Golden Days (Chapter 3)

18 Okt

Golden Days Chapter 3

Cast       :

  1. Choi Sulli

Tokoh utama di cerita ini. Dia adalah gadis yang cantik dan ramah namun memiliki karakter yang sederhana walau pun memiliki seorang pacar yang tampan, tergabung dalam geng paling terkenal di sekolah dan merupakan anak orang kaya. Mulai bimbang dengan kesetiaan persahabatan yang selama ini dia miliki dan memutuskan untuk pindah setelah kehilangan kedua hal yang paling dia jaga, cinta dan persahabatan.

  1. Oh Sehun

Mantan pacar Sulli dan saudara jauh Krystal. Dia adalah cowok yang paling cool dan keren di sekolah, begitu kata cewek-cewek pendiri fansclub Sehun. Sangat jago bermain sepak bola dan pintar dalam pelajaran. Sifatnya sesuai penampilannya, sedikit dingin terutama dengan orang yang tidak dia kenal. Sejak putus dengan Sulli dan Krystal pergi ke Amerika, Sehun memutuskan untuk berhenti bermain sepak bola dan focus kuliah demi meneruskan perusahaan ayahnya.

  1. Kim Jongin/ Kai

Sahabat Sulli dan Krystal sejak kecil. Sangat menyayangi keduanya dan merupakan penjaga keduanya. Sebenarnya menyukai Krystal namun sangat benci melihat Krystal yang terlalu terhanyut dalam pengkhianatan Suho. Kapten klub sepak bola dan merupakan saingan berat Sehun sekaligus sahabatnya sejak Sulli jadian dengan Sehun. Sejak lulus sekolah dia mengikuti Krystal pergi ke Amerika.

  1. Krystal Jung

Sahabat dari kecil Sulli dan Kai. Cewek paling cool, versi ceweknya Sehun di sekolah. Dia sangat modis dan atletik karena itu tidak sedikit laki-laki yang tergila-gila dengannya. Tidak jelas apakah dia menyukai Kai lebih dari sekedar sahabat, karena diantara cowok yang lainnya Krystal paling nyaman bersama Kai. Sejak Sulli pindah, Krystal mulai menyadari kesalahannya dan perlahan-lahan berubah lebih memperhatikan sekitarnya dan hal ini membuat Kai mendekatinya lagi.

  1. Suho

Cinta pertama Krystal. Dia adalah guru piano Krystal dan Sulli. Saat Krystal masuk SMA dia memberanikan diri mendekati Suho dan mereka jadian. Namun Suho menikah dengan gadis yang dipilihkan kedua orangtuanya disaat Krystal ternyata mengandung anak Suho namun keguguran.

  1. Chanyeol

Salah satu sahabat Sulli, Krystal, Kai dan Sehun. Dia mood booster di kelompok mereka dan satu-satunya cowok yang benar-benar jomblo (walau Kai jomblo, tapi dia menyukai Krystal). Bagi Chanyeol keutuhan persahabatan mereka adalah hal yang paling penting dibanding apa pun. Sejak peristiwa di lorong tersebut dan Sulli tidak pernah datang lagi, Chanyeol sangat kecewa dan untuk menghibur dirinya sendiri dia memilih untuk bersenang-senang dengan yang lain dan menganggap keempat sahabatnya yang lain sudah tidak ada lagi.

  1. Xi Luhan

Kakak kandung Sehun namun sudah lama berpisah sejak kedua orangtua mereka cerai. Tinggal di Paris dan bertemu lagi dengan Sulli cinta pertamanya saat masih kecil. Tanpa tau bahwa Sulli adalah mantan pacar Sehun, Luhan pun mulai mengisi hari-hari Sulli yang kosong. Sangat menyayangi Sehun dan merupakan satu-satunya orang yang sangat dihormati Sehun.

Summary             : Setelah dikecewakan oleh sahabat dan kekasihnya, Sulli memutuskan untuk menerima tawaran melanjutkan sekolah di Paris. Sementara Sehun, Kai, Chanyeol dan Krystal tetap menyelesaikan sekolah mereka di Seoul namun tidak pernah terlihat bersama-sama lagi selain Sehun dan Krystal. Setelah lulus sekolah, Krystal dan Kai melanjutkan kuliah di Amerika, Sehun dan Chanyeol memilih jurusan manajemen bisnis di Seoul University untuk meneruskan perusahaan orang tua mereka. 3 tahun setelah meninggalkan Korea, Sulli kembali ke Korea untuk mengadakan recital. Saat dia mengurus persiapan recital di Seoul University, dia bertemu Sehun kembali.

golden days luhan

 >>>ooo<<<

3 tahun sudah berlalu sejak hari itu. Sulli menginjakkan kakinya dengan perasaan campur aduk untuk pertama kalinya setelah 3 tahun tersebut. Perlahan dia menghirup udara kota Seoul di musim gugur dengan menghayatinya. Seorang namja yang baru turun dibelakangnya tersenyum melihat tingkah yeoja di depannya itu.

“Kurasa kau lebih ingin berkeliling kota dulu dibanding langsung ke hotel,”ucap namja berambut wine dengan topi beanie berwarna hitam.

“Anieyo oppa, kau pasti kerepotan bawa-bawa koper. Kita ke hotel dulu baru setelah itu jalan-jalan. Gimana?”tanya Sulli sambil memberikan kedipan pada namja itu.

“Terserah padamu. Aku kan yang mau diajak jalan-jalan olehmu,”ucap namja itu.

“Tuan Xi Luhan dan Nona Choi Sulli dari Art and Performing Paris?”tiba-tiba saat mereka keluar dari pintu kedatangan seorang kurir menghampiri mereka.

“Eh iya,”ucap mereka berdua dengan penuh tanya.

“Saya utusan dari Tuan Kim, akan membawa kalian berdua ke hotel yang sudah dipesankan,”ucapnya.

“Oh baiklah. Kalau begitu ayo kita pergi,”ucap namja tampan bernama Luhan itu.

Mereka lalu pergi ke hotel yang sudah dipesankan oleh Kim Ryeowook, penyelenggara recital Sulli di Seoul. Sebenarnya Sulli tidak akan menginap di hotel juga karena dia akan langsung pulang ke rumah setelah mengajak Luhan makan dan jalan-jalan, namun Luhan harus terlebih dahulu menaruh barang-barangnya dan Sulli menitipkan kopernya di kamar Luhan.

“Oppa, let’s go,”ucap Sulli penuh energy. Luhan tersenyum dan mengusap rambut Sulli yang panjang itu lalu mengiyakan. Mereka lalu keluar hotel dan tempat pertama yang mereka tuju adalah café karena mereka sudah terlalu lapar.

“Mianhe Sulli-ah, kau pasti capek. Harusnya tadi kita istirahat dulu di hotel,”ucap Luhan melihat Sulli yang lahap makannya.

“Aku tidak capek oppa, aku lapar. Hehehe. Lagipula aku sudah lama tidak melihat Seoul,”Sulli berhenti makan dan mengedarkan pandangannya ke luar jendela melihat salah satu sudut kota yang sudah lama dia tinggalkan.

“Lalu kau mau mengajakku kemana setelah ini?”tanya Luhan.

“Oppa maunya kemana?”tanya Sulli balik. Luhan tertawa lalu mengunyah makannya sejenak sebelum menjawab.

“Namsang tower,”jawab Luhan sambil tersenyum manis.

“Mwo? Oppa mau ngapain kesana?”tanya Sulli.

“Itu bakal jadi start yang baik untuk melihat-lihat kota Seoul kan? Aku sudah lama sekali tidak kemari, mungkin landmark kota Seoul sudah berubah total,”jawab Luhan.

“Okay~ kita akan ke Namsang tower habis ini,”ucap Sulli. Luhan memberikan senyuman ramahnya lalu melanjutkan makannya. Sementara untuk sejenak, Sulli memiliki sedikit keraguan dalam hatinya.

~~~

Sulli dan Luhan sampai di lantai paling atas Namsang tower. Disana, sejak dari tangga tadi banyak sekali love note yang ditempelkan pasangan-pasangan di Korea Selatan ini. Saat menginjak keluar, Sulli sedikit termenung melihat kumpulan gembok berwarna-warni yang sejak dulu tidak pernah berubah, hanya jumlahnya saja yang makin bertambah.

*flashback*

“Ah Sehunnie, apa ini tidak apa-apa?”tanya Sulli yang sibuk mencoba mengaitkan gemboknya.

“Ne Jagiya, begini saja. Tidak apa-apa, kurasa tidak akan lepas,”ucap Sehun membantu Sulli mengaitkan gembok mereka.

Cklek!

“Aigo, rasanya aku degdegan sekali!” seru Sulli setelah mereka berhasil mengaitkan gembok mereka di tempat yang fenomenal itu.

“Lebih deg-degan daripada saat aku tembak?”tanya Sehun menggoda.

“Tidak, itu mendebarkan. Kalau ini deg-degan,”jawab Sulli dengan polosnya.

“Hahaha! Kau itu, lalu apa bedanya? Kau mau yang lebih mendebarkan lagi?”Sehun mendekatkan wajahnya tiba-tiba ke depan wajah Sulli. Sulli hampir melompat kebelakang karenanya, Sehun tertawa melihat reaksi yeojachingunya itu.

“Ah wae…,”protes Sulli yang sangat malu kalau-kalau Sehun menciumnya di depan umum begini. Namun dia sekarang lebih malu lagi karena ternyata Sehun mempermainkannya.

“Hahahaha! Kau tidak mau dilihat semua orang kita berciuman?”tanya Sehun.

“Tentu saja babo! Emang itu untuk dipertontonkan?”Sulli menghindari tatapan Sehun. Namun Sehun malah menarik tangannya dan mengajak pergi.

“Kajja, kita ke tempat yang lebih sepi kalau gitu,”ucap Sehun.

“Yaaaaa!!!!”seru Sulli dengan wajah memerahnya

*end of flashback*

Sulli melihat ke sudut dimana dia dan Sehun dulu mengunci gembok mereka. Namun tidak ingin memuaskan rasa penasarannya, Sulli memutuskan untuk meninggalkannya begitu saja dan menyusul Luhan.

“Sulli-ah, apa kau pernah mengunci gembokmu disini?”tanya Luhan melihat-lihat sekitarnya.

“Tidak pernah,”Sulli berbohong karena dia tidak ingin menganggap ada apa yang sudah dia lalui dengan namja yang pernah mengkhianatinya.

“Oppa mau melakukannya?”tanya Sulli penasaran.

“Ne,”jawab Luhan.

“Dengan siapa?”tanya Sulli yang tidak menyadari apa-apa.

“Bagaimana kalau aku bilang dengan dirimu?”tanya Luhan lalu berbalik menatap pada Sulli. Sulli tertegun melihat ketulusan dimata bening Luhan.

“Se…sebagai tanda persahabatan?”tanya Sulli gugup.

“Hahaha! Tentu saja tidak. Kau mengerti kan maksudku?”

“Eh? Maksud Oppa apa?”tanya Sulli benar-benar tidak mengerti, atau tidak ingin mengerti?

“Hahaha. Bagaimana ya…aku jadi bingung sendiri kalau kau tidak mengerti maksudnya,”ucap Luhan.

“Maksudku begini,”Luhan mengecup lembut dahi Sulli. Membuat tubuh Sulli membatu karenanya. Beberapa orang disekitar mereka saling berbisik melihat Luhan mencium Sulli.

“Wah lihat, pasangan itu manis sekali. Cowoknya berani sekali mencium gadisnya. Dua-duanya sama-sama sangat cakep dan cantik,”bisik mereka namun semuanya terdengar oleh Sulli. Sulli menundukkan wajahnya dengan malu-malu.

“Sejak bertemu denganmu saat SD dulu di kelas piano aku sudah menyukaimu dan tidak bisa melupakanmu sampai kita bertemu lagi. Kurasa itu adalah takdir. Karena ini sekarang aku mengatakan dengan jelas padamu bahwa aku sangat mencintaimu. Maukah kau menjadi kekasihku?”tanya Luhan tak disangka-sangka oleh Sulli. Kenapa dari banyaknya waktu yang mereka lalui di Paris, malah Korea dan di salah satu tempat kenangannya dengan Sehun dia mengatakan hal seperti ini?

“Maaf tiba-tiba. Aku selalu mencari momen yang tepat untuk mengatakan ini dan kurasa disini tempatnya,”ucap Luhan.

Sulli menatap Luhan dengan lekat. Tepat saat dia pertama kali masuk ke Art and Performing University, dia bertemu Luhan yang ternyata adalah seniornya di kampus. Sama seperti 9 tahun sebelumnya saat pertama kali Sulli masuk ke kelas piano, Luhan mengajari Sulli bagaimana cara melakukan crescendo dengan baik. Luhan selalu menyambutnya dan tersenyum ramah padanya. Kebaikan hati Luhan selalu menyentuh hati Sulli namun tidak pernah sampai ke tempat paling dasar dihatinya. Setelah pertemuan kedua itu, Sulli yang patah hatinya setelah merasa dikhianati sangat terhibur oleh kehadiran Luhan. Disana dia tidak dapat memungkiri bahwa kehadiran Luhan sangat berarti baginya. Namun bagaimana pun juga, kebaikan hati Luhan hanya mampu dihargai Sulli saja, cintanya yang masih karam kepada Sehun tidak bisa dia lupakan sama sekali.

“Oppa…biar aku pikir-pikir dulu,”ucap Sulli lembut.

***

Sulli berkali-kali mengecek ponselnya dengan gelisah. Jam di taman sudah menunjukkan pukul 7 malam namun taman sudah sesepi ini. Sulli jadi takut karena sendirian namun dia sudah terlanjur berjanji di tempat ini.

“Apa Luhan oppa lupa jalan kesini?”tanya Sulli gelisah.

“Sulli-ah, kau tidak apa-apa?” tiba-tiba datang Luhan yang sudah berdiri tak jauh dari tempat dia menunggu.

“Oppa, aku takut sendirian di tempat seperti ini,”lirih Sulli.

“Hahaha, maafkan aku Sulli-ah, aku sejak tadi sibuk mencari sesuatu,”ucap Luhan merasa bersalah lalu mendekati gadis yang rambutnya sedang dikuncir kuda itu.

“Mencari apa? Sudah dapat? Kita bisa mencarinya bersama,”tanya Sulli.

“Tidak perlu, karena aku mencari ini,”Luhan mengeluarkan apa yang sejak tadi dia sembunyikan di belakang badannya. Sulli sama sekali tidak menyadarinya sejak tadi. Sebuah kotak kecil berpita merah yang manis dan Sulli berharap sekali apa yang ada di dalamnya itu ada diisi kepalanya saat ini.

“Macha cheese cake kesukaanmu,”ucap Luhan dengan senyum manisnya.

“Ah! Terima kasih oppa! Kau tau aku ingin sekali makan ini!”Sulli menerimanya dengan penuh semangat.

“Hahaha, ayo kita duduk di bangku itu,”Luhan mengajak Sulli duduk di bangku taman sambil menikmati macha cheese cake.

“Oppa…,”ucap Sulli.

“Ya?”tanya Luhan tanpa mengalihkan pandangannya pada Sulli yang sibuk makan cakenya.

“Coba sejenak jangan tatap aku terus,”ucap Sulli dengan ekspresi sok datar.

“Hahaha. Mianhe. Kau terlalu cantik bahkan saat makan pun menggemaskan,”ucap Luhan. Sulli tertegun mendengarnya. Sesaat pikirannya pun melayang-layang pada masa lalu.

*flashback*

“Yak Park Chanyeol, kau bisa lebih cepat tidak? Aku lapar nih!”seru Sehun ditengah hiruk pikuk kantin sekolah menunggu sahabatnya itu memesan makanan.

“Sulli-ah kau sudah pesan sesuatu? Yak, Kai, kau yakin nggak makan?”tanya Krystal sibuk melihat daftar menu.

“Aku sudah memesankan Sulli jjangmyun,”jawab Sehun.

“Aku lagi diet buat pertandingan nanti,”ucap Kai.

“Yaaaa! Setidaknya kau beli sesuatu yang bergizi. Susu kek, jangan sampai dietmu merusak kesehatanmu,”protes Krystal.

“Ne eommonim…,”jawab Kai tanpa beranjak dari posisinya sama sekali.

“Aish kau ini. Benar-benar ya, Chanyeol-a! Pesankan watermelon milk satu!”seru Krystal.

“Ne!”

Kai hanya tersenyum kecil melihat tingkah Krystal. Tak lama kemudian Chanyeol datang membawa tatakan makanan pesanan mereka. Sehun dengan alaminya mengambil bagian Sulli dan meletakkannya dengan rapi dihadapan Sulli yang duduk disebelahnya. Pemandangan ini memang sudah biasa bagi yang lainnya juga siswa dan siswi di sekolah itu. Sehun adalah pacar yang sangat care dan selalu berada disisi Sulli dan hal itu membuat semua orang mengagumi Sehun sekaligus iri pada Sulli.

“Sehun-a…,”ucap Sulli sambil melahap jjangmyunnya.

“Ne?”tanya Sehun dengan polosnya.

“Bisakah kau tidak menatapku barang semenit saja?”pinta Sulli.

“Tidak. Soalnya kau terlalu cantik bahkan saat makan pun menggemaskan,”ucap Sehun. Semua sahabat mereka tersedak dari makan mereka saat mendengar gombalan Sehun dan tertawa terbahak-bahak. Hal itu membuat Sulli mengeluarkan semburat merah pada pipinya. Tanpa mempedulikan sekitarnya, Sehun kemudian mengusap noda kecap yang ada disudut bibir Sulli dengan jempolnya kemudian dia menjilat noda itu.

“Yak! Oh Sehun! Se…setidaknya jangan di depan umum…,”Sulli tidak sanggup lagi dan menyembunyikan wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“Hahahaha! Aigo Sulli-ah, aku jadi iri padamu,”tawa Chanyeol.

“Yak Park Chanyeol! Kalau kau iri kau coba saja pacaran dengan Sehun!”ucap Sulli yang habis dengan rasa malunya siang itu.

*end of flashback*

“Sulli-ah?”

Panggilan Luhan sontak menyadarkan Sulli dari kilasan masa lalunya. Sulli menatap Luhan dengan nanar. Disini Sulli berniat mengutarakan semua perasaannya pada Luhan sebagai jawaban dari pernyataan cinta Luhan tadi. Sulli lalu meletakkan cakenya dan mengambil nafas perlahan-lahan.

“Aku pernah merasakan luka yang begitu besar dari pengkhianatan seorang kekasih dan seorang sahabat,”ucap Sulli mencoba tersenyum. Luhan mulai mendengarkan dengan focus.

“Dia pacar pertamaku, juga cinta pertamaku. Kami berpacaran selama hampir 3 tahun. Namun suatu hari aku memergoki dia hampir mencium sahabatku. Aku memang sudah merasakan kejanggalan beberapa hari itu, dari sikap dan ucapannya, dia nampaknya sudah melupakanku dan lebih memperhatikan sahabatku itu. Mungkin perasaan itu walau dulunya begitu dalam tapi suatu hari manusia juga bisa berubah, begitu pikirku. Karena itu, setelah kejadian tersebut aku ragu pada cinta seseorang,”ucap Sulli sambil menatap Luhan dengan sendu. Bukan maksudnya untuk meragukan perasaan Luhan yang sudah tertanam selama lebih dari 9 tahun itu, tapi luka yang dirasakannya benar-benar menorehkan bekas yang tidak bisa dihilangkan.

“Apa ini yang ingin kau sampaikan tadi?”tanya Luhan. Sulli mengangguk.

“Bukan karena aku tidak bisa melupakan masa laluku oppa,hanya saja aku merasa luka dihatiku belum sembuh betul. Aku tidak ingin setengah-setengah mencintai seseorang. Aku sangat menghargai perasaan oppa dan berharap dapat memberikan yang terbaik untuk oppa. Maafkan aku,”lirih Sulli. Luhan menarik pundak Sulli agar tubuhnya dapat lebih dekat dengannya.

“Aku mengerti. Aku pasti akan menunggu dengan sabar jawaban yang terbaik darimu,”ucap Luhan. Sulli tersenyum tulus pada Luhan dan laki-laki itu pun membalasnya tak kalah tulus. Sesungguhnya Sulli dapat merasakan kesungguhan hati Luhan, karena itulah dia tidak dapat menerima Luhan disaat dia takut akan membalasnya dengan setengah hati.

“Sulli-ah, sebenarnya besok aku berencana mempertemukanmu dengan seseorang,”ucap Luhan memecah suasana biru diantara mereka.

“Benarkah? Siapa?”tanya Sulli.

“Ya, seseorang yang sangat special. Dia adalah harta kecilku, dan dia rahasia terbesarku. Aku sangat senang jika dapat mengenalkannya padamu,”jawab Luhan.

“Ne oppa, aku juga sangat senang dapat bertemu orang yang special bagi oppa,”kata Sulli mencoba menekan rasa penasarannya. Siapa orang itu? Sahabat? Keluarga? Mantan kekasihkah?

***

“Sulli-ah, kau dimana?”tanya Luhan di telepon. Sulli yang sibuk mencari susu pisang kesukaannya berhenti sejenak untuk menjawab telepon Luhan.

“Aku sedang di supermarket oppa, ada apa?”tanya Sulli dengan suara yang manis. Ya, dia memang begitu manis terhadap Luhan yang sangat baik dengannya.

“Tidak apa, hanya mengingatkanmu nanti jam 4 sore jangan lupa ya,”jawab Luhan dengan suara yang sangat menenangkan bagi Sulli. Sulli tersenyum senang.

“Ne, tenang saja. Apa aku perlu membawa sesuatu untuk orang special bagi oppa itu?”tanya Sulli.

“Ah, ne. Maukah kau membelikan cokelat Hersey rasa mint?”tanya Luhan balik. Sulli tertegun. Tidak asing nama cokelat tersebut beserta rasanya yang unik. Sulli dulu bahkan pernah mencibir seseorang karena begitu menyukai cokelat itu.

“Sulli-ah?”

“Ah, i…ya…ya, tentu saja oppa. Sudah dulu ya, sampai jumpa,”Sulli langsung menjawab Luhan.

“Ne, sampai jumpa Sulli-ah,”balas Luhan lalu menutup teleponnya.

Hersey rasa mint? Sulli memegang cokelat yang memiliki rasa yang aneh menurutnya itu. Sungguh kebetulan yang aneh, Luhan memintanya membelikan cokelat ini, cokelat yang sangat disukai Sehun.

***

Luhan dengan kemeja berwarna kuning-hitam kotak-kotaknya sudah siap menunggu seseorang yang sangat istimewa baginya. Berkali-kali dia mengintip keluar gedung tersebut menunggu orang yang sangat ditunggu-tunggu olehnya. Sulli mengikuti Luhan dari belakang dan ikut mendongak keluar mencari seseorang yang ditunggu Luhan.

“Oppa, dia belum datang juga?”tanya Sulli penasaran.

“Ne Sulli-ah, ah, kau sudah melakukan rehearsalmu?”tanya Luhan.

“Eung. Sekarang tim sedang sibuk menata lighting. Kita tunggu di dalam saja yuk?”ajak Sulli karena dia cemas jika Luhan sendirian.

“Tidak apa, kau duduk saja beristirahat. Nanti kalau dia sudah datang aku bawa ke tempatmu,”Luhan membelai rambut Sulli dengan lembut. Sulli tersenyum tulus pada Luhan yang bagi Luhan, walau pun saat ini dia belum mendapatkan cinta Sulli, melihat senyum itu saja sudah sangat membahagiakan baginya.

“Ne oppa, aku tunggu di dalam ya,”ucap Sulli.

Sulli berjalan mengelilingi hall yang akan menjadi saksi bisu recital pertamanya di Korea, yang juga recital tunggal pertamanya. Suatu kehormatan baginya diundang oleh Kim Ryeowook, guru besar jurusan seni music di Seoul University ini. Usahanya selama 3 tahun di Paris terbayar sudah karena impiannya sudah berada di depan mata.

“Permisi, agassi,”sapa seseorang. Sulli menghentikan langkahnya. Tidak juga menoleh langsung kebelakang setelah mendengar suara itu.

“Agassi? Maaf saya mau bertanya,”sapa orang itu lagi. Sulli dengan ragu-ragu memutar balik tubuhnya untuk melihat wajah dari pemilik suara. Suara yang tidak asing baginya. Sulli menutup mulutnya dengan kedua tangannya tak percaya melihat sosok yang saat ini berdiri dihadapannya.

“Sulli…?”tanya orang itu tak kalah kagetnya.

“Se…Sehun…?”Sulli hampir tidak bisa mengeluarkan suaranya. Sosok Sehun benar-benar berdiri dihadapannya. Sosok yang selama 3 tahun ini menghilang dari kehidupannya. Sosok yang seharusnya sudah dilupakan oleh Sulli. Sosok yang sering masuk ke setiap mimpi baik maupun buruk Sulli.

“Sulli-ah, sepertinya dia tidak masuk lewat pintu bela…Sehunnie!”Luhan tiba-tiba datang dan memeluk Sehun. Sulli tak mempercayai apa yang dia lihat. Luhan memeluk Sehun. Apa Sehun adalah orang yang dimaksud Luhan?

*tbc*

“Aku tidak pernah menyangka akan bertemu denganmu lagi. Kali ini kurasa sudah tidak ada gunanya lagi bagimu penjelasan dariku karena kau sudah bahagia dengan Luhan hyung. Tapi aku tetap harus mengatakannya. Setelah ini anggap saja kita baru berkenalan 5 jam yang lalu karena Luhan hyung,” – Sehun

4 Tanggapan to “Golden Days (Chapter 3)”

  1. ulfahalimatus 18 Oktober 2014 pada 6:53 PM #

    Akhirnya di post yeee.
    Sulli ketemu sehun, sehun ketemu sulli, dan kakak nya, wa bakal jadi cinta segitiga antara adik kakak, siapa yang bakal ngalah nic,

    • cagalli14 19 Oktober 2014 pada 3:38 PM #

      part 4 sudah dipublish ^^ selamat membaca, maaf ya kalo jelek hehehe

  2. berliyana 19 Oktober 2014 pada 12:47 AM #

    thor .. Plise .. Sulli ama luhan ajha ya😦 jeball😦 biarin si sehun ngrasain karma pernah nyuekin sulli plus hmpir ngeduain sulli .. Ya thor .,. Jebal ..

    • cagalli14 19 Oktober 2014 pada 3:39 PM #

      hehehe …ditunggu aja ya kelanjutannya gimana, aku juga galau nih milih siapa ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: