Golden Days (Chapter 4)

19 Okt

 hfjflkgfj

Golden Days (Chapter 4)

by: cagalli14 

 “Sehun-a, ada seseorang yang sangat ingin kukenalkan denganmu,”ucap Luhan dengan penuh semangat.

“Benarkah? Siapakah orang itu? Orang special bagi hyung?”tanya Sehun.

“Dia sangat special bagiku. Aku berencana menjadikannya yang pertama dan terakhir dalam hidupku,”jawab Luhan.

 

>>>ooo<<<

 

“Sehun-a, kenalkan ini Choi Sulli. Dia adalah orang yang kuceritakan itu. Bagaimana? Cantik kan? Tidak akan kubiarkan kau naksir dia juga. Hahahaha!”tawa Luhan sambil memperkenalkan kedua orang yang saat ini saling bertatapan dengan tidak percaya.

“Oppa, dia…,”

“Ah hyung, jadi ini? Siapa? Sulli? Nama yang bagus. Kau pacar hyungku ya? Wah kau beruntung sekali, hyung sangat lembut dan perhatian apalagi pada orang yang dia cintai. Aku harap kau bisa menjaganya,”ucap Sehun langsung memutuskan apa yang ingin dikatakan Sulli. Sulli tertegun mendengarnya.

“Ya, namaku Sulli,”jawab Sulli pelan. Dia tidak mengerti akan sikap Sehun namun sejenak sebelumnya dia sempat berpikir bahwa Sehun akan mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang juga dicintai oleh Sehun namun Sulli langsung tersadar dan teringat bahwa Sehun sudah menjadi milik Krystal, sahabatnya sendri. Ya, mengingat kenyataan itu membuat hati Sulli terasa sakit lagi, namun sekarang bukan saat yang tepat.

“Sulli-ah, Sehun adalah adikku. Kami sudah lama tidak bertemu sejak kedua orangtua kami bercerai. Dia adalah rahasia terbesarku, karena selama ini kami tetap berhubungan baik dibelakang kedua orangtua kami yang tidak akur. Dia tampan sekali kan? Hahaha, sama sekali tidak mirip aku,”ucap Luhan dengan bangganya. Sulli hampir tidak bisa menutup mulutnya mendengar fakta yang keluar dari mulut Luhan. Sehun yang berdiri disamping Luhan mengalihkan pandangannya agar tidak menatap Sulli.

“A…aku tidak tau oppa punya adik…,”ucap Sulli tak percaya.

“Ya, aku memang tidak pernah cerita padamu karena seperti sudah jadi kebiasaan aku menyembunyikan harta kecilku ini,”Luhan merangkul Sehun dengan akrab. Sulli hanya tersenyum kecil melihatnya. Benar-benar kenyataan yang tidak bisa dipercaya oleh Sulli. Sehun adalah adik kandung Luhan oppa?

“Ah, begitu. Pantas oppa menyuruhku membeli Hersey mint,”ucap Sulli sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

“Mwo?”tanya Sehun dan Luhan berbarengan.

“Ah, soalnya cokelat ini langka dan yang menyukainya sangat langka. Dulu ada seseorang yang menyukai cokelat ini juga,”Sulli gugup saat keceplosan mengatakan hal tadi.

“Jadi maksudmu Sehun langka?”tanya Luhan sambil tertawa.

“Hahaha. Ya, karena dia adalah harta berharga bagi oppa, pasti dia orang langka yang istimewa bagi oppa,”jawab Sulli dengan senyum yang dibuat-buat. Sulli sudah hampir berkeringat dihadapkan dengan Sehun bersama-sama dengan Luhan. Apalagi setelah 3 tahun tidak bertemu malah bertemu di tempat seperti ini dan kenyataannya Sehun adalah adik dari Luhan yang sedang berusaha meraih cintanya.

“Kalau begitu, ini aku juga bawa ini,”ucap Sehun sambil menyerahkan sebuah kotak yang sangat dikenal Sulli. Mata Sulli membulat tak percaya melihatnya.

“Woah, Sehunnie, kau kok bisa menebak kesukaan Sulli? Ini Macha Cheese cake kesukaan Sulli!”seru Luhan antusias.

“Karena hyung bilang dia adalah orang special bagi hyung. Sudah jadi kebiasaanku membelikan cake ini untuk orang yang memiliki label ‘spesial’,”tanggap Sehun tanpa menatap Sulli. Hati Sulli berdesir mendengarnya. Apakah orang ini sedang mencoba menggodanya? Tapi, hey! Bukankah Sehun sudah bersama Krystal?

“Kalau begitu ayo kita makan disana,”ucap Sulli.

Mereka lalu memakan cake itu bersama sambil saling bercerita. Luhan yang paling banyak bercerita karena sangat antusias pada Sehun bahwa besok Sulli akan melakukan recital pertamanya sampai bercerita tentang pertemuan pertama mereka saat SD di kelas piano. Dari sana Sulli baru tahu bahwa kepergian Luhan yang tiba-tiba dikarenakan oleh perceraian kedua orangtuanya.

“Hyung, aku ada janji, aku pamit dulu ya,”ucap Sehun.

“Baiklah, kau janji padaku besok harus datang menonton ya,”ucap Luhan.

“Ne hyung, aku akan menonton. Sulli-ssi, aku pamit dulu…,”ucap Sehun sambil menatap Sulli.

“Fighting untuk besok,”sambungnya lalu berdiri dan pamitan sekali lagi pada mereka lalu pergi.

Kepergian Sehun saat itu membuat Sulli menghela nafas panjang. Dia tidak dapat bernapas baik selama Sehun ada diantaranya dan Luhan. Perasaannya berkecamuk. Ada banyak pertanyaan yang ingin dia ajukan namun dia ragu apakah dia masih berhak mendapat jawaban dari Sehun.

***

Jalanan di kota Seoul saat malam hari sunggu menjadi candu bagi Sulli yang sudah 3 tahun menghabiskan malamnya di Paris. Luhan selalu setia mendampinginya sampai Sulli dijemput oleh Minho di depan hotel Luhan. Walau malam itu seperti malam-malam sebelumnya yang sering dia lalui bersama Luhan, namun malam itu sedikit berbeda karena Sulli mengetahui fakta bahwa Luhan adalah kakak kandung dari Sehun, mantan pacarnya. Dan sepertinya Sehun pun sama dengan Sulli, lebih memilih untuk merahasiakan hubungan mereka dulu dari Luhan.

Sulli baru saja turun dari mobilnya saat sebuah mobil berhenti di depan rumahnya. Sulli memiliki firasat agak aneh saat melihat warna putih mobil tersebut dan meminta Minho masuk duluan agar dia yang mengecek siapa yang datang. Saat Sulli membuka pagar rumahnya, Sulli tertegun melihat sosok yang baru turun dari mobil sport putih itu. Seperti yang sudah dia firasatkan, warna favorit orang tersebut.

“Sehun-a…,”

“Annyeong Sulli-ssi,”ucap Sehun dengan formal. Sulli tersenyum kecut karena Sehun bersikap formal padanya.

“Bisa kita bicara sebentar?”tanya Sehun. Sulli melirik sebentar ke dalam rumah kemudian menatap Sehun kembali.

“Tidak disini,”jawab Sulli.

“Baiklah, di taman biasa saja,”ucap Sehun berjalan duluan mendahului Sulli.

Sulli menatap punggung Sehun yang tidak pernah dilupakan oleh otaknya. Tubuh Sehun besar dari terakhir kali mereka bertemu saat SMA. Punggungnya makin lebar dan sepertinya tinggi badannya pun makin bertambah. Namun satu yang tidak berubah bagi Sulli, kehangatan yang dapat dia rasakan bahkan dibalik punggung itu, tidak berubah sedikit pun.

Mereka duduk di bangku taman tempat dulu mereka sering bertemu jika di dekat rumah Sulli. Keduanya membuka tutup soft drink yang baru saja mereka beli di mesin penjual otomatis. Sulli sedikit tersenyum melihat Sehun tadi tidak lupa apa kesukannya, milk tea.

Sunyi masih menyelimuti mereka untuk beberapa saat. Tidak tau kata apa yang akan diucapkan pertama kali setelah sekian lama.

“Apa kabar?”tanya Sehun akhirnya.

“Ah bukan, lama tidak bertemu Sulli,”Sehun mengulang perkataannya.

“Ya, lama tidak bertemu. Setelah saat itu…,”ucap Sulli yang tidak bisa melupakan pertemuan terakhirnya dengan Sehun yang sangat menyakitkan.

“Aku tidak pernah menyangka akan bertemu denganmu lagi. Kali ini kurasa sudah tidak ada gunanya lagi bagimu penjelasan dariku karena kau sudah bahagia dengan Luhan hyung. Tapi aku tetap harus mengatakannya. Setelah ini anggap saja kita baru berkenalan 5 jam yang lalu karena Luhan hyung,”ucap Sehun akhirnya. Sulli tersenyum lega melihat sifat Sehun yang asli kembali lagi, bicara langsung tepat pada sasaran.

“Ya, aku juga tidak pernah menyangka. Karena aku belum siap membayangkannya,”ucap Sulli yang lebih bersikap tenang kali ini.

“Dulu 3 tahun yang lalu, tanpa sempat menjelaskan apa-apa kau pergi begitu saja. Wajar jika kau tidak siap membayangkannya. Kau pasti sangat terluka. Maafkan aku,”ucap Sehun pelan.

“Tidak apa. Rasa sakit memang sudah wajar, aku adalah manusia,”jawab Sulli.

“Kurasa kau benar-benar tidak membutuhkan penjelasan dariku,”ucap Sehun lirih.

“Ya…,”jawab Sulli pelan.

“Tapi kurasa aku berhak?”sambung Sulli.

“Begitu…baiklah,”Sehun memangku dagunya dengan kedua kepalan tangannya sambil mengingat kejadian yang lalu.

“Krystal aborsi saat 4 hari dia tidak masuk sekolah itu. Dia berisirahat di kontrakan yang kusediakan,”ucap Sehun memulai penjelasannya. Baru saja dimulai, Sulli sudah menatap Sehun kaget.

“Sebenarnya aku sudah berpikir untuk melibatkanmu dalam masalah Krystal namun aku berpikir kau tidak berhak memikirkan masalah orang lain. Aku berpikir bahwa aku adalah keluarga Krystal, karena itu aku sibuk sendiri saat itu. Krystal putus dengan Suho setelah tau Suho dijodohkan oleh keluarganya, tepat saat Krystal akan mengatakan bahwa dia hamil. Krystal datang padaku dengan penuh airmata dan membuat hatiku luluh. Saat itu, tanpa memikirkanmu sama sekali, aku berpikir akan melindungi Krystal sepenuh hatiku. Krystal bertengkar dengan Suho sampai dia terjatuh dari tangga dan saat itu…dia berdarah. Aku membawa Krystal ke dokter dan disana dokter menyuruhnya mengeluarkan jasad janin yang baru tumbuh 2 bulan di dalam kandungan Krystal. Disana dia semakin frustasi dan aku makin tidak bisa beranjak dari sisi Krystal. Tidak ada waktu untuk berpikir, tidak ada waktu untuk menjelaskan kepada kalian. Krystal makin hancur dan Suho mengetahui kenyataannya. Kau tau? Suho hampir bunuh diri jika saja Krystal tidak menghentikannya. Saat itu sangat kacau. Aku sendiri tidak tau harus berbuat apa. Krystal sangat mencintai Suho dan memilih Suho menikah dengan orang lain daripada mengakhiri nyawanya demi Krystal. Setelah kau pergi, Krystal tidak ada waktu menjelaskan dan mengurusi masalah persahabatannya. Dia sibuk mengurusi permasalahannya dengan Suho. Saat kau pergi, aku mulai sadar bahwa aku sudah mendorongmu jauh dari permasalahan ini, permasalahan Krystal yang menjadi permasalahanku. Dan aku sadar, kau seharusnya berhak tau…,”terang Sehun.

Sulli tidak dapat menghentikan bulir airmata yang terus turun ke pipinya mendengar kenyataan yang diceritakan oleh Sehun. Sulli mulai menyesal sudah berpikiran secara sepihak, sudah sangat egois dan mengecap Krystal mengkhianatinya. Walau memang dia berhak tau kenyataannya dari dulu tapi dia tetap menyesal telah meninggalkan Krystal disaat terberatnya. Seharusnya Sulli bertahan dan ngotot mendampingi sahabatnya itu. Namun apa boleh buat, dia tidak bisa berbohong bahwa dulu dia sangat menderita melihat keacuhan Sehun dan kedekatannya dengan Krystal.

“Jangan menangis,”Sehun menyeka airmata Sulli dengan penuh rasa bersalah. Hatinya dapat merasakan sakit yang dirasakan Sulli, bahkan baginya perasaan itu lebih menyakitkan disaat dia melihat Sulli yang tidak salah apa-apa harus menjadi korban dari keegoisannya.

“Aku memang salah Sulli-ah…aku terlena oleh kelemahan seorang wanita. Aku belum pernah mencium Krystal atau pun menganggap dia sebagai orang yang kucintai. Semua perlakukanku saat itu jujur aku akui adalah rasa simpati yang kusalahartikan. Dan kebodohanku itu berbayar mahal. Aku harus kehilanganmu,”ujar Sehun dengan suara yang mulai serak.

“Dan aku sadar, aku tidak berhak lagi mendapatkan maaf darimu,”ucap Sehun lagi, suaranya kali ini makin parau.

“Aku benar-benar bodoh. Aku juga menyalahkan Krystal selama ini,”isak Sulli.

“Kau tidak salah. Aku yang salah,”ucap Sehun.

“Jangan menangis lagi Sulli-ah, cobalah hubungi Krystal dan lihat betapa bahagianya dia sekarang. Dan aku juga berharap kau sekarang dapat bahagia dengan Luhan hyung…,”

Sulli menatap mata Sehun. Terlihat sendu namun penuh kejujuran. Sulli ingin memeluk Sehun yang saat ini berada tepat didekatnya namun mendengar nama Luhan yang selama ini sudah mendampinginya dan membuatnya melupakan rasa sakit yang dia rasakan, membuat Sulli menahan keinginannya itu. Sosok Sehun sangat menggoda bagi Sulli untuk dipeluk karena dia terlihat begitu rapuh. Sulli yakin Sehun pun menyimpan penyesalan yang begitu mendalam.

“Maaf aku tidak mendengar penjelasanmu dulu saat itu,”Sulli menyeka airmatanya. Mulai mencoba tenang.

“Kau berhak marah. Itu tidak apa-apa. Ini semua hukuman bagiku,”ucap Sehun.

“Kau salah Sehun-a. Kau selalu begitu. Memikul bebanmu sendiri dan tidak mau membaginya. Hanya itu kesalahanmu,”ucap Sulli tanpa sadar menggenggam kedua tangan Sehun. Sehun tertegun melihat sikap Sulli, dia nyaris akan mencium Sulli jika saja bayangan Luhan, kakaknya, tidak muncul dibenaknya.

“Ya. Sekarang setelah semuanya jelas, kuharap kita bisa mengulang lagi dari awal. Anggap aku adalah Sehun yang baru kau temui 5 jam yang lalu, bahagiakanlah Luhan oppa lebih dari kau dulu membahagiakanku. Karena aku yakin dia tidak akan pernah mengalihkan pandangannya darimu, tidak sepertiku. Sudah malam, aku pulang dulu,”ucap Sehun berdiri lalu meninggalkan Sulli tanpa sempat memberi gadis itu kesempatan untuk membalas ucapannya.

***

Gadis itu menatap lama pada cermin rias didepannya. Luhan tersenyum kecil melihat tingkah Sulli.

“Kau gugup?”tanya Luhan sambil meminjat kecil pundak Sulli untuk membuatnya rileks. Sulli tersadar oleh kedatangan Luhan dan tersenyum kecil.

“Aku memang gugup, tapi jangan khawatir,”jawab Sulli. Sejujurnya Sulli sedikit down setelah kejadian semalam. Penjelasan Sehun sama sekali tidak membuatnya lega malah membuatnya sedih dan murung. Perasaan hatinya tidak enak dan dia selalu merasa bersalah pada Krystal dan teman-temannya yang lain. Namun ini bukan waktunya bagi Sulli untuk bermellow ria. Ini mengenai mimpinya, cita-citanya, ambisinya, dia harus mengesampingkan masalah pribadinya demi kesuksesan recital pertamanya.

As expected from Choi Sulli. Setelah kau sukses melalui recital ini aku akan memberimu hadiah special,”ucap Luhan dengan senyum penuh rahasia. Berhasil membuat Sulli penasaran karena Luhan selalu penuh dengan kejutan yang membuat Sulli senang.

“Ah, aku jadi tidak sabar menyukseskan recital ini dan melihat hadiahnya,”ucap Sulli sambil tertawa kecil. Luhan tersenyum senang melihat reaksi gadis yang dicintainya itu.

~~~

Sehun duduk di bangku paling belakang menyaksikan recital piano Sulli. Dia sengaja agar tidak terlihat oleh Sulli maupun Luhan yang daritadi mencarinya. Baginya, sudah dapat melihat gadis yang sangat luar biasa dalam hidupnya itu melakukan mimpinya saja sudah sangat membahagiakan. Sulli sejak dulu selalu penuh hasrat terhadap music terutama piano. Hal itu dikarenakan ibu Sulli sendiri merupakan seorang pianis terkenal di Prancis sehingga mungkin sejak dalam kandungan gadis itu sudah jatuh cinta terhadap dentingan piano yang dimainkan ibunya. Sehun tersenyum simpul saat mengingat betapa cantik Sulli saat memainkan sebuah lagu untuknya saat ulang tahunnya dulu.

“Lagu ini kupersembahkan untuk sebuah hari yang indah. Dimana dulu merajut mimpi bersama yang entah terwujud atau tidak adalah harta yang sangat berharga. Dream…,”Sulli menekan tuts piano dengan jarinya yang lentik memainkan lagu Dream by Rapbit (Deemo).

*flashback*

“Lagu apa ini Chagiya?”tanya Sehun sambil memeluk Sulli dari belakang.

“Dream dari Rapbit,”jawab Sulli sambil tersenyum dan terus memainkan lagu tersebut dengan jemarinya yang lentik. Sehun tersenyum bahagia sambil memandang permainan piano Sulli dan sesekali menatap wajah bahagia Sulli yang memainkan lagu itu.

“Apa mimpimu?”tanya Sehun karena judul lagu yang dimainkan Sulli adalah Dream.

“Simpel. Di masa depan aku ingin memainkan lagu ini lagi untukmu,”jawab Sulli. Sehun mencubit hidung Sulli dengan gemas karena sangat bahagia mendengarnya. Sulli tertawa bahagia sambil terus memainkan lagu itu sampai habis.

“Aku juga, mimpiku adalah terus menjadi pendengar nomer satu permainan pianomu ini,”ucap Sehun lembut. Mereka sekarang saling bertatapan dan melihat senyum Sulli, Sehun menjadi gemas dan mengecupnya dengan lembut.

*end of flashback*

Sulli-ah, sekarang aku mendengarkan lagi kau memainkan lagu ini. Walau jalan kita sudah berbeda dan keadaannya tidak seperti dulu, dimana kita saling mencintai. Dan aku berjanji, siapa pun dirimu kelak, meski kau menjadi istri Luhan hyung, aku tetap akan menjadi fans nomer satumu, batin Sehun.

Tepuk tangan bergemuruh diseluruh penjuru hall besar tersebut. Sehun sangat terharu dapat melihat kesuksesan gadis yang dulu pernah mengisi hari-harinya. Luhan menghampiri Sulli di panggung dan mendampinginya untuk melakukan penutupan terakhir. Di akhir pertunjukan itu, Luhan ternyata menyiapkan kejutan dimana panggung dihujani oleh ribuan kelopak bunga mawar yang jatuh menghujani Sulli yang sangat tertegun melihatnya. Penonton bersorak gembira melihat kejutan itu, bahkan penonton pun dihujani oleh confetti yang turun dari atas.

“Sulli-ah, kau tau, melihatmu bersama Luhan hyung memang menyakitkan bagiku, namun itu melegakan karena aku yakin dia adalah orang terbaik yang pernah ada di dunia ini,”gumam Sehun menyaksikan perjuangan cinta Luhan terhadap Sulli. Setelah menyaksikannya Sehun memutuskan untuk meninggalkan gedung tersebut.

***

Sulli tidak berhenti mengumbar senyum kebahagiaannya setelah sukses melaksanakan recital pertamanya. Seluruh keluarganya datang dan memberi selamat padanya dan kejutan terakhir dari Luhan benar-benar menyentuh hatinya. Luhan memang orang yang romantis dan sangat lembut terhadap Sulli, hal ini membuat keluarganya mulai membicarakan Luhan. Sulli hanya tersenyum simpul saat Minho menggodanya dengan Luhan dan kedua orangtua mereka mengundang pria itu untuk makan malam di rumahnya.

“Agassi, ada kiriman bunga dari seseorang,”seorang kurir yang wajahnya tertutup oleh karangan bunga yang begitu besar memecahkan riuh bahagia diantara keluarga Sulli dan Luhan. Sulli menoleh ke belakang dan menghampiri kurir tersebut.

“Omo, besar sekali. Dari siapa ya?”tanya Sulli.

“Dari aku,”orang itu menyingkirkan rangkaian bunga itu dari depan wajahnya dan tersenyum cerah ceria.

“Kya!!!!!! Chanyeol-ah!!!!”Sulli langsung menghambur Chanyeol dengan pelukan eratnya.

*tbc*

4 Tanggapan to “Golden Days (Chapter 4)”

  1. ulfahalimatus 19 Oktober 2014 pada 6:53 PM #

    Lanjut chingu, makin menarik. Kasian sehu n kalau gini. Pingin nangis kalau jadi sehun. Demi luhan di ngelepasin sulli, meskipun ingin bali kan lagi.dan karang sehun harus yang sakit hati.

    • cagalli14 20 Oktober 2014 pada 11:55 AM #

      makasih ulfa ^^ sip aku lanjutin ..tunggu aja ya

  2. berliyana 19 Oktober 2014 pada 10:33 PM #

    kasian amat krystal😥
    tpi klw sehun, itu tetap ksalahan nya :3
    kesempatan gak dtang 2x.
    Thor.. Plise sulli ama luhan ajha😥 kya!!!! Chanyeol dtang😀

    • cagalli14 20 Oktober 2014 pada 11:57 AM #

      wkwkwk kyknya kamu hanlli line ya? hihihihi …tunggu ya kelanjutannya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: