(TWO SHOOT) In The Dark – Part 1

22 Apr

(TWO SHOT) IN THE DARK (Part 1)

Cast       : Choi Sulli,Lee Donghae,Choi Siwon,Victoria Song,Lee Hyukjae,Park Luna

Genre   : Horor

Disclaimer : Author membuat ff ini murni berdasarkan cerita dari komik berjudul “Bisikan Mimpi Buruk” karya Chie Watari sensei. Mungkin ada dari kalian yang familiar dengan cerita ini?😉

cats

Hari ini aku kemah ke gunung bersama oppaku Siwon dan pacarnya serta kedua temannya dan sahabatku,Luna. Perjalanan yang kuharap menyenangkan malah berubah menjadi menyengsarakan karena tiba-tiba hujan turun saat kami mendaki. Oppa memutuskan untuk terus jalan sampai ke base camp yang ada tidak jauh di atas kami daripada kami turun ke bawah lagi yang memakan waktu lebih jauh. Aku sih senang-senang saja karena dengan begitu kami jadi menginap dan waktuku ngecengin Donghae oppa akan lebih banyak.

“Apa masih jauh?”tanya Hyukjae yang dari tadi cerewet dan ngeluh dia kecapean.

“Tidak kok,setelah menyebrangi jembatan gantung di depan kita tinggal menaiki jalan setapak dan sampai,”jawab Siwon oppa sambil membantu Victoria berjalan.

“Wah,jembatan gantungnya panjang sekali! Seram!”Luna memegangi tanganku dengan erat.

“Menaiki jembatan ini seperti menyebrangi sungai neraka saja,awas loh hati-hati,nanti jatuh,”celetuk Donghae.

“Menyebrangi sungai neraka bukan dengan jembatan gantung dengan lebar setengah meter begini,”balasku.

“Hei hei,anak kecil ini tidak pernah mau pro dengan perkataanku ya,nanti aku jitak jenongnya baru tau rasa,”Donghae mengejarku sehingga aku berlari duluan.

“Waaaaah!”seruku saat melihat dasar jurang yang akan kami lewati. Benar juga sih,menyebrangi jembatan gantung ini seperti melewati maut saja. Menyeramkan!

“Menyeramkan! Aku tidak mau lewat ah!”seru Luna.

“Tenang saja,yang laki-laki menjaga di depan dan belakang,”ucap Victoria.

“Aku duluan,Donghae jaga di belakang,”Siwon oppa mendului kami diikuti Victoria dan Luna.

“Aku mau di tengah-tengah ah! Seram di belakang,”Hyukjae memotong posisiku yang seharusnya di belakang Luna. Aku menoleh ke belakang,Donghae menatapku dengan melemparkan tatapan ‘kau pasti takut’.

“Apa? Aku bisa kok!”aku lalu berjalan mengikuti Hyukjae.

Seram! Benar-benar seram!

“Sulli,kau jangan lihat ke bawah,”ucap Donghae.

“Akh!”

“Hati-hati!”Donghae langsung memegangiku yang tiba-tiba terperangkap di salah satu celah kayu yang lepas.

“Sulli-ah gwencahayo?!”Siwon oppa langsung berhenti dan melihat keadaaku dari depan.

“Ne gwenchana. Kaki Sulli kegedean makanya agak susah dikeluarkan tapi bisa kok,”ucap Donghae sambil membantuku mengeluarkan kaki kananku dari celah kayu.

“Yak!”aku menjitak kepalanya.

“Awww! Mau dibiarin begini nih?”tanya Donghae pura-pura berhenti membantuku.

“Andwaeeee!”seruku setengah merengek.

“Akhirnya sampai juga!”seru Luna setelah kami tiba di pinggir jembatan.

Kami lalu meneruskan perjalanan ditengah hujan yang deras namun benar-benar tidak menyangka dengan apa yang kami hadapi.

“Sial! Aku tidak tau ada longsor disini!”gerutu Siwon oppa.

“Hujan makin deras dan hari makin gelap,apa seharusnya kita kembali saja?”tanya Victoria cemas.

“Melewati jembatan gantung itu lagi? Aish…,”gerutu Hyukjae.

“Hei semuanya! Aku menemukan jalan!”seru Luna tiba-tiba. Kami mengikuti kemana arah Luna pergi.

Ya,ada jalan setapak menuju ke arah barat,mungkin jalan lain menuju camp yang di atas.

“Firasatku buruk,”ucap Donghae.

“Kau mulai berfirasat,dasar cenayang yang buruk,”cetusku.

Tuk! Donghae mengetuk kepalaku.

Kami lalu mengikuti jalan itu. Tidak pernah aku bermimpi akan memilih jalan yang salah dan menghadapi neraka yang sesungguhnya. Seandainya saja kami melihat tanda “Dilarang keras masuk ke wilayah ini!” yang tergeletak di tanah….

***

“Oppa! Disini ada gua!”seruku.

“Lebih baik kita berteduh disini saja,”ucap Victoria. Kami lalu masuk ke dalam gua yang gelap. Sesekali terlihat terang karena cahaya kilat yang menyambar-nyambar masuk ke dalam gua.

“Ada pintu!”seru Hyukjae.

“Kenapa ada banyak kertas jimat yang ditempelkan disini?”Luna menunjuk kertas jimat yang ditempel dipintu tersebut.

“Mungkin pintu ini menyambung ke sebuah tempat,kita buka saja,”ucapku.

“Jangan sentuh kertasnya!!”seru Donghae tiba-tiba.

“Wae?”tanyaku sewot.

“Ini adalah segel. Seseorang menyegel pintu ini. Mungkin di dalamnya adalah sebuah ruangan berisi sesuatu,”jawab Donghae.

“Berisi sesuatu?”tanya Victoria.

“Ya,biasanya orang-orang dulu menyegel roh jahat di sebuah ruangan. Bisa jadi pintu ini juga mengurung roh jahat di gunung ini,”jawab Donghae.

“Be…begitu ya,”aku yang takut akan hal-hal seperti ini mundur dan menjauhi tempat itu.

“Hei! Aku menemukan kuil di atas!”seru Siwon oppa.

Kami lalu berteduh di kuil yang ditemukan oppa. Kuilnya cukup besar namun tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali.

“Ini lebih baik daripada berteduh di dalam gua,”ucap Hyukjae.

“Aku nyalakan dulu lampu pijarnya,”ucap Donghae dibantu oleh Luna.

“Nah,akhirnya terang!”ucap Luna namun kami terkejut melihat dinding kuil tersebut.

“Oppa,ini gambar apa? Mengerikan sekali!”aku menunjuk gambar orang-orang dengan perut buncit seperti busung lapar yang memenuhi dinding kuil.

“Aku tidak mau melihat!”seru Luna sambil menyembunyikan wajahnya dipundakku.

“Ini adalah setan pemakan manusia,”ujar Donghae.

“Kau selalu tau hal yang beginian ya,”tanggapku.

“Ya,aku sih suka hal-hal yang aneh,”ucap Donghae.

“Lalu,kenapa gambar-gambar ini ada disini?”tanya Victoria.

“Menyeramkan,yuk jangan disini terus ah,”Luna mendorongku.

“Hei,disini ada tungku,kita masak ramyun yuk!”seru Hyukjae.

“Besok kita kembali ke bawah setelah matahari terbit,”ucap Siwon oppa.

“Ahh…aku tidak sabar mandi air hangat yang nyaman,”ujar Luna.

“Eh,Donghae mana?”tanya Victoria.

“Dia sedang membaca buku kuno di ruang sebelah,”jawab Siwon.

“Dia suka sekali hal yang aneh begitu,dasar orang aneh,”tanggapku.

“Aneh-aneh tapi kau suka kan?”goda Siwon oppa.

“Eh? Enak saja! Kata siapa?!”ujarku panik.

“Kelihatan kok dari mukamu,”ucap Luna.

“Wah,semangat ya Sulli-ah,”ucap Victoria.

“Apanya yang semangat?”tiba-tiba Donghae sudah berdiri dibelakangku.

Sial! Kedengaran gak ya sama dia?!

“Sudah selesai bacanya?”tanya Siwon oppa langsung mengalihkan pembicaraan.

“Ya,”jawab Donghae mendekati Siwon oppa dan Hyukjae.

“Ada hal menarik yang kau temukan?”tanya Hyukjae.

“Ya,ada sesuatu menarik tentang segel gua yang tadi,”Donghae duduk di hadapan mereka berdua. Kami mendekati mereka.

“Ini buku catatan seorang biarawati yang berasal dari 200 tahun yang lalu saat kuil ini baru dibangun,”Donghae memperlihatkan buku yang tadi dia baca.

“Legenda Amanjaku?”Victoria membaca tulisan di halaman awal.

“Amanjaku itu bahasa Jepang yang artinya hantu kan?”tanyaku.

“Bukan,”jawab Donghae.

“Amanjaku itu adalah iblis pemakan manusia,”

“Uhuk! Uhuk!!!”Hyukjae yang asyik makan ramyun langsung keselek. Kami semua kaget dan mulai tertarik dengan cerita Donghae.

“Kalian ingat pelajaran sejarah pada masa kelaparan di zaman Tenmei?”tanya Donghae.

“Jaman perang dulu orang-orang dilanda kelaparan hebat dan sekitar seratus ribu orang meninggal kelaparan. Karena keadaan seperti itu memaksa orang-orang bertahan hidup dengan cara apa pun juga sampai membunuh bayi yang baru lahir,”terang Siwon oppa.

“Nah…legenda ini dimulai dari jaman itu. Waktu itu biarawati ini baru baru berumur 15 tahun. Ia pergi ke gunung untuk mencari tumbuh-tumbuhan obat. Lalu di perjalanan dia melihat orang dewasa yang membunuh anaknya dengan mencekik leher anak tersebut. Karena iba,biarawati yang berasal dari keluarga peramu obat ini meminumkan obat rahasia warisan keluarganya turun-temurun yang bernama Hangotan…,”

“Hangotan?”tanya Hyukjae.

“Obat yang dibuat oleh leluhur biarawati ini. Obat yang dipercaya dapat menghidupkan kembali roh yang telah meninggal,”jawab Donghae.

“Mana ada yang seperti itu! Itu Cuma takhyul,”ucapku.

“Ya,pasti bohong,”ujar Hyukjae.

“Tapi Hangotan itu benar-benar ada dan legenda Amanjaku pun dimulai. Setelah minum Hangotan yang diberikan biarawati,anak itu dikembalikan ke dunia lagi dan membalas dendam pada orang tuanya,dia membunuh orang tuanya kemudian demi menyembuhkan rasa laparnya ia memakan kedua orangtuanya. Setelah mencicipi rasa daging manusia,anak itu langsung berubah menjadi iblis pemakan manusia. Orang-orang desa menamai anak itu iblis gunung yang kemudian disingkat menjadi Amanjaku. Sang biarawati sangat menyesali apa yang telah ia perbuat dan pergi meninggalkan keluarganya demi melatih diri dan mental serta agamanya untuk menyelamatkan jiwa anak yang telah berubah menjadi Amanjaku tadi. Dan akhirnya dia berhasil mengurungnya…di pintu yang disegel di gua tadi,”cerita Donghae.

Glegar!!!!

Glegar!!!!

Diantara bunyi petir yang menggelegar itu kami Cuma bisa terdiam mendengar cerita menakutkan dari buku catatan itu.

“Memakan manusia…tidak mungkin…,”ucapku kengerian.

“Manusia akan melakukan apa saja dalam keadaan yang benar-benar terpaksa. Itu namanya insting dalam memperpanjang kehidupan,”tanggap Siwon.

“Ini hanya cerita saja kan? Di gua tadi bukan apa-apa kan?”tanya Luna yang sudah pucat pasi.

“Tentu saja tidak Luna! Mana ada makhluk yang bisa hidup sampai 200 tahun. Ini Cuma legenda!”ucapku.

“Ya ini Cuma legenda. Bisa saja ini gurauan buatan Donghae,”celetuk Hyukjae.

“Ini beneran tau! Kalian lihat sendiri kan segel di gua tadi. Dan lagi gambar hantu kelaparan di dinding ruang tengah menjelaskan semuanya,”bela Donghae.

“Sulli-ah!!!”Luna memelukku sambil menangis ketakutan.

“Yah pinokio! Kau bisanya Cuma membicarakan hal yang bukan-bukan. Luna jadi takut kan!”omelku pada Donghae.

“Sudah sudah,ceritanya sudah selesai kan? Ayo kita tidur biar turun gunung lebih cepat dan kita pulang,”ucap Siwon menengahi.

“Iya,aku ingin bertemu Sora Aoi cepat-cepat di rumah,”kata Hyukjae.

“Huuu dasar setan mesum!”gerutuku.

“Luna-ssi,maaf ya kau jadi takut,”Donghae mengusap-usap kepala Luna.

“Ne gwenchana,”jawab Luna sembari tersenyum. Aku senang melihat Donghae yang sebenarnya perhatian,dia benar-benar baik.

“Ayo Luna kita tidur,”ucapku.

“Kau tidak tidur?”tanyaku pada Donghae.

“Aku ingin membaca buku. Aku kan orang aneh,”Donghae mencibir padaku.

Huh dasar! Kenapa sih aku suka dia!

“Sulli-ah,aku mengerti kok kenapa kau suka dia,”senggol Luna.

“Wah,semangat ya Sulli,onnie mendukungmu!”ucap Victoria.

“Tau ah!!”aku menarik selimutku.

Kalau dipikir-pikir aku sudah 3,5 tahun kenal Donghae. Dia adalah teman kuliah pertama oppa yang dibawa ke rumah. Sejak pertama kali melihatnya setiap kali aku bertemu dengannya kami selalu melemparkan kata-kata yang menyakitkan satu sama lain. Karena itu…keberadaan Donghae makin hari makin besar dalam hidupku. Aku juga tidak tau apa yang dia rasakan,aku tidak yakin…mungkin saja dia hanya menganggapku adik sahabatnya….

***

Malam semakin larut. Malam itu kami tertidur dengan satu-satunya sumber cahaya dan kehangatan dari api unggun yang hampir padam. Hujan turun deras sekali, aku saja sampai lupa kapan hujan itu turun.

Aku terbangun saat mendengar grasak-grusuk yang ternyata adalah Victoria onnie.

“Onnie, ada apa?”tanyaku yang masih sangat mengantuk sambil mengucek-ucek mataku. Gelap.

“Apinya hampir padam Sulli-ah. Aku mau keluar menambahkan kayu bakarnya supaya tidak kedinginan,”jawab Victoria sedikit berbisik.

“A…,”

“Ssstt sudah tidur sana, aku sendirian saja,”Victoria yang tau maksudku menemaninya menolak dan langsung keluar. Aku yang terlalu mengantuk tidak bisa berbuat banyak dan kembali memejamkan mata lagi.

*di tempat Victoria*

Gluduk!

Gluduk!

Petir terus menyambar-nyambar beserta kilatnya yang membantu Victoria dapat melihat kayu-kayu yang dikumpulkannya namun diantara kilatan cahaya itu di luar jendela, tanpa sadar Victoria melihat bayangan sosok yang besar di luar sana.

“Hah?”

‘Apa perasaanku saja? Sepertinya tadi ada orang disana,’batin Victoria dalam hati.

‘Mungkin si Donghae ya, dia kan belum tidur,’Victoria membuka pintu namun di luar sangat sunyi.

‘Ah,Cuma perasaanku,’Victoria tersenyum lega lalu kembali menutup pintu.

Wush!

“?!”

Crash!!!

*kembali ke tempat Sulli*

Crash!!

Hah?! Ada apa itu? Kok perasaanku mendadak tidak enak begini?

Aku terbangun lagi dan menatap sekitarku. Victoria onnie belum kembali…apinya sudah padam begini. Kok perasaanku benar-benar tidak menentu begini?

“Oppa! Oppa!”aku membangunkan Siwon oppa yang tertidur pulas.

“Hmm?”responnya.

“Bangun oppa!”seruku.

“Victoria onnie tidak ada!”kataku panik.

“Eh?!”sekarang Siwon oppa dan Luna terbangun dengan mata lebar mendengar ucapanku.

Kami lalu keluar mencari Victoria onnie.

“Donghae-ya! Kau melihat Victoria?”tanya Siwon panik saat memasuki ruang tengah dan menemukan Donghae yang sibuk membaca.

“Tidak. Kenapa?”tanya Donghae kalem.

“Dia tidak ada dimana-mana,”jawab Siwon cemas.

“Dicari ke kamar mandi dan kemana pun tidak ada…,”sambungku.

Ekspresi wajah Donghae yang kalem mulai berubah cemas, entah kenapa aku melihat dia sangat panik.

“Ayo, kita cari sama-sam!”Donghae memimpin pencarian kami.

“Eh, Eunhyuk bagaimana?”tanya Donghae.

“Dia masih tidur,”jawab Siwon.

Onnie ada dimana? Eunhyuk!!

“Ah!” aku berhenti saat kami mencari keluar kuil dan menemukan sosok Victoria dibalik pohon.

“Onnie! Syukur…,”

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

Victoria onnie terbunuh dibalik pohon ini! Dadanya tertancap sekop tambang yang menembus sampai ke batang pohon. Onnie! Kenapa bisa begini?!!!

Aku terduduk lemas saat semuanya datang menghampiri. Siwon oppa terlihat sangat shock. Tentu saja, dia melihat gadis yang sangat dia cintai tewas seperti ini.

“Siapa…siapa yang telah melakukan ini…?”tanya Siwon oppa dengan suara gemetaran, terdengar lemah.

“AKAN KUBUNUH DIA!!”teriak Siwon oppa.

“Oppa?!”

Aku tidak pernah melihatnya semarah ini. Tidak pernah melihatnya sehancur ini.

Siwon oppa berlari ke tengah dan berteriak kesegala arah seperti orang gila.

“KELUAR KAU PEMBUNUH! LAWAN AKU!! KELUAR KAU PENGECUT!!!!”teriaknya.

Oppa….

Ya Tuhan, kenapa ini terjadi pada kami? Siapa yang membunuh Victoria onnie? Aku tidak pernah melihat Siwon oppa seperti ini. Aku tidak tau harus bagaimana.

AKU TAKUT!

“Tenanglah Siwon-ah!”Donghae mencoba menenangkan Siwon.

“Cerewet!! Jangan halangi aku Donghae-ya!”teriak Siwon.

“Akan kubunuh!!! Pasti akan kubunuh dia!!!!!”teriak Siwon oppa meraung.

“VICTORIA!!!”isaknya.

PLAK!!

Aku terkejut saat melihat Donghae menampar Siwon oppa.

“Kalau sampai ada apa-apa denganmu, bagaimana dengan Sulli hah? Kau tidak memikirkannya?!”tanya Donghae.

Kali ini Siwon oppa menunduk lemah.

“Oppa!”aku berlari memeluk Siwon oppa.

Mungkin saja…

Mungkin saja Eunhyuk juga….

Apa yang terjadi pada Eunhyuk? Apakah mereka semua bisa selamat dari teror malam yang panjang itu?

TBC ke Part 2 (last part)

4 Tanggapan to “(TWO SHOOT) In The Dark – Part 1”

  1. elf_love 24 April 2013 pada 1:00 PM #

    Astaga, onnie balik” kok bawa ffserem kyak gini sih… -__-
    Tapi keren kok onn! Tetep ada SsulHae nya!!!
    Vic d bunuh siapa? Iblis itu y?
    Langsung baca part 2 nya ahhh…. *terbang*

    • cagalli14 24 April 2013 pada 2:40 PM #

      heheh halooo aku udh pengen banget update stratagem tapi waktunya gak cukupp >< hahaha (gak cukup dpt feel lg)
      lagi mood bikin horor akhirnya terciptalah ini deh dari hasil baca komik😉

  2. vina 28 April 2013 pada 6:17 AM #

    ini horor ya eonn? ff horor pertama ya? kenapa vic mati? siapa yg jagain kyu coba? *gaje
    kutunggu ff comeback mu eon.
    perbanyak romence nya.. req ku sih kalo mau comeback

    • cagalli14 29 April 2013 pada 8:32 AM #

      heheh ini bukan horor pertama ..aku udh prnh bikin ff horor judulnya mirror🙂
      romance? okok😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: