meninggalkan kelereng-kelereng itu.

“Kau saja tidak mengingat namanya,”

“Yah…aku juga heran kenapa ingatanku tentang dia hanya sedikit dan samar-samar. Kalau dipikir-pikir…seperti hanya sebuah ilusi,”

 

***

 

“Dor!”bisik orang yang memakai topi diatas menara,bersembunyi dengan aman.

600 meter di depannya,seorang pria tua rubuh tak berdaya setelah perak panas menembus jantungnya. Semua orang mendadak panik dan para bawahan serta body guard dan polisi mendekati pria tua yang sudah bertemu ajalnya.

Sniper itu menyender ke tembok. Menatap langit-langit menara yang sudah tua.

“Hahaha…aku melakukannya lagi,”ucapnya dengan tawa pahit. Dia lalu mengusap ujung laras panjangnya dengan kain putih dan membalut senjata itu dengan kain sebelum memasukkannya ke dalam ransel.

Sudah 2 minggu dia kembali ke Eropa dan sekarang berada di Duesseldorf membunuh seorang pejabat pemerintah yang tidak dia pedulikan sedikitpun. Semua demi pekerjaan. Setelah melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan tempat pertama yang dia kunjungi adalah Ceko walau dia ingin kembali ke Munich namun rasa kecewa membuatnya kembali ke dirinya yang lalu. Cagalli merasa bodoh sempat merasa terenyuh dengan ucapan Kyuhyun dan berhenti melakukan pekerjaanya.

Cagalli benci pekerjaannya namun sejak awal dia tau hal itu sudah menjadi tujuan dia disini. Dia diciptakan untuk melakukan pekerjaan itu. Demi sebuah tujuan yang tertanam dengan lekat diotaknya.

1 minggu yang lalu….

“Aku akan ke San Andreas besok,”ucap Cagalli ditelepon sambil merebahkan tubuhnya disofa panjang setelah lelah melakukan pekerjaannya seharian ini.

“Kau tidak bisa kembali sekarang,”balas orang yang diteleponnya.

“Tapi Siwon,aku ingin kembali!”emosi Cagalli tiba-tiba naik.

“Cagalli,”

“Aku benci pekerjaan ini!!”teriak Cagalli. Nafasnya sampai tersengal-sengal,emosinya memuncak.

“Kau menyelamatkan Eropa Tengah dengan melakukan pekerjaanmu…juga menyelamatkan nyawamu sendiri,”ucap Siwon.

“Cih! Kenapa harus dengan organisasi bawah tanah ini. Aku bisa menjadi tentara jika ingin menyelamatkan satu Eropa atau satu benua Amerika,”

“Tapi tidak menjamin masa depanmu,”ucap Siwon tenang.

“Aku benci padamu!”Cagalli menutup teleponnya dan meneguk beer kalengnya.

 

***

 

Kelereng…

Kelereng kristal…

“Oppa…oppa…apa arti ‘oppa’?”

Siapa itu? Kenapa wajahnya tidak jelas? Terlalu silau karena sinar matahari yang menembus daun-dauh dipohon ini. Coba aku bangun.

“Kau…,”ucap anak laki-laki itu dengan ekspresi wajah kaget.

“Oppa,aku dapat dari paman. Ini untuk oppa satu,aku satu. Kita simpan bersama ya,”

Anak laki-laki itu masih menatap tak percaya pada gadis kecil dihadapannya. Walau sudah mengubah posisi tubuhnya tetap saja wajah gadis kecil itu tidak jelas. Hanya senyumannya yang terlihat.

….

Ciiit! Ciiit!

Donghae mengernyitkan matanya karena silau cahaya matahari menyeruak dari ventilasi kamarnya. Dia langsung bangkit dari tempat tidurnya dan menatap bengong ke satu titik.

“Kenapa makin lama makin jelas?”gumam Donghae.

“Jadi kau memimpikan gadis kecil itu,yang membuatmu stuck dan membujang seumur hidup?”ejek Kyuhyun pagi itu saat Donghae menceritakan mimpinya.

“Yah! Aku hanya belum bertemu gadis yang tepat saja,”Donghae membela dirinya.

“Lebih tepatnya kau tidak tertarik padanya. Yah Lee Donghae,kau tidak naksir aku atau temanmu Eunhyuk kan?”

“Tentu saja babo! Aku ini normal!”seru Donghae.

“Hahaha! Tapi kau harus segera mencari your right girl Donghae-ya. Jika tidak kau benar-benar tidak punya perasaan seperti itu dan akhirnya kau hanya bercinta dengan ilusimu saja,”tawa Kyuhyun.

“Sial kau! Aku tidak mungkin berilusi bercinta dengan anak kecil!”Donghae melempar bantal sofa ke kepala Kyuhyun namun segera ditangkap oleh temannya itu.

“Mungkin saja kau lolicon! Hahahaha!”

“Sial! Rasakan ini!”Donghae melempar sekali lagi namun berhasil ditangkap oleh Kyuhyun lagi.

“Tapi aku tidak merasa ini ilusi atau hanya mimpi belaka…,”ucap Donghae setelah lelah lempar-lempar bantal dengan Kyuhyun.

“Aku merasa sesak dan ada perasaan rindu setiap gambaran-gambaran itu terlintas dibenakku,”

 

***

 

“Jadi Donghae-ah,aku minta bantuanmu dalam penelitianku kali ini ya,kau bersedia kan?”Eunhyuk mengiring langkah Donghae yang cukup cepat.

“Ne,asal balasannya setimpal,”jawab Donghae.

“Ya,pasti setimpal. Aku traktir kau makan ddokbuki deh!”

“Oh,tidak jadi,”ucap Donghae santai.

“Iya iya aku bercanda! Ya Donghae. Kau jalannya kenapa sih kok cepat sekali?”tanya Eunhyuk mencoba menyelaraskan langkahnya dengan Donghae.

“Kau tidak tau kita sudah telat 10 menit. Ayo cepat!”

“Cuma kelas Ibu Hayeon,datang 5 menit sebelum bubar saja tidak masa…,”

Bruak!!

“Ah! Mianhe!”seru Eunhyuk kaget. Mereka berdua menghentikan langkah mereka dan melihat seorang gadis berambut panjang sepunggung yang sangat indah dengan rok hitam dan atasan blazer hitam yang manis terjatuh setelah tidak sengaja bersenggolan dengan Eunhyuk.

“Aigo…yeoppunda…,”Eunhyuk sedikit berbisik sambil menyikut Donghae. Donghae tidak peduli pada Eunhyuk dan menghampiri gadis itu.

“Gwenchanayo?”tanya Donghae.

“Su…sumimase…,”ucap gadis itu. Donghae tertegun melihatnya,seketika jantungnya memompa lebih cepat. Bukan karena gadis yang dihadapannya ini sangat cantik atau dia turis Jepang tapi karena gadis itu terasa familiar baginya.

“Si…siapa?”tanya Donghae saat tiba-tiba sakit kepala yang hebat menyerangnya. Dia jadi kaget sendiri,entah apa yang dia lakukan saat ini namun kepalanya terasa sakit luar biasa.

“Donghae-ya gwenchanayo?”Eunhyuk yang melihat gelagat Donghae yang aneh langsung menghampirinya.

“Kepalaku…kepalaku sakit sekali!!!”erang Donghae kesakitan sambil memegang kepalanya.

“Excuse me,are you alright?!”tanya gadis itu panik.

“Ah,sorry miss I gotta bring my friend to clinic. I’m sorry,excuse me!”Eunhyuk langsung membopong tubuh Donghae yang sedang kesakitan memegangi kepalanya.

Gadis itu masih duduk di tempatnya dan hanya menatap kedua orang itu menjauh darinya. Dia baru sadar tas Donghae tertinggal. Dia segera mengambilnya dan tanpa pikir panjang membukanya. Dia sudah tidak kaget lagi menemukan apa yang ada di dalam tas tersebut. Sebuah kotak kecil bening yang berisi benda bulat yang berkilauan. Dia menatap kearah Donghae dan Eunhyuk pergi. Setetes airmata mengalir ke pipi kanannya.

 

TBC

4 Tanggapan to “STRATAGEM (9)”

  1. elf_love 1 Februari 2013 pada 1:26 PM #

    Chouchou tu yg dimimpiin Hae y? Jangan jangan dy Sulli! Kalo gtu ntar ada SsulHae! Asik!!!
    Cagalli tu temenny Siwon? Dy orang baik dong?
    Ah, d tunggu lanjutanny deh onn!!!

    • cagalli14 7 Februari 2013 pada 4:15 AM #

      hmmm mungkin? hahahaha!
      cagalli itu punya hubungan erat sm siwon ..nanti deh diceritain😉

  2. Dini Love SullHae 24 Oktober 2013 pada 7:15 AM #

    haiiii aku tunggu kelanjutannya lohhh….
    chingu jgan lupa mampir ke blogku dinisrifujianti.blogspot.com
    disitu aku juga nulis ff sullhae

    • cagalli14 6 November 2013 pada 10:50 AM #

      aku udah baca-baca ff kamuuuu tapi kamu mah di blog susah comment sayy, aku skg ol cm pake bb ..udah gak bs internetan makanya susah mau upload😦
      dan lg sibuk kerja skg hehehe jadi maaf kalo lamaaa banget diterusinnya yaa? kalo udah aku update pasti aku tweet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: