Golden Days (Chapter 5)

20 Okt

 golden days 5

Golden Days Chapter 5

by: cagalli14

Musim panas tahun 2010

“Retreat belajar kali ini sangat menyenangkan!”seru Chanyeol sambil melompat-lompat kegirangan.

“Ya…tentu saja, sepanjang malam kau Cuma main-main. Jelas menyenangkan Chanyeol-ah,”ucap Krystal malas sambil mengaduk-aduk es tehnya.

“Hei hei, kok sepertinya kau Cuma menunjuk padaku yang bersenang-senang sendirian disini? Tidak lihat tuh pasangan bodoh itu? Sejak awal mereka nempel terus dan sibuk sendiri. Gak memikirkan apa perasaan orang jomblo disini? Lagian bukan retreat belajar anak SMA namanya kalau tidak bersenang-senang,”ucap Chanyeol penuh semangat seorang anak muda. Sulli dan Sehun yang dari tadi asyik berkutat dengan iPad milik Sehun mengalihkan perhatian mereka pada Chanyeol. Kai tertawa kecil melihat tingkah Chanyeol dan Krystal hanya menggembungkan pipinya sendiri.

“Ya ya ya. Hilangkan lah kata ‘belajar’nya itu kalau kita Cuma retreat bersenang-senang,”tawa Kai.

“Setuju sih. Eh teman-teman, gimana kalau kita jurit malam?”usul Chanyeol.

“Andwae!”seru Krystal dan Sulli berbarengan.

“Kau tidak tau?”ucap Krystal.

“Di sekitar villa Krystal ini,”sambung Sulli.

“Sangat angker!!!”seru mereka kali ini berbarengan. Kai cekikikan mendengarnya. Dia masih ingat betul saat SD mereka berlibur di villa ini dan iseng melakukan jurit malam, Kai yang dulu masih nakal-nakalnya menakuti kedua sahabatnya itu dengan boneka hantu. Namun hal itu tetap menjadi rahasia atau malah aib bagi Kai sendiri.

“Itu lebih seru!”seru Chanyeol bersemangat.

“Bye, aku mau tidur saja kalau gitu. Kalian bertiga aja sana,”Krystal beranjak dari tempatnya duduk hendak masuk ke kamar.

“Aku juga, kalian aja sana bertiga,”ucap Sulli.

“Tidak tidak tidak. Ya sudah, gimana kalau main game yang lain?”tanya Chanyeol menahan Krystal dan Sulli.

“Main apaan?”tanya Sehun.

Truth or dare,”jawab Kai.

“Yah, itu sih ujung-ujungnya jadi truth semua,”Krystal memutar bola matanya dengan malas. Siapa sih diantara mereka yang berani melakukan dare?

“Aku setuju!”seru Sulli. Krystal membelalakkan matanya.

“Aku juga, boleh aja,”ucap Kai santai.

“Gimana Krystal-ah?”tanya Sehun. Krystal menghela nafasnya lalu membuat gesture ‘up to you’ khas miliknya dan duduk disebelah Kai saat mereka berempat sudah membentuk lingkaran.

Mereka mulai memutar botol minuman dan menunggu kemana arah leher botol itu berhenti.

“Krystal-ah! Yes! Jung Krystal, truth or dare?”tanya Chanyeol.

“Dare,”jawab Krystal karena dia yakin semua temannya itu selalu kepo dan ingin mengetahui tentang Krystal disaat dia sendiri sebenarnya tidak begitu terbuka akan masalah pribadinya.

“Baiklah. Kalau itu maumu, tunjukkan abs dance,”ucap Sulli usil. Krystal tidak akan pernah menunjukkan dance itu lagi pada mereka. Sulli yakin sekali.

“Bagus Sulli-ah! Dengan begini yeoja dingin ini pasti akan memilih truth!”seru Chanyeol.

“Omo! Baik, siapa takut,”Krystal berdiri lalu mengangkat sebagian kaosnya dan diikat sehingga abs yang sempurna miliknya terlihat. Chanyeol dan Kai tidak berkedip menatap Krystal sementara Sulli sibuk menutup mata Sehun.

“Yak Choi Sulli!”protes Sehun.

“Andwae andwae. Kau tidak boleh lihat walau dia keluargamu sendiri,”Sulli mempererat tangannya menutupi mata Sehun selama Krystal melakukan abs dance. Sehun hanya pasrah melihat tingkah gadisnya itu yang tidak rela dia melihat gadis lain.

“Nah sekarang aku tunjuk Sulli,”ucap Krystal.

“Aku? Aku dare aja,”jawab Sulli polos.

“Tidak bisa!”seru Sehun tiba-tiba.

“Yah Oh Sehun, biarkan Sulli memilih. Kau diam saja, dasar pacar menyebalkan,”Chanyeol melempar bantal kearah Sehun.

“Baiklah, Choi Sulli juga lakukan abs dance,”ucap Kai usil.

“Tidak akan kubiarkan,”Sehun mengunci leher Kai dan Kai hanya tertawa.

“Ya sudah, Sehun saja tentukan,”ucap Krystal.

“Baiklah. Terima kasih Krystal. Aku ingin Sulli menyatakan perasaannya padaku sekarang juga,”ucap Sehun. Selama ini Sulli tidak pernah berani mengucapkan kata cinta di depan orang lain, selalu Sehun yang mulai duluan dan kali ini dia ingin sekali melihat wajah menggemaskan Sulli yang malu-malu saat mengatakannya.

“Sehun-a!”protes Sulli.

“Ayolah Sulli-ah, itu masih mudah, lagian kita kan sahabatmu,”ucap Chanyeol. Sulli menghela nafasnya lalu menatap Sehun dengan tatapan kesal juga malu.

“Baiklah. Oh Sehun, aku Choi Sulli sangat menyukaimu,”ucap Sulli pelan.

“Apa? Tidak kedengaran,”Sehun mendekatkan telinganya pada Sulli.

“Oh Sehun, aku Choi Sulli sangat menyukaimu,”ucap Sulli agak menaikkan volume suaranya.

“Eung? Ulang lagi, tidak jelas,”Sehun menahan tawanya.

“SUKA!!!”teriak Sulli kencang sampai Sehun meringis kesakitan pada telinganya. Semua tertawa melihat tingkah pasangan ini.

“Baiklah Sulli kau pilih siapa?”tanya Kai.

“Chanyeol,”jawab Sulli.

“Truth,”jawab Chanyeol antusias. Agak lama sahabat-sahabatnya berpikir ingin menanyakan sesuatu pada Chanyeol. Percintaan? Mereka tau sekali bahwa Chanyeol itu tumpul, tidak ada ketertarikan dengan wanita secara spesifik. Keluarga? Sudah seperti mengenal keluarga sendiri saat bersama keluarga Chanyeol bagi keempat orang itu. Persahabatan dan masalah pertemanan? Selama ini Chanyeol hanya bersama mereka berempat dan mereka tau sendiri apa permasalahan yang ada diantara mereka.

“Aku awalnya suka Sulli saat SMP. Tapi saat dekat dengannya aku malah menganggap dia lebih cocok jadi sahabat atau adikku. Sulli dan Krystal adalah adik yang sangat kusayangi,”ucap Chanyeol.

“Eiy…,”ucap Kai malas. Dia juga dari awal sudah tau hal ini.

“Eiy…,”desah Krystal malas. Dia ingat sekali saat dipaksa menembak Sulli, Chanyeol malah mengatakan bahwa dia saat itu hanya ingin Sulli jadi adiknya yang lucu.

“Aigo…,”ucap Sulli ikut-ikutan malas. Dia tau Chanyeol dulu awalnya suka dengannya karena itulah mereka akrab dan lama-lama malah jadi sahabat.

“Mwo?!”tanya Sehun shock yang belum tau sejarah bergabungnya Chanyeol.

>>>ooo<<<

Sulli tidak dapat mengalihkan pandangan berseri-serinya pada Chanyeol yang saat ini sedang terlihat begitu bahagia dihadapannya. Park Chanyeol, sahabat yang sangat disayangi olehnya, selain Krystal, Chanyeol adalah sahabat istimewanya. Chanyeol yang selalu tersenyum, selalu tertawa dan membuat mood mereka selalu menjadi lebih baik. Chanyeol yang setiap kali Sulli ingin menangis seperti anak kecil selalu ada untuk memberikan pelukannya yang hangat. Chanyeol yang dulu pernah menjadi kado istimewa bagi Sulli saat ulang tahunnya hanya dengan seharian membuat gadis itu tertawa sampai sakit perut. Chanyeol yang 3 tahun dulu dia tinggalkan begitu saja dan tidak pernah saling berhubungan lagi.

“Chanyeol-ah, darimana kau tau kalau aku recital disini?”tanya Sulli.

“Aku diberikan tiket resitalmu oleh seseorang di kampusku dan aku tidak tau siapa yang memberikannya. Saat melihat tiket itu, aku melihat nama dan fotomu jadi aku langsung datang,”jawab Chanyeol.

“Mwo? Ada yang memberikan?”tanya Sulli bingung. Apa mungkin utusan Ryeowook seongsaenim? Tapi tidak mungkin, seakan dia mengetahui hubungannya dengan Chanyeol saja.

“Ya, siapa pun orang itu, aku sangat berterima kasih karena pada akhirnya aku bisa bertemu sahabatku yang sangat kurindukan,”Chanyeol memeluk Sulli dengan erat. Sulli tertegun, Chanyeol masih saja seperti dulu, walau dia sudah meninggalkan Chanyeol dan yang lainnya tapi dia tetap dianggap sebagai sahabat.

“Chanyeol-ah, aku merasa bersalah sudah meninggalkanmu. Juga Kai dan Krystal,”ucap Sulli lirih.

“Memang setelah itu keadaannya jadi makin buruk. Kau pergi, Kai dan aku penuh kekecewaan dan kemarahan. Sehun dan Krystal tetap berkutat berdua dengan permasalahan mereka sendiri. Tapi bagaimana pun juga keadaan kita, kau tetap sahabat yang sangat kusayangi,”Chanyeol mengusap-usap kepala Sulli.

“Aku tau dan aku merasa sangat bersalah. Jika saja aku tidak selemah itu dan begitu egois memikirkan perasaanku sendiri. Aku sangat shock mendapati kenyataan kalian tidak bersama lagi,”ucap Sulli.

“Eh? Siapa yang memberitahumu? Kau berhubungan dengan Krystal atau Kai?”tanya Chanyeol bingung.

“Tidak. Sehun yang memberitahuku. Kami bertemu tidak sengaja dan dia menjelaskan semuanya,”jawab Sulli.

“Sehun? Sehun bertemu denganmu?!”tanya Chanyeol kaget.

“Ya, eh? Kenapa Chanyeol-ah?”tanya Sulli bingung.

“Sehun satu kampus denganku dan jika ada orang yang tau hubunganku denganmu pasti hanya dia. Walau selama 3 tahun ini aku tidak pernah menyapa atau bahkan sengaja bertemu dengannya,”gumam Chanyeol. Sulli membulatkan matanya tidak percaya.

“Sehun…yang memberikanku tiket ini?”tanya Chanyeol pelan. Sulli benar-benar tidak mempercayai apa yang dia dengar. Jika benar Sehun yang menghadiahkan Chanyeol tiket untuk bertemu dengannya, dan hal itu membuat Sulli mendapatkan kejutan terbaik hari ini, itu berarti Sehunlah yang menghadiahkannya.

“Sulli-ah?”Chanyeol kaget saat melihat airmata Sulli berlinangan.

“Chanyeol-ah…bagaimana ini? Aku tidak bisa berhenti,”Sulli menghapus airmatanya perlahan-lahan.

“Aigo, Sulli-ah…apa kau sudah memaafkannya?”tanya Chanyeol yang belum tau apa-apa, namun tidak bisa menyalahkan Sulli yang begitu lemah, Chanyeol hanya memeluk Sulli seperti dulu, seperti setiap saat jika Sulli sedih.

“Sehun…dia menceritakan padaku tentang kejadian saat itu,”ucap Sulli.

***

Sore itu nampak seorang pria tinggi dan sangat mempesona berjalan beriringan dengan seorang gadis cantik yang juga tinggi dan langsing. Melihat kedua makhluk berkharisma itu berjalan berdua di tengah kota membuat setiap orang yang melihatnya terpesona. Ya, Sulli dan Chanyeol memang sangat serasi terlepas dari kenyataan bahwa mereka hanya sahabat dan tidak lebih dari itu.

“Aku sudah bertanya pada temanku dan dia akhirnya mengaku kalau memang Sehun yang memberikan tiket itu,”ucap Chanyeol sambil menjilati ice creamnya. Ya, walau sudah berusia 21 tahun tetap saja pria ini dan gadis disampingnya menikmati berjalan santai sambil makan ice cream sama seperti saat mereka masih SMP.

“Sehun tidak datang lagi sejak saat itu. Aku juga tidak tau nomer handphonenya dan ternyata rumahnya sudah pindah,”jawab Sulli murung.

“Keluarganya memang sudah pindah ke Jepang tapi Sehun masih tinggal disini. Kudengar dari teman sekelasnya, Sehun memiliki apartemen sendiri tapi entah dimana. Dia namja penuh misteri di kampus kami. Walau begitu dia tetap saja populer, sial,”ucap Chanyeol. Sulli tertawa kecil mendengarnya.

“Sulli-ah, apa kau masih berharap padanya?”tanya Chanyeol saat mereka duduk di bangku taman.

“Aku hanya ingin semuanya lebih baik lagi saat ini. Aku tidak berharap lebih, karena kelihatannya memang bukan takdirku untuk bersamanya,”jawab Sulli.

“Ya ya…pria yang dicintai memang selalu kalah ya dari pria yang terbaik. Eh, seperti apa sih Luhan itu?”tanya Chanyeol yang sudah tau hampir seluruhnya dari Sulli mengenai Luhan dan Sehun.

“Mwoya? Hahaha. Aku kan sudah bilang belum bisa memutuskannya. Aku tidak ingin setengah-setengah jika aku memilih Luhan oppa. Dia sangat baik. Aku tidak ingin menyakitinya dengan perasaanku yang setengah-setengah,”jawab Sulli sambil membayangkan sosok Luhan. Tiba-tiba airmatanya menetes.

“Kenapa Sulli-ah?”tanya Chanyeol kaget.

“Ah tidak. Aku juga heran kenapa. Mungkin karena aku tidak ingin menyakiti Luhan oppa. Aku sangat ingin membahagiakannya Chanyeol-ah, kau tau itu? Saat SD saat pertama kali bertemu dengannya pun dia tidak berbeda jauh dari saat sekarang, selalu penuh kehangatan dan kebaikan sehingga membuat hatimu tentram. Sosok yang seperti malaikat itu…aku hanya bagaikan sampah jika menyakitinya,”ucap Sulli.

“Kau masih mencintai Sehun,”ucap Chanyeol menyimpulkan. Sulli menatap Chanyeol tak percaya.

“Kau takut kau akan menyakiti Luhan karena kau tau sendiri bahwa kau masih mencintai Sehun. Sulli-ah, cukup sudah menutupi perasaanmu. Apa kau tau, kau tidak salah apa-apa. Kau berhak mengatakan apa yang ingin kau katakan. Kau berhak memilih siapa yang kau inginkan. Dan aku yakin Luhan tidak akan keberatan jika memang itu yang terbaik,”Chanyeol mengusap-usap kepala Sulli.

“Chanyeol-ah…,”satu lagi bulir airmata jatuh ke pipi peach gadis tersebut. Chanyeol menyekanya dan menarik Sulli ke dalam pelukannya. Dia tau betul Sulli ingin membalas perasaan Luhan yang menurutnya sangat baik itu. Namun dia juga tau bahwa sejujurnya Sulli ingin bersama Sehun lagi.

“Sehun cinta pertamaku. Sampai sekarang pun hanya Sehun yang kucintai. Aku berusaha sekerasnya menerima Luhan oppa dalam hatiku. Tapi kebaikannya hanya mampu menembus logikaku. Aku ingin sekali lagi menemui Sehun dan mengatakan dengan jelas. Selama ini aku selalu dan selalu merindukan dia,”isak Sulli.

“Ayo kita berjuang sekali lagi untuk memperbaiki apa yang tidak seharusnya rusak diantara kita semua,”ucap Chanyeol sambil tersenyum tulus.

***

Sulli dan Chanyeol berdiri gugup sambil meletakkan kedua tangan mereka ke pagar besi di depan mereka. Sesekali Sulli melirik ke arah layar yang menyediakan info kedatangan dan Chanyeol tetap sibuk mendongak-dongakkan kepalanya melihat ke dalam ruangan di depan mereka. Sulli dan Chanyeol terlihat sangat gugup.

“Aku excited,”ucap Chanyeol memecah kegugupan diantara mereka.

“Hahaha. Saking excitednya aku jadi segugup ini,”tawa Sulli.

“Mungkin karena sudah lama kali ya?”tanya Chanyeol.

“Ne…ah itu dia!”

“Chanyeol-ah, Sulli-ah?!”seorang gadis berkacamata dengan rambut terurai lengkap dengan mantel dinginnya keluar dari aula kedatangan. Sulli menatap antusias pada gadis yang mendekati mereka dengan penuh percaya diri. Ya, selalu begitu, itulah Jung Krystal yang sesungguhnya. Beda dengan saat terakhir kali mereka bertemu. Mungkin inilah kata Sehun, betapa bahagianya Krystal saat ini.

“Krystal-ah! Aku kangen,”Sulli memeluk Krystal dengan erat. Chanyeol tidak sanggup menyela mereka karena Sulli terlihat sangat terharu bahkan sampai menangis.

“Aigo Sulli-ah, kenapa kau menangis huh?”tanya Krystal sambil tersenyum dan mengusap bulir airmata dipipi Sulli.

“Aku sangat merindukanmu, Krystal-ah,”rengek Sulli. Chanyeol tersenyum senang melihat kedua sahabat yang sudah sejak TK bersama itu.

“Aku juga Sulli-ah. Chanyeol-ah, apa kabar?”tanya Krystal.

“Aku juga sangat kangen Krystal-ah!”Chanyeol langsung menghambur Krystal dengan pelukan hangatnya dan membuat ketiga sahabat yang sudah lama berpisah itu tertawa geli melihat tingkah Chanyeol.

~~~

“Apa aku bermimpi? Hari ini aku bisa bertemu kedua sahabatku yang sudah lama tidak bertemu ini,”ucap Krystal antusias masih menatap wajah kedua sahabatnya itu. Sekarang mereka makan siang bersama di café tempat dulu mereka sering berkumpul.

“3 tahun ya…dan sekarang kita semua hampir meraih mimpi masing-masing,”ucap Chanyeol yang sebentar lagi lulus dari kuliahnya sama seperti Sehun dan melanjutkan perusahaan ayah mereka masing-masing, sementara Sulli sudah meraih mimpinya menjadi seorang pianis dan Krystal hampir melakukan debut sebagai desaigner di Amerika.

“Eiy, emang jadi bos itu mimpimu apa? Perasaan dulu ada anak bertelinga caplang yang sibuk berkoar-koar bahwa dirinya akan menjadi presenter terkenal. Presenter apa Sulli-ah?”tanya Krystal menggoda Chanyeol.

“Presenter acara gossip. Hahahaha,”tawa Sulli dan Krystal meledak.

“Yak! Presenter acara olahraga tau! Acara olahraga! Tapi ya itu kan dulu, sekarang sih mau jadi pengusaha nomer 1 di Korea,”ucap Chanyeol ambisius.

“Yah masih kalah dong. Sehun mau jadi pengusaha nomer 1 sedunia tau,”ucap Krystal.

“Kau masih sering berhubungan dengan Sehun Krystal-ah?”tanya Sulli memotong tawa diantara mereka.

“Ah, eh, iya Sulli-ah. Maaf aku sepertinya harus menjelaskan semuanya padamu,”ucap Krystal teringat permasalahan mereka dulu dan merasa bersalah.

“Sudahlah Krystal-ah, aku sengaja mengajakmu kembali ke Korea karena aku sudah tau semuanya dari Sehun. Dan dia benar, kau sekarang begitu bahagia,”Sulli menggenggam kedua tangan Krystal dan tersenyum tulus.

“Teman-teman, dulu memang begitu berat bagiku. Bagi kita. Kau tau, Suho oppa adalah segalanya bagiku. Dulu. Aku bahkan berpikir tidak bisa hidup tanpanya, namun waktu mengobatiku. Waktu juga menunjukkanku bahwa masih ada orang-orang yang dapat membahagiakanku,”ucap Krystal dengan senyum menenangkan khas miliknya.

“Dan siapakah orang itu?”tanya Chanyeol penasaran.

Krystal terdiam sejenak dan menatap kedua sahabatnya itu dengan senyum malu-malu. Sulli yakin orang itu pasti sangat special karena Krystal bertingkah seperti ini. Sama seperti saat dulu dia jatuh cinta dengan Suho, mungkin lebih baik, karena sekarang dia benar-benar dipenuhi kebahagiaan.

“Orangnya tidak bisa datang kesini karena sibuk latihan dance,”ucap Krystal dengan senyum dikulum. Sulli dan Chanyeol makin penasaran.

“Aigo…aku kok gugup ya mengatakannya pada kalian?”Krystal menghela nafas panjang melihat reaksi sahabatnya itu dan membayangkan apa yang akan kedua sahabatnya itu katakan jika dia menjawabnya.

“Kai menyusulku ke Amerika dan disana kami bersama-sama lagi seperti dulu. Namun ada satu hal yang mulai berbeda. Perlahan-lahan aku merasa kehadiran Kai sudah mengobati luka hatiku. Aku mampu melupakan Suho oppa,”ucap Krystal malu-malu. Sulli dan Chanyeol membulatkan mata mereka tak percaya dengan apa yang mereka dengar.

“Kai?”tanya Chanyeol kaget.

“Ya, Kai. Kai, sahabat kita,”jawab Krystal.

“Sudah kuduga, Kai ke Amerika pasti mengejar Krystal,”ucap Sulli yang memang sudah tau dari dulu bahwa Kai meneruskan kuliah di Amerika. Karena memang sejak kejadian itu hanya bersama Kai dia dengan tidak intens bertukar kabar.

“A…aku tidak tau Kai dan Krystal…,kupikir Kai juga menyukaimu Sulli-ah,”kata Chanyeol ragu.

“Yah! Kai memang sangat perhatian padaku karena memang awalnya aku dan Kai bersahabat berdua baru yeoja dingin ini bergabung karena dia anak teman ibuku. Kai memang selalu berbeda jika di depan Krystal, kau tidak menyadarinya? Dia dan Krystal itu kalau bersama sudah bagaikan angin musim semi tau,”kata Sulli menggambarkan bagaimana hubungan Kai dan Krystal selama ini.

“Maksudmu angin musim semi?”tanya Chanyeol dan Krystal berbarengan.

“Saling melengkapi. Ya, itu sih menurutku. Hehehe,”jawab Sulli sambil tertawa garing.

“Ah, aku sekarang jadi ingin Kai berada disini,”ucap Chanyeol frustasi. Dia pasti saat ini ingin sekali menghambur pria itu dengan seribu pertanyaan dan sejuta godaan.

“Beserta Sehun,”ucap Krystal menanggapi. Sulli terdiam.

“Sulli-ah, bukankah Sehun sudah menjelaskan semuanya? Apa namja bodoh itu sudah mengajakmu balikan?”tanya Krystal.

“Aku tidak akan balikan dengannya Krystal-ah,”jawab Sulli sambil tersenyum sendu.

“Kenapa?”tanya Krystal bingung.

“Sulli terlibat cinta segitiga dengan Sehun dan kakak kandungnya,”jawab Chanyeol.

“Hah? Sehun dan…Luhan oppa?”tanya Krystal kaget. Sulli makin kaget karena Krystal ternyata kenal Luhan, ah, ya tentu saja ya, karena Krystal kan masih punya ikatan keluarga dengan kedua orang itu.

“Sebenarnya bukan itu saja alasannya. Aku makin kesini makin merasa malu pada Sehun. Juga pada dirimu, Krystal-ah. Selain itu, aku tidak tau dimana Sehun berada,”jawab Sulli.

“Sulli-ah, cukup sudah kau menyalahkan dirimu sendiri dan menderita sendirian. Apa kau mencintai Luhan oppa?”tanya Krystal serius.

“Aku…,”

“Krystal-ah, Sulli belum bisa memutuskan,”ucap Chanyeol.

“Tidak. Hatimu sudah, dan aku yakin kau dari awal selalu memilih Sehun,”ucap Krystal penuh keyakinan. Keyakinan Krystal itu mampu menggoyahkan pertahanan Sulli. Sulli tidak bisa membohongi perasaannya lebih jauh lagi. Namun bayangan wajah Luhan dan kebaikannya semua menguasai kepala Sulli disaat hatinya dikuasai Sehun.

“Aku…,”Sulli ingin mengatakan sesuatu namun seperti ada yang membuat dia menahannya. Membuat perut Sulli mual.

“Choi Sulli…,”kedua sahabatnya itu menatap Sulli dengan lirih.

“Teman-teman maafkan aku, aku permisi sebentar,”tiba-tiba Sulli beranjak dari kursinya dan menutup mulutnya sambil berlari ke arah toilet.

“Chanyeol-ah, apa Sulli hamil?”tanya Krystal begitu saja sambil menatap kepergian Sulli.

“Mwo?!!!!”

*tbc*

3 Tanggapan to “Golden Days (Chapter 5)”

  1. ulfahalimatus 20 Oktober 2014 pada 6:19 PM #

    Seru chingu, wah sulli terjebak cinta segitiga, sulli akan sama siapa yah, aku jadi penasaran?
    Ya emang sulli hamil, hamilnya siapa?

  2. berliyana 20 Oktober 2014 pada 11:01 PM #

    SULLI AMA LUHAN AJHA !!!!!
    Eh sulli hmil😮 ?

  3. swag jinri 21 Oktober 2014 pada 3:55 AM #

    sulli hamilllllllll??? :O
    anak siapa dohh????? jgn anaknya luhan oppa please…. mau HunLli balikannnn huwe…. TT

    good job author….🙂 B-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: