STRATAGEM (17+18)

5 Mar

CHAPTER 17: KINDERHEIM 135
51nb6F7VjLL

“Cagalli, jadi benar kau telah meledakkan Frankfurt?”
“Cagalli jawab aku!”teriak Kyuhyun.
“Tenanglah…mari kita jelaskan dari awal,”ucap pria yang duduk di kursi itu.
“Tapi sebelumnya, aku benar-benar ingin mengucapkan secara resmi. Selamat datang kembali, Cagalli…pada dirimu yang sebenarnya,”ucap pria itu.
Cagalli menatap pria itu dengan tajam sementara Kyuhyun pun tidak melepaskan padangannya pada Cagalli. Perasaan Kyuhyun benar-benar tercampur aduk saat mendengar bahwa Cagalli meledakkan Frankfurt.
“Sebagai balasan dari kedatanganmu ini aku akan memberitahu dimana Eric berada. Dengan syarat kau harus memenuhi kewajiban awalmu Cagalli. Kau adalah anak emas yang dibesarkan oleh Gibrain dipanti asuhan yang terdapat di Duesseldorf. Bukan hanya kau. Kau, Kyuhyun, Donghae, anak-anak lainnya…juga adikmu, Sulli. Kalian adalah anak-anak pilihan yang dilatih di Kinderheim 135,”
“Aku?!”tanya Kyuhyun kaget.
“Ya, kau. Pada tahun 1996, Gibrain melakukan eksperimen terhadap anak-anak untuk mensukseskan misi kami menyatukan kembali Eropa. Anak laki-laki yang dititipkan oleh orangtua mereka maupun dibuang orangtua mereka di kinderheim itu dilatih bela diri, menembak, memanah, keahlian dalam berpedang, membunuh dan berpolitik. Tidak ada yang berhasil dalam percobaan itu selain beberapa diantara mereka termasuk Kyuhyun dan Donghae. Namun mereka saja tidak cukup. Gibrain akhirnya bertemu dengan harapan yang selama ini dia nantikan. Sebuah kasus unik menarik perhatian Gibrain dan dia akhirnya memungut dua putri cantik yang bertolak belakang. Sulli, sang adik yang lembut dan Cagalli, sang kakak yang dijuluki anak iblis…,”
“Ini semua tidak nyata kan?! Kau hanya mengarangnya kan?!”seru Kyuhyun tak percaya.
“Hahahahaha…betapa kenyataan yang berat namun sangat menarik. Gadis yang selama ini kau kenal, ingatannya disegel agar dia tidak kembali ke jati dirinya. Dia adalah harapan Gibrain satu-satunya! Dia adalah calon ratu iblis yang akan menguasai Eropa! Dia adalah pembunuh berdarah dingin yang paling alami yang pernah aku temui! Wujudnya adalah gadis biasa yang sangat cantik dan terlihat lemah namun didalam dirinya tersimpan iblis yang tertidur. Iblis haus darah yang kejam! Apa kau ingat, kesenangan saat kau melihat lautan darah di kinderheim saat Ebola-01 menjangkiti anak-anak dan orang dewasa yang ada di kinderheim? Apa kau ingat bagaimana puasnya dirimu saat Frankfurt rata dengan tanah?! Apa kau ingat bagaimana sensasi yang menyenangkan saat kedua orangtuamu kau bunuh?!”
“Hentikan!!!!”teriak Kyuhyun.
“Kau jangan seenaknya mengatakan seolah kau mengetahui Cagalli! Tidak mungkin dia membunuh orangtuanya sendiri!!!”teriak Kyuhyun yang masih mencoba untuk percaya pada Cagalli sampai akhir.
“Aku percaya padamu…apa pun yang terjadi itu karena tuntutan yang ada padamu! Kau tidak mungkin melakukan itu dengan kesenanganmu kan? Kau adalah malaikat penyelamatku!!! Kau adalah penjaga anak-anak jalanan itu! Kau bahkan menangis saat Georgeo tewas dan kau menangisi orang-orang yang tewas karenamu!!!”teriak Kyuhyun.
Kyuhyun menunggu jawaban Cagalli namun gadis itu hanya diam menunduk.
“Cagalli!”
“Hmph…,”sebuah tawa kecil terdengar ditelinga Kyuhyun. Dia menajamkan penglihatannya dan benar-benar melihat seringai kecil dibibir Cagalli.
“Hihihiihihihihihii…hahahahahaha…HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!”tawa Cagalli meledak tanpa bisa tertahankan. Dia sampai menahan perutnya dan tertawa terbahak-bahak.
“Ca…Cagalli…,”Kyuhyun mundur perlahan dengan tidak percaya melihat reaksi yang diberikan Cagalli.
“Lalu kenapa, jika aku memang seperti itu?”tanya Cagalli pada pria di depannya. Lalu dengan gerakan cepat dan tak kasat mata, Cagalli mengarahkan pistol kearah pria yang duduk di kursi tersebut dan menembaknya tanpa ampun.
“CAGALLI!!!!!”
DOR!!!!

~*~*~* ~

11y.o sulli


Aku tidak ingat dimana ini semua dimulai.
Dunia yang sudah tidak waras ini…
“Sayangku apa kau sudah pilih baju mana yang akan kau pakai nanti?”tanya ibu dengan wajah samar yang tidak kuingat. Tangannya yang besar dan hangat mengusap-usap rambutku.
“Apa kalian sudah siap?”tanya ayah yang kuingat hanya bertubuh tinggi dan besar. Seorang gadis kecil yang usianya lebih tua dariku mengikuti dibelakangnya.
“Kita sudah siap, ayo Sulli. Kita berangkat,”ucap ibu.

Pagi itu kami pergi ke taman bermain seperti yang dijanjikan ayah dan ibu untuk merayakan ulangtahunku. Kami hanyalah keluarga kecil yang kuingat sangat sederhana. Tidak banyak yang kuingat, aku paling ingat hari itu karena itu adalah hari pertama aku pergi ke taman bermain dan itu adalah hari terakhir aku melihat ayah dan ibu.
“Darahnya mengalir dengan indah kan?”
“Apa yang kau lakukan kak?!!!!”tanyaku keget saat memasuki dapur karena bunyi teriakan. Saat melihat lantai sudah dipenuhi darah dan kedua orangtua kami meninggal dengan banyak luka tusukan di tubuh mereka, aku langsung terduduk lemas dan merasa perutku mual.
“Apa…salah…mereka…kak…,hueeeek!!!”aku memuntahkan semua isi perutku sambil menangis tersedu-sedu karena bau darah dan pemandangan yang sangat mengerikan bagi anak berusia 5 tahun sepertiku.
“Hei adikku, kau jaga rahasia ini ya…ibu dan ayah mati karena mereka mencintaiku,”aku mengangkat kepalaku saat Cagalli telah berdiri dihadapanku. Betapa kagetnya aku saat dia tersenyum polos dan berlalu begitu saja meninggalkanku yang lemas dan menangis sampai suaraku habis.

Lalu sejak kejadian itu aku tidak melihat kakakku lagi. Sampai akhirnya seseorang dari panti asuhan mendatangiku dan mengajakku tinggal di panti asuhannya.
“Apa kau mau tinggal di tempatku, gadis manis?”tanya pria tua itu.
“Aku?”
“Ya, disana akan ada banyak teman,”
“Apa aku akan aman?”tanyaku ketakutan.
“Oh tentu saja…kau akan menjadi ratunya,”jawab pria itu sambil memeluk tubuhku yang kecil.

Dunia sudah bukan tempat yang aman lagi bagiku….
“Jauhkan aku dari dia! Dia adalah iblis! Jauhkan aku! Jauhkan! Huhuhuhuhuhuhu!”
“Tenanglah Sulli, dia tidak akan menyakitimu,”
“Tidak! Dia akan membunuhku! Dia jahat! Dia iblis!”
“Tentu saja tidak, dia kan kakak kandungmun,”ucap pengasuh bodoh itu.
“TIDAK!!!!”

Diriku yang masih kecil dan tidak bisa apa-apa itu hanya bisa menutup kedua telingaku dan berlari atau menyudut setiap kali ada kakakku. Kehidupanku benar-benar dibayangi mimpi buruk dan ketakutan. Sampai akhirnya aku bertemu denganmu…
“Kenapa kau menangis?”
Aku mengangkat wajahku. Wajah seorang anak laki-laki yang polos tepat berada di depan wajahku. Membuatku kaget tiba-tiba ada anak lain yang menghampiriku.
“Aku tidak ingin hidup disini…aku ingin pergi dari sini…,”jawabku sambil menangis terisak.
“Tenanglah…aku akan membawamu pergi jauh,”ucapnya sambil mengusap-usap kepalaku.
“Benarkah?!”tanyaku.
“Eung! Aku janji!”jawabnya yakin.

Hari itu Donghae oppa menghampiriku yang sangat putus asa. Membawa cahaya kembali dalam hidupku. Setiap hari dia menemaniku sampai aku berani menghadapi dunia ini kembali. Tidak ada yang aku takuti…selama berada disisi oppa. Hanya kehilangannyalah, satu-satunya yang tidak kuinginkan di dunia yang kujalani lagi ini.
Lalu…mimpi buruk terulang kembali.
“Bukankah ini tontonan yang menarik?”tanya Cagalli sambil tersenyum puas. Dia duduk ditahtanya. Duduk di atas kursi di altarnya. Menyaksikan kebakaran dan lautan darah dari anak-anak yang tiba-tiba mengalami pendarahan diseluruh tubuhnya. Lulut si kecil Sulli hanya bisa bergemetaran, aku tidak bisa bergerak dan sangat ketakutan.

Itu adalah hari dimana Bloody Sunday terjadi di Kinderheim 135. Semua orang tewas dalam kejadian itu kecuali diriku dan yang pasti Cagalli. Aku mampu melarikan diri dengan teman dekat Donghae oppa, yaitu Kyuhyun. Sementara aku sendiri kehilangan Donghae oppa yang benar-benar membuatku putus asa dan tidak ingin makan sampai berhari-hari. Aku mengira oppa telah tewas dalam kejadian itu. Aku dan Kyuhyun berpisah karena kami dibawa masing-masing oleh orang dewasa yang tidak kami kenal.
Namanya Samekh. Dia adalah pemimpin organisasi yang saat ini aku ikuti, sekaligus ayah angkatku.
“Tenanglah, kau sekarang tidak apa-apa. Semua sudah berakhir,”ucapnya dengan tangan besarnya yang memelukku.
“Hiks…hiks…,”
“Kau tidak akan bertemu kakakmu lagi,”ucapnya.

Aku ikut Samekh dan dibesarkan dalam asosiasi yang bertugas untuk mempertahankan kesatuan Eropa dalam bentuk yang seperti sekarang dari organisasi-organisasi yang berniat membentuk Negara Uni Eropa. Tujuan awal aku dibawa ke kinderheim dan dipertemukan kembali pada Cagalli adalah karena aku dan dia bagaikan yin dan yang. Kita memiliki kutub yang saling berlawanan dan mereka percaya, disaat Cagalli adalah iblis, aku adalah malaikat. Disaat Cagalli adalah senjatanya, aku adalah penahannya. Disaat Cagalli adalah mesinnya, aku adalah otaknya. Mereka meyakini bahwa aku memiliki kemampuan istimewa itu. Walau hampir kupastikan, bahwa mereka salah besar.
“Ini adalah latihan pertamamu. Nama pasangan ini adalah Kawajima Oshima dan Nakki Ishiyama. Mereka adalah mata-mata pemerintahan Jepang yang mengincar ratu. Mereka sangat ahli di bidang bela diri karate. Walau sulit untuk menang dalam pertarungan jarak dekat, dan kau yang belum mahir dengan pistol ini, kau harus bisa mencari cara untuk mengunci mereka dan membunuhnya,”
“Mengincar ratu? Apa peduliku? Biar saja dia mati,”ucapku yang sudah terbiasa dengan hidup yang sinis.
“Kau yakin?”
Setumpuk foto-foto dilempar ke atas meja. Membuat Sulli bergeming.
“Mereka menggertak ratu dengan menawa sejumlah orang panti jompo dalam perjalanan. Setidaknya 6 orang tewas dalam perisitwa berdarah itu,”
Kenapa…kenapa dunia ini seperti kehilangan akal sehatnya? Kenapa dunia ini seperti kehilangan keseimbangannya? Aku tidak mengerti dengan logika yang saat ini berlaku di dunia ini. Kenapa sepasang suami istri yang terlihat hangat ini membunuh orang lain yang tidak bersalah?!
“Aku mengerti,”ucapku setelah mengubah pendirianku.
“Bagus, kau memang anak yang pantas bagi Samekh,”
Jika dunia sudah kehilangan logikanya untuk menempatkan yang mana yang baik dan yang mana yang buruk, maka aku akan mengubah dunia yang sudah kehilangan akal sehatnya apa pun caranya! Aku adalah saudara iblis itu, aku adalah sisi balik dari seorang Lucifer, aku akan menjadi Gabriel dan melakukan segala hal untuk mengubah dunia yang sudah mulai hancur ini!

-stratagem-

Darah kedua suami istri yang sudah tidak bernyawa ini mengalir dengan kentalnya. Saat ini aku berusia 11 tahun. Kenapa aku tidak takut sama sekali? Kenapa aku sangat dingin seperti ini? Jika gadis seusiaku sepertinya sudah muntah dan pingsan.
“Huhuhuhuhu…okasan…huhuhu…hoeeeek!”
“Siapa itu?!”
Kami semua menoleh saat melihat gadis yang kira-kira dibawahku beberapa tahun menangis di pintu.
“Ternyata ada anak orang ini. Maaf gadis kecil, karena kau sudah melihatnya maka kami akan menghilangkan saksi,”ucap pengikutku.
“Tunggu!”
“Chouchou-sama?!”
“Biarkan dia,”ucapku.
Aku sangat teringat, beberapa tahun yang lalu aku sangat seperti dia. Muntah dan menangis saat melihat darah kedua orang yang sangat kucintai mengalir. Perutku sangat mual dan terasa sangat lemas. Aku seperti dia. Dia…seperti aku.
“Chouchou-sama tapi!”
“Biarkan dia menderita dengan muntah-muntah melihat ayah ibunya yang keji itu. Ayo pergi!”ucapku berpura-pura. Aku benar-benar ingin menangisi diriku yang sudah kehilangan perasaan ini.
“Chouchou-sama…,”semua pengikutku melihat dengan tampang horror, tidak percaya anak kecil sepertiku berdarah dingin seperti yang mereka lihat. Kekejaman yang mereka lihat, semua itu hanya acting yang mati-matian aku perankan.
Hatiku dingin…hatiku membeku…kurasa aku mulai seperti dirinya.
Ah tidak, aku makin menjiwai peran Garbiel-ku. Aku akan melewati neraka, untuk menciptakan surga. Tapi setidaknya biarkan aku menyimpan hati nuraniku sedikit untuk tidak melupakan siapa diriku sebenarnya. Kelereng ini…

“Sulli…kau bukan ingin menyelamatkan dunia dari logika yang sudah tidak dapat kau mengerti lagi,”ucap Donghae lirih.
“Oppa…,”
“Kau…hanya menyelamatkan dirimu dari dunia yang tidak logis lagi,”ucapnya dengan tatapan sendu.
Hah?!!!
Ucapan Donghae oppa menyentakkan pikiranku. Donghae oppa memelukku dengan erat. Sampai aku baru bisa menyadari apa yang terjadi dan apa yang kurasakan, aku hanya bisa membenamkan wajahku didadanya.
“Benar dugaanku…kau adalah gadis yang lemah dan polos. Aku tidak akan membiarkanmu bertarung sendirian lagi, aku akan melindungimu seperti janjiku dulu,”ucap Donghae oppa pelan.
Aku lalu menumpahkan seluruh penderitaanku pada Donghae oppa. Menangis tersedu-sedu. Menangis berteriak seperti anak kecil berusia 5 tahun yang telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga dan merasa lelah. Menangis dengan kencangnya karena dunia yang sudah tidak berpihak padaku lagi. Namun ada sebuah kebahagiaan…suatu kelegaan…bahwa Donghae oppa masih hidup, berada disini bersamaku.
CHAPTER 18: INNOCENT GIRL WITH A CRUEL WORLD

2 Tanggapan to “STRATAGEM (17+18)”

  1. dini 21 September 2014 pada 5:40 AM #

    Oalah😮 spechless bacanya. Jadi Sulli itu baik? Cagalli yang jahat?? Wow :O ahh nunggu kelanjutannya. Update soon:)
    Maaf baru baca eon’-‘ baru ngubek blog ini lagi sih>< but,keep written!:)

    • cagalli14 17 Oktober 2014 pada 4:13 PM #

      maaf aku pending dulu stratagemnya soalnya baru banget refresh bikin ff lagi :”””)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: