STRATAGEM (15)

6 Jan


Lucifer,tolonglah aku….
Pinjamkanlah aku kekuatanmu….
Aku akan membalasnya dengan darah iblis perempuan.

CHAPTER 15: SEMUA BERKUMPUL DI MUNICH!


“Sudah kukatakan untuk segera menemukannya. Apa pun itu yang harus dikorbankan demi menemukannya,”sebuah suara berat terdengar dari balik kursi yang sangat besar yang membelakangi semua orang.
“Maafkan aku Sir, aku memang telah kehilangan dia, aku berjanji akan membawanya kembali,”seorang pria muda yang tampan berlutut di depan meja besar di belakang kursi itu.
“Ya, sebaiknya kau lakukan seperti itu. Aku tidak bisa kehilangan anak gadisku yang berharga, Kris,”

-startagem-

Siapa…sebenarnya pria itu? Kenapa Chouchou-sama tergerak saat melihatnya. Tatapan seperti itu…aku tidak pernah melihatnya dari Chouchou-sama selama 5 tahun aku mengabdi padanya.
“Perkenalkan. Nama saya Kris Wu, mulai hari ini saya akan melayani anda,”ucapku sambil membungkuk di hari pertama aku bekerja sebagai body guard. Di depan sebuah pintu geser rumah tradisional Jepang.
“…,”
“Maafkan saya, mohon katakan pada saya jika ada seseatu yang anda butuhkan,”ucapku
Zreeet!
“Panggil aku Chouchou,”ucapnya.
Hal pertama yang kulihat adalah rambut halusnya yang tergerai indah menyapu pandanganku saat tertiup angin. Hal kedua yang kulihat adalah wajah putihnya yang cantik berseri walau dengan ekspresi dingin. Dia begitu cantik. Aku tidak pernah membayangkan bahwa senjata andalan perkumpulan ini adalah gadis muda secantik dia.
Mungkin…sejak itu aku telah terjatuh padanya.

Gara-gara ada anak bau kencur yang menembakiku itu aku jadi kehilangan dia! Sial, aku harus mencarinya kemana?!
Selain itu…apa Chouchou-sama masih hidup?
Laki-laki berambut hitam yang menyebalkan itu terlihat tidak bersahabat. Dia seperti ingin sekali membunuh Chouchou-sama. Walau perempuan berambut pendek itu terlihat terintimidasi oleh Chouchou-sama tapi aku tetap merasa was-was! Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika sesuatu terjadi pada Chouchou-sama!
“Kris, aku dengar ada pergerakan di Frankfrut. Aku mencurigai orang-orang yang membawa Chouchou-sama terlibat disana,”ucap Batista.
“Aku rasa orang-orang yang membawa Chouchou-sama tidak terlibat kelompok tertentu, Batista,”ucapku.
“Aku sudah menyelidikinya Kris. Salah satu orang diantara mereka bernama Cagalli, dia adalah sniper dari kelompok bawah tanah Ceko.
“Apa?!”
Gawat! Jika Chouchou-sama jatuh ke organisasi mantan polisi rahasia Ceko bukan hanya nyawa Chouchou-sama yang terancam. Ini menyangkut masa depan organisasi ini dan pemerintahan seluruh Eropa!
“Batista, hubungi dia dan temui aku di stasiun Fankfrut!”
“Baik!”
Trrrrttt! Trrrrrttt!
Nomer siapa ini?
“Halo?”aku mengangkat telepon dari nomer yang tidak kukenal itu.
“Kau yakin mau melakukan perjalanan sia-sia ke Frankfrut?”tanya suara diseberang. Suara perempuan?!
“Si…siapa kau?!”tanyaku. Aku yakin sekali ini bukan suara Chouchou-sama, lagian kenapa dia tau aku mau ke Frankfrut?!
“Eit, jangan langsung tembak dulu. Gimana kalau dimulai dengan perkenalan yang standar sebagai salah satu rekan di bawah organisasi yang sama?”tanyanya. Suaranya benar-benar terdengar ringan.
“Sial, katakan saja siapa kau! Aku tidak bisa membuang-buang waktuku!”
“Euw…aku jadi malas deh, padahal aku tau dimana keberadaan…Chou-chou-sama,”ucapnya dengan jelas.
“Apa?! Sia…!”
Tuuuut tuuuut!
“Sial! Orang aneh siapa ini?!”tanyaku sambil mencoba menelepon balik orang itu.
“Ada apa Kris?”tanya Batista.
“Moshi moshi!”ucap suara diseberang. Orang Jepang?!
“Mo…moshi moshi! Hei, dengar ya. Aku Kris Wu, body guard Chouchou-sama. Bisa tolong perkenalkan dirimu?”tanyaku kali ini secara pelan-pelan. Aku harus bersabar.
“Ah, gomen gomen*. Bukan maksudku untuk menutupnya semena-mena tadi, tapi pulsaku habis karena interlokal. Hehehe. Haik! Namaku Yuko Oshima! Panggil saja Yuko-tan! Aku sudah mengumpulkan informasi, saat ini Chouchou-sama berada di Munich. Nah, untuk selengkapnya cari saja sendiri ya, pergerakan Chouchou-sama tidak bisa dipastikan, sepertinya dia mencari seseorang. Bye byeeee!”
Tuuuut tuuuut tuuut!
Tungggu dulu. Aku belum sempat menanyakan kenapa dia bisa tau aku akan ke Frankfrut mencari Chouchou-sama? Siapa Yuko Oshima ini sebenarnya?!
“Kris, ada apa? Kenapa kau pucat sekali?”tanya Batista.

***

“Oy! Yuko! Sosis ini enak loh!”seru Frank, rekan satu misi Yuko.
Yuko tidak menggubrisnya. Dia hanya duduk di pinggir dek kapal sambil memperhatikan layar ponselnya.
1 panggilan tidak terjawab: Lee Sungmin.
Gadis itu lalu mengscrolling inboxnya dan menandai semua pesan dari Sungmin yang tidak pernah dia buka.
“Oyyy! Yuko!”teriak Frank.
Hapus?  Yes – No.
Yes.
No.
Yuko membatalkan untuk menghapus pesan-pesan itu dan membuka yang paling atas.
From: Lee Sungmin
Yuko, tolong temui aku di Munich. Aku mohon!

Yuko tersentak saat membacanya.
“Oy? Yuko!”
“Bagaimana bisa?!”seru Yuko.
“Eh? Yuko-tan? Ada apa?”

***

Donghae hanya bisa memperhatikan Sulli sejak bangun dari tidurnya pagi ini. Hanya percakapan-percakapan ringan seperti ingin menggunakan kamar mandi duluan atau tidak, mengajak sarapan, atau hal-hal remeh lainnya yang bisa dia utarakan. Kenapa? Padahal sudah lebih dari 10 tahun dia tidak bertemu Sulli, gadis yang sangat penting dari masa kecilnya dulu. Pertanyaan-pertanyaan lain semuanya tertunda karena sebuah pertanyaan besar yang tiba-tiba muncul sejak kejadian tempo hari.
“Sulli…boleh aku bertanya sesuatu?”tanya Donghae akhirnya.
“Ya,Oppa…,”
Dheg!
“Oppa…oppa…apa arti ‘oppa’?”
“Sulli kau tidak lupa sama sekali dengan apa yang kita lalui saat masih kecil?!”tanya Donghae sambil mendekati Sulli. Mengingat Sulli adalah Chouchou dari Jepang, pertanyaan Sulli kecil saat itu dan dilihat dari wajahnya, sepertinya Sulli bukan orang Korea. Dia adalah orang Jepang karena selama bertahun-tahun tinggal di Korea Donghae tidak pernah bertemu dia.
Sulli hanya tersenyum.
“Kalau begitu, apa Oppa juga tidak melupakan kejadian masa kecil?”tanya Sulli dengan senyum yang misterius.
“Maksudmu?”tanya Donghae.
“Seperti, bagaimana kita berpisah?”tanya Sulli.
“Entahlah, aku hanya mengingat samar-semar semua tentangmu. Aku mendapatkan ingatan itu dari mimpi-mimpiku. Saat aku semakin mengingatmu, rasa sakit di kepalaku semakin kuat. Satu hal yang aku sangat ingat tentang perpisahan kita, waktu itu entah kenapa kita berpisah begitu saja. Tapi aku ingat bagaimana kau berkata bahwa kau akan kembali lagi padaku. Sulli,aku senang karena kau sudah kembali,”ucap Donghae dengan wajah bersemu merah. Sulli pun tidak mampu menyembunyikan kegugupan dalam hatinya, dia menunduk untuk menyembunyikan wajahnya.
“Selama lebih dari 10 tahun ini, aku terus berpikir apakah janji itu hanya akan menjadi harapan yang tidak dipenuhi. Ternyata takdir membawa kita kembali, aku bersyukur kau membawaku ke rumahmu di Jepang, kau membawaku kembali padamu,”ucap Donghae.
“Walau seharusnya aku tidak bisa untuk bertemu denganmu dulu,”lirih Sulli.
“Kenapa? Apa maksudmu?”tanya Donghae bingung. Sulli tidak menjawab.
“Aku tidak ingin melibatkanmu dalam semua ini,”lirih Sulli.
“Sulli?!”
“Aku memang telah membunuh orang yang dilihat Kyuhyun di Wina dan aku telah membunuh Song Qian,”ucap Sulli sambil tersenyum tegar.
“Kenapa?!”tanya Donghae shock.
“Kenapa kau harus membunuh mereka?! Sulli katakan padaku siapa sebenarnya kau sekarang?! Aku berjanji akan melindungimu apa pun yang terjadi!”

***

“Orang itu sangat berbahaya,”ucap Cagalli sambil menatap sungai.
“Jadi kau yakin Sulli yang telah merebut masa lalumu? Dia telah membunuh kedua orangtuamu?”tanya Kyuhyun sambil memakan sandwich isi tuna bakar.
“Siwon tidak mengatakan apa-apa saat aku menanyakan ini. Kenapa aku mual dan merasa sakit setelah kau mengambil hipotesis bahwa Sulli telah membunuh kedua orangtuaku, kenapa aku merasa takut bertemu dia, bagaimana masa laluku yang sebenarnya. Dia tidak menjawab sama sekali. Si brengsek itu…aku benar-benar ingin ke San Andreas sekarang juga,”gerutu Cagalli.
“Aku benci bagaimana dia memanipulasi Donghae,”gerutu Kyuhyun.
“Dan kenyataan bahwa dia yang telah membunuh Song Qian tanpa alasan…,”
Cagalli menoleh ke arah Kyuhyun dan menatapnya dengan lekat. Bukan tanpa alasan, Kyuhyun bodoh. Hanya saja, aku penasaran apa hubungan Sulli dengan virus itu.
“Hei kau mau kemana?!”tanya Kyuhyun saat Cagalli beranjak dari tempatnya begitu saja.
“Kau…juga orang itu…aku merasa ada yang aneh dengan kita. Saat ini aku ingin ke suatu tempat, jangan ikuti aku,”ucap Cagalli tegas.
“Hei! Tidak mungkin aku…,”
“Selalu sama-sama kemana pun apa pun yang kuperbuat! Kau bodoh ya?! Kau kira kita pasangan pengantin baru?!”bentak Cagalli.
“Eh? Pengantin baru? Tidak gitu juga…,”tanya Kyuhyun kebingungan.
“Makanya jangan dikit-dikit mengikutiku!”tegas Cagalli.
“Cih! Aku akan pulang sebelum makan malam! Bilang pada Gina,”ucap Cagalli lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Kyuhyun yang kebingungan. Sebuah senyum terulas dibibir Kyuhyun setelah mencerna semua ucapan Cagalli.
“Dasar cewek kikuk,”batinnya.
Kyuhyun lalu membiarkan Cagalli begitu saja. Dia hampir menatap kembali kearah sungai saat menyadari seseorang yang sangat dia kenal berjalan melewatinya. Kyuhyun tersentak dan segera menoleh.
“Hyung?!”

TBC

3 Tanggapan to “STRATAGEM (15)”

  1. Dini Love SullHae 7 Januari 2014 pada 6:45 AM #

    Good good! ayo-ayo chapt selanjutnya. Haduuhhh gimana ya,jawaban Ssul,pas di tanya gitu sama Donghae oppa><
    makin complite aja ni eon🙂

    • cagalli14 5 Maret 2014 pada 5:32 AM #

      in progress!

    • cagalli14 11 April 2014 pada 5:31 PM #

      udh updateeee hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: