STRATAGEM (10)

4 Mei

i5d29y9h9e104vp8wo2

CAST : STRATAGEM

Pria itu duduk dibalik kursinya yang besar dibawah remang-remang cahaya ruangan berbau debu tersebut. Memainkan pendulum yang terletak diatas mejanya dengan ujung jarinya.

Trak!

Perhatiannya teralihkan pada beberapa kertas yang terjatuh dari mejanya. Dia menatap beberapa kertas tersebut,kebanyakan berisi tulisan namun ada dua kertas yang menarik perhatiannya. Dia mengambil kedua kertas yang menampilkan print sebuah foto.

“Akhirnya mereka bertemu juga…,”gumam pria berkumis putih itu. Senyum riang yang tidak bisa ia hentikan bercampur dengan unsur mengerikan seakan memperlihatkan niat busuknya. Dia lalu meremas kedua kertas tersebut.

CHAPTER 10 : The Dissapearance Of Lee Donghae

 

Kriiiiing kriiiing!

Kyuhyun menggeliatkan badannya sedikit namun tidak tertarik dengan bunyi telepon yang sudah dua kali terdengar itu. Dia berpikir jika memang penting dan Donghae menginginkannya mengangkat tidak perlu dia yang harus turun tangan.

Kriiiing kriiiiiing!

Namun dideringan berikutnya Kyuhyun merasa terganggu. Dia menoleh ke dalam kamar yang pintunya tidak tertutup,Donghae masih tertidur pulas. Kyuhyun mengambil tidak peduli pada deringan telepon itu dan dengan kesalnya ia mengambil bantal sofa besar yang ia tiduri,menutupi kepalanya dan kembali memejamkan matanya.

Kriiiiiiiiiing kriiiiiiiing!

Cukup sudah! Batin Kyuhyun lalu beranjak dari sofanya yang nyaman. Pria bertubuh tinggi itu lalu mengangkat telepon tersebut.

“Yoboseo?”suara Kyuhyun terdengar berat dan malas.

“….trek! Tuuuuuut tuuuuuuuut!”

Kyuhyun tertegun saat telepon yang sudah mengganggunya daritadi menutup saat diangkat.

“Sial!”Kyuhyun lalu berjalan ke kamar mandi. Sudah jam 7 pagi,dia ingat akan janjinya dengan seseorang. Seseorang dari sekolahnya dulu yang bisa menjanjikan sesuatu padanya.

Tak lama kemudian Kyuhyun sudah siap untuk pergi ke suatu tempat. Donghae yang baru bangun tidak lama dari Kyuhyun selesai mandi menatap temannya itu dengan tatapan sayu.

“Mau kemana Kyu?”tanya Donghae.

“Aku ada janji dengan seseorang,”jawab Kyuhyun sambil menalikan sepatunya.

“Hoooh…lama?”tanya Donghae lagi masih dengan tatapan sayu mengantuknya.

“Ne…mungkin malam baru pulang,”jawab Kyuhyun.

“Oke deh,”tanggap Donghae. Mungkin temannya itu ada janji hunting foto dengan seorang temannya disini. Donghae lalu beranjak hendak masuk ke kamar mandi namun telepon berdering lagi.

“Tuh,sudah berkali-kali telepon saat aku angkat dimatikan. Aku pergi dulu ya,”ucap Kyuhyun sebelum keluar dari pintu apartemen Donghae. Donghae menatap kepergian Kyuhyun dengan datar lalu mengangkat telepon tersebut.

“Yoboseo?”sapa Donghae.

“Ng…Jerman…,”ucap suara diseberang dengan pelan. Donghae tidak bisa menerka siapa yang menelponnya itu,terdengar ragu dan sangat pelan,namun seperti suara perempuan.

“Kelereng kristal…,”ucap suara itu lagi.

Dheg! Jantung Donghae nyaris berhenti mendengarnya. Baru kali ini ada orang yang menyebut benda berharganya itu dengan lugas. Seakan tau sesuatu. Mendadak kepala Donghae sakit kembali. Bayangan seorang gadis kecil tersenyum padanya terlintas.

“Si…siapa kau?!!!”bentak Donghae sambil berusaha keras menahan sakit kepalanya.

***

“Aku sudah membunuh 5 orang politikus. Apa aku masih belum bisa ke San Andreas?!”bentak Cagalli ditelepon umum pinggir kota Frankfrut yang masih hingar bingar walau sudah jam 11 malam.

“Cagalli tujuanmu bukan membunuh sekian orang…tapi menemukan orang itu,”balas orang diseberang telepon.

“Aku butuh istirahat Siwon…aku juga manusia biasa. Aku…aku membutuhkanmu…,”lirih Cagalli.

“Maafkan aku Cagalli…jika kau tidak cepat yang terancam adalah dirimu sendiri…,”balas Siwon dengan nada berat.

“Kalau begitu kau kesini!!!”teriak Cagalli kesal.

“Kau tau pekerjaanku juga banyak dan tidak bisa ditinggalkan disini,”balas Siwon.

“Fuck your jobs Choi Siwon!!!!”

Tuuuuuuuuut tuuuuuuuuuuut!

Cagalli mengatur napasnya. Dia lalu menendang tiang telepon umum tersebut dan berjalan dengan kesal sambil memakai topi kesayangannya..

“Aku mohon…berhentilah menembak!”

***

Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!!!

Plok plok plok plok! Pria berambut gondrong itu bertepuk tangan melihat kemampuan awam dihadapannya.

“Kau berbohong padaku belum pernah menembak,”ucap Kibum sambil menarik pelatuk pistolnya dan menembakkan sekali ke sasaran. Tepat di tengah-tengah titik merah!

“Hahaha! Kau harus percaya,ini latihan pertamaku,”balas Kyuhyun. Dia membidik bekas peluru yang Kibum buat di papan sasarannya dan dor! Peluru itu menembus tepat ditengahnya. Kibum tertawa bangga dan terheran-heran.

“Kalau begitu kau punya bakat Kyu. Itu bakat alami,”

“Heh…aku hanya jenius,jika bisa dipelajari maka aku bisa menguasainya,”Kyuhyun membereskan peralatannya.

“Bisa jadi…kau memang sangat jenius,”balas Kibum.

“Lalu,sekarang kau mau kemana?”tanya Kibum sebelum meninggalkan ruang latihan.

“Ke dojo,sampai berjumpa Kibum-ssi,”jawab Kyuhyun sambil menggendong ranselnya.

“Kau sepertinya punya rencana besar,”ucap Kibum.

“Tidak juga…hahaha! Annyeong,”Kyuhyun berjalan meninggalkan Kibum yang masih memakai kacamata latihan menembak. Kibum hanya memandang Kyuhyun yang menjauh lalu menghilang. Punggung itu terasa kesepian dan membawa dendam.

“Kyu…apa pun rencanamu semoga Tuhan selalu melindungimu,”gumam Kibum sambil menghidupkan sebatang rokok lalu menghisapnya.

***

Sepi sekali…

Kyuhyun memasuki apartemen itu dengan pelan lalu menghidupkan lampunya. Sepertinya Donghae belum pulang,batin Kyuhyun sambil melihat kesekeliling. Dia lalu melepaskan jaket jeansnya dan merebahkan diri di sofa dengan lelah.

“Sebentar lagi…,”gumamnya sambil menatap langit-langit ruangan itu. Dia pun tertidur pulas.

***

“Aku tidak mau membunuh orang ini!!!”tolak Cagalli saat orang berkumis dihadapannya menunjukkan sebuah foto.

“Ini adalah perintah,”ucap orang itu.

“Sial! Aku tetap tidak akan membunuhnya! Orang-orang sebelumnya yang aku bunuh,memang pantas mati! Mereka penjahat politik!”seru Cagalli.

“Dan jika kau membunuh orang ini politik di Ceko akan memenangkan Slovakia,”balas pria berwibawa namun memiliki tatapan mata yang tajam tersebut.

“Cih! Aku mungkin Cuma mesin pembunuh kalian. Aku bekerja sebagai prajurit bawah tanah. Lalu untuk membalikkan politik dengan cara kotor seperti ini dengan membunuh seorang gadis muda itu bukan caraku!”Cagalli tetap bersikeras.

Brak!!

Tiba-tiba pria itu menarik kerah Cagalli dan menyudutkan Cagalli ke tembok.

“Kau ingat visi kelompok ini kan? Bagaimana pun caranya,jika kau sudah menjadi bagian dari kami kau harus patuhi perintah!”ancam pria itu.

“E…Evan…,”Cagalli berusaha melepaskan tangan besar pria itu.

***

“Ya…sudah 3 hari dia tidak kesini,”ucap Eunhyuk.

“Begitu?”tanya Kyuhyun berpikir keras.

“Kau benar-benar tidak tau Donghae ada dimana saat ini?”tanya Eunhyuk cemas. Kyuhyun hanya menggeleng.

“Baiklah,kalau begitu aku pergi dulu,”pamit Kyuhyun.

“Ne…ah! Jika ada kabar tentangnya tolong beri tahu aku segera ya,dosen-dosen kami pun mencarinya,”pesan Eunhyuk. Kyuhyun hanya tersenyum kecil lalu pergi meninggalkan kampus itu.

Kyuhyun menatap lagi layar ponselnya. Sudah ratusan kali ia menelepon Donghae namun tidak ada jawaban. Kemana Donghae sebenarnya? Sudah waktunya dia pergi meninggalkan Seoul,sungguh tidak sopan dan jangkal rasanya meninggalkan begitu saja sementara seharusnya dia mencari Donghae. Telepon aneh itu…entah kenapa mengganggu pikiran Kyuhyun.

***

Cagalli berjalan pelan setelah asap hitam mengepul,membumbung tinggi ke angkasa. Bunyi sirine ambulans dan polisi terdengar mendekati tempat itu namun tidak menggoyahkan langkah kaki Cagalli sama sekali.

*flashback*

“Begini saja. Aku punya rencana,kau ledakkan rumah pertemuan membaca bangsawan muda itu. Dengan begitu tidak terlihat bahwa sasaran kita sebenarnya adalah Weinn Kavinski,”ucap Evan sambil meneguk segelas wine.

“Kau bercanda?! Aku tidak mau melakukan pekerjaan kotor seperti itu! Caraku adalah bersih dan rapi,tidak kotor dan amburadul seperti itu!”tolak Cagalli.

“Aku menyarankan ini karena dalam satu kali kau bisa membunuh beberapa anak bangsawan penting,”ucap Evan.

“Cih! Kau saja yang melakukannya! Aku tidak peduli lagi!”Cagalli meninggalkan tempat itu sebelum Evan mengancamnya lagi.

Cagalli tidak habis pikir,bagaimana bisa dia sekejam itu membunuh orang. Selama ini tujuannya memang hanya satu,dan caranya bekerja tidak sekotor dan sejahat itu. Cagalli hanya membunuh sampah masyarakat.

*end of flashback*

Cagalli berhenti dan menoleh ke gedung dibelakangnya lagi.

“Roni,kau melakukannya juga,”ucap Cagalli. Dia lalu membenarkan letak topinya dan menatap ke depan lagi namun tubuhnya mendadak kaku melihat orang yang saat ini berdiri di depannya.

“Kau melakukannya lagi?”tanya orang itu dengan tatapan sendu.

TBC

2 Tanggapan to “STRATAGEM (10)”

  1. elf_love 5 Mei 2013 pada 2:29 PM #

    Yang ketemu Cagalli siapa? Evan? Roni? Temenny Cagalli kah?
    Hae-ny kmana? Apa yg ketemu Cagalli tu Donghae?
    Lanjutin onn! Ak masih bingung ceritanya! >,<

    • cagalli14 7 Mei 2013 pada 1:53 PM #

      hehehehe ..wait and see yaa😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: