STRATAGEM (11)

27 Jun
ECBD94EB94943_copy

Like faded film, the certain today
will eventually grow hazy.

In a fleeting time and light,
I laughed triflingly.
At the bottom of entwined memories
For the sake of finding someone,
I believe  even now.
“Why…does my heart hurt?”
In the corners of my heart, I embrace unease.
Although I’m afraid of living,
my meaningless questioning continues.
In the middle of lost memories,
I seek to save someone.
Your voice
takes ahold of me
Because even if it’s small, even if it can’t be heard
I’m scooping it out, for your sake.
When we meet again, in distant days
Even now, a brilliant light is lit
On nights when I’ll probably lose something
I’ll always  return
to the place that only I know of.

CHAPTER 11 : Girl From Theater an der Wien

 CAST : STRATAGEM

Donghae menekan ujung telapak tangannya pada dahinya, sakit kepala yang luar biasa menyerangnya manakala dia membuka mata untuk pertama kalinya hari itu. Masih belum menyadari keadaan disekitarnya, dia hanya berpikir apa yang sudah terjadi padanya, kenapa sakit kepala luar biasa yang dulu kembali lagi?

“Donghae-dono*, anda sudah bangun? Silakan dimakan sarapannya,” (* dono : panggilan orang Jepang untuk orang yang dihormati).

Donghae tersentak saat mendengar sebuah suara lembut memecah keheningan ruangan bernuansa Jepang itu. Dia baru membuka matanya untuk lingkungan sekitar, dia melihat tubuhnya dibalut oleh perban putih dan mendadak dia merasakan nyeri di perut sebelah kanannya.

“Maaf Donghae-dono, apabila anda terlalu banyak bergerak, luka itu akan terbuka lagi,”ucap perempuan Jepang yang sedari tadi duduk rapi di depan pintu kamarnya sambil membawa meja sarapan.

“Apa…apa yang terjadi padaku? Dimana ini?”tanya Donghae.

“Sebentar lagi kau akan bertemu dia,”jawab perempuan setengah baya itu.

“Dia? Siapa?”tanya Donghae.

“Orang yang menyelamatkanmu,”jawab perempuan itu.

***

“Kau melakukannya lagi?”

Tatapan orang itu terlihat sendu,dilain pihak,tatapan Cagalli menjadi tajam dan terlihat kekesalan yang membuat orang itu makin menatapnya dengan sedih.

“Kenapa kau disini?!”ketus Cagalli.

“Aku baru sampai di Frakfrut dan saat mencari makan aku melihat ledakan di gedung itu. Lalu kau disini…Cagalli,bukan kau kan?”tanya Kyuhyun mengiba.

“Tentu saja bukan aku yang meledakkannya!!”jawab Cagalli sedikit berteriak.

“Lalu kenapa Cuma kau yang kelihatan tenang disini?”tanya Kyuhyun.

“Cih! Kau juga,jangan sok menjudge diriku. Jangan-jangan kau,kau ingin balas dendam kan?”tanya Cagalli.

“Tentu saja orang-orang itu tidak di gedung pertemuan membaca anak muda,”jawab Kyuhyun. Cagalli tidak menatap wajah Kyuhyun. Jelas dia tau bukan Kyuhyun yang melakukannya, orang yang melakukan itu adalah seorang pemuda berusia 15 tahun yang baru direkrut organisasinya.

“Kau mau kemana?”tanya Kyuhyun.

“Bukan urusanmu,”jawab Cagalli, dia berjalan dengan langkah cepat namun Kyuhyun mengikutinya, Cagalli langsung menghentikan langkahnya.

“Kali ini jangan mengikutiku lagi!”ucap Cagalli tegas.

“Jangan seperti dulu…kita sudah berpisah kan? Sudah tidak ada apa-apa lagi antara kita,”ucap Cagalli.

“Maaf, tapi aku mau ke kedai kebab yang disana Miss,”Kyuhyun mendului langkah Cagalli. Wajah gadis itu bersemu merah karena malu sudah berprasangka, dia tidak sadar bahwa Kyuhyun mencemoohnya dengan tersenyum puas di depannya.

Cagalli menatap punggung Kyuhyun yang meninggalkannya. Apa dia ikuti saja orang itu? Namun pemikiran itu langsung ditepisnya karena Cagalli tidak ingin Kyuhyun terlibat dengan semua kriminalitasnya.

“Sebaiknya memang hari itu adalah hari terakhir kita…,”Cagalli tersenyum kecil, dia lalu menarik topinya lebih kebawah dan berbalik membelakangi Kyuhyun.

Kyuhyun berhenti dan memandang langit yang biru. Dia tau, pertemuan kembali dengan Cagalli tidak seharusnya terjadi, kalau pun terjadi biarlah apa yang menjadi urusannya menjadi urusannya, dan dia hanya fokus pada tujuan awalnya.

“Asal kau tidak berada dijalan yang salah, Cagalli…,”ucap Kyuhyun pelan.

***

“Kapan aku bisa bertemu orang yang menyelamatkanku itu, Rieko-san?”tanya Donghae sambil mengganti perbannya.

“Maaf Donghae-dono, saat ini Choucho-dono sedang mengurus beberapa masalah di luar kota,kau akan bertemu dengannya dalam beberapa hari lagi,”jawab Rieko.

“Choucho?”tanya Donghae bingung.

“Ya, Choucho-dono adalah Nona kami…dialah yang menyelamatkan anda,”jawab Rieko.

“Onna…ga*?” (*perempuan?).

“Ya Donghae-dono,”jawab Rieko. Donghae lalu berdiri dari tatami itu, dia keluar kamarnya dan masuk ke ruang utama rumah itu, namun tidak ada satupun petunjuk seperti apa wajah orang yang telah menolongnya itu.

“Kebakaran!!!!”tiba-tiba beberapa pegawai dapur di rumah itu berteriak kencang, mengagetkan Donghae yang sedang melihat-lihat rumah itu.

“Selamatkan diri kalian! Gudang utama akan meledak!!!”teriak mereka.

“Donghae-dono! Mari keluar dari sini!!”Rieko menarik tangan Donghae yang masih belum tanggap sepenuhnya terhadap apa yang terjadi.

“Terlambat! Api sudah menjalar ke gudang utama!”

“Donghae-dono, keluarlah segera! Jika anda ingin bertemu Choucho-sama, pergilah ke Basovizza, itu tujuannya setelah ini!” Rieko mendorong Donghae keluar dari pintu kecil yang paling dekat disana.

“Rieko-san,raih tanganku!”ucap Donghae panik namun Rieko tidak meraihnya.

“Pergilah, Donghae-dono!!!”dia mendorong Donghae menjauh dari tempat itu dan saat itu Donghae merasa beberapa orang menarik tubuhnya. Detik berikutnya ledakan besar terjadi menghancurkan rumah itu.

“Rieko…san…,”airmata Donghae mengalir begitu saja melihat ledakan itu. Dia merasa sangat menyesal tidak dapat menyelamatkan Rieko.

“Kenapa????”isak Donghae.

***

Tuuuut…tuuuut….

Tuuut…tuuut….tuuuuuut

Kyuhyun mencoba memencet nomer-nomer itu lagi dan bersabar mendapat jawaban dari seberang.

Tuuut…tuuut….ckrek!

“Halo,”

“Donghae!!!”

“Kyuhyun?”

“Hei, kau kemana saja bodoh? Aku sangat mengkhawatirkanmu, kau kan kutu buku, bukan troble maker!”seru Kyuhyun.

“Maafkan aku Kyuhyun, aku sendiri tidak mengerti apa yang terjadi padaku…saat aku pulang, apartemen ini porak poranda…aku harus mencari seseorang,”ucap Donghae.

“Siapa? Apa maksudmu?”tanya Kyuhyun.

“Aku harus ke Slovenia, orang itu ada disana…entahlah…sepertinya sesuatu terjadi padaku, aku harus menemuinya,”jawab Donghae.

“Hey, aku akan menemanimu, katakan dimananya di Slovenia kau akan mencarinya?”tanya Kyuhyun.

Donghae berpikir sejenak, entah kenapa dia tidak ingin Kyuhyun terlibat dalam hal ini.

“Sudahlah…aku bisa mengatasinya, kau jangan khawatir,”ucap Donghae lalu menutup teleponnya.

“Hey! Donghae! Hey!!”

Tuuuut tuuuuut tuuuuut….

Kyuhyun hanya bisa menatap ganggang telepon yang sudah diletakkannya kembali. Slovenia?

***

“Choucho-sama, apa benar tidak apa-apa jika saya tidak mengawal?”tanya pria berjas hitam dan berkacamata hitam di dalam mobil limousin mewah berwarna hitam.

“Ya, ini hanya soal waktu. Takdir benar-benar akan merubah masa depan, Kris,”ucap gadis berparas cantik dengan kulit putih cerah yang kontras dengan warna bibirnya yang kemerahan dan pakaiannya yang berwarna hitam.

“Jika Choucho-sama benar-benar akan membawa masa depan yang lebih baik, aku akan percaya hal itu. Mohon jaga diri anda, saya akan menunggu disini,” ucap Kris.

“Kau bisa mengandalkanku,”Choucho lalu turun dari limousin itu dan meninggalkan Kris yang khawatir akan keadaannya. Namun gadis itu selalu tangguh, itulah yang Kris pikirkan.

Choucho melihat sekitar, Basovizza yang tidak pernah berubah. Tempat akan selalu menjadi tempat bersejarah dimana dia bisa menghancurkan sebuah masa depan yang mengerikan. Yang dia percaya, masa depan itu hanya ada satu, dia harus mengambil kendali untuk kehidupan umat manusia.

Gadis itu tidak pernah terlihat seringan ini, tidak juga dalam sisi lain terlihat begitu serius, dia selalu menjadi orang yang apa adanya, walau tidak serapuh dulu namun Choucho selalu yakin bahwa gadis itu tetap orang yang sama. Dia sedang terlihat keluar dari toko kelontong, mungkin membeli beberapa soft drink dan cemilan, mungkin juga hanya membeli plaster untuk menutupi luka, entahlah, hanya saja Choucho tidak akan memperlihatkan dirinya di depan keramaian seperti ini. Choucho lalu mengikuti langkah kemana gadis itu pergi, di ujung gang, dia melihat gadis itu bertemu seorang laki-laki muda.

***

“Orang Korea yang datang ke Slovenia? Maaf, kami tidak bisa memberikan data tentang itu. Namun memang ada yang baru datang hari ini,”

“Cih, itu juga sudah cukup. Baiklah, terima kasih,”Kyuhyun lalu meninggalkan bagian informasi stasiun itu. Memang hanya dengan kereta atau kendaraan umum seperti bus, orang-orang dari Asia dapat menuju Slovenia, mau bagaimana pun juga, semua harus transit dari Jerman atau negara besar sekitarnya. Beruntung bahwa di stasiun kereta yang pertama kali dia datangi, Kyuhyun dapat memperoleh informasi tentang kedatangan Donghae. Namun pencarian di seluruh Slovenia tidaklah mudah, Kyuhyun hampir putus asa harus memulai darimana.

Apa Kyuhyun benar-benar dewa keberuntungan? Atau diberkahi dewa keberuntungan? Entahlah, keduanya tentu salah, karena jika dia benar-benar beruntung, dia tidak akan pernah kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya. Namun hari ini pengecualian…

“Donghae?” Kyuhyun membuntuti Donghae yang sedang berjalan seakan mencari seseorang. Dia harus melindungi Donghae diam-diam, sejak kejadian yang menimpanya, Kyuhyun tidak pernah percaya ada keamanan di Eropa ini.

Kyuhyun harus tetap diam-diam mengikuti Donghae naik turun bus, berjalan mengelilingi kota, harus cekatan agar dia tidak ketahuan membuntuti sahabatnya itu. Seharian ini misinya adalah melindungi Donghae apa pun yang terjadi, kemampuan-kemampuan yang sudah diasahnya membawa Kyuhyun pada kepercayaan diri yang tinggi.

Tiba di perbatasan Slovenia, yaitu di Basovizza, Donghae tanpa sadar menabrak seorang gadis yang sejak tadi berdiri mematung menatap unjung gang sempit diantara gedung-gedung tinggi. Kyuhyun tidak dapat melihat jelas apa yang terjadi. Dia tidak pernah tau betapa shock Donghae melihat wajah gadis yang dia tabrak.

“Kau?”mata Donghae tidak berhenti menatap gadis yang berada di depannya saat ini. Sebuah perasaan sakit yang tidak terkendali mendesir hebat dalam tubuhnya. Kepalanya menjadi sangat sakit. Terlebih dia sangat setiap bertemu gadis ini, selalu menyebabkan efek tersebut, ingat kejadian di depan kampusnya kan? Dia adalah gadis yang sama.

“Argh!!!!”Donghae berlutut memegang kepalanya. Kyuhyun hampir keluar dari tempat persembunyiannya namun langkahnya tertahan saat melihat topi yang terlepas karena angin menunjukkan wajah gadis itu. Gadis dari Theater an the Wien?!!!

Lutut Kyuhyun bergetar hebat. Sebuah ketakutan besar menyerangnya secara akut. Orang yang mungkin dia cari sudah ada didepan matanya, sahabatnya berbicara dengan orang itu, Kyuhyun tau dia harus menolong Donghae, Kyuhyun tau dia harus membalaskan dendam Song Qian, namun ketakutan itu membuatnya hanya bisa berdiri.

“Ada apa ini? Kenapa aku tidak bisa berkutik sama sekali?!”batin Kyuhyun.

“Apa kabar, Donghae?”tanya gadis itu. Suara gadis itu makin membuat kepala Donghae sakit, Kyuhyun pun makin merasa ketakutan. Ada apa ini? Siapa gadis itu sebenarnya?

“ARGHHHHHHHHHHHH!!!!”teriakan Donghae makin menjadi-jadi. Kyuhyun akhirnya dengan mengumpulkan keberanian yang tersisa berlari mendekati sahabatnya itu sambil menodongkan pistol pada gadis dari Wina itu.

Cagalli yang sedang berbicara pada Roni tidak jauh dari sana mendengar suara itu dan mendekati asalnya. Dia terkejut saat melihat Kyuhyun sedang berada di tempat itu, menodongkan pistol pada seorang gadis berambut panjang hitam.

“Kyuhyun?”

“Cagalli?”

Gadis itu menoleh kebelakangnya, menatap Cagalli dengan tatapan dingin dan haus, seakan seorang vampir yang haus darah melihat mangsanya. Membuat bulu kuduk Cagalli bergidik.

“Hihihihi…,”tawanya dengan suara pelan.

“Benar-benar reuni yang tidak disangka-sangka,”ucapnya.

 

TBC

4 Tanggapan to “STRATAGEM (11)”

  1. elf_love 1 Juli 2013 pada 4:01 PM #

    Akhirnya setelah nunggu-nunggu…….
    Choucho = Sulli?
    Knpa Hae, Kyu sama Cagalli shock abis liat cewek itu? Dy yg ngebunuh Victoria?
    Lanjut ya onn!!! ^^

    • cagalli14 1 Juli 2013 pada 4:59 PM #

      Choucho itu sulli bkn ya? masih misteri. belum ditetapkan gimana ..hahaha!
      sipp,ini sidang sudah selesai, bisa fokus sama nih ff😉

    • elf_love 5 Juli 2013 pada 10:55 PM #

      Ooo… kemarin lagi sidang onn? Wah, hwiting ya onn!! Moga” sukses!
      Berarti bisa apdet cepet ya? #eehh

      • cagalli14 6 Juli 2013 pada 6:35 AM #

        haha iya lagi sidang,skg udah kelar😀
        nih diupdateee😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: