Golden Days (Chapter 2)

17 Okt

golden days

“Teman-teman perkenalkan, ini Oh Sehun, namjachinguku!”ucap Sulli dengan senyum malu-malu memperkenalkan pacarnya untuk pertama kali dengan sahabat-sahabatnya.

“Kau?! Kau ternyata diam-diam mendekati sahabatku dan pacaran dengannya! Sialan kau! Kau kan saingan yang menyebalkan!”gurau Kai pura-pura terkejut. Padahal Kai sudah tau sejak awal kalau Sehun sering memperhatikan Sulli yang selalu datang menyemangatinya tiap latihan sepak bola.

“Oh, maaf, aku tidak tau cewek secantik ini punya sahabat macam kamu,”balas Sehun pura-pura cuek.

“Sialan kau! Ayo kita tanding! Kalau kau menang aku biarkan kau pacaran dengan sahabatku ini tapi kalau kalah mending kau mundur deh daripada tidak pantas mendampinginya,”tantang Kai.

“Ayo, siapa takut!”balas Sehun. Saat sama-sama yakin, kedua orang itu bersama dua cewek lainnya menatap seorang lagi yang dari tadi Cuma memperhatikan mereka.

“Aku tidak ikut! Aku tidak mau tau! Aku lebih suka basket!”seru Chanyeol. Krystal dan Sulli tertawa karenanya.

>>ooooo<<

Dentingan grand piano klasik berwarna putih itu terdengar tidak ramah di telinga. Semakin lama permainannya semakin kacau dan seenaknya seakan menumpahkan rasa kalut yang dirasakan sang pianis. Minho turun dari kamarnya dan memeriksa keadaan adik satu-satunya itu.

“Kau habis minum soju, Choi Sulli-ssi?”tanya Minho mendekati gadis berambut panjang terurai dengan pakaian one piece berwarna hijau lemon yang sedang duduk di depan grand piano kesayangannya itu.

JREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENG!!!!!!!!!!

Sulli menekan asal dengan sekuat tenanga tuts-tuts terakhir untuk mengakhiri permainan pianonya. Minho menggeleng-gelengkan kepalanya dan mendekati adik kesayangannya itu.

“Ada apa Sulli sayang? Kau lagi berantem sama pacarmu?”tanya Minho sangat memanjakan Sulli. Sulli Cuma membenamkan wajahnya diantara kedua tangan yang dia lipat diatas piano. Minho menyadari sesuatu yang serius terjadi pada adiknya itu.

“Kenapa Sulli-ah? Sehun ngapain kamu? Kalau kau begini oppa datangin dia, kau tidak boleh stress lagi demi kesehatanmu,”kata Minho serius.

“Tidak ada oppa…aku bisa mengatasinya. Aku sudah besar,”kata Sulli beranjak dari kursinya dan duduk di sofa besar ruang tengah.

Sulli mengambil ponselnya dan mengusap layarnya. Foto dirinya dan Sehun yang sedang memegang satu buah strawberry kecil bersama dengan ekspresi lucu mereka terpampang dilayar besar ponselnya itu. Tidak ada pesan atau telepon sama sekali. Padahal Sulli sudah mencoba menghubungi Sehun sejak tadi.

“Sulli-ah, guru pianomu dulu, siapa namanya? Suho ya? Dia mengundangmu tidak?”tanya Minho.

“Eh? Undangan apa oppa?”tanya Sulli kebingungan.

“Pernikahan lah! Seohyun bilang Suho akan menikah dengan orang yang dijodohkan keluarganya, minggu ini dan aku diajak Seohyun menemaninya. Kau ingin bareng?”tanya Minho.

Hampir saja ponsel yang saat ini dipegang Sulli terjatuh. Sulli langsung berlari ke atas dan tidak lama kemudian dengan mantel besarnya dia turun dan langsung pamitan dengan oppanya.

“Oppa aku pergi sebentar!”seru Sulli langsung meluncur keluar begitu saja.

Saat ini Sulli menuju rumah Krystal dengan perasaan kalut. Jika saja Minho tidak mengatakan soal Suho, mungkin Sulli akan tetap tidak bersemangat seperti tadi. Sekarang dia sedikit lega karena tau masalah yang dihadapi Krystal. Namun tetap saja, perasaannya sekarang makin kacau karena berita itu. Bagaimana tidak, pasti sahabatnya itu sangat menderita karena Suho akan menikah minggu ini dan tentunya bukan dengan Krystal, pacar Suho sendiri!

“Krystal-ah, maafkan aku selama ini aku tidak tau penderitaanmu. Kau pasti mengalami hal yang berat. Sementara aku terbaring sakit dan saat masuk seenaknya saja berharap kau akan menyambutku hangat,”lirih Sulli sepanjang perjalanan di bus.

Perjuangan Sulli sore itu berbuah nihil saat pembantu rumah Krystal mengatakan sudah beberapa hari ini Krystal tidak pulang ke rumah. Sulli melangkah gontai menuju halte bus. Pikirannya penuh dengan keberadaan Krystal saat ini. Dia sangat mencemaskan sahabatnya itu. Krystal orang yang selama ini selalu menunjukkan dirinya kuat dan tidak peduli dengan pendapat orang lain yang tidak penting baginya. Tapi Sulli sendiri tau, bahwa Krystal sangat rapuh dan sangat bergantung dengan Suho, kekasih Krystal sekaligus guru piano mereka berdua sejak kecil.

Ya, sudah 8 tahun ini Krystal menyukai Suho sejak saat pertama kali Suho mengajari Sulli dan Krystal bermain piano saat SD. Krystal sangat tergila-gila dengan Suho dan akhirnya mereka jadian setahun yang lalu. Setau Sulli, Suho juga sangat menyayangi Krystal tapi kenapa dia bisa dijodohkan? Saat memikirkan itu Sulli langsung teringat Sehun. Ya, Sehun pasti satu-satunya orang yang mengetahui keberadaan Krystal.

To : Sehun ^-^

Jagiya, dimana? Apa kau bersama Krystal saat ini?

Sent!

Lama Sulli menunggu balasan dari namjachingunya itu namun tidak juga dibalas. Sulli mencoba meneleponnya berkali-kali namun tidak diangkat sama sekali. Sulli mulai gelisah dan memutuskan untuk ke rumah Sehun.

“Aigo Sulli-ah, Sehun belum pulang. Umma kira dia bersama Sulli seharian karena Sulli sudah sembuh,”ucap ibu Sehun.

“Bagaimana kalau tunggu saja di dalam nanti umma telepon Sehun suruh pulang cepat-cepat,”ucap ibu Sehun mempersilakan Sulli masuk.

“Ah tidak perlu eomonnim, mungkin Sehun oppa masih ada kegiatan klub,”ucap Sulli berbohong mengingat waktu sudah menunjukkan jam 7 malam. Oppanya pasti cemas Sulli belum pulang juga.

“Loh tapi kok Sulli tidak tau? Biasanya tau kan?”

“Ah ne, tapi karena persiapan pertandingan nanti terkadang ada latihan tambahan. Mungkin dia belum pulang karena itu. Nanti saja saya hubungi lagi Sehunnya. Saya pulang dulu eomonnim. Annyeong,”ucap Sulli.

“Ne Sulli-ah, hati-hati ya,”balas ibu Sehun.

Sulli duduk di bus yang ramai oleh orang yang pulang kantor sambil menatap keluar jendela. Selama ini, kapan pun dan dimana pun dia selalu mudah mencari dan menghubungi Sehun. Namun kenapa kali ini dia merasa Sehun sangat jauh? Kenapa Sehun tidak mau mengangkat teleponnya dan membalas pesannya? Hati Sulli terasa sedikit nyeri karena keacuhan kekasihnya kali ini.

***

“Krystal dan Sehun tidak masuk lagi?”tanya Sulli pada kedua sahabatnya. Kai dan Chanyeol hanya diam membisu. Sulli menghela nafasnya namun tidak ingin membuat kedua sahabatnya itu cemas, Sulli menepuk pundak keduanya dan tersenyum cerah ceria.

“Ya sudah kalau begitu, kita hari ini jajan ramyun yuk sambil nonton video Kangin seongsaenim!”ucap Sulli cerah ceria. Kedua sahabatnya itu takjub melihat sikap Sulli yang berubah. Melihatnya bukan malah membuat mereka tenang malah makin membuat mereka berdua cemas.

“Sulli-ah, tidak apa-apa?”tanya Kai.

“Ah mwoya? Aku tidak ada masalah apa pun kok. Yuk!”Sulli mendorong kedua sahabatnya itu masuk ke kelas.

Begitu lah selama 4 hari. Bahkan Sulli, Chanyeol dan Kai sempat dipanggil ke kantor guru perihal ketidakhadiran Krystal dan Sehun. Selama 4 hari itu juga Sulli sama sekali tidak bisa menghubungi atau menemui Sehun. Padahal pertandingan sebentar lagi, Sehun malah meninggalkan latihan dan pergi entah kemana.

Sejujurnya berat sekali perasaan hati Sulli saat ini. Ditinggalkan namjachingunya bersama sahabatnya sendiri. Seolah-olah namjachingunya itu pergi meninggalkan dia untuk bersama sahabatnya itu kan? Namun Sulli memilih untuk tetap tersenyum di depan kedua sahabatnya yang lain dan memilih melepas stress dengan bercanda dengan mereka.

“Ya! Itu bukannya Sehun dan Krystal?”tunjuk Chanyeol pada satu arah. Sulli mengikuti arah yang ditunjuk Chanyeol dan terkejut melihat kedua orang yang sangat dia rindukan itu sedang berjalan berdua bagaikan sepasang kekasih. Hati Sulli berdegup kencang melihat mereka bedua. Kai menyikut Chanyeol, menyalahkannya karena sudah menunjukkan kedua orang itu pada Sulli. Kai sendiri sudah sejak tadi melihat kedua orang itu namun sengaja tidak menunjukkannya.

“Sulli?”

Tanpa ragu-ragu Sulli berlari menyeberangi jalan untuk mengejar mereka berdua namun karena lampu merah bagi pejalan kaki dan Sulli menerobos saja, hampir saja Sulli ditabrak mobil dan Sulli sempat berdiri kaget di tengah jalan dan terjebak kemacetan yang dibuatnya sendiri. Beberapa pengemudi memarahi Sulli dan Chanyeol dengan Kai sibuk meminta maaf sementara Sulli mencoba membalikkan perhatiannya pada Sehun dan Krystal lagi namun kedua orang itu sudah tidak terlihat dimata Sulli.

“Sulli-ah!”teriak Chanyeol.

“Choi Sulli yang kau lakukan tadi itu berbahaya!!!”bentak Kai menahan lengan Sulli. Sulli menoleh namun tidak menjawab Kai.

“Aish jinjja. Kau ini jangan begitu dong Sulli, kalau kau kenapa-kenapa aku tidak bisa memaafkan diriku. Ayo kita cari lagi mereka dengan lebih hati-hati dan focus,”ucap Kai frustasi. Tanpa menunggu jawaban lagi, Sulli melepaskan tangan Kai dan berlari lagi mencari Sehun dan Krystal.

Sulli, Kai dan Chanyeol sudah berlari sampai ke taman kota namun Sehun dan Krystal tidak dapat mereka temukan lagi. Sulli yang kekelahan memegang perutnya dan duduk di salah satu bangku taman. Kedua sahabatnya mengikuti sambil ngos-ngosan.

“Sulli-ah, kita sudahi ya pengejaran hari ini. Aku sudah capek,”ucap Chanyeol kelelahan duduk disamping Sulli dengan kedua kaki direnggangkan.

“Ne…maafkan aku teman-teman,”ucap Sulli dengan tatapan mata kosong. Dia masih shock hampir tertabrak tadi dan menyebabkan kemacetan sampai dibentak ditengah jalan namun dia baru sadar saat ini apa yang sudah dia lalui. Seluruh tubuh Sulli gemetaran, membuat Kai yang menyadarinya kaget.

“Sulli-ah!”

“Aku sudah tidak paham lagi sama Sehun…aku juga ingin menghibur Krystal,”satu persatu bulir airmata Sulli menetes dipipinya. Sulli menghapus airmatanya itu dengan kedua lengannya berganti-gantian.

“Kenapa orang yang selama ini paling dekat denganku malah terasa begitu jauh? Aku tidak bisa bertemu Sehun. Dia tidak ingin mengangkat teleponku, menemuiku, bahkan menghindariku. Apa salahku? Apa aku tidak mampu mendampingi Krystal juga seperti yang dia lakukan saat ini?”curah Sulli. Kai menundukkan wajahnya tidak mampu berbuat apa-apa. Dalam hati dia ingin sekali menghajar Sehun yang telah membuat sahabatnya ini menangis. Chanyeol kaget melihat Sulli tiba-tiba menangis langsung menarik gadis itu ke pelukannya.

“Sial Sehun…sial…,”gumam Kai sambil mengepalkan kedua tinjunya.

“Sial!!!!”Kai lalu berlari meninggalkan Chanyeol dan Sulli.

“Kai!!!”teriak Chanyeol kaget. Namun dia tidak bisa mengejar Kai karena Sulli masih menangis. Akhirnya Chanyeol hanya bisa mengusap-usap rambut Sulli untuk menenangkannya.

***

“Kai, ada apa kemari tengah malam begini?”tanya Sehun saat Kai mendatangi rumahnya tengah malam saat Sehun pulang. Kai belum menjawab dan hanya menatap Sehun dengan penuh amarah. Melihat gelagat Kai, Sehun memutuskan untuk pergi ke taman dekat rumahnya agar tidak mengganggu keluarganya.

“Kenapa Kai? Kau ingin menanyakan kabar Krystal? Dia masih seperti itu, terkadang menangis tiba-tiba. Terkadang melamun dan pergi begitu saja jika tidak kuawasi,”ucap Sehun sambil membuka tutup minuman yang dia beli dari mesin softdrink di taman itu.

“Hebat ya,”ucap Kai. Sehun menegak minumannya dan melirik Kai.

“Bisa-bisanya kau lebih memperhatikan cewek lain dibanding pacarmu sendiri,”ucap Kai dengan suara berat.

“Eh? Maksudmu?”tanya Sehun.

“Sehunnie, jangan sok polos. Tinjuku sudah siap melayang,”erang Kai.

“Kau mau menghajarku? Hajar saja! Kau mau protes aku mengabaikan Sulli untuk beberapa saat ini karena mendampingi Krystal? Silakan pukul saja aku,”ucap Sehun.

“Mengabaikan?! Ya! Aku protes soal itu!” Kai bangkit dari duduknya dan menghajar Sehun.

“Kau sudah keterlaluan kali ini Oh Sehun! Kau tega membuat Sulli menangis?! Kalau kau pria hadapi dia dengan jantan! Jangan jadi pengecut dan melarikan diri!”

“Apa maksudmu melarikan diri? Keadaan ini bukan seolah aku berbuat salah pada Sulli dan menghindarinya!”Sehun membela diri.

“Lalu kau berhak meninggalkan pacarmu begitu saja dan mengabaikannya selama berhari-hari?! Sulli saat ini menderita karena sikapmu! Dia selalu tersenyum dan tertawa seakan masalah ini tidak mempengaruhinya! Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa dia sangat cemas!”Kai hampir menghajar wajah Sehun sekali lagi namun dia menahannya.

“Sehunnie…aku Cuma minta ini padamu. Jika kau berencana terus berada disisi Krystal dan tidak ingin memperhatikan Sulli lagi lebih baik lepaskan dia. Jika Sulli menangis lagi aku pastikan hidungmu patah!”Kai melepaskan kerah baju Sehun dan meninggalkan Sehun yang mengusap darah disudut bibirnya.

***

Keesokan harinya Sehun dan Krystal masuk sekolah dan Sulli menyambut mereka dengan senyuman manis khasnya. Sulli sengaja tidak menampakkan kecemasannya selama ini karena dengan kehadiran mereka saja Sulli sudah bahagia. Dia berencana menyokong Krystal pelan-pelan agar gadis itu dapat lebih kuat. Namun sepanjang hari Krystal terlihat diam saja dan tidak bahagia.

“Krystal-ah…,”Sulli menggenggam tangan Krystal. Krystal menatap Sulli dengan lekat. Saat itu Chanyeol, Sehun dan Kai sedang ke kantin membeli beberapa makanan untuk mereka makan di kelas.

“Sulli-ah, kau sudah sehat?”tanya Krystal. Sulli tersenyum lirih mendapati pada kenyataannya saat ini Krystal lah yang terlihat pucat. Sulli bertanya-tanya seberat apa yang dilalui Krystal sampai Sehun pun harus terus bersamanya.

“Aku sudah super sehat! Jangan khawatirkan aku! Lebih dari itu, aku lebih ingin melihatmu penuh semangat lagi Krystal-ah,”lirih Sulli sambil bermanja ria. Krystal tersenyum kecil melihat sahabatnya itu.

“Memang aku selama ini sesemangat kamu? Tidak tau,”jawab Krystal sambil tertawa kecil.

“Hehehe…eh Krystal, kau ada film yang mau ditonton? Mau karaokean gak? Atau main di game station? Aku kangen main denganmu,” Sulli memeluk Krystal.

“Sulli-ah…mianhe…,”Krystal mendorong Sulli agar dapat menatapnya.

“Aku sudah tidak seperti dulu lagi,”ucap Krystal.

“Krystal…,”Sulli takut Krystal akan menumpahkan perasaannya. Kenapa ini? Kenapa sekarang Sulli jadi tidak sanggup? Dia tidak sanggup melihat tatapan mata sendu Krystal.

“Ah mianhe. Kau pasti sudah tau kan aku putus sama Suho oppa. Oh iya, itu bukan masalah utamanya sih…yang jelas, kalau semua sudah stabil aku janji akan main denganmu,”ucap Krystal.

“Krystal-ah, bukan itu yang aku mau,”Sulli menggenggam kedua tangan Krystal.

“Aku ingin berjuang bersama-sama Krystal,”ucap Sulli bersungguh-sungguh. Krystal tertegun melihat kesungguhan Sulli dan tersenyum lembut sambil mengusap kepala Sulli. Saat itu ketiga namja tampan mereka datang sambil membawa banyak makanan. Saat berkumpul suasana jadi ramai lagi. Namun kali ini Krystal dan Kai terlihat berbeda. Mereka tidak berinteraksi sama sekali. Selain itu Sehun kelihatannya lebih sering memperhatikan Krystal dibanding Sulli sekali pun.

“Sehun-ah, aku hari ini pulang dengan Chanyeol saja ya,”ucap Krystal.

“Eh? Tapi…,”

“Kau pasti ingin pulang dengan Sulli juga kan? Aku akan baik-baik saja,”ucap Krystal.

“Krystal-ah, aku antar Sulli dulu baru jemput kamu ya?”tanya Sehun di depan Sulli. Membuat Sulli jadi tidak enak dan tersenyum pahit. Kai dan Chanyeol melotot pada Sehun yang tidak disangkanya mengatakan hal seperti itu di depan Sulli.

“Krystal-ah, jika saja kau tidak sekacau ini Sehun juga tidak akan sekhawatir itu sama kamu. Berhenti deh terlalu mellow,”celetuk Kai yang lebih berada dipihak Sulli. Krystal bagaikan tertohok saat mendengar ucapan Kai dan menatap namja itu tak percaya.

“Kai…,”ucap Sulli kaget.

“Aku tau Kim Jongin, aku memang tidak sekuat namja sepertimu. Ah, aku lupa…namja memang seperti itu dimana-mana. Berhati batu!”Krystal lalu meninggalkan tempat itu dan berlari keluar.

“Kai!” seru Sulli kesal. Baru saja Sulli mau mengejar Krystal, Sehun sudah keburu mengejar Krystal.

“Kau juga Sulli-ah! Sudah jelas-jelas Sehun sekarang bagaimana, kau tidak perlu pura-pura buta lagi! Kenapa cewek-cewek suka berbohong pada dirinya sendiri sih?! Ck!”Kai meninggalkan Sulli dan Chanyeol. Chanyeol merangkul Sulli, bersiap menjadi sandarannya lagi untuk menangis namun kali ini Sulli menelan bulat-bulat tangisannya dan berlari keluar kelas.

Chanyeol memperhatikan sekitarnya. Untung saat ini kelas sedang sepi karena praktek kimia dan kebetulan mereka berlima dibebaskan karena sudah menyelesaikan praktek mereka duluan. Chanyeol menggaruk-garuk kepalanya lalu berteriak frustasi.

~~~

Sulli berlari keluar mencari Sehun dan Krystal. Berusaha menghibur Krystal walau dirinya sendiri sangat tersakiti oleh perkataan dan sikap Sehun. Terlebih ucapan Kai membuat Sulli tidak bisa tenang. Namun kali ini tekad Sulli sudah bulat. Dia harus mengesampingkan masalah pribadinya dulu dan harus mendampingi Krystal apa pun yang terjadi. Karena, dibanding siapa pun hanya Sulli yang paling mengerti seberapa dalam rasa cinta Krystal pada Suho.

Langkah Sulli terhenti saat melihat dua sosok yang dia cari-cari. Senyum yang hampir merekah diwajahnya menghilang saat dia menyaksikan Sehun memeluk Krystal begitu erat. Tak lama kemudian wajah Sehun mendekat pada wajah Krystal dan….

“Sulli-ah!”seru Krystal kaget. Sehun menjauhkan wajahnya dari Krystal dan menoleh pada Sulli. Sulli hanya bisa menelan bulat kekecewaannya.

“Aku mengganggu kalian berdua? Maafkan aku…teruskan saja apa yang mau kalian lakukan tadi,”ucap Sulli mencoba bersikap biasa saja sekuat hatinya.

“Sulli-ah…,”lirih Sehun sambil mengusap wajahnya.

“Bye,”ucap Sulli lalu berlari meninggalkan Sehun dan Krystal. Menyembunyikan airmata yang tidak bisa dibendung lagi olehnya.

Kenapa?! Padahal mereka masih keluarga kan?! Kenapa Sehun hampir mencium Krystal?! Mungkin jika aku tidak datang hal yang mengerikan itu akan benar-benar terjadi. Atau memang sudah sering terjadi selama Sehun dan Krystal menghilang selama ini?!

Sulli berhenti berlari dan berjongkok di lorong yang sepi itu. Menangis tersedu-sedu merasakan sakit teramat. Kenapa harus dikhianati seperti ini disaat dia sama sekali tidak berniat berpikiran yang jelek tentang mereka berdua. Dua orang yang sangat disayangi Sulli!

“Sulli-ah…,”Kai berjongkok menghampiri Sulli. Namun Sulli tetap berkutat pada tangisannya. Kai menarik Sulli ke dalam pelukannya dan mencium pucuk kepala Sulli dengan lembut.

Saat itu Krystal dan Sehun yang mengejar Sulli datang. Krystal tertegun melihat Kai, sahabatnya yang paling keras padanya mengenai masalah yang dihadapi Krystal tampak begitu lembut dan mendukung Sulli. Sehun yang melihat kekasihnya dipeluk oleh pria lain dan dicium seperti itu naik pitam dan langsung menarik Kai, hendak menghajarnya. Akan tetapi Kai lebih sigap dan menahan tinju Sehun lalu mendorong namja tinggi kurus itu.

“Apa?! Mau protes kau?! Sudah tidak berhak!!!”bentak Kai pada Sehun.

“Sulli masih yeojachinguku brengsek!!!”Sehun masih berusaha menyerang Kai namun Kai berhasil menampisnya lagi.

“Jauh-jauh dari Sulli! Kau bukan siapa-siapa! Kalau bukan karena kau namjachingu Sulli aku tidak pernah menganggapmu!”seru Kai.

“Sudah hentikan!”teriak Sulli. Saat itu Chanyeol datang dan menyaksikan apa yang terjadi.

“Sulli, dengar dulu aku!”Sehun meraih lengan Sulli namun Kai menepisnya.

“Apa yang mau dia dengarkan lagi?! Setelah kau ketangkap basah baru kau sadar hah?! Dia sudah cukup melihat kau dan Krystal hampir berciuman!”erang Kai. Chanyeol sangat kaget mendengar ucapan Kai. Namun dia yakin Kai tidak membuat-buat melihat keadaan Sulli saat ini.

“Jangan ikut campur Kai! Aku namjachingu Sulli!”bentak Sehun habis kesabaran.

“Kau tidak punya malu lagi Sehunnie? Masih punya harga diri mengatakan kau ini pacar Sulli? Hentikanlah. Cukup sudah sikapmu merusak persahabatan ini. Jangan merusak persahabatan Sulli dan Krystal lebih jauh lagi,”Chanyeol menahan Sehun. Melihat Chanyeol yang selama ini selalu ceria dan netral dengan siapa pun angkat bicara, Sehun mau tidak mau mundur dan mengalah.

“Ayo Sulli-ah,”ucap Chanyeol sambil merangkul Sulli meninggalkan tempat itu.

*Sehun pov*

Tsk! Apa yang sudah aku lakukan?! Melihat Krystal menangis dan serapuh ini membuatku terlena dan hampir menciumnya. Aku pasti menciumnya jika saja Sulli tidak datang saat itu. Dan aku sudah melukai Sulli, yeojachinguku sendiri!

“Aku mengganggu kalian berdua? Maafkan aku…teruskan saja apa yang mau kalian lakukan tadi,”ucap Sulli saat itu. Dia terlihat berusaha keras bersikap tenang. Namun aku bisa menangkap air mukanya yang mulai mengkeruh.

“Sulli-ah…,”

“Bye,”Sulli lalu berlari meninggalkanku dan Krystal. Aku yang melihat kehancuran Sulli seperti itu tidak bisa menggerakkan kakiku sama sekali.

“Sehunnie? Kau kejar Sulli!”tegur Krystal. Aku tersentak kaget.

“Tunggu apa lagi?! Kau harus menjelaskan padanya!”seru Krystal ikut berlari mengejar Sulli.

Ya, Sulli harus mendengar penjelasanku. Aku memang salah dan selama ini terbuai pada kelemahan yang ditunjukkan Krystal. Tapi aku tidak berniat melihat Sulli seperti ini!

Aku lalu berlari mengikuti Krystal dan Sulli. Kulihat Sulli menangis dan saat itu Kai mendekatinya dan mendekapnya. Aku jadi sangat cemburu saat melihat Kai mencium pucuk kepala Sulli. Tanpa basa basi lagi aku langsung memburu Kai untuk menghajarnya namun dia mampu menahan seranganku. Sial! Dia memang lebih kuat dariku.

“Apa?! Mau protes kau?! Sudah tidak berhak!!!”bentak Kai.

“Sulli masih yeojachinguku brengsek!!!”kataku emosi. Dia tidak berhak mengatakan itu padaku! Aku dan Sulli belum putus dan itu tidak akan terjadi!

“Jauh-jauh dari Sulli! Kau bukan siapa-siapa! Kalau bukan karena kau namjachingu Sulli aku tidak pernah menganggapmu!”seru Kai.

“Sudah hentikan!”teriak Sulli. Aku tersadar dan mengikuti perintah Sulli karena aku tidak ingin hatinya lebih sakit lagi melihat aku dan sahabat dari kecilnya itu berkelahi.

“Sulli, dengar dulu aku!”aku meraih lengan Sulli namun Kai menepisnya.

“Apa yang mau dia dengarkan lagi?! Setelah kau ketangkap basah baru kau sadar hah?! Dia sudah cukup melihat kau dan Krystal hampir berciuman!”erang Kai.

“Jangan ikut campur Kai! Aku namjachingu Sulli!”bentakku habis kesabaran. Kenapa untuk mengurusi hubunganku berdua saja dengan Sulli bisa sesulit ini?! Dimana letak kesalahanku?!

“Kau tidak punya malu lagi Sehunnie? Masih punya harga diri mengatakan kau ini pacar Sulli? Hentikanlah. Cukup sudah sikapmu merusak persahabatan ini. Jangan merusak persahabatan Sulli dan Krystal lebih jauh lagi,”Chanyeol tiba-tiba datang dan menahanku. Aku terdiam saat Chanyeol mengatakan hal yang tidak kusangka-sangka akan keluar dari mulutnya.

“Ayo Sulli-ah,”ucap Chanyeol sambil merangkul Sulli meninggalkan tempat itu.

Aku hanya menatap punggung ketiga orang itu berlalu dengan nanar. Krystal menarik lengan bajuku.

“Tidak apa, aku akan menjelaskannya dengan baik pada Sulli,”ucapku.

Namun hal itu tidak pernah terjadi. Sepulang sekolah aku langsung ke rumah Sulli namun tidak ada orang sama sekali. Aku sampai menunggunya sampai malam namun tetap tidak ada tanda kedatangan Sulli. Keesokan harinya Sulli tidak masuk sekolah dan saat aku datangi rumahnya, Minho bilang Sulli sudah ke Prancis meneruskan sekolah disana dengan ibunya.

Sulli tidak pernah kembali lagi. Tidak pernah mendengarkanku lagi. Tidak pernah membalas pesan-pesanku lagi. Lalu kurasa hubunganku kali ini benar-benar berakhir begitu saja. Sejak kepergian Sulli, aku, Krystal, Chanyeol dan Kai tidak pernah bersama-sama lagi. Bahkan Kai dan Chanyeol, mereka sekarang sibuk masing-masing. Krystal juga memutuskan untuk pindah ke Amerika dan tinggal dengan kakaknya disana untuk melupakan luka hatinya karena Suho dan kehancuran persahabatan ini.

Aku memang baru bertemu keempat orang itu setelah dikenalkan oleh Sulli. Mereka sudah bersahabat sejak SMP, bahkan Sulli, Krystal dan Kai sudah bersahabat sejak TK. Sejak awal aku memang bukan siapa-siapa disini dan hanya bergabung karena Sulli pacarku dan Krystal ternyata masih keluarga jauhku. Dan aku yang bukan siapa-siapa ini dengan cerobohnya menghancurkan persahabatan mereka. Menghancurkan Sulli dua kali. Baik hatinya maupun persahabatan yang selama bertahun-tahun dia miliki.

*tbc*

“Aku tidak pernah menyangka akan bertemu denganmu lagi. Kali ini kurasa sudah tidak ada gunanya lagi bagimu penjelasan dariku karena kau sudah bahagia dengan Luhan hyung. Tapi aku tetap harus mengatakannya. Setelah ini anggap saja kita baru berkenalan 5 jam yang lalu karena Luhan hyung,” – Sehun

“Sehun cinta pertamaku. Sampai sekarang pun hanya Sehun yang kucintai. Aku berusaha sekerasnya menerima Luhan oppa dalam hatiku. Tapi kebaikannya hanya mampu menembus logikaku. Aku ingin sekali lagi menemui Sehun dan mengatakan dengan jelas. Selama ini aku selalu dan selalu merindukan dia,” – Sulli

“Kai menyusulku ke Amerika dan disana kami bersama-sama lagi seperti dulu. Namun ada satu hal yang mulai berbeda. Perlahan-lahan aku merasa kehadiran Kai sudah mengobati luka hatiku. Aku mampu melupakan Suho oppa,” – Krystal

“Sebenarnya, dulu saat kita mengucapkan janji di lapangan itu, aku sudah menganggap kita semua sebagai sahabat yang memiliki ikatan yang sangat kuat. Kau juga salah satu bagian dari persahabatan ini, Sehunnie,” – Chanyeol

“Aku menyayangi kalian berdua dan jika aku disuruh memilih aku tidak bisa memilih diantara kalian berdua. Tapi pada kenyataannya memang bukan aku yang harus memilih. Aku menghargai apa pun keputusanmu Sulli-ah, aku sayang padamu,” – Luhan.

“Hai-hai! Cagalli balik lagi setelah hiatus panjang karena kuliah dan berita buruk yang terus menerus melanda uri aegy, Sulli. Awalnya aku udah gak mood lagi bikin ff Sulli, bahkan aku sempat ganti karakter2 imajinasiku jadi cowok cewek abstrak dengan nama Jepang, karena aku jadi melarikan diri ke anime-anime sejak berita Sulli yang tidak mengenakkan keluar. Tapi lama-lama aku sadar, gak ada yang bisa menggantikan bintang dihatiku ini :”””) jadi mau gimana pun Sulli, aku tetap akan bikin ff tentang dia ^^. Kali ini dengan member EXO! Yap, member EXO (walau dulu sempat bilang “Nanaonan EXO teh begang-begang” tapi tapi tapi sekarang malah kena virus EXO hahahahaha😄 mungkin sebentar lagi aku bakal direkrut sama EXO jadi alien wanita di lost planet mereka😄 (maaf ngawur #plakk). Bukan berarti kecintaanku sama Sulli-SJ berakhir, Stratagem bakal terus lanjut, tapi karena aku baru refresh otak, jadi aku bikin ff romance dulu (yang mungkin bakal beruntut, wkwkwk) soalnya kecintaanku sama couple HunLli dan HanLli lagi meningkat drastis (mian Ssulhae ><)). Oke, semoga kalian menikmati karyaku ini ^^” – cagalli14

6 Tanggapan to “Golden Days (Chapter 2)”

  1. swag jinri 17 Oktober 2014 pada 4:45 PM #

    Fixxx keren bgtttt ffnya… krasa bgt feelnya thor, aku ampek nangis bneran byangin jdi sulli. :’v
    omg… salut ama kai. Jg ngehh/? Liat chanyeol… ah sehun :’v jhat bener istrinya/? D bikin nangis…

    Ahay hunhan saingan.. :v
    fighthing thor… lanjut…

    • cagalli14 17 Oktober 2014 pada 4:47 PM #

      makasih udah baca ^^ part 3 menyusul segera, tapi gak malem ini ya hehehehe kuusahakan minggu malem paling lambat ^^

  2. berliyana 18 Oktober 2014 pada 12:03 AM #

    sumpah geregetan gua bca nya ..
    Biari ajha sulli ama luhan lagi..
    Sehun dah nyakitin sulli

    • cagalli14 18 Oktober 2014 pada 10:10 AM #

      iya yaaa ..hehehe ditunggu aja kelanjutannya ya ^^

  3. ulfahalimatus 18 Oktober 2014 pada 6:45 PM #

    Ia ampun ff nya nyesek banget, ikut sakit hati kalau aku jadi sulli, mencoba berpikir positif, tetep ceria demi sahabatnya,
    Ya beneran tu sehun mau cium kristal, mang ada masalah apa si kristal sampai sehun harus merhatin ma ngejagai kristal, sampai ngelupain pacar sendiri.
    Ia si sulli ke paris, ia gak ada kesempatan sehun buat ngenjelasin

  4. tiyabaekkie 20 Oktober 2014 pada 10:29 AM #

    Daebakkkkkkkk….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: